Senin, 11 Oktober 2010
*** Sahabat peduli, mereka menanti uluran tangan kita. Kepedulian kita adalah solusi. Amanah sahabat peduli dapat disalurkan langsung melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation di perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B-8, Jl. Ir. H. Juanda No. 50, Ciputat. Atau via rekening Mandiri 101 000 4802 482, BCA 676 030 3133, CIMB Niaga 080 01 00984 009 a/n Aksi Cepat Tanggap.
[Tagged Posting] Fifteen Films You've Seen That will Always Stick with You
Kena tag dari mbak Gita Lovusa di FB, diminta menulis minimal 15 film yang berkesan dan sulit dilupakan. Sekalian untuk belajar menulis dan mengenang masa yang lalu .. :D
Kategori I:
Film-film djadoel, yang sudah dibuat sebelum yang menulis tulisan in lahir .. he he he
1. The massage:
Walaupun tokoh sahabat Hamzah dipernakan orang non muslim, yaitu Anthonny Quin, namun film ini cukup baik menggambarkan pribadi Rasulullah dan kehidupan beliau bersama para sahabat. Adegan saat Abu Sofyan menyadari kesalahannya menyembah berhala sangat mengharukan.
2. Lion of the Desert: 1981
Sebuah film lain yang dibintangi Anthonny Quin. Berkisah tentang pahlawan Muslim Libya dalam menghadapi tentara Fasis Italia di bawah kekuasaan sang Diktator Bennito Mussolini. Marsekal Graziani, sang komandan, menaruh hormat yang dalam pada Umar Mukhtar. Rasa hormat itu terlihat saat Graziani memerintahkan seorang penjaga melepaskan Umar Mukhtar yang hendak sholat dan memberikan penghormatan terakhir saat sang pahlawan dieksekusi dengan cara digantung.
3. The Ten Commandments: 1956
berkisah tentang kehidupan Nabi Musa di Istana Firaun. Walaupun dibesarkan dan diasuh dengan fasilitas mewah ala mesir Kuno, sang Nabi tetap berusaha membebaskan kaumnya yang tertindas. Adengan paling mengerikan, dan cukup menjijikkan, adalah saat Bani Israil berpesta pora merayakan Tuhan mereka yang terbuat dari emas dalam bentuk patung anak sapi. Dalam versi tahun 2007, karakter kaum Bani Israil yang enggan untuk taat pada perintah syariat agama mereka digambarkan dengan lebih jelas.
4. Guns of Navarone 1961
Sekelompok pasukan khusus Sekutu ditugaskan untuk menghancurkan benteng Jerman Nazi yang dipesenjatai Flak Cannon raksasa. Perjuangan mereka tidak hanya berhadapan dengan tentara Nazi namun juga musuh dalam selimut yang ada di dalam tim elite itu sendiri. Yang ingin tahu situasi perang dunia II perlu nonton film ini. Adegan terakhir sangat spektakuler sehingga masih ingat sampai sekarang, bisa dicari di Youtube.
sequel Guns of Navarone masih menceritakan tim yang sama, namun mereka berusaha menghancurkan bendungan untuk meredam gerak maju pasukan Nazi Jerman.
5. Omar Khayyam: 1957
Seorang penyair yang kekasihnya dinikahi oleh Sultan. Dalam kepedihannya, sang penyair tetap membantu kerajaan menghancurkan Sekte Assassin. Dia berhasil menyusup ke benteng kaum pembunuh tersebut dan mengetahui kelemahan benteng itu, yaitu minyak yang ada di gua di dasar benteng. Begitu disulut, api itu tidak bisa padam bahkan apabila disiram air sebanyak apapun. Benteng kaum Assasin pun hancur. Sang penyair mendapatkan kembali kekasihnya karena sultan telah tiada dan penggantinya mengembalikan sang kekasih kepada sang penyair.
Nonton sambil begadang depan TV waktu malam tahun baru, entah tahun berapa .. :D
Note: sepengetahuan saya, dalam sejarah benteng kaum Assassin dihancurkan tentara Mongolia
Note: film Ben Hur dan Spartacus belum nonton sampai habis jadi belum bisa nulis ttg kedua film tersebut, padahal bagus sekali.
Kategori II
Film tentang sejarah
6. Luther: kisah hidup sang pendiri Protestan. Termasuk adegan penempelan 95 thesis yang terkenal dalam sejarah.
7. Kingdom of Heaven: berkisah tentang sejarah perang salib III sebelum kedatangan Richard the Lion Heart. Ada adegan yang tidak dimuat yaitu pertempuran Hattin atau Battle of Hattin yang merupakan titik balik kaum Muslimin menghadapi musuh mereka dalam perang besar tersebut. Kekurangakuratan sejarah yang lain yaitu Richard de Chantion bukanlah pemimpin Templar namun salah satu sekutu terdekat mereka.
Kategori III
Film yang mengandung kritik sosial dan menggambarkan kemiskinan dan kehidupan orang menengah ke bawah. Film-film ini baik untuk disaksikan oleh mereka yang ingin mengembangkan jiwa sosial di dalam diirnya.
