Tampilkan postingan dengan label penulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penulisan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

RESENSI BUKU

http://resensor.blogspot.com/
Blog berisi contoh-contoh resensi buku, sebagai referensi bagi yang sedang belajar meresensi buku

Jumat, 08 Juli 2011

[Kiat Menulis] Menulis Feature di Blog

Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga, pertama stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news).  Kedua, news feature, memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi.Dan ketiga, feature bertu-juan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.  Penjelasan tersebut dikutip dari blog yang ini.
 
Saya mulai mampu memasukkan unsur-unsur feature ke dalam blog sesudah mengikuti workshop perdana Pena Lectura di gedung perfileman Usmar Ismail, di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.  Dalam workshop yang diisi oleh mbak Ollie dan mbak Imazahra itu, diajarkan bahwa pengalaman pribadi atau kejadian sehari-hari bisa digambarkan dengan sangat indah dan menggugah perasaan bagaikan cerita fiksi.  Kreatifitas merangkai kata pun tidak hanya bisa diaplikasikan pada tulisan-tulisan sastra.  Sebuah kejadian sederhana bisa  digambarkan dalam banyak sekali sudut padang hingga menghasilkan tulisan yang menggugah dan mencerahkan.  Tulisan-tulisan tersebut antara lain, Tangan Kecil dan Sekerat Daging, Pak Tua Pemungut Sampah dan lain sebagainya. 

Saya melihat cukup banyak persamaan dalam tulisan creative non fiction itu dengan tayangan-tayangan dokumenter yang ada di Elshinta TV.  Sebagian dari tayangan tersebut adalah film dokumenter lama yang pernah ditayangkan oleh Indosiar, sebagian lainnya relatif baru.  Script dari film-film dokumenter lama itu pun masih bisa kita temukan di rubrik Ragam di situs Indosiar.  Walaupun sudah lama, namun tetap bisa dinikmati dan tetap relevan dengan keadaan sekarang ini.  Hanya saja, saat itu saya belum menemukan perbedaan signifikan antara penulisan blog dengan teknik creative non fiction dengan penulisan feature

Baru sesudah melihat dua bocah bermain bola dengan botol air mineral, yang saya tuangkan di tulisan yang ini, saya menyadari ada perbedaan penting diantara dua jenis tulisan tersebut.  Dalam tulisan tentang dua bocah itu, saya menempatkan diri sebagai sosok pengamat yang netral.  Saya tidak memasukkan diri saya ke dalam tulisan tersebut.  Jadi, dalam tulisan tersebut, hasrat untuk narsis dan menonjolkan perlu diredam terlebih dahulu. 
Hal yang membedakan antara blog yang ditulis dengan teknik creative non fiction dengan tulisan feature adalah sudut pandangnya.  Biasanya, seorang blogger mengisi blog-nya dengan tulisan-tulisan yang bersifat pribadi.  Me, myself and I jika masih single atau tentang keluarga apabila sudah berkeluarga.  Yang jelas, si blogger inilah yang jadi pemeran utama, yang lain hanya sebagai pemeran pendukung atau pembantu.  Sehingga, tulisan - tulisan di blog cenderung dilihat dari sudut pandang orang pertama.
 
Untuk melatih diri menulis feature di blog, pertama-tama si blogger harus rela menuliskan tulisannya dari sudut pandang orang lain.  Tiba saatnya si blogger bermain di belakang layar.  Jika diumpamakan film, si blogger yang tadinya jadi bintang dalam blognya, kini berperan menjadi sutradara atau produser.  Tulisan-tulisan yang dibuat lebih menonjolkan apa yang dirasakan orang yang menjadi subyek dalam tulisannya.   Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman ini: ‘’Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.’’

