Tampilkan postingan dengan label vibrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vibrasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Dzikir Penyembuh Batin


http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/dzikir_penyembuh_batin/
Islam, sebagai sebuah tuntunan hidup yang lengkap dan sempurna, menyediakan sarana penyembuh bagi luka-luka batin seperti itu. Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman lagi hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra'du : 28). Dzikir yang diucapkan dengan benar dan dihayati maknanya akan menyucikan jiwa dan melembutkan hati. Dzikir juga akan meredakan ketegangan urat syaraf dan menyembuhkan luka batin dalam diri manusia. Vibrasi energi dzikir akan mampu menetralisir energi-energi yang tidak sesuai dengan fitrah manusia tersebut.

Senin, 04 Juni 2012

Vibrasi Energi Kebahagiaan

Half a century ago, the Austrian psychiatrist Viktor Frankl wrote that happiness cannot be attained by wanting to be happy - it must come as the unintended consequence of working for a goal greater than oneself.

Mihaly Csikszentmihalyi

Teori Quantum Touch mengatakan bahwa jika ada energy berbeda vibrasi didekatkan satu sama lain, maka keduanya akan saling menyelaraskan.  Bisa energy yang tinggi vibrasinya menjadi rendah atau sebaliknya atau keduanya bertemu di tengah-tengah.  Meminjam teori tersebut, orang yang ingin menggapai bahagia harus menyelaraskan seluruh kehidupannya dengan vibrasi energi kebahagiaan tersebut.  Kebahagiaan atau keadaan bahagia memiliki vibrasi energi yang sangat tinggi.  Sehingga, jika seseorang ingin menggapainya, dialah yang harus menyelaraskan diri.  Agar dapat melakukan penyelarasan energi tersebut, seseorang harus lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan bervibrasi energi tinggi. Kegiatan-kegiatan tersebut banyak macamnya namun biasanya memiliki ciri-ciri tertentu.  Martin Seligman, penggagas Psikologi Positif, dan rekannya, Mihaly Csikszentmihalyi, mengatakan bahwa orang akan bahagia jika dia berada dalam keadaan Flow.  Yaitu suatu keadaan saat tantangan yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki seseorang seimbang tingkatannya. Orang itu tidak merasa khawatir atau cemas namun juga tidak merasa bosan. Seakan kedua ahli psikologi itu membenarkan secara tidak langsung pendapat Imam Syafii yang mengatakan bahwa air jika diam akan rusak. Demikian pula manusia, yang tidak bergerak akan lemah dan turun tingkat vibrasi energinya. Kegiatan-kegiatan positif seperti olah raga, berbagi pada sesama, beribadah adalah diantara kegiatan-kegiatan yang meningkatkan vibrasi energi tubuh manusia. Sehingga, dengan memperbanyak kegiatan seperti itu, maka kondisi Flow akan tercapai dan kebahagiaan pun akan datang menghampiri.

Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan bervibrasi energi rendah banyak yang termasuk perbuatan maksiat dan dosa baik kecil apalagi besar. Minimal kegiatan itu termasuk perbuatan yang sia-sia dan tidak banyak atau bahkan tidak ada manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat. Kegiatan bervibrasi energi rendah juga termasuk kegiatan yang berlebihan seperti makan berlebihan, main berlebihan, tidur berlebihan, jalan-jalan berlebihan dan sebagainya. Kegiatan yang kurang dari semestinya juga termasuk seperti kurang tidur, kurang makan dan sebagainya, termasuk kurang ajar. Keempat ciri kegiatan bervibrasi rendah itu memang bisa dibedakan namun biasanya saling melekat satu sama lain. Orang yang melakukan dosa biasanya juga suka melakukan hal sia-sia dan berlebihan. Kegiatan - kegiatan itu hanya akan menguras dan merusak vibrasi energi hingga seseorang terhalang untuk menggapai kebahagiaan. Seperti pesawat yang seharusnya tinggal landas  tapi ternyata sudah kehabisan bahan bakar. Baru saja pesawat itu terbang beberapa meter di atas tanah, dia sudah jatuh kembali ke landasan hingga gagal terbang dan rusak serta terpaksa menjalani perbaikan. Begitulah manusia yang sebenarnya punya keinginan memperbaiki diri dan meraih bahagia, namun masih suka berdosa, maksiat dan sia-sia. Karena dia enggan mengendalikan egonya dan mengekang hawa nafsunya, orang itu terus menerus jatuh ke dalam dosa dan kemaksiatan. Banyak yang bilang orang yang taubatnya seperti ini adalah seperti orang yang makan pakai sambal. Sudah merasa kepedasan pas makan lagi malah mencari sambal.

