Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

[Renungan] Semua Orang Penting

Sesudah Narcissus terjatuh ke danau dan meninggal dunia, danau itu pun menangis dan airnya menjadi asin. Tumbuh-tumbuhan layu dan meranggas dan seluruh penghuni danau itu pun mati satu demi satu. Para peri hutan pun mendatangi sang danau dan bertanya "Wahai Danau, apakah kau menangisi kematian Narcissus?". "Tidak" jawab Danau. "Lalu apa yang membuatmu menangis?" tanya para peri hutan lebih lanjut. "Aku menangis karena aku tidak lagi bisa melihat keindahan diriku terpantulkan pada kedua bola matanya" jawab Danau.



Legenda Narcissus dan Danau yang merupakan bagian dari mitologi Yunani itu seakan menggambarkan betapa besarnya hasrat manusia untuk dianggap penting. Bahkan, Abraham Maslow menempatkan self actualization atau aktualisasi diri sebagai hierarki tertinggi dalam teorinya tentang motivasi. Sudah menjadi fitrah bagi manusia untuk membuat dirinya merasa penting, disukai dan dibutuhkan. Sebagaimana Narcissus yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri dan Danau yang menikmati keindahan dirinya di bola mata pemuda tersebut, begitu pulalah kiranya manusia menikmati sensasi puja dan puji dari sesamanya. Di saat semua sirna, manusia pun terpuruk dalam jurang kehancuran yang tidak terhingga dalamnya. Kecewa, depresi dan putus asa pun menjadi teman sehari-hari dan bahkan ada yang sampai mengantar ke gerbang maut dengan cara bunuh diri. Nauzubillah min dzalik.

Legenda Narcissus dan Danau di atas memang sering dijadikan penggambaran tentang ego manusia.  Ego manusia bagaikan tanah liat yang dibakar hingga menjadi tembikar atau gerabah. Barang-barang dari tembikar memang terlihat kuat dan keras namun sesungguhnya rapuh. Tidak mengherankan jika kita mengunjungi toko yang menjual barang-barang seperti itu, kita seringkali melihat peringatan yang berbunyi "Pecah berarti Membeli". Demikian pula ego manusia, yang terlihat angkuh, keras dan arogan namun sesungguhnya rapuh dan mudah pecah berkeping-keping. Materialisme dan hedonisme adalah api membakar ego tersebut hingga menjadi keras seperti tembikar dibakar dalam tungku. Maka, tidak mengherankan apabila ada manusia yang sangat sulit untuk memaafkan dan memperbaiki hubungan-hubungan yang telah rusak.  Mereka sangat enggan menyambung kembali silaturahim yang terputus. Maya Angelou, seorang penulis dan penyair dari Amerika, pernah mengatakan "People will forget what you say, people will forget what you do but people will NEVER forget how you made them FEEL".

Jarang sekali ada manusia yang menyadari bahwa semua manusia itu penting. Tidak ada satupun manusia yang tercipta sia-sia sebagaimana dinyatakan oleh Sang Penciptanya “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S. Ali Imran [3]: 191)”. Bahkan orang-orang paling kejam, jahat dan menjengkelkan pun sesungguhnya punya sesuatu untuk dipelajari. Di balik setiap ego yang mengeras dan membatu tersebut terdapat perasaan yang lembut dan halus.  Perasaan itu menanti kedatangan dan sentuhan orang-orang yang tepat untuk membuatnya menyadari keindahan yang terdapat di dalamnya. Dengan meminjam motto dari sebuah komunitas Life Sharing (berbagi kisah kehidupan) bernama School of Life, kita bisa mengatakan bahwa "Jika setiap tempat adalah sekolah, maka semua orang adalah guru".

Semoga bermanfaat :)

Referensi:
Kecerdasan Ruhaniah, Toto Tasmara, Gema Insani Press
Situs Wikipedia

Sumber gambar: artikel Wikipedia tentang Laut Mati

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung.  Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi.  Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Selasa, 05 Juni 2012

[Copas] Sharing dari Ustadz Felix Siauw

Note: ini bukan tulisan saya, tapi sharing aja dari ustadz Felix Siauw yang ada di FB dan akun Google+ beliau

