Tampilkan postingan dengan label transkrip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transkrip. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

[Transkrip] Sebab dan Akibat

Dalam kehidupan yang penuh dinamika, orang seringkali terjebak pada masalah-masalah yang membandel untuk diatasi atau masalah-masalah yang selalu berulang. berikut 3 langkah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.  

1. Membedakan sebab dan akibat: seringkali kita keliru membedakan mana yang sebab dan mana yang akibat.  Orang yang suka terlambat seringkali mengatakan bahwa keterlambatannya karena macet, padahal ada juga orang yang kena macet tapi tidak terlambat.  Segala sesuatu yang ada di luar diri kita adalah faktor yang mempengaruhi tapi bukan sebab utama atau akar masalah.  Sebab masalah kita yang utama berada di dalam diri kita sendiri.  

2. Mencari sebab yang merupakan akar permasalahan:  Misalnya ada orang yang kelebihan berat badan.  Saat dicari penyebabnya, ternyata dia makan terlalu banyak dan kurang olah raga. Dia makan banyak sebagai kompensasi stress dan kurang olah raga karena sibuk.  Orang itu stress dan terlalu sibuk karena kurang ahli atau kurang skill/ketrampilan.  Sehingga sebab utamanya adalah skill yang kurang.   

3. Melakukan langkah-langkah perbaikan: Menyambung contoh point 2 di atas, maka solusinya adalah meningkatkan skill yang bersangkutan atau mencari pekerjaan yang lebih sesuai.   Langkah perbaikan harus berasal dari dalam diri ktia sendiri.  Kita tidak bisa langsung memperbaiki keadaan di luar kita seperti kemacetan, kondisi ekonomi, pemerintahan dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat

Sumber: Power of Life

Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto

Rabu, 24 Agustus 2011

[Transkrip] Antri

Antri mungkin terlihat sebagai sesuatu yang sederhana dan remeh. Namun, dibalik aktifitas tersebut terdapat nilai-nilai kehidupan yang penuh hikmah.  Antri mencerminkna tingkat kedisiplinan dan keberadanban kita.  Antri pun terkait dengan kemampuan kita mengatur dan me-manage waktu ktia karena nbaykak hal dalam antrian yang ada di luar jangakaun kita.  Antri pun berkaitan erat dengan sistem hukum dan sangsi yang tegas dan adil.  Bila sangsi hukum, baik sistem ataupun sosial, terlalu lemah maka sulit bagi orang untuk mau antri.  

Antri adalah bagian dari kedisiplinan.  Disiplin adalah syarat mutlak bagi orang yang ingin maju dalam berbagai bidang.  Disiplin adalah latihan sabar yang baik.  Sabar memiliki beberapa aspek:

1. Menikmati proses
2. Tidak terikat hasil akhir
3. Menerima adanya dan bersiap untuk menghadapi tekanan.

Orang sering merasa stress/tertekan karena tidak menerima dan tidak siap dengan adanya tekanan.  Stress rumusnya = tekanan / luas penampang.  Luas penampang itu artinya kemampuan dan kesediaan kita menerima dan menghadapi tekanan.  Kesiapan menghadapi tekanan termasuk juga menetapkan harapan yang realistis.  Harapan yang realistis tidak terlalu tinggi hingga sulit dicapai atau terlalu rendah hingga tidak memotivasi.

Semoga bermanfaat

disarikan dari acara The Power of Life, Radio Trijaya FM

Narasumber: Bapak Supardi Lee   

Senin, 22 Agustus 2011

[Transkrip] 5 Type Orang yang Berpengaruh

Orang yang berpengaruh tidak selalu punya jabatan formal yang tinggi, namun dia bisa mempengaruhi orang lain, bahkan yagn lebih senior atau yang jabatannya lebih tinggi. Dia juga tidak sellau yang paling hebat, paling pandai atau paling menonjol.  Namun, kehadirannya sangat diperhitungkan dan dibutuhkan, bahkan seringkali dimintai pendapat oleh mereka yang lebih tinggi jabatannya dari dia.  

1. Type Motivator dan Inspirator

Memberi Semangat yang tinggi serhingga mudah menulari orang yang kruagn semangat.  Selain itu dia juga memiliki empati, jika susah dia bisa turut berduka.  orang yang mampu membuat orang lain bergerak, ditunggu anggota2 kelompok, jika gak hadir dirasakan ketidakhadirannya. tdk seperti datang tdk menggenapi.  Bahkan,
baru hadir saja sudah menyemangati orang lain. semangat kerja.  Dia mungkin bukn paling pandai, bukan paling menguasai pekerjaan. tapi kata2 dan sikapnyap ositif dan menularkan semangat, mendengarkan

2. Impelemtor dan Fungsional

Orang orang seperti ini sering memberi manfaat.  Sungguh terasa sekali, usak membantu, gampang diminta pertolongan.  Dia adalah resourcefull, sehingga saat ada yagn susah dia membantu.  mungkin tdak menginspirasi orang tapi suka membantu.  Dia tidak bisa melihat orang lain pekerjaannya tidak selesai.  Namun, efektifitasnya tetap terjaga. . Efeknya terhadap pengaruh orang akan memperihtungkan keberadaan dia. saat sedang mbuat keputusan, punya pengaruh.

3. Type Konseptor:

orang yang punya banyak ilmu dan ketrampilan di bidangnya.  Orang ini seringkali dijadikan tempat bertanya oleh rekan-rekan kerjanya.  Orangseperti ini banyak membaca buku, mengakses internet dan seakan akan menjadi database hidup dari bidang yang dikuasainya.  Namun, dia tidak se-helpful type kedua

4. Type Visioner:

Orang yang punya visi untuk membawa ke mana tim kerja atau perusahaan menuju.  Orang seperti ini tidak banyak berurusan dengan detail permasalahan namun tahu persis menuju ke mana.   Saat orang-orang lain tidak tahu kemana menuju atau apa yang harus dilakukan, dia sudah tahu terlebih dahulu dan bisa membayangkannya dengan baik.

Keempat tipe tersebut di atas saling membutuhkan.  Perlu ada semua tipe tersebut di dalam suatu organisasi.  Misalnya, pemikir butuh impelentor / eksekutor / pemberi manfaat dan sebagainya.  Oleh karean itu, diperlukan orang dengan type ke lima, yaitu type collaborator   

5. Type Collaborator

type ini adalah orang yang suka menjembatani orang-orang yagn berbeda persepsi dan ego.  Orang ini bisa menyatukan dan menyinergikan potensi dari keempat tipe yang sudah dijelaskan sebelumnya.  Sehingga, terjadi sinergi yang hebat dari potensi-potensi hebat yang sudah ada pada masing2 orang.

Cara mengembangkan pengaruh berdasarkan 5 type di atas

1. ikuti kecenderungan alamiah kita, yang mana yang paling kita mampu jadikan diri kita.

2. cari type apa yang tidak ada pada organisasi kita

ada orang yang hanya menonjol di salah satu type tersebut di atas, namun ada juga yang memiliki beberapa diantara type tersebut.  

Semoga bermanfaat

disarikan dari Acara The Power of Life di Trijaya FM

Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto

Rabu, 29 Juni 2011

[Transkrip] Memulai Bisnis Sampingan

Beratnya tuntutan kehidupan seringkali membuat orang membuka bisnis sampingan selain bekerja sebagai karyawan. 

Berikut tips dari Pak Supardi Lee tentang bisnis sampingan

1. mempersiapkan modal yang dibutuhkan.  Sebaiknya jumlah modal memadai tapi tidak terlalu menyakitkan jika habis

2. menentukan jenis bisnis yang diminati, termasuk belajar mengenai bisnis tersebut.  

3. perhitungan, opportunity and risk

4. merekrut karyawan.  merekrut karyawan memang merupakan titik kritis dari bisnis karena sangat berhubungan dengan kepercayaan dan kompetensi.  Para karyawan inilah yang akan melaksanakan operasional bisnis harian, namun keputusan-keputusan penting tetap saja pada pemilik bisnis.  

5. mulai berbisnis sambil terus belajar tentang bisnis tersebut.

Setiap bisnis memang memiliki resiko kegagalan, namun hal itu bisa diminimalisir dengan belajar.  Apalagi kita bisa belajar dari mentor bisnis yang sudah terlebih dahulu merasakan apa dan bagaimana bisnis tersebut.  Kegagalan itu sendiri merupakan proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri

bisnis sampingan bisa menjadi ajang pembelajaran bisnis tanpa meninggalkan pekerjaan utama.  Banyak orang yang terlalu terburu buru untuk berbisnis sehingga langsung meninggalkan pekerjaan utama.  Walaupun ada yang berhasil namun banyak juga yang gagal.  

Orang yang ingin berbisnis harus bersikap proporsional, berani tapi tidak nekat, penuh perhitungan tapi tetap memulai.  Jebakan bisnis juga harus diwaspadai.  Jebakan tersebut terdiri dari dua macam emosi yaitu rasa takut dan keserakahan.  Takut untuk memulai dan apabila sudah mulai seringkali seseorang terjebak dalam keserakahan meraup segala peluang yang ada.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Pak Supardi Lee

Sumber: Power of Life 30 Juni 2011

Minggu, 26 Juni 2011

[Transkrip] 3 Filter Pikiran

Era digital yang seakan tanpa batas menyebabkan kita dibanjiri informasi yang melebihi kemampuan ktia mencernanya.  Kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan kualitas berita dan informasi yang disampaikan.  Kekerasan, pornografi dan konsumerisme memenuhi hari-hari kita tanpa pernah berhenti.  Terkadang, pikiran sadar kita tidak mampu menyaring limpahan informasi tersebut sehingga banyak yang masuk ke bawah sadar kita.  Informasi yang tersimpan di bawah sadar itu sangat mempengaruhi keputusan dan tindakan-tindakan kita dalam hidup.  Tidak mengherankan, banyak orang di Indonesia ini yang egois, mudah tersinggugn, boros dan cepat marah.

