http://cahaya-semesta.com/article/101208/bahayanya-testimoni-sedekah.html
Sungguh merugi orang-orang yang riya, salah satunya adalah orang-orang yang menyebut-nyebut sedekahnya. Ketika ditegur maka mereka pun berkelit : "kami kan sekedar testimoni, biar orang-orang pada semanget sedekah kayak kami ini, Allah lebih tahu apa yang kami niatkan"
selanjutnya sila ke link :)
Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Agustus 2012
Selasa, 26 Juni 2012
Membela Palestina dengan Jihad Harta (1)
http://wasathon.com/humaniora/read/membela_palestina_dengan_jihad_harta_1/
Malam makin larut di suatu kota di Mesir. Seorang pemuda sedang menunggu taksi di tepi jalan. Pemuda ini bekerja di sebuah perusahaan milik orang Yahudi. Dia seringkali heran dengan para pemilik perusahaan tersebut, karena kerugian beberapa ratus dollar saja sudah cukup membuat mereka paranoid, ketakutan hingga kalang kabut. Sungguh, betapa besar kecintaan mereka pada harta benda dunia.
Selanjutnya sila ke link :)
Malam makin larut di suatu kota di Mesir. Seorang pemuda sedang menunggu taksi di tepi jalan. Pemuda ini bekerja di sebuah perusahaan milik orang Yahudi. Dia seringkali heran dengan para pemilik perusahaan tersebut, karena kerugian beberapa ratus dollar saja sudah cukup membuat mereka paranoid, ketakutan hingga kalang kabut. Sungguh, betapa besar kecintaan mereka pada harta benda dunia.
Selanjutnya sila ke link :)
Selasa, 29 Mei 2012
[Donor Darah Apheresis] First Time Donor
Sambungan dari posting yang ini
Sesudah mendapatkan nikmat karunia Allah SWT yang luar biasa yaitu lulus dari screening apharesis, saya mendapat pesan singkat dari mbak Deffi untuk donor pada keesokan harinya. Pesan itu masuk sekitar pukul 20:30 malam dan saya pun langsung menyanggupi untuk melakukan donor darah apheresis untuk pertama kalinya. Kegiatan donor darah itu akan dilaksanakan di PMI Lenteng Agung jam 08:30 pagi, tempat yang sama dengan saat dilakukan screening apheresis. 
Saat saya tiba, ada orang lain yang sudah datang juga namun belum ikut screening sehingga sayalah yang harus melakukan donor darah saat itu. Saya pun diukur tekanan darahnya dan saat itu alhamdulillah normal. Namun, karena waktu itu saya belum sarapan, petugas yang berwenang pun menganjurkan saya sarapan dulu sambil menunggu dokter. Para petugas pun harus mempersiapkan mesin Hemodialisis dan memasang kit atau peralatan penampung darah yang terdiri dari sebuah tabung, beberapa kantong dan banyak selang-selang. Saya lihat pemasangan itu cukup rumit dan pastinya harus dilakukan seseorang yang sudah terlatih untuk melakukannya. Saya pun sarapan di kantin dekat tempat donor darah aphresis itu berlangsung dan saya juga menyempatkan diri ke belakang agar tidak repot saat donor berlangsung. Donor darah apheresis ini memang berlangsung cukup lama, sekitar satu setengah sampai dua jam. Satu kali donor terdiri dari beberapa siklus yang terdiri dari pengeluaran darah, ekstrasi trombosit dan pengembalian darah ke tubuh pendonor. Tiga tahap tersebut dihitung satu siklus dan sesudah satu siklus selesai maka mesin akan bekerja kembali untuk melanjutkan siklus kedua dan seterusnya.
Pengambilan darah dilakukan dengan penusukan pembuluh darah vena dengan jarum berongga yang cukup besar. Oleh karena itu, saat screening, salah satu yang diperiksa adalah pembuluh vena. Seorang donor darah apheresis harus memiliki pembuluh vena yang cukup besar dan tidak bengkok agar proses donor darah tidak terganggu. Tangan kanan pendonor direntangkan, dililit alat kompresi yang seperti pada alat pengukur tekanan darah dan dia menganggam sebuah bola karet agar terjaga posisi tangannya. Saat proses pengambilan darah berlangsung, alat kompresi menekan pembuluh darah agar darah bisa keluar. Sesudah darah keluar, terjadi pemerosesan dalam mesin dan trombosit yang dibutuhkan anak-anak penderita kanker pun diekstraksi dan ditampung di sebuah kantong. Saat proses pengembalian darah berlangsung, alat kompresi dikendurkan dan darah pun kembali masuk ke tubuh pendonor. Terasa cukup nyaman memang saat darah itu kembali ke dalam tubuh. Aliran darah itu memang sempat sedikit terganggu karena posisi tangan saya yang berubah tanpa sengaja, maklum kan masih pemula. Namun Alhamdulillah keseluruhan proses dapat berlangsung dangan baik dan lancar tanpa banyak gangguan. Sesudah selesai, saya pun diberi makanan untuk memulihkan tubuh dan trombosit hasil donor darah tersebut dibawa ke RS Dharmais untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan, yang sedang menderita Leukumia.
Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari donor darah apheresis yang pertama tersebut:
1. Mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Donor darah apheresis berlangsung cukup lama tergantung kuantitas dan kualitas trombosit pendonor. Biasanya berlangsung antara satu sampai dua jam.
2. Sarapan atau makan yang kenyang sebelum donor darah agar tidak terlalu lemas.
3. Malam sebelum donor darah jangan bergadang karena jika saat mendonorkan darah pendonor tertidur tanpa sadar posisi tangan bisa berubah. Donor darah apheresis pun bisa gagal karena aliran darah di pembuluh vena terganggu.
4. Saat donor darah berlangsung, jaga agar tubuh dan pikiran tetap relaks. Untuk para pendonor yang muslim bisa membaca dzikir-dzikir yang bisa menenangkan jiwa seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan sebagainya. Faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan donor darah apheresis
5. Rasa sakit akibat pengeluaran jarum saat donor darah selesai bisa dikurangi dengan menarik napas panjang saat jarum ditarik keluar. Sakit sedikit tidak ada artinya dibandingkan amal shaleh yang baru saja dilakukan pendonor.
6. Seseorang yang sudah berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis harus menjaga kesehatan tubuhnya. Jumlah ideal trombosit bisa dijaga dengan mengonsumsi buah, sayur dan banyak minum air putih. Dianjurkan pula melakukan olah raga cardiovascular, seperti lari, jalan cepat atau berenang, agar aliran darah di tubuh pendonor selalu lancar.
Perlu kita ketahui bahwa donor darah apheresis ini tidaklah murah. Harga kit yang terdiri dari tabung, kantung dan selang bisa mencapai sekitar dua juta rupiah per paket dan semua itu hanya bisa dipakai sekali. Sesudah dipakai kit tersebut harus dibuang semuanya. Padahal banyak sekali anak-anak penderita kanker yang sangat membutuhkan trombosit hasil ekstraksi mesin Hemodialisis itu. Mereka membutuhkan "emas cair" atau trombosit itu untuk mempertahankan kehidupan mereka. Memang sebuah ironi yang menyedihkan, di sebuah negara yang penuh hasil bumi dan sumber daya alam melimpah ruah seperti Indonesia ini. Entah sudah berapa banyak ahli dan pakar yang menyampaikan pendapatnya sehingga mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang.
Saya sendiri baru mampu mengingatkan diri sendiri dan para pembaca sekalian untuk menyadari bahwa PEDULI, BERBAGI dan MEMBERI adalah salah satu KEBUTUHAN kita yang utama sebagai manusia. Sebelum memperturutkan keinginan, hobby dan membeli barang-barang mewah yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, ada baiknya melihat ke sekitar kita adakah yang masih lebih memerlukan lembaran-lembaran rupiah yang ada di tangan kita sekarang? Jangan sampai langkah kita menuju surgaNya harus terhalang kesaksian-kesaksian orang yang secara tidak langsung kita zalimi. Yaitu mereka yang sebenarnya bisa kita pedulikan kita beri dan kita bantu namun kita enggan melakukannya hanya karena ada barang-barang mahal yang lebih menarik bagi ego kita.
Semoga bermanfaat dan semakin banyak orang terinspirasi untuk berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis.
Saat saya tiba, ada orang lain yang sudah datang juga namun belum ikut screening sehingga sayalah yang harus melakukan donor darah saat itu. Saya pun diukur tekanan darahnya dan saat itu alhamdulillah normal. Namun, karena waktu itu saya belum sarapan, petugas yang berwenang pun menganjurkan saya sarapan dulu sambil menunggu dokter. Para petugas pun harus mempersiapkan mesin Hemodialisis dan memasang kit atau peralatan penampung darah yang terdiri dari sebuah tabung, beberapa kantong dan banyak selang-selang. Saya lihat pemasangan itu cukup rumit dan pastinya harus dilakukan seseorang yang sudah terlatih untuk melakukannya. Saya pun sarapan di kantin dekat tempat donor darah aphresis itu berlangsung dan saya juga menyempatkan diri ke belakang agar tidak repot saat donor berlangsung. Donor darah apheresis ini memang berlangsung cukup lama, sekitar satu setengah sampai dua jam. Satu kali donor terdiri dari beberapa siklus yang terdiri dari pengeluaran darah, ekstrasi trombosit dan pengembalian darah ke tubuh pendonor. Tiga tahap tersebut dihitung satu siklus dan sesudah satu siklus selesai maka mesin akan bekerja kembali untuk melanjutkan siklus kedua dan seterusnya.
Pengambilan darah dilakukan dengan penusukan pembuluh darah vena dengan jarum berongga yang cukup besar. Oleh karena itu, saat screening, salah satu yang diperiksa adalah pembuluh vena. Seorang donor darah apheresis harus memiliki pembuluh vena yang cukup besar dan tidak bengkok agar proses donor darah tidak terganggu. Tangan kanan pendonor direntangkan, dililit alat kompresi yang seperti pada alat pengukur tekanan darah dan dia menganggam sebuah bola karet agar terjaga posisi tangannya. Saat proses pengambilan darah berlangsung, alat kompresi menekan pembuluh darah agar darah bisa keluar. Sesudah darah keluar, terjadi pemerosesan dalam mesin dan trombosit yang dibutuhkan anak-anak penderita kanker pun diekstraksi dan ditampung di sebuah kantong. Saat proses pengembalian darah berlangsung, alat kompresi dikendurkan dan darah pun kembali masuk ke tubuh pendonor. Terasa cukup nyaman memang saat darah itu kembali ke dalam tubuh. Aliran darah itu memang sempat sedikit terganggu karena posisi tangan saya yang berubah tanpa sengaja, maklum kan masih pemula. Namun Alhamdulillah keseluruhan proses dapat berlangsung dangan baik dan lancar tanpa banyak gangguan. Sesudah selesai, saya pun diberi makanan untuk memulihkan tubuh dan trombosit hasil donor darah tersebut dibawa ke RS Dharmais untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan, yang sedang menderita Leukumia.
Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari donor darah apheresis yang pertama tersebut:
1. Mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Donor darah apheresis berlangsung cukup lama tergantung kuantitas dan kualitas trombosit pendonor. Biasanya berlangsung antara satu sampai dua jam.
2. Sarapan atau makan yang kenyang sebelum donor darah agar tidak terlalu lemas.
3. Malam sebelum donor darah jangan bergadang karena jika saat mendonorkan darah pendonor tertidur tanpa sadar posisi tangan bisa berubah. Donor darah apheresis pun bisa gagal karena aliran darah di pembuluh vena terganggu.
4. Saat donor darah berlangsung, jaga agar tubuh dan pikiran tetap relaks. Untuk para pendonor yang muslim bisa membaca dzikir-dzikir yang bisa menenangkan jiwa seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan sebagainya. Faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan donor darah apheresis
5. Rasa sakit akibat pengeluaran jarum saat donor darah selesai bisa dikurangi dengan menarik napas panjang saat jarum ditarik keluar. Sakit sedikit tidak ada artinya dibandingkan amal shaleh yang baru saja dilakukan pendonor.
6. Seseorang yang sudah berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis harus menjaga kesehatan tubuhnya. Jumlah ideal trombosit bisa dijaga dengan mengonsumsi buah, sayur dan banyak minum air putih. Dianjurkan pula melakukan olah raga cardiovascular, seperti lari, jalan cepat atau berenang, agar aliran darah di tubuh pendonor selalu lancar.
Perlu kita ketahui bahwa donor darah apheresis ini tidaklah murah. Harga kit yang terdiri dari tabung, kantung dan selang bisa mencapai sekitar dua juta rupiah per paket dan semua itu hanya bisa dipakai sekali. Sesudah dipakai kit tersebut harus dibuang semuanya. Padahal banyak sekali anak-anak penderita kanker yang sangat membutuhkan trombosit hasil ekstraksi mesin Hemodialisis itu. Mereka membutuhkan "emas cair" atau trombosit itu untuk mempertahankan kehidupan mereka. Memang sebuah ironi yang menyedihkan, di sebuah negara yang penuh hasil bumi dan sumber daya alam melimpah ruah seperti Indonesia ini. Entah sudah berapa banyak ahli dan pakar yang menyampaikan pendapatnya sehingga mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang.
Saya sendiri baru mampu mengingatkan diri sendiri dan para pembaca sekalian untuk menyadari bahwa PEDULI, BERBAGI dan MEMBERI adalah salah satu KEBUTUHAN kita yang utama sebagai manusia. Sebelum memperturutkan keinginan, hobby dan membeli barang-barang mewah yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, ada baiknya melihat ke sekitar kita adakah yang masih lebih memerlukan lembaran-lembaran rupiah yang ada di tangan kita sekarang? Jangan sampai langkah kita menuju surgaNya harus terhalang kesaksian-kesaksian orang yang secara tidak langsung kita zalimi. Yaitu mereka yang sebenarnya bisa kita pedulikan kita beri dan kita bantu namun kita enggan melakukannya hanya karena ada barang-barang mahal yang lebih menarik bagi ego kita.
Semoga bermanfaat dan semakin banyak orang terinspirasi untuk berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis.
Kamis, 24 Mei 2012
Meluruskan Pemahaman Tentang Sedekah
Kurangnya kemampuan berbahasa Arab menyebabkan banyak istilah dalam agama Islam yang disalahpahami bahkan oleh ummatnya sendiri. Salah satu dari istilah-istilah tersebut adalah Sedekah. Orang seringkali mengartikan sedekah hanya sebagai pemberian atau charity dalam bahasa Inggris. Sehingga, terkadang ada perasaan bangga yang tidak proporsional dalam hati orang yang bersedekah dan sebaliknya seringkali ada perasaan rendah diri atau minder pada penerimanya.
Padahal makna dari kata sedekah adalah satu akar kata dengan siddiq atau kebenaran. Sehingga, sedekah dapat diartikan sebagai pembuktian dari kebenaran janji Allah sWT yang menjamin rezeki setiap makhlukNya. Orang yang benar-benar memahami makna sedekah akan meyakini pemberian terbaik dari Allah SWT berusaha semaksimal mungkin menafkahkan hartanya di jalan yang diridhoi olehNya. Pemahaman yang benar tentang sedekah itu telah membuat para shahabat Rasul SAW berlomba-lomba menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT. Abu Bakar As Shidiq pernah memberikan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan dan saat ditanya apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu, beliau menjawab Allah dan RasulNya. Maksudnya adalah Abu Bakar menyakini sepenuh hati bahwa Allah dan RasulNya tidak akan menzalimi diri beliau dan keluarganya. Jika beliau berkorban secara maximal, maka balasannya pasti juga akan maximal. Beliau pun meyakini bahwa rezeki seseorang sudah dibagi dengan adil tanpa dikurangi sedikitpun. Sungguh merupakan keteladanan yang sangat langka di zaman yang kata orang moderen ini.
Pemahaman seperti itu juga membuat orang yang menerima sedekah tidak merasa minder atau rendah diri. Mereka meyakini bahwa sedekah yang diberikan orang lain padanya hakikatnya adalah karunia Allah SWT melalui para pemberi tersebut. Para penerima sedekah memang tidak seharusnya menggantungkan diri dari pemberian orang lain. Sedekah bukanlah pemberian yang membuat orang yang menerima malas untuk bekerja dan berusaha mencari karunia rezekiNya. Pemberian yang membuat orang menjadi malas bekerja dan enggan berusaha secara mandiri tidak layak disebut sedekah. Sedekah yang benar akan menggembirakan, membahagiakan, mementramkan dan melegakan baik bagi yang menerima ataupun yang memberi. Sedekah seperti itu tidak akan membuat penerimanya menjadi rendah diri dan pemberinya menjadi tinggi hati.
Kehidupan moderen yang serba individualistik, materialistik dan hedonistik membuat banyak orang sulit memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keadaan seperti itu seringkali diperparah dengan adanya kejadian yang di luar perhitungan seperti ada anggota keluarga yang sakit, bencana dan lain sebagainya. Biaya perawatan kesehatan dewasa ini memang sangat tidak murah. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila ada orang yang berseloroh "orang miskin dilarang sakit". Pada saat itulah seseorang yang membutuhkan perlu membuka diri untuk menerima karunia Allah SWT melalui jalur sedekah. Sedekah, selain merupakan pemberian dan karunia, juga merupakan amanah. Sedekah tersebut harus dipergunakan untuk keperluan yang sesuai, misalnya untuk biaya perawatan di rumah sakit, menebus obat, memperbaiki bagian rumah yang rusak dan sebagainya, bukan digunakan untuk membeli yang tidak terlalu penting seperti televisi, HP baru dan sebagainya. Penerima sedekah adalah pemegang amanah dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah SWT dan memanfaatkan sedekah sesuai akad yang disepakati oleh pemberinya.
Tulisan sederhana ini didedikasikan untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam proses kesembuhan ibunda tercinta yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Baik dalam bentuk dana dari sebagian rezekinya, doa ataupun yang lainnya. Hanya tulisan inilah yang bisa saya berikan kepada teman-teman sekalian semoga dapat dipetik manfaatnya dan dijadikan tambahan bekal mengarungi lautan kehidupan yang tidak selalu mudah ini.
Untuk para sahabat yang masih ingin berbagi untuk kesembuhan beliau, dapat memberikan sumbangannya ke
Insya Allah sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk kesembuhan beliau, bukan untuk keperluan yang lain.
Semoga Allah SWT yang Maha Mengetahui membalas dengan balasan yang jauh lebih baik daripada yang telah diberikan. Aamiin
Padahal makna dari kata sedekah adalah satu akar kata dengan siddiq atau kebenaran. Sehingga, sedekah dapat diartikan sebagai pembuktian dari kebenaran janji Allah sWT yang menjamin rezeki setiap makhlukNya. Orang yang benar-benar memahami makna sedekah akan meyakini pemberian terbaik dari Allah SWT berusaha semaksimal mungkin menafkahkan hartanya di jalan yang diridhoi olehNya. Pemahaman yang benar tentang sedekah itu telah membuat para shahabat Rasul SAW berlomba-lomba menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT. Abu Bakar As Shidiq pernah memberikan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan dan saat ditanya apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu, beliau menjawab Allah dan RasulNya. Maksudnya adalah Abu Bakar menyakini sepenuh hati bahwa Allah dan RasulNya tidak akan menzalimi diri beliau dan keluarganya. Jika beliau berkorban secara maximal, maka balasannya pasti juga akan maximal. Beliau pun meyakini bahwa rezeki seseorang sudah dibagi dengan adil tanpa dikurangi sedikitpun. Sungguh merupakan keteladanan yang sangat langka di zaman yang kata orang moderen ini.
Pemahaman seperti itu juga membuat orang yang menerima sedekah tidak merasa minder atau rendah diri. Mereka meyakini bahwa sedekah yang diberikan orang lain padanya hakikatnya adalah karunia Allah SWT melalui para pemberi tersebut. Para penerima sedekah memang tidak seharusnya menggantungkan diri dari pemberian orang lain. Sedekah bukanlah pemberian yang membuat orang yang menerima malas untuk bekerja dan berusaha mencari karunia rezekiNya. Pemberian yang membuat orang menjadi malas bekerja dan enggan berusaha secara mandiri tidak layak disebut sedekah. Sedekah yang benar akan menggembirakan, membahagiakan, mementramkan dan melegakan baik bagi yang menerima ataupun yang memberi. Sedekah seperti itu tidak akan membuat penerimanya menjadi rendah diri dan pemberinya menjadi tinggi hati.