1. ini kisah yang saya ingin anda ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan pertanyaan setelahnya, ok :)
 2. satu waktu, di mail sy terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan jawab semampu ilmu yg terbatas
 3. ada tanya singkat dari seorg akhwat "afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?" | jwb saya "ahlu sunnah wal jama'ah"
 4. karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama'ah Islam, syarat surga, ujar Rasul
 5. tanya kedua dr akhwat yg sama "afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI ?" | mulai aneh, sy jawab "betul, sy aktivis HTI"
 6. lalu dijawab "afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama'ah dan bermanhaj salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)"
 7. DEG! terdiam semenit sy di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk
 8. sy coba baca lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann, namun tak dapat pembenaran itu
 9. masyaAllah, masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak berlinang keluar
 10. terus terang, kami mualaf | sudah biasa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba jelaskan Islam pada mereka
 11. terus terang, ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru mengolok-olok kami
 12. dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim
 13. menurut kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu biasa | tapi menyakitkan saat harus datang dari kawan kami
 14. belum sampaikah ayat Al-Qur'an "Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras thd kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka"
 15. seharusnya lebih hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah panduan
 16. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama'ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama'ah
 17. dari hadits2 juga dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama'ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang lainnya tidak
 18. oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama'ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surga
 19. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan surga
 20. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis
 21. bila memang kami tersalah, sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya
 22. bila memang kami tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan informasi sepihak bukanlah dalil
 23. apalah arti HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan menghisab hambanya satu persatu
 24. ada masa saat lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai dan klaim
 25. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan
 26. salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam
 27. bilapun mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama'ah atau bahkan individunya | indahnya Islam
 28. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim
 29. karena itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak pantas pada saudaranya yg lain
 30. siapapun kita, HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan kehormatannya pasti akan kami bela
 31. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri paling baik
 32. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri
 33. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa
 34. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya :)
 35. sekali lagi, saya hanya ingin anda mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok :)

Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan

Jumat, 18 Mei 2012

School of Life tema Manajemen Kecewa

Start:     May 18, '12 09:00a
Location:     SAJIAN SUNDA SUMBARA, Jl. Walter Mongonsidi No. 19 Jakarta Selatan

Senin, 13 Juni 2011

[School of Life] Forgiving not Forgetting

Ahad kemarin, saya mengikuti kembali forum School of Life, suatu forum tempat semua peserta berbagi dan saling mengajari serta saling belajar dari sesamanya.  Forum School of LIfe adalah salah satu implementasi prinsip "Jika semua tempat adalah sekolah, maka semua tempat adalah guru".  Dalam forum-forumnya, SOL tidak mengenal pelatih atau pembicara tententu.  Semua peserta adalah pembicara dan semua pembicara adalah peserta.  

Salah satu peserta pernah bekerja sama dengan seorang teman untuk sesi pemotretan sebuah sekolah.  Namun, teman ini sepertinya kurang menjaga amanah jadi proyek sering tertunda pembayarannya.  Uang pembayaran baru diberikan sesudah ada proyek baru.  Peserta tersebut mengatakan bahwa dia coba melupakan dulu peristiwanya, padahal dia belum memaafkan orang tersebut.  Namun, entah kenapa setiap kali ada proyek pemotretan di sekolah, yagn teringat adalah temannya sehingga dia merasa pusing.  ternyata teman yang satu ini sudah banyak terlibat kasus penipuan dalam berbagai proyek.  Dia terpaksa menahan foto-foto yagn sudah dia buat karena belum menerima fee atas foto-foto Yang membuat si peserta merasa kecewa karena dia sudah melindungi si teman agar terjaga nama baiknya. Namun, si teman ini sepertinya tidak terlalu peduli.  Bahkan, dia pernah dikomplain sama sebuah sekolah karena foto-fotonya belum diberikan.  Dia juga sempat menjelaskan pada pihak sekolah atas kejadian dengan si teman tersebut.   Akhirnya, setelah berlalunya waktu, si peserta bisa memaafkan si teman namun dia akan lebih berhati-hati dalam menerima kontrak.  Hikmahnya, si peserta juga mendapat menerima kontrak proyek pemotretan dari sekolah yang semapt dia tahan foto2nya.  Dia juga menceritakan bahwa seorang temannya terlibat sebuah proyek dengan teman yagn lain.  Dia mengingatkan temannya untuk membuat kontrak yang jelas, namun si teman dgn naif mempercayai temannya.  Sudah kenal lama, begitu alasan sang teman. Akhirnya, walau pada awlanya lancar, namun pada bulan2 selanjutnya mulai tersendat.  