Walaupun demikian, kita tetap bertanggungjawab atas pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan kita.  Kita memerlukan filter untuk menyaring informasi apa saja yang masuk ke dalam pikiran, terutama pkiran bawah sadar kita.  

3 filter pikiran

1. apakah informasi ini benar atau tidak, apakah ini me rupakan fakta, opini atau bahkan gosip

2. apakah informasi ini baik untuk saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan karakter, emosi dan spiritualitas kita.

3. apakah informasi ini berguna bagi saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan komptensi dan profesionalitas kita.

Apabila informasi tersebut tidak lolos dari filter-filter tersebut, kita jangan terlalu mudah menyerapnya.  

Mungkin ada yang berpikiri bahwa filter pikiran ini membuat orang tidak peduli pada keadaan masyarakat.  Jawabannya, kepedulian bukan ditunjukkan oleh pengetahuan kita tapi oleh tindakan kita.  Pengetahuan kita mungkin terbatas, namun hal itu tetap tidak mengurangi dan menghalangi kepedulian kita bagi sesama.  Agar tetap bisa peduli, kita perlu menjaga pikiran agar tetap waras dan tubuh agar tetap sehat.  

Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life

Narasumber: Bang Zainal "Teroris" Abidin

Semoga bermanfaat

Senin, 21 Februari 2011

[Transkrip] Universitas Masa Sulit

Dalam perkuliahan, kadang ada mata kuliah tertentu yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.  Apakah karena subjeknya memang berat atau dosennya yang sangat keras dalam mengajar.  Demikian pula dengan universitas kehidupan, terkadang ada mata kuliah tertentu yang sangat menekan orang yang memasukinya.  Bisa berwujud turunnya omzet penjualan, perubahan struktur di tempat kerja, orang-orang yang sulit diajak bekerja sama dan sebagainya.

Berikut tips dari narasumber untuk melalui perkuliahan di Universitas Masa Sulit tersebut:

1. berhenti mendaramatisir keadaan:

Manusia cenderung mendramatisir keadaan.  Karena itu banyak orang senang nonton film drama. Terkadang masalah yang datang terlalu dibesar-besarkan.  Label masalah diberiakn oleh orang yang mengalaminya.  Penjualan dengan omzet 20 juta mungkin musibah bagi yang biasa dapat 100 juta, namun anugerah bagi yang penjualannya beromzet 5 juta.  Mendramatisir masalah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak banyak gunanya.  Bahkan dramatisasi itu cenderung menutupi fakta yang sebenarnya. Solusi baru bisa dietmukan saat fakta itu bia dilihat sebagaimana adanya, tidak tertutup kabut dramatisasi

2. harus bisa melakukan "tidak lari tidak sembunyi"

Saat menjalani kuliah, godaan terbesar itu bolos.  Godaan terbesar untuk lari sembunyi untuk tidak face to face dgn persoalan.  Membolos itu paling mudah dilaksanakan, tapi akibatnya paling sulit  dilalui.  Ternyata persoalannya menjadi semakin besar.  Sebagian besar masalah tidak akan kselesai jika kita tidak aktif menyelesaikannya.  Persoalan yang tadinya sederhana, jika ditunda, bisa jadi bsar.  "If cannot face your problem there is problem in your face".  Masa sulit itu akan melemahkan kita jika kita tidak menghadapinya dengan baik.

3. Fokus pada peluang bukan pada pesoalan

Menghadapi kuliah di masa sulit ini, ada kemungkinan energi kita terserap untuk menghadapi persoalan dan melupakan oportunity.  Kaligarafi  cina menyatakan di balik krisis ada peluang. Orang yang di-PHK sering kali fokus pada bagaiamna nanti kasih makan anak istri. Padahal, jika dia fokus pada solusi akan ada banyak peluang menantinya di luar sana.  

Manfaat mengikuti perkuliahan di Universitas Masa Sulit:

1. Koreksi atas apa yang kita jalani.  Sistem dan cara yang berulang kali di jalani, kekurangan tidak disadari dan sebagainya. saat ikut kuliah di universitas masa sulit, semua itu harus dikoreksi dan dibenahi serta tata ulang.  Baru setelah itu diperoleh pelajaran dan pengalaman yang terkandung di dalam koreksi tersebut.

2. Adaptasi: Orang sering kali mengalami shock saat menghadapi perubahan.  Perkuliahan di universitas masa sulit akan menggembleng dan mendidik seseorang untuk beradaptasi dengan kesulitan di masa yang akan datang.  Misalnya, saat serang karyawan memutuskan menjadi pengusaha, dia harus melakukan banyak adaptasi. Jika biasanya terbiasa dengan kepastian dan rutinitas, maka saat jadi pengusaha dia dihadapkan pada berbagai ketidak pastian dan perubahan.


3. antisipasi: kadang-kadang ke depan ada banyak hal yg harus dicegah agar jgn terjadi. kadang2 tidak terpikir.  apabila skenario tidak terlaksana, bisa lakukan hal lain.  Orang yang mengikuti perkuliahan di universita masa sulit dengan baik akan mampu mengantisipasi banyak hal yang tidak terduga sebelumnya.  Hal-hal yang seringkali tidak bisa dipelajari hanya dari teori yang sudah ada.  

Semoga bermanfaat.

Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto

Sumber: Mutiara Pagi The Power of Life 22 Februari 2011 on Trijaya 103.4 FM 

Senin, 17 Januari 2011

[Transkrip] Sudahkah anda hadir

Sudahkah anda hadir

Kehidupan modern seringkali membuat kita tidak fokus pada satu kegiatan, apalagi dengan hadirnya beragam gadget seperti Blackberry dan sebagainya.  Akibatnya, banyak orang yang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain sebelum pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan tuntas.  

Kiat menghadirkan diri

1. Fokus pada satu tugas satu waktu, hadirkan pikiran, perasaan dan jangan menghakimi terelbih dahulu apa yang dikerjakan

2. Mengamati pikiran, setiap hari puluhan ribu pikiran berseliweran di kepala kita.  Laju pikiran dpt diperlambat dengan pengamatan thd pikrian itu sendiri

3. Let go and let God, lakukan yang terbaik dan serahkan hasil kepada Allah SWT

Multitasking sering kali membuat orang tidak fokus pada apa yang dikerjakan sehingga pekerjaan tidak tuntas.  

Manfaat fokus

1. hubungan sosial meningkat.  Orang lebih merasa dihargai saat kita memusatkan perhatian kita pada mereka.
2. jernih analisa, danau tenang, lempar kerikil
3. getting things done faster, seluruh energi fokus.
4. menikmati apa yang sedang dilakukan, contoh makan.
5. menghargai dan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini.  Ternyata ada banyak keindahan yang tadinya tidak disadari.  

Multitasking itu normal namun agar lebih hadir ada pemisahan yang tegas.  Paling tidak, jangan sampai waktu kerja dan waktu yang lain tercampur.

Manusia ingin bahagia tentaram, tidak biasa hadir bahagia dan tentaram malah tidak bisa didapatkan.  Berprestasi hadir maksimal hadir maksimal saat kerja keras, saat bermain bermain yg baik

Semoga bermanfaat

dari Acara Mutiara Pagi - The Power of Life

Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto 

Senin, 10 Januari 2011

[Transkrip] Be an Expert

Banyak orang yang belum juga menemukan apa yang menjadi expertise-nya, walaupun usia sudah kepala 4. Untuk menemukan expertise kita, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini

1. menemukan apa yang menjadi passion kita

tanyakan pada diri sendiri:
 
1. Hal apa yang senang sekali kita bicarakan
2. Hal apa yang mudah untuk kita lakukan
3. Hal apa yang orang lain bilang kita mampu kita lakukan dengan baik
4. Hal apa yang membuat kreativitas kita timbul
5. Hal apa yang membuat kita mau mengerjakannya walau tidak dibayar
6. Hal apa yang tidak saja senang kita bicarakan, tapi juga sering kita ungkapkan dalam setiap kesempatan
6. Hal apa yang tidak membuat kita takut gagal melakukannya


2. Memahami posisi keahlian kita, apakah pemula / novice, intermediate, expert

3. memiliki mentor / pembimbing dan teman seperjuangan, yang memiliki passion sama

4. bersedia menerima tantangan di level yang lebih tinggi

5. Tuntas dalam bekerja, tidak setengah - setengah

6. sering berada dalam keadaan flow, mengalir saat mengerjakan hal tersebut.

Dalam memilih keahlian, kita tidak harus berpikir hitam putih, beberapa minat yang berbeda bisa disatukan seperti

1. menulis
2. internet
3. pendidikan

Sekolah Menulis Online

1. kuliner
2. wisata

Paket Tour wisata kuliner

1. agama / spiritualitas
2. wisata

Paket tour wisata religi

1. Kewirausahaan
2. penulisan

Penulis buku - buku tentang kewirausahaan

dan lain sebagainya

Semoga bermanfaat

Sumber:

Acara Mutiara Pagi - The Power of Life, Radio Trijaya 103.4 FM

Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto

Selasa, 19 Oktober 2010

[Transkrip] Kerang Rebus dan Kerang Mutiara


Sebuah kerang mengeluh pada ibunya, ada Sebutir pasir masuk ke dalam tubuhnya. Sang ibu hanya bisa meminta si anak bersabar. Anak kerang itu pun membalut pasir tersebut dengan air matanya sehingga menjadi mutiara yang indah dan berharga.  Kerang-kerang lainnya hanya bernasib tidak lebih baik daripada kerang rebus.

beberapa tips dari Mbak Niek

1. keyakinan bahwa anda istimewa. bagun kpercayaan diri istimwa satu2nya di dunia. pd akan naik, anda mendapati diri berharga. kalau seperti itu, apapun yg anda hadapi saat ini akan mejadi kecil. anda lebih berharda darpd masalaah.  bangun kyakinan diri. Anda unik dan memiliki keistimewaan luar biasa, menang dari kompetisi bermilyar sel sperma membuahi sel telur.  Keunikan dan keistimewaan inilah yang seringkali tidak disadari sehingga kita sering menjadi orang yang rata-rata.