Tujuan utama orang-orang yang bahagia dengan sebenarnya adalah sumber segala kebahagiaan di dunia dan akhirat yaitu Allah SWT. Kebahagiaan orang seperti itu adalah membagikan kebahagiaan sebanyak mungkin kepada sesama makhluk. Orang yang telah menggapai tingkat energi kebahagiaan akan mudah menarik beragam kebaikan, keberuntungan dan rezeki. Namun demikian, bagi orang yang benar-benar bahagia, menjadi "Money Magnet" atau "Magnit Rezeki" bukanlah tujuan utamanya. Dia justru jauh lebih bahagia menjadi seorang "Makelar Rezeki" daripada menjadi "Magnit Rezeki". Dia lebih bahagia menjadi seorang praktisi "Law of Distribution" daripada menjadi seorang praktisi "Law of Attraction". Baginya, "The Secret" sesungguhnya adalah "Memberikan" dan "Melepaskan" bukan "Membayangkan" atau "Memvisualisasikan". Dia akan sangat hati-hati dengan segala permintaan dan impiannya, karena dia tahu dibalik setiap "Lampu Aladin" yang memiliki instruksi "Your Wishes are My Commands" ada small prints yang berbunyi "Be Careful What You Wish For". Hingga pada akhirnya, Allah SWT berkenan memasukkan kebahagiaan ke dalam hatinya.    

Semoga bermanfaat

Related posts: 12 Rahasia Kebahagiaan

dipersembahkan oleh Distromuslim dot net

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung.  Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi.  Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Kamis, 17 Maret 2011

[Dunia Gaib] Vibrasi energi dan alam gaib

Membaca beberapa postingan mas Wib dan beberapa posting lain, membuat saya ingin sekedar berbagai apa yang saya ketahui tentang "dunia sana".  Memang, saya sendiri bukan ahlinya dan tidak berminat untuk jadi ahli di bidang tersebut.  Lagipula, beberapa hari yang lalu saya baru saja menyelesaikan novel mbak Sinta Yudisia yang berjudul Reinkarnasi. Dari semua sumber informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa banyak kebudayaan yagn tidak bisa lepas dari unsur - unsur kegaiban yang berasal dari "dunia lain" tersebut. 

Alam ghaib bisa didefinisikan apa saja yang tidak terjangkau panca indra manusia. Dalam kondisi normal, manusia tidak dapat melihat, mendengar dan mengindera apa saja yang terjadi di kawasan ghaib tersebut.  Normal disini berarti bila kondisi vibrasi energi manusia tersebut sesuai dengan fitrahnya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Dalam kondisi vibrasi energi yang normal, manusia memiliki pertahanan terhadap gangguan makhluk2 ghaib.  Aura tubuhnya  membentuk medan vibrasi energi yang tidak kompatibel dengan para lelembut tersebut.  Medan energi itu sendiri berpusat di hati.  Hati yang bersih memancarkan energi yang membentuk perisai pelindung terhadap serangan gaib. 

Sebaliknya, hati yang penuh dengan emosi negatif, dendam, kemarahan terpendam dan hal-hal buruk lainnya tidak akan mampu memancarkan energi dengan baik.  Terjadi kebocoran energi di berbagai tempat pada medan energi manusia sehingga rentan diserang makhluk-makhluk tak kasat mata. Sistem energi manusia menjadi tidak normal lagi sehingga hal-hal yang seharusnya tidak terindera menjadi terasakan kehadirannya.   

Emosi memiliki pengaruh besar dalam vibrasi energi manusia. Emosi bisa membuat vibrasi energi manusia naik atau turun, menguat atau melemah, meningkat atau menurun.  Penurunan vibrasi energi yang ekstrim bisa terjadi pada orang yang depresi.  Depresi rentan membuat orang bunuh diri karena membuat vibrasi energi manusia mendekati vibrasi energi benda mati alias mayat.  Sedangkan, kesombongan memaksa orang meningkatkan vibrasi energinya hingga mendekati dimensi ketuhanan.  Akhirnya, sistem enerrgi tubuh akan kehabisan tenaga dan vibrasi pun menjadi kacau balau.  

Manusia terkadang menggunakan energi untuk penyembuhan.  Seorang praktisi penyembuhan energi meningkatkan vibrasi energi tubuhnya untuk memberdayakan tubuh pasien agar meningkat vibrasi energi tubuhnya.  Sehingga, tubuh yang sakit itu pun perlahan - lahan mulia menyembuhkan dirinya sendiri dengn bantuan energi si praktisi penyembuhan.  Cara lainnya adalah dengan pengetukan pada titik-titik akupuntur energi tubuh disertai afirmasi.  Penyembuhan ini terutama bermanfaat untuk menyembuhkan masalah emosional.  Penggunaan energi masih aman selama penggunaan energi itu masih sesuai dengan fitrah manusia.  Tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.  Vibrasi energi yang terlalu tinggi adalah vibrasi energi makhluk gaib, sementara vibrasi energi yang terlalu rendah adalah vibrasi energi mayat alias orang mati.    