Kehidupan moderen yang serba individualistik, materialistik dan hedonistik membuat banyak orang sulit memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keadaan seperti itu seringkali diperparah dengan adanya kejadian yang di luar perhitungan seperti ada anggota keluarga yang sakit, bencana dan lain sebagainya. Biaya perawatan kesehatan dewasa ini memang sangat tidak murah. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila ada orang yang berseloroh "orang miskin dilarang sakit". Pada saat itulah seseorang yang membutuhkan perlu membuka diri untuk menerima karunia Allah SWT melalui jalur sedekah. Sedekah, selain merupakan pemberian dan karunia, juga merupakan amanah. Sedekah tersebut harus dipergunakan untuk keperluan yang sesuai, misalnya untuk biaya perawatan di rumah sakit, menebus obat, memperbaiki bagian rumah yang rusak dan sebagainya, bukan digunakan untuk membeli yang tidak terlalu penting seperti televisi, HP baru dan sebagainya. Penerima sedekah adalah pemegang amanah dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah SWT dan memanfaatkan sedekah sesuai akad yang disepakati oleh pemberinya.
Tulisan sederhana ini didedikasikan untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam proses kesembuhan ibunda tercinta yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Baik dalam bentuk dana dari sebagian rezekinya, doa ataupun yang lainnya. Hanya tulisan inilah yang bisa saya berikan kepada teman-teman sekalian semoga dapat dipetik manfaatnya dan dijadikan tambahan bekal mengarungi lautan kehidupan yang tidak selalu mudah ini.
Untuk para sahabat yang masih ingin berbagi untuk kesembuhan beliau, dapat memberikan sumbangannya ke
No Rekening: 124 - 00 - 0608740 - 8
Bank Mandiri KCP Pasar Rumput 12711
atas nama: Muhamad Nahar
(note: M-nya satu, gara2 ada kesalahan salah di KTP)
Bank Mandiri KCP Pasar Rumput 12711
atas nama: Muhamad Nahar
(note: M-nya satu, gara2 ada kesalahan salah di KTP)
Insya Allah sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk kesembuhan beliau, bukan untuk keperluan yang lain.
Semoga Allah SWT yang Maha Mengetahui membalas dengan balasan yang jauh lebih baik daripada yang telah diberikan. Aamiin
Label:
bahasaarab,
islam,
ladangamal,
sedekah,
sosial,
syariah
Selasa, 08 Mei 2012
[Kisah Inspirasi] Memilih Yang Terbaik
Kisah inspiratif para pengamal sedekah memang seakan tidak pernah habis untuk diceritakan. Kisah ini dialami oleh salah seorang motivator yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar buku-buku motivasi yaitu Ustadz Reza Syarief. Kisah ini dikutip dari buku terbaru beliau yang berjudul 13 Top Secret Pembuka Pintu Rezeki.
Sesudah mengadakan presentasi dan pendekatan-pendekatan intensif, Ustadz Reza dan tim beliau berhasil mendapatkan order pelatihan motivasi dari sebuah perusahaan pertambangan nasional dengan fee yang sangat besar, yaitu sekitar 5000 US$. Jadwal pelaksanaan training pun disepakati, hari dan jam pun diatur bersama dengan klien penting tersebut.
Namun sayang, setelah jadwal pelatihan-pelatihan serta kegiatan-kegiatan yang akan diadakan diinventarisir, ternyata ada dua kegiatan yang bentrok. Yang bentrok tidak lain adalah kegiatan training perusahaan pertambangan tersebut dengan acara pengajian ibu-ibu majelis taklim yang biasa diisi oleh ustadz Reza. "Coba kita negosiasikan lagi jadwal training ini, saya tidak mau apabila saya tidak bisa mengisi kajian majelis taklim. Semoga kita masih bisa mengadakan kedua kegiatan tersebut" demikian kata ustadz Reza. "Baik pak" kata salah satu staff beliau. Sayang sekali, perusahaan pertambangan itu tidak mau menegosiasikan jadwal training yang sudah disepakati. "Mereka bilang, kalau tidak sesuai jadwal ya terpaksa dibatalkan pak" kata staff yang menghubungi. "Kalau begitu baiklah, kita batalkan saja" kata Ustadz Reza. "Enggak sayang pak, fee-nya kan besar sekali. Perusahaan kita bisa untung besar dengan adanya training ini" kata staff yang bertugas penuh keraguan. "Tidak apa-apa, kita batalkan saja" kata ustadz Reza. Training mahal itu pun dibatalkan dan pengajian majelis taklim berlangsung seperti biasa.
Sekitar seminggu sesudah kejadian itu, seorang santri dari ustadz Reza datang ke kantor untuk menemui beliau. Santri tersebut membawa sebuah gulungan kertas yang besar. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya ustadz Reza. "Begini ustadz, ustadz kan dahulu pernah mengatakan bahwa ustadz membutuhkan tanah untuk pesantren?" kata si santri. "Betul" jawab ustadz Reza. "Nah, saya ingin memperlihatkan ini ustadz. Ayah saya hendak mewakafkan tanah beliau dan beliau percaya ustadz Reza-lah yang pantas mengelola tanah tersebut" kata si santri sambil membuka gulungan kertas yang dia bawa. Ustadz Reza gemetar dan seakan tidak percaya pada apa yang beliau lihat. Gulungan kertas itu adalah sebuah peta tanah berukuran 10 hektar dengan harga tanah per meter persegi 50 ribu rupiah sehingga tanah itu bernilai 5 milyar rupiah. Sungguh suatu balasan yang luar biasa karena mengutamakan kepentinganNya di atas kepentingan duniawi.
Malik bin Nabi, seorang intelektual asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.
Kisah inspiratif di atas serta teori yang dikemukakan oleh Malik Bin Nabi tersebut mengingatkan kita akan pilihan-pilihan yang ada dalam kehidpan kita sehari-hari. Pilihan-pilihan kita dan keputusan-keputusan yang kita buat menunjukkan pada kita apakah yang menjadi "Panglima Jiwa" dalam kehidupan kita. Apakah panglima jiwa adalah ruh yang akan mengantar pada kemuliaan, akal yang membuat kita terombang-ambing antara ruh dan hawa nafsu ataukah hawa nafsu yang akan menggelincirkan dan menghancurkan kita?
Semoga bermanfaat
Referensi:
13 TOP SECRET Pembuka Pintu Rezeki, Reza M. Syarief PSK (Pelatih, Seniman, Konsultan), QultumMedia
Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar
Sesudah mengadakan presentasi dan pendekatan-pendekatan intensif, Ustadz Reza dan tim beliau berhasil mendapatkan order pelatihan motivasi dari sebuah perusahaan pertambangan nasional dengan fee yang sangat besar, yaitu sekitar 5000 US$. Jadwal pelaksanaan training pun disepakati, hari dan jam pun diatur bersama dengan klien penting tersebut.
Namun sayang, setelah jadwal pelatihan-pelatihan serta kegiatan-kegiatan yang akan diadakan diinventarisir, ternyata ada dua kegiatan yang bentrok. Yang bentrok tidak lain adalah kegiatan training perusahaan pertambangan tersebut dengan acara pengajian ibu-ibu majelis taklim yang biasa diisi oleh ustadz Reza. "Coba kita negosiasikan lagi jadwal training ini, saya tidak mau apabila saya tidak bisa mengisi kajian majelis taklim. Semoga kita masih bisa mengadakan kedua kegiatan tersebut" demikian kata ustadz Reza. "Baik pak" kata salah satu staff beliau. Sayang sekali, perusahaan pertambangan itu tidak mau menegosiasikan jadwal training yang sudah disepakati. "Mereka bilang, kalau tidak sesuai jadwal ya terpaksa dibatalkan pak" kata staff yang menghubungi. "Kalau begitu baiklah, kita batalkan saja" kata Ustadz Reza. "Enggak sayang pak, fee-nya kan besar sekali. Perusahaan kita bisa untung besar dengan adanya training ini" kata staff yang bertugas penuh keraguan. "Tidak apa-apa, kita batalkan saja" kata ustadz Reza. Training mahal itu pun dibatalkan dan pengajian majelis taklim berlangsung seperti biasa.
Sekitar seminggu sesudah kejadian itu, seorang santri dari ustadz Reza datang ke kantor untuk menemui beliau. Santri tersebut membawa sebuah gulungan kertas yang besar. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya ustadz Reza. "Begini ustadz, ustadz kan dahulu pernah mengatakan bahwa ustadz membutuhkan tanah untuk pesantren?" kata si santri. "Betul" jawab ustadz Reza. "Nah, saya ingin memperlihatkan ini ustadz. Ayah saya hendak mewakafkan tanah beliau dan beliau percaya ustadz Reza-lah yang pantas mengelola tanah tersebut" kata si santri sambil membuka gulungan kertas yang dia bawa. Ustadz Reza gemetar dan seakan tidak percaya pada apa yang beliau lihat. Gulungan kertas itu adalah sebuah peta tanah berukuran 10 hektar dengan harga tanah per meter persegi 50 ribu rupiah sehingga tanah itu bernilai 5 milyar rupiah. Sungguh suatu balasan yang luar biasa karena mengutamakan kepentinganNya di atas kepentingan duniawi.
Malik bin Nabi, seorang intelektual asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.
Kisah inspiratif di atas serta teori yang dikemukakan oleh Malik Bin Nabi tersebut mengingatkan kita akan pilihan-pilihan yang ada dalam kehidpan kita sehari-hari. Pilihan-pilihan kita dan keputusan-keputusan yang kita buat menunjukkan pada kita apakah yang menjadi "Panglima Jiwa" dalam kehidupan kita. Apakah panglima jiwa adalah ruh yang akan mengantar pada kemuliaan, akal yang membuat kita terombang-ambing antara ruh dan hawa nafsu ataukah hawa nafsu yang akan menggelincirkan dan menghancurkan kita?