2. wujudkan kata2 positif. Ngobrol yang positif2 dan optimis.  luar biasa unik dll berhak dpt sukses dlm hidup. menurut riset ada hubungan keyakinan diri dgn PD. Meningkatkan kualitas diri secara bertahap satu persen per hari.

3. Menghadapi masalah dengan memanfaatkan ruang antara stimulus dan response secara proaktif dan kreatif.  diantara anda dan masalah ada ruang jeda yang dapat dimanfaatkan untuk bereaksi secara optimal.  Sebelum bertindak, kita bisa menarik nafas dalam-dalam dan memperisapkan diri untuk bereaksi dengan baik.

4. Mengadopsi fisiologi orang-orang sukses sehingga cepat atau lambat kita terbiasa sehingga peredaran energi dalam tubuh kita optimal. Kita juga bisa mengingat kembali saat-saat sukses atau bahagia dan mengadopsi fisiologi saat itu.

Kita juga perlu perlu mempelajari kisah orang-orang sukses.  Kolonel Sanders, pendiri KFC, ditolak 1.009 kali saat menawarkan resep ayam gorengnya. Ia meluangkan waktu 2 tahun menjelajahi Amerika dg mobil tuanya,tidur dimobil.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Mbak Niek

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Untuk teman-teman yang ingin belajar menulis secara GRATIS, silahkan klik link-link berikut ini:

Gratis 3 Bab Buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat

Newsletter Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu

SMO Kelas Free Trial

Info Ebook Gratis, Langsung ke Email Anda. 100% Gratis

Sabtu, 07 Agustus 2010

[Transkrip] Sukses dalam Bersinergi

Acara: Mutiara Pagi - The Power of Life edisi 08 Agustus 2010

Manusia memiliki kompetensi, latar belakang, pendidikan yang berbeda-beda. Semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan.

Sinergi berarti mampu memanfaatkan kelebihan kita untuk memperkuat kelemahan orang lain dan sebaliknya. Bisa juga berarti menggabungkan kekuatan kita dgn kekuatan orang lain agar tercipta kekuatan yang lebih besar. Kelemahan yang tertutupi dan kekuatan yang bertambah besar itu lebih memungkinkan ktia mencapai prestasi yg lebih tinggi.

Sinergi tidak menafikan adanya perbedaan-perbedaan. Sinergi justru menyatukan dan memadukan perbedaan-perbedaan itu sehingga tercipta suatu kesatuan kerja yagn lebih baik dariapda kerja sendiri.

Sinergi yang baik didukung core competence masing-masing. Kelebihan yang ditonjolkan harus khas dan unik, shingga apabila digabungkan dengan keleibhan yang lain akan mewarnai sinergi tersebut. Walaupun ada pihak yang lebih dominan (atasan, pemilik perusahaan atau pemimpin) namun kelebihan dari pihak yang kurang dominan tetap terserap dab mampu mewarnai sinergi itu.

Sinergi dapat diwujudkan dalam hubungan kerja, bisnis, rumah tangga, organisasi sosial dan lain sebagainya.

Persyaratan terwujudnya sinergi:

1. Motivasi: niat harus baik utk hargai orang lain. Niat baik dan kesediaan memepercayaai orang lain bisa menjadi faktor pendorong dan fondasi yang kuat dalam suatu sinergi

2. Tujuan: menyatukan kepentingan, memperkuat kekuatan.

3. Komitmen: sesuatu yang kita ingin capai harus dikomitkan bersama. Ikatan batin dan formal saling menguatkan komitmen.

4. Pengoptimalan kekuatan, mendelegasikan aktifitas kita sesuai dengan kelebihan yang dimiliki orang yang bersinergi tersebut. Distribusi kekuatan yagn optimal membuat sinergi menjadi kuat. Tetapi, apabila orang-orang yang bergabung gagal dalam distribusi, sinergi bisa melemah.

5. Toleransi, pelibatan pihak lain. ada perbedaan perlu toleransi. tanpa toleransi sinergi tidak tahan lama. kesediaan kita utk mengakui ada kepentingan, gaya dll sejauh tidak melampaui prinsip yang benar. berbeda keinginan, cara kerja, gaya hidup dll masih bisa diterima sejauh prinsip tidak dilanggar.

6. Sabar: utk capai ssuatu spare utk menuggu waktu utk meraih pencapaian pd titik terbaiknya. perubahan-perubahan transisi agar sinergi berjalan dgn baik.

Faktor penghambat sinergi:

1. Tiba2 tidak aada kesamaan tujuan. ingin mempercepat pekerjaan yang lain memperindah hasilnya.

2. Ada pihak yg egois dan tidak toleran pada orang lain. tidak mbuat orang lain merasa terlibat berkontribusi. orang lain tidak merasa berharga lagi.

3. Tidak mampu mendistribusikan tg jawab dan hak secar benar pada mitrasinergi. ada yang kebnayakan kerjaan yg lain hanya sedikit. hak pun demikian ada ygn merasa tidak dierplakuan adil.

4. Tidak bersungguh-sungguh menempuh proses. tidak seketika jadi, tidak melakukan dgn sungguh2 ada kemungkina merasa lelah dan frustasi.

Terapi mengatasi gangguan atau yang mengganggu sinergi:

1. Bicara dengan yang bersangkutan agar berpartisipasi

2. Lokalisir gangguan, tidak berpartisipasi dalam sinergi inti. ditempatkan sbg support team.

3. Tindakan tegas, pemecatan, pemutusan keterlibatan dalam sinergi atau bahkan tindakan hukum

Salah satu syarat kesuksesan adalah sikap dan mental ingin terus bersinergi dengan orang lain untuk saling memberi manfaat sebesar-besarnya.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Bapak Ahmad Juwaini

Acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Rabu, 30 Juni 2010

[Transkrip] Menangkap dan menerjemahkan pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari



gambar dari sini

1. cukup sensitifkah kita dalam menangkap makna dalam pesan Tuhan?

Pesan Tuhan tersembunyi dalam kejadian-kejadian yang kita alami setiap saat. Seringkali kejadian-kejadian itu berbentuk masalah. Masalah bisa dibagi dua yaitu masalah pribadi dan sosial. Jika kita sering mengalami masalah pribadi, maka Tuhan ingin agar kita memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Jika berupa masalah sosial, maka Tuhan ingin agar kita bisa menjadi seorang pemimpin. Ibadah-ibadah yang diperintahkan Tuhan adalah sarana untuk meningkatkan sensitifitas kita dalam menangkap pesan-pesanNya.

2. cukup cerdaskah kita dalam menerjemahkan pesan-pesan tersebut?

penerjemahan pesan Tuhan ygn baik akan menghasilkan hal-hal yang positif dan produktif. Setiap kecerdasan saling berkaitan, spiritual emosional dll saling berkaitan baik kurang atau lebih. Semakin sinergis kecerdasan-kecerdasan yang ada pada diri kita, semakin efektif kita dalam menangkap pesan-pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting adalah bagaimanapun cara kita menerjemahkan pesan-pean tadi, kita tetap berbaik sangka padaNya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). sumber Hadits: blog ini


3.cukup kuatkah kita dalam melaksanakan isi pesan tersebut?

Kekuatan dan kesabaran seseorang terlihat dari seberapa besar resiko yang berani dia ambil.

Setiap pesan Tuhan mengandung:

1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah padaNya
2. Memberi manfaat sebesar-sebesarnya pada orang lain
3. Meningkatkan kualitas diri terus menerus

Ketiga hal itu membutuhkan kesabaran dan kekuatan serta mengandung resiko. Namun, pada akhirnya, hasilnya adalah untuk kita sendiri. banyak diantara kita yang terlalu cepat dan terlalu mudah menyerah dalam melaksakan isi pesan dari Tuhan tersebut.

Semoga bermanfaat


Sumber: The Power of Life edisi 1 Juli 2010, Radio Trijaya FM

Narasumber: Bapak Supardi Lee

gambar dari sini

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Selasa, 29 Juni 2010

[Transkrip] Menembus Mental Blok

Manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.  Namun, bukannya berusaha mewujudkan impian itu, mereka malah mencari alasan untuk menghindarinya. Alaan-alasan penolakan itu muncul dari bawah sadar manusia.  Pada umumnya, alasan-alasan itu adalah hal-hal yang sudah jadi budaya.  Banyak yang bilang terlalu tua, terlalu muda, tidak bakat, tidak ada keturunan dll. Mereka sudah terjebak dalam apa yang disebut sebagai Zona Nyaman.  

Manusia memiliki naluri utk mencari kenikmatan dan menghindari kesulitan/rasa sakit.  Orang-orang sukses menghindari kesulitan dan mencari kenikmatan di masa depan.  Orang-orang gagal mencari kenikmatan dan hindari resiko di masa kini, sehingga mereka dipaksa untuk mendapat kesulitan dan/atau tidak dapat kenikmatan di masa depan.

