Tampilkan postingan dengan label sahabatpeduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabatpeduli. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

[Berita Duka] Bp. Hasanudin Harefa

Berita Duka dari milis Relawan Pelangi
 
Innalillahi wa inna ilaihi Roji'un,
semoga Allah menerangkan & melapangkan kuburnya, menerima semua amal baik, menghapus segala kesalahannya dan Allah tempatkan ditempat terbaik di sisiNya. Aaamiin. Telah wafat Bp. Hasanudin Harefa pada hari senin, 16 Januari 2012 dini hari jam 05.30 salah seorang yang memfasilitasi dakwah muslim di pedalaman Nias Selatan.

berikut photo waktu membantu pengobatan sekaligus penyerahan program 1000mukena++


Kamis, 07 Oktober 2010

Selamat Datang Di Web Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri

http://sahabatpeduli.org/
Alhamdulillah website Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri sudah tayang dan bisa diakses.

Silahkan dikunjungi semoga bermanfaat terutama yang ingin menyalurkan kepedulian pada sesama manusia

Senin, 13 September 2010

[Hikmah] Pelajaran berharga diantara kesejukan alam

"Orang Jakarta itu aneh, susah payah mencari uang hanya untuk dibuang-buang di Puncak, padahal dari dulu Puncak kan cuma gitu-gitu aja" demikian kata seorang pemuka masyarakat di Desa Tugu.  Keindahan pemandangan alam yang memukau banyak orang dari kota ternyata merupakan sesuatu yang biasa saja bagi mereka.   Sebuah ironi yang menunjukkan betapa mudah manusia merasa bosan dengan apa yang dihadapinya sehari-hari.  Mungkin mereka membayangkan betapa nikmatnya hidup di kota besar yang penuh sensasi gemerlapan, gedung bertingkat yang menjulang menggapai langit dan suasana hiruk pikuk penuh kesibukan.  



Sebagai contoh kecil, di jalan menuju perkebunan teh, ada sebuah mushalla sederhana yang berdekatan dengan sungai kecil berarus deras.  Derasnya arus sungai itu menimbulkan suara yang menyejukkan jiwa siapapun yang mendengarnya, namun bagi warga di sana mungkin hal itu hanyalah sesuatu yang bisa dilewatkan begitu saja. Bagi mereka, apakah artinya sebuah sungai kecil berair bening dengan arus yang deras.  Suatu hal yang mereka anggap biasa.  Padahal di toko-toko musik bisa kita temukan CD impor berisi musik - musik bernuansa alami yang berharga mahal.  Musik-musik tersebut banyak dicari orang kota untuk membantu bermeditasi guna menghilangkan penat dan stress.  Semoga saja mereka masih menunaikan sholat berjamaah di musholla tersebut. Bayangkan, betapa indahnya duduk bertafakur setelah menunaikan sholat sambil mendengarkan deburan air jernih yang mengalir di sungai sebelah musholla tersebut.  


Di pertengahan jalan dari penginapan ke jalan raya, ada sebuah taman yang indah dengan kolam ikan yang menyejukkan pandagan. Taman itu terletak di pinggir sebuah sungai yang mengalir deras bergemuruh.  Gemuruh yang menghasilkan alunan musik yang jauh lebih indah daripada yang dihasilkan alat musik tercanggih buatan manusia.  



Lokasi acara LeBAY itu sendiri adalah sebuah tanah lapang yang sangat indah di tengah kebun teh.  Mirip sekali dengan padang savana yang ditampilkan di sebuah film yang soundtrack-nya dinyanyikan Koes Ploes (why do you love me, so sweet and tenderly.. dst) atau stage-nya Rock Adams dalam game Soul Edge.  Mereka tidak tahu bahwa anak-anak di kota-kota besar hanya bisa menyaksikan pemandangan seindah itu dalam acara TV atau permainan video game.  Sedangkan mereka dan anak-anaknya melalui tanah lapang yang sangat indah itu setiap hari tanpa menyadari keindahan yang ada di dalamnya, apalagi mensyukuri keindahan tersebut.  Sungguh disayangkan. 



Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah.  Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita.  Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen.  Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut.  tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu.  Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran.  Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan?

Sebagian besar manusia memang lebih suka memperturutkan keinginan ego dengan mencari sensasi. Mereka menggantungkan kegembiraan dan kebahagiaan mereka pada apa yang ada di luar diri mereka sendiri.  Mereka yang berkecukupan harta menghibur diri di diskotik, bioskop, kafe dan mall; berselancar di dunia maya dan tenggelam dalam interaksi jejaring sosial.  Sementara itu yagn miskin yang miskin menghibur diri dengan orkes dangdut dorongan, radio, TV atau layar tancep.  Zat-zat stimulan pun dikonsumsi secara berlebihan, mulai dari rokok hingga narkoba.  Sensasi demi sensasi membuat manusia memboroskan energi vital kehidupannya sehingga dia menjadi cepat lelah, mudah terserang stress dan sering jatuh sakit.  Sementara itu, kebosanan yang menghantui kehidupan mereka tidak juga hilang bahkan semakin bertambah.

Pada akhirnya, hanya kesadaran akan nikmat Allah SWT itulah yang membuat kita terhindar dari kebosanan yang menghantui kehidupan ini.  Baik di kota besar yang penuh gemerlap sensasi atau desa kecil yang penuh kesejukan dan ketentaraman.   

Sebuah pelajaran berharga yang terlalu sayang kalau hanya dilewatkan begitu saja.

Semoga bermanfaat

note: foto paling bawah dari album YSPGM yang ini, courtesy Mbak Linda

Kamis, 18 Februari 2010

[Sahabat Peduli] Bantu Fikri untuk sembuh

Forward dari notes YSPG yang ini

Beberapa waktu yang lalu Sahabat Peduli mendapat email khusus mengenai keadaan Abdullah Ichsanul Fikri anak dari pasangan Ngabdu Salam dan Ani Purwaningsih, Bapak Ngabdu saat ini bekerja sebagai buruh dekorasi dan bertempat tinggal di Jln. Duri Kosambi, Cengkareng – Jakbar.

Fikri di diagnosa mengalami kerusakan empedu, dan saat ini kondisinya memburuk, pembuluh darah pecah dan tinja mengeluarkan darah. Posisi keluarga Fikri di Poli Anak RSCM, sebelah kanan Ruang Rawat Sehari dekat pintu keluar RSCM.

Alhamdulillah tahap pertama bantuan telah disalurkan dari dana himpunan Infaq dan Shadaqoh yang terhimpun dari donatur Sahabat Peduli yang di terima langsung oleh Bpk. Ngabdu (orang tua fikri)

Kondisi akhir yang kami update “kondisi fikri harus di endoskopi yang tadinya akan di pindah ke RS MH thamrin ternyata di tunda sampai tahap pemeriksaannya selesai karena kemarin pembuluh darah pecah dan mengotori saluran cerna sehingga tinja mengeluarkan darah dan kondisi perut yang kembali membesar, maka fikri diminta puasa 2 hari”

Mari bantu fikri; untuk kembali melihat senyum mungil dan keceriaan buah hati Bpk Ngabdu dan Ibu ani, meringankan beban untuk keduanya, menyisihkan dari rizki yang kita dapat; sekecil apapun bantuan yang dapat kita berikan, saat ini fikri masih menanti uluran tangan dari Sahabat.

Bantuan Donasi “Mari bantu Fikri”
Melalui rekening a.n Yayasan Sahabat Peduli :
Bank Central Asia (BCA) KCU Cipete Acc No. 218 303 800 1
Bank Syariah Mandiri KC Pondok Indah Acc No. 004 016 800 4

Konfirmasi dana bantuan, seputar informasi mengenai data pasien (bila di perlukan)
Iroel : 0818 0666669
Arie Bilantara : 0812 852 8270
Ririn Probo : 0816 113 5375
Kosi : 0812 851 0372 / 021 – 273 53 174 (Heri)

Berikut detail kondisi fikri :
Abdullah Fikri (18 bulan) hanya bisa berbaring. Bayi penderita atresia bilier atau tidak terbentuknya saluran empedu ini tidak bisa menjalani prosedur kasai atau cangkok hati lantaran kekurangan biaya.