Menulis feature memang bukan sekedar mendeskripsikan keadaan.  Namun lebih dari itu, sang penulis perlu menampilkan sisi sisi yang menggugah emosi dari yang dia tuliskan.  Sehingga, sekedar mengamati tidaklah cukup. Perlu ada interaksi antar manusia di sana, antar si penulis dengan orang yang menjadi subjek tulisannya.  Sehingga, muatan emosi dari orang-orang yang menjadi subyek dalam tulisan tersebut akan mempengaruhi pembacanya.   

Contoh tulisan feature yang cukup menggugah ada di rubrik Ragam dalam situs Indosiar.  Sebenarnya, tulisan-tulisan itu merupakan script dari acara dokumenter yang sudah tidak lagi ditayangkan oleh Indosiar.  Sebagian dari acara-acara tersebut sekarang ditayangkan oleh stasiun tv favorit saya, yaitu Elshinta TV.  Kisah yang ditayangkan antara lain tentang para penyelam tradisional di Pulau Tidung yang seringkali terserang kram karena mereka belum memahami pentingnya dekompresi.  Mereka menganggap kram yang mereka rasakan hanya gejala masuk angin belaka.  Atau kisah para petani garam di Cirebon yang pendapatannya sangat tidak menentu karena sangat tergantung cuaca.  Masih banyak lagi script tayangan feature yang bisa kita baca di sana. 

Semoga bermanfaat 

Rabu, 29 Desember 2010

[Resolusi 2011] Lima Judul Buku

Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu merugi. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.

QS Al Ashar: 1 - 3

Detik demi detik tidak terasa berlalu, tahun yang baru akan segera tiba dalam hidup kita.  Jatah hidup kita semakin berkurang walaupun dari segi angak usia bertambah.  Memang, Insya Allah kita masih termasuk orang beriman walaupun mungkin imannya masih lemah dan rapuh bagai rumah kayu yang dimakan rayap.  Namun, beriman saja tentu tidak cukup, kita perlu beramal sholeh sebagai bekal di akhirat nanti.  Amal sholeh mungkin bisa didefinisikan sebagai perbuatan baik yang ditujukan untuk menggapai keridhoan Allah SWT dan mempunyai efek samping yang positif dalam kehidupan sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.   

Bapak Quraish Shihab, saat menjelaskan makna Iyyaka na'budu wa Iyyaka nastain pernah mengatakan "mengapa pada saat sholat sendiri, ayat itu tetap dibaca Iyyaka na'budu wa Iyyaka nastain, yang berarti hanya kepadaMu kami menyembah dan kami minta pertolongan?  Beliau lalu mengatakan bahwa Islam adalah agama kebersamaan.  Karena itu, kita harus peduli pada sesama saudara kita.  Sehingga, untuk menjadi orang yang tidak merugi, kita juga perlu saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.  Salah satu cara menasihati yang baik adalah dengan tulisan.  Pepatah Latin mengatakan Verba volant, littera scripta manet, yang terucap akan musnah, yang tertulis akan abadi.  Tulisan yang baik akan bermanfaat untuk banyak orang walaupun penulisnya telah tiada.

Sangat sayang apabila moment patah hati yang pernah dialami tahun 2010 ini tersia-siakan. Setelah berhasil memanfaatkan moment tersebut untuk menggondol beasiswa SMO 2010 di Sekolah Menulis Online-nya pak Jonru, Insya Allah saya akan meneruskan dengan menulis buku sendiri, Insya Allah minimal LIMA JUDUL BUKU.  Saya sengaja mencanangkan target yang luar biasa itu sebagai upaya menantang diri sendiri dalam dunia kepenulisan.   Keinginan ini terinspirasi oleh buku MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN yang diterbitkan oleh Leutika Publisher.  Dalam buku tersebut, kedua penulisnya mengutip prinsip yang dijelaskan Pak Jamil Azzaini dalam membuat pencapaian.  Pencapaian yang baik haruslah masuk akal dan menantang.  JIka ada yang baru belajar menulis lalu mencanangkan resolusi menulis sebuah buku di tahun depan, hal itu merupakan tantangan yang cukup berat dan patut diperjuangkan.  Namun, jika sudah banyak mem-publish tulisan di situs jejaring sosial dan sudah mengumpulkan banyak jempol serta komentar positif, target satu buku tentunya kurang menantang, walaupun tetap masuk akal.  

Alhamdulilah, banyak yang mengatakan bahwa tulisan-tulisan saya cukup bagus, walaupun tentu saja masih banyak kekurangan di sana - sini.  Sangat berbeda dengan tulisan-tulisan saat awal-awal nge-blog dulu, sekitar tahun 2007.  Yang mau lihat tulisan-tulisan tersebut, silahkan mampir ke blog saya, masih ada koq.  Pak Jonru juga pernah bilang bahwa di dunia ini tidak ada tulisan yang bagus, yang bagus adalah hasil tulisan yang sudah di-edit.  

Tantangan tersebut tentu saja sudah termasuk perbaikan diri.   Agar mampu mencapai penaklukkan tantangan tersebut, saya harus mampu memperbaiki diri aga mampu menggapai standart minimal dan keluar dari zona nyaman yang membelenggu selama ini.  Tantangan seberat itu tentu tidak bisa diselesaikan hanya dengan bermalas-malasan dan bersikap terlalu permisif pada diri sendiri.  Al Quran dan Hadits shahih pun banyak yang menekankan pentingnya memperbaiki diri terus menerus.  Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin.  Orang yang merugi adalah orang yang hari ini sama saja dengan kemarin hari, apalagi yang lebih buruk.   

Terinspirasi dari buku MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN hadiah dari lomba Menulis Teman Maya yang diselenggarakan di Multiply oleh mbak Dewayanie.  Terima kasih banyak mbak

Sebuah janji untuk diri sendiri, semoga bermanfaat untuk yang membaca

Jumat, 22 Oktober 2010

[Pena Lectura] Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat

"kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat"

Bayu Gawtama

Saya pertama kali mengenal Pena Lectura, kalau tidak salah, sedang mau upload journal ke MP.  Journal itu tentang perjalanan tim Trauma Healing ke Padang pada saat gempa besar beberapa waktu yang lalu. Lalu saya menemukan link menuju journal mbak Gita tentang workshop perdana Pena Lectura di Kuningan, sayang saya lupa yang me-link siapa, he he he.  Karena tempatnya dekat sekali dengan rumah saya, maka saya putuskan untuk ikutan. Kebetulan saat itu saya sedang senang-senangnya belajar menulis demi menyembuhkan patah hati yagn saya alami ...

Alhamdulillah, di workshop tersebut saya mendapatkan pencerahan tentang Creative Non Fiction. Bahwa cerita-cerita nyata bisa dikemas dalam bentuk yang menarik seperti dalam cerpen atau novel.  Sebelum ikut workshop, saya sempat membuat tulisan berdasarkan pengalaman selama di Padang beberapa waktu sebelumnya namun tulisan itu masih berbentuk essay dan kurang memenuhi syarat untuk bisa disebut Creative non fiction.  Sehingga, pada saat pelatihan, saya memperbaiki tulisan tersebut.  Saya sendiri merasa senang karena tulisan saya pun semakin bisa dibaca orang lain dengan nyaman.  

Workshop menarik lainnya yang diadakan Pena Lectura adalah workshop tentang fotografi.  Walaupun termasuk yang agak phobia sama kamera, apalagi yang canggih dan besar serta tombolnya banyak itu, saya tetap ikutan.  Yang paling mengagumkan adlaah foto-foto yang menggambarkan kawasanan kumuh dan miskin yang ada di sekitar kita.  Tentu bukan perkara mudah untuk membawa kamera super mahal ke wilayah-wilayah tersebut.  Semoga foto-foto tersebut bisa menggugah kepedulian yang melihat pada nasib orang-orang yang miskin dan lebih menderita daripada kita.

