Tampilkan postingan dengan label lebay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebay. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2011

[LEBAY-nya MULTIPLY/ERS] Edit HTML

Saya mulai ber-MP ria pada tahun 2007, benar2 newbie gak tahu apa-apa, tulisan pun ala kadarnya.  Niat awalnya sih untuk promosi situs replika HPA saya, krn itulah pakai id kopiradix, nama produk HPA paling laris. 

Dulu pernah mau pasang foto di postingan blog, entah error apa gak berhasil, maklum nge-MP-nya di warnet.  Mau memasang hyperlink saat laporan kegiatan kopdar pun masih bingung gimana caranya.  Gak lucu dong kalau nge-blog isinya tulisan doang, kan kesannya jadinya garing .. walaupun tentu saja .. content is king.  

Suatu ketika, saat jalan-jalan ke toko buku, saya nemu buku tentang pembuatan blog, yagn di dalamnya termasuk bagaimana meng-edit dokumen HTML. Waaaah, ini dia solusi dari masalah saya .. he he he.  

Mula mula buku itu saya baca dulu .. ya iyalaah masak dijadiin bantal .. oh ya, pas di toko buku saya beli dan bayar dulu di kasir, kalau tidak bisa digelandang satpam dong

lalu, saya buka notepad dan saya ketik beberapa kalimat untuk percobaan.  kalimat-kalimat itu saya bubuhi tag-tag HTML yang ada di buku lalu saya save dengan extention .html, biar beda sama yang extention-nya .txt . Sesudah itu saya buka pakai internet browser Firefox daaaan Eng Ing Eeeng .. ternyata bisa sodara-sodara

Sehingga, mulailah saya tenggelam ke dalam kerepotan yang cukup menguras energi.  

Kalau mau posting yang ada fotonya, harus di-upload dulu ke situs image hosting seperti Photobucket lalu script HTML-nya dikerek ke postingan MP.  Ngereknya pakai tag <img src=""> dan link image hosting ditempatkan diantara dua tanda kutip.  
Contohnya di postingan yang ini dan yang ini.  Tanda kutip itu juga sering jadi masalah, pernah suatu ketika mau posting di warnet flashdisk ketinggalan di rumah.  Jadi terpaksa ngetik di sana dan pas di-upload koq gak sesuai keinginan, ternyata ada tanda kutip yang ketinggalan.

Bahkan ada yang posting ditempeli video Harun Yahya segala, contohnya yang ini dan yang ini.  Maklum, waktu itu karya-karya penulis berkebangsaan Turki itu lagi ngetop abiez di toko2 dan pameran2 buku.  

Kalau setiap kali saya nulis harus kerepotan dengan beragam tag HTML yang harus dimasukkan.  Misalnya, kalau mau ganti paragraf harus ketik <br> dulu.  Berhubung namanya dokumen HTML kan gak kenal spasi, ngertinya tag <br> atau <p> kalau mau pindah paragraf.  Kalau mau huruf tebal pakai tag <b> dan kalau mau italic harus pakai tag <i> dan sebagainya.

Bahkan, sesudah punya akses internet sendiri di rumah, bela-belain install progaram HTML Kit, padahal sih ngedit HTML-nya sama aja kaya di nulis di notepad, gitu-gitu aja

Tetapi, sesudah berjalannya waktu dan lebih mengenal blog engine kesayangan kita ini, apa yang terjadi saudara-saudara ...

ternyata semua sesungguhnya itu tidak perlu dilakukan ... sebab, di tempat untuk posting blog, hampir semua fasilitas tersdia, kecuali kalau mau ditempeli video tentunya.  Lagipula, kalau di bawah 10 menit kan masih bisa di-post di bagian video dari MP kita.  

Kemana aja nge-MP selama itu koq icon-icon yang ada di atas tempat postingan dicuekin abiezz

kalau mau pasang link, ya udah highlite aja text yang mau dijadikan hyperlink lalu klik icon link yang ada di online form pembuatan blog entry yang dimaksud.  Kalau mau ditambahi gambar, ya udah upload aja via MP itu sendiri, gak usah dikerek dari sana dan dari sini.  

Namun, tidak ada yang tidak mengandung hikmah tentu saja.  yang jelas, saya jadi tahu beberapa tag HTML yang cukup membantu kalau harus buat postingan di notes FB atau bagian lain dari MP seperti kotak komentar, Review, Photo dan lain sebagainya.

