Tampilkan postingan dengan label duniamaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duniamaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2012

Isu Penggusuran dan Backup Konten MP

Jika di dunia nyata isu paling hangat saat ini adalah tentang pro kontra Lady Gaga dan Irshad Manji, maka di Multiply yang paling panas isunya adalah isu "penggusuran" para blogger yang selama ini menempatkan karya-karya mereka (foto, tulisan blog, curhat dan sebagainya) di situs Multiply masing-masing.  "Wacana penggusuran" para bloggers itu cukup meresahkan karena mereka sudah sangat akrab satu sama lain walaupun yang namanya konflik wacana tetap saja ada.  Semoga saja isu ini hanya salah paham, meskipun tetap meresahkan.

Entah apakah memang ada konflik antar para bloggers dengan para online sellers atau ada hal lain, tapi jika kompleks Multiply ini benar-bener berubah 100 persen jadi Multiply Trade Center sungguh disayangkan. Betapa tidak, setahu pada awalnya di Multiply ini orang malah gak boleh jualan (CMIIW ya).  Bolehnya ya itu, nge-blog atau upload foto2, upload lagu (dan donlot juga dulunya bisa) dsb, gak jauh dari itu.  Apakah ruangan server MP sudah gak cukup lagi buat menampung tulisan dan curhat serta foto2 para penggunanya? atau ada faktor lain? Jangan-jangan karena para bloggers-nya jarang atau gak pernah mampir ke Mall yang sekarang ada di depan kompleks Multiply itu? Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang.  Yang jelas, para bloggerlah, termasuk yang gratisan, yang telah membesarkan Multiply hingga saat ini.

Idealnya sih para blogger dan online sellers bisa berdampingan dengan harmonis di kompleks yang bernama Multiply ini.  OS silakan aja promosi dengan etis tanpa harus mengganggu para bloggers.  Jika si blogger ada perlu atau ada barang yang dicari, biar saja dia datang sendiri ke Mall di depan kompleks itu.  Toh di inbox setiap MPer juga ada iklannya kan? paling tidak itulah yang saya lihat setiap kali nge-MP berhubung bukan pakai akun premium.

Namun semua itu tergantung pada manajemen Multiply itu sendiri, apakah bakal mau mengharmoniskan para bloggers dengan online sellers atau malah akan menggusur para bloggers dan memberikan seluruh ruang server untuk para online sellers? Pilihan ada pada mereka.  If worst come to worst dan para bloggers musti boyongan ke kompleks virtual yang lain, maka apakah ada jaminan bahwa Mall di depan kompleks itu bakal ramai dan bertambah besar? Atau malah bangkrut karena gak ada yang beli dan ruangan server terpaksa disewakan untuk situs-situs orang lain? Tentu saja ini bukan ngedoain supaya bangkrut, tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa tidak ada jaminan sukses dalam ikhtar mencari rezeki.  Allah SWT sudah mengatur semua rezeki makhluknya mulai dari yang melata sampai manusia dan jin, baik yang shaleh maupun yang salah, baik yang taat maupun yang ingkar.  Gak percaya? simak aja kisah-kisah inspiratif para pengamal sedekah.  Banyak diantara mereka yang berhasil mendapatkan rezeki tak terduga yang luar biasa banyaknya.  Jadi, kenapa gak menganggap ngasih tempat pada para blogger gratisan itu sebagai sedekah? Insya Allah gak ada ruginya

Bagaimanapun juga semua ada hikmahnya.  Digusur gak digusur, saya akan tetap mem-backup konten2 yang penting dari situs Multiply saya. Saya sarankan teman2 yang lain juga melakukan hal yang sama. Siapa lagi yang akan menghargai karya-karya kita di internet kalau bukan kita sendiri?

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.   

