Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Ensiklopedia Alloh

http://wasathon.com/resensi-buku/read/ensiklopedia_alloh/
Sang penulis, Abu Fikri Insani, nama pena dari Yanuardi Syukur, anggota Forum Lingkar Pena (FLP), mengajak kita semua untuk sejenak mengakrapi siapa Tuhan kita. Yang boleh jadi kita hanya sering mendengar namaNya, tapi tak benar-benar mengenalNya.

selanjutnya sila ke link

Senin, 26 Maret 2012

Nur Mursidi: Mencintai Buku Seperti Kekasih

http://wasathon.com/bincang_tokoh/read/nur_mursidi_mencintai_buku_seperti_kekasih/
Dapatkah kita mencintai buku seperti mencintai kekasih? kalau belum tidak ada salahnya belajar dari pengalaman Nur Mursidi pada artikel yg bisa dibaca melalui link di atas, semoga bermanfaat

Sabtu, 17 Maret 2012

[Kultwit] Mengasihi oleh Arvan Pradiyansyah

1.Teman,untuk dapat mengasihi orang lain,kita perlu bayangkan orang lain sebagai diri sendiri. #The7LawsofHappinessBook

2.Bayangkan kita ada di posisi orang tersebut. #The7LawsofHappinessBook

3.Maukah kita diperlakukan tidak sepatutnya? #The7LawsofHappinessBook

4.Maukah kita disepelekan oleh orang lain? #The7LawsofHappinessBook

5.Kalau Anda menjawab tidak berarti orang lain pun akan menjawab tidak. #The7LawsofHappinessBook

6.Namun,Anda akan menjadi orang yg sangat luhur jika mampu mengasihi tnpa menuntut u dkasihi trlebih dulu #The7LawsofHappinessBook

7.Selamat berakhir pekan, teman. Salam dari taman samping. rumah
 #The7LawsofHappinessBook

Sumber: Twitter Arvan Pradiyansyah

Senin, 05 Maret 2012

Setengah Karyawan Setengah Bos Tapi Kaya

http://wasathon.com/entrepreneur/read/setengah__karyawan_setengah_bos_tapi_kaya/
Apa yang terpikir dalam benak kita saat mendengar kata "bisnis sampingan"? Penghasilan tambahan yang menjanjikan? atau malah perasaan enggan dan takut repot karena sudah seharian memeras tenaga di kantor atau tempat kerja? Kedua macam pemikiran itu adalah hal yang manusiawi karena manusia yang normal tentu saja ingin lepas dari kesulitan dan mendapat kesenangan. Buku ini adalah salah satu upaya dari para penulisnya untuk menjembatani kedua pemikiran yang sekilas saling bertentangan itu.

Selanjutnya, ada di link :)

Semoga bermanfaat

Selasa, 07 Februari 2012

[Book Excerpt / Cukilan Buku] Sedikit tentang Hati

Hari Valentine yang katanya hari kasih sayang itu oleh sebagian aktivis malah diperingati dengan mencanangkan Hari Menutup Aurat Nasional.  Puluhan aktivis pun membentangkan spanduk untuk menghimbau para saudara perempuan (laki-laki juga) mereka untuk menutup aurat.  Sebagian dari foto-foto aksi mereka bisa dilihat di Facebook.  

Ada istilah yang seringkali dipakai para perempuan yang belum sepenuhnya menutup aurat mereka, yaitu "jilbab hati".  Padahal, hati atau qolbun itu sendiri berasal dari kata dalam bahasa Arab yang bermakna berbolak balik.  Manusia tidak mampu msembolak balik hatinya sendiri, apalagi hati orang lain.  Hanya Allah SWT sajalah yang mampu melakukan hal tersebut karena Dialah Sang Pemilik seluruh hati yang ada dalam diri dir manusia.  Sehingga, bagaimana mungkin hati bisa dijilbabi?

Sedikit tentang hati, saya ingin share sedikit dari buku yang saya tulis bersama seorang teman.  Memang, yang akan saya share ini dari bab tentang Hal-hal yang dapat menghalangi orang lain dari memaafkan sesamanya yang bersalah padanya.  Namun, karena menyinggung soal hati dan cukup nyambung sama kegiatan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut saya share excerpt / potongan dari naskah buku tersebut, semoga bermanfaat

------------------
F.    DENDAM

... to the last I grapple with thee; from hell's heart I stab at thee; for hate's sake I spit my last breath at thee.
Captain Ahab

    Kata kata mengerikan itu diucapkan oleh Captain Ahab, tokoh rekaan Herman Melville dalam novelnya yang terkenal, Moby Dick. Ahab, sang kapten kapal Pequod, terobsesi untuk membalas dendam pada Moby Dick, paus putih raksasa yang memakan sebeleh kakinya hingga putus. Sang kapten pun terpaksa memakai kaki palsu dari kayu. Ahab tidak bisa melupakan dendamnya pada Moby Dick.  Akibatnya, seluruh pelayaran tersebut malah menjadi ajang perburuan si ikan paus putih.  Semua pihak, baik pemilik, awak kapal dan kapten Ahab sendiri, mengalami kerugian yang luar biasa besarnya.  Saat bertemu dengan si paus putih, sang kapten terjerat oleh tali harpoon di lehernya dan terbawa ke dalam lautan.  Bahkan kapal Pequod sendiri pun hancur ditabrak Moby Dick dan semua penumpangnya, kecuali Ishamel, tewas tenggelam di lautan. Moby Dick sendiri hanya menderita beberapa luka yang tidak terlalu parah.