Seorang peserta yang lain juga menceritakan kisahnya.  Dia memendam perasaan yang dalam pada teman sesama komunitas yang dia tergabung di dalamnya.  Namun, teman yang sangat dicintainya ini menolaknya dan malah memusuhinya. Dia tidak habis pikir kenapa sampai dimusuhi dan merasa frustasi.  Sudah dicoba untuk minta maaf dan menjalin silaturahim kembali walaupun hanya sbagai teman namun tidak membuahkan hasil.  Dia pun merasa kaget saat mengetahui curhat orang itu yang terluapkan di sebuah blog di internet.  Saat membaca blog itu, dia ada di luar kota, di rumah saudaranya sehingga dia sempat tidak mau pulang ke Jakarta, mau menumpang saja di rumah saudaranya tersebut.  

Suatu ketika, seorang teman memberitahukan si peserta tntang orang tersebut. Profil orang tersebut di sebuah situs jejaring sosial di-hack orang.  Profilnya diganti dengan hal-hal yagn tidak senonoh dan profil itu digunakan untuk komentar yang jelek-jelek.  Terpaksa akun jejaring sosial tersebut di-non aktifkan.  Peserta itu pun mengatakan bahwa apa yang dia rasakan kurang lebih sama dengan apa yang dirasakan orang itu saat dia dimusuhi.  Namun, si peserta tidak berani memastikan apakah itu merupakan "pembalasan" atas orang itu padanya atau tidak.  Si pserta pun memetik hikmah pada kemampuannya membuat tulisan-tulisan inspiratif.  Sekrang ini dia sedang menulis sebuah buku bersama seorang temannya, yang semoga saja segera diterbitkan.

Berbicara tentang jejaring sosial di internet, peserta lain pun menambahkan bahwa seroang  teman di sebuah jejaring sosial tidak lagi jadi temannya.  Saat bertemu, dia pun berkata "Koq saya tidak menemukan profil kamu di FB saya?".  Dia menggunakan bahasa positif dan santun, padahal bisa saja dia merasa reaktif dan langsung bertanya kenapa di-remove.

Peserta lain pun menceritakan bahwa dia sudah terbiasa interospeksi karena menghayati ayat 11 surat 64 dalam Al Quran yang berbunyi "Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah SWT, dan barang siapa beriman keapda Allah SWT, niscaya Allah akan memberi petunjuk pada hatinya.  Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."   .  Dia pernah difitnah menggelapkan uang belasan juta namun dia tetap tenang, dan akhirnya ketahuan siapa yang sesungguhnya menggelapkan uang itu. Dia juga cerita tentang seorang teman yang pernah dianiaya habis-habisan.  Bahkan pernah, maaf, hampir ditelanjangi di depan rekan-rekan kerjanya.  Namun, teman si peserta itu tetap bisa bersabar dan memaafkan.  

Ada juga yang sharing tentang masa kecilnya.  Dia pernah belum bisa memaafkan ayahnya selama sekitar 20 tahun.  Dahulu, saat masih kecil, hidupnya relatif berkecukupan.  Namun, sejak ayahnya meninggalkan dia dan menjual rumah mereka serta membawa hasil penjualan rumah tersbut, hidup keluarganya menjadi miskin.  Mereka terpaksa tinggal di rumah petak yang kecil serta hidup penuh kekurangan.  Yang mengangumkan baginya adalah yang pertama kali memaafkan sang ayah adalah kakaknya. Padahal si kakak inilah yang paling menderita karena seringkali menjadi sasaran kemarahan ayahnya.  Bahkan si kakak pernah ditendang sampai koma.  Kepada si peserta si kakak pernah berkata "Gw yang paling menderita karena bapak, tapi gw bisa maafin.  Kenapa lu enggak?".  Akhirnya, setelah bertahun-tahun si peserta pun bisa memaafkan ayahnya.  Dia berktata "Saya bisa menulis tentang kemiskinan karena peranh jadi orang miskin, saya prnah menulis tentang preman karnea pernah jadi preman, saya bisa menulis tentang anak jalanan karena pernah jadi anak jalanan". Tulisan-tulisan peserta yagn satu ini sudah dibukukan dalam beberapa buah buku yang penuh hikmah.   
 
Dalam forum tersbut, dibahas juga bebarapa mitos yang salah tentang memaaafkan.

Mitos Memaafkan antara lain:

1. Memaafkan = Lemah

Memaafkan justru merupakan tanda kekuatan, memaafkan adalah salah satu rahasia kekuatan dan kesuksesan para orang-orang besar, baik para nabi maupun para pemimpin besar.