Semoga bermanfaat, 

posting terkait:



Senin, 28 September 2009

[Renungan Cinta] Vibrasi Cinta dari dalam diri



Saat engkau hanya bisa melihatnya dari kejauhan
tanpa ada keberanian untuk mendekat
seakan-akan tembok energi yang tebal tak terlihat ...
menghalangimu ke sana

engkau melihatnya begitu akrab dengan yang lain
namun dengan dirimu sendiri entah berapa ratus juta tahun cahaya
bahkan engkau merasa seakan-akan dianggap tidak ada
......... sama sekali tidak ada

Jauh dalam hatimu, engkau merasakan badai datang tiba-tiba
membutakan pandanganmu dan menguasai jiwamu
menusuk dan membekukan jiwamu ....... yang menggigil kedinginan

engkau merasa tak berdaya ...... sangat tak berdaya
Sesak terasa nafasmu, bagai ada beban berat menghimpitmu
........... beban yang amat sangat berat

......... Bagai terjebak dalam badai  yang kejam dan dahsyat .....

.... atau tenggelam dalam lautan luas tak bertepi, ........

. ....... tidakkah itu merupakan suatu siksaan yang sangat pedih?


Sahabat,

jika itu yang engkau rasakan, maka tanyakan dirimu
getaran atau vibrasi apakah yang sesungguhnya engkau pancarkan kepadanya?
Apakah getaran egoistik yang hanya mementingkan diri sendiri, yang sangat-sangat menginginkan dirinya?
atau getaran kasih sayang yang menentramkan dan menyejukkan jiwa orang lain, terutama orang yang kau cintai

Sahabat,

Bahasa cinta adalah bahasa hati
bahasa hati adalah bahasa emosi
bahasa emosi adalah energi
bahasa energi adalah getaran atau vibrasi
yang kita pancarkan terus menerus tanpa sadar


Sungguh, getaran kasih sayang hanya akan timbul dari hati yang dimiliki oleh jiwa yang tenang tentram.  hati yang jiwa pemiliknya bergantung hanya pada Allah SWT sehingga memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi.  

Jiwa yang bagaikan pegunungan yang tinggi, yang mata airnya menghasilkan air yang menyegarkan siapapun yang meminumnya, serta irama gemericiknya menentramkan jiwa siapapun yang mendengarnya

Jiwa yang tetap menjadi berkah bagi sesama manusia, apapun yang terjadi  
 
Sahabat,
 
sepertinya waktunya kita semua mengevaluasi kembali, jiwa dan hati yang bagaimana yang kita miliki.  Apakah jiwa yang tenang dan tentram, jiwa yang penuh kasih sayang dan terus-menerus memberkati sesama serta terus menerus memperbaiki diri sehingga keberkahan yang dia beri meningkat terus kualitasnya? Ataukah jiwa yang penuh kegelisahan, terus menerus mengutuk sesama manusia dan membiarkan diri semakin menurun kualitasnya dari hari ke hari.  Erich Fromm menyebut kehidupan yang kosong dari makna itu sebagai "The Unlived Life" atau kehidupan yang tidak dijalani dengan sepenuh kehidupan alias mati sebelum mati. 

Hati dari jiwa yang mati bagaikan gunung berapi itu hanya akan menghasilkan vibrasi yang mengerikan bagaikan lahar yang melahap habis semua yang bisa dicapainya.

Erich fromm mengingatkan kita bahwa "Destructiveness is the outcome of unlived life" atau kecenderungan untuk menghancurkan adalah hasil dari kehidupan kosong tanpa makna yang tidak dijalani sepenuhnya. 

Oleh karena itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk berdoa kepada Allah:

Allahumma ashlih lii diini alladzi huwa 'ishmatu amri, wa ashlih lii dunyaaya allati fiihaa ma'aasyi, wa ashlih lii aakhirati allati fiihaa ma'aadi, waj'alail hayaata ziyaadatan lii fii kulli khair, waj'alil mauta raahatan lii min kulli syarr

("Ya Allah, baikkanlah agamaku, karena itulah penjaga urusan (kehidupan)ku. Dan baikkanlah (urusan) duniaku, karena di dalamnya aku hidup. Dan baikkanlah (kehidupan) akhiratku, karena itulah tempat kembaliku (setelah mati). Dan jadikanlah sisa hidupku semakin menambah segala kebaikan. Dan jadikanlah kematianku sebagai waktu istirahatku dari (melakukan atau merasakan) segala keburukan")

(HR. Muslim, dinukil dari Ad Du'a minal Kitab wa Sunnah hal. 32)

Sebuah nasihat untuk diri sendiri, semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca