http://abuziyad.multiply.com/journal/item/163/Kultwit_Ust._Salim_A._Fillah_M-E-N-U-L-I-S
yang ingin belajar menulis dari Ust. Salim A. Fillah, silakan membaca kompilasi kultiwt beliau di link di atas
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Mei 2011
Jumat, 22 Oktober 2010
[Pena Lectura] Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat
"kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat"
Bayu Gawtama
Saya pertama kali mengenal Pena Lectura, kalau tidak salah, sedang mau upload journal ke MP. Journal itu tentang perjalanan tim Trauma Healing ke Padang pada saat gempa besar beberapa waktu yang lalu. Lalu saya menemukan link menuju journal mbak Gita tentang workshop perdana Pena Lectura di Kuningan, sayang saya lupa yang me-link siapa, he he he. Karena tempatnya dekat sekali dengan rumah saya, maka saya putuskan untuk ikutan. Kebetulan saat itu saya sedang senang-senangnya belajar menulis demi menyembuhkan patah hati yagn saya alami ...
Alhamdulillah, di workshop tersebut saya mendapatkan pencerahan tentang Creative Non Fiction. Bahwa cerita-cerita nyata bisa dikemas dalam bentuk yang menarik seperti dalam cerpen atau novel. Sebelum ikut workshop, saya sempat membuat tulisan berdasarkan pengalaman selama di Padang beberapa waktu sebelumnya namun tulisan itu masih berbentuk essay dan kurang memenuhi syarat untuk bisa disebut Creative non fiction. Sehingga, pada saat pelatihan, saya memperbaiki tulisan tersebut. Saya sendiri merasa senang karena tulisan saya pun semakin bisa dibaca orang lain dengan nyaman.
Workshop menarik lainnya yang diadakan Pena Lectura adalah workshop tentang fotografi. Walaupun termasuk yang agak phobia sama kamera, apalagi yang canggih dan besar serta tombolnya banyak itu, saya tetap ikutan. Yang paling mengagumkan adlaah foto-foto yang menggambarkan kawasanan kumuh dan miskin yang ada di sekitar kita. Tentu bukan perkara mudah untuk membawa kamera super mahal ke wilayah-wilayah tersebut. Semoga foto-foto tersebut bisa menggugah kepedulian yang melihat pada nasib orang-orang yang miskin dan lebih menderita daripada kita.
Sayangnya waktu launching buku Happy Ramadhan with Kids saya tidak bisa datang karena ada keperluan fundrasing bersama Yayasan Sahabat Peduli pada Car Free Day di daerah Thamrin. Kami sedang mencari dana untuk program LifeSkill Camp 2 untuk anak-anak dhuafa. Saya sendiri diamanahi menjadi terapis yang menterapi orang-orang yang membeli merchandise YSP. Terapi itu sebagai bonus bagi para pembeli yang menyumbang untuk kegiatan yayasan.
Untuk berpartisipasi dalam lomba ini, saya baru mampu menyumbangkan satu ide yang ada. semoga nanti bisa dipertimbangkan dan disinergikan dengan ide-ide lainnya.
Begini idenya:
saat ber-browsing ria, saya menemukan situs nulisbuku.com. Gak ingat sih kata kunci apa yang dimasukkan ke Google atau dapat situs itu dari link yang mana, tapi sudahlah. Salah satu pendiri situs itu adalah mbak Aulia Halimatussadiah atau biasa dipanggil mbak Ollie. Dalam situs yang salah satu pendirinya pernah jadi pengisi acara workshop pertama Pena Lectura itu ada layanan untuk menerbitkan buku sendiri. Dan yang paling menarik adalah jumlah buku yang bisa diterbitkan tidak harus dalam jumlah eksemplar tertentu. Satu eksemplar pun tetap bisa diterbitkan. Bahasa kerennya Print on Demand, alias cetak kalau ada pesanan walau cuma sebiji kata orang betawi ..