    Dendam adalah sisi lain dari kesombongan yang jarang disadari oleh banyak orang.  Sebagaimana kesombongan pertama di alam semesta ini dilakukan oleh Iblis, dendam pertama pun dilakukan oleh makhluk yang sama.  Bahkan, bukan hanya pada Nabi Adam namun juga pada seluruh anak cucu keturunan beliau. Padahal, Nabi Adam dan anak cucunya tidak punya kesalahan sedikitpun pada Iblis.  Allah subhanahu wa-ta’ala menjelaskan sifat buruk Iblis itu dalam Al Quran “Iblis berkata: ‘Karena Engkau (wahai Allah) telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (yaitu anak cucu adam) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapatkan kebanyakan mereka sebagai orang-orang yang bersyukur’” (Al-A’raf: 16-17).

    Dendam membalut hati bagaikan aspal melapisi jalanan.  Tanah yang dilapisi aspal tidak bisa dimasuki oleh air.  Begitu pula hati orang yang penuh dendam tidak akan mudah menerima nasihat dan memaafkan orang yang bersalah.  Hati atau qalbu memiiki vibrasi energinya sendiri yang hanya bisa dibolak-balik oleh Pemiliknya yaitu Allah subhanahu wa-ta’ala.  Seringkali orang berkata “Jika Allah subhanahu wa-ta’ala membukakan hati saya, maka saya akan memaafkan dia.” Masalahnya, mana mungkin Allah subhanahu wa-ta’ala akan membukakan mata hati orang tersebut kalau dia sendiri tidak mau membersihkan dirinya dan menyucikan jiwanya.  Sama saja dengan orang yang sholat namun tidak berwudhu terlebih dahulu.    Sholat yang dikerjakan orang tersebut tidak sah dan Allah subhanahu wa-ta’ala tidak akan menerimanya.  Orang yang penuh dendam jiwanya sangat kotor bagaikan rumah yang sudah lama tidak dibersihkan.  Ruang hati orang yang terjajah oleh dendam pribadi akan seperti rumah yang ruangan-ruangannya kotor, penuh debu dan kotoran sehingga tidak bisa ditempati manusia.   Sebaliknya, binatang-binatang seperti tikus atau kecoa suka bertempat tinggal di sana.  Tentu saja sulit mengharapkan adanya kebaikan besar, seperti tindakan memaafkan, bisa muncul dari ruang hati seperti itu.  

------------------
Saya sendiri tidak tahu apakah naskah lengkap buku itu akan diterbitkan dan kapan terbitnya. Mohon doa rekan-rekan MPers sekalian biar bisa terbit dan bermanfaat untuk para pembacanya

Minggu, 05 Februari 2012

Social Enterprise

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:Ahmad Juwaini
Judul: Social Enterprise
Penulis: Ahmad Juwaini
Penerbit: Expose (Mizan Group)
Cetakan: I (Juni 2011)
Jumlah Halaman: 260 hal
Kategori: Ekonomi

"Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya"
Social Enterprise
halaman 65

Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai nilai-nilai inti yang menjiwai seorang pebisnis sosial. Nilai-nilai inti yang harus dianut seorang pebisnis sosial antara lain swadaya atau mandiri, peduli, antieksploitasi, kemitraan dan sinergi. Tiap sikap nilai yang dibutuhkan seorang pebisnis sosial dijelaskan dengan gamblang dalam buku ini. Walaupun, tentu saja, siapa saja dan apapun profesinya dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Nilai-nilai itu laksana bibit tanaman yang akan tumbuh menjadi pohon besar nan rindang, teduh dan banyak buahnya. Nilai-nilai itu dapat ditanamkan pula pada anak-anak. Bahkan, semakin dini penanaman akan semangat kepedulian tersebut, akan semakin baik hasilnya. Di halaman 209 ada kisah seorang gadis kecil bernama Alisa. Suatu ketika, si gadis kecil berkata pada ayahnya "Yah, bolehkah Alisa puasa Senin Kamis, namun setiap kali Alisa puasa, ayah memberi Alisa uang yang akan Alisa sumbangkan ke Palestina". Memang, saat itu tragedi Gaza sedang berkecamuk karena serangan brutal kaum Zionist.

Bisnis sosial adalah bisnis yang bukan bertujuan mencari keuntungan / profit. bisnis sosial juga mengelola modal untuk mencari keuntungan, namun keuntungan itu bukan untuk mmeperkaya si pemilik bisnis namun untuk kebaikan sosial mereka yang terlibat dalam bisnis tersebut. Si pemilik boleh mengambil keuntungan sebatas balik modal saja. Selebihnya, digunakan untuk pengmenbangan bisnis itu sendiri. Tujuan utama bisnis sosial adalah untuk membebaskan orang miskin dari kemiskinan yang melingkupinya. Bisnis sosial adalah kombinasi sinergis dari Bisnis kapitalistik pengeruk keuntungan material dengan sumbangan amal atau charity.

