Tampilkan postingan dengan label kesejahteraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesejahteraan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juli 2012

[Sosial] Kesolehan sosial yang terlupakan

"Kehidupan sehari-hari kita adalah tempat ibadah kita yang sebenarnya."
Khalil Gibran.

Masyarakat kita pada umumnya masih menganggap tujuan dari ibadah ritual adalah mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Oleh karena itu, dalam banyak pengajian, para ustadz pengajar seringkali ditanya kalau sholat Duha pahalanya bagaimana, kalau sholat ini atau sholat itu pahala berapa dan sebagainay. Banyak juga diantara mereka yang mudah tergiur oleh amalan-amalan yang dianggap berpahala besar walaupun berdasarkan hadits-hadits yang masih diragukan kesahihannya. Bahkan para ulama banyak yang mengatakan bahwa hadits-hadits yang mendasari amalan-amalan itu adalah maudhu atau palsu adanya. Sehingga tidak layak untuk dijadikan dalil pelaksanaan suatu amalan. Akibatnya, setelah amalan selesai dilaksanakan, mereka pun pulang dengan penuh kepuasan karena merasa sudah berbuat kebaikan yagn banyak.

Akibat dari kesalahan pemahaman seperti itu, kemiskinan seakan tidak bisa dihapuskan dari negeri-negeri kaum muslimin, terutama yang ada di benua Asia. Kesenjangan sosial antara yang kaya dan yamg miskin seakan tak pernah terjembatani. Pemahaman itu membuat orang-orang yang miskin merasa tidak perlu menambah upaya mereka agar bisa keluar dari kemiskinan. Mereka sudah merasa bahwa mereka tidak akan bisa meraih penghidupan lebih baik lagi di masa depan. Kehidupan mereka sampai kapanpun, dari generasi ke generasi, akan tetap miskin seperti itu. Pemahaman seperti itu juga membuat banyak orang yang sesungguhnya mampu enggan bersedekah dan berbagi lebih banyak. Mereka mengira bahwa pahala mereka beribadah siang dan malam sudah menjamin mereka akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti. Kalaupun mereka mengeluarkan harta, mereka sekedar menunaikan kewajiban zakat atau sekedar menyumbang ala kadarnya.  

Padahal, sekitar 70-75% kandungan Alquran berbicara tentang kehidupan sosial ekonomi, bahkan melebihi tentang kandungan Alquran soal ibadah (mahdhah). Al Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT dalam arti ayng seluas-luasnya. Termasuk bagaimana mendistribusikan harta kekayaan kepada sebanyak mungkin manusia agar mereka bisa merasakan manfaatnya. ” Agar supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kalian saja “ demikian disebutkan dalam Al Quran Surat Al-Hasyr : 7. Rasulullah pun bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Dalam hadits yang lain, beliau bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Ayat dan hadits-hadits diatas, serta masih banyak yang lain, dapat kita anggap sebagai indikasi betapa pentingnya kesalehan sosial dalam Islam.

Kesalehan sosial itu pada akhirnya akan memunculkan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial dapat didefinisikan sebagai kepekaan dan kemampuan merespon terhadap masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Dalam buku berjudul Social Enterprise yang ditulis Bapak Ahmad Juwaini, disebutkan bahwa "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" (halaman 65). Orang dengan kesolehan dan kecerdasan sosial yagn tinggi akan menjadi rahmat bagi sesama manusia di sekitarnya. Dia tidak akan bisa merasa tenang dan senang apabila masih ada orang-orang yang hidupnya sengsara, baik oleh karena kemiskinan atau sistem sosial yang zalim. Sebagaimana dicontohkan oleh pendiri Grameen Bank di Bangladesh, Muhammad Yunus.

