Senin, 05 Maret 2012
Setengah Karyawan Setengah Bos Tapi Kaya
Apa yang terpikir dalam benak kita saat mendengar kata "bisnis sampingan"? Penghasilan tambahan yang menjanjikan? atau malah perasaan enggan dan takut repot karena sudah seharian memeras tenaga di kantor atau tempat kerja? Kedua macam pemikiran itu adalah hal yang manusiawi karena manusia yang normal tentu saja ingin lepas dari kesulitan dan mendapat kesenangan. Buku ini adalah salah satu upaya dari para penulisnya untuk menjembatani kedua pemikiran yang sekilas saling bertentangan itu.
Selanjutnya, ada di link :)
Semoga bermanfaat
Selasa, 08 November 2011
[Transkrip] Sebab dan Akibat
1. Membedakan sebab dan akibat: seringkali kita keliru membedakan mana yang sebab dan mana yang akibat. Orang yang suka terlambat seringkali mengatakan bahwa keterlambatannya karena macet, padahal ada juga orang yang kena macet tapi tidak terlambat. Segala sesuatu yang ada di luar diri kita adalah faktor yang mempengaruhi tapi bukan sebab utama atau akar masalah. Sebab masalah kita yang utama berada di dalam diri kita sendiri.
2. Mencari sebab yang merupakan akar permasalahan: Misalnya ada orang yang kelebihan berat badan. Saat dicari penyebabnya, ternyata dia makan terlalu banyak dan kurang olah raga. Dia makan banyak sebagai kompensasi stress dan kurang olah raga karena sibuk. Orang itu stress dan terlalu sibuk karena kurang ahli atau kurang skill/ketrampilan. Sehingga sebab utamanya adalah skill yang kurang.
3. Melakukan langkah-langkah perbaikan: Menyambung contoh point 2 di atas, maka solusinya adalah meningkatkan skill yang bersangkutan atau mencari pekerjaan yang lebih sesuai. Langkah perbaikan harus berasal dari dalam diri ktia sendiri. Kita tidak bisa langsung memperbaiki keadaan di luar kita seperti kemacetan, kondisi ekonomi, pemerintahan dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat
Sumber: Power of Life
Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto
Rabu, 24 Agustus 2011
[Transkrip] Antri
Antri adalah bagian dari kedisiplinan. Disiplin adalah syarat mutlak bagi orang yang ingin maju dalam berbagai bidang. Disiplin adalah latihan sabar yang baik. Sabar memiliki beberapa aspek:
1. Menikmati proses
2. Tidak terikat hasil akhir
3. Menerima adanya dan bersiap untuk menghadapi tekanan.
Orang sering merasa stress/tertekan karena tidak menerima dan tidak siap dengan adanya tekanan. Stress rumusnya = tekanan / luas penampang. Luas penampang itu artinya kemampuan dan kesediaan kita menerima dan menghadapi tekanan. Kesiapan menghadapi tekanan termasuk juga menetapkan harapan yang realistis. Harapan yang realistis tidak terlalu tinggi hingga sulit dicapai atau terlalu rendah hingga tidak memotivasi.
Semoga bermanfaat
disarikan dari acara The Power of Life, Radio Trijaya FM
Narasumber: Bapak Supardi Lee
Rabu, 29 Juni 2011
[Transkrip] Memulai Bisnis Sampingan
Berikut tips dari Pak Supardi Lee tentang bisnis sampingan
1. mempersiapkan modal yang dibutuhkan. Sebaiknya jumlah modal memadai tapi tidak terlalu menyakitkan jika habis
2. menentukan jenis bisnis yang diminati, termasuk belajar mengenai bisnis tersebut.
3. perhitungan, opportunity and risk
4. merekrut karyawan. merekrut karyawan memang merupakan titik kritis dari bisnis karena sangat berhubungan dengan kepercayaan dan kompetensi. Para karyawan inilah yang akan melaksanakan operasional bisnis harian, namun keputusan-keputusan penting tetap saja pada pemilik bisnis.
5. mulai berbisnis sambil terus belajar tentang bisnis tersebut.
Setiap bisnis memang memiliki resiko kegagalan, namun hal itu bisa diminimalisir dengan belajar. Apalagi kita bisa belajar dari mentor bisnis yang sudah terlebih dahulu merasakan apa dan bagaimana bisnis tersebut. Kegagalan itu sendiri merupakan proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri
bisnis sampingan bisa menjadi ajang pembelajaran bisnis tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Banyak orang yang terlalu terburu buru untuk berbisnis sehingga langsung meninggalkan pekerjaan utama. Walaupun ada yang berhasil namun banyak juga yang gagal.
Orang yang ingin berbisnis harus bersikap proporsional, berani tapi tidak nekat, penuh perhitungan tapi tetap memulai. Jebakan bisnis juga harus diwaspadai. Jebakan tersebut terdiri dari dua macam emosi yaitu rasa takut dan keserakahan. Takut untuk memulai dan apabila sudah mulai seringkali seseorang terjebak dalam keserakahan meraup segala peluang yang ada.
Semoga bermanfaat
Narasumber: Pak Supardi Lee
Sumber: Power of Life 30 Juni 2011
Minggu, 26 Juni 2011
[Transkrip] 3 Filter Pikiran
Walaupun demikian, kita tetap bertanggungjawab atas pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan kita. Kita memerlukan filter untuk menyaring informasi apa saja yang masuk ke dalam pikiran, terutama pkiran bawah sadar kita.
3 filter pikiran
1. apakah informasi ini benar atau tidak, apakah ini me rupakan fakta, opini atau bahkan gosip
2. apakah informasi ini baik untuk saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan karakter, emosi dan spiritualitas kita.
3. apakah informasi ini berguna bagi saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan komptensi dan profesionalitas kita.
Apabila informasi tersebut tidak lolos dari filter-filter tersebut, kita jangan terlalu mudah menyerapnya.
Mungkin ada yang berpikiri bahwa filter pikiran ini membuat orang tidak peduli pada keadaan masyarakat. Jawabannya, kepedulian bukan ditunjukkan oleh pengetahuan kita tapi oleh tindakan kita. Pengetahuan kita mungkin terbatas, namun hal itu tetap tidak mengurangi dan menghalangi kepedulian kita bagi sesama. Agar tetap bisa peduli, kita perlu menjaga pikiran agar tetap waras dan tubuh agar tetap sehat.
Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life
Narasumber: Bang Zainal "Teroris" Abidin
Semoga bermanfaat
Senin, 21 Februari 2011
[Transkrip] Universitas Masa Sulit
Berikut tips dari narasumber untuk melalui perkuliahan di Universitas Masa Sulit tersebut:
1. berhenti mendaramatisir keadaan:
Manusia cenderung mendramatisir keadaan. Karena itu banyak orang senang nonton film drama. Terkadang masalah yang datang terlalu dibesar-besarkan. Label masalah diberiakn oleh orang yang mengalaminya. Penjualan dengan omzet 20 juta mungkin musibah bagi yang biasa dapat 100 juta, namun anugerah bagi yang penjualannya beromzet 5 juta. Mendramatisir masalah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak banyak gunanya. Bahkan dramatisasi itu cenderung menutupi fakta yang sebenarnya. Solusi baru bisa dietmukan saat fakta itu bia dilihat sebagaimana adanya, tidak tertutup kabut dramatisasi
2. harus bisa melakukan "tidak lari tidak sembunyi"
Saat menjalani kuliah, godaan terbesar itu bolos. Godaan terbesar untuk lari sembunyi untuk tidak face to face dgn persoalan. Membolos itu paling mudah dilaksanakan, tapi akibatnya paling sulit dilalui. Ternyata persoalannya menjadi semakin besar. Sebagian besar masalah tidak akan kselesai jika kita tidak aktif menyelesaikannya. Persoalan yang tadinya sederhana, jika ditunda, bisa jadi bsar. "If cannot face your problem there is problem in your face". Masa sulit itu akan melemahkan kita jika kita tidak menghadapinya dengan baik.
3. Fokus pada peluang bukan pada pesoalan
Menghadapi kuliah di masa sulit ini, ada kemungkinan energi kita terserap untuk menghadapi persoalan dan melupakan oportunity. Kaligarafi cina menyatakan di balik krisis ada peluang. Orang yang di-PHK sering kali fokus pada bagaiamna nanti kasih makan anak istri. Padahal, jika dia fokus pada solusi akan ada banyak peluang menantinya di luar sana.
Manfaat mengikuti perkuliahan di Universitas Masa Sulit:
1. Koreksi atas apa yang kita jalani. Sistem dan cara yang berulang kali di jalani, kekurangan tidak disadari dan sebagainya. saat ikut kuliah di universitas masa sulit, semua itu harus dikoreksi dan dibenahi serta tata ulang. Baru setelah itu diperoleh pelajaran dan pengalaman yang terkandung di dalam koreksi tersebut.
2. Adaptasi: Orang sering kali mengalami shock saat menghadapi perubahan. Perkuliahan di universitas masa sulit akan menggembleng dan mendidik seseorang untuk beradaptasi dengan kesulitan di masa yang akan datang. Misalnya, saat serang karyawan memutuskan menjadi pengusaha, dia harus melakukan banyak adaptasi. Jika biasanya terbiasa dengan kepastian dan rutinitas, maka saat jadi pengusaha dia dihadapkan pada berbagai ketidak pastian dan perubahan.
3. antisipasi: kadang-kadang ke depan ada banyak hal yg harus dicegah agar jgn terjadi. kadang2 tidak terpikir. apabila skenario tidak terlaksana, bisa lakukan hal lain. Orang yang mengikuti perkuliahan di universita masa sulit dengan baik akan mampu mengantisipasi banyak hal yang tidak terduga sebelumnya. Hal-hal yang seringkali tidak bisa dipelajari hanya dari teori yang sudah ada.