2. Memaafkan = Menguak luka masa lalu
Memaafkan adalah menyembuhkan luka-luka yang lalu.  Termasuk juga mengambil hikmah apa yang diinginkan Allah SWT melalui peristiwa yang seringkali berat dan tidak menyenangkan.

3. Memaafkan = melupakan
Memaafkan adalah cara melepaskan beban masa lalu, walaupun peristiwa itu masih bisa diingat, namun tidak lagi membebani kehidupan kita.

4. Memaafkan = kalah
Dengan memaafkan kita tidak dikalahkan atau mengalahakn siapapun kecuali ego pribadi kita sendiri.  Dengan memaafkan kita semakin bisa mengenal diri sendiri dan menggali mutiara-mutiara hikmah yang ada dalam diri kita.

Demikian sharing dari acara forum School of Life

Semoga bermanfaat 

Senin, 23 Mei 2011

School of Life, “Forgiven, Not Forgotten”

Start:     Jun 12, '11 08:30a
End:     Jun 12, '11 1:00p
Location:     RM. Ojolali Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 9 Kav. 81 – Jakarta 12820 Telp. 021-8290044
Sulitkah memaafkan? bukankah hidup akan lebih ringan hanya jika tak banyak yang membebani ruang jiwa ini dengan dendam? Benarkah balas dendam bisa menyelesaikan permasalahan? Mana lebih baik, memaafkan, atau melupakan? Sebagian orang ternyata mampu dengan mudahnya memaafkan orang yang bersalah kepadanya. Mampukah kita?

School of Life, “Forgiven, Not Forgotten”
RM. Ojolali
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 9
Kav. 81 – Jakarta 12820
Telp. 021-8290044
Minggu, 12 Juni 2011, pukul 08.30 WIB s/d 12.30 WIB

Persyaratan:
1. Register ke: schooloflife_indonesia@yahoo.co.id
2. infak Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah),

Info lebih lanjut:
Gaw 082519068581
Bunda Fiera 0811855380
Bunda Danie

Kamis, 10 Maret 2011

School of Life Chapter 1 LIFE NEVER FLAT

Start:     Apr 2, '11 09:00a
End:     Apr 2, '11 12:00p
Location:     Kediaman Ibu Devi Noviyanto, Jl. Kelapa Kuning VII Blok H3 No 1, Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur



LIFE IS NEVER FLAT, School of Life (SOL) 2 April 2011, lets join!
by Gaw Bayu Gawtama on Thursday, March 10, 2011 at 12:39pm
Siapa manusia di muka bumi ini yang tidak pernah punya masalah?
Siapapun pasti pernah punya masalah, baik masalah kecil, menengah maupun masalah yang seakan teramat besar sehingga membuat orang yang mengalaminya putus asa hingga kehilangan akal. Ada masalah pribadi, masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, masalah hubungan sosial dan berbagai masalah lainnya yang secara langsung maupun tidak mengganggu perjalalan kita.

Lain orang lain cara memandang dan menghadapi masalahnya. Ada yang menyerah kalah dengan masalah yang menderanya, ada yang jatuh bangun menyelesaikan masalahnya, ada pula yang tetap tenang dan tersenyum menjalani kehidupannya meski bertubi-tubi masalah menghampirinya. Bagaimana bisa demikian berbeda? Bukankah sesungguhnya masalah itu sebuah keniscayaan? Bukankah hidup kita memang harus diuji? Benarkan setiap masalah yang datang merupakan ujian untuk menapaki kehidupan yang lebih baik?

Life is never flat, menjadi tema yang sangat pas untuk dihadirkan dalam forum School of Life (SOL) yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu/ 2 April 2011
Waktu : Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB
Tempat : Kediaman Ibu Devi Noviyanto
Jl. Kelapa Kuning VII Blok H3 No 1
Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Lifesharer : Bayu Gawtama
Bobby Herwibowo
Ismiradanie Soetadji (Bunda Danie)


Peserta : maksimal 30 orang
Infak : Rp. 50 ribu (charge tempat & operasional)
Dibayarkan pada saat acara

Registrasi : kirim email ke schooloflife_indonesia@yahoo.co.id (paling lambat 31 maret 2011)
Informasi : 0852 190 68581 (gaw), 081389133338 (Dony Aryanto)

----------------------------------------------------------------------------------------
“Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”

Orang bijak bilang, sering kali masalah timbul dari diri sendiri. Karenanya, sesungguhnya yang paling mengerti bagaimana menyelesaikannya, adalah si pemilik masalah itu sendiri. Namun, kadang seseorang membutukan orang lainnya untuk menyelesaikan masalahnya. Bukan untuk meminta tolong, melainkan untuk sama-sama belajar kepada orang lain, mengingat hampir setiap orang memiliki masalah yang sama, hanya waktu, bentuk, tempat, dan tingkatannya saja yang berbeda. Atas dasar itulah, School of Life diselenggarakan. Anda berminat? Bergabunglah bersama kami di sekolah yang ilmunya, guru dan kelasnya tak terbatas.