Alangkah indahnya apabila orang-orang kaya lebih memprioritaskan sedekah dan berbagi pada sesama yang membutuhkan daripada membeli barang-barang mewah. Dan akan lebih indah lagi apabila orang-orang miskin tetap memelihara harga dirinya dari meminta-minta dan selalu semangat untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Itulah sesungguhnya fungsi harta dalam Islam, untuk dimanfaatkan seadil-adilnya dan sebanyak-banyaknya demi kepentingan hajat hidup manusia sebanyak mungkin. Sehingga, kita sebenarnya berpeluang lebih besar meraih pahala melimpah justru dari interaksi sosial dan amal sholeh kita sehari-hari, baik moril maupun materil.

Semoga bermanfaat

Selasa, 17 Maret 2009

[Transkrip] Kunci Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup

Narasumber: Mbak Niek

Setiap orang ingin merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup, walaupun barometernya bisa berbeda-beda.

Bagaimanapun kondisi anda saat ini, apapun modal anda saat ini, anda berhak mendapatkan kebahagiaan hidup.  Tidak ada syarat tertentu semua orang berhak bahagia selama dia menginginkan kebahagiaan itu.   

Kunci2 tersebut antara lain:

1. Belajar menangani rasa putus asa

Banyak orang merasa putus asa saat ditimpa musibah atau mengalami masalah/kesulitan spt diputuskan kekasih, ditolak calon istri/suami, belum dapat pekerjaan, stress dll.  Kita harus belajar menangani putus asa.  Putus asa bisa mengakibatkan tekanan mental dalam kehidupan kita. Tekanan tersebut bisa membuat kita tidak bersemangat dalam hidup ini.  Bagaimana agar kita bisa mengatasi perasaan putus asa ini?

Belajar menangani proses menuju hal tertentu dgn cara belajar

1. Jangan berkeringat hal2 kecil.  jgn khawatir hal2 kecil

2. Ingatlah bahwa semua hal kecil, kita kan merasa lebih ringan.  Anggapan bahwa masalah2 besar adalah dari diri sendiri yang manganggap masalah2 itu monster yang mengerikan.  

Anggapan bahwa masalah itu besar bisa menimbulkan rasa putus asa.

Allah SWT tidak akan memberi masalah lebih besar dari kemapuan kita mengatasinya, sehingga kita perlu belajar mengatasi masalah. terhindar dari putus asa.  Mimpi kita pun terhenti karena keputusasaan yang kita alami.  

Kisah Federal Express yang merencanakan 150 ekspedisi per bulan namun hanya 6 yang masuk.   Bila hal itu terjadi pada diri kita, mungkin akan banyak diantara kita yang berhenti. persaingan banyak kompetisi ketat konsumen terbatas dll.  

belajar banyak dari orang2 yang mengalami beragam tekanan bangkit lalu dapat hal2 yang tidak terduga.

2. Belajar mengatasi penolakan:

Berapa banyak diantara kita yang takut untuk mencoba sesuatu karena takut ditolak.  

Sejarah membuktikan bahwa orang2 yang sukses adalah orang-orang yang tidak takut ditolak, mereka terus berusaha walaupun mendapat banyak penolakan di sana sini, seperti Kolonel Sanders pendiri KFC, Thomas Alfa Edison dll.  Bahkan RAsulullah SAW juga dahulu mendapat banyak penolakan dari kaumnya sebelum berhasil meng-Islam-kan seluruh jazirah Arabia.  

Mereka menganggap penolakan sebagai sumber energi atau sumber kekuatan untuk membuat pribadi mereka menjadi pribadi yang agung, lebih besar dan lebih kuat.  Sehingga mereka bisa bertahan terhadap penolakan2 walaupun beribu kali.   

Orang yang ditolak lalu merasa "down" adalah orang2 yang tidak lagi berpegang teguh pada keinginannya.  Dia tidak lagi bisa meraih keinginan dan mimpi2nya.  

Bisa jadi penolakan itu disebabkan oleh cara atau waktu yang kurang tepat.  

Bukankah apabila kita tidak pernah ditolak kita tidak akan pernah introspeksi, tidak pernah ada motivasi memperbaiki diri dsb? dengan catatan anda tidak berhenti.  