”Kami tidak bisa membayar biaya cangkok hati karena tidak punya uang,” ucap Ani Purwaningsih (32), ibunda Fikri, Jumat (12/2). Biaya tindakan ini antara Rp 40 juta dan Rp 50 juta atau lebih murah dibandingkan cangkok hati yang memakan biaya sekitar Rp 1 miliar. Untuk Fikri, prosedur kasai sudah terlambat dilakukan.

Saat ini, Fikri menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Tim dokter juga tidak bisa berbuat banyak lantaran atresia bilier yang dialami Fikri sudah telanjur parah. ”Kalau melihat kondisi Fikri, kami tidak bisa lagi menerapkan prosedur kasai. Fikri harus segera menjalani cangkok hati,” kata Dr Hanifah Oswari SpA(K), dokter yang menangani Fikri.

Prosedur kasai adalah tindakan medis untuk penderita atresia bilier, yang dilakukan sebelum cangkok hati. Prosedur ini bisa dilakukan saat penyakit dideteksi dini. Pencangkokan hati untuk Fikri perlu segera dikerjakan untuk menyelamatkan nyawanya.(Kompas)

================
Sahabat Peduli mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan dari para donatur dan hanya Allah yang mampu membalas segala niat dan bantuan yang diberikan, semoga Allah menggantinya dengan segala bentuk kemudahan “Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya”. Semoga kita termasuk hamba yang selalu dekat dengan pertolongan Allah. Aamiin.

Wassalam,
Yayasan Sahabat Peduli
http://pelangiers.multiply.com

Kamis, 13 Agustus 2009

[Sahabat Peduli] Bazaar Peduli anak Jalanan dan Dhu'afa

Start:     Aug 15, '09 08:00a
End:     Aug 17, '09 6:00p
Location:     Lapangan Blok S - Jakarta Selatan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai teman dan Sahabat semua,

Sahabat Peduli kali ini membuka bazaar untuk produk yg di hasilkan dari karya-karya anak dhu’afa dan anak jalanan, salah satu tindak lanjut dari program life skill camp beberapa waktu yang lalu, produk yang nanti akan di pemerkan dalam bazaar adalah kerajinan dari daur ulang (komunitas / yayasan kumala) dan sabun cair dll (Yayasan Himmaata).

2 produk ini juga menjadi demo peserta pada saat pelatihan Life Skill Camp,

Penasaran ingin melihat hasilnya dan ingin membeli barangnya? Atau ingin menjadi bagian memasarkan produk karya terbaik anak bangsa jelang kemerdekaan? Mereka bagian dari kita semua, ingin tutut andil dalam kepeduliaan?

Mau dapat sesuatu yg paling mengesankan menyambut bulan ramadhan dan oleh2 lebaran?

Yuuuuuk kunjungi stand Peduli kami ‘ Sahabat peduli’ di sini tempatnya :

Tanggal Pelaksanaan Bazar : 15 – 17 Agustus 2009

Lokasi Stand bazaar : Lapangan Blok S – Jakarta Selatan

Stand Sahabat Peduli : No. IV G dan IV H

Jam bazaar : 08.00 – 18.00 wib


Wassalam,

LSC dan Sahabat Peduli Team

Selasa, 04 Agustus 2009

[SEFT] Praktek terapi SEFT di acara Life Skill Camp 1 - 2009

Cinta yang kuberi
sepenuh hatiku,
entah apa yang kuterima,
aku tak peduli,  
aku tak peduli,
aku tak peduli

Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya


Sebagai salah satu panitia acara LSC kemarin, saya termasuk orang yang dapat banyak berkah.  Saya mendapat banyak kesempatan untuk memperaktekkan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang saya pelajari beberapa waktu yang lalu.  Para peserta dan sesama panitia banyak yang mengalami gangguan kesehatan yang biasa terjadi saat terselenggaranya acara yang cukup padat, seperti kelelahan, capek, pusing, mual atau sakit perut dan sebagainya.  Aktifitas SEFTing tersebut saya lakukan di mushalla, barak para peserta dan tempat-tempat lain yang memungkinkan.  Alhamdulillah, hasilnya lumaya buat pemula, ada penurunan rasa sakit walau belum hilang 100 persen

Yang menarik, ada rekan panitia yang sesudah pusingnya diterapi malah keliyengan kaya orang baru bangun tidur.  Saya sendiri sempat bingung mau ngapain.