Senin, 09 April 2012

Sulitnya Menjadi Orang yang Berjiwa Besar


Menjadi orang yang berjiwa besar memang tidak mudah

Namun hidup menuntut demikian

Perbedaan pandangan, konflik, pertentangan prinsip

baik di dalam diri maupun di luar, pada kehidupan nyata

bahkan permusuhan yang timbul dari hal-hal sepele sekalipun

Semua terkadang tidak bisa dihindari

Semua memerlukan kebesaran jiwa, keberanian yang tinggi dan keyakinan yang teguh

sayang, selama hampir 5 tahun di MP ini, ternyata semua hal tersebut belum juga bisa saya miliki

sehingga, saya sekarang ini sedang mempertimbangkan untuk menghentikan semua aktifitas saya di dunia maya baik di MP, FB, Twitter, beberapa milis dan lain sebagainya

Entah untuk sementara atau untuk selamanya

Temans, jika masih ada hal-hal yang masih mengganjal, hutang yang belum terlunasi atau persoalan yang belum selesai, please feel free untuk kirim PM, mumpung MP ini masih ada

Mungkin MP ini, kopiradix.multiply.com, akan segera tamat riwayatnya

dan saya sebagai admin pengelolanya mungkin akan pergi entah kemana


Mohon maaf untuk yang kurang berkenan

gambar dari sini dan dari sini

Kamis, 08 Maret 2012

Kolonisasi Digital ala Facebook

http://wasathon.com/humaniora/read/kolonisasi_digital_ala_facebook/
“Dunia sedang demam facebook!” Kurang lebih, itu gejala dunia dari barat sampai timur, dari yang tua-tua ubanan sampai anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Facebook saat ini menjadi sebuah trend yang dimanfaatkan oleh banyak kalangan; termasuk politisi yang ingin menaikkan citranya dan aktivis gerakan sosial yang bergerak untuk menjatuhkan rezim tertentu—seperti yang terjadi dalam runtuhnya beberapa rezim di Timur Tengah.

selanjutnya bs dibaca di atas

Penulis: Yanuardi Syukur

Jumat, 03 Februari 2012

Mall di depan kompleks

Entah apakah ini berita baik atau sebaliknya, yang jelas saya termasuk yang terheran-heran dengan keputusan Multiplya untuk "boyongan" pindah rumah (atau kantor?) ke negeri zamrud khatulistiwa ini.  Apakah karena di negeri ini kebanyakan mall yang offline sehingga sekalian mau ditambah yang online? entahlah, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang, eh maksudnya kepada mereka sendiri.  

Memang kalau diumpamakan kompleks perumahan, Multiply yang dulunya para penghuninya tinggal masuk sekarang harus lewat Mall dulu.  Mall online yang bernama marketplace itu memang ditempatkan di gerbang masuk perumahan Multiply tersebut.  Dan, mall itu pun makin lama makin besar karena yang menempati makin banyak.  

Online sellers di Multiply pun semakin lama semakin banyak.  Memang pada awalnya seperti kompleks perumahan yang satu dua penghuninya buka warung untuk mendapat tambahan penghasilan.  Namun, makin lama banyak yang buka warung maka dibuatlah sebuah Mall bernama marketplace.  Multiply sendiri telah menempatkan diri menjadi social network yang fokus pada e-commerce alias perdagangan online.  Bahkan pihak Multiply telah mengadakan pertemuan akbar khusus para online seller

Pertanyaan yang mungkin mengusik adalah bagaimana dengan nasib para blogger yang menempatkan atau menitipkan hasil hasil karyanya di situs Multiply masing-masing? Baik yang berupa tulisan, foto ataupun konten lainnya? apakah sudah harus di-backup dulu di komputer masing-masing atau diungsikan (dengan cara copy paste) ke blog-blog yang lain? Akankah tetap bisa diakses seperti biasa atau ada kebijakan lain? Terus terang saya tidak punya jawabannya walaupun saya sendiri masih berharap bisa nge-blog dan saling bersilaturahim secara online dengan para tetangga MPers yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung itu.

Bagaimanapun juga, Mr. Pezaris dan kawan-kawannya sudah datang di negeri yang penuh dinamika ini, semoga mereka betah.   Kalau bisa sih, sempatkan melihat keadaan rakyat miskin yang hidupnya menderita di negeri ini, jangan cuma mall-mall dan peluang-peluang bisnisnya aja ya.   