3. Belajar menangani tekanan kesulitan keuangan

Banyak orang yang Penghasilannya ada, bahkan banyak namun tidak bisa menyimpan yang sudah dimiliki dan mengeluarkan uang/harta tersebut di jalan yang tepat. Malahan seringkali dikejar-kejar petugas kartu kredit.   

Kita harus belajar agar tahu bagaimana mencari, menyimpan dan membelanjakan uang.  Bagaimana mencari uang yang cukup dengan cara yang halal dan baik, menyimpan uang tersebut dengan baik dan mengeluarkan di jalan yang halal baik dan tepat sasaran.  

(keterangan lebih lanjut bisa dibaca di buku Pak Supardi Lee, The Rich Plan)

Kesejahteraan berkaitan dengan materi, kebahagiaan tidak harus berkaitan dengan materi.  Kebahagiaan lebih berkaitan dengan ketenangan.  Yang membuat kita sulit melihat jalan keluar adalah karena kita tidak tenang.  Kita perlu meluangkan waktu sedikit untuk menjadi observer/pengamat bagi diri sendiri.  dengan demikian, kita akan bisa melihat diri kita sendiri dengan lebih objektif.  Apabila sering dilatih dengan baik, Insya Allah kita akan lebih tenang.

Jika anda menetapkan kesejahteraan dgn rumah yang sederhana, kendaraan keluarga dan pasangan hidup yang baik dan anak2 yang sholeh, usahakan agar diraih agar anda bahagia.  Namun, apabila belum, jadilah orang yang bahagia.  Orang yang bahagia akan mudah mengundang kebaikan dari orang lain, termasuk kepercayaan.  Materi dan kesejahteraan akan mengikuti cepat atau lambat.  

4. Belajar Berikan lebih dari apa yang anda harapkan diterima dari orang lain

dalam kehidupan berumah tangga, banyak istri/suami yang mengeluh bahwa pasangannya kurang perhatian namun itdak ada yang mau mulai, sama2 nunggu. Jika salah satu memberi kepada yang lain, bahkan memberi lebih, maka dia akan menerima apa yang dia harapkan.  

Jika anda sudah punya perusahaan, rumah mewah dll, namun hanya dinikmati sendiri, itu bukan kebahagiaan atau kesejahteraaan.  Jika sudah banyak orang yang menikmati, itulah kebahagiaan dan kesejahteraaan

Anthony Robbins dalam Unlimited Power.  Pada suatu hari Thanksgiving, dia tidak punya apa.  Tiba ada yang mengetuk pintu tempat tinggalnya dan memberi parcel, daging kalkun dll.  Dia merasa bahagia dan termotivasi untuk memberi kebahagiaan kepada orang lain.  Dia memberi banyak hal setiap hari thanksgiving saat dia sudah sukses dan jadi motivator no. 1

Jika seseorang bahagia dan sering membagi kebahagiaan kpd orang lain, maka orang ini akan tetap hidup di hati orang2 yang dia beri kebahagiaan.  

Memberi bisa berupa materi atau non materi, namun jika kita selalu memberi keduanya, misalnya sedekah dgn senyum, tentu

Orang yang bahagia akan tampak dari gerak-geriknya, lebih terarah, elbih teratur dan lebih bisa menebarkan energi kebaikan.  Orang yang bahagia terlihat dari wajahnya selalu berseri-seri walaupun sedang tidak tersenyum.  Dia juga memiliki penerimaan pada orang lain, bisa menerima siapa saja.  

ketika hati bahagia dan bersinar, energi kebahagiaan otomatis memancar keluar.  

Kita ditakdirkan sebagai pemenang, sehingga sesungguhnya kita bisa memenangkan setiap pertandingan di dunia ini.  Insya Allah

Kebahagiaan sejati tidak memerlukan syarat apapun.  Bahagia pada pilihan dan keputusan anda dan latih tersenyum tulus dan ucapkan pada diri anda sendiri "saya bahagia hari ini".  

Mari mengundang kebahagiaan dengan kebahagiaan

Semoga bermanfaat;

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

related link : Resep menuju kebahagiaan