Tentang School of Life
School of Life –sekolah kehidupan- adalah sebuah program yang menawarkan kepada masyarakat ruang untuk berbagi, tempat untuk belajar dari orang lain, dan ruang yang terbuka luas tempat Anda mencurahkan segala yang selama ini terpendam. Jika selama ini Anda tak menemukan satu pun ruang dan kesempatan untuk didengarkan, School of Life-lah ruang yang kami sediakan untuk Anda.

School of Life menyajikan materi yang sangat luas, tak butuh kurikulum, modul atau pun buku panduan. Karena semuanya sudah disediakan oleh kehidupan ini, kita hanya tinggal memilih dan mencernanya saja. Sebab itu, tidak ada materi yang baku di setiap chapter –sebutan kami untuk setiap session-, para peserta lah yang menentukan materinya sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelas karena kami yakin, para peserta sendiri yang lebih tahu kebutuhan belajar mereka.

School of Life tidak punya ruang belajar dan gedung sekolah. Sesuai dengan motto kami, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”. Jadi, ruang belajar bisa dimana saja, sesuai kesepakatan peserta. Dimana peserta merasa nyaman untuk belajar bersama, disitu kita jadikan ruang belajar. Dimungkinkan selalu berubah lokasi belajarnya, dan sangat dimungkinkan untuk dibuka di banyak tempat dan daerah, termasuk di luar kota dan luar negeri.

• Sekolah yang tidak ada alumninya, sebab belajar tentang kehidupan
hanya akan berakhir bersamaan dengan saat kita mengakhiri kehidupan ini
• Semua peserta adalah guru, begitu pun semua peserta adalah muridnya
• Tidak ada gedung sekolah, ruang kelas tetap, seragam, apalagi peraturan baku
• Tidak ada kurikulum, modul, kertas kerja, dan buku panduan, karena semuanya sudah tersedia oleh kehidupan ini. Peserta cukup memersiapkan diri untuk berbagi (sharing) kepada sesama tentang pelajaran yang akan dibahas.
• Pelajaran yang didapat dari sekolah ini semuanya tentang kehidupan sehari-hari
• Tujuan dari sekolah ini; untuk hidup lebih baik

Metode belajar
• Dynamic Group
• Brainstorming and share story
• Simulation and role play

Pengelola kelas School of Life
1. Bayu Gawtama, penggagas, fasiliator, penulis buku School of Life
2. Bobby Herwibowo
3. Ismiradanie Seotadji (Bunda Danie)

School of Life




LIFE IS NEVER FLAT, School of Life (SOL) 2 April 2011, lets join!
by Gaw Bayu Gawtama on Thursday, March 10, 2011 at 12:39pm
Siapa manusia di muka bumi ini yang tidak pernah punya masalah?
Siapapun pasti pernah punya masalah, baik masalah kecil, menengah maupun masalah yang seakan teramat besar sehingga membuat orang yang mengalaminya putus asa hingga kehilangan akal. Ada masalah pribadi, masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, masalah hubungan sosial dan berbagai masalah lainnya yang secara langsung maupun tidak mengganggu perjalalan kita.

Lain orang lain cara memandang dan menghadapi masalahnya. Ada yang menyerah kalah dengan masalah yang menderanya, ada yang jatuh bangun menyelesaikan masalahnya, ada pula yang tetap tenang dan tersenyum menjalani kehidupannya meski bertubi-tubi masalah menghampirinya. Bagaimana bisa demikian berbeda? Bukankah sesungguhnya masalah itu sebuah keniscayaan? Bukankah hidup kita memang harus diuji? Benarkan setiap masalah yang datang merupakan ujian untuk menapaki kehidupan yang lebih baik?