Yang terbaik hanyalah
segeralah bersujud
mumpung kita masih diberi waktu
Ebiet G. Ade
"Untuk kita renungkan"
segeralah bersujud
mumpung kita masih diberi waktu
Ebiet G. Ade
"Untuk kita renungkan"
Semoga bermanfaat
Referensi:
13 TOP SECRET Pembuka Pintu Rezeki, Reza M. Syarief PSK (Pelatih, Seniman, Konsultan), QultumMedia
Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar
Kamis, 23 Februari 2012
[Kultwit] Anissa Azzahra by Sedekah Rombongan
1. Anissa Azzahra , 2,5th , retinablastoma, tumor ganas, anak mungil dr Wonogiri #SedekahRombongan pic.twitter.com/yNd1Lv8P
2. Anissa anak pertama , dri seorang buruh serabutan, yg berjuang sejak usia anaknya 4bln, #SedekahRombongan
3. Kami bertemu dengan anak ini 3 hari lalu, saat itu jg kami putuskan utk mmbwa Anisa ke RS khss Mata #SedekahRombongan
4. Kondisi Anisa trnyata sudah sangat lemah, sangat tdk mngkn utk operasi pengangkatan tumor dlm waktu dekat. #SedekahRombongan
5. Dokter menyarankan utk membawa Anisa ke RS.Sarjito, utk penanganan lebih detail, #SedekahRombongan
6. Setelah melihat hasil CTscan dan cek lab, ternyata keadaan Anisa benar2 sdh terlambat. #SedekahRombongan
7. Kanker di matanya sudah sampai ke otak besar, badan sebelah kirinya sdh mulai bengkak2, #SedekahRombongan
8. Anisa dlm posisi sangat dilematis skrg, tumor di mata kirinya sangat cepat membesar, pembesarannya 100% per 10 hari. #SedekahRombongan
9. Saat ini dokter memutuskan utk melihat konsisi Anisa trlebih dahulu, kemoterapi utk memgecilkan tumor di mata kirinya. #SedekahRombongan
10. Jika kondisi Anisa tidak memungkinkan, hanya keajaiban yg bisa menyelamatkannya. Harapan kt semua #SedekahRombongan
11. Dalam perkiraan dokter jk kondisi Anisa baik, kemoterapi sktr 120-150 kali,.... Baru bs membaikkkan #SedekahRombongan
12. Kt semua tau apa efek dr kemoterapi, wallahualam, apakah Anisa akan kuat, .... Kt sama2 berdo'a #SedekahRombongan
13. Dalam hitungan manusia Anisa sdh terlambat di tangani, kanker menyebar sangat cepat. #SedekahRombongan
14. Dalam hitungan langit, Tuhan memungkinkan segalanya, dia Sang Maha Penyembuh. #SedekahRombongan
15. Ikhtiar terbaik dr kluraganya, dari kami Insya Allah sdh dilakukan, #Sedekaholics pun ikut berikhtiar dgn dahsyat #SedekahRombongan
16. KehendakNya lah yag terbaik utk Anisa, apapun itu, ikhlas kt berikhtiar utk Anisa, Allah-lah pemilik segalaNya #SedekahRombongan
more info please visit situs blog Sedekah Rombongan
Label:
kanker,
kasihsayang,
kemiskinan,
kultwit,
sedekah,
sosial,
tumor
Minggu, 27 November 2011
[Peduli] Istiqomah, tetaplah istiqomah

Yah, Istiqomah bukanlah anak yang beruntung dilahirkan lengkap dan normal. Bayi mungil ini adalah putri pertama Mas Wahid Widodo (34 tahun) seorang buruh tani warga Candigilo, Ngadipuro, Dukun, Magelang. Istiqomah lahir Lahir dengan wajah dan mulut tanpa langit-langit, mata yang buta dengan bola mata yang keluar.. sungguh ini cobaan yang sangaaaat berat untuk mereka. Luar Biasa berat. 
Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.
Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.
Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin
More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.
Semoga bermanfaat
Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.
Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.
Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.
Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin
More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.
Semoga bermanfaat
Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.
Minggu, 20 November 2011
[Kultwit] Belajar bersama Sedekah Rombongan
berikut tweets dari pak Sapituari tentang Sedekah Rombongan, selamat menyimak
Belajar bersyukur disini... ► www.sedekahrombongan.com
Belajar menyadari rejeki cuma titipan... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar menampar diri sendiri, sebelum ditampar Gusti Allah... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar meyakini Gusti Allah Maha Kaya!!..Buktinya 266 juta bisa disalurkan walopun hanya lewat sedekah jalanan.. ► www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang sedekah jalanan! Ketika kamu berani MEMBERI, rejeki bakalan DATANG SENDIRI.. www.sedekahrombongan.com
Belajar membuang Malu! Ketika ketamakan menguasai hatimu... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar mencintai YANG ADA DIBUMI.. Agar engkau dicintai YANG ADA DI LANGIT... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang kehidupan, buat bekal ketemu kematian.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang boros sedekah! Sebelum kita yang disedekahi... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar berani Mencintai orang yang tidak dikenal.. Agar kita juga dicintai orang yang tidak kita kenal.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar menemukan Kedamaian, ketika hingar bingar semakin menyesakkan... Disini http://sedekahrombongan.com/
Belajar memahami hidup... Sebelum semangatmu redup... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar menangis untuk orang lain... Agar kita tidak perlu ditangisi orang lain.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang niat baik... Agar selalu menang dengan yang licik... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar membuang kebencian... Agar kita tidak dikejar kesialan... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang SEMANGAT.... Agar hati kita semakin mengkilat.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang Memberi Dengan Hati... Disini www.sedekahrombongan.com
Silakan langsung ke situs SEDEKAH ROMBONGAN
Terima kasih, semoga bermanfaat
Belajar bersyukur disini... ► www.sedekahrombongan.com
Belajar menyadari rejeki cuma titipan... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar menampar diri sendiri, sebelum ditampar Gusti Allah... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar meyakini Gusti Allah Maha Kaya!!..Buktinya 266 juta bisa disalurkan walopun hanya lewat sedekah jalanan.. ► www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang sedekah jalanan! Ketika kamu berani MEMBERI, rejeki bakalan DATANG SENDIRI.. www.sedekahrombongan.com
Belajar membuang Malu! Ketika ketamakan menguasai hatimu... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar mencintai YANG ADA DIBUMI.. Agar engkau dicintai YANG ADA DI LANGIT... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang kehidupan, buat bekal ketemu kematian.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang boros sedekah! Sebelum kita yang disedekahi... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar berani Mencintai orang yang tidak dikenal.. Agar kita juga dicintai orang yang tidak kita kenal.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar menemukan Kedamaian, ketika hingar bingar semakin menyesakkan... Disini http://sedekahrombongan.com/
Belajar memahami hidup... Sebelum semangatmu redup... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar menangis untuk orang lain... Agar kita tidak perlu ditangisi orang lain.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang niat baik... Agar selalu menang dengan yang licik... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar membuang kebencian... Agar kita tidak dikejar kesialan... Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang SEMANGAT.... Agar hati kita semakin mengkilat.. Disini www.sedekahrombongan.com
Belajar tentang Memberi Dengan Hati... Disini www.sedekahrombongan.com
Silakan langsung ke situs SEDEKAH ROMBONGAN
Terima kasih, semoga bermanfaat
Jumat, 18 November 2011
[Kultwit] Sedekah Sawah by Yusuf Mansur
Ikutan sdkh sawah? Mulai 100rb. Hslnya u/ makan santri2 yg lg ngafal qur'an, dll. Mandiri 1280021121121, BCA 6860223773, a/n yusuf mansur.
#sedekahsawah 1. Kan kita selama ini suka ngasih makan orang. Paling kagak suka nraktir. Suka ngasih beras. Nah, knp ga sekalian beli sawah?
#sedekahsawah 2. Gagasan ini sama saja dengan kenapa ga sekalian buka rumah makan? He he he. Di mana hasilnya adalah buat sedekah.
#sedekahsawah 3. Spy semangat, tidak semua disedekahkan. 40% hasilnya buat pemilik modal. 50% buat sedekah. 10% buat pengelola professional.
#sedekahsawah 4. Atas izin Allah, saya ngedorong @saptuari, @masmono08, @ipphoright, @andre_raditya, u/ ngegawangin ini.
#sedekahsawah 5. Ini konsep namanya SEDEKAHPRODUKTIF. Liat komposisinya. Pengelola tetep dikasih hak profesionalnya. Spy bener jalannya.
#sedekahsawah 6. Dan pemilik modal, pemilik sedekah, pun dibagi 40%. Spy apa? Spy dia mndapatkan ksempatan jg sedekah kemana tempat dia mau.
#sedekahsawah 7. Adil, dan menentramkan. Pemilik dana, boleh juga tidak menyedekahkan lagi bagiannya. Toh, dia sdh sedekah 50%.
#sedekahsawah 8. Kenapa dipilih sawah? Sederhana saja. Nanti ya kalo udah kuat, beli pesawat, he he. Hotel, Sekolah, Universitas, Bengkel,
#sedekahsawah 9. Showroom, Rumah Makan/Restoran, Rumah Sakit, Pabrik, Toko2. Apa saja. Kita awali dg sawah ini dulu. Trmasuk yg riil.
#sedekahsawah 10. Kalo bangsa ini, bnyk yg mikir produktif+sedekah, insyaAllah tmbh maju dah. Dana ga diem, bergulir, manfaat dunia-akhirat.
#sedekahsawah 11. Kalo situ adlh keluarga besar, blh jg lsg eksekusi sendiri. Kalo situ adlh kumpulan dari komunitas besar, bikin aja sndr.
#sedekahsawah 12. Misalnya dg men-take-over 1 swalayan dg dana sedekah, lalu hasilnya yg disalurkan abadan abadaa, selama2nya.
#sedekahsawah 13. Adapun langkah kita ini, sekalian saya masukkan visi misi besar. Yakni membantu negara u/ mencetak tambahan lahan sawah.
#sedekahsawah 14. Tnp prlu mlalui rapat anggota dewan, he7x, &tak perlu mnunggu instruksi presiden. Kan saya blm jd presiden juga, uhuiii...
#sedekahsawah 15. Sekaligus mengamankan petani dari fluktuatif harga. Sebab dikonsumsi sendiri berasnya dan hasil pertaniannya.
#sedekahsawah 16. Yakni dipake buat makan santri2 penghafal Qur'an yg lagi ngafal Qur'an. Plus guru2nya. InsyaAllah bila lahannya luas,
#sedekahsawah 17. Maka sebaran distribusinya pun bisa diperluas. Merambah ke dhuafa.
#sedekahsawah 18. Yg mau ikutan sedekah sawah, sederhana sekali. Ya tinggal transfer saja, dan konfirmasi via imel. Timnya sdg dibentuk.
#sedekahsawah 19. Maka sementara imelnya pake imel saya, dan rekeningnya pake rekening saya. Nanti direkap, didata, dan difollow-up.
#sedekahsawah 20. Tahap I, kita ambil sawah di sukabumi. Daerah agro. Bagus. Lagi dibangun akses tol. Memudahkan donatur u/ visit.