Semoga bermanfaat.
Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto
Sumber: Mutiara Pagi The Power of Life 22 Februari 2011 on Trijaya 103.4 FM
Senin, 10 Januari 2011
[Transkrip] Be an Expert
1. menemukan apa yang menjadi passion kita
tanyakan pada diri sendiri:
1. Hal apa yang senang sekali kita bicarakan
2. Hal apa yang mudah untuk kita lakukan
3. Hal apa yang orang lain bilang kita mampu kita lakukan dengan baik
4. Hal apa yang membuat kreativitas kita timbul
5. Hal apa yang membuat kita mau mengerjakannya walau tidak dibayar
6. Hal apa yang tidak saja senang kita bicarakan, tapi juga sering kita ungkapkan dalam setiap kesempatan
6. Hal apa yang tidak membuat kita takut gagal melakukannya
2. Memahami posisi keahlian kita, apakah pemula / novice, intermediate, expert
3. memiliki mentor / pembimbing dan teman seperjuangan, yang memiliki passion sama
4. bersedia menerima tantangan di level yang lebih tinggi
5. Tuntas dalam bekerja, tidak setengah - setengah
6. sering berada dalam keadaan flow, mengalir saat mengerjakan hal tersebut.
Dalam memilih keahlian, kita tidak harus berpikir hitam putih, beberapa minat yang berbeda bisa disatukan seperti
1. menulis
2. internet
3. pendidikan
Sekolah Menulis Online
1. kuliner
2. wisata
Paket Tour wisata kuliner
1. agama / spiritualitas
2. wisata
Paket tour wisata religi
1. Kewirausahaan
2. penulisan
Penulis buku - buku tentang kewirausahaan
dan lain sebagainya
Semoga bermanfaat
Sumber:
Acara Mutiara Pagi - The Power of Life, Radio Trijaya 103.4 FM
Narasumber: Bapak Fauzi Rachmanto
Selasa, 19 Oktober 2010
[Transkrip] Kerang Rebus dan Kerang Mutiara
Sebuah kerang mengeluh pada ibunya, ada Sebutir pasir masuk ke dalam tubuhnya. Sang ibu hanya bisa meminta si anak bersabar. Anak kerang itu pun membalut pasir tersebut dengan air matanya sehingga menjadi mutiara yang indah dan berharga. Kerang-kerang lainnya hanya bernasib tidak lebih baik daripada kerang rebus.
beberapa tips dari Mbak Niek
1. keyakinan bahwa anda istimewa. bagun kpercayaan diri istimwa satu2nya di dunia. pd akan naik, anda mendapati diri berharga. kalau seperti itu, apapun yg anda hadapi saat ini akan mejadi kecil. anda lebih berharda darpd masalaah. bangun kyakinan diri. Anda unik dan memiliki keistimewaan luar biasa, menang dari kompetisi bermilyar sel sperma membuahi sel telur. Keunikan dan keistimewaan inilah yang seringkali tidak disadari sehingga kita sering menjadi orang yang rata-rata.
2. wujudkan kata2 positif. Ngobrol yang positif2 dan optimis. luar biasa unik dll berhak dpt sukses dlm hidup. menurut riset ada hubungan keyakinan diri dgn PD. Meningkatkan kualitas diri secara bertahap satu persen per hari.
3. Menghadapi masalah dengan memanfaatkan ruang antara stimulus dan response secara proaktif dan kreatif. diantara anda dan masalah ada ruang jeda yang dapat dimanfaatkan untuk bereaksi secara optimal. Sebelum bertindak, kita bisa menarik nafas dalam-dalam dan memperisapkan diri untuk bereaksi dengan baik.
4. Mengadopsi fisiologi orang-orang sukses sehingga cepat atau lambat kita terbiasa sehingga peredaran energi dalam tubuh kita optimal. Kita juga bisa mengingat kembali saat-saat sukses atau bahagia dan mengadopsi fisiologi saat itu.
Kita juga perlu perlu mempelajari kisah orang-orang sukses. Kolonel Sanders, pendiri KFC, ditolak 1.009 kali saat menawarkan resep ayam gorengnya. Ia meluangkan waktu 2 tahun menjelajahi Amerika dg mobil tuanya,tidur dimobil.
Semoga bermanfaat
Narasumber: Mbak Niek
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Untuk teman-teman yang ingin belajar menulis secara GRATIS, silahkan klik link-link berikut ini:
Gratis 3 Bab Buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat
Newsletter Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu
SMO Kelas Free Trial
Info Ebook Gratis, Langsung ke Email Anda. 100% Gratis
Rabu, 30 Juni 2010
[Transkrip] Menangkap dan menerjemahkan pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari
gambar dari sini
1. cukup sensitifkah kita dalam menangkap makna dalam pesan Tuhan?
Pesan Tuhan tersembunyi dalam kejadian-kejadian yang kita alami setiap saat. Seringkali kejadian-kejadian itu berbentuk masalah. Masalah bisa dibagi dua yaitu masalah pribadi dan sosial. Jika kita sering mengalami masalah pribadi, maka Tuhan ingin agar kita memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Jika berupa masalah sosial, maka Tuhan ingin agar kita bisa menjadi seorang pemimpin. Ibadah-ibadah yang diperintahkan Tuhan adalah sarana untuk meningkatkan sensitifitas kita dalam menangkap pesan-pesanNya.
2. cukup cerdaskah kita dalam menerjemahkan pesan-pesan tersebut?
penerjemahan pesan Tuhan ygn baik akan menghasilkan hal-hal yang positif dan produktif. Setiap kecerdasan saling berkaitan, spiritual emosional dll saling berkaitan baik kurang atau lebih. Semakin sinergis kecerdasan-kecerdasan yang ada pada diri kita, semakin efektif kita dalam menangkap pesan-pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting adalah bagaimanapun cara kita menerjemahkan pesan-pean tadi, kita tetap berbaik sangka padaNya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). sumber Hadits: blog ini
3.cukup kuatkah kita dalam melaksanakan isi pesan tersebut?
Kekuatan dan kesabaran seseorang terlihat dari seberapa besar resiko yang berani dia ambil.
Setiap pesan Tuhan mengandung:
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah padaNya
2. Memberi manfaat sebesar-sebesarnya pada orang lain
3. Meningkatkan kualitas diri terus menerus
Ketiga hal itu membutuhkan kesabaran dan kekuatan serta mengandung resiko. Namun, pada akhirnya, hasilnya adalah untuk kita sendiri. banyak diantara kita yang terlalu cepat dan terlalu mudah menyerah dalam melaksakan isi pesan dari Tuhan tersebut.
Semoga bermanfaat
Sumber: The Power of Life edisi 1 Juli 2010, Radio Trijaya FM
Narasumber: Bapak Supardi Lee
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Selasa, 29 Juni 2010
[Transkrip] Menembus Mental Blok
Manusia memiliki naluri utk mencari kenikmatan dan menghindari kesulitan/rasa sakit. Orang-orang sukses menghindari kesulitan dan mencari kenikmatan di masa depan. Orang-orang gagal mencari kenikmatan dan hindari resiko di masa kini, sehingga mereka dipaksa untuk mendapat kesulitan dan/atau tidak dapat kenikmatan di masa depan.
Mental blok berasal dari keingiian utk nikmat dan hindari kesulitan/resiko di masa kini. Sehingga orang terhalang untuk berusaha mewujudkan impian mereka. Banyak orang yang menginginkan hasil yang berbeda namun usahanya tetap sama saja.
Mental blok berada dalam pikiran dan hati kita sendiri. Membongkar mental blok seperti mengisi bejana berisi air kotor dengan air bersih, perlu banyak air bersih agar air kotornya terdesak keluar. Kita perlu mengisi pikiran kita dengan pikiran-pikiran positif yang proporsional. Agar pikiran-pikiran negatif terdesak keluar. Dalam proses belajar dan berlatih, orang harus melalui kurva seperti huruf S. Pada saat belajar dan berlatih, kurvanya menurun ke bawah, namun pada saat mengusai ilmu tersebut, dia akan melenting ke atas. Banyak kenikmatan yang bisa dia dapatkan dan rasakan.
Untuk mengatasi mental blok, kita perlu mmeikirkan apa yang akan kita dapat di masa depan. Belajar untuk menguasai suatu pelajaran atau ketrampilan memang tidak menyenangkan. Namun, begitu kita menguasai ilmunya, kita akan merasakan kenikamatan yang luar biasa dan banyak kesulitan yang bisa kita atasi. Bagaikan orang yang akan berlayar di samudra luas, tentukan ttik koordinat dan berlyarlah dgn segenap keberanian dan kekuatan menembus badai yang datang menghadang.
Sumber: The Power of Life edisi 30 Juni 2010
Narasumber: Bapak Zainal "Teroris" Abidin
Semoga bermanfaat
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Related articles
Mental Block
Mental Block terbesar dalam hidup
Selasa, 15 Desember 2009
[Transkrip] Energi untuk berubah
2. Bercita-cita. Cita cita adalah khayalan yang diberi tenggat waktu. Saya akan mendapatkan ......... sekian tahun lagi, saya akan menjadi ......... sekian tahun lagi dst.
Khayalan dan rencana kita harus kita tuliskan dalam buku agar dapat terus kita ingat dan terus memotivasi kita. Kalau hanya sekedar angan, tentu kurang efektif.