Semoga bermanfaat 

Kamis, 28 Oktober 2010

[Lomba Menulis Teman Maya] Belajar kerelawanan bersama Bang Gaw

Saya pertama kali mengenal Bayu Gawtama yang lebih akrab dipanggil bang Gaw dari MP beliau dan langsung suka dengan tulisan-tulisan yang diposting.  Kesempatan kopdar pertama, yaitu pada acara Lebaran bareng anak yatim, terlewatkan karena saya sakit cukup parah pada waktu menjelang Idul Fitri tahun 2008 lalu. Saya baru bisa bertemu dengan bang Gaw di masjid Al Azhar pada waktu persiapan Qurban bersama Relawan Pelangi tahun 2008 di desa Jagabita.  Desa tersebut terkenal sebagai Kampung Pesakitan karena banyak sekali orang-orang yang terserang berbagai macam penyakit seperti TBC, liver, kaki gajah dan sebagainya.  Anak-anak penderita gizi buruk di kampung-kampung di daerah itu mencapai ratusan orang. Para anggota relawan pelang sendiri sekarang mendirikan Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri. Kegiatan pertama Yayasan tersebut adalah Life Skill Camp 1 di Desa Wisata, Taman Mini. Saya sendiri berkesampatan mempraktekkan ilmu Spiritual Emotional Freedom Technique pada para peserta pelatihan tersebut, terutama yang sedang jatuh sakit. Kisahnya bisa dibaca di tulisan yang ini.  Selain itu, saya juga sempat kopdaran dengan Bang Gaw di luar Jakarta, yaitu saat gempa besar melanda kota Padang beberapa waktu yang lalu.  Saat itu kami sama-sama bertugas menjadi relawan, namun beda pekerjaan. Saya sendiri ditugasi sebagai relawan bagian recovery, yaitu tim Trauma healing dengan beberapa teman alumni pelatihan SEFT.

Bang Gaw juga pernah mengatakan bahwa "Kita tidak akan pernah kehilangan kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain. Dengan cara apapun yang kita bisa, sekecil apapun, selalu niatkan untuk terus meringankan beban orang-orang di sekitar kita. Sebab, kita tidak akan pernah tahu kapan kita memerlukan bantuan orang lain. Dan disaat kita benar-benar memerlukan, akan ada ‘malaikat-malaikat’ yang datang menawarkan bantuan." Hal itu terbukti saat seseorang menanyakan pada bang Gaw mengapa belum menulis lagi, padahal saya penggemar tulisan-tulisan anda. Bang Gaw bilang saat itu laptop-nya rusak karena dipermainkan anaknya.  Orang itu mengajak bang Gaw ke sebuah toko komputer dan tiba-tiba memintanya memilih sebuah laptop yang dia inginkan.  Benar-benar merupakan suatu keberuntungan yang tidak merupakan kebetulan. Bisa jadi hal itu merupakan pencairan energi positif yang sudah dikumpulkan Bang Gaw selama ini.  Selain itu, keberuntungan itu juga didukung oleh background Bang Gaw yang pernah menjadi wartawan sehingga tulisan-tulisannya dibaca dan diminati banyak orang.  

Ketrampilan Bang Gaw dalam menulis telah membuatnya mampu menghasilkan beberapa buah buku dengan judul kontemplatif, seperti Tangan Allah di seutas tali, Lelaki 11 Amanah, Berhenti Sejenak dan beberapa yang buku lain.  Buku Tangan Allah di seutas tali terinspirasi pada pengalaman Bang Gaw sendiri.  Saat itu Bang Gaw dan  beberapa relawan emergency dari ACT sedang bertugas di suatu daerah yang dilanda banjir.  Saat membawa pengungsi, perahu mereka hanyut dan hampir terbawa ke sebuah sungai yang besar dan deras sehingga kemungkinan selamat sangat kecil. Saat itulah mereka berpegangan pada tali jemuran yang tipis namun entah kenapa tali itu cukup kuat untuk menahan berat perahu karet tersbut.  Padahal arus banjir sangat kuat seakan hendak menyeret perahu itu ke sungai.  Pada keesokan harinya, tali itu putus saat digunakan beberapa anak sekolah untuk menyebrang.  Sungguh, kekuasaan Allah SWT jauh melebihi dan melampaui akal dan logika manusia.  