Mental blok berasal dari keingiian utk nikmat dan hindari kesulitan/resiko di masa kini.  Sehingga orang  terhalang untuk berusaha mewujudkan impian mereka.  Banyak orang yang menginginkan hasil yang berbeda namun usahanya tetap sama saja.  

Mental blok berada dalam pikiran dan hati kita  sendiri.  Membongkar mental blok seperti mengisi bejana berisi air kotor dengan air bersih, perlu banyak air bersih agar air kotornya terdesak keluar.  Kita perlu mengisi pikiran kita dengan pikiran-pikiran positif yang proporsional.  Agar pikiran-pikiran negatif terdesak keluar.  Dalam proses belajar dan berlatih, orang harus melalui kurva seperti huruf S.  Pada saat belajar  dan berlatih, kurvanya menurun ke bawah, namun pada saat mengusai ilmu tersebut, dia akan melenting ke atas.  Banyak kenikmatan yang bisa dia dapatkan dan rasakan.  

Untuk mengatasi mental blok, kita perlu mmeikirkan apa yang akan kita dapat di masa depan.  Belajar untuk menguasai suatu pelajaran atau ketrampilan  memang tidak menyenangkan.  Namun, begitu kita menguasai ilmunya, kita akan merasakan kenikamatan yang luar biasa dan banyak kesulitan yang bisa kita atasi.  Bagaikan orang yang akan berlayar di samudra luas, tentukan ttik koordinat dan berlyarlah dgn segenap keberanian dan kekuatan menembus badai yang datang menghadang.  

Sumber: The Power of Life edisi 30 Juni 2010

Narasumber: Bapak Zainal "Teroris" Abidin

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Related articles

Mental Block

Mental Block terbesar dalam hidup

Rabu, 16 Desember 2009

[Transkrip] Macam-macam Bunuh Diri

1. Bunuh Diri secara fisik: BD fisik bisa langsung seperti menjatuhkan diri dari gedung yang tinggi, minum racun yang keras atau menggunakan senjata. Namun, ada juga bunuh diri fisik yang pelan-pelan. Memakan maknana yang tidak sehat, apalagi dalam jumlah banyak dan terus menerus. Tidak menjaga kesehatan, enggan berolah raga dll

2. Bunuh Diri Mental: Bunuh Diri seperti ini adalah mengkhianati janji pada diri sendiri. berjanji berhenti merokok, tetapi diingkari. Berjanji bangung lebih pagi, dingkari dsb. Maka cepat atau lambat, secara mental/bawah sadar ktia sulit untuk percaya pada diri sendiri. Belajar terlalu banyak hal dalam satu saat juga merupakan bunuh diri mental. Terlalu perfeksionis dalam segala juga bisa merupakan bunuh diri mental.

3. Bunuh Diri Sosial: Tidak menjaga kepercayaan pada orang lain. Apabila ada orang yang terus menerus mengingkari janji, tidak memegang amanah dan kepercayaan. Rekening bank emosional (istilah Covey) makin terkuras habis. Lama-kelamaan orang sulit mempercayai orang seperti itu. Bunuh diri seperti ini bisa juga disebut bunuh diri profesional.

4. Bunuh Diri Finansial: Orang yang lebih besar pengeluarannya daripada pendapatannya adalah orang yang sesungguhnya sedang bunuh diri.

5. Hal-hal lain yang menyebabkan bunuh diri, seperti patah hati, putus cinta, kecewa dan sebagainya. Hal ini terutama disebabkan keterikatan kita pada hal-hal material dan keinginan yang terlalu besar untuk memiliki sesuatu/seseorang (cenderung pada Mentalitas To Have, bukan mentalitas To Be)

Penyebab utama bunuh diri adalah ego kita sendiri. Ego cenderung pada kenikmatan sesaat dan tidak peduli penderitaan jangka panjang. makan enak tidak peduli kesehatan, malas berolah raga, enggan menjaga amanah, semua asalnya dari ego.

Bunuh diri hakikatnya adalah akumulasi perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran negatif. Martin Seligman, peneliti mahzab Positive Psichology menyebut hal ini sebagai learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari (tanpa sadar).

Agar terhindar dari bunuh diri jenis apapun kita perlu:

1. Memperkuat mental dengan:

Komitmen pada diri sendiri dan memenuhi komitmen-komitmen itu secara bertahap. Komitmen itu harus meliputi tiga hal yaitu:

belajar - berlatih - berjuang

Kita juga harus melatih Free will (kehendak bebas) kita dengan menanyakan pada diri sendir:

Hal benar apa yang harus saya lakukan sekarang?

Komitmen yang kuat dan free will yang terlatih akan memperbesar wadah diri kita. Wadah yang tadinya hanya sekecil gelas, menjadi sebesar ember, danau dan akhirnya seperti lautan.

Rumus Tekad yang kuat = Keinginan x kesiapan belajar x kesiapan menghadapi masalah

2. Namun, untuk menjaga diri kita agar tidak terjerumus dalam bunuh diri, kita juga perlu dukungan orang lain. Keluarga, suami/istri, teman dan sahabat semua bisa menjadi dukungan bagi kita. Lingkungan yang baik juga kita perlukan untuk terhindar dari bunuh diri. Karena itu, kita jadikan pekerjaan kita sebagai berkah dan manfaat sebesar-besarnya bagi sesama. Jangan sampai tujuan akhir hidup dan pekerjaan kita hanya untuk diri kita sendiri.

3. Dan pada akhirnya, hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan meminta pertolongan, termasuk agar terhindar dari bunuh diri jenis apapun.

Semoga bermanfaat

Sumber: Mutiara Pagi, The Power of Life di radio Trijaya FM

Narasumber: Pak Supardi Lee

Selasa, 15 Desember 2009

[Transkrip] Energi untuk berubah

1. Miliki khayalan dan keinginan yang tinggi.  Kita perlu mengkhayalkan dan percaya bahwa suatu saat nanti kita bisa mencapai apa yang kita khayalkan itu.  Anak-anak kecil berkhayal tanpa beban, berkhayal setinggi-tingginya.  Berkhayallah sambil relaks.  

2. Bercita-cita.  Cita cita adalah khayalan yang diberi tenggat waktu.  Saya akan mendapatkan ......... sekian tahun lagi, saya akan menjadi ......... sekian tahun lagi dst.

Khayalan dan rencana kita harus kita tuliskan dalam buku agar dapat terus kita ingat dan terus memotivasi kita.  Kalau hanya sekedar angan, tentu kurang efektif.

3. Rencana dan tindakan: untuk mencapai cita-cita tersebut, kita perlu menyusun rencana.  Rencana lebih detail daripada cita-cita, rencana di-break down menjadi langkah-langkah yang spesifik.  Misal:

- Buku apa yang perlu saya baca dan pelajari
- Pekerjaan apa yang harus saya lakukan
- Langkah-langkah apa yang harus saya ambil
- siapa orang-orang hebat yang harus saya temui
- dan sebagainya

Namun, dalam membuat rencana, jangan sampai kita terjebak pada perfeksionisme.  Jangan sampai kita tidak bertindak gara-gara berusaha membuat rencana yang sempurna.

Rencanakan tindakan kita dan bertindaklah sesuai rencana.  

4. Doa dan harapan: Apabila kita sudah bertindak sesuai rencana namun belum berhasil, kita jangan putus asa.  Kita tidak boleh berhenti berdoa berharap pada Allah SWT.  Bukan tidak mungkin Dia sedang mempersiapkan yang lebih baik bagi kita.  

Namun, harapan dan doa tentu bukan alasan bagi kita untuk tidak bertindak.  Banyak orang gagal bukan karen kurang pengetahuan tetapi kurang tindakan.  

Semoga bermanfaat

Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life

Narasumber: Mbak Niek

Selasa, 17 Maret 2009

[Transkrip] Kunci Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup

Narasumber: Mbak Niek

Setiap orang ingin merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup, walaupun barometernya bisa berbeda-beda.

Bagaimanapun kondisi anda saat ini, apapun modal anda saat ini, anda berhak mendapatkan kebahagiaan hidup.  Tidak ada syarat tertentu semua orang berhak bahagia selama dia menginginkan kebahagiaan itu.   

Kunci2 tersebut antara lain:

1. Belajar menangani rasa putus asa

Banyak orang merasa putus asa saat ditimpa musibah atau mengalami masalah/kesulitan spt diputuskan kekasih, ditolak calon istri/suami, belum dapat pekerjaan, stress dll.  Kita harus belajar menangani putus asa.  Putus asa bisa mengakibatkan tekanan mental dalam kehidupan kita. Tekanan tersebut bisa membuat kita tidak bersemangat dalam hidup ini.  Bagaimana agar kita bisa mengatasi perasaan putus asa ini?

Belajar menangani proses menuju hal tertentu dgn cara belajar

1. Jangan berkeringat hal2 kecil.  jgn khawatir hal2 kecil

2. Ingatlah bahwa semua hal kecil, kita kan merasa lebih ringan.  Anggapan bahwa masalah2 besar adalah dari diri sendiri yang manganggap masalah2 itu monster yang mengerikan.  

Anggapan bahwa masalah itu besar bisa menimbulkan rasa putus asa.

Allah SWT tidak akan memberi masalah lebih besar dari kemapuan kita mengatasinya, sehingga kita perlu belajar mengatasi masalah. terhindar dari putus asa.  Mimpi kita pun terhenti karena keputusasaan yang kita alami.  

Kisah Federal Express yang merencanakan 150 ekspedisi per bulan namun hanya 6 yang masuk.   Bila hal itu terjadi pada diri kita, mungkin akan banyak diantara kita yang berhenti. persaingan banyak kompetisi ketat konsumen terbatas dll.  

belajar banyak dari orang2 yang mengalami beragam tekanan bangkit lalu dapat hal2 yang tidak terduga.

2. Belajar mengatasi penolakan:

Berapa banyak diantara kita yang takut untuk mencoba sesuatu karena takut ditolak.  

Sejarah membuktikan bahwa orang2 yang sukses adalah orang-orang yang tidak takut ditolak, mereka terus berusaha walaupun mendapat banyak penolakan di sana sini, seperti Kolonel Sanders pendiri KFC, Thomas Alfa Edison dll.  Bahkan RAsulullah SAW juga dahulu mendapat banyak penolakan dari kaumnya sebelum berhasil meng-Islam-kan seluruh jazirah Arabia.  

Mereka menganggap penolakan sebagai sumber energi atau sumber kekuatan untuk membuat pribadi mereka menjadi pribadi yang agung, lebih besar dan lebih kuat.  Sehingga mereka bisa bertahan terhadap penolakan2 walaupun beribu kali.   

Orang yang ditolak lalu merasa "down" adalah orang2 yang tidak lagi berpegang teguh pada keinginannya.  Dia tidak lagi bisa meraih keinginan dan mimpi2nya.  

Bisa jadi penolakan itu disebabkan oleh cara atau waktu yang kurang tepat.  

Bukankah apabila kita tidak pernah ditolak kita tidak akan pernah introspeksi, tidak pernah ada motivasi memperbaiki diri dsb? dengan catatan anda tidak berhenti.  


3. Belajar menangani tekanan kesulitan keuangan

Banyak orang yang Penghasilannya ada, bahkan banyak namun tidak bisa menyimpan yang sudah dimiliki dan mengeluarkan uang/harta tersebut di jalan yang tepat. Malahan seringkali dikejar-kejar petugas kartu kredit.   

Kita harus belajar agar tahu bagaimana mencari, menyimpan dan membelanjakan uang.  Bagaimana mencari uang yang cukup dengan cara yang halal dan baik, menyimpan uang tersebut dengan baik dan mengeluarkan di jalan yang halal baik dan tepat sasaran.  

(keterangan lebih lanjut bisa dibaca di buku Pak Supardi Lee, The Rich Plan)

Kesejahteraan berkaitan dengan materi, kebahagiaan tidak harus berkaitan dengan materi.  Kebahagiaan lebih berkaitan dengan ketenangan.  Yang membuat kita sulit melihat jalan keluar adalah karena kita tidak tenang.  Kita perlu meluangkan waktu sedikit untuk menjadi observer/pengamat bagi diri sendiri.  dengan demikian, kita akan bisa melihat diri kita sendiri dengan lebih objektif.  Apabila sering dilatih dengan baik, Insya Allah kita akan lebih tenang.

Jika anda menetapkan kesejahteraan dgn rumah yang sederhana, kendaraan keluarga dan pasangan hidup yang baik dan anak2 yang sholeh, usahakan agar diraih agar anda bahagia.  Namun, apabila belum, jadilah orang yang bahagia.  Orang yang bahagia akan mudah mengundang kebaikan dari orang lain, termasuk kepercayaan.  Materi dan kesejahteraan akan mengikuti cepat atau lambat.  

4. Belajar Berikan lebih dari apa yang anda harapkan diterima dari orang lain

dalam kehidupan berumah tangga, banyak istri/suami yang mengeluh bahwa pasangannya kurang perhatian namun itdak ada yang mau mulai, sama2 nunggu. Jika salah satu memberi kepada yang lain, bahkan memberi lebih, maka dia akan menerima apa yang dia harapkan.  

Jika anda sudah punya perusahaan, rumah mewah dll, namun hanya dinikmati sendiri, itu bukan kebahagiaan atau kesejahteraaan.  Jika sudah banyak orang yang menikmati, itulah kebahagiaan dan kesejahteraaan

Anthony Robbins dalam Unlimited Power.  Pada suatu hari Thanksgiving, dia tidak punya apa.  Tiba ada yang mengetuk pintu tempat tinggalnya dan memberi parcel, daging kalkun dll.  Dia merasa bahagia dan termotivasi untuk memberi kebahagiaan kepada orang lain.  Dia memberi banyak hal setiap hari thanksgiving saat dia sudah sukses dan jadi motivator no. 1

Jika seseorang bahagia dan sering membagi kebahagiaan kpd orang lain, maka orang ini akan tetap hidup di hati orang2 yang dia beri kebahagiaan.  

Memberi bisa berupa materi atau non materi, namun jika kita selalu memberi keduanya, misalnya sedekah dgn senyum, tentu

Orang yang bahagia akan tampak dari gerak-geriknya, lebih terarah, elbih teratur dan lebih bisa menebarkan energi kebaikan.  Orang yang bahagia terlihat dari wajahnya selalu berseri-seri walaupun sedang tidak tersenyum.  Dia juga memiliki penerimaan pada orang lain, bisa menerima siapa saja.  

ketika hati bahagia dan bersinar, energi kebahagiaan otomatis memancar keluar.  

Kita ditakdirkan sebagai pemenang, sehingga sesungguhnya kita bisa memenangkan setiap pertandingan di dunia ini.  Insya Allah

Kebahagiaan sejati tidak memerlukan syarat apapun.  Bahagia pada pilihan dan keputusan anda dan latih tersenyum tulus dan ucapkan pada diri anda sendiri "saya bahagia hari ini".  

Mari mengundang kebahagiaan dengan kebahagiaan

Semoga bermanfaat;

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

related link : Resep menuju kebahagiaan

Jumat, 26 Desember 2008

[TRANSKRIP] Menyongsong perubahan


Menyongsong perubahan


Narasumber: Bapak Hikmawan Abdul Hasan

Dunia selalu berubah, dan sekarang ini kita sedang menyongsong suatu perubahan yang besar

tahun hiriah, hirjah perubahan tempat sistem diri kualitas hidup momentum perubahan diri

Apabila kita ingin masuk ke dunia yang kompetitif, seperti bisnis, bukan cuma kemauan yang diperlukan.  banyak orang yang mau sukses tetapi tidak bisa bertahan selama proses menuju sukses itu berlangsung.  

Kemauan ini harus ditingkatkan menjadi tekad.  Tekad bulat yang membaja itu disebut determination, suatu keadaan kritis dimana apabila kita tidak mendapatkan tujuan itu, kita akan mengalami kesengsaraan yang sangat luar biasa besar.  

sangat penting ketika dalam kondisi kritis menghadapi perubahan2 yang belum cukup kita ketahui ilmunya.  bhs arabnya AZZAM

tekad bulat baru setelah itu tawakal

tawakal bentuk konkrit dari azzam, atau tekad bulat yang sangat kuat

1. sebelum melakukan tindakan, perlu ada setting yang tepat di dalam pikiran kita.  Kita harus menjadi orang memiliki yang ambisi yang positif.  kita selalu ingin agar kualitas kita semakin baik dari hari ke hari.  Kita sendiri harus punya ambisi yang baik ,selalu ingin maju, selalu ingin memperbaiki diri.  lebih baik dari hari kemarin, esok lebih baik lagi.  

2. Kita harus memiliki kejelasan apa yang kita inginkan, apa yg ktia tuju, apa yang kita harapkan dalam  perubahan ini.  Kita harus mampu memvisualisasikan dan terus membuat bayangan itu makin jelas.  Kejelasan visualisasi tadi akan memantapkan langkah-langkah dalam perubahan.  

3. Kita juga perlu memiliki kemampuan adaptasi yang memadai dalam mengarungi arus perubahan yang terjadi di dunia ini.  Kemampuan adaptasi ini diperoleh dari kejelasan visi dan visualisasi kita akan tujuan kita.  Kita tidak lagi menjadi bagian yang hanyut dalam arus tapi jadi bahagian yang mampu beradaptasi dengan perubahan2 tersebut.  Bahkan bukan tidak mungkin kita akan mampu mengendalikan arus perubahan tersbut.  

4. Kita harus berani mengambil tanggung jawab.  Kita ini adalah orang yang akan diberi bekal, berupa pengetahun dan kemampuan, di balik bekal-bekal itu ada tanggung jawab.   Seringkali, apabila kita mengalami perubahan yang tidak enak, kita sering menyalahkan pihak lain, kambing hitam.  Seharusnya, kita sebagai orang bertanggung jawab bisa bersikap.

"ini saatnya saya utk melakukan sesuatu, apapun yng terjdi ini tg jawab saya"

5. tindakan yang konsisten, yaitu tindakan-tindakan yang berhbungan dengan kejelasan hal-hal yg kita inginkan.  Ketika ada peluang utk melakukan suatu yang bisa mendekatkan kita pada apa yang kita harapkan, lakukan.  

Tujuan adalah sesuatu yang tergambar jelas di dalam benak kita walaupun belum tercapai di dunia ini.  dalam bahasa Arab disebut Ghayyah.  


Mengatasi hambatan dalam menyongsong perubahan

Faktor terbesar penghambat perubahan ada di dalam diri kita sendiri Alloh SWT mengubah keadaan suatu kaum bila mereka mengubah apa yang ada di dalam dirinya.  Apapun yang terjadi di dunia ini terjadi atas izin Alloh SWT, tetapi perubahan itu seolah2 dilakukan atau dipengaruhi keputusan2/tindakan2 si makhluk/si manusia.