Bisnis sosial hanya akan berjalan baik jika dilaksanakan oleh orang-orang dengan kecerdasan sosial yang tinggi. Kecerdasan sosial di sini merujuk pada kemampuan seseorang mengetahui, merasakan dan mampu mengatasi persoalan-persoalan sosial di lingkungan tempatnya berada. "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" demikian kutipan menarik dalam buku Social Enterprise ini di halaman 65. Bisnis sosial sangat berbeda dengan amal atau sedekah walaupun keduanya memiliki persamaan sama sama memberi kepada orang miskin. Bedanya, sedekah memberi hasil sedangkan bisnis sosial memberikan kesempatan pada kaum miskin untuk menempuh proses keluar dari kubangan lumpur kemiskinan.

Bisnis sosial hadir tidak untuk menyaingi apalagi memerangi bisnis yang berorientasi pada pemaksimalan profit. Bisnis sosial justru akan menghadirkan pasar baru yang berisi orang -orang yang baru terbebas dari kemiskinan. Para pebisnis yang berorientasi profit akan dapat mendapatkan keuntungan dari orang-orang tersebut. Bisnis sosial hadir untuk melengkapi kekurangan kapitalisme yang cenderung menafikan dan menganaktirikan orang-orang miskin.

Bisnis sosial akan lebih efektif apabila dijalankan oleh orang-orang yang mengerti dan memahami serta mempercayai potensi kebaikan yang ada dalam diri setiap manusia. Muhammad Yunus, seorang professor dari Universitas Chittagong, Bangladesh adalah salah satu dari orang-orang tersebut. Sehingga, walaupun mungkin bukan yang pertama, namun bisnis sosial seringkali identik dengan nama beliau. Pendiri Grameen Bank ini seakan sudah menjadi icon dari bisnis sosial. Hasil pembelajaran sang profesor ekonomi yang berguru pada rakyat miskin Bangladesh ini seringkali mewarnai banyak wacara tentang bisnis sosial. Termasuk dalam buku ini.

Selebihnya, buku ini berisi portfolio unit-unit bisnis Dompet Dhuafa yang dapat dijadikan model untuk pengembangan bisnis sosial. Pembahasan tentang unit-unit bisnis tersebut dijabarkan dengan cukup mendetail sehingga mereka yang mau memulai bisnis sosial dapat mempelajarinya dengan baik. Walaupun tentu saja tidak harus persis sama. Pendek kata, buku ini sangat layak dibaca oleh siapapun yang peduli pada kaum miskin. Buku Social Enterprise karya Pak Ahmad Juwaini ini akan menyadarkan kita betapa pentingnya memberdayakan kaum miskin agar mereka mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri. Semoga suatu saat nanti, dunia yang benar-benar bebas dari kemiskinan akan terwujud, Insya Allah. Aamiin

Kamis, 19 Januari 2012

RESENSI BUKU

http://resensor.blogspot.com/
Blog berisi contoh-contoh resensi buku, sebagai referensi bagi yang sedang belajar meresensi buku

Rabu, 18 Januari 2012

Bedah buku The Paradise Journeys dan Workshop Traveling Murah, Praktis dan Asyik

Start:     Feb 4, '12 1:00p
End:     Feb 4, '12 3:00p
Location:     Toko Buku Leksika Kalibata City


Ikuti Bedah buku The Paradise Journeys
dan Workshop Traveling Murah, Praktis dan Asyik

Buat kamu-kamu yang hobi traveling dateng ya:

Hari/Tgl: Sabtu 4 Februari 2012
Waktu: Pukul 13.00-15.000
Tempat: Toko Buku Leksika Kalibata City
Pembicara: Muthia Esfand (Penulis) & Akbar Tri Kurniawan (Penulis)

Yang menarik neh 40 pendatang pertama dapat bukunya (seharga 43 ribu) GRATIS

Konfirmasi kedatangan ketik: Nama dan email kirim ke 0821 2314 7969

Selasa, 25 Oktober 2011

Sukses Penuh Keberkahan

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Danu Kuswara
"Pancinglah kebaikan dengan melakukan kebaikan" demikian pesan yang dituliskan oleh Kang Danu saat menandatangani buku tulisannya milik saya. Memang, yang namanya kebaikan hanya akan datang pada mereka yang suka berbuat baik. Ibarat memancing, harus ada umpan yang diberikan. Dan umpan untuk memancing datangnya kebaikan harus pula berupa kebaikan, tidak bisa yang lain. Seperti lyric dalam salah satu lagu yang ada dalam film musikal Sound of Music "Nothing comes from nothing, nothing ever could. But somewhere in my youth or childhood, I must have done something good".

