Tampilkan postingan dengan label jualan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jualan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Mall di depan kompleks

Entah apakah ini berita baik atau sebaliknya, yang jelas saya termasuk yang terheran-heran dengan keputusan Multiplya untuk "boyongan" pindah rumah (atau kantor?) ke negeri zamrud khatulistiwa ini.  Apakah karena di negeri ini kebanyakan mall yang offline sehingga sekalian mau ditambah yang online? entahlah, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang, eh maksudnya kepada mereka sendiri.  

Memang kalau diumpamakan kompleks perumahan, Multiply yang dulunya para penghuninya tinggal masuk sekarang harus lewat Mall dulu.  Mall online yang bernama marketplace itu memang ditempatkan di gerbang masuk perumahan Multiply tersebut.  Dan, mall itu pun makin lama makin besar karena yang menempati makin banyak.  

Online sellers di Multiply pun semakin lama semakin banyak.  Memang pada awalnya seperti kompleks perumahan yang satu dua penghuninya buka warung untuk mendapat tambahan penghasilan.  Namun, makin lama banyak yang buka warung maka dibuatlah sebuah Mall bernama marketplace.  Multiply sendiri telah menempatkan diri menjadi social network yang fokus pada e-commerce alias perdagangan online.  Bahkan pihak Multiply telah mengadakan pertemuan akbar khusus para online seller

Pertanyaan yang mungkin mengusik adalah bagaimana dengan nasib para blogger yang menempatkan atau menitipkan hasil hasil karyanya di situs Multiply masing-masing? Baik yang berupa tulisan, foto ataupun konten lainnya? apakah sudah harus di-backup dulu di komputer masing-masing atau diungsikan (dengan cara copy paste) ke blog-blog yang lain? Akankah tetap bisa diakses seperti biasa atau ada kebijakan lain? Terus terang saya tidak punya jawabannya walaupun saya sendiri masih berharap bisa nge-blog dan saling bersilaturahim secara online dengan para tetangga MPers yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung itu.

Bagaimanapun juga, Mr. Pezaris dan kawan-kawannya sudah datang di negeri yang penuh dinamika ini, semoga mereka betah.   Kalau bisa sih, sempatkan melihat keadaan rakyat miskin yang hidupnya menderita di negeri ini, jangan cuma mall-mall dan peluang-peluang bisnisnya aja ya.   

Semoga bermanfaat 

Senin, 21 Februari 2011

[Catatan Kecil] Bisnis Internet dengan Blog


Pagi ini, pas cek inbox e-mail, ternyata e-mail dari IdBlogNetwork sudah datang.  Ternyata, blog saya yang sederhana itu di-approve oleh admin IdBlogNetwork untuk melaksanakan tugas-tugas dari mereka.  Semoga saja dari tulisan-tulisan di blog saya itu ada hasil materi yang bisa didapatkan.  Memang, yang namanya uang bukan segalanya tapi segalanya perlu uang .. paling tidak hampir semua.  

Namun, aprroval dari IdBlogNetwork bukan jaminan langsung jadi orang kaya.  Dulu, waktu belum kenal bisnis internet, saya kira yang namanya bisnis internet adalah peluang kaya dalam sekejap.  Namun, bisnis is bisnis.  Mau online atau offline ya sama saja, hanya beda media penyampaiannya.  Banyak orang mengira bahwa dengan berbisnis internet bisa kaya dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak yang berbisnis dengan serampangan dan melakukan jurus "dewa mabuk" alias SPAM.  Jurus SPAM yang gila-gilaan itu membuat banyak netters / pengguna internet yang merasa kesal, marah bahkan muak dengan para SPAMers tersebut. Akhirnya, bukan keuntungan yang mereka dapat malah image buruk dan caci maki yang diperoleh.  "Information Technology carries more emotional messages" demikian kata Hermawan Kartajaya dalam Marketing in Venus. Orang yang mau jualan dengan membuat tulisan tentang produk tertentu, yang bahasa kerennya artikel marketing, tentu harus mempertimbangkan banyak hal.      

Buat yang mau  cari duit dengan nge-blog, apalagi yang baru mulai, sebaiknya jangan sampai menjadikan kegiatan nge-blog hanya untuk bisnis atau jualan.  Para pengunjung blog kita bukanlah robot, namun manusia yang punya perasaan.  Hati mereka perlu disentuh dahulu sebelum mereka bersedia merogoh kantongnya.  Di zaman serba canggih sperti sekrang ini, orang malah makin emosional.  Bahkan, menurut istilah Hermawan Kartajaya dalam Marketing in Venus, urutannya adalah Heart Share, Mind Share baru Market Share.  Sentuh dulu hatinya, lalu pikirannya baru kantongnya.  Bahkan bisa jadi, orang yang tertarik dengan produk yang dijual via blog itu tadinya tidak niat belanja.  Namun, karena penyajian article marketing yang baik, timbul ketertarikan dan keinginan untuk membeli produk tersebut.  Membuat artikel marketing yang baik tentu bisa dipelajari, untuk yang berminta bisa mengikuti kelas Online Writing di SMO Belajar Menulis.