Hambatan terbesar ada di benak kita berupa keyakinan

1. Keyakinan dibentuk seperti meja ada kaki-kaki, kaki-kaki tersebut memperkuat meja (Note: analogi ini dipakai Gary Craig, pendiri EFT)

a. ungkapan, kata2 dari lingkungan, orang tua, guru, teman dll, dianggap kebenaran sehingga menjadi keyakinan
b. pikiran mengolah informasi, ide dan sebagainya diterima sebagai keyakinan
 
2. pilihan, memilih sesuatu sebagai keyakinan, memilih utk yakin, agak berat krn memilih benar2 sadar dan benar2 tenang agar pilihan ini lansung ditangkap pikiran bawah sadar bergerak secara otomatis mengikuti keyakinan kita

pernyataan yang kita terima kebenarannya dan ter-install dalam bawah sadar kita sebagai keyakinan.  bila tubuh kita diikat talinya terlihat.  Tetapi, bila pikiran yang diikat, talinya tidak terlihat.  Inilah mental block membatasi kita utk berubah, maju dan berkembang. 

Sesungguhnya, setiap manusia memiliki potensi luar biasa.  Namun dalam perjalanan hidup mereka ada yang sengaja atau tidak terinstall mental blok yang menghambat dirinya berkembang. 

Apabila penerimaan akan suatu pengertian atau pemahaman baru tidak bisa masuk ke pikiran yang paling dalam dari diri seseorang, maka  keyakina baru tidak akan tertanam dalam dirinya.  Dia mungkin paham tetapi tidak mau berubah karena yang bekerja adalah keyakinan dirinya yang lama.

Perubahan individu, lingkungan, masyarakat dan negara
 
ada perubahan secara individu, lingkungan, masyarakat dan negara.  Perubahan individu masih bisa dikendalikan orang yang bersangkutan, namun apabila perubahan itu dalam bentuk yang lebih besar seperti lingkungan, masyarakat atau negara, maka
perubahan itu makin tdk bisa dikendalikan secara langsung.

kunci bagaimana menempatkan diri dalam perubahan2 tersebut adalah bersabar.  Apabila kita tidak punya pengaruh besar, power utk mempengaruhi perubahan tersbut, misalnya hanya sebagai warga biasa dan tidak punya kendali, maka langkah terbaik adalah bersabar. 


sabar adalah memiliki kemampuan adapatasi yang tinggi dgn tetap mempertahankan hidup yang berkualitas.  bentuk konkirt kesabaran adalah tetap maju mesikipun dlam pikiran kita blm menemukan jalan keluar.  Kita tetap melakukan upaya mejalani perubahan tadi sambil tetap mengarhapkan hasil yang terbaiik.

Fenomena ini mirip pintu otomatis yang bandara atau pusat perbelanjaan.  Kita belum tahu apakah pintu itu akan terbuka atau tidak, namun kita terus maju hingga posisi terdekat.  Pintu itu pun terbuka sendiri. 

Hal ini dicontohkan seorang pengusaha dari Australia, pada saat itu agent property ternyata dimulai saat para  pengamat properti mengatakan bisnis properti sedang lesu.  Pengusaha tersebut berkata di dalam bisnis ada peluang. 

memang pada awal2 babak belur, namun dia terus maju walau tidak tahu terbuka atau tidak.  Pada akhirnya nanti ada jln keluar, ada solusi.   Negara dibangun oleh individu-individu.  Jika suatu negara ingin berubah, maka individu-individu yang ada di dalamnya harus berubah. 

Dalam surat Ar RAad ayat 11,  Alloh SWT menyatakan bahwa Alloh hanya akan mengubah kondisi suatu kaum apabila masing2 indvidu dalam kaum tersebut mau mengubah kondisi yang ada diri mereka masing. 


kita menyongsong perubahan dengan tetap mengingat Alloh SWT tanpa melupakan tindakan-tidnakan yang perlu dilakukan sesuai sunnatullah

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823






 

Rabu, 17 Desember 2008

[TRANSKRIP] Langkah atau lompat



Narasumber: Bapak Supardi Lee

Setiap orang ingin meraih kesuksesan.  Kesuksesan di dunia ini dapat diraih apabila kita maju.  Kemajuan yang kita raih itu bisa merupakan hasil kita melangkah atau melompat.

kita perlu tahu persis kita di mana dan mau ke mana.  Misalnya kita berada di posisi 2 dan target kita adalah 10 (lulus kuliah, jadi manager, jadi pengusaha sukses dll).   

banyak orang yang sudah menetapkan tujuan dalam kehidupan. Namun, banyak dari mereka belum menentukan apakah akan melangkah atau melompat dalam mencapai tujuan tersebut. Sehingga pada akhirnya banyak yang hanya beputar-putar saja dan tidak maju-maju.  Seakan-akan sudah bergerak mendekati tujuan padahal cuma mutar-mutar.  Banyak orang jadi stress dan frustasi gara-gara hal itu.  

Yang harus dipertimbangkan saat kita memutuskan apakah akan melangkah atau melompat adalah

waktu, energi dan resiko

I. Waktu

Ada orang yang setelah sekitar 30 tahu melangkah baru mencapai sukses, sehingga dia sukses pada saat berusia relatif lanjut. ada juga orang yang melompat sehingga dalam 10 tahun bisa mencapai sukses dalam derajat yang sama.   

II. Energi

Energi di sini adalah sumber daya yang kita miliki misalnya keyaknan, ketrampilan, kompetensi, karakter, relasi dll.  Melompat tentu memerlukan energi lebih besar daripada melangkah.  Orang yang terlalu nekat melompat padahal energinya kurang tentu saja bisa mengalami resiko cedera.  Orang yang nekad keluar kerja utk berbisnis resikonya bangkrut.

Jika kita merasa masih memiliki banyak waktu namun kurang energi, ada baiknya kita melangkah dulu dengan sabar agar bisa mempersiapkan diri untuk melompat.  Namun, bisa kita sudah punya cukup energi jangan sampai kita menunda-nunda untuk melakukan lompatan-lompatan besar yang akan menghemat lebih banyak waktu.   

III. Resiko

Melangkah dan melompat masing-masing punya resiko sendiri:

a. melangkah perlu waktu lama.  Sebaliknya, dengan melompat orang bisa menghemat banyak waktu.  

b. melangkah tidak butuh banyak energi.  Melompat perlu energi yang banyak sehingga bisa menghemat banyak waktu.  

Melompat sepertinya memiliki resiko lebih tinggi namun sesungguhnya resiko diukur menggunakan kemampuan pelakunya, jadi resiko itu sifatnya subjektif bukan objektif.  

Contoh:

1. Memasarkan 40 rumah tentu lebih besar resikonya apabila dilakukan orang yang belum berpengalaman dibandingkan dengan memasarkan 1000 rumah yang dilakukan oleh agen real estate profesional.  

2. mengendarai mobil dengan kecepatan 100 km/jam tentu lebih besar resikonya apabila dilakukan oleh orang yang beru bisa mengemudi dibandingkan bila dikemudikan dgn orang yang sudah mahir.  Sebaliknya, mengendarai mobil dengan kecepatan 40 km/jam tentu lebih besar resikonya bila dilakukan di jalan tol.  

3. Orang yang memiliki kreatifitas dan inisiatif yang tinggi tentu memiliki resiko yang lebih kecil utk memulai bisnis daripada orang yang biasanya hanya jadi staff saja, yang mengurusi hal-hal rutin.

Dari alam kita bis amencontoh pohon bambu cina.  Pohon bambu tersebut bila ditanam selama beberapa tahun tidak menampakkan pertumbuhan yang signifikan.  Pohon tersbut hanya bertambah tinggi beberapa cm saja.  Namun sesungguhnya pohon bambu itu menumbuhkan akar yang kuat ke dalam tanah.  Sehingga saat memasuki tahun ke lima, pohon itu tumbuh dengan pesat sehingga mencapai puluhan meter.  

Kita bisa membuat kombinasi yang sinergis antara melangkah dan melompat.  Contoh yang paling baik dalam sejarah adalah Nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah contoh kombinasi dari kombinasi melangkah dan melompat yang luar biasa.  Dari lahir sampai umur 40 tahun (saat diangkat menjadi Nabi), beliau orang yang melangkah terus menerus sedangkan dari 40 sampai belaui wafat, beliau melakukan lompatan-lompatan yang luar biasa.  Tentu saja resiko antara melompat dan melangkah yang beliau alami sangat berbeda.  Saat beliau melangkah, relatif tidak ada resiko bahkan masyarakat Makkah 100% mempercayai beliau sehingga menggelari beliau Al Amin (yang benar2 bisa dipercaya).  Namun, begitu beliau diangkat menjadi Nabi dan melakukan lompatan2 besar, resiko yang besarpun menghadanag.  beliau dan para sahabatnya harus menghadapi berbagai tantangan dari kaum kafir Quraisy sehingga bahkan harus berkali kali melakukan peperangan.  

Pada akhirnya beliau bisa mengubah jazirah Arab menjadi bangsa yang beradab dan bahkan mempengaruhi peradaban dunia secara keseluruhan.  

Pada waktu sebelum reformasi, Indonesia sebenarnya ingin melompat (tinggal landas, istilah waktu itu) namun yang terjadi adalah kejatuhan karena energi yang seharusnya dikumpulkan untuk melompat sudah disedot habis (korupsi dll).  

Parameter untuk memilih antara melompat dan melangkah adalah diri kita sendiri, tingkat energi kita.  Pada saat kompetensi dan karakter kita sudah memadai, saat itulah kita bisa melakukan lompatan yang berarti dalam perjalanan kita menuju sukses.  