Buku ini diberi judul Sukses Penuh Keberkahan. Terkadang ada orang yang sukses luar biasa, berhasil menggapai semua atau sebagian besar keinginannya, kaya raya luar biasa namun keberkahan seakan menguap habis tak bersisa. HIudp senantiasa dirundung kemalangan dan kekecewaan, penuh ketakutan dan kekhawatiran. Kesuksesan yang diraih ternyata tidak memberikan ketentraman dan kebahagiaan, bagai meminum air laut yang asin, diminum malah semakin haus. Harta melimpah dan ketenaran gemerlap hanya menambah beratnya kehampaan dalam hati. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang hidupnya berkah dan tenang, namun relatif jauh dari kesuksesan. Walaupun berkah, namun posisi dan jumlah penghasilan yang diinginkan seakan sulit untuk dicapai. Penghasilan bulanan yang diperoleh terus menerus habis tanpa sisa sehingga sulit untuk menabung dan menyisihkan penghasilan. Sehingga, sulit bagi orang-orang seperti itu untuk dikatakan orang sukses. Masalahnya kini adalah, apakah kesuksesan dan keberkahan akan selamanya terpisahkan oleh dinding pemisah yang tebal dan kukuh? Apakah mungkin kedua hal yang sepintas terlihat saling bertentangan itu bisa berjalan beriringan dalam keharmonisan yang indah? Tentu saja, dengan izin dan perkenan Allah SWT, hal itu bisa diwujudkan. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari dan menyelami keteladan dan hikmah yang ada dalam buku ini.

Di dalam buku ini, selain ada beberapa kiat sukses yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan, juga ada kisah beberapa pribadi inspiratif yang menggugah nurani dan layak untuk diteladani. Sukses, apalagi yang disertainya keberkahan, tidak saja bisa diraih dengan kiat-kiat tertentu. Bagi sebagian orang, kiat-kita itu justru malah membingungkan dan menghambat perjalanan mereka menuju sukses. Manusia seringkali lebih banyak menyerap pelajaran melalui kisah-kisah teladan yang menggugah. Betapa banyak orang yang telah berbuat banyak bagi sesama manusia walaupun harus memeras keringat dan menempun perjuangan yang berat. Mereka, dengan perkecualian Morinho sang pelatih sepak bola, bukanlah orang-orang dari kalangan selebritis atau orang-orang terkenal yang sering muncul di televisi atau media. Mereka justru berasal dari kalangan menengah ke bawah yang bergelut dengan kehidupan sehari-hari. Namun, kisah mereka tidak kalah menggugah daripada yang seringkali kita saksikan di layar perak atau layar kaca.

Salah satu tulisan yang spesial bagi saya adalah kisah Mak Eroh. Mak Eroh adalah seorang perempuan tua yang semangat dan kekuatannya jauh lebih kuat daripada banyak orang-orang muda. Selama dua tahun, beliau berjuang keras melubangi bukit agar air dapat mengalir mengairi sawah. Walaupun dianggap gila, beliau tidak menyerah. Saya sendiri pernah menyaksikan tentang beliau di TVRI di rumah nenek saya bertahun-tahun yang lalu. Memang, sejak kecil saya selalu tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan air, sehingga perjuangan mak Eroh sangat menarik bagi saya. Walaupun tentu saja saya tidak terlalu mengerti karena saat itu masih sangat kecil. Beliung dan palu yang diayunkan mak Eroh tentu lebih membawa manfaat dan keberkahan daripada hal hal sensasional hampa makna yang banyak disajikan di internet, televisi maupun panggung-panggung hiburan. Kisah seorang kepala sekolah yang harus merangkap sebagai pemulung dan seorang suster yang harus menyebarangi pulau demi pulau untuk membantu mereka yang melahirkan juga tak kalah menggugah dan mengharukan. Pendek kata, buku yang berisi materi-materi siaran yang pernah dibawakan Kang Danu di Bahana 101.4 FM dan RRI Pro 2 FM sangat layak untuk disimak. Insya Allah akan ada pencerahan-pencerahan yang akan menjadi tambahan motivasi dan peningkatan spiritualitas dalam diri kita.

Berhubung buku ini tidak dipasarkan melalui toko-toko buku, untuk rekan-rekan yang berminat bisa langsung menuju FB Kang Danu atau Fan Page buku ini di Facebook.

Semoga bermanfaat

Senin, 24 Oktober 2011

"bukunya Kang Danu : Sukses Penuh Keberkahan" | Facebook

http://www.facebook.com/pages/bukunya-Kang-Danu-Sukses-Penuh-Keberkahan/131532390282271
Sebuah buku tentang motivasi, pencerahan, hikmah, yang berupa kumpulan materi siaran motivasi dan inspirasi di RRI Pro 2, 105 FM dan Bahana 101.8 FM dari Danu Kuswara (Kang Danu)

Sabtu, 02 Juli 2011

Ufuk Press Online - Quantum Touch

http://www.ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=282
Sinopsis

Quantum Touch (Sentuhan Kuantum) mewakili terobosan besar dalam seni penyembuhan dengan tangan. Bagi SIAPA PUN tak terkecuali ANDA. Quantum Touch memungkinkan Anda memiliki kekuatan untuk pekerjaan Anda yang sebelum ini nampak tidak mungkin. Quantum Touch Juga cukup membantu ketika diterapkan untuk beragam keadaan, seperti pengobatan jarak jauh, untuk membantu menyeimbangkan tekanan emosional, atau bahkan untuk menyembuhkan hewan peliharaan Anda. Masa depan itu adalah sekarang dan Quantum Touch bukan hanya penemuan yang mengagumkan, namun juga kemampuan yang amat penting untuk dimiliki.

_________________________REVIEW__________________________


“Quantum Touch tampil sebagai teknik pertama yang benar-benar dapat menjadikan kita semua sebagai seorang penyembuh.” —C. Norman Shealy, M. D., Ph. d., Pendiri dan Presiden American Holistic Medical Association “Sebuah terobosan besar dalam penyembuhan menggunakan tangan.” —Majalah Alternative Medicine “Sudah 15 tahun lebih saya shalat hanya sambil duduk, karena pernah mengalami gegar otak. Saya coba ikut pelatihan Quantum Touch dan ketika baru selesai mengikuti sesi latihan pernafasan dan self healing, kemudian saya shalat zuhur dan sungguh saya sangat terkejut, saya bisa shalat sempurna. Subhanallah...” —Ibu Hj. Mien, Pasien Jantung “Subhanallah! Merasakan banyak energi cinta yang luar biasa. Bisa membantu membetulkan posisi tulang pinggang yang miring ke posisi yang benar dalam 7 menit.” —Upik, Praktisi Klinik Holistic Healing “Selama ini sudah beberapa orang saya terapi Quantum Touch, alhamdulillah berhasil. Terakhir pasien saya sakit jantung 1 bulan di ICU. Namun, setelah 1 minggu saya terapi jarak jauh, pasien saya lapor jantungnya tidak sakit lagi dan enak tidur.” —Hasan, Ketua Alumni Quantum Touch, Balikpapan

Rabu, 22 Juni 2011

Seminar Pendidikan Islam

Start:     Jun 29, '11 08:00a
End:     Jun 29, '11 3:00p
Location:     Aula Gedung Pascasarjana Universitas Ibn Chaldun


Kontribusi:
Umum & Profesional Rp 100.000,-
Mahasiswa Rp 75.000,-

Biaya sudah termasuk:
sertifikat, makalah, makan siang, dan snack + 1 paket buku Sejarah Nasional Perspektif Baru (harga paket buku Rp 66.000,-)

transfer ke:
BNI cab. Rawamangun
No Rek 0012640663
an. Dinar Dewi Kania

Bank Mandiri
No Rek. 1570002512680
an. Isnaini Padilah

Informasi lebih lanjut:

Dinar Kania (0812 824 5341)
Wendi Zarman (0815-713-1405)
Email: andalusiaedu@gmail.com

Minggu, 12 Juni 2011

Yanuardi Syukur | Facebook

http://www.facebook.com/pages/Yanuardi-Syukur/174143062643820
Fan Page dari sahabat saya yang juga seorang penulis yang karya karyanya sangat layak untuk dibaca

Yang mau me-Like silakan

Rabu, 27 April 2011

[Kultwit] Ibu Kiswanti by MRI Pusat

Kuliah Twitter berikut ini disampaikan oleh MRI Pusat tentang sesosok ibu yang menjadi inspirasi bagai perubahan di kampungnya.  

1. Sedikit akan kultwit bercerita seorang ibu yang menjadi inspirator bagi kaumnya dan juga bagi kita pemerhati dunia kemanusiaan

2. Ada yang pernah mendengar nama seorang ibu berasal dari Kampung Lebak Wangi? #sosok

3. Seorang ibu sederhana namun dengan kesederhanaannya beliau berbuat merubah keadaan kampungnya #sosok

4. Sebuah kampung kecil itu terletak tak jauh dari ibukota Jakarta, sekitar setengah jam dari Jakarta selatan #sosokinspirasi

5. Ya, nama ibu itu adalah Kiswanti, seorang ibu yang mendirikan taman baca bernama WARABAL #sosokinspirasi

6. WARABAL atau (Warung Baca Lebak Wangi) berada di Jl kamboja RT 1/! Kp Lebak Wangi, Ds Pemagarsari, Kec Parung #sosokinspirasi

7. Warung Baca atau taman baca tersebut didirikan oleh Bu Kiswanti di rumah tempat tinggalnya #sosokinspirasi

8. Alasannya, Bu Kiswanti merasa gundah melihat anak kampungnya lebih gemar bermain Play Station dan tayangan tidak mendidik #sosokinspirasi

10. Melihat kondisi tersebut Bu Kiswanti seorang Ibu rumah tangga tergerak hatinya merogoh kocek untuk memberli buku #sosokinspirasi

11. Dan tentu saja, niatnya hanya satu. Agar anak-anak Kampung Lebak Wangi gemar membaca. #sosokinspirasi

12. “Bagaimana kampong ini bias maju, jika anak-anak kami tidak cerdas.” Resah Bu Kiswanti #sosokinspirasi

13. Bu Kiswanti bukanlah orang berada, ia bukanlah sosok orang yg punya banyak harta #sosokinspirasi

14. Sehingga berani mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membuat taman bacaan dirumahnya #sosokinspirasi

15. Dilingkungannya Bu Kiswanti dikenal sebagai ibu rumah tangga, namun ada yang berbeda dengan ibu yang lainnya #sosokinspirasi

16. Kegundahan terhadap masa depan anak-anak dan kampung tercintanya menjadi pembeda antara Bu Kiswanti dengan yang lain #soskinspirasi

17. Karena itu, 4 Desember 2003, berdirilah Taman Baca WARABAL, sebuah nama yang sangat sederhana #sosokinspirasi

18. Nama yang dirangkai oleh seorang ibu yang juga sangat sederhana #sosokinspirasi

19. Koleksi bukunya pun tdk banyak, hanya sekitar 180 buku, sebagian mrpkan koleksi pribadinya, sebagian lainnya dibeli dr uangnya sendiri.