3. Rencana dan tindakan: untuk mencapai cita-cita tersebut, kita perlu menyusun rencana. Rencana lebih detail daripada cita-cita, rencana di-break down menjadi langkah-langkah yang spesifik. Misal:
- Buku apa yang perlu saya baca dan pelajari
- Pekerjaan apa yang harus saya lakukan
- Langkah-langkah apa yang harus saya ambil
- siapa orang-orang hebat yang harus saya temui
- dan sebagainya
Namun, dalam membuat rencana, jangan sampai kita terjebak pada perfeksionisme. Jangan sampai kita tidak bertindak gara-gara berusaha membuat rencana yang sempurna.
Rencanakan tindakan kita dan bertindaklah sesuai rencana.
4. Doa dan harapan: Apabila kita sudah bertindak sesuai rencana namun belum berhasil, kita jangan putus asa. Kita tidak boleh berhenti berdoa berharap pada Allah SWT. Bukan tidak mungkin Dia sedang mempersiapkan yang lebih baik bagi kita.
Namun, harapan dan doa tentu bukan alasan bagi kita untuk tidak bertindak. Banyak orang gagal bukan karen kurang pengetahuan tetapi kurang tindakan.
Semoga bermanfaat
Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life
Narasumber: Mbak Niek
Selasa, 17 Maret 2009
[Transkrip] Kunci Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup
Setiap orang ingin merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup, walaupun barometernya bisa berbeda-beda.
Bagaimanapun kondisi anda saat ini, apapun modal anda saat ini, anda berhak mendapatkan kebahagiaan hidup. Tidak ada syarat tertentu semua orang berhak bahagia selama dia menginginkan kebahagiaan itu.
Kunci2 tersebut antara lain:
1. Belajar menangani rasa putus asa
Banyak orang merasa putus asa saat ditimpa musibah atau mengalami masalah/kesulitan spt diputuskan kekasih, ditolak calon istri/suami, belum dapat pekerjaan, stress dll. Kita harus belajar menangani putus asa. Putus asa bisa mengakibatkan tekanan mental dalam kehidupan kita. Tekanan tersebut bisa membuat kita tidak bersemangat dalam hidup ini. Bagaimana agar kita bisa mengatasi perasaan putus asa ini?
Belajar menangani proses menuju hal tertentu dgn cara belajar
1. Jangan berkeringat hal2 kecil. jgn khawatir hal2 kecil
2. Ingatlah bahwa semua hal kecil, kita kan merasa lebih ringan. Anggapan bahwa masalah2 besar adalah dari diri sendiri yang manganggap masalah2 itu monster yang mengerikan.
Anggapan bahwa masalah itu besar bisa menimbulkan rasa putus asa.
Allah SWT tidak akan memberi masalah lebih besar dari kemapuan kita mengatasinya, sehingga kita perlu belajar mengatasi masalah. terhindar dari putus asa. Mimpi kita pun terhenti karena keputusasaan yang kita alami.
Kisah Federal Express yang merencanakan 150 ekspedisi per bulan namun hanya 6 yang masuk. Bila hal itu terjadi pada diri kita, mungkin akan banyak diantara kita yang berhenti. persaingan banyak kompetisi ketat konsumen terbatas dll.
belajar banyak dari orang2 yang mengalami beragam tekanan bangkit lalu dapat hal2 yang tidak terduga.
2. Belajar mengatasi penolakan:
Berapa banyak diantara kita yang takut untuk mencoba sesuatu karena takut ditolak.
Sejarah membuktikan bahwa orang2 yang sukses adalah orang-orang yang tidak takut ditolak, mereka terus berusaha walaupun mendapat banyak penolakan di sana sini, seperti Kolonel Sanders pendiri KFC, Thomas Alfa Edison dll. Bahkan RAsulullah SAW juga dahulu mendapat banyak penolakan dari kaumnya sebelum berhasil meng-Islam-kan seluruh jazirah Arabia.
Mereka menganggap penolakan sebagai sumber energi atau sumber kekuatan untuk membuat pribadi mereka menjadi pribadi yang agung, lebih besar dan lebih kuat. Sehingga mereka bisa bertahan terhadap penolakan2 walaupun beribu kali.
Orang yang ditolak lalu merasa "down" adalah orang2 yang tidak lagi berpegang teguh pada keinginannya. Dia tidak lagi bisa meraih keinginan dan mimpi2nya.
Bisa jadi penolakan itu disebabkan oleh cara atau waktu yang kurang tepat.
Bukankah apabila kita tidak pernah ditolak kita tidak akan pernah introspeksi, tidak pernah ada motivasi memperbaiki diri dsb? dengan catatan anda tidak berhenti.
3. Belajar menangani tekanan kesulitan keuangan
Banyak orang yang Penghasilannya ada, bahkan banyak namun tidak bisa menyimpan yang sudah dimiliki dan mengeluarkan uang/harta tersebut di jalan yang tepat. Malahan seringkali dikejar-kejar petugas kartu kredit.
Kita harus belajar agar tahu bagaimana mencari, menyimpan dan membelanjakan uang. Bagaimana mencari uang yang cukup dengan cara yang halal dan baik, menyimpan uang tersebut dengan baik dan mengeluarkan di jalan yang halal baik dan tepat sasaran.
(keterangan lebih lanjut bisa dibaca di buku Pak Supardi Lee, The Rich Plan)
Kesejahteraan berkaitan dengan materi, kebahagiaan tidak harus berkaitan dengan materi. Kebahagiaan lebih berkaitan dengan ketenangan. Yang membuat kita sulit melihat jalan keluar adalah karena kita tidak tenang. Kita perlu meluangkan waktu sedikit untuk menjadi observer/pengamat bagi diri sendiri. dengan demikian, kita akan bisa melihat diri kita sendiri dengan lebih objektif. Apabila sering dilatih dengan baik, Insya Allah kita akan lebih tenang.
Jika anda menetapkan kesejahteraan dgn rumah yang sederhana, kendaraan keluarga dan pasangan hidup yang baik dan anak2 yang sholeh, usahakan agar diraih agar anda bahagia. Namun, apabila belum, jadilah orang yang bahagia. Orang yang bahagia akan mudah mengundang kebaikan dari orang lain, termasuk kepercayaan. Materi dan kesejahteraan akan mengikuti cepat atau lambat.
4. Belajar Berikan lebih dari apa yang anda harapkan diterima dari orang lain
dalam kehidupan berumah tangga, banyak istri/suami yang mengeluh bahwa pasangannya kurang perhatian namun itdak ada yang mau mulai, sama2 nunggu. Jika salah satu memberi kepada yang lain, bahkan memberi lebih, maka dia akan menerima apa yang dia harapkan.
Jika anda sudah punya perusahaan, rumah mewah dll, namun hanya dinikmati sendiri, itu bukan kebahagiaan atau kesejahteraaan. Jika sudah banyak orang yang menikmati, itulah kebahagiaan dan kesejahteraaan
Anthony Robbins dalam Unlimited Power. Pada suatu hari Thanksgiving, dia tidak punya apa. Tiba ada yang mengetuk pintu tempat tinggalnya dan memberi parcel, daging kalkun dll. Dia merasa bahagia dan termotivasi untuk memberi kebahagiaan kepada orang lain. Dia memberi banyak hal setiap hari thanksgiving saat dia sudah sukses dan jadi motivator no. 1
Jika seseorang bahagia dan sering membagi kebahagiaan kpd orang lain, maka orang ini akan tetap hidup di hati orang2 yang dia beri kebahagiaan.
Memberi bisa berupa materi atau non materi, namun jika kita selalu memberi keduanya, misalnya sedekah dgn senyum, tentu
Orang yang bahagia akan tampak dari gerak-geriknya, lebih terarah, elbih teratur dan lebih bisa menebarkan energi kebaikan. Orang yang bahagia terlihat dari wajahnya selalu berseri-seri walaupun sedang tidak tersenyum. Dia juga memiliki penerimaan pada orang lain, bisa menerima siapa saja.
ketika hati bahagia dan bersinar, energi kebahagiaan otomatis memancar keluar.
Kita ditakdirkan sebagai pemenang, sehingga sesungguhnya kita bisa memenangkan setiap pertandingan di dunia ini. Insya Allah
Kebahagiaan sejati tidak memerlukan syarat apapun. Bahagia pada pilihan dan keputusan anda dan latih tersenyum tulus dan ucapkan pada diri anda sendiri "saya bahagia hari ini".
Mari mengundang kebahagiaan dengan kebahagiaan
Semoga bermanfaat;
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
related link : Resep menuju kebahagiaan
Selasa, 02 Desember 2008
[KISAH DAN HIKMAH] Membuang Kebencian
sebagian isi posting diambil dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life dengan narasumber Bapak Zainal Abidin
Untuk dapat membuang kebencian, kita perlu menyadari penyebab kebencian tersebut:
Minimal ada dua penyebab kebencian:
Penyebab pertama adalah Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sering kali, apabila sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, orang mencari penyebabnya. Masalahnya, banyak yang mencari penyebab kegagalan tersebut di luar dirinya.
seperti kisah sufi yang termasyhur:
Suatu malam, seorang wanita sedang berada di bawah lampu penerangan jalan. dia tampak sedang mencari-cari sesuatu. Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa orang penjaga malam.
Salah satu dari para penjaga tersebut bertanya kepada sang wanita "Cari apa mbak?"
Sang wanita menjawab "saya sedang mencari cincin saya yang hilang".
"Hilangnya di sekitar sini?" tanya penjaga yang lain.
"Bukan" jawab si wanita "di dalam rumah".
Para penjagapun tertawa terbahak-bahak.
Seorang penjaga berkata "Mbak, kenapa gak dicari di dalam rumah?".