#sedekahsawah 21. Di sana, tanahnya udah di atas 300rb, sbb daerah wisata dan akan ada tol. Namun alhamdulillaah ada jamaah pake harga lama.
#sedekahsawah 22. Sudah disurvey. InsyaAllah tidak ada mark-up harga dan maen2. Sbb urusannya sedekah. Lsg sama Allag tngg jwbnya.
#sedekahsawah 23. Per meternya 70rb. Dg modal kerja ya kira2 100rb per meternya dah. Bisa ambil semeter, bisa sehektar.
#sedekahsawah 24. Bisa a/n sendiri. Bisa a/n keluarga. Bisa a/n komunitas (majelis ta'lim, ktr, pabrik, sekolah).
#sedekahsawah 25. Dan insyaAllah seperti sdh dikatakan, ada bg hasilnya. Sbb ini sedekah produktif. 50% sedekah, 40% donatur, 10% pengelola.
#sedekahsawah 26. Diharapkan, bagian donatur bisa diberikan lg ke siapa & kemana dia mau bagi, dari hasil panen. InsyaAllah. Fair. Adil.
#sedekahsawah 1. Kan kita selama ini suka ngasih makan orang. Paling kagak suka nraktir. Suka ngasih beras. Nah, knp ga sekalian beli sawah?
#sedekahsawah 2. Gagasan ini sama saja dengan kenapa ga sekalian buka rumah makan? He he he. Di mana hasilnya adalah buat sedekah.
#sedekahsawah 3. Spy semangat, tidak semua disedekahkan. 40% hasilnya buat pemilik modal. 50% buat sedekah. 10% buat pengelola professional.
#sedekahsawah 4. Atas izin Allah, saya ngedorong @saptuari, @masmono08, @ipphoright, @andre_raditya, u/ ngegawangin ini.
#sedekahsawah 5. Ini konsep namanya SEDEKAHPRODUKTIF. Liat komposisinya. Pengelola tetep dikasih hak profesionalnya. Spy bener jalannya.
#sedekahsawah 6. Dan pemilik modal, pemilik sedekah, pun dibagi 40%. Spy apa? Spy dia mndapatkan ksempatan jg sedekah kemana tempat dia mau.
#sedekahsawah 7. Adil, dan menentramkan. Pemilik dana, boleh juga tidak menyedekahkan lagi bagiannya. Toh, dia sdh sedekah 50%.
#sedekahsawah 8. Kenapa dipilih sawah? Sederhana saja. Nanti ya kalo udah kuat, beli pesawat, he he. Hotel, Sekolah, Universitas, Bengkel,
#sedekahsawah 9. Showroom, Rumah Makan/Restoran, Rumah Sakit, Pabrik, Toko2. Apa saja. Kita awali dg sawah ini dulu. Trmasuk yg riil.
#sedekahsawah 10. Kalo bangsa ini, bnyk yg mikir produktif+sedekah, insyaAllah tmbh maju dah. Dana ga diem, bergulir, manfaat dunia-akhirat.
#sedekahsawah 11. Kalo situ adlh keluarga besar, blh jg lsg eksekusi sendiri. Kalo situ adlh kumpulan dari komunitas besar, bikin aja sndr.
#sedekahsawah 12. Misalnya dg men-take-over 1 swalayan dg dana sedekah, lalu hasilnya yg disalurkan abadan abadaa, selama2nya.
#sedekahsawah 13. Adapun langkah kita ini, sekalian saya masukkan visi misi besar. Yakni membantu negara u/ mencetak tambahan lahan sawah.
#sedekahsawah 14. Tnp prlu mlalui rapat anggota dewan, he7x, &tak perlu mnunggu instruksi presiden. Kan saya blm jd presiden juga, uhuiii...
#sedekahsawah 15. Sekaligus mengamankan petani dari fluktuatif harga. Sebab dikonsumsi sendiri berasnya dan hasil pertaniannya.
#sedekahsawah 16. Yakni dipake buat makan santri2 penghafal Qur'an yg lagi ngafal Qur'an. Plus guru2nya. InsyaAllah bila lahannya luas,
#sedekahsawah 17. Maka sebaran distribusinya pun bisa diperluas. Merambah ke dhuafa.
#sedekahsawah 18. Yg mau ikutan sedekah sawah, sederhana sekali. Ya tinggal transfer saja, dan konfirmasi via imel. Timnya sdg dibentuk.
#sedekahsawah 19. Maka sementara imelnya pake imel saya, dan rekeningnya pake rekening saya. Nanti direkap, didata, dan difollow-up.
#sedekahsawah 20. Tahap I, kita ambil sawah di sukabumi. Daerah agro. Bagus. Lagi dibangun akses tol. Memudahkan donatur u/ visit.
#sedekahsawah 21. Di sana, tanahnya udah di atas 300rb, sbb daerah wisata dan akan ada tol. Namun alhamdulillaah ada jamaah pake harga lama.
#sedekahsawah 22. Sudah disurvey. InsyaAllah tidak ada mark-up harga dan maen2. Sbb urusannya sedekah. Lsg sama Allag tngg jwbnya.
#sedekahsawah 23. Per meternya 70rb. Dg modal kerja ya kira2 100rb per meternya dah. Bisa ambil semeter, bisa sehektar.
#sedekahsawah 24. Bisa a/n sendiri. Bisa a/n keluarga. Bisa a/n komunitas (majelis ta'lim, ktr, pabrik, sekolah).
#sedekahsawah 25. Dan insyaAllah seperti sdh dikatakan, ada bg hasilnya. Sbb ini sedekah produktif. 50% sedekah, 40% donatur, 10% pengelola.
#sedekahsawah 26. Diharapkan, bagian donatur bisa diberikan lg ke siapa & kemana dia mau bagi, dari hasil panen. InsyaAllah. Fair. Adil.
Minggu, 13 November 2011
Sedekah Rombongan | Menyampaikan Titipan dari Langit tanpa perlu Rumit, Sulit dan Berbelit
http://sedekahrombongan.com/
Apa itu #SedekahRombongan ?
Nama Saya Saptuari Sugiharto…
Sejak tulisan saya tentang Putri Herlina bulan Juni 2011 lalu muncul di www.saptuari.com, respon dari kawan-kawan pembaca blog ini sungguh luar biasa! SMS dan Mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Ada yang meminta untuk diberikan ke Panti-Panti Asuhan yang ditinggali bayi, ada juga yang minta diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.
Saya seperti mendapatkan AMANAH DARI LANGIT untuk kepercayaan ini. Bayangkan, kawan-kawan yang tidak pernah berjumpa dengan saya, hanya ketemu di dunia maya rela untuk berbagi dan percaya bahwa sedekahnya akan sampai kepada yang berhak! Hanya Allah yang Berkuasa Membalikkan hati yang membuat semua ini terjadi.
Terimakasih kawan-kawan.. Amanah kalian akan kusampaikan! Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat… nanti saksinya kaki, tangan kita semua dan para Malaikat!
Setelah pertamakali saya menulis tentang pengumpulan bantuan untuk Panti Asuhan Sayap Ibu pada tanggal 9 Juni 2011, dan bantuan pertama dari pembaca blog www.saptuari.com diserahkan pada tanggal 13 Juni 2011, ternyata langkah itu tidak berhenti. Banyak yang terus menitipkan sedekahnya untuk saya sampaikan kepada mereka yang berhak. Ini memang bukan yang pertama untuk saya, pada bulan November 2011 lalu ketika Merapi meletus saya dan kawan-kawan di Kedai Digital juga bergerak mengumpulkan dana melalui Sosial Media sehingga terkumpul 180 Juta.
Setelah saya renungkan, saya memutuskan gerakan berlanjut ini dinamakan #SedekahRombongan (dengan bentuk Hastag yang mudah dikenali di Twitter), saya membuat dua rekening khusus di bank yang memang hanya boleh ditransfer untuk donatur #SedekahRombongan, bukan untuk rekening Bisnis. Satu persatu muncul kawan-kawan yang mendukung gerakan ini, tiap hari ada saja yang terus memberikan dananya, baik melakukan konfirmasi atau tidak. semua tercatat di mutasi yang rutin kami rekap.
Saya memutuskan tanggal 9 Juni 2011 adalah hari kelahiran #SedekahRombongan, jika Allah mengijinkan gerakan ini akan bertahan hingga tahun-tahun ke depan. Saya juga melakukan mengajak beberapa rekan menjadi Volunteer sukarela dalam gerakan ini. Mereka tidak digaji, namun biaya bensin akan kami ganti yang kami sisihkan dari dana #SedekahRombongan. Saya berkonsultasi kepada beberapa pihak yang mengerti hukum amil Zakat, termasuk pada Kang @jamilazzaini sebagai pendiri Dompet Duafa, bahwa biaya operasional memang seharusnya diambilkan dari dana bantuan. pada saat penyerahan juga muncul sukarelawan dadakan yang ikut mendukung gerakan ini, mereka semua ikhlas turun kelapangan tanpa mendapatkan imbalan…
Saya mulai mengerucutkan siapa saja yang bisa menjadi sasaran penerima #SedekahRombongan berdasarkan prioritas yaitu:
1. Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Pondok Pesantren yang sedang dibangun/kekurangan
8. Mushola/Masjid yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah (Quran, Sarung, Mukena dll)
#SedekahRombongan juga memiliki visi dalam bentuk penjelasan identitasnya:
“Ini adalah Sedekah Jalanan, ini tentang obat yang belum terbeli, beras dan lauk yang belum terbayar…
tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari, juga biaya sekolah yang masih tertunda…
juga tentang bangunan panti, pondok, tempat tinggal bersama yang harus ditambah luasnya…”
#SedekahRombongan menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit!”
Mari terus bergerak dan ikut mengangkatnya bersama-sama!
Gak ada perbuatan baik yang sia-sia… untuk tabungan kelak di kuburan kita semua…
“Sayangilah mereka yang ada di bumi, agar engkau dicintai yang ada di langit..”
(Rekening KHUSUS #SedekahRombongan)
Rek BCA: 456-492-1400
Rek Mandiri: 137-00-8979-8900
a/n Saptuari Sugiharto
Apa itu #SedekahRombongan ?
Nama Saya Saptuari Sugiharto…
Sejak tulisan saya tentang Putri Herlina bulan Juni 2011 lalu muncul di www.saptuari.com, respon dari kawan-kawan pembaca blog ini sungguh luar biasa! SMS dan Mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Ada yang meminta untuk diberikan ke Panti-Panti Asuhan yang ditinggali bayi, ada juga yang minta diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.