Situs di atas tentunya bisa jadi alternatif bagi para bloggers yang sudah sangat ingin ingin menerbitkan buku. Biasanya, kalau mau menerbitkan buku sendiri kan perlu modal cukup besar berhubung percetakan maunya mencetak buku sejumlah tertentu. Jumlah itu tentunya cukup besar biayanya kalau harus ditanggung oleh kantong pribadi si blogger tersebut. Sedangkan kalau diterbitkan oleh penerbit, terkadang perlu ada kompromi dengan penulis buku. Sebagian penulis merasa perlu mempertahankan idelismenya sedangkan penerbit adalah institusi bisnis yang perlu mencari keuntungan. Sehingga, tidak setiap naskah yang masuk ke penerbit bisa diterbitkan. Memang, menurut pak Jonru, yang namanya penerbit bukan monster jahat bin kejam pada para penulis. Penerbit dan penulis adalah mitra kerja yang seharusnya saling menguntungkan. Namun, tetap saja ada hal-hal tertentu yang menyebabkan naskah tidak lolos. Salah satunya momentum. Kalau sekarang kita menerbitkan buku tentang Piala Dunia tentu saja tidak akan laku. Buku seperti itu hanya laku kalau diterbitkan dan dicetak menjelang dan selama piala dunia, sehingga kalaupun mau diterbitkan harus menunggu sekitar 4 tahun lagi. Buku kiat meraih Lailatul Qodar tentu sedikit yang mau beli sekarang ini, walaupun tema itu merupakan tema favorit menjelang dan selama Ramadhan. Lain halnya dengan buku bertema kiat memilih hewan Qurban, bisa jadi buku itu laku keras karena animo orang untuk berqurban sekarang cukup besar dan saat ini Hari Raya Idul Adha hampir tiba.
Atau, bisa jadi dalam buku yang hendak diterbitkan banyak berisi hal-hal yang memang ingin di-share oleh penulisnya di kalangan terbatas. Misalnya, buku tentang kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan teknik Creative Non Fiction yang pernah dibahas dalam Workshop perdana Pena Lectura. Bisa juga untuk doorprize di acara-acara Pena Lectura. Terbayang betapa senangnya peserta mendapat buku unik yang tidak bisa ditemukan di toko-toko buku. Walaupun, bagi yang berminat tetap bisa memesan buku tersebut. Tentu saja alternatif di atas bukan untuk menggantikan penerbitan buku dengan melibatkan penerbit pada umumnya, namun sekedar alternatif yang bisa ditempuh. Sehingga, makin banyak orang yang bisa mendapatkan "Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat" sesuai judul tulisan ini.
Maka, saya kira tema menerbitkan buku dengan cara Print on Demand seperti di atas akan menjadi tema yang menarik untuk dibahas dalam kegiatan-kegiatan Pena Lectura selanjutnya.
Demikian yang bisa saya sumbangkan untuk Sayembara ultah pertama Pena Lectura semoga makin sukses dengan segala kegiatannya. Karena bukankah, meminjam kata-kata Mas Bayu, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru".
Bayu Gawtama
Saya pertama kali mengenal Pena Lectura, kalau tidak salah, sedang mau upload journal ke MP. Journal itu tentang perjalanan tim Trauma Healing ke Padang pada saat gempa besar beberapa waktu yang lalu. Lalu saya menemukan link menuju journal mbak Gita tentang workshop perdana Pena Lectura di Kuningan, sayang saya lupa yang me-link siapa, he he he. Karena tempatnya dekat sekali dengan rumah saya, maka saya putuskan untuk ikutan. Kebetulan saat itu saya sedang senang-senangnya belajar menulis demi menyembuhkan patah hati yagn saya alami ...
Alhamdulillah, di workshop tersebut saya mendapatkan pencerahan tentang Creative Non Fiction. Bahwa cerita-cerita nyata bisa dikemas dalam bentuk yang menarik seperti dalam cerpen atau novel. Sebelum ikut workshop, saya sempat membuat tulisan berdasarkan pengalaman selama di Padang beberapa waktu sebelumnya namun tulisan itu masih berbentuk essay dan kurang memenuhi syarat untuk bisa disebut Creative non fiction. Sehingga, pada saat pelatihan, saya memperbaiki tulisan tersebut. Saya sendiri merasa senang karena tulisan saya pun semakin bisa dibaca orang lain dengan nyaman.