"di dalam rumah gelap mas, di sini terang" jawab si wanita.
sambil geleng-geleng kepala, penjaga yang lain berkata "Mbak, biar gelap tetap harus dicari di dalam rumah, kalau di sini biarpun lampunya ditambah juga gak bakalan ketemu". Teman-temannya mengangguk tanda setuju sambil tersenyum.
Bahkan ada yang menambahkan "Mbak, emangnya itu cincin bisa jalan sendiri keluar ya?"
Mungkin jika kita bertemu dengan orang seperti wanita itu, kita akan menganggapnya gila. Tetapi, tidakkah kita juga seirng melakukan kegilaan yang sama. Kita seringkali menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi pada diri kita. Kita juga seringkali menuntut orang lain berubah. Bahkan yang lebih buruk lagi, kita menuntut orang lain berubah sesuai dgn keinginan kita, bukan agar dia berubah menjadi lebih baik menurut syariat dan sunnatullah.
Padahal bukan tidak mungkin penyebabnya ada dalam gelapnya relung hati kita. Terkadang kita terlalu memanjakan diri, memperturutkan hawa nafsu sehingga kita menjadi pribadi yang tidak bisa diharapkan dan diandalkan oleh orang lain. Bukan tidak mungkin
Jangan sampai kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan sebab (usaha, strategi dll) yang sama. Hal itu adalah suatu kegilaan yang sangat nyata.
Penyebab kedua adalah karena banyak diantara pakai prinsip dagang. Terkadang orang berbuat kebaikan karena ingin mengharapkan orang yang menerima kebaikannya melakukan hal yang sama. Sehingga, apabila orang yang menerima kebaikan tidak membalas sesuai harapan, yang timbul adalah kebencian dan kekecewaan.
Padahal, ada yang disebut dengan hukum kekekalan energi
Menurut bapak Jamil Azzaini dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif. Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama).
Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif. Suatu saat energi tsb akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya.
Dengan benar-benar menyadari adanya hukum kekekalan energi dalam kehidupan kita, Insya Alloh kita akan terhindar dari menerapkan prinsip dagang dalam segala aspek kehidupan kita.
Semoga bermanfaat,
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Rabu, 10 September 2008
Alhamdulillah, akhirnya ketemu SANG TERORIS
Ngomong-ngomong soal teroris, saya ingin memanfaatkan momentum untuk posting yang ini. sehari sebelum Ramadhan, tanggal 31 Agustus, saya mengikuti acara Power of Life off Air di Restoran Sari Melayu, Kebayoran.
Acara terdiri dari 4 sesi:
Sesi pertama diisi oleh Ustadz Bobby Herwibowo dan Pak Ahmad Juwaini, Wapres Dompet Dhuafa Republika.
Ustadz Bobby mengatakan bahwa menjadi sukses dalam teks agama ternyat kewajiban. Dalil-dalilnya sebagai berikut:
QS: 3:110
QS: 3:139
QS: 185
QS: 85:11
QS: 33:71
QS: 9:111
QS: 61:12
QS: 64:16
Karakter Manusia sukses diantarnaya:
1. Faith, Keyakinan yang tinggi
2. Visioner, bukan hanya urusan dunia
3. Dedikasi, Amal sholih
4. Komitmen, menjaga nilai-nilai kebaikan
5. Sacrifice, demi sebuah keyakinan
6. Zero error, meminimalisir kesalahan
7. Helping Hand, murah tangan
Sedangkan, pak Ahmad Juwaini lebih banyak bicara soal kecerdasan sosial. Beliau mencontohkan apabila sukses hanya dimaknai secara materi, bagaimana dengan orang-orang seperti penjaga lintasan kereta yang melakukan tugasnya tanpa pamrih. Apakah dia bukan termasuk orang sukses? Padahal sang penjaga sudah menyelamatkan nyawa ribuan orang selama dia bertugas.
Sesi kedua diisi oleh Pak Supadi Lee. Pertama, pak supardi cerita tentang makhluk yang bisa lompat setinggi 300x panjang tubuhnya. Binatang itu adalah kutu anjing. Namun, suatu saat si kutu anjing dikurung di kotak korek api. Setelah dua minggu, si kutu hanya bisa lompat setinggi kotak korek api. Setelah itu, jika si kutu anjing punya keluarga, apa yang dia ajarkan pada anak-anaknya? "Nak, jangan lompat tinggi2, kita cuma bisa lompat stinggi ini!"
Banyak Keyakinan2 kita selama ini yang mengurung kita seperti si kutu yang dikurung oleh kotak korek tadi, sehingga kita tidak bisa melompat setinggi mungkin.
solusinya menurut pak Supardi Lee:
Mengubah keyakinan buruk jadi baik:
1. Sadari bahwa keyakinan itu memang buruk.
2. Pilih keyakinan baru yang baik.
3. Cari fakta yang mendukung keyakinan baik tersebut.
4. Banyak berkata-kata baik yang sesuai dengan keyakinan tsb.
5. Buktikan keyakinan baik tsb dengan tindakan.
Pak supardi juga menjelaskan tentang tingkatan Mind space. Tingkatan ini merupakan jembatan matter dan spirit. level fisik berbeda-beda, namun di level energi semua sama. Pemahaman akan hal ini akan menjadi sadar bahwa kita semua terkoneksi satu sama lain. Saya dengan si fulan secara matter berbeda namun sudah merasa bahawa di sana secara mind space yang ada di sana juga diri saya.
Dua hal yang sesungguhnya kita miliki dan perlu kita kembangkan adalah consiousness dan free will. Consiousness atau kesadaran adalah saat kita bisa melihat diri kita seakan-akan kita melihat orang lain. Kita menjadi penonton bagi diri sendiri. Kita jadi bisa melihat kekurangan dan kelebihan kita. Pengetahuan yang kita dapat dari kesadaran itu dapat kita gunakan untuk mendayagunakan free will atau kehendak bebas yang kita miliki. free will itulah yang menjadi modal kita untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan ini.
Sesi ketiga, sesudah ISHOMA, diisi oleh pak Zainal Abidin alias Jay de Teroris.
setelah ada permainan sedikit untuk pemanasan, maka sesi bersama sang Teroris pun dimulai.
Sungguh, kata Bang Jay, merupakan suatu kegilaan yang sangat nyata jika kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda (lebih baik, lebih banyak) tetapi melakukannya dengan cara-cara yang sama.
Jika dianalogikan dengan lagu, perjalanan karir seseorang bisa jadi seperti ini:
1. usia 20 sampai 40 : Maju tak gentar
2. Usia 40 sampai 55 : Naik-naik ke puncak gunung
3. Usia puncak karir: Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
4. Usia pensiun: Mimpi sedih, hidupku tak pernah lepas dari penderitaan.
Bang Jay lalu memberi ilustrasi seperti ini:
ada segerombolan katak tercebur ke dalam Yoghurt, mereka tidak bisa keluar. Katak2 yang lain mengatakan bahwa mereka tidak mungkin bisa keluar. Ternyata, ada yang menggerakkan kakinya sedemikian kuat sehingga susu asam alias yoghurt tadi memadat, sehingga sang katak yang tersisa bisa keluar. Ternyata, kataknya budeg alias tuli. Jadi tidak dengar kata-kata katak yang lain.
Jadi, mirip dengan sesi Pak Supardi, terkadang kita perlu "menulikan" telinga kita sementara agar kita bisa mencapai tujuan kita.
Sedikit sharing cerita, Bang Jay pun pernah dianggap gila karena dia mengatakan pada anak dan istrinya bahwa nanti suatu saat mereka akan tinggal di rumah yang mirip dengan rumah yang pernah dia tunjukkan pada mereka.
Kita semua punya potensi yang besar, bahkan lebih besar daripada yang kita sadari.
Bang Jay memang menempatkan dirinya menjadi teroris yang menen"teror" kemalasan dan kenyamanan hidup kita. Orang Indonesia kalau gak "diteror" ya gak bangkit, he he he.
Sesi terakhir diisi oleh Ibu Nikmah Nirsyam alias Mbak Niek. Sesi ini tentang bagaimana kita bisa berterima kasih kepada orang-orang yang dekat dengan kita selama ini. Sesi ini berbeda dengan yang lain karena Mbka Niek membimbing para peserta untuk masuk ke alam bawah sadar masing2. Para peserta rileks dan perlahan-lahan dibimbing ke alam bawah sadar. Saat itulah Mbak Niek memberi sugesti yang mengingatkan para peserta pada orang-orang yang mereka cintai. Banyak para peserta tidak dapat menahan haru dan air mata saat sesi terakhir ini berlangsung.
Sesi ini diakhiri dengan nyanyi bareng.
Alhamdulillah, kebaikan yang selama ini saya lakukan dengan membuat transkrip acara Mutiara Pagi - The Power of Life sangat dihargai oleh teman-teman dari Institut Kemandirian. Saya juga dapat tanda tangan Bang Jay di buku "Monyet aja bisa cari duit" dan tanda tangan pak Supardi di buku "The Rich Plan - Semua berhak kaya" (Insya Alloh review menyusul)
Semoga bermanfaat, maaf kurang detil maksudnya supaya penasaran dan kalau ada lagi mau ikut, he he he.
Asyiknya lagi, pulangnya numpang taxi sama mbak Alina Mahamel, penyiar yang biasa mendampingi para narasumber acara Mutiara Pagi - The Power of Life, he hehe.
Institut Kemandirian adalah suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Kamis, 04 September 2008
[TRANSKRIP] Rezeki Yang Halal
Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.