Saya seperti mendapatkan AMANAH DARI LANGIT untuk kepercayaan ini. Bayangkan, kawan-kawan yang tidak pernah berjumpa dengan saya, hanya ketemu di dunia maya rela untuk berbagi dan percaya bahwa sedekahnya akan sampai kepada yang berhak! Hanya Allah yang Berkuasa Membalikkan hati yang membuat semua ini terjadi.
Terimakasih kawan-kawan.. Amanah kalian akan kusampaikan! Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat… nanti saksinya kaki, tangan kita semua dan para Malaikat!
Setelah pertamakali saya menulis tentang pengumpulan bantuan untuk Panti Asuhan Sayap Ibu pada tanggal 9 Juni 2011, dan bantuan pertama dari pembaca blog www.saptuari.com diserahkan pada tanggal 13 Juni 2011, ternyata langkah itu tidak berhenti. Banyak yang terus menitipkan sedekahnya untuk saya sampaikan kepada mereka yang berhak. Ini memang bukan yang pertama untuk saya, pada bulan November 2011 lalu ketika Merapi meletus saya dan kawan-kawan di Kedai Digital juga bergerak mengumpulkan dana melalui Sosial Media sehingga terkumpul 180 Juta.
Setelah saya renungkan, saya memutuskan gerakan berlanjut ini dinamakan #SedekahRombongan (dengan bentuk Hastag yang mudah dikenali di Twitter), saya membuat dua rekening khusus di bank yang memang hanya boleh ditransfer untuk donatur #SedekahRombongan, bukan untuk rekening Bisnis. Satu persatu muncul kawan-kawan yang mendukung gerakan ini, tiap hari ada saja yang terus memberikan dananya, baik melakukan konfirmasi atau tidak. semua tercatat di mutasi yang rutin kami rekap.
Saya memutuskan tanggal 9 Juni 2011 adalah hari kelahiran #SedekahRombongan, jika Allah mengijinkan gerakan ini akan bertahan hingga tahun-tahun ke depan. Saya juga melakukan mengajak beberapa rekan menjadi Volunteer sukarela dalam gerakan ini. Mereka tidak digaji, namun biaya bensin akan kami ganti yang kami sisihkan dari dana #SedekahRombongan. Saya berkonsultasi kepada beberapa pihak yang mengerti hukum amil Zakat, termasuk pada Kang @jamilazzaini sebagai pendiri Dompet Duafa, bahwa biaya operasional memang seharusnya diambilkan dari dana bantuan. pada saat penyerahan juga muncul sukarelawan dadakan yang ikut mendukung gerakan ini, mereka semua ikhlas turun kelapangan tanpa mendapatkan imbalan…
Saya mulai mengerucutkan siapa saja yang bisa menjadi sasaran penerima #SedekahRombongan berdasarkan prioritas yaitu:
1. Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Pondok Pesantren yang sedang dibangun/kekurangan
8. Mushola/Masjid yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah (Quran, Sarung, Mukena dll)
#SedekahRombongan juga memiliki visi dalam bentuk penjelasan identitasnya:
“Ini adalah Sedekah Jalanan, ini tentang obat yang belum terbeli, beras dan lauk yang belum terbayar…
tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari, juga biaya sekolah yang masih tertunda…
juga tentang bangunan panti, pondok, tempat tinggal bersama yang harus ditambah luasnya…”
#SedekahRombongan menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit!”
Mari terus bergerak dan ikut mengangkatnya bersama-sama!
Gak ada perbuatan baik yang sia-sia… untuk tabungan kelak di kuburan kita semua…
“Sayangilah mereka yang ada di bumi, agar engkau dicintai yang ada di langit..”
(Rekening KHUSUS #SedekahRombongan)
Rek BCA: 456-492-1400
Rek Mandiri: 137-00-8979-8900
a/n Saptuari Sugiharto
Jumat, 20 Mei 2011
Jumat, 20 Agustus 2010
Sahabat Peduli - Bertahun-Tahun Lebaran Begitu-Begitu Aja? Kita Bikin Yang Beda Yuuk..!
http://pelangiers.multiply.com/journal/item/36/Bertahun-Tahun_Lebaran_Begitu-Begitu_Aja_Kita_Bikin_Yang_Beda_Yuuk..
Mensyukuri nikmat Allah bisa dengan bersedekah, berikut salah satu peluang amal sholeh pasca Ramadhan, semoga bermanfaat
Mensyukuri nikmat Allah bisa dengan bersedekah, berikut salah satu peluang amal sholeh pasca Ramadhan, semoga bermanfaat
Minggu, 08 Februari 2009
[Daily Life and Social Issues] Renungan setelah ditegur petugas keamanan
All human beings have an innate skill — survival skill. The fact that poor are still alive is a proof of their ability to survive. We do not need to teach them how to survive. They know this already.
Muhammad Yunus
(Profile at North American Bangladesh Info Center )
Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke suatu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Pusat. Di satu tempat di mall tersebut, ada sekelompok orang sedang membongkar hiasan-hiasan yang mewah. Karena bawa HP berkamera, saya iseng memotret. Yang membuat saya tertarik untuk memotret adalah karena keluarga tersebut menyewa sepertinya menyewa tempat yang lumayan luas di sebuah mall di Jakarta.
Memang, entah kenapa hampir tidak ada hal yang menarik bagi saya selain perbedaan antara kaum aghniya/kaya dan kaum dhuafa/miskin. Mungkin pengaruh lagu-lagu Iwan Fals yang saya gemari saat masih duduk di bangku SMP dulu.
Namun, aksi paparazi yang saya lakukan itu ternyata tidak sukses. Seorang petugas keamanan yang berbadan tinggi dan tegap menghampiri saya. Dengan ramah namun tegas beliau bertanya "Bapak siapa? ada perlu apa memotret di sini?".
Beliau lalu mengatakan bahwa apabila kita ingin memotret untuk kenang-kenangan keluarga atau yang lain, diminta terlebih dahulu melapor ke petugas keamanan. Saya hanya bisa mengakui kesalahan saya dan terus terang mengatakan bahwa saya tidak tahu bahwa ada peraturan seperti itu. Untung masalahnya tidak berkepanjangan.
Sambil pulang ke rumah, saya merenungi kejadian tadi. Memang kurang etis memotret sembarangan seperti itu, bukankah semua orang punya privacy yang harus dihargai?
Namun, perbedaan antara kaum kaya dan kaum miskin itu tetap terpatri di pikiran saya. Tidak jauh dari pusat perbelanjaan tadi, ada kehidupan lain yang sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di dalam mall tadi.
Satu hadits yang muncul dari alam bawah sadar saya saat itu adalah:
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)
Hadits saya copas dari situs ini
Hadits di atas menggambarkan orang-orang yang banyak beramal sholeh tetapi juga membawa dosa-dosa yang terjadi dalam interaksi sosial sesama manusia seperti menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Hal itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bergidik ngeri membayangkan akibatnya.
Bagaimana lagi dengan orang-orang yang amal sholehnya bisa dibilang hampir tidak ada dan menghabiskan masa hidup mereka yang hanya beberapa waktu saja di dunia ini dengan berfoya-foya, menghamburkan umur, harta dan sebagainya tanpa mau berbagi pada sesama. Tentu akan jauh lebih mengerikan lagi akibatnya.
Bayangkan perasaan orang-orang miskin tersebut saat ada orang yang berkata "Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian, maaf saya belum bisa membantu meringankan beban penderitaan anda sekalian. Kami ingin terlebih dahulu memuaskan hawa nafsu kami untuk bermewah-mewah. Kami ingin merayakan terlebih dahulu ulang tahun anak-anak kami atau pernikahan kami dengan pesta-pesta yang megah terlebih dahulu. Ibu bapak sekalian bersabar dulu saja ya. Kalau ada yang mati kelaparan, yah anggap aja sudah waktunya"
Tentu saja tidak ada orang yang cukup sinting untuk mengatakan kata-kata menyakitkan itu tepat di depan muka orang-orang miskin, jika tidak mau kehilangan nyawa.
Namun, kata-kata seperti itu seakan-akan diucapkan melalui kemewahan biasa yang dipertontonkan orang-orang kaya, baik secara langsung atau melalui saluran penyedia informasi seperti TV atau internet. Gedung-gedung tinggi menjulang angkuh sementara disekitarnya orang-orang miskin melihat dengan pandangan mata nanar sampai menahan lapar melihat orang-orang kaya berlalu lalang dengan atau tanpa sadar memamerkan kemewahan yang mereka miliki.
dalam sejarah kita mengenal dua peristiwa yang mengerikan, Revolusi Perancis atau Revolusi Rusia. Memang benar kedua revolusi itu tidak akan terjadi tanpa campur tangan secret societies yang mendominasi percaturan politik di kedua negara tersebut. Namun, tanpa adanya jurang pemisah yang luar biasa besar antara kaum kaya dan kaum miskin, sulit membayangkan kedua revoulsi itu akan terjadi.
Kemewahan memang melumpuhkan empati, kenyamanan memang melenakan jiwa. Jarang sekali ada orang yang mau benar-benar belajar dari orang-orang miskin dan benar-benar memahami mereka seperti Muhammad Yunus. Muhammad Yunus mempercayai bahwa manusia memiliki kemampuan inheren untuk mempertahankan kehidupannya. Fakta bahwa orang miskin masih ada sudah cukup bagi beliau untuk percaya bahwa kaum miskin memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan hidup mereka.
Lebih jauh, Muhammad Yunus dengan tegas menyatakan bahwa kemiskinan tidak diciptakan oleh orang-miskin. Jadi kita tidak boleh menuduh mereka. Kemiskinan sesungguhnya diciptakan oleh sistem sosial dan ekonomi yang kita desain untuk dunia ini. Institusi-institusi yang telah kita buat dan kita banggakan itulah yang menciptakan kemiskinan.
(Here is my explanation. Poverty is not created by people who are poor. So we shouldn't give them an accusing look. They are the victims. Poverty has been created by the economic and social system that we have designed for the world. It is the institutions that we have built, and feel so proud of, which created poverty.)
ELIMINATING POVERTY THROUGH MARKET-BASED SOCIAL ENTREPRENEURSHIP by Muhammad Yunus
Apapun sistem politik dan pemerintahan yang ada di suatu negera, apabila masih ada jurang pemisah yang lebar antara kaum kaya dan kaum miskin, sungguh kerusuhan dan kehancuran tinggal menunggu waktu untuk terjadi.