Workshop menarik lainnya yang diadakan Pena Lectura adalah workshop tentang fotografi. Walaupun termasuk yang agak phobia sama kamera, apalagi yang canggih dan besar serta tombolnya banyak itu, saya tetap ikutan. Yang paling mengagumkan adlaah foto-foto yang menggambarkan kawasanan kumuh dan miskin yang ada di sekitar kita. Tentu bukan perkara mudah untuk membawa kamera super mahal ke wilayah-wilayah tersebut. Semoga foto-foto tersebut bisa menggugah kepedulian yang melihat pada nasib orang-orang yang miskin dan lebih menderita daripada kita.
Sayangnya waktu launching buku Happy Ramadhan with Kids saya tidak bisa datang karena ada keperluan fundrasing bersama Yayasan Sahabat Peduli pada Car Free Day di daerah Thamrin. Kami sedang mencari dana untuk program LifeSkill Camp 2 untuk anak-anak dhuafa. Saya sendiri diamanahi menjadi terapis yang menterapi orang-orang yang membeli merchandise YSP. Terapi itu sebagai bonus bagi para pembeli yang menyumbang untuk kegiatan yayasan.
Untuk berpartisipasi dalam lomba ini, saya baru mampu menyumbangkan satu ide yang ada. semoga nanti bisa dipertimbangkan dan disinergikan dengan ide-ide lainnya.
Begini idenya:
saat ber-browsing ria, saya menemukan situs nulisbuku.com. Gak ingat sih kata kunci apa yang dimasukkan ke Google atau dapat situs itu dari link yang mana, tapi sudahlah. Salah satu pendiri situs itu adalah mbak Aulia Halimatussadiah atau biasa dipanggil mbak Ollie. Dalam situs yang salah satu pendirinya pernah jadi pengisi acara workshop pertama Pena Lectura itu ada layanan untuk menerbitkan buku sendiri. Dan yang paling menarik adalah jumlah buku yang bisa diterbitkan tidak harus dalam jumlah eksemplar tertentu. Satu eksemplar pun tetap bisa diterbitkan. Bahasa kerennya Print on Demand, alias cetak kalau ada pesanan walau cuma sebiji kata orang betawi ..
Situs di atas tentunya bisa jadi alternatif bagi para bloggers yang sudah sangat ingin ingin menerbitkan buku. Biasanya, kalau mau menerbitkan buku sendiri kan perlu modal cukup besar berhubung percetakan maunya mencetak buku sejumlah tertentu. Jumlah itu tentunya cukup besar biayanya kalau harus ditanggung oleh kantong pribadi si blogger tersebut. Sedangkan kalau diterbitkan oleh penerbit, terkadang perlu ada kompromi dengan penulis buku. Sebagian penulis merasa perlu mempertahankan idelismenya sedangkan penerbit adalah institusi bisnis yang perlu mencari keuntungan. Sehingga, tidak setiap naskah yang masuk ke penerbit bisa diterbitkan. Memang, menurut pak Jonru, yang namanya penerbit bukan monster jahat bin kejam pada para penulis. Penerbit dan penulis adalah mitra kerja yang seharusnya saling menguntungkan. Namun, tetap saja ada hal-hal tertentu yang menyebabkan naskah tidak lolos. Salah satunya momentum. Kalau sekarang kita menerbitkan buku tentang Piala Dunia tentu saja tidak akan laku. Buku seperti itu hanya laku kalau diterbitkan dan dicetak menjelang dan selama piala dunia, sehingga kalaupun mau diterbitkan harus menunggu sekitar 4 tahun lagi. Buku kiat meraih Lailatul Qodar tentu sedikit yang mau beli sekarang ini, walaupun tema itu merupakan tema favorit menjelang dan selama Ramadhan. Lain halnya dengan buku bertema kiat memilih hewan Qurban, bisa jadi buku itu laku keras karena animo orang untuk berqurban sekarang cukup besar dan saat ini Hari Raya Idul Adha hampir tiba.
Atau, bisa jadi dalam buku yang hendak diterbitkan banyak berisi hal-hal yang memang ingin di-share oleh penulisnya di kalangan terbatas. Misalnya, buku tentang kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan teknik Creative Non Fiction yang pernah dibahas dalam Workshop perdana Pena Lectura. Bisa juga untuk doorprize di acara-acara Pena Lectura. Terbayang betapa senangnya peserta mendapat buku unik yang tidak bisa ditemukan di toko-toko buku. Walaupun, bagi yang berminat tetap bisa memesan buku tersebut. Tentu saja alternatif di atas bukan untuk menggantikan penerbitan buku dengan melibatkan penerbit pada umumnya, namun sekedar alternatif yang bisa ditempuh. Sehingga, makin banyak orang yang bisa mendapatkan "Alternatif untuk berkarya sambil mencerahkan dan menebar manfaat" sesuai judul tulisan ini.