Ada seseorang bernama Abdul Khoir. Pada tahun 1975, dia bekerja sebagai teller di sebuah bank. Dia adalah seseorang yang murah hati, suka membantu, ringan tangan dsb. Para nasabah yang datang biasanya ingin dilayani Abdul Khoir walaupun harus antri. Dia bekerja dengan ikhlas dan penuh dengan cinta. kawan-kawannya bukan hanya di front liner, tetapi hampir seluruh karyawan yang ada di bank tersebut iri sama dia. Sehingga, oleh kepala cabang, Abdul Khoir dipindah ke bagian korporat. Dia sekarang bertugas mengurusi nasabah-nasabah korporat. Para nasabah itu senantiasa selalu memberi amplop kepada Abdul Khoir. Abdul Khoir tidak yakin hukum menerima amplop itu halal atau haram. Dia memiliki harga diri martabat. Dia merasa bahwa dia sudah digaji cukup, sehingga merasa enggan memberi makan anak istrinya dengan penghasilan yang tidak jelas kehalalannya.
Suatu hari, kepala cabang menegurnya dan berkata:
Kepala Cabang: "Abdul Khoir, mengapa kamu menolak amplop2 tersebut?"
Abdul Khoir : "Saya tidak mau pak, menerima uang yang kehalalannya tidak saya yakini"
KC: "Terima aja dulu, baru nanti diatur. Saya tidak mau ada nasabah yang malu atau kecewa."
Abdul Khoir tetap tidak mamu membawa pulang amplop2 tersebut. Dia menaruh amplop2 tersebut di laci dan dikunci. Abdul Khoir memliliki harga diri/izzah di dalam hatinya karena dia yakin bahwa Alloh SWT telah menjamin rezeki bagi hamba-hambaNya.
Subhanalloh, Orang yang berharap hidayah, pertolongan dan bimbingan dari Alloh SWT pasti suatu saat akan mendapatka semuanya.
Suatu saat dia sholat jum'at di kantor lain, karena di kantornya tidak ada sholat Jum'at. Suasana sholat jum'at sangat hening. Saat itu dia sedang duduk terpekur, menyimak apa yang dikatakan khotib. Sang khotib membaca Hadits yang bermakna "setiap daging tumbuh barang haram Neraka tempatnya". Hidayah langsung masuk ke dalam ruang hati yang paling dalam dari Abdul Khoir.
Seketika itu juga dia seperti melihat suatu pandangan, vision, atau khasysyaf. Seakan-akan dia melihat Neraka Jahannam menyala begitu hebatnya, lalu seakan-akan dihadirkan istri dan anak-anaknya yang akan dimasukkan ke Neraka. mereka menjerit-jerit kenapa sang Ayah sampai membuat mereka masuk ke sana.
Usai Sholat Jum'at, Abdul Khoir menemui sang Khotib dan meminta saran, apakah dia harus mengundurkan diri dari kantornya atau terus bekerja. Sang khotib mengatakan bahwa yang bisa menyelesaikan segala persoalan yang dia dihadapi adalah Alloh SWt dan dirinya sendiiri. Jum'at siang itu juga, Abdul Khoir kembali ke kantornya dan membuat surat pengunduran diri. Saat itu masih tahun 1975.
Bila seseorang meninggalkan yang haram karena Alloh SWT, maka sesungguhnya Alloh SWT mampu memberi karunia yang jauh lebih dahsyat dari yang dia tinggalkan. Uang dari para nasabah korporat itu adalah uang/harta yang haram. harta seperti itu tidak ada berkahnya dan tidak akan menghasilkan ketenangan batin.
Selama beberapa bulan, Abdul Khoir tidak punya pekerjaan. Mertuanya, seorang pengusaha ekspedisi laut yang memiliki beberapa kapal, mengajaknya bekerja sama. Abdul Khoir, mungkin karena berkah dari Alloh SWT, menjadi seorang pegawi yang cekatan. Lama kelamaan, sang bapak mertua memberikan usaha ekspedisi tersebut kepada Abdul Khoir. Tahun 1976 dia mulai jadi direktur di perusahaan tersebut. Hanya dalam waktu beberapa tahun sejak dia mengundurkan diri, Abdul Khoir menjadi seorang milyarder. Tahun 1980, dia bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah bersama istrinya. Saat itu dia sudah memiliki 7 buah kapal laut. Sekitar 6 tahun sejak dia mengundurkan diri dari bank tempat dia bekerja, dia sudah menjadi milyuner yang kaya raya dalam usia yang kurang dari 40 tahun.
Abu Humaid as-Sa’idi menuturkan bahwa Nabi saw. pernah mengangkat seseorang dari Bani Azad yang bernama Ibn al-Utbiyah (Ibn al-Lutbiyah) sebagai amil pemungut zakat, lalu ia kembali dan mengatakan, “Ya Rasul, ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.”
Nabi saw. lalu berpidato, “Tidak pantas seorang petugas yang kami utus lalu datang dan berkata, “Ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya lalu memperhatikan apakah itu dihadiahkan kepadanya atau tidak. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah ia datang membawa pemberian itu, kecuali ia pasti datang pada Hari Kiamat kelak memanggul barang itu di pundaknya.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).
Hadits dari situs ini
Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya. Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha. Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang ada) yang kuat. Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya. Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang. Kepercayaan menjadi taruhannya. Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.
Alloh SWT, dalam surat Ar Rahman, setelah bercerita panjang lebar tentang penciptaan alam semesta tiba-tiba mengatkaan "Jangan kalian curang dalam timbangan, timbang yang baik jgn dikurangi". Ternyata ada hubungan erat antara alam semasta dengan kecurangan dalam timbangan. Jika ada satu dua orang yang curang dalam timbangan, sedikit demi sedikit alam mulai rusak, sistem juga mulai rusak. Illegal Lodging bisa terjadi karena ada oknum pejabat yang bermain. Perbuatan maksiat tersebar karena ada yang mem-backing-i. Pada akhirnya, seluruh tatatan kemasyarkatan dan alam semesta tinggal menunggu kehancuran saja. Kita harus jadi seperti ikan di lautan, walaupun airnya asin, jangan ikutan jadi asin.
Sesungguhnya, dalam rezeki yang halal dan baik ada pancaran kekuatan energi dahsyat. baik
1. Membuat kita bersemangat.
2. Membuat kita menjadi Taat dan mudah melakukan kebaikan.
Jika kita sudah lama tidak merasakan nyamannya khusuk atau sudah lama tidak merasakan semangat yang membara, mungkin ada yang salah dengan cara mencari nafkah kita selama ini. Jika sudah lama kita tidak merasa mudah melakukan kebaikan, bisa jadi ada yang haram dalam rezeki yang kita konsumsi selama ini. Sesungguhnya Alloh SWT adalah yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang hal-hal yang baik saja.
Saat orang-orang pergi ke tempat kerja mereka masing-masing, mereka sepertinya sangat terburu-buru. Tampang sebagian besar dari mereka sepertinya tegang, jarang ada yang tersenyum ramah atau melangkah dengan ringan. Jangan-jangan ada hal-hal yang haram di dalam rezeki mereka.
Semoga bermanfaat
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini
Link terkait:
Perbuatan Maksiat dan Global Warming
Kekerasan Terselubung dalam perbuatan Maxiat
Selasa, 02 September 2008
[TRANSKRIP] Mengembangkan Potensi Diri
Sebenarnya, kita semua punya potensi kehebatan yang luar biasa sebagai perangkat untuk menggapai kesuksesan kita, namun potensi itu biasanya terpendam, tertutup dengan hal-hal negatif di sekitar diri kita atau bahkan dari diri kita sendiri. Contoh hambatan penggalian dari diri kita sendiri yaitu Sifat negatif dan kata-kata negatif.
Seringkali, kita iri dengan orang lain dan lupa potensi sendiri. Jarang sekali kita sadari bahwa kita punya potensi lebih dari yang kita bayangkan. Mulai sekarang, mari kita timbulkan kesadaran dan cari tahu bagaimana caranya dan lakukan agar potensi kita tergali maximal.
Kita harus menyadari bahwa Alloh SWT memberi kepada setiap orang potensi untuk sukses walaupun secara fisik atau finansial memiliki kekurangan, seperti cacat atau miskin. Apabila kita sudah yakin bahwa kita dan semua orang punya potensi dan kelebihan, maka kita akan lebih mudah menggali potensi tersebut.
Hal-hal apa yang membuat kita mampu untuk menggali potensi diri kita:
1. selalu berpikir dan berinisiatif untuk bisa lebih maju dan lebih baik dari hari ke hari.
Pola pikir kita mempengaruhi pola hidup kita. Jika kita berpikir bahwa kita adalah orang yang tidak mungkin sukses karena kita orang yang biasa-biasa saja, maka itulah yang akan terjadi dalam hidup kita, karena pola pikir "saya orang yang biasa-biasa saja" itu akan membuat kita enggan untuk berusaha membuat diri kita maju. Sehingga hasilnya biasa-biasa saja
Padahal, dalam hidup ini hanya ada satu diantara dua pilihan. Mau meningkatkan kualitas diri ktia terus-menerus atau membiarkan kualitas diri kita turun terus menerus. Hidup segan mati tak mau.
Pilihan terbaik adalah terus menerus meningkatkan kualitas hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik. Efek positifnya akan terasa pada orang-orang di sekitar kita saat kita menjadi lebih baik dari hari ke hari.
2. Membuka diri dan membuka wawasan untuk menerima ilmu dan pendapat dari hasil pemikiran siapapun.
Salah satu sebab kita sering terserang rasa sombong, takabur dan sebagainya adalah karena kita merasa berat untuk menerima pendapat atau buah pikiran orang lain. Kita berpikir bahwa kitalah yang terbaik ,apalagi jika ide-ide tersebut keluar dari orang yang lebih muda dair kita, lebih miskin atau lebih rendah status sosial dan/atau pendidikan (formal)-nya dari kita, karyawan, bawahan dll.