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Selasa, 02 Desember 2008

[KISAH DAN HIKMAH] Membuang Kebencian

Membuang Kebencian

sebagian isi posting diambil dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life dengan narasumber Bapak Zainal Abidin

Untuk dapat membuang kebencian, kita perlu menyadari penyebab kebencian tersebut:

Minimal ada dua penyebab kebencian:

Penyebab pertama adalah Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan.  Sering kali, apabila sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, orang mencari penyebabnya.  Masalahnya, banyak yang mencari penyebab kegagalan tersebut di luar dirinya.

seperti kisah sufi yang termasyhur:

Suatu malam, seorang wanita sedang berada di bawah lampu penerangan jalan.  dia tampak sedang mencari-cari sesuatu.  Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa orang penjaga malam.  

Salah satu dari para penjaga tersebut bertanya kepada sang wanita "Cari apa mbak?"

Sang wanita menjawab "saya sedang mencari cincin saya yang hilang".  

"Hilangnya di sekitar sini?" tanya penjaga yang lain.  
 
"Bukan" jawab si wanita "di dalam rumah". 

Para penjagapun tertawa terbahak-bahak. 

Seorang penjaga berkata "Mbak, kenapa gak dicari di dalam rumah?". 

"di dalam rumah gelap mas, di sini terang" jawab si wanita.    

sambil geleng-geleng kepala, penjaga yang lain berkata "Mbak, biar gelap tetap harus dicari di dalam rumah, kalau di sini biarpun lampunya ditambah juga gak bakalan ketemu".  Teman-temannya mengangguk tanda setuju sambil tersenyum. 

Bahkan ada yang menambahkan "Mbak, emangnya itu cincin bisa jalan sendiri keluar ya?"

Mungkin jika kita bertemu dengan orang seperti wanita itu, kita akan menganggapnya gila. Tetapi, tidakkah kita juga seirng melakukan kegilaan yang sama.  Kita seringkali menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi pada diri kita.  Kita juga seringkali menuntut orang lain berubah.  Bahkan yang lebih buruk lagi, kita menuntut orang lain berubah sesuai dgn keinginan kita, bukan agar dia berubah menjadi lebih baik menurut syariat dan sunnatullah. 

Padahal bukan tidak mungkin penyebabnya ada dalam gelapnya relung hati kita.  Terkadang kita terlalu memanjakan diri, memperturutkan hawa nafsu sehingga kita menjadi pribadi yang tidak bisa diharapkan dan diandalkan oleh orang lain.  Bukan tidak mungkin

Jangan sampai kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan sebab (usaha, strategi dll) yang sama.  Hal itu adalah suatu kegilaan yang sangat nyata.


Penyebab kedua adalah karena banyak diantara pakai prinsip dagang.  Terkadang orang berbuat kebaikan karena ingin mengharapkan orang yang menerima kebaikannya melakukan hal yang sama.  Sehingga, apabila orang yang menerima kebaikan tidak membalas sesuai harapan, yang timbul adalah kebencian dan kekecewaan. 

Padahal, ada yang disebut dengan hukum kekekalan energi

Menurut bapak Jamil Azzaini dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif.  Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama). 

Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif.  Suatu saat energi tsb akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya. 

Dengan benar-benar menyadari adanya hukum kekekalan energi dalam kehidupan kita, Insya Alloh kita akan terhindar dari menerapkan prinsip dagang dalam segala aspek kehidupan kita. 

Semoga bermanfaat,

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
 

Kamis, 04 September 2008

[TRANSKRIP] Rezeki Yang Halal


Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Ada seseorang bernama Abdul Khoir.  Pada tahun 1975, dia bekerja sebagai teller di sebuah bank.  Dia adalah seseorang yang murah hati, suka membantu, ringan tangan dsb.  Para nasabah yang datang biasanya ingin dilayani Abdul Khoir walaupun harus antri.  Dia bekerja dengan ikhlas dan penuh dengan cinta.  kawan-kawannya bukan hanya di front liner, tetapi hampir seluruh karyawan yang ada di bank tersebut iri sama dia.  Sehingga, oleh kepala cabang, Abdul Khoir dipindah ke bagian korporat.  Dia sekarang bertugas mengurusi nasabah-nasabah korporat.  Para nasabah itu senantiasa selalu memberi amplop kepada Abdul Khoir.  Abdul Khoir tidak yakin hukum menerima amplop itu halal atau haram.  Dia memiliki harga diri martabat.  Dia merasa bahwa dia sudah digaji cukup, sehingga merasa enggan memberi makan anak istrinya dengan penghasilan yang tidak jelas kehalalannya.  

Suatu hari, kepala cabang menegurnya dan berkata:

Kepala Cabang: "Abdul Khoir, mengapa kamu menolak amplop2 tersebut?"

Abdul Khoir : "Saya tidak mau pak, menerima uang yang kehalalannya tidak saya yakini"

KC: "Terima aja dulu, baru nanti diatur.  Saya tidak mau ada nasabah yang malu atau kecewa."

Abdul Khoir tetap tidak mamu membawa pulang amplop2 tersebut.  Dia menaruh amplop2 tersebut di laci dan dikunci.  Abdul Khoir memliliki harga diri/izzah di dalam hatinya karena dia yakin bahwa Alloh SWT telah menjamin rezeki bagi hamba-hambaNya.

Subhanalloh, Orang yang berharap hidayah, pertolongan dan bimbingan dari Alloh SWT pasti suatu saat akan mendapatka semuanya.

Suatu saat dia sholat jum'at di kantor lain, karena di kantornya tidak ada sholat Jum'at.  Suasana sholat jum'at sangat hening.  Saat itu dia sedang duduk terpekur, menyimak apa yang dikatakan khotib.  Sang khotib membaca Hadits yang bermakna "setiap daging tumbuh barang haram Neraka tempatnya".  Hidayah langsung masuk ke dalam ruang hati yang paling dalam dari Abdul Khoir.

Seketika itu juga dia seperti melihat suatu pandangan, vision, atau khasysyaf.  Seakan-akan dia melihat Neraka Jahannam menyala begitu hebatnya, lalu seakan-akan dihadirkan istri dan anak-anaknya yang akan dimasukkan ke Neraka.  mereka menjerit-jerit kenapa sang Ayah sampai membuat mereka masuk ke sana.  

Usai Sholat Jum'at, Abdul Khoir menemui sang Khotib dan meminta saran, apakah dia harus mengundurkan diri dari kantornya atau terus bekerja.  Sang khotib mengatakan bahwa yang bisa menyelesaikan segala persoalan yang dia dihadapi adalah Alloh SWt dan dirinya sendiiri.  Jum'at siang itu juga, Abdul Khoir kembali ke kantornya dan membuat surat pengunduran diri.  Saat itu masih tahun 1975.

Bila seseorang meninggalkan yang haram karena Alloh SWT, maka sesungguhnya Alloh SWT mampu memberi karunia yang jauh lebih dahsyat dari yang dia tinggalkan.  Uang dari para nasabah korporat itu adalah uang/harta yang haram.   harta seperti itu tidak ada berkahnya dan tidak akan menghasilkan ketenangan batin.

Selama beberapa bulan, Abdul Khoir tidak punya pekerjaan. Mertuanya, seorang pengusaha ekspedisi laut yang memiliki beberapa kapal, mengajaknya bekerja sama.  Abdul Khoir, mungkin karena berkah dari Alloh SWT, menjadi seorang pegawi yang cekatan.  Lama kelamaan, sang bapak mertua memberikan usaha ekspedisi tersebut kepada Abdul Khoir.  Tahun 1976 dia mulai jadi direktur di perusahaan tersebut.  Hanya dalam waktu beberapa tahun sejak dia mengundurkan diri, Abdul Khoir menjadi seorang milyarder.  Tahun 1980, dia bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah bersama istrinya.  Saat itu dia sudah memiliki 7 buah kapal laut.  Sekitar 6 tahun sejak dia mengundurkan diri dari bank tempat dia bekerja, dia sudah menjadi milyuner yang kaya raya dalam usia yang kurang dari 40 tahun.  

Abu Humaid as-Sa’idi menuturkan bahwa Nabi saw. pernah mengangkat seseorang dari Bani Azad yang bernama Ibn al-Utbiyah (Ibn al-Lutbiyah) sebagai amil pemungut zakat, lalu ia kembali dan mengatakan, “Ya Rasul, ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.”

Nabi saw. lalu berpidato, “Tidak pantas seorang petugas yang kami utus lalu datang dan berkata, “Ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya lalu memperhatikan apakah itu dihadiahkan kepadanya atau tidak. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah ia datang membawa pemberian itu, kecuali ia pasti datang pada Hari Kiamat kelak memanggul barang itu di pundaknya.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).

Hadits dari situs ini

Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan.  Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah.  Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas.  Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram.  Orang-orang seperti ini tidak dapat menenangkan batinnya karena mereka sesungguhnya sadar bahwa mereka bekerja di tempat yang tidak baik.  Mereka perlu diselamatkan.  

Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya.  Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha.  Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu  yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang  ada) yang kuat.  Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya.   Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang.  Kepercayaan menjadi taruhannya.  Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.

Alloh SWT, dalam surat Ar Rahman, setelah bercerita panjang lebar tentang penciptaan alam semesta tiba-tiba mengatkaan "Jangan kalian curang dalam timbangan, timbang yang baik jgn dikurangi".  Ternyata ada hubungan erat antara alam semasta dengan kecurangan dalam timbangan.  Jika ada satu dua orang yang curang dalam timbangan, sedikit demi sedikit alam  mulai rusak, sistem juga mulai rusak.  Illegal Lodging bisa terjadi karena ada oknum pejabat yang bermain.  Perbuatan maksiat tersebar karena ada yang mem-backing-i. Pada akhirnya, seluruh tatatan kemasyarkatan dan alam semesta tinggal menunggu kehancuran saja.  Kita harus jadi seperti ikan di lautan, walaupun airnya asin, jangan ikutan jadi asin.  