Semoga bermanfaat
Kata-kata Muhammad Yunus diambil dari situs ini
Muhammad Yunus
(Profile at North American Bangladesh Info Center )
Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke suatu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Pusat. Di satu tempat di mall tersebut, ada sekelompok orang sedang membongkar hiasan-hiasan yang mewah. Karena bawa HP berkamera, saya iseng memotret. Yang membuat saya tertarik untuk memotret adalah karena keluarga tersebut menyewa sepertinya menyewa tempat yang lumayan luas di sebuah mall di Jakarta.
Memang, entah kenapa hampir tidak ada hal yang menarik bagi saya selain perbedaan antara kaum aghniya/kaya dan kaum dhuafa/miskin. Mungkin pengaruh lagu-lagu Iwan Fals yang saya gemari saat masih duduk di bangku SMP dulu.
Namun, aksi paparazi yang saya lakukan itu ternyata tidak sukses. Seorang petugas keamanan yang berbadan tinggi dan tegap menghampiri saya. Dengan ramah namun tegas beliau bertanya "Bapak siapa? ada perlu apa memotret di sini?".
Beliau lalu mengatakan bahwa apabila kita ingin memotret untuk kenang-kenangan keluarga atau yang lain, diminta terlebih dahulu melapor ke petugas keamanan. Saya hanya bisa mengakui kesalahan saya dan terus terang mengatakan bahwa saya tidak tahu bahwa ada peraturan seperti itu. Untung masalahnya tidak berkepanjangan.
Sambil pulang ke rumah, saya merenungi kejadian tadi. Memang kurang etis memotret sembarangan seperti itu, bukankah semua orang punya privacy yang harus dihargai?
Namun, perbedaan antara kaum kaya dan kaum miskin itu tetap terpatri di pikiran saya. Tidak jauh dari pusat perbelanjaan tadi, ada kehidupan lain yang sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di dalam mall tadi.
Satu hadits yang muncul dari alam bawah sadar saya saat itu adalah:
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)
Hadits saya copas dari situs ini
Hadits di atas menggambarkan orang-orang yang banyak beramal sholeh tetapi juga membawa dosa-dosa yang terjadi dalam interaksi sosial sesama manusia seperti menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Hal itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bergidik ngeri membayangkan akibatnya.
Bagaimana lagi dengan orang-orang yang amal sholehnya bisa dibilang hampir tidak ada dan menghabiskan masa hidup mereka yang hanya beberapa waktu saja di dunia ini dengan berfoya-foya, menghamburkan umur, harta dan sebagainya tanpa mau berbagi pada sesama. Tentu akan jauh lebih mengerikan lagi akibatnya.
Bayangkan perasaan orang-orang miskin tersebut saat ada orang yang berkata "Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian, maaf saya belum bisa membantu meringankan beban penderitaan anda sekalian. Kami ingin terlebih dahulu memuaskan hawa nafsu kami untuk bermewah-mewah. Kami ingin merayakan terlebih dahulu ulang tahun anak-anak kami atau pernikahan kami dengan pesta-pesta yang megah terlebih dahulu. Ibu bapak sekalian bersabar dulu saja ya. Kalau ada yang mati kelaparan, yah anggap aja sudah waktunya"
Tentu saja tidak ada orang yang cukup sinting untuk mengatakan kata-kata menyakitkan itu tepat di depan muka orang-orang miskin, jika tidak mau kehilangan nyawa.
Namun, kata-kata seperti itu seakan-akan diucapkan melalui kemewahan biasa yang dipertontonkan orang-orang kaya, baik secara langsung atau melalui saluran penyedia informasi seperti TV atau internet. Gedung-gedung tinggi menjulang angkuh sementara disekitarnya orang-orang miskin melihat dengan pandangan mata nanar sampai menahan lapar melihat orang-orang kaya berlalu lalang dengan atau tanpa sadar memamerkan kemewahan yang mereka miliki.
dalam sejarah kita mengenal dua peristiwa yang mengerikan, Revolusi Perancis atau Revolusi Rusia. Memang benar kedua revolusi itu tidak akan terjadi tanpa campur tangan secret societies yang mendominasi percaturan politik di kedua negara tersebut. Namun, tanpa adanya jurang pemisah yang luar biasa besar antara kaum kaya dan kaum miskin, sulit membayangkan kedua revoulsi itu akan terjadi.
Kemewahan memang melumpuhkan empati, kenyamanan memang melenakan jiwa. Jarang sekali ada orang yang mau benar-benar belajar dari orang-orang miskin dan benar-benar memahami mereka seperti Muhammad Yunus. Muhammad Yunus mempercayai bahwa manusia memiliki kemampuan inheren untuk mempertahankan kehidupannya. Fakta bahwa orang miskin masih ada sudah cukup bagi beliau untuk percaya bahwa kaum miskin memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan hidup mereka.
Lebih jauh, Muhammad Yunus dengan tegas menyatakan bahwa kemiskinan tidak diciptakan oleh orang-miskin. Jadi kita tidak boleh menuduh mereka. Kemiskinan sesungguhnya diciptakan oleh sistem sosial dan ekonomi yang kita desain untuk dunia ini. Institusi-institusi yang telah kita buat dan kita banggakan itulah yang menciptakan kemiskinan.
(Here is my explanation. Poverty is not created by people who are poor. So we shouldn't give them an accusing look. They are the victims. Poverty has been created by the economic and social system that we have designed for the world. It is the institutions that we have built, and feel so proud of, which created poverty.)
ELIMINATING POVERTY THROUGH MARKET-BASED SOCIAL ENTREPRENEURSHIP by Muhammad Yunus
Apapun sistem politik dan pemerintahan yang ada di suatu negera, apabila masih ada jurang pemisah yang lebar antara kaum kaya dan kaum miskin, sungguh kerusuhan dan kehancuran tinggal menunggu waktu untuk terjadi.
Semoga bermanfaat
Kata-kata Muhammad Yunus diambil dari situs ini
Then said a rich man, "Speak to us of Giving."
And he answered:
You give but little when you give of your possessions.
It is when you give of yourself that you truly give.
For what are your possessions but things you keep and guard for fear you may need them tomorrow?
And tomorrow, what shall tomorrow bring to the over prudent dog burying bones in the trackless sand as he follows the pilgrims to the holy city?
And what is fear of need but need itself?
Is not dread of thirst when your well is full, thirst that is unquenchable?
By Kahlil Gibran in The Prophet
And he answered:
You give but little when you give of your possessions.
It is when you give of yourself that you truly give.
For what are your possessions but things you keep and guard for fear you may need them tomorrow?
And tomorrow, what shall tomorrow bring to the over prudent dog burying bones in the trackless sand as he follows the pilgrims to the holy city?
And what is fear of need but need itself?
Is not dread of thirst when your well is full, thirst that is unquenchable?
By Kahlil Gibran in The Prophet
Label:
infaq,
kahlilgibran,
kemiskinan,
mall,
muhammadyunus,
pemberian,
politik,
sedekah,
sosial
Senin, 01 September 2008
[TRANSKRIP] Keajaiban Memberi
Alasan kebanyakan orang belum kaya menurut Robert Kiyosaki adalah karena belum cukup memberi. Banyak diantara kita yang masih hidup dalam level materi, ada menerima dan memberi , take and give. Dalam level materi, orang jadi kaya karena lebih banyak yang dia terima daripada yang dia dikeluarkan. Namun, ternyata dalam level energi, biasanya apabila kita memberi banyak, maka kita akan menerima jauh lebih banyak. Seperti memberi pupuk pada pohon buah sehingga pohon tersebut menghasilkan buah lebih banyak.
Aristotel Onasis, raja kapal pernah beberapa tahun menghuni urutan nomor 1 terkaya di dunia. Dia adalah seorang imigran Yunani ke AS yang datang cuma bawa baju, tidak ada harta sama sekali. Setiap hari dia nongkrong di pabrik rokok dan ngomong "selamat pagi boss, selamat bekerja, semoga anda sukses hari ini."
sore hari, ketika orang-orang pulang kerja, dia selalu berkata "selamat sore, anda telah bekerja dengan baik. Selamat sampai di rumah, semoga keluarga anda berbahagia".
Si Boss bertanya pada para anak buahnya, "apa sih maunya orang imigran itu?". Aristotel Onasis menawarkan supply tembakau yang lebih murah dan berkulaitas lebih tinggi. Namun, sang imigran tidak punya uang. Aristotel Onasis hanya secarik kertas, yang berisi pernyataan bahwa dia adalah utusan pabrik rokok tersebut. Dia lalu pergi ke Brazil utk mencari supplier tembakau.
Singkat cerita, Aritotel Onaisis kemudian mendapatkan supplier tembakau yang dia janjikan. Tembakau tersebut lalu dikirm ke pabrik rokok itu. Pabrik tersebut langsung untung bessar sehingga AO diajak bisnis, sedikit demi sedikit sampai jadi raja kapal. dalam kisah di atas, Kaya raya diawali kegiatan sederhana, menyapa beri sesuatu doakan orang lain. Berilah sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain.
Perhatikan fakta-fakta berikut:
1. Bukankah cita2 90% rakyat Indonesia itu pingin kaya?
2. bukankah buku-buku cara menjadi kaya (dgn cepat) inilah jenis buku yang laku
3. belum lagi yang mau jadi celebrity dengan mengikuti kontes ini - itu.
Padahal, sesungguhnya resep paling mujarab jadi kaya adalah banyak-banyak memberi.
Konsekwensi jadi orang kaya, menurut salah satu kitab suci, adalah: lebih mudah onta masuk lobang jarum, daripada orang kaya masuk syurga. miskin orang masuk surga krn ibadah, orang kaya ditanya ibadah dan harta. Bisa jadi artinya proses masuk surga orang kaya lebih panjang, Orang kaya ditanya hartanya dari mana dan untuk apa, jadi lebih banyak pertanyaan. Namun, bila hari ini orang miskin dikasih kekayaan, tentu gak nolak. orang islam justru punya kewajiban untuk menjadi orang kaya sebaik-baik manusia punya manfaat bagi orang lain.
Ilustrasi:
Ada seorang anak muda, memegang rokok yang menyala, badannya sehat, lalu dia minta-minta uang dikasih atau tidak?