Siapapun yang berpendapat atau punya ide diberi pada kita buka diri untuk terima, siapa tahu pendapat-pendapat atau ide-ide tersebut bisa membuak wawasan kita kemudian merangsang kita untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri kita sendiri.
dan ketika kita menerima pendapat tetapi dengan berkata dalam hati, "sombong sekali orang itu, memberi nasihat kepada saya" sesungguhnya kita sudah melemahkan diri kita sendiri. Hal yang sama terjadi apabila kita merasa curiga, benci atau merendahkan orang lain. Hal ini bukan hanya dalam tingkat mental tetapi juga dalam tingkat fisik. Apabila kita sudah melemahkan diri kita sendiri, baik secara mental atau bahkan fisik, bagaimana mungkin potensi diri kita akan muncul?
Mulai sekarang, apabila orang lain (atasan, bawahan, adik, kakak, orang tua dll) memberikan pendapat, coba dengar. Kita diberi dua telinga dan satu mulut adalah agar kita lebih sering mendengar daripada berbicara.
Dalam menggali potensi diri secara maximal, kadang kala memang perlu ada orang lain yang melihat agar kita bisa menanyakan kelebihan kita pada orang lain. Terkadang sulit bagi kita untuk melihat diri sendiri karena kesibukan dll
Dalam sehari, kita bisa meluangkan waktu beberapa menit, bisa saat jelang tidur atau bangun tidur lihat diri kita sendiri. dlam dan bertanya
- 3 menit yang lalu, apa yang kita pikirkan?
- dua hari yang lalu, apa baju yang saya pakai?
- dll
Hal-hal tersebut adalah cara-cara untuk mengetahui apakah kita memilik perhatian yang baik pada diri sendiri atau tidak. apa yang kita inginkan di masa depan dll. Kita harus sering-sering lihat diri sendiri siapa saya sesungguhnya, menjadi pengamat atau penonton bagi diri sendiri sehingga kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita.
3. Mendorong orang lain untuk maju dan sukses berprestasi lebih baik.
Jika kita mendorong orang lain untuk maju dan sukses, sesungguhnya kita sedang mengangkat dan memperkuat diri kita sendiri untuk maju. Sebaliknya, jika kita menjatuhkan dan melemahkan orang lain, sesungguhnya kita sedang melemahkan dan menjatuhkan diri kita sendiri, menguras energi yang ada pada diri kita. Kejatuhan diri kita itulah yang membuat potensi diri kita tertutup.
Orang-orang yang baik nantinya akan melihat dirinya menjadi lebih baik dan menjadi lebih mudah melihat potensi dirinya. Sebaliknya, orang-orang yang sombong dan suka merendahkan orang lain, akan sulit menggali potensi dirinya karena kekuatannya sudah terkuras oleh kesombongannya sendiri.
Kebaikan yang menjadi hasil kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain tidak harus dari orang-orang yang berangkutan. Bisa saja kita menerima kebaikan dari orang-orang yang sama sekali berbeda, bahkan dari orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun. Alloh SWT punya cara sendiri untuk membalas orang-orang yang suka berbuat baik.
Salah satu cara agar kita bisa saling mendorong dan meningkatkan potensi dengan orang lain secara sinergis adalah dengan mengikuti acara-acara dan bergabung dengan komunitas yang berisi orang-orang yang hebat. Namun, jangan sampai kita hanya menjadi peserta yang pasif. Kita harus ikut aktif untuk berinteraksi dengan para pembicara dan sesama peserta sehingga kita mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari acara-acara dan komunitas-komunitas yang kita ikuti tersebut. Bergabung dengan komunitas yang baik juga bisa kita lakukan via internet, lewat milis dan sebagainya.
Apakah Menggali potensi diri berhubungan dengan bakat?
bakat bisa dilihat dari perilaku seorang anak waktu kecil. Bakat tersebut bisa terasah dan tergali potensinya atau hilang bergitu saja tergantung keadaan lingkungan. Apabila seseorang sudah tahu apa bakat dan minatnya, maka dia tinggal mencari profesi yang sesuai dengan bakat dan minat tersebut dan belajar untuk menambah ilmu yang berkaitan dengan profesi tersebut.
Memiliki pekerjaan dan profesi yang tidak sesuai dengan bakat dan minat memang masih bisa dilakukan, namun ada ketidaknyamanan di dalamnya. Bila kita memiliki lebih dari satu macam bakat dan minat, ada baiknya kita melakukan hal-hal berikut ini:
1. Urutkan hal-hal yang menjadi minat dan bakat kita berdasarkan prioritas.
2 .Pilih salah satu potensi yang bisa kita kembangakan agar kita bisa sukses.
3. Fokus pada potensi tersebut, jangan sampai kita ingin mengerjakan terlalu banyak hal sehingga kita menjadi kewalahan dan tidak ada potensi yang berhasil kita kembangkan.
Bila kita terus menggunakan dan mengembangkan potensi diri kita, otak kita akan terus membuat sambungan antar sel sehingga kita menjadi semakin cerdas dan tidak mudah pikun.
Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas iman kita. Kualitas iman membuat kita bisa menjaga sikap kita lebih baik sehingga kita bisa diterima dengan baik di masyarakat. Orang yang selalu bersikap santun dan berakhlaq mulia, digabungkan dengan potensi yang ada pada dirinya akan menjadi pribadi yang kuat dan dapat menebar manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain.
Narasumber: Ibu Nikmah Nyrsyam (Mbak Niek)
Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Selama bulan Ramadhan, acara ini bernama: Mutiara Ramadhan
Senin, 01 September 2008
[TRANSKRIP] Keajaiban Memberi
Aristotel Onasis, raja kapal pernah beberapa tahun menghuni urutan nomor 1 terkaya di dunia. Dia adalah seorang imigran Yunani ke AS yang datang cuma bawa baju, tidak ada harta sama sekali. Setiap hari dia nongkrong di pabrik rokok dan ngomong "selamat pagi boss, selamat bekerja, semoga anda sukses hari ini."
sore hari, ketika orang-orang pulang kerja, dia selalu berkata "selamat sore, anda telah bekerja dengan baik. Selamat sampai di rumah, semoga keluarga anda berbahagia".
Si Boss bertanya pada para anak buahnya, "apa sih maunya orang imigran itu?". Aristotel Onasis menawarkan supply tembakau yang lebih murah dan berkulaitas lebih tinggi. Namun, sang imigran tidak punya uang. Aristotel Onasis hanya secarik kertas, yang berisi pernyataan bahwa dia adalah utusan pabrik rokok tersebut. Dia lalu pergi ke Brazil utk mencari supplier tembakau.
Singkat cerita, Aritotel Onaisis kemudian mendapatkan supplier tembakau yang dia janjikan. Tembakau tersebut lalu dikirm ke pabrik rokok itu. Pabrik tersebut langsung untung bessar sehingga AO diajak bisnis, sedikit demi sedikit sampai jadi raja kapal. dalam kisah di atas, Kaya raya diawali kegiatan sederhana, menyapa beri sesuatu doakan orang lain. Berilah sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain.
Perhatikan fakta-fakta berikut:
1. Bukankah cita2 90% rakyat Indonesia itu pingin kaya?
2. bukankah buku-buku cara menjadi kaya (dgn cepat) inilah jenis buku yang laku
3. belum lagi yang mau jadi celebrity dengan mengikuti kontes ini - itu.
Padahal, sesungguhnya resep paling mujarab jadi kaya adalah banyak-banyak memberi.
Konsekwensi jadi orang kaya, menurut salah satu kitab suci, adalah: lebih mudah onta masuk lobang jarum, daripada orang kaya masuk syurga. miskin orang masuk surga krn ibadah, orang kaya ditanya ibadah dan harta. Bisa jadi artinya proses masuk surga orang kaya lebih panjang, Orang kaya ditanya hartanya dari mana dan untuk apa, jadi lebih banyak pertanyaan. Namun, bila hari ini orang miskin dikasih kekayaan, tentu gak nolak. orang islam justru punya kewajiban untuk menjadi orang kaya sebaik-baik manusia punya manfaat bagi orang lain.
Ilustrasi:
Ada seorang anak muda, memegang rokok yang menyala, badannya sehat, lalu dia minta-minta uang dikasih atau tidak?
Jika kita hanya mendidik otak, ngapain kasih dia 100 perak, bikin malas lagi minta-minta. Namun, jika kita mendidik hati jadi ihlas, 100 di kantong kasih aja, semoga Alloh SWT memberi hidayah. Orang yang sudah benar2 ikhlas tidak akan lagi merasakan
Sesungguhnya, Hukum kekekalan energi berlaku di dunia ini. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan, tetapi bisa berubah bentuk. Jika kita merasa sudah beri sangat banyak tetapi hanya menerima sedikit keberuntungan, bisa jadi kebaikan dan pemberian kita itu belum cukup untuk menghapus tumpukan energi negatif yang berasal dari perkataan2 atau perbuatan2 kita yang buruk di masa lalu. Tabungan energi tersebut berada dalam posisi tersimpan. tabungan tersebut akan cair saat benar-benar butuh ditabung di satu tempat saat butuh tabungan ini cair dalam ebntuk keberuntungan2. Belum tentu kasih uang dpat uang ttpi sesuta yang dapat diniali uang yang angkanya seperti yang kita keluarkan.
Bagaimana apabila ada orang yang suka sedekah namun tetap kena bencana? Bencana atau Bala yang dia dapatkan merupakan balasan atas keburukan atau dosa yang dahulu pernah dia lakukan dan belum tertutupi oleh level sedekahnya. Misalnya, ada orang berbuat dosa 300 dan baru bersedekah 100, maka yang 200 dihapuskan dengan bencana tersebut.