Sesungguhnya, dalam rezeki yang halal dan baik ada pancaran kekuatan energi dahsyat.  baik

1. Membuat kita bersemangat.

2. Membuat kita menjadi Taat dan mudah melakukan kebaikan.

Jika kita sudah lama tidak merasakan nyamannya khusuk atau sudah lama tidak merasakan semangat yang membara, mungkin ada yang salah dengan cara mencari nafkah kita selama ini.  Jika sudah lama kita tidak merasa mudah melakukan kebaikan, bisa jadi ada yang haram dalam rezeki yang kita konsumsi selama ini.  Sesungguhnya Alloh SWT adalah yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang hal-hal yang baik saja.

Saat orang-orang pergi ke tempat kerja mereka masing-masing, mereka sepertinya sangat terburu-buru.  Tampang sebagian besar dari mereka sepertinya tegang, jarang ada yang tersenyum ramah atau melangkah dengan ringan.  Jangan-jangan ada hal-hal yang haram di dalam rezeki mereka.  

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini

Link terkait:

Perbuatan Maksiat dan Global Warming

Kekerasan Terselubung dalam perbuatan Maxiat

Selasa, 02 September 2008

[TRANSKRIP] Mengembangkan Potensi Diri

Mengembangkan Potensi Diri

Sebenarnya, kita semua punya potensi kehebatan yang luar biasa sebagai perangkat untuk menggapai kesuksesan kita, namun potensi itu biasanya terpendam, tertutup dengan hal-hal negatif di sekitar diri kita atau bahkan dari diri kita sendiri.  Contoh hambatan penggalian dari diri kita sendiri yaitu Sifat negatif dan kata-kata negatif.

Seringkali, kita iri dengan orang lain dan lupa potensi sendiri.  Jarang sekali kita sadari bahwa kita punya potensi lebih dari yang kita bayangkan.  Mulai sekarang, mari kita timbulkan kesadaran dan cari tahu bagaimana caranya dan lakukan agar potensi kita tergali maximal.

Kita harus menyadari bahwa Alloh SWT memberi kepada setiap orang  potensi untuk sukses walaupun secara fisik atau finansial memiliki kekurangan, seperti cacat atau miskin.  Apabila kita sudah yakin bahwa kita dan semua orang punya potensi dan kelebihan, maka kita  akan lebih mudah menggali potensi tersebut.

Hal-hal apa yang membuat kita mampu untuk menggali potensi diri kita:

1. selalu berpikir dan berinisiatif untuk bisa lebih maju dan lebih baik dari hari ke hari.

Pola  pikir kita mempengaruhi pola hidup kita.  Jika kita berpikir bahwa kita adalah orang yang tidak mungkin sukses karena kita orang yang biasa-biasa saja, maka itulah yang akan terjadi dalam hidup kita, karena pola pikir "saya orang yang biasa-biasa saja" itu akan membuat kita enggan untuk berusaha membuat diri kita maju.  Sehingga hasilnya biasa-biasa saja

Padahal, dalam hidup ini hanya ada satu diantara dua pilihan.  Mau meningkatkan kualitas diri ktia terus-menerus atau membiarkan kualitas diri kita turun terus menerus.  Hidup segan mati tak mau.

Pilihan terbaik adalah terus menerus meningkatkan kualitas hidup kita  menjadi lebih baik dan lebih baik.  Efek positifnya akan terasa pada orang-orang di sekitar kita saat kita menjadi lebih baik dari hari ke hari.  

2. Membuka diri dan membuka wawasan untuk menerima ilmu dan pendapat dari hasil pemikiran siapapun.

Salah satu sebab kita sering terserang rasa sombong, takabur dan sebagainya adalah karena kita merasa berat untuk menerima pendapat atau buah pikiran orang lain.  Kita berpikir bahwa kitalah yang terbaik ,apalagi jika ide-ide tersebut keluar dari orang yang lebih muda dair kita, lebih miskin atau lebih rendah status sosial dan/atau pendidikan (formal)-nya dari kita, karyawan, bawahan dll.

Siapapun yang berpendapat atau punya ide diberi pada kita buka diri untuk terima, siapa tahu pendapat-pendapat atau ide-ide tersebut bisa membuak wawasan kita kemudian merangsang kita untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri kita sendiri.    

dan ketika kita menerima pendapat tetapi dengan berkata dalam hati, "sombong sekali orang itu, memberi nasihat kepada saya" sesungguhnya kita sudah melemahkan diri kita sendiri.  Hal yang sama terjadi apabila kita merasa curiga, benci atau merendahkan orang lain.  Hal ini bukan hanya dalam tingkat mental tetapi juga dalam tingkat fisik.   Apabila kita sudah melemahkan diri kita sendiri, baik secara mental atau bahkan fisik, bagaimana mungkin potensi diri kita akan muncul?

Mulai sekarang, apabila orang lain (atasan, bawahan, adik, kakak, orang tua dll) memberikan pendapat, coba dengar.  Kita diberi dua telinga dan satu mulut adalah agar kita lebih sering mendengar daripada berbicara.  

Dalam menggali potensi diri secara maximal, kadang kala memang perlu ada orang lain yang melihat agar kita bisa menanyakan  kelebihan kita pada orang lain.  Terkadang sulit bagi kita untuk melihat diri sendiri karena kesibukan dll

Dalam sehari, kita bisa meluangkan waktu beberapa menit, bisa saat jelang tidur atau bangun tidur lihat diri kita sendiri.   dlam dan bertanya

- 3 menit yang lalu, apa yang kita pikirkan?

- dua hari yang lalu, apa baju yang saya pakai?

- dll

Hal-hal tersebut adalah cara-cara untuk mengetahui apakah kita memilik perhatian yang baik pada diri sendiri atau tidak.  apa yang kita inginkan di masa depan dll.  Kita harus sering-sering lihat diri sendiri siapa saya sesungguhnya, menjadi pengamat atau penonton bagi diri sendiri sehingga kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita.  

3. Mendorong orang lain untuk maju dan sukses berprestasi lebih baik.  

Jika kita mendorong orang lain untuk maju dan sukses, sesungguhnya kita sedang mengangkat dan memperkuat diri kita sendiri untuk maju.  Sebaliknya, jika kita menjatuhkan dan melemahkan orang lain, sesungguhnya kita sedang melemahkan dan menjatuhkan diri kita sendiri, menguras energi yang ada pada diri kita.   Kejatuhan diri kita itulah yang membuat potensi diri kita tertutup.  

Orang-orang yang baik nantinya akan melihat dirinya menjadi lebih baik dan menjadi lebih mudah melihat potensi dirinya.  Sebaliknya, orang-orang yang sombong dan suka merendahkan orang lain, akan sulit menggali potensi dirinya karena kekuatannya sudah terkuras oleh kesombongannya sendiri.

Kebaikan yang menjadi hasil kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain tidak harus dari orang-orang yang berangkutan.  Bisa saja kita menerima kebaikan dari orang-orang yang sama sekali berbeda, bahkan dari orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun.  Alloh SWT punya cara sendiri untuk membalas orang-orang yang suka berbuat baik.

Salah satu cara agar kita bisa saling mendorong dan meningkatkan potensi dengan orang lain secara sinergis adalah dengan mengikuti acara-acara dan bergabung dengan komunitas yang berisi orang-orang yang hebat.  Namun, jangan sampai kita hanya menjadi peserta yang pasif.  Kita harus ikut aktif untuk berinteraksi dengan para pembicara dan sesama peserta sehingga kita mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari acara-acara dan komunitas-komunitas yang kita ikuti tersebut.  Bergabung dengan komunitas yang baik juga bisa kita lakukan via internet, lewat milis dan sebagainya.

Apakah Menggali potensi diri berhubungan dengan bakat?

bakat bisa dilihat dari perilaku seorang anak waktu kecil.  Bakat tersebut bisa terasah dan tergali potensinya atau hilang bergitu saja tergantung keadaan lingkungan.  Apabila seseorang sudah tahu apa bakat dan minatnya, maka dia tinggal mencari profesi yang sesuai dengan bakat dan minat tersebut dan belajar untuk menambah ilmu yang berkaitan dengan profesi tersebut.  
Memiliki pekerjaan dan profesi yang tidak sesuai dengan bakat dan minat memang masih bisa dilakukan, namun ada ketidaknyamanan di dalamnya.  Bila kita memiliki lebih dari satu macam bakat dan minat, ada baiknya kita melakukan hal-hal berikut ini:

1. Urutkan hal-hal yang menjadi minat dan bakat kita berdasarkan prioritas.

2 .Pilih salah satu potensi yang bisa kita kembangakan agar kita bisa sukses.

3. Fokus pada potensi tersebut, jangan sampai kita ingin mengerjakan terlalu banyak hal sehingga kita menjadi kewalahan dan tidak ada potensi yang berhasil kita kembangkan.

Bila kita terus menggunakan dan mengembangkan potensi diri kita, otak kita akan terus membuat sambungan antar sel sehingga kita menjadi semakin cerdas dan tidak mudah pikun.  

Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas iman kita.  Kualitas iman membuat kita bisa menjaga sikap kita lebih baik sehingga kita bisa diterima dengan baik di masyarakat.  Orang yang selalu bersikap santun dan berakhlaq mulia,  digabungkan dengan potensi yang ada pada dirinya akan menjadi pribadi yang kuat dan dapat menebar manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain. 

Narasumber: Ibu Nikmah Nyrsyam (Mbak Niek)

Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Selama bulan Ramadhan, acara ini bernama: Mutiara Ramadhan