Maka, saya kira tema menerbitkan buku dengan cara Print on Demand seperti di atas akan menjadi tema yang menarik untuk dibahas dalam kegiatan-kegiatan Pena Lectura selanjutnya.
Demikian yang bisa saya sumbangkan untuk Sayembara ultah pertama Pena Lectura semoga makin sukses dengan segala kegiatannya. Karena bukankah, meminjam kata-kata Mas Bayu, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru".
Semoga bermanfaat
Senin, 11 Oktober 2010
LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN
| Start: | Oct 12, '10 12:00a |
| End: | Oct 22, '10 12:00p |
| Location: | dimanapun bisa menulis |
Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk "esai" dengan tema "Kepemimpinan Pemuda".
Peserta dapat memilih salah satu dari sub-sub tema berikut, atau tema lain
a. Pemuda di Kursi Kepresidenan Indonesia
b. Menjadi Pemimpin di Era Krisis Global.
c. Mencari Wadah Pencetak Pemimpin Bangsa.
d. Menjadi Pemimpin Lokal Berpikiran Global.
e. Jika Perempuan Menjadi Pemimpin Indonesia.
f. Budaya Baca Calon Pemimpin Bangsa.
g. Budaya Menulis Calon Pemimpin Bangsa
2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronikdan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik denganfont Times New Roman, 5-10 halaman, spasi 1 1/2.
8. Mencantumkan kategori lomba di subjek email atau amplop.
Persyaratan Penghargaan Penulis:
1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Oktober 2009sampai September 2010 yang bertema Kepemudaan.
2. Melampirkan artikel yang telah dimuat (untuk pengiriman email,discan dengan resolusi secukupnya)
3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia)
4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi.
5. Mencantumkan "Penghargaan Penulis" di sudut kiri amplop.
Persyaratan Teknis :
1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri(KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamatlengkap, nomor telepon/handphone, e-mail). Untuk pengiriman e-mail,identitas diri discan (dengan resolusi secukupnya, maksimal 300 kb).
2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim viaemail ke: lomba.menpora@gmail.com. Atau via pos ke: Jl. Rasamala Raya No 20 Depok Timur 16418
3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 22 Oktober 2010, jam 12 siang.
HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis:
Juara I: Rp2.500.000,-
Juara II: Rp2.000.000,-
Juara III: Rp1.500.000,
3 pemenang hiburan @ Rp500.000,-
* Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlingkarpena.net/, http://forumlingkarpena.multiply.com,mailing/ list Forum Lingkar Pena, serta Facebook Forum Lingkar Pena,pada 25 Oktober 2010.
Acara ini diselenggarakan oleh :Deputi Bidang Pemberdayaan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena
Keterangan lebih lanjut hubungi:
- Maryati (021) 573 8158, HP: 085813144822
- Koko 0813 67675459
- Denny 0899 9910037
Comment · UnlikeLike · Share
Label:
lingkarpena,
lombamenulis,
menpora,
menulis,
olahraga,
pemuda
Rabu, 01 September 2010
Unsur-unsur Penting pada Cerita Fiksi
http://hrsbstaff.ednet.ns.ca/engramja/elements.html
Unsur-unsur Penting pada Cerita Fiksi
untuk yang mau belajar menulis terutama fiksi, silahkan mampir
Unsur-unsur Penting pada Cerita Fiksi
untuk yang mau belajar menulis terutama fiksi, silahkan mampir
Rabu, 14 Juli 2010
menulis cepat
http://www.menuliscepat.com/
salah satu blog yang perlu dikunjungi apabila mau belajar menulis
semoga bermanfaat
salah satu blog yang perlu dikunjungi apabila mau belajar menulis
semoga bermanfaat
Rabu, 24 Februari 2010
[Renungan Cinta] Cinta Lelaki Sejati
Cinta lelaki sejati
bukan hanya menemukan masalah menemukan objek yang dicintai
bukan sekedar hasrat menggebu saat bertemu pertama kali
bukan pula sebuah obsesi yang membuatnya buta mata buta hati
bukan pula yang membuatnya tergila-gila hingga lupa diri
Cinta lelaki sejati
adalah suatu jenis seni
yang hanya dapat dilakukan karena dipahami
oleh seorang pencinta sejati