Sayangnya waktu launching buku Happy Ramadhan with Kids saya tidak bisa datang karena ada keperluan fundrasing bersama Yayasan Sahabat Peduli pada Car Free Day di daerah Thamrin.  Kami sedang mencari dana untuk program LifeSkill Camp 2 untuk anak-anak dhuafa. Saya sendiri diamanahi menjadi terapis yang menterapi orang-orang yang membeli merchandise YSP.  Terapi itu sebagai bonus bagi para pembeli yang menyumbang untuk kegiatan yayasan.   

Untuk berpartisipasi dalam lomba ini, saya baru mampu menyumbangkan satu ide yang ada.  semoga nanti bisa dipertimbangkan dan disinergikan dengan ide-ide lainnya.

Begini idenya:

saat ber-browsing ria, saya menemukan situs nulisbuku.com.  Gak ingat sih kata kunci apa yang dimasukkan ke Google atau dapat situs itu dari link yang mana, tapi sudahlah.  Salah satu pendiri situs itu adalah mbak Aulia Halimatussadiah atau biasa dipanggil mbak Ollie.  Dalam situs yang salah satu pendirinya pernah jadi pengisi acara workshop pertama Pena Lectura itu ada layanan untuk menerbitkan buku sendiri.  Dan yang paling menarik adalah jumlah buku yang bisa diterbitkan tidak harus dalam jumlah eksemplar tertentu.  Satu eksemplar pun tetap bisa diterbitkan. Bahasa kerennya Print on Demand, alias cetak kalau ada pesanan walau cuma sebiji kata orang betawi ..

Situs di atas tentunya bisa jadi alternatif bagi para bloggers yang sudah sangat ingin ingin menerbitkan buku.  Biasanya, kalau mau menerbitkan buku sendiri kan perlu modal cukup besar berhubung percetakan maunya mencetak buku sejumlah tertentu.  Jumlah itu tentunya cukup besar biayanya kalau harus ditanggung oleh kantong pribadi si blogger tersebut.  Sedangkan kalau diterbitkan oleh penerbit, terkadang perlu ada kompromi dengan penulis buku.  Sebagian penulis merasa perlu mempertahankan idelismenya sedangkan penerbit adalah institusi bisnis yang perlu mencari keuntungan.  Sehingga, tidak setiap naskah yang masuk ke penerbit bisa diterbitkan.  Memang, menurut pak Jonru, yang namanya penerbit bukan monster jahat bin kejam pada para penulis.  Penerbit dan penulis adalah mitra kerja yang seharusnya saling menguntungkan.  Namun, tetap saja ada hal-hal tertentu yang menyebabkan naskah tidak lolos.  Salah satunya momentum.  Kalau sekarang kita menerbitkan buku tentang Piala Dunia tentu saja tidak akan laku.  Buku seperti itu hanya laku kalau diterbitkan dan dicetak menjelang dan selama piala dunia, sehingga kalaupun mau diterbitkan harus menunggu sekitar 4 tahun lagi.  Buku kiat meraih Lailatul Qodar tentu sedikit yang mau beli sekarang ini, walaupun tema itu merupakan tema favorit menjelang dan selama Ramadhan.  Lain halnya dengan buku bertema kiat memilih hewan Qurban, bisa jadi buku itu laku keras karena animo orang untuk berqurban sekarang cukup besar dan saat ini Hari Raya Idul Adha hampir tiba.

Atau, bisa jadi dalam buku yang hendak diterbitkan banyak berisi hal-hal yang memang ingin di-share oleh penulisnya di kalangan terbatas.  Misalnya, buku tentang kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan teknik Creative Non Fiction yang pernah dibahas dalam Workshop perdana Pena Lectura.  Bisa juga untuk doorprize di acara-acara Pena Lectura. Terbayang betapa senangnya peserta mendapat buku unik yang tidak bisa ditemukan di toko-toko buku.  Walaupun, bagi yang berminat tetap bisa memesan buku tersebut.  Tentu saja alternatif di atas bukan untuk menggantikan penerbitan buku dengan melibatkan penerbit pada umumnya, namun sekedar alternatif yang bisa ditempuh. Sehingga, makin banyak orang yang bisa mendapatkan "Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat" sesuai judul tulisan ini.

Maka, saya kira tema menerbitkan buku dengan cara Print on Demand seperti di atas akan menjadi tema yang menarik untuk dibahas dalam kegiatan-kegiatan Pena Lectura selanjutnya. 

Demikian yang bisa saya sumbangkan untuk Sayembara ultah pertama Pena Lectura semoga makin sukses dengan segala kegiatannya. Karena bukankah, meminjam kata-kata Mas Bayu, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru".

Semoga bermanfaat

Selasa, 25 Agustus 2009

Acara Lingkar Pena Publishing House Selama Bulan ramadhan:

Start:     Aug 26, '09 12:00p
End:     Sep 8, '09 6:00p
Location:     Lobby Trans TV, Gramedia Blok M, dll
Acara Lingkar Pena Publishing House Selama Bulan ramadhan:

1. Bedah Buku The Secret of Heaven
Tempat: Lobby Trans TV
Hari / Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2009
Waktu: 12.00 - 13.00
Pembicara : Ustadz Herry Nurdi (Penulis The Secret for Muslim dan the Secret of Heaven, Pemred Majalah Sabili)



2. Bedah Buku Long Distance Love
Tempat: Masjid Salman Bandung
Hari / Tanggal : Sabut, 29 Agustus 2009
Waktu: 15.30 - 17.30
Pembicara : Imazahra (Penulis Long Distance Love)



3. Bedah Buku Nggak Takut Dosa
Tempat: Aula Masjid Al-Husaini
Jl. Mardani Raya Gg. S
Johar Baru - Jakarta Pusat
Hari / tanggal : Minggu, 30 Agustus 2009
Waktu: 16.00 - 18.00
Pembicara : Kang Yadi (penulis Doa-Doa Patah Hati dan Nggak Takut Dosa?)



4. Curhat Bareng Ustadz Herry Nurdi
(The Secret of Heaven) For Teens.
Hari / Tanggal : Sabtu, 5 September 2009
Tempat:Gramedia Melawai - Blok M
Waktu: 15.00 - 17.00
Pembicara : Ustadz Herry Nurdi


5. Talkshow Inspirasi Blog dan facebook Menjadi buku Laris
Tempat: Pasar Festival - Kuningan
Hari / tanggal : Minggu, 6 September 2009
Waktu: 15.00 - 17.30
Pembicara :
Ifa Avianty (penulis Facebook On Love)
Imazahra (Penulis buku Long Distance Love)


6. Pelatihan Menulis Itu Mudah
Tempat : UNINDRA (Universitas Indraprasta) PGRI
Jl. Nangka No. 58 Tanjung Barat, Jagakarsa - Jaksel
Hari / Tanggal : Selasa, 8 September 2009
Waktu : 09.30 - 15.00
Pembicara : Koko Nata (Trainer dan penulis buku Membongkar Rahasia Ikhwan Nyebelin)

Sabtu, 29 November 2008

Sharing Penulisan

Start:     Dec 2, '08 09:45a
End:     Dec 4, '08 11:30a
Location:     Toko Buku MP Books Point, Cipete, Jakarta.
Kinoysan: Sharing Penulisan

Tempatnya: di TB MP Books Point, Cipete, Jakarta.
Waktunya: Selasa, Rabu, Kamis 2-4 Des 2008; jam 09.45-11.30 WIB
Penyelenggaranya: Penerbit Andi, Yogyakarta.
Segmentnya untuk anak-anak SD.
Acara ini free, tidak dipungut biaya.
Bagi yang ada di Jakarta dan mau ketemu Kinoysan, jangan lewatin acaranya!
Ngobrolin tentang cara penulisan dan gimana caranya jadi penulis.

http://kinoysan.multiply.com/journal/item/125/Sharing_Penulisan?replies_read=3