Tips memberi:
1. Jangan merasa sudah terlalu banyak memberi, berilah lebih banyak, siapa tahu kita belum meberi lebih. Suatu saat tabungan energi itu pasti akan memberikan hasilnya bagi kita. Proses pencairan energi tersebut berbeda-beda, ada yang langsung, ada yang ditabung dulu dan sebagainya.
2. Saat memberi, jika terlalu banyak berpikir, bisa-bisa tidak memberi. Terkadang kita harus memaksa diri untuk memberi, sehingga kita menjadi orang yang suka memberi. Bukankah pengulangan akan membuat orang menjadi mahir. Seperti orang belajar mengetik di keyboard atau mesin ketik.
3. Menumbuhkan keyakinan bahwa memberi bisa bikin kaya adalah dengan meyakini bahwa dalam hidup ini ada hukum-hukum yang tidak bisa dibantah. Apabila benda dijatuhkan, pasti jatuh ke bawah.
4. Orang yang kaya secara materi namun tidak suka memberi ibarat air tidak mengalir. Air seperti itu bisa jadi sarang nyamuk, yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. Namun, air mengalir buat airnya bersih, lingkungan sehat dan nyaman dseb. Buatlah harta seperti air mengalir, akan bertambah dan bertambah.
5. Konsisten atau istiqomah adalah melakukan suatu kegiatan apapun hambatannya. Misalnya, ingin konsisten sholat 5 waktu, lakukan. Jangan mencari-cari alasan, bahkan untuk menunda. karena, penyakit lanjuan dari menunda adalah tidak melaksanakan. Contoh: minggu ini harus sedekah sekian, laksanakan, jangan ditunda karena bisa jadi tidak jadi sedekah. jangan sampai ada penyesalan atas segala yang kita beri. Sebab, bukankah harta tersebut sudah terlanjur diberikan.
6. Bila memberi, jangan memberi nasihat yang tidak-tidak, yang sering kali OOT, agar tidak menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian kita. Hal itu menunjukkan bahwa bisa jadi ada kesombongan yang mulai timbul dalam diri kita.
7. Jika keikhlasan kita masih lemah, ada baiknya kita berlatih dengan memberi kepada orang-orag yang kita itdak kekanl sehingga lebih mudah bagi kita untuk menjaga keikhlasan. Setelah itu, baru kita bisa memberi kepada mereka yang kita kenal dan dekat dengan kita.
Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Catatan: Selama bulan Ramadhan, acara ini diberi nama Mutiara Ramadhan
Selasa, 26 Agustus 2008
[TRANSKRIP] Makna Gagal
Narasumber: Bapak Supardi Lee
Kegagalan mungkin adalah Hal yang tidak ingin dialami setiap orang. Thomas Alva Edison melakukan percobaan bola lampu 10 ribu bahan diberitakan gagal 10 ribu x sukses menemukan bahan2 tidak cocok utk lampu. Dalam NLP hal ini disebut Reframing, yaitu kejadian buruk di-reframe menjadi positif.
Karena kegagalan adalah hal yang tidak diinginkan, maka penting bagi kita untuk tahu apa makna gagal agar kita bisa mengenali kapan saat kita disebut gagal. Sehingga, apakah kita sukses atau gagal, hasilnya tetap saja positif. kalau kita mengalami kegagalan, terima kegagalan tersebut dan tetap bersyukur, tidak mengingkari kenyataan gagal itu tadi. Untuk apa berpura-pura tidak gagal tetapi hati merasa sakit. Kita harus berlatih agar bisa bersikap seperti lautan yang bisa menerima air yang jernih dan air yang kotor.
Kegagalan memiliki 3 makna penting :
- Kita gagal apabila kita tidak mencapai apa yang kita inginkan. Apabila seseorang tidak punya terget jelas, maka dia tidak tahu bahwa dia sedang gagal. kita harus mendefiniskan Parameter hidup dengan jelas. Misalnya, saya seorang sarjana, saya pengalaman seperti ini, saya mau mulai bekerja dengan gaji sekian atau berbisnis dan dapat penghasilan sekian juta. Kesadaran akan parameter kesuksean ini penting untuk mengetahui apakah kita sudah sukses atau masih gagal. sTetapkan target yang jelas.
- Kita gagal ketika kita berhenti mencoba atau berhenti berusaha. Jika kita sudah melamar pekerjaan atau pasangan hidup berkali-kali dan sebagainya, lalu menyerah dan tidak mau berusaha lagi, maka saat itu kita gagal, gagal dalam arti yang sesungguhnya. Ada Penelitian yang menyebutkan bahwa banyak orang berhenti mencoba saat sedikit lagi mau sukses. Jangan pernah berhenti berusaha. ada kondisi-kondisi yang mengharuskan kita berusaha 10 kali, namun banyak yang berhenti pada usaha ke 8 atau 9. Bukankah kita telah menginvestasikan banyak hal (uang, tenaga, waktu dll) untuk suatu kegagalan, mengapa tidak menginvestasikan lebih banyak lagi untuk suatu kesuksesan yang akan kita terima nantinya. Namun, jangan sampai kita melakukan usaha yang sama berulang-ulang. Hampir dipastikan, kita akan menerima kegagalan yang sama.
- Kita gagal ketika kita kualitas hidup kita tidak meningkat. Kualitas ibadah, ilmu pengetahuan, manfaat bagi orang lain dan sebagainya. Apabila kualitas ibadah kita tidak meningkat, kemungkinan bagi kita mendapat pertolongan Alloh SWT akan menjadi kecil. Apabila ilmu dan amal kita tidak meningkat, sulit bagi kita untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kurangnya ilmu pengetahuan dan ketrampilan membuat manfaat diri kita sedikit, sehingga kita tidak akan bisa mengumpulkan tabungan energi positif yang suatu saat kita perlukan. Jika kita dirundung atau larut dalam efek kegagalan itu, maka kita sesungguhnya sudah mendapatkan kegagalan yang lebih besar lagi. kegagalan seharusnya memotivasi diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan berusaha lagi dengan lebih keras, cerdas dan ikhlas.
Ironisnya, banyak dari kita yang mengeluarkan banyak uang, tenaga, waktu untuk hal-hal yang kita sukai, seringkali bersifat konsumtif. Namun, banyak diantara kita yang bersedia menginvestasikan uang, waktu, tenaga dll yang ada untuk sesuatu yang bermanfaat bagi pembelajaran dan pengembangan diri kita di masa depan.
Kegagalan memang bisa menimbulkan trauma, depresi, stress dll. Namun, sebenarnya kemuliaan manusia sangat besar sehingga tidak ada masalah yang cukup besar utk mengecilkan kita. Sebagai manusia, kita dikaruniai anugerah yang sangat berharga yaitu "Free Will" (kehendak bebas) sehingga kita dapat bersikap proaktif dan menghadapi semua masalah dengan baik. Unsur yang paling penting untuk tegar menghadapi kegagalan adalah Ikhlas. Ikhlas adalah merasa segala sesuatu bukan milik kita (seperti tukang parkir kata AA Gym), atau bahkan exteremnya seperti orang buang hajat/buang air besar, seperti yang dijelaskan dalam tulisan yang ini.
Sesungguhnya, orang yang tidak pernah gagal ada dua macam:
- Orang yang tidak pernah berhenti berusaha.
- Orang yang memang tidak pernah berusaha.
Terkadang memang kita perlu pendamping untuk memompa semangat kita setelah mengalami kegagalan, seperti teman, motivator, pelatih dan sebagainya. Namun, keberadaan mereka adalah seperti makanan tambahan atau supplement. Kita tetap harus mampu membangkitkan diri sendiri setelah mengalami kegagalan, jangan tergantung orang lain. Akan lebih baik apabila kita bisa menjadi motivator bagi diri sendiri.
Semoga bermanfaat
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Senin, 25 Agustus 2008
[TRANSKRIP] Mengubah Nasib
"Sometimes I would come back from a run, and my artificial leg would have a puddle of blood from my stump. I wouldn't go to sick bay. In that year, if I had gone to sick bay, they would have written me up. I didn't go to sick bay. I'd go somewhere and hide and soak my leg in a bucket of hot water with salt in it--an old remedy. Then I'd get up the next morning and run." - Carl Brashear
Banyak orang ingin mengubah nasib. Selama ini bekerja karyawan, naik bis berdesakan, berangkat pagi2 sekali untuk berangkat kerja begitu setiap hari. mereka berubah, ingin punya kendaraan sendiri, minimal sepeda motor.
Kalau seseorang ingin mengubah nasibnya, maka dia harus mengadakan perubahan pada tindakan. Salah satu cara mulai punya usaha sendiri, gak punya modal, 10 juta siapa yang mau ngasih?? ada beberapa jenis usaha tidak perlu modal besar 100 sampai 500 ribu, jualan asuransi atau MLM atau jualan kecil-kecilan. Namun, tentu saja setelah ikut, yang bersangkutan harus bekerja kerja keras. Banyak yang bilang tidak cocok tidak bakat dll. Kalau begitu, anda cocok dengan pekerjaan sehari-hari dengan naik bis dari jam 8 sampai jam 5 sore, ubah tindakan sudah jinak, hanya ingin yang biasa dia lakukan walaupun ujungnya tidak nyaman
Namun, orang-orang yang berani "take action" atau mengambil tindakan berpotensi menjadi orang-orang yang liar, liar yang baik tentu saja.
Analoginya, di sebuah mobil ada dua sumber listrik yaitu aki dan dinamo. Siaran radio, program televisi, motivator, buku-buku motivasi, teroris adalah aki.