yang benar-benar memahami SENI MENCINTAI
Cinta lelaki sejati
bukanlah perasaan lemah yang menuntut kepuasan dan dipahami
namun lebih merupakan kekuatan sejati
yang siap menerima dan memahami
serta lebih banyak berkorban dan memberi
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang memberi karena peduli
adalah cinta yang peduli karena rasa tanggung jawab pada yang dicintai
tanggung jawab yang diimbangi penghormatan
dan penghormatan yang timbul karena dalamnya pengetahuan
Cinta Lelaki sejati
bagai butir intan permata
diantara arang dan batu bara
walau terbuat buat dari bahan yang sama
namun sangat berbeda cara mengolahnya
Cinta lelaki sejati
adalah benteng kukuh dan rumah yang nyaman untuk ditinggali
untuk ksejehtraaan orang yang dicintai
bukan pasir penghisap yang menelan yang dicintai
dalam lautan obsesi gila tak bertepi
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang menyatukannya dengan yang dicintai
dengan tetap menunjung tinggi integeritas pribadi
bukan cinta yang membuatnya terasing dari yang dicintai
dari sesama manusia, dari kehidupan dan dirinya sendiri
Cinta lelaki sejati
bagai bahtera Nabi Nuh penyelamat dalam banjir
bukanlah rakit rapuh penuh kebocoran
yang tidak mungkin selamat sampai ke pantai tujuan
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang membuat sang pencinta berkata
setengah bersumpah
(If I can say to somebody else, "I love you," I must be able to say, "I love in you everybody, I love through you the world, I love in you also myself.")
Erich Fromm, The Art of Loving
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang membuatnya
mencintai Rabb-nya sepenuh hati
memberkahi sesama manusia tanpa pamrih
serta terus meningkatkan kualitas diri
Inspired by:
The Art of Loving - Erich Fromm
SEFT - Ahmad Faiz Zainuddin
Notes yang ini
Ringkasan The Art of Loving
bukan hanya menemukan masalah menemukan objek yang dicintai
bukan sekedar hasrat menggebu saat bertemu pertama kali
bukan pula sebuah obsesi yang membuatnya buta mata buta hati
bukan pula yang membuatnya tergila-gila hingga lupa diri
Cinta lelaki sejati
adalah suatu jenis seni
yang hanya dapat dilakukan karena dipahami
oleh seorang pencinta sejati
yang benar-benar memahami SENI MENCINTAI
Cinta lelaki sejati
bukanlah perasaan lemah yang menuntut kepuasan dan dipahami
namun lebih merupakan kekuatan sejati
yang siap menerima dan memahami
serta lebih banyak berkorban dan memberi
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang memberi karena peduli
adalah cinta yang peduli karena rasa tanggung jawab pada yang dicintai
tanggung jawab yang diimbangi penghormatan
dan penghormatan yang timbul karena dalamnya pengetahuan
Cinta Lelaki sejati
bagai butir intan permata
diantara arang dan batu bara
walau terbuat buat dari bahan yang sama
namun sangat berbeda cara mengolahnya
Cinta lelaki sejati
adalah benteng kukuh dan rumah yang nyaman untuk ditinggali
untuk ksejehtraaan orang yang dicintai
bukan pasir penghisap yang menelan yang dicintai
dalam lautan obsesi gila tak bertepi
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang menyatukannya dengan yang dicintai
dengan tetap menunjung tinggi integeritas pribadi
bukan cinta yang membuatnya terasing dari yang dicintai
dari sesama manusia, dari kehidupan dan dirinya sendiri
Cinta lelaki sejati
bagai bahtera Nabi Nuh penyelamat dalam banjir
bukanlah rakit rapuh penuh kebocoran
yang tidak mungkin selamat sampai ke pantai tujuan
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang membuat sang pencinta berkata
setengah bersumpah
aku mencintaimu dalam diri semua manusia
aku mencintaimu dalam diri semua yang hidup
dan aku mencintaimu dalam diriku sendiri
aku mencintaimu dalam diri semua yang hidup
dan aku mencintaimu dalam diriku sendiri
(If I can say to somebody else, "I love you," I must be able to say, "I love in you everybody, I love through you the world, I love in you also myself.")