Untung saya segera ingat cerita seorang ibu polwan yang phobia duren.  saat dia keliyengan hampir pingsan, Mas Faiz langusng menyuruhnya berdiri.  Langsung rekan itu saya minta berdiri pelan-pelan.  Alhamdulillah hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi

benar kata Mas Faiz, little bit learning is dangerous

Dalam training SEFT, masalah ini dibahas dalam bagian "Handling the excessive intensity".  

Memang saya akui bahwa terapi SEFT yang saya lakukan masih kurang efektif dan menemui banyak kendala.  Namun, itu semua adalah pelajaran agar bisa membuat "Art of delivery" dari terapi SEFT yang saya lakukan makin baik. saya juga mendapat kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang membuat terapi SEFT menjadi kurang efektif.  

Hal-hal tersebut antara lain:

1.  Ada unsur unsur yang kurang terpenuhi baik dari unsur energy psychology atau spiritual

Unsur-unsur spiritual dalam SEFT antara lain:

A. Yakin: Yakin bukan pada terapis atau SEFT atau diri sendiri, namun pada kekuasaan Allah SWT yang Maha Menyembuhkan.  

B. Khusuk: Konsentrasi, memusatkan perhatian pada rasa sakit.  Energi tubuh manusia mengikuti jalan pikiran, jika pikiran diarahkan ke arah rasa sakit, ke sanalah energi mengalir.  

C. ikhlas: menerima bahwa sakit itu adalah ketentuan Allah dan membiarkan yang lalu biarlah berlalu

D. pasrah: membiarkan apa yang akan terjadi, sembuh atau tidak kepadaNya.

E. syukur: dari satu hal yang tidak beres atau tidak sesuai keinginan kita, ada 10000000000000000001 bahkan lebih nikmat dari Allah SWT yang terkadang bahkan tidak kita sadari.  

sedangkan unsur energy psychology yang perlu dipenuhi antara lain:

A. teknik yang benar dan tepat.  

B. ketepatan akar masalah dalam set-up.  sering kali, apa yang dirasakan bukanlah akar permasalahan yang sebenarnya tetapi merupakan gejala semata. Akar masalah seringkali merupakan masalah-masalah emosi.  

2. Kurangnya kerja sama dengan terapis SEFT, baik dalam memenuhi unsur-unsur spiritual atau energy psychology: Untuk memaksimalkan efek terapi SEFT, terapis dan klien perlu bekerja sama.  Keduanya perlu "men-spiritual-kan" dirinya semaksimal mungkin.  Bila klien kurang "spiritual" maka terapis harus memaksimalkan sisi EFT atau sisi energy psychology agar terapi tetap memiliki efek yang diharapkan, termasuk mencari akar masalah yang sebenarnya.  Apalagi jika klien merasa apatis sehingga enggan bersama terapis untuk mengucapkan repetitive power words "Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah" pada saat di-tapping.  

3. Background klien, terutama para peserta yang berasal dari lingkungan menengah ke bawah.  Erich Fromm menyebut masyarakat seperti ini sebagai receptive society, masyarakat yang lebih suka berharap dari luar, terutama dalam hal materi.  Agama seringkali hanya berkisar pada masalah ritual semata dan bukan pada sisi spiritualitas.  ditambah lagi mereka lebih percaya pada obat-obatan daripada energy therapy.      

4. Adanya godaan dari pihak terapis untuk menggunakan SEFT untuk sarana mendongkrak Ego.  seorang SEFTer bukanlah malaikat yang bersih dan suci.  dia juga manusia biasa yang memiliki keinginan untuk dihargai.  Namun, sudah selayaknya seorang SEFTer selalu berusaha kembali "men-spiritual-kan" dirinya agar efektifitas terapi yang dilakukan selalu meningkat.    