20. Bukan hal mudah bagi seorang Kiswanti merintis usaha mulianya mencerdaskan anak-anak kampung Lebak Wangi #sosokinspirasi

21. Mulanya, Taman Baca-nya tak dilirik sama sekali oleh anak-anak. Namun Kiswanti pantang menyerah #sosokinspirasi

22. jika d kampungnya tdk banyak yg mau mmbaca, maka ia brsepeda belasan kilometer setiap hari utk bertandang k kampung lainya #sosokinspirasi

23. Setiap hari, di sore hari Kiswanti mengayuh sepeda dan singgah di berbagai kampung. #sosokinspirasi

24. Yang ditawarkan hanya satu, buku-buku yang disusun di rak sepedanya. #sosokinspirasi

25. Sbg seorang manusia, tentu saja ia punya rasa lelah. Terlebih bila tidak banyak anak yg mau membaca buku yg dibawanya. #sosokinspirasi

26. Padahal, ia harus menggadaikan banyak hal untuk melakukan perjuangan mulia tersebut. #sosokinspirasi

27. Namun, senyum Kiswanti langsung mengembang tatkala ada satu-dua anak yang menghampiri sepedanya untuk membaca-baca. #sosokinspirasi

28. Ya, mulanya hanya satu-dua anak saja di setiap kampung yang dikunjunginya #sosokinspirasi

29. itulah yg senantiasa mjdi energi tambahan perempuan sederhana ini utk terus mengayuh hingga puluhan kilometer stiap hari.#sosokinspirasi

30. Kerja kerasnya berbuah hasil. Dari 180 koleksi bukunya, kini Taman Baca WARABAL sudah mengoleksi 1714 buku. #sosokinspirasi

31. Buku yang terdiri dari buku bacaan anak, komik, majalah dan beberapa bentuk mainan anak-anak. #sosokinspirasi

32. Semuanya ia usahakan sendiri, bekerja sama dg Komunitas 1001buku dan berbagai pihak donatur yg terkesan dg perjuangannya #sosokinspirasi

33. Memang, Kiswanti tidak pernah berhenti meminta bantuan siapa pun yg tergerak untuk menyumbangkan buku utk taman bacanya. #sosokinspirasi

34. "Anak-anak yang baca, tidak satu pun yang dimintai bayaran. Semuanya gratis," tegas Kiswanti $sosokinspirasi

35.Hingga hari ini, Kiswanti masih trus mngayuh sepeda belasan km tiap hari utk singgah di kampung lain yg jauh dari taman bacanya.

37. "Ada sekitar 60-an anak, tapi saya kasihan sama anak-anak kampung lain yang tidak bisa datang ke sini.#sosokinspirasi

38. Makanya saya masih harus terus membawakan buku ke kampung mereka," tambahnya. #sosokinspirasi

39. Terakhir ketemu di event #odekampung #rumahdunia, Bu Kiswanti sedang mengajak ibu kampung untuk belajar menjahit #sosokinspirasi

40. Sementara Bu Kiswanti sendiri tidak bisa menjahit. "di buku kita dapat belajar menjahit." Ujarnya. #Sosokinspirasi

41. Memang baru sekedar membuat keset. Namun beliau juga bersedia untuk menjajakan hasil karya ibu-ibu kampung #sosokinspirasi

42. Bu Kiswanti juga mengajak ibu kampung membuat kue kering, dan Bu Kiswanti juga tidak punya basic disana. #sosokinspirasi

43. Jawaban yang diterima tetap sama "Dibuku kita busa belajar mmbuat apa saja." ketika ditanya kenapa berani mengajak orang #sosokinspirasi

44. Itulah cerita singkat Bu kiswanti sebagai #sosokinspirasi untuk kita yang ingin berbuat bagi orang lain.

Jumat, 11 Maret 2011

Jumpa Penulis Gema Insani - INSISTS

Start:     Mar 13, '11 10:00a
End:     Mar 13, '11 12:00p
Location:     Islamic Book Fair 2011
UNDANGAN : Untuk Para Pemerhati Pemikiran Islam Anti Liberal

Hadirilah Jumpa Penulis Gema Insani - INSISTS

Waktu: Hari Minggu, 13 Maret 2011.
Jam 10.00 sd 12.00 wib

Tempat: Islamic Book Fair, Istora, Gelora Bung Karno - Ruang Anggrek Lt. 2

PEMBICARA:
Adnin Armas MA (Peneliti INSISTS - Pemred Majalah Gontor)
Fahmi Salim MA (Peneliti INSISTS - Dir. LEMKIA UIA)

KONFIRMASI KEHADIRAN SMS KE: 087878147997

Rabu, 29 Desember 2010

[Resolusi 2011] Lima Judul Buku

Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu merugi. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.

QS Al Ashar: 1 - 3

Detik demi detik tidak terasa berlalu, tahun yang baru akan segera tiba dalam hidup kita.  Jatah hidup kita semakin berkurang walaupun dari segi angak usia bertambah.  Memang, Insya Allah kita masih termasuk orang beriman walaupun mungkin imannya masih lemah dan rapuh bagai rumah kayu yang dimakan rayap.  Namun, beriman saja tentu tidak cukup, kita perlu beramal sholeh sebagai bekal di akhirat nanti.  Amal sholeh mungkin bisa didefinisikan sebagai perbuatan baik yang ditujukan untuk menggapai keridhoan Allah SWT dan mempunyai efek samping yang positif dalam kehidupan sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.   