Menurut bapak Jamil Azzaini, seorang trainer senior dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif.  Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama). Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif.  Suatu saat energi tersebut akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya.

Bang Gaw juga merupakan salah satu penggagas program Universitas Kerelawanan, suatu program edukasi relawan yang diadakan oleh Aksi Cepat Tanggap.  Program ini bertujuan mengedukasi para relawan agar memiliki motivasi, spirit dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas kerelawanan di lapangan. Baik di dalam lokasi bencana ataupun di luar. Sesungguhnya, kerelawanan adalah bagian yang penting dari gaya hidup seseorang yang ingin meraih kesuksesan dan keberkahan baik di dunia dan akhirat. 

Menurut Bang Gaw, keterpanggilan adalah sarat utama menjadi relawan.  Seseorang bisa saja memiliki segudang keterampilan dan kemampuan yang lebih dari cukup dan bahkan diatas rata-rata kebanyakan orang lain.  Tetapi apabila tidak merasa tersentuh oleh keadaan sekitar, tidak merasa terpanggil oleh peristiwa kemanusiaan meskipun berlangsung di depan matanya maka takkan pernah terukir jejak kerelawanan di dirinya.  Namun, apabila keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya minim atau bahkan tidak ada, yang terjadi adalah dia malah merepotkan para relawan yang lain. Alih-alih membantu, dia malah yang harus dibantu, bahkan mungkin sampai terpaksa harus dipulangkan.  Kekuatan emosi yang timbul dari keterpanggilan tadi harus disalurkan dengan mempelajari ketrampilan dan melatih kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang relawan.  Tulisan lengkapnya bisa dibaca di situs ini.  Brosur Universitas Kerelawanan dapat dilihat di album yang ini.

Bang Gaw pun pernah menasihati saya saat curhat soal patah hati karena ditolak sesama anggota sebuah komunitas yang saya ikuti.  Kata Bang Gaw dengan gaya betawinya "Har, ente kalau mau pergi ke luar negeri lihat kemampuan. Mungkin ente mau ke Prancis tapi gak bisa bahasa Prancis dan gak punya cukup duit. Mungkin ente mau ke Spanyol, walaupun bisa bahasa Spanyol, tapi gak punya cukup ongkos.  Kenapa gak coba ke Malaysia, ente kan bisa bahasanya dan ongkosnya terjangkau." Suatu nasihat yang bijak dan alhamdulilah bisa saya terima dengan baik sehingga beban di hati pun terlepaskan dengan lega. Sebagai sesama penggemar Ebiet G. Ade, saya dan Bang Gaw pun akhirnya nyanyi bareng "cinta yang kuberi, sepenuh hatiku, entah yang kuterima aku tak peduli ... dst.  Belakangan, saya  baru tahu makna dalam yang terkandung dalam lagu tersebut.  Tulisan tentang makna lagu itu ada di sini.   