Saya percaya SEFT adalah salah satu media yang efektif untuk membagi cinta pada sesama manusia.  Erich Fromm mengatakan "Jika aku berkata aku mencintaimu, maka sesungguhnya aku mencintaimu dalam diri semua manusia, dalam diri semua yang hidup dan dalam diriku sendiri".  Fromm menyebut cinta seperti ini dengan istilah Brotherly Love.  Bahwa sesungguhnya kekasihmu berada dalam diri setiap manusia dan engkau akan selalu bisa berbuat baik dan memberi kepada kekasihmu melalui diri setiap orang.  Kekasihmu mungkin tidak mengetahui kebaikan-kebaikanmu dengan sesama manusia, mungkin dia tidak akan pernah tahu.  Namun, pancaran energi kebaikan itu cepat atau lambat akan mencapainya, mengetuk lembut pintu hatinya dan bukan tidak mungkin keajaiban demi keajaiban akan terjadi.  Keajaiban yang tidak dapat dijelaskan dengan logika atau kata-kata.  

Semoga bermanfaat  

Inspired by: SEFT, Erich Fromm - The Art of Loving dan The Sane Society,
 
Posting sambil dengerin Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya

Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
Kucoba tuang ke dalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui
Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku
Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
Di menara langit halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
Entah yang kuterima aku tak peduli,
aku tak peduli, aku tak peduli
Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
Tinggal bagaimana kita menghayati
di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka

 

Kamis, 30 April 2009

[Sahabat Peduli] Life Skill Camp 2009

Assalamualaikum, sekedar menyampaikan amanah 

Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung - Bogor, Jawa Barat.


18 – 20 JULI 2009 

Lebih 40% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dengan beragam faktor penyebabnya, mulai dari keterbatasan akses, rendahnya pendidikan, budaya dan cara hidup, hingga yang terbaru disebabkan oleh politik. Kemiskinan pun berdampak pada banyak sektor dari kehidupan seseorang, kesempatan mengenyam pendidikan lebih tinggi hanyalah satu akibat yang ditimbulkan. 

Permasalahan yang seakan tak kunjung selesai di negeri ini adalah kemiskinan, rendahnya pendidikan, hingga keterbatasan akses dan kesempatan untuk menciptakan perubahan hidup. Permasalahan ini seperti siklus yang terus berputar-putar di tempat yang sama, mengkerangkeng orang-orang yang sama hingga keturunannya. Yang dibutuhkan mereka adalah kekuatan untuk memutus rantai siklus tersebut agar bisa keluar dari keterpurukan, agar tak selamanya berlindung di balik ketidakmampuan atas nama kaum dhuafa dan segera mengubah diri menjadi orang-orang yang tak rela menengadahkan tangan. 

Life Skill Camp (LSC), sebuah program yang digagas Yayasan Sahabat Peduli (SP) untuk membantu anak-anak dengan keterbatasan kesempatan itu agar memiliki mental pemimpin, sikap disiplin dan keinginan kuat untuk mengubah jalur hidupnya ke arah yang lebih baik. Dalam program ini, para peserta yang diambil dari anak-anak yatim, anak jalanan dan kaum dhuafa akan diberikan pelatihan secara singkat tentang kepemimpinan dan kewirausahaan untuk membuka cakrawala baru bagi mereka agar melihat dunia wirausaha sebagai satu alternatif terbaik bagi masa depan mereka. 

Program yang dikemas dalam setting camp ground di alam terbuka untuk melanjutkan tradisi hidup sederhana dan disiplin, bermental kuat serta memiliki visi untuk sebanyak-banyaknya menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, acara ini akan menghadirkan para pembicara sesuai kepakarannya dalam kepemimpinan, kewirausahaan dan keterampilan khusus yang bakal menjadi alternatif pilihan setiap peserta untuk berkarya. 

Maka, kami Yayasan Sahabat Peduli (SP), mengajak siapapun untuk bersama-sama memberikan kesempatan terbaik bagi saudara-saudara kita untuk memiliki kekuatan memutus rantai kemiskinannya, agar mampu mengubah jalur hidupnya menjadi lebih baik untuk dirinya dan generasi berikutnya. 