Yang namanya rezeki itu sudah diatur dengan tingkat ketepatan yang luar biasa.  Yang penting adalah kemauan kita untuk menjemput rezeki kita, di manapun dia berada. Tidak perlu takut kehilangan rezeki.  Yang benar-benar perlu kita takuti adalah apabil kita tidak mampu mensyukuri rezeki itu atau tidak bisa menggunakannya sesuai keinginan Sang Pemberi Rezeki.  

Semoga bermanfaat, silakan berkunjung ke blog yang satu ini

Psst, banner-nya boleh di-klik koq

Senin, 09 Agustus 2010

[Sosial] Tangan Kecil dan Sekerat Daging

Hari telah malam saat saya berjalan di sebuah jalan yang banyak dipenuhi penjual makanan dan minuman. Saat melewati seorang pedagang kebab, saya memutuskan untuk makan di sana. Pada saat si pedagang sedang mempersiapkan makanan pesanan saya, tiba-tiba beberapa anak-anak lewat di sana. Beberapa diantara mereka berkerumun dekat si penjual kebab. Tiba-tiba, sebuah tangan mungil terulur dan mengambil sekerat daging yang sedang dipersiapkan si penjual. Rupanya, daging lezat nan berasap itu membuat si anak tidak bisa menahan diri. Suatu kelezatan yang menggoda siapapun yang melihat dan mencium aromanya. Anak-anak yang lain, sambil bercanda, berseru pada si pengambil daging dan menyuruhnya mengembalikan keratan tersebut. Apalagi ditambah teguran keras si penjual sehingga nyali anak itu menciut dan terpaksa mengambilkan keratan daging yang diambilnya. Lalu, dia bergabung kembali dengan teman-temannya dan pergi sambil bercanda ria, menghibur hati yang kecewa karena gagal merasakan sedikit kelezatan duniawi yang menawan itu.

Teringat kembali akan kuliah kerelawanan yang pernah disampaikan  Pak Ahyudin, Presiden ACT, tentang orang-orang di beberapa daerah yang terserang gizi buruk. Apabila kita makan coklat di daerah tersebut, bungkus bekas coklat itu akan jadi rebutan anak-anak. Demikian pula makanan lainnya. Fenomena ini sangat membahayakan. Bisa menjadi ancaman loss generation. Sebuah taruhan bagi harga diri dan eksistensi masa depan bangsa. Apalagi jumlah masyarakat miskin saat ini sangat banyak, tidak kurang dari 60 juta jiwa. Sementara penderita gizi buruk sudah mencapai 13 juta jiwa (WFP, dikutip dari artikel di situs ACT).

Sekelebat kejadian yang mungkin terlihat biasa bagi kebanyakan manusia. Seorang anak miskin yang mengambil makanan yang bukan haknya karena terdorong rasa lapar dan tekanan ekonomi.

Hidup telah menjadi sedemikan berat bagi sebagian besar anak bangsa penghuni zamrud katulistwa ini. Rentangan pulau-pulau yang dipenuhi hasil bumi melimpah dan tanah pertanian nan subur ternyata dihuni jutaan orang miskin yang harus mengerat sisa-sisa peradaban. Peradaban yang sama dengan peradaban yang memanjakan segelintir orang berduit dengan kemewahan, pemborosan dan ketidakpedulian.

Betapa sejarah menunjukkan bahwa manusia hampir tidak pernah belajar dari sejarah itu sendiri. Begitu banyak peristiwa-peristiwa mengerikan, yang berawal dari ketiadaan empati pada sesama, hanya menjadi catatan tanpa ruh yang menggugah dan menggentarkan. Begitu banyak darah yang tertumpah sia-sia seraya membentuk catatan hitam berbau anyir tentang penindasan manusia atas sesamanya. Baik dalam bentuk penjajahan atas bangsa lain maupun penindasan terhadap bangsa sendiri. Revolusi Prancis hanya salah satu diantara kejadian-kejadian tersebut, termasuk juga kerusuhan bulan Mei 1998, seakan lenyap dari ingatan. Sebagaimana lenyapnya rasa kepedulian dan empati pada sesama.

Entah kapan manusia akan menyadari bahwa bisa jadi sebagian bear orang lain adalah anugerah baginya. Sesama manusia adalah kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menambah timbangan amal kebaikan di akhirat dan energi positif keberuntungan di dunia. Tidak selalu sebagai lawan yang harus dibenci atau musuh yang harus dimusnahkan.

Mungkinkah kita perlu mengikuti saran Om Ebiet G. Ade, yaitu bertanya pada rumput yang bergoyang.

Mungkin Tuhan mulai bosan
melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Semoga bermanfaat

Mari kita jadikan momentum Ramadhan 2010 ini sebagai momen pembentukan pribadi dan pengembangan kepedulian pada sesama. Mohon dimaafkan atas segala kekurangan dan kekhilafan yang terjadi atas kelemahan saya sebagai manusia biasa.