Untuk menghidupkan mesin mobil, perlu sumber energi dari aki. Namun, setelah mesin hidup, tugas aki selesai dan diteruskan oleh dinamo untuk menyimpan energi. Kalaupun anda sudah termotivasi, sumber energi utama diri anda berasal dari diri anda sendiri. jadilah dinamo untuk diri anda sendiri, jangan tergantung pada aki.
Jadi, jangan berharap bahwa begitu anda selesai mendengarkan siaran radio, mendengarkan motivator, membaca buku motivasi dsb, anda akan termotivasi dan bersemangat. Bila anda hanya bersemangat dan termotivasi saat mendengarkan hal-hal tersebut, Anda telah meletakkan tanggung jawab memberi semangat dan motivasi diri pada orang lain.
Jangan sampai anda harus tergantung motivator dll. Andalah yang harus menjadi sumber energi utma diri anda sendiri.
Mungkin ada yang bertanya, kita sebagai manusia tentu saja tidak akan bisa lepas dari godaan syetan. Walaupun derajat kita jauh dari nabi, kalau kita tahu godaan syetan, bisa kita tolak. Kalau buruk, apsti kerjaan setan walaupun hasilnya enak, contoh korupsi, zina dll. Makin lama godaan setan makin kreatif. kalau ktia tidak bisa kreatif dalam melayani kreatifitas setan, maka kita bisa jadi setan. Analoginya begini, polisi menemukan ilmu maling, maling menemukan ilmu baru. Polisi perlu belajar ilmu maling bukan tuk jadi maling tetapi agar tidak kecolongan. dunia kejahatan terus berkembang, kita harus belajar agar tidak kecolongan.
Joki yang jadi juara adalah joki yang mengenali kudanya. Orang yang sukses adalah orang yang mengenali dirinya sendiri, apa potensinya apa kelemahannya dan mampu mengenalikan dirinya berharap kebaikan godaan syetan utk boruk, kita bisa lawan itu. seseroang yang mampu lawan HN itulah orang yang akan asukses dalam hdiup. Seringkali Hawa Nafsu mengalahkan segalanya, saat berhadapan dengan orang yang menyebalkan, kita langsung marah padahal dia cuma nge-test.
Kemampuan manusia tidak statis seperti mur dengan baut. Kemampuan manusia lebih mriip karet gelang, yang bisa trus meregang. tentu saja aapbila karet gelang ditarik dengan cepat, maka dia putus. Tetapi jika ditarik sedikit demi sdikit bisa bertambah. Anda bisa berubah, jangan mau dicap sebagai melankolis dll. Kita bisa berubah dan bertumbuh, bisa berkembang. Jangan sampai anda mau dipenjara/terpenjara oleh macam-macam cap, seperti melankolis, sanguin, kinestetik dll.
Dalam hidup, ada aturan-aturan yang harus kita patuhi tetapi ada juga yang harus kita "langgar". Contohnya ada dalam sebuah film bagus, berjudul Men of Honor.
Men of Honor bercerita tentang seorang berkulit hitam yang bercita-cita jadi penyelam di AL AS. Sejak kecil, dia hanya tahu bahwa dia besar utk jadi penyelam, padahal ketika itu, rasisme masih sangat kental di dalam AL AS. Dalam AL AS, utk orang kulit hitam hanya ada 3 profesi, tukang parkir, tukang masak, atau dipecat.
Dia menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan berenang yang lebih tinggi dibandingkan teman-temannya yang berkulit putih. Aturan yang ada "orang kulit hitam tidak boleh jadi penyelam" pelan-pelan berubah. Dia terima hukumannya, yaitu penjara. Namun, akhirnya, dia diminta menjadi penyelam di AL AS. Sebelum meninggal dunia, dia sudah menjadi penyelam utama di AL AS.
Banyak orang yang bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan dirinya termasuk hati nuraninya. Mereka takut apabila dipecat, mereka tidak akan mendapat nafkah untuk keluarganya. Padahal, dipecat tidak buat kita mati, banyak bidang lain yang bisa dipakai untuk membuat prestasi. Jangan sampai kita menjadi manusia "Jinak" yaitu manusia yang sudah melepaskan taggung jawab pribadi pada orang lain. Tanggung jawab tersebut antara lain, pengembangan diri, kesempatan menambah energi kebaikan atau energi positif dalam bentuk amal sholeh dan lain sebagainya. Mari kita ambil kembali tanggung jawab pribadi itu dan jangan sampai kita menjadi manusia yang terlalu "Jinak".
Semoga bermanfaat
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Senin, 04 Agustus 2008
[TRANSKRIP] Zona Nyaman dan Jebakan di dalamnya
Apakah yang dimaksud dengan zona nyaman?
Zona Nyaman adalah kondisi yang :
- Diketahui
- Terbiasa dialami / dilakukan
- Ditoleransi
- Diterima
- dirasa layak
bagi seseorang / sekelompok orang.
Zona nyaman dan jebakkanya. jebakan zona nyaman apa saja dan bagaimana menghadapinya
Zona nyaman memiliki dua ciri
zona nyaman adalah sebuah zona yang dimiliki dan dinikmati stp orang. Zona nyaman memiliki 2 macam kondisi, unsur primer dan unsur sekunder. Zona nyaman itu sendiri terdiri dua macam:
I. Zone Nyaman Positif
Contoh zona nyaman jenis ini adalah : nikmat enak pekerjaan tetap gaji tetap bisnis tetap dan berkembang baik, memiliki kepopuleran. Kondisi primer (zona nyaman itu sendiri) positif, kondisi sekundernya (yang dirasakan) juga positif. Zona nyaman ini tentu boleh dinikmati tetapi jangan sampai larut di dalamnya sebab di zona ini ada jebakan-jebakan yang sangat berbahaya.
zona nyaman ini memiliki jebakan sebagai berikut:
- kemajuan terhambat tingkat kenyamanan. Kemajuan yang kita peroleh sedikit saja
- Menyulitkan kita untuk berubah. Zona nyaman adalah sesuatu yang ingin kita ingin kita pertahankan dia tidak nyaman kembali ke zona nyaman karywan yang coba bisnis ke zona nyaman semulabatas atas batas bawah
- memberi jebakan menghalangi orang lain utk maju jgn macam2 jgan bisnis kerja aja dll takut berubah, menghalangi orng lain untuk maju
II. Zone Nyaman Negatif:
Zone Nyaman ini memiliki kondisi primer negatif namun kondisi sekundernya tetap bisa dinikmati. Contohnya adalah orang-orang yang tinggal di kolong jembatan, wilayah kumuh, pembuangan sampah dan sebagainya. Juga bisa terjadi saat ada orang sakit lalu mendapat perhatian dan pertolongan dari orang-orang sekitarnya, seperti orang tua, keluarga atau teman2-nya. Sehingga dia berlarut-larut sakit dan tidak sembuh-sembuh.
Kebiasaan buruk juga merupakan zona nyaman, karena itu kita tidak perlu heran apapbila ada orang-orang yang enggan mengubah kebiasaan buruknya dan memperbaiki diri. Mereka masih malas belajar, enggan bekerja dan tidak mau bangun pagi, mungkin ditambah merokok dan berjudi. Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi yang mereka alami itu.
Jebakan di zona nyaman negatif ini adalah zona jelas-jelas tidak nyaman namun ternyata banyak orang berusaha menyesuaikan diri. Mereka tidak berani memperluas zona kenyamanannya dan memasuki zona-zona yang tidak mereka ketahui. Mereka merasa bahwa hanya inilah yang mereka berhak dapatkan.
Zona nyaman memiliki batas atas dan batas bawah.
Zona nyaman memiliki batas atas dan batas bawah. Zona nyaman kita berada diantara kedua batas tersebut.
I.Batas Atas
Sering kali orang terperangkap dalam "glass ceiling". Dia seperti kutu yang terperangkap dalam kotak korek api. Kutu tersebut seharusnya bisa lompat 350 kali tubuhnya, namun kotak itu membuatnya hanya mampu melompat setinggi atap kotak tersebut (cerita si kutu dapat dibaca di sini). Demikian pula dengan manusia. Seharusnya seseorang bisa menjadi orang yang kaya, pemimpin perusahaan atau karyawan bergaji besar namun karena tidak mau mendobrak batas atas dari zona nyamannya, maka dia tetap begitu-begitu saja.
II. Batas Bawah
Seringkali orang tidak berani keluar ke batas bawah, berinteraksi dengan orang yang lebih miskin dari dia. Berinteraksi dengan orang yang lebih miskin, lebih rendah tingkat pendidikannya daripada kita memang tidak menyenangkan. Namun, apabila kita tidak melakukan hal tersebut, kita diancam dangan hadits yang menyatakan bahwa mereka yang tidak memperhatikan atau mempedulikan urusan ummat Islam bukanlah bagian dari ummat islam. Salah satu penyebab maraknya tindak kejahatan selama ini juga berasal dari ketidakmampuan kita semua mendobrak batas bawah dari zona kenyamanan kita.
Tentu saja untuk bisa keluar dari zona nyaman kita, baik dari batas bawah ataupun batas atas kita memerlukan persiapan. Seeseorang yang ingin pergi ke luar angkasa, menjelajahi gua bawah tanah atau menyelam ke laut dalam memerlukan persiapan yang matang dan peralatan yang memadai, yang sesuai dengan kondisi yang berlaku di tempat-tempat tersebut.
Tulisan ini berasal dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life di radio Trijaya FM dengan sedikit tambahan.
Narasumber: Pak Supardi Lee
Referensi:
Tulisan-tulisan Pak Supardi Lee juga bisa dilihat Di sini
Semoga bermanfaat :)