Bapak Quraish Shihab, saat menjelaskan makna Iyyaka na'budu wa Iyyaka nastain pernah mengatakan "mengapa pada saat sholat sendiri, ayat itu tetap dibaca Iyyaka na'budu wa Iyyaka nastain, yang berarti hanya kepadaMu kami menyembah dan kami minta pertolongan?  Beliau lalu mengatakan bahwa Islam adalah agama kebersamaan.  Karena itu, kita harus peduli pada sesama saudara kita.  Sehingga, untuk menjadi orang yang tidak merugi, kita juga perlu saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.  Salah satu cara menasihati yang baik adalah dengan tulisan.  Pepatah Latin mengatakan Verba volant, littera scripta manet, yang terucap akan musnah, yang tertulis akan abadi.  Tulisan yang baik akan bermanfaat untuk banyak orang walaupun penulisnya telah tiada.

Sangat sayang apabila moment patah hati yang pernah dialami tahun 2010 ini tersia-siakan. Setelah berhasil memanfaatkan moment tersebut untuk menggondol beasiswa SMO 2010 di Sekolah Menulis Online-nya pak Jonru, Insya Allah saya akan meneruskan dengan menulis buku sendiri, Insya Allah minimal LIMA JUDUL BUKU.  Saya sengaja mencanangkan target yang luar biasa itu sebagai upaya menantang diri sendiri dalam dunia kepenulisan.   Keinginan ini terinspirasi oleh buku MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN yang diterbitkan oleh Leutika Publisher.  Dalam buku tersebut, kedua penulisnya mengutip prinsip yang dijelaskan Pak Jamil Azzaini dalam membuat pencapaian.  Pencapaian yang baik haruslah masuk akal dan menantang.  JIka ada yang baru belajar menulis lalu mencanangkan resolusi menulis sebuah buku di tahun depan, hal itu merupakan tantangan yang cukup berat dan patut diperjuangkan.  Namun, jika sudah banyak mem-publish tulisan di situs jejaring sosial dan sudah mengumpulkan banyak jempol serta komentar positif, target satu buku tentunya kurang menantang, walaupun tetap masuk akal.  

Alhamdulilah, banyak yang mengatakan bahwa tulisan-tulisan saya cukup bagus, walaupun tentu saja masih banyak kekurangan di sana - sini.  Sangat berbeda dengan tulisan-tulisan saat awal-awal nge-blog dulu, sekitar tahun 2007.  Yang mau lihat tulisan-tulisan tersebut, silahkan mampir ke blog saya, masih ada koq.  Pak Jonru juga pernah bilang bahwa di dunia ini tidak ada tulisan yang bagus, yang bagus adalah hasil tulisan yang sudah di-edit.  

Tantangan tersebut tentu saja sudah termasuk perbaikan diri.   Agar mampu mencapai penaklukkan tantangan tersebut, saya harus mampu memperbaiki diri aga mampu menggapai standart minimal dan keluar dari zona nyaman yang membelenggu selama ini.  Tantangan seberat itu tentu tidak bisa diselesaikan hanya dengan bermalas-malasan dan bersikap terlalu permisif pada diri sendiri.  Al Quran dan Hadits shahih pun banyak yang menekankan pentingnya memperbaiki diri terus menerus.  Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin.  Orang yang merugi adalah orang yang hari ini sama saja dengan kemarin hari, apalagi yang lebih buruk.   

Terinspirasi dari buku MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN hadiah dari lomba Menulis Teman Maya yang diselenggarakan di Multiply oleh mbak Dewayanie.  Terima kasih banyak mbak

Sebuah janji untuk diri sendiri, semoga bermanfaat untuk yang membaca

Jumat, 22 Oktober 2010

[Pena Lectura] Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat

"kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat"

Bayu Gawtama

Saya pertama kali mengenal Pena Lectura, kalau tidak salah, sedang mau upload journal ke MP.  Journal itu tentang perjalanan tim Trauma Healing ke Padang pada saat gempa besar beberapa waktu yang lalu. Lalu saya menemukan link menuju journal mbak Gita tentang workshop perdana Pena Lectura di Kuningan, sayang saya lupa yang me-link siapa, he he he.  Karena tempatnya dekat sekali dengan rumah saya, maka saya putuskan untuk ikutan. Kebetulan saat itu saya sedang senang-senangnya belajar menulis demi menyembuhkan patah hati yagn saya alami ...

Alhamdulillah, di workshop tersebut saya mendapatkan pencerahan tentang Creative Non Fiction. Bahwa cerita-cerita nyata bisa dikemas dalam bentuk yang menarik seperti dalam cerpen atau novel.  Sebelum ikut workshop, saya sempat membuat tulisan berdasarkan pengalaman selama di Padang beberapa waktu sebelumnya namun tulisan itu masih berbentuk essay dan kurang memenuhi syarat untuk bisa disebut Creative non fiction.  Sehingga, pada saat pelatihan, saya memperbaiki tulisan tersebut.  Saya sendiri merasa senang karena tulisan saya pun semakin bisa dibaca orang lain dengan nyaman.  