Jika kita hanya mendidik otak, ngapain kasih dia 100 perak, bikin malas lagi minta-minta. Namun, jika kita mendidik hati jadi ihlas, 100 di kantong kasih aja, semoga Alloh SWT memberi hidayah. Orang yang sudah benar2 ikhlas tidak akan lagi merasakan
Sesungguhnya, Hukum kekekalan energi berlaku di dunia ini. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan, tetapi bisa berubah bentuk. Jika kita merasa sudah beri sangat banyak tetapi hanya menerima sedikit keberuntungan, bisa jadi kebaikan dan pemberian kita itu belum cukup untuk menghapus tumpukan energi negatif yang berasal dari perkataan2 atau perbuatan2 kita yang buruk di masa lalu. Tabungan energi tersebut berada dalam posisi tersimpan. tabungan tersebut akan cair saat benar-benar butuh ditabung di satu tempat saat butuh tabungan ini cair dalam ebntuk keberuntungan2. Belum tentu kasih uang dpat uang ttpi sesuta yang dapat diniali uang yang angkanya seperti yang kita keluarkan.
Bagaimana apabila ada orang yang suka sedekah namun tetap kena bencana? Bencana atau Bala yang dia dapatkan merupakan balasan atas keburukan atau dosa yang dahulu pernah dia lakukan dan belum tertutupi oleh level sedekahnya. Misalnya, ada orang berbuat dosa 300 dan baru bersedekah 100, maka yang 200 dihapuskan dengan bencana tersebut.
Tips memberi:
1. Jangan merasa sudah terlalu banyak memberi, berilah lebih banyak, siapa tahu kita belum meberi lebih. Suatu saat tabungan energi itu pasti akan memberikan hasilnya bagi kita. Proses pencairan energi tersebut berbeda-beda, ada yang langsung, ada yang ditabung dulu dan sebagainya.
2. Saat memberi, jika terlalu banyak berpikir, bisa-bisa tidak memberi. Terkadang kita harus memaksa diri untuk memberi, sehingga kita menjadi orang yang suka memberi. Bukankah pengulangan akan membuat orang menjadi mahir. Seperti orang belajar mengetik di keyboard atau mesin ketik.
3. Menumbuhkan keyakinan bahwa memberi bisa bikin kaya adalah dengan meyakini bahwa dalam hidup ini ada hukum-hukum yang tidak bisa dibantah. Apabila benda dijatuhkan, pasti jatuh ke bawah.
4. Orang yang kaya secara materi namun tidak suka memberi ibarat air tidak mengalir. Air seperti itu bisa jadi sarang nyamuk, yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. Namun, air mengalir buat airnya bersih, lingkungan sehat dan nyaman dseb. Buatlah harta seperti air mengalir, akan bertambah dan bertambah.
5. Konsisten atau istiqomah adalah melakukan suatu kegiatan apapun hambatannya. Misalnya, ingin konsisten sholat 5 waktu, lakukan. Jangan mencari-cari alasan, bahkan untuk menunda. karena, penyakit lanjuan dari menunda adalah tidak melaksanakan. Contoh: minggu ini harus sedekah sekian, laksanakan, jangan ditunda karena bisa jadi tidak jadi sedekah. jangan sampai ada penyesalan atas segala yang kita beri. Sebab, bukankah harta tersebut sudah terlanjur diberikan.
6. Bila memberi, jangan memberi nasihat yang tidak-tidak, yang sering kali OOT, agar tidak menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian kita. Hal itu menunjukkan bahwa bisa jadi ada kesombongan yang mulai timbul dalam diri kita.
7. Jika keikhlasan kita masih lemah, ada baiknya kita berlatih dengan memberi kepada orang-orag yang kita itdak kekanl sehingga lebih mudah bagi kita untuk menjaga keikhlasan. Setelah itu, baru kita bisa memberi kepada mereka yang kita kenal dan dekat dengan kita.
Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Catatan: Selama bulan Ramadhan, acara ini diberi nama Mutiara Ramadhan
Aristotel Onasis, raja kapal pernah beberapa tahun menghuni urutan nomor 1 terkaya di dunia. Dia adalah seorang imigran Yunani ke AS yang datang cuma bawa baju, tidak ada harta sama sekali. Setiap hari dia nongkrong di pabrik rokok dan ngomong "selamat pagi boss, selamat bekerja, semoga anda sukses hari ini."
sore hari, ketika orang-orang pulang kerja, dia selalu berkata "selamat sore, anda telah bekerja dengan baik. Selamat sampai di rumah, semoga keluarga anda berbahagia".
Si Boss bertanya pada para anak buahnya, "apa sih maunya orang imigran itu?". Aristotel Onasis menawarkan supply tembakau yang lebih murah dan berkulaitas lebih tinggi. Namun, sang imigran tidak punya uang. Aristotel Onasis hanya secarik kertas, yang berisi pernyataan bahwa dia adalah utusan pabrik rokok tersebut. Dia lalu pergi ke Brazil utk mencari supplier tembakau.
Singkat cerita, Aritotel Onaisis kemudian mendapatkan supplier tembakau yang dia janjikan. Tembakau tersebut lalu dikirm ke pabrik rokok itu. Pabrik tersebut langsung untung bessar sehingga AO diajak bisnis, sedikit demi sedikit sampai jadi raja kapal. dalam kisah di atas, Kaya raya diawali kegiatan sederhana, menyapa beri sesuatu doakan orang lain. Berilah sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain.
Perhatikan fakta-fakta berikut:
1. Bukankah cita2 90% rakyat Indonesia itu pingin kaya?
2. bukankah buku-buku cara menjadi kaya (dgn cepat) inilah jenis buku yang laku
3. belum lagi yang mau jadi celebrity dengan mengikuti kontes ini - itu.
Padahal, sesungguhnya resep paling mujarab jadi kaya adalah banyak-banyak memberi.
Konsekwensi jadi orang kaya, menurut salah satu kitab suci, adalah: lebih mudah onta masuk lobang jarum, daripada orang kaya masuk syurga. miskin orang masuk surga krn ibadah, orang kaya ditanya ibadah dan harta. Bisa jadi artinya proses masuk surga orang kaya lebih panjang, Orang kaya ditanya hartanya dari mana dan untuk apa, jadi lebih banyak pertanyaan. Namun, bila hari ini orang miskin dikasih kekayaan, tentu gak nolak. orang islam justru punya kewajiban untuk menjadi orang kaya sebaik-baik manusia punya manfaat bagi orang lain.
Ilustrasi:
Ada seorang anak muda, memegang rokok yang menyala, badannya sehat, lalu dia minta-minta uang dikasih atau tidak?
Jika kita hanya mendidik otak, ngapain kasih dia 100 perak, bikin malas lagi minta-minta. Namun, jika kita mendidik hati jadi ihlas, 100 di kantong kasih aja, semoga Alloh SWT memberi hidayah. Orang yang sudah benar2 ikhlas tidak akan lagi merasakan
Sesungguhnya, Hukum kekekalan energi berlaku di dunia ini. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan, tetapi bisa berubah bentuk. Jika kita merasa sudah beri sangat banyak tetapi hanya menerima sedikit keberuntungan, bisa jadi kebaikan dan pemberian kita itu belum cukup untuk menghapus tumpukan energi negatif yang berasal dari perkataan2 atau perbuatan2 kita yang buruk di masa lalu. Tabungan energi tersebut berada dalam posisi tersimpan. tabungan tersebut akan cair saat benar-benar butuh ditabung di satu tempat saat butuh tabungan ini cair dalam ebntuk keberuntungan2. Belum tentu kasih uang dpat uang ttpi sesuta yang dapat diniali uang yang angkanya seperti yang kita keluarkan.
Bagaimana apabila ada orang yang suka sedekah namun tetap kena bencana? Bencana atau Bala yang dia dapatkan merupakan balasan atas keburukan atau dosa yang dahulu pernah dia lakukan dan belum tertutupi oleh level sedekahnya. Misalnya, ada orang berbuat dosa 300 dan baru bersedekah 100, maka yang 200 dihapuskan dengan bencana tersebut.
Tips memberi:
1. Jangan merasa sudah terlalu banyak memberi, berilah lebih banyak, siapa tahu kita belum meberi lebih. Suatu saat tabungan energi itu pasti akan memberikan hasilnya bagi kita. Proses pencairan energi tersebut berbeda-beda, ada yang langsung, ada yang ditabung dulu dan sebagainya.
2. Saat memberi, jika terlalu banyak berpikir, bisa-bisa tidak memberi. Terkadang kita harus memaksa diri untuk memberi, sehingga kita menjadi orang yang suka memberi. Bukankah pengulangan akan membuat orang menjadi mahir. Seperti orang belajar mengetik di keyboard atau mesin ketik.
3. Menumbuhkan keyakinan bahwa memberi bisa bikin kaya adalah dengan meyakini bahwa dalam hidup ini ada hukum-hukum yang tidak bisa dibantah. Apabila benda dijatuhkan, pasti jatuh ke bawah.
4. Orang yang kaya secara materi namun tidak suka memberi ibarat air tidak mengalir. Air seperti itu bisa jadi sarang nyamuk, yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. Namun, air mengalir buat airnya bersih, lingkungan sehat dan nyaman dseb. Buatlah harta seperti air mengalir, akan bertambah dan bertambah.
5. Konsisten atau istiqomah adalah melakukan suatu kegiatan apapun hambatannya. Misalnya, ingin konsisten sholat 5 waktu, lakukan. Jangan mencari-cari alasan, bahkan untuk menunda. karena, penyakit lanjuan dari menunda adalah tidak melaksanakan. Contoh: minggu ini harus sedekah sekian, laksanakan, jangan ditunda karena bisa jadi tidak jadi sedekah. jangan sampai ada penyesalan atas segala yang kita beri. Sebab, bukankah harta tersebut sudah terlanjur diberikan.
6. Bila memberi, jangan memberi nasihat yang tidak-tidak, yang sering kali OOT, agar tidak menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian kita. Hal itu menunjukkan bahwa bisa jadi ada kesombongan yang mulai timbul dalam diri kita.
7. Jika keikhlasan kita masih lemah, ada baiknya kita berlatih dengan memberi kepada orang-orag yang kita itdak kekanl sehingga lebih mudah bagi kita untuk menjaga keikhlasan. Setelah itu, baru kita bisa memberi kepada mereka yang kita kenal dan dekat dengan kita.
Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Catatan: Selama bulan Ramadhan, acara ini diberi nama Mutiara Ramadhan
Langganan:
Postingan (Atom)