Lebay atau tidaknya postingan kali ini saya serahkan pada dewan juri dan rekan2 MPers yang lain, yang jelas postingan ini mengingatkan saya pada tagline sebuah iklan

Senengane koq repot ..


ditulis secara asal-asalan dan selebay mungkin untuk memeriahkan lombanya lebaynya Om Wib711  

Senin, 13 September 2010

[Hikmah] Pelajaran berharga diantara kesejukan alam

"Orang Jakarta itu aneh, susah payah mencari uang hanya untuk dibuang-buang di Puncak, padahal dari dulu Puncak kan cuma gitu-gitu aja" demikian kata seorang pemuka masyarakat di Desa Tugu.  Keindahan pemandangan alam yang memukau banyak orang dari kota ternyata merupakan sesuatu yang biasa saja bagi mereka.   Sebuah ironi yang menunjukkan betapa mudah manusia merasa bosan dengan apa yang dihadapinya sehari-hari.  Mungkin mereka membayangkan betapa nikmatnya hidup di kota besar yang penuh sensasi gemerlapan, gedung bertingkat yang menjulang menggapai langit dan suasana hiruk pikuk penuh kesibukan.  



Sebagai contoh kecil, di jalan menuju perkebunan teh, ada sebuah mushalla sederhana yang berdekatan dengan sungai kecil berarus deras.  Derasnya arus sungai itu menimbulkan suara yang menyejukkan jiwa siapapun yang mendengarnya, namun bagi warga di sana mungkin hal itu hanyalah sesuatu yang bisa dilewatkan begitu saja. Bagi mereka, apakah artinya sebuah sungai kecil berair bening dengan arus yang deras.  Suatu hal yang mereka anggap biasa.  Padahal di toko-toko musik bisa kita temukan CD impor berisi musik - musik bernuansa alami yang berharga mahal.  Musik-musik tersebut banyak dicari orang kota untuk membantu bermeditasi guna menghilangkan penat dan stress.  Semoga saja mereka masih menunaikan sholat berjamaah di musholla tersebut. Bayangkan, betapa indahnya duduk bertafakur setelah menunaikan sholat sambil mendengarkan deburan air jernih yang mengalir di sungai sebelah musholla tersebut.  


Di pertengahan jalan dari penginapan ke jalan raya, ada sebuah taman yang indah dengan kolam ikan yang menyejukkan pandagan. Taman itu terletak di pinggir sebuah sungai yang mengalir deras bergemuruh.  Gemuruh yang menghasilkan alunan musik yang jauh lebih indah daripada yang dihasilkan alat musik tercanggih buatan manusia.  



Lokasi acara LeBAY itu sendiri adalah sebuah tanah lapang yang sangat indah di tengah kebun teh.  Mirip sekali dengan padang savana yang ditampilkan di sebuah film yang soundtrack-nya dinyanyikan Koes Ploes (why do you love me, so sweet and tenderly.. dst) atau stage-nya Rock Adams dalam game Soul Edge.  Mereka tidak tahu bahwa anak-anak di kota-kota besar hanya bisa menyaksikan pemandangan seindah itu dalam acara TV atau permainan video game.  Sedangkan mereka dan anak-anaknya melalui tanah lapang yang sangat indah itu setiap hari tanpa menyadari keindahan yang ada di dalamnya, apalagi mensyukuri keindahan tersebut.  Sungguh disayangkan. 



Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah.  Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita.  Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen.  Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut.  tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu.  Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran.  Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan?

Sebagian besar manusia memang lebih suka memperturutkan keinginan ego dengan mencari sensasi. Mereka menggantungkan kegembiraan dan kebahagiaan mereka pada apa yang ada di luar diri mereka sendiri.  Mereka yang berkecukupan harta menghibur diri di diskotik, bioskop, kafe dan mall; berselancar di dunia maya dan tenggelam dalam interaksi jejaring sosial.  Sementara itu yagn miskin yang miskin menghibur diri dengan orkes dangdut dorongan, radio, TV atau layar tancep.  Zat-zat stimulan pun dikonsumsi secara berlebihan, mulai dari rokok hingga narkoba.  Sensasi demi sensasi membuat manusia memboroskan energi vital kehidupannya sehingga dia menjadi cepat lelah, mudah terserang stress dan sering jatuh sakit.  Sementara itu, kebosanan yang menghantui kehidupan mereka tidak juga hilang bahkan semakin bertambah.

Pada akhirnya, hanya kesadaran akan nikmat Allah SWT itulah yang membuat kita terhindar dari kebosanan yang menghantui kehidupan ini.  Baik di kota besar yang penuh gemerlap sensasi atau desa kecil yang penuh kesejukan dan ketentaraman.   

Sebuah pelajaran berharga yang terlalu sayang kalau hanya dilewatkan begitu saja.

Semoga bermanfaat

note: foto paling bawah dari album YSPGM yang ini, courtesy Mbak Linda