Workshop menarik lainnya yang diadakan Pena Lectura adalah workshop tentang fotografi.  Walaupun termasuk yang agak phobia sama kamera, apalagi yang canggih dan besar serta tombolnya banyak itu, saya tetap ikutan.  Yang paling mengagumkan adlaah foto-foto yang menggambarkan kawasanan kumuh dan miskin yang ada di sekitar kita.  Tentu bukan perkara mudah untuk membawa kamera super mahal ke wilayah-wilayah tersebut.  Semoga foto-foto tersebut bisa menggugah kepedulian yang melihat pada nasib orang-orang yang miskin dan lebih menderita daripada kita.

Sayangnya waktu launching buku Happy Ramadhan with Kids saya tidak bisa datang karena ada keperluan fundrasing bersama Yayasan Sahabat Peduli pada Car Free Day di daerah Thamrin.  Kami sedang mencari dana untuk program LifeSkill Camp 2 untuk anak-anak dhuafa. Saya sendiri diamanahi menjadi terapis yang menterapi orang-orang yang membeli merchandise YSP.  Terapi itu sebagai bonus bagi para pembeli yang menyumbang untuk kegiatan yayasan.   

Untuk berpartisipasi dalam lomba ini, saya baru mampu menyumbangkan satu ide yang ada.  semoga nanti bisa dipertimbangkan dan disinergikan dengan ide-ide lainnya.

Begini idenya:

saat ber-browsing ria, saya menemukan situs nulisbuku.com.  Gak ingat sih kata kunci apa yang dimasukkan ke Google atau dapat situs itu dari link yang mana, tapi sudahlah.  Salah satu pendiri situs itu adalah mbak Aulia Halimatussadiah atau biasa dipanggil mbak Ollie.  Dalam situs yang salah satu pendirinya pernah jadi pengisi acara workshop pertama Pena Lectura itu ada layanan untuk menerbitkan buku sendiri.  Dan yang paling menarik adalah jumlah buku yang bisa diterbitkan tidak harus dalam jumlah eksemplar tertentu.  Satu eksemplar pun tetap bisa diterbitkan. Bahasa kerennya Print on Demand, alias cetak kalau ada pesanan walau cuma sebiji kata orang betawi ..

Situs di atas tentunya bisa jadi alternatif bagi para bloggers yang sudah sangat ingin ingin menerbitkan buku.  Biasanya, kalau mau menerbitkan buku sendiri kan perlu modal cukup besar berhubung percetakan maunya mencetak buku sejumlah tertentu.  Jumlah itu tentunya cukup besar biayanya kalau harus ditanggung oleh kantong pribadi si blogger tersebut.  Sedangkan kalau diterbitkan oleh penerbit, terkadang perlu ada kompromi dengan penulis buku.  Sebagian penulis merasa perlu mempertahankan idelismenya sedangkan penerbit adalah institusi bisnis yang perlu mencari keuntungan.  Sehingga, tidak setiap naskah yang masuk ke penerbit bisa diterbitkan.  Memang, menurut pak Jonru, yang namanya penerbit bukan monster jahat bin kejam pada para penulis.  Penerbit dan penulis adalah mitra kerja yang seharusnya saling menguntungkan.  Namun, tetap saja ada hal-hal tertentu yang menyebabkan naskah tidak lolos.  Salah satunya momentum.  Kalau sekarang kita menerbitkan buku tentang Piala Dunia tentu saja tidak akan laku.  Buku seperti itu hanya laku kalau diterbitkan dan dicetak menjelang dan selama piala dunia, sehingga kalaupun mau diterbitkan harus menunggu sekitar 4 tahun lagi.  Buku kiat meraih Lailatul Qodar tentu sedikit yang mau beli sekarang ini, walaupun tema itu merupakan tema favorit menjelang dan selama Ramadhan.  Lain halnya dengan buku bertema kiat memilih hewan Qurban, bisa jadi buku itu laku keras karena animo orang untuk berqurban sekarang cukup besar dan saat ini Hari Raya Idul Adha hampir tiba.

Atau, bisa jadi dalam buku yang hendak diterbitkan banyak berisi hal-hal yang memang ingin di-share oleh penulisnya di kalangan terbatas.  Misalnya, buku tentang kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan teknik Creative Non Fiction yang pernah dibahas dalam Workshop perdana Pena Lectura.  Bisa juga untuk doorprize di acara-acara Pena Lectura. Terbayang betapa senangnya peserta mendapat buku unik yang tidak bisa ditemukan di toko-toko buku.  Walaupun, bagi yang berminat tetap bisa memesan buku tersebut.  Tentu saja alternatif di atas bukan untuk menggantikan penerbitan buku dengan melibatkan penerbit pada umumnya, namun sekedar alternatif yang bisa ditempuh. Sehingga, makin banyak orang yang bisa mendapatkan "Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat" sesuai judul tulisan ini.

Maka, saya kira tema menerbitkan buku dengan cara Print on Demand seperti di atas akan menjadi tema yang menarik untuk dibahas dalam kegiatan-kegiatan Pena Lectura selanjutnya. 

Demikian yang bisa saya sumbangkan untuk Sayembara ultah pertama Pena Lectura semoga makin sukses dengan segala kegiatannya. Karena bukankah, meminjam kata-kata Mas Bayu, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru".

Semoga bermanfaat