Life is never flat, menjadi tema yang sangat pas untuk dihadirkan dalam forum School of Life (SOL) yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu/ 2 April 2011
Waktu : Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB
Tempat : Kediaman Ibu Devi Noviyanto
Jl. Kelapa Kuning VII Blok H3 No 1
Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Lifesharer : Bayu Gawtama
Bobby Herwibowo
Ismiradanie Soetadji (Bunda Danie)


Peserta : maksimal 30 orang
Infak : Rp. 50 ribu (charge tempat & operasional)
Dibayarkan pada saat acara

Registrasi : kirim email ke schooloflife_indonesia@yahoo.co.id (paling lambat 31 maret 2011)
Informasi : 0852 190 68581 (gaw), 081389133338 (Dony Aryanto)

----------------------------------------------------------------------------------------
“Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”

Orang bijak bilang, sering kali masalah timbul dari diri sendiri. Karenanya, sesungguhnya yang paling mengerti bagaimana menyelesaikannya, adalah si pemilik masalah itu sendiri. Namun, kadang seseorang membutukan orang lainnya untuk menyelesaikan masalahnya. Bukan untuk meminta tolong, melainkan untuk sama-sama belajar kepada orang lain, mengingat hampir setiap orang memiliki masalah yang sama, hanya waktu, bentuk, tempat, dan tingkatannya saja yang berbeda. Atas dasar itulah, School of Life diselenggarakan. Anda berminat? Bergabunglah bersama kami di sekolah yang ilmunya, guru dan kelasnya tak terbatas.

Tentang School of Life
School of Life –sekolah kehidupan- adalah sebuah program yang menawarkan kepada masyarakat ruang untuk berbagi, tempat untuk belajar dari orang lain, dan ruang yang terbuka luas tempat Anda mencurahkan segala yang selama ini terpendam. Jika selama ini Anda tak menemukan satu pun ruang dan kesempatan untuk didengarkan, School of Life-lah ruang yang kami sediakan untuk Anda.

School of Life menyajikan materi yang sangat luas, tak butuh kurikulum, modul atau pun buku panduan. Karena semuanya sudah disediakan oleh kehidupan ini, kita hanya tinggal memilih dan mencernanya saja. Sebab itu, tidak ada materi yang baku di setiap chapter –sebutan kami untuk setiap session-, para peserta lah yang menentukan materinya sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelas karena kami yakin, para peserta sendiri yang lebih tahu kebutuhan belajar mereka.

School of Life tidak punya ruang belajar dan gedung sekolah. Sesuai dengan motto kami, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”. Jadi, ruang belajar bisa dimana saja, sesuai kesepakatan peserta. Dimana peserta merasa nyaman untuk belajar bersama, disitu kita jadikan ruang belajar. Dimungkinkan selalu berubah lokasi belajarnya, dan sangat dimungkinkan untuk dibuka di banyak tempat dan daerah, termasuk di luar kota dan luar negeri.

• Sekolah yang tidak ada alumninya, sebab belajar tentang kehidupan
hanya akan berakhir bersamaan dengan saat kita mengakhiri kehidupan ini
• Semua peserta adalah guru, begitu pun semua peserta adalah muridnya
• Tidak ada gedung sekolah, ruang kelas tetap, seragam, apalagi peraturan baku
• Tidak ada kurikulum, modul, kertas kerja, dan buku panduan, karena semuanya sudah tersedia oleh kehidupan ini. Peserta cukup memersiapkan diri untuk berbagi (sharing) kepada sesama tentang pelajaran yang akan dibahas.
• Pelajaran yang didapat dari sekolah ini semuanya tentang kehidupan sehari-hari
• Tujuan dari sekolah ini; untuk hidup lebih baik

Metode belajar
• Dynamic Group
• Brainstorming and share story
• Simulation and role play

Pengelola kelas School of Life
1. Bayu Gawtama, penggagas, fasiliator, penulis buku School of Life
2. Bobby Herwibowo
3. Ismiradanie Seotadji (Bunda Danie)

Sabtu, 29 November 2008

Sharing Penulisan

Start:     Dec 2, '08 09:45a
End:     Dec 4, '08 11:30a
Location:     Toko Buku MP Books Point, Cipete, Jakarta.
Kinoysan: Sharing Penulisan

Tempatnya: di TB MP Books Point, Cipete, Jakarta.
Waktunya: Selasa, Rabu, Kamis 2-4 Des 2008; jam 09.45-11.30 WIB
Penyelenggaranya: Penerbit Andi, Yogyakarta.
Segmentnya untuk anak-anak SD.
Acara ini free, tidak dipungut biaya.
Bagi yang ada di Jakarta dan mau ketemu Kinoysan, jangan lewatin acaranya!
Ngobrolin tentang cara penulisan dan gimana caranya jadi penulis.

http://kinoysan.multiply.com/journal/item/125/Sharing_Penulisan?replies_read=3