Life Skill Camp (LSC) Angkatan I tahun 2009 ini akan digelar pada tanggal 18 – 20 Juli 2009 bertempat di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Jl. Nurul Iman, desa Waru Jaya, Parung, Bogor, Jawa Barat. Target peserta dari angkatan I ini adalah 350 peserta dengan kualifikasi anak usia sekolah SMA atau 17 – 19 tahun dari Jabodetabek. Sahabat Peduli menargetkan sepanjang 2009 bisa menyelenggarakan LSC sampai angkatan ke III dengan target 1.000 peserta. 

Tentu saja, tanpa kerja sama dan sinergi yang baik dari segenap mitra, relawan dan stakeholder strategis program mulia ini akan sulit terwujud. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi program manager LSC, Farida Lukitaning

****

Yayasan Sahabat Peduli merupakan suatu wadah legalitas yang berawal dari kumpulan para relawan yang tergabung di komunitas Relawan Pelangi. 


Visi : Berbagi Peduli Untuk Generasi Mandiri. 

Sekretariat : Jl. Swakarya Bawah no. 23 RT 04/03, 
Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan

Akta Notaris : No. 25, tanggal 19 Februari 2009

Penanggungjawab : Bayu Gawtama (0852 1906 8581)

Email : info@sahabatpeduli.org
sahabat.peduli@yahoo.co.id
Web : www.sahabatpeduli.org

Untuk info lebih lanjut, silahkan bergabung dengan milis Relawan Pelangi

Milis: http://groups.yahoo.com/group/relawan_pelangi/

Rekening Bank: 

Bank Syariah Mandiri a/c 004 016 800 4 atas nama Yayasan Sahabat Peduli

“Sebagian orang hanya bisa menunggu kesempatan, sebagian lagi bisa menciptakan kesempatan, namun sebagian kecil saja yang mau memberi kesempatan” (Gaw)

Minggu, 12 April 2009

Sahabat Peduli - Ke Jagabita Desa Pabuaran day 2




Kalau yang ini foto-foto saat kami datang lagi hari Sabtu, tanggal 11 April 2009. walaupun relawan yang datang hanya sedikit, tetapi Alhamdulillah pembangunan masih terus berlangsung dengan baik.

Sahabat Peduli - Ke Jagabita Desa Pabuaran




Meskipun kemarin sempat sibuk karena bencana Situ Gintung, kami dari Relawan Pelangi/Sahabat Peduli tetap tidak lupa dengan proyek pembinaan kami di kampung-kampung di desa Jagabita.

Hari Jumat dan Sabtu kami meninjau perkembangan proyek MCK di desa Pabuaran, titik air kedua setelah desa Sarongge.

Berikut foto-foto kegiatan hari Jumat yang dapat saya tangkap dgn kamera HP

Senin, 30 Maret 2009

Situ Gintung




Ahad 29 Maret 2009, saya dan beberapa kawan datang ke Situ Gintung utk bantu2 di sana.

berikut beberapa foto yang berhasil diambil pakai kamera HP, krn sibuk gak bisa potret banyak2 deh. asal-asalan lagi

Yang kami bantu bersihkan kemarin adalah sebuah taman kanak-kanak, gak tahu nama TKnya apa

Senin, 02 Februari 2009

Alhamdulillah, tulisan saya dimuat di Warnaislam :)

http://warnaislam.com/rubrik/sahabat/2009/2/3/32460/Ibu_Marhumah_Warga_Desa_Jagabita_Malang.htm
Ini pertama kalinya tulisan saya muncul di situs selain blog. Pagi2 dihubungi Pak Bambang dari Warnaislam dot com diminta ngecek situs Warnaislam.

Alhamdulillah tulisan saya dimuat. Saya jadi ingat kalau tidak salah Pak Jonru pernah bilang bahwa kita tidak boleh memvonis tulisan karya kita sendiri. Bisa saja tulisan yang kita anggap asal-asalan ternyata bagus di mata orang lain dan demikian sebaliknya.