Berkat bang Gaw pula, saya pun semakin yakin bahwa pilihan saya untuk mengambil jalur pengabdian di bidang sosial dan kerelawan tidaklah salah, Insya Allah. Melalui pengabdian pada sesama, cinta itu pun akan mewujud dengan sendirinya.  Energi cinta yang terpancar dari luka batin patah hati mewujud dalam pekerjaan sosial kemanusiaan dalam dunia kerelawanan.  Erich Fromm, seorang filsuf, sosiolog dan ahli psikoanalisa dari Jerman pernah  mengatakan "Jika aku berkata aku mencintaimu, maka sesungguhnya aku mencintaimu dalam diri semua manusia, dalam diri semua yang hidup dan dalam diriku sendiri".  Bahwa sesungguhnya kekasihmu berada dalam diri setiap manusia dan engkau akan selalu bisa berbuat baik dan memberi kepada kekasihmu melalui diri setiap orang.  Kekasihmu mungkin tidak mengetahui kebaikan-kebaikanmu dengan sesama manusia, mungkin dia tidak akan pernah tahu.  Namun, pancaran energi kebaikan itu cepat atau lambat akan mencapainya, mengetuk lembut pintu hatinya dan bukan tidak mungkin keajaiban demi keajaiban akan terjadi.  Keajaiban yang tidak dapat dijelaskan dengan logika atau kata-kata.  Begitu banyak orang-orang yang menderita di negeri ini sehingga kita tidak akan pernah kekurangan kesempatan berbuat kebaikan. Sehingga, bukanlah penderitaan mereka yang perlu kita tangisi namun ketidakmampuan atau keengganan kita melakukan yang terbaik untuk merekalah yang seharusnya kita sesali.  Sebagaimana sering diucapkan bang Gaw, "kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat".

Semoga bermanfaat

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Tentang  Persahabaan di  Dunia Maya  yang diadakan oleh Mbak Dewayanie

Jangan ragu ikut lomba menulis di internet, menang atau kalah sama- sama anugerah

Posting sambil menyenandungkan lagu Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya

    Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
    dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
    Kucoba tuang ke dalam kanvas
    dengan garis dan warna-warni yang aku rindui

    Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
    Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
    Cintamu telah membakar jiwaku
    Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku

    Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
    Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
    Di menara langit halilintar bersabung
    Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
    Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
    Entah yang kuterima aku tak peduli,
    aku tak peduli, aku tak peduli

    Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
    dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
    Tinggal bagaimana kita menghayati
    di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
    dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka  

Selasa, 09 Desember 2008

[BERITA DUKA] Bunga Rumput Liar telah tiada

Assalamualaikum,

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Pada waktu tengah malam saya sedang asyik blogwalking, Bunda Elly memposting tulisan ini.  saya langsung mendatangi MP yang dimaksud dlm tulisan itu.

Saat itu adalah pertama kali saya mengunjungi MP milik seseorang yang telah meninggal dunia.  Yang terasa adalah perasaan duka yang mendalam sampai saya menitikkan air mata.  Saya merasa sedang mengunjungi rumah seseorang yang sudah meninggal dunia, seakan-akan benar-benar melayat ke sana.  Padahal, tentu saja dalam kenyataan saya tidak kemana-mana.  Hanya duduk diam menatap layar monitor komputer. Itu saja.  

Saya sendiri sama sekali tidak mengenal siapa Buruli alias Pulung Amoria Kencana.  MP beliau juga baru saya tahu pada waktu itu.  Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang saya rasakan saat mampir ke sana.  

Dari hal ini, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran:

1. Setiap yang bernyawa pasti mati (QS 3:185)

2. Waktu ternyata sangat berharga (Surat Al Ashr 103:1 - 4)  

3. Ada yang mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan.  Antara dunia maya dan nyata.  Walaupun berita duka tersebut hanya tertulis di blog, namun perasaan yang ditimbulkan sama dengan benar-benar melayat ke rumah duka.   

4. Jangan meremehkan dunia maya.  Jangan hanya krn yang dikunjungi adalah blog dan bukan rumah orang yang bersangkutan kita berlaku kurang ajar dan meninggalkan komentar-komentar yang tidak sopan dan menyakitkan.  Pemilik blog tersebut tentu bisa merasakan hal yang sama dgn apabila dia menerima tamu beneran di rumahnya.     

5. Jika ada kesempatan kopdar (kopi darat) alias bertemu muka di dunia nyata, apalagi bila ditambah kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos, ada baiknya kita menyempatkan diri datang supaya bisa mengenal lebih baik kontak-kontak kita di dunia maya ini.  bukankah silaturahim bisa menyambung rezeki dan menambah umur. 

Terima kasih kepada Bunda Elly untuk informasi berita duka ini

Semoga bermanfaat