Erich Fromm, The Art of Loving
Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang membuatnya
mencintai Rabb-nya sepenuh hati
memberkahi sesama manusia tanpa pamrih
serta terus meningkatkan kualitas diri
Inspired by:
The Art of Loving - Erich Fromm
SEFT - Ahmad Faiz Zainuddin
Notes yang ini
Ringkasan The Art of Loving
Label:
cinta,
energi,
erichfromm,
kasihsayang,
menulis,
puisi,
renungancinta
[Renungan Cinta] Menulislah dengan cinta
menulislah dengan cinta
tulislah apa yang kau rasakan
jangan perdulikan segala kekakuan aturan
jangan takut berbuat kesalahan
menulislah dengan cinta
cinta yang kau rasakan
cinta yang kau inginkan
cinta yang engkau cita-citakan
menulislah dengan cinta
biarkan media yang rindu
curahan dari hatimu
terpuaskan bagai tersiram air danau biru
menulislah dengan cinta
biarkan cinta memenuhi kertas tulismu
biarkan jari jemarimu menari beradu
mengekspresikan dalamnya perasaanmu
menulislah dengan cinta
biarkan para pembaca tulisanmu
merasakan lepasnya dahaga yang mengharu biru
kehidupan yang penuh deru dan debu
menulislah dengan cinta
biarkan cinta menghangatkanmu
mencairkan kebekuan hatimu
yang lama sudah keras membatu
menulislah dengan cinta
biarkan energi cinta yang tersimpan di hatimu
memancar dan menghangatkan pembaca tulisanmu
sehingga memberi mereka kehidupan baru
Semoga bermanfaat, Jakarta 24 Februari 2010
tulislah apa yang kau rasakan
jangan perdulikan segala kekakuan aturan
jangan takut berbuat kesalahan
menulislah dengan cinta
cinta yang kau rasakan
cinta yang kau inginkan
cinta yang engkau cita-citakan
menulislah dengan cinta
biarkan media yang rindu
curahan dari hatimu
terpuaskan bagai tersiram air danau biru
menulislah dengan cinta
biarkan cinta memenuhi kertas tulismu
biarkan jari jemarimu menari beradu
mengekspresikan dalamnya perasaanmu
menulislah dengan cinta
biarkan para pembaca tulisanmu
merasakan lepasnya dahaga yang mengharu biru
kehidupan yang penuh deru dan debu
menulislah dengan cinta
biarkan cinta menghangatkanmu
mencairkan kebekuan hatimu
yang lama sudah keras membatu
menulislah dengan cinta
biarkan energi cinta yang tersimpan di hatimu
memancar dan menghangatkan pembaca tulisanmu
sehingga memberi mereka kehidupan baru
Semoga bermanfaat, Jakarta 24 Februari 2010
Label:
cinta,
energi,
kasihsayang,
menulis,
puisi,
renungancinta
Rabu, 24 Desember 2008
Ide Menulis
http://idemenulis.blogspot.com/
Ide Menulis
Semua rahasia tulis-menulis dibahas tuntas di sini...
Ide perlu...
ditulis. Agar tidak mengendap dalam otak dan menjadi timbunan kerak yang tak berguna.
Ide Menulis
Semua rahasia tulis-menulis dibahas tuntas di sini...
Ide perlu...
ditulis. Agar tidak mengendap dalam otak dan menjadi timbunan kerak yang tak berguna.
Selasa, 24 Juni 2008
Menulis untuk Media Massa
| Start: | Jul 1, '08 7:00p |
| End: | Jul 1, '08 9:00p |
| Location: | Panggung Utama Istora Senayan |
Pukul 19.00 - 21.00 WIB
Tempat: Panggung Utama Istora Senayan
Tema: Menulis untuk Media Massa.
Pengisi acara:
Pak Jonru (founder smo.belajarmenulis.com) - http://jonru.multiply.com/
Pak Dalyanta Sembiring (wakil pemred RDI)
Langganan:
Postingan (Atom)