8. Damai kami sepanjang hari:
Film ini diangkat dari salah satu lagu hits-nya om Iwan Fals, berkisah tentang lika liku hidup seorang pengamen yang berhasil memperbaiki kehidupannya dengan meniti karir sebagai seorang penyanyi. Dibintangi Iwan Fals, Rima Melati dll
Indah Pagi Ini
Nada Sumbang
Enyahlah Kau
Biarkan Kami
Semoga Akan Tetap Abadi
Pagi Ini
Pagi Esok
Esok Hari
Hari Nanti
Semoga Tak Kan Pernah Berhenti
Canda Hari Pagi
Canda Pagi Hari
Damai Kami Sepanjang Hari
9. Voces Inocentes atau Innocent Voices:
Film berbahasa Spanyol ini mengisahkan anak-anak yang dipaksa menjadi tentara dalam perang saudara di El Salvador tahun 1980-an. Konflik kejiwaan anak-anak tersebut dan kemiskinan yang menghimpit orang-orang di sana digambarkan dengan jelas sehingga mengharukan dan menguras air mata. Soundtrack lagu ini berkisah tentang kesedihan orang-orang yang tinggal dalam Casas de Carton atau rumah-rumah kardus
Qué triste se oye la lluvia en los techos de cartón
qué lejos pasa la esperanza en las casas de cartón
Kategori III
Film yang diangkat dari mainan anak-anak, komik atau video game:
10. Masters of the Universe: 1987
Diangkat dari mainan orang-orangan alias action figures yang penjualannya paling sukses di tahun 1980-an. Berkisah tentang sekelompok jagoan dari planet Eternia yang melarikan diri dari kejaran penjahat bermuka tengkorak bernama Skeletor. akhirnya, He Man dan para jagoan lainnya terdampar di bumi dan pertempuran pun berlanjut di planet kita tercinta ini. Karakter yang muncul hanya segelintir dari karakter yagn ada di dalam seri action figures-nya
Cerita original Master of the Universe sendiri memang terlalu panjang untuk dimuat ke dalam film layar lebar jadi banyak yang kecewa sama film ini. Aktor Dolph Lundgren dianggap terlalu serius memerankan karakter He Man yang walaupun kuat dan jago berkelahi namun juga murah senyum dan suka bercanda.
11. The Punisher: 1999 dan 2004
Fav. Quote: Sic vic pacem para Bellum, if you want peace prepare for war
One man Army ala Marvel Comics jumps into the silver screen ... scene favorit dari versi tahun 1999, saat Frank Castle ditanya mantan atasannya tentang pembunuhan sekitar 200-an penjahat selama beberapa bulan, dijawab dgn singkat .. Progress
12. G.I.JOE The Rise of Cobra: 2009
Sebuah film lain yang diambil dari serial mainan anak-anak yang laris tahun 1980an namun kisahnya dirombak total. Sayang The Dreadnocks tidak ambil peranan, hiks
Kategori IV: film tentang atau yang mengandung Konspirasi
13. National Treasure 1 and 2: Masonic Conspiracies, what more could you expecet .. .. .and some excellent historical scene of course .. :D
14. The Da Vinci Code: udah baca kan bukunya .. ya filmnya mirip deh .. :D
15. 300 ... another bloodbath on the silver screen .. including a war rhino
bonus ..
16. Revenge of the Ninja: 1983, dibintangi Shô Kosugi. Salah satu film Ninja terbaik yang pernah ada. Adegan terakhir paling top masih bisa dilihat di video Youtube yang ini
17. Above The Law: film pertama Steven Seagal, nonton di rumah teman waktu sama2 masih latihan Aikido. Teknik2 dari dojo langsung dibawa ke layar perak .. :D
Semoga bermanfaat
Untuk teman-teman yang ingin belajar menulis secara GRATIS, silahkan klik link-link berikut ini:
1. Gratis 3 Bab Buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat
2. Newsletter Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu
3. SMO Kelas Free Trial
4. Info Ebook Gratis, Langsung ke Email Anda. 100% Gratis
Kategori I:
Film-film djadoel, yang sudah dibuat sebelum yang menulis tulisan in lahir .. he he he
1. The massage:
Walaupun tokoh sahabat Hamzah dipernakan orang non muslim, yaitu Anthonny Quin, namun film ini cukup baik menggambarkan pribadi Rasulullah dan kehidupan beliau bersama para sahabat. Adegan saat Abu Sofyan menyadari kesalahannya menyembah berhala sangat mengharukan.
2. Lion of the Desert: 1981
Sebuah film lain yang dibintangi Anthonny Quin. Berkisah tentang pahlawan Muslim Libya dalam menghadapi tentara Fasis Italia di bawah kekuasaan sang Diktator Bennito Mussolini. Marsekal Graziani, sang komandan, menaruh hormat yang dalam pada Umar Mukhtar. Rasa hormat itu terlihat saat Graziani memerintahkan seorang penjaga melepaskan Umar Mukhtar yang hendak sholat dan memberikan penghormatan terakhir saat sang pahlawan dieksekusi dengan cara digantung.
3. The Ten Commandments: 1956
berkisah tentang kehidupan Nabi Musa di Istana Firaun. Walaupun dibesarkan dan diasuh dengan fasilitas mewah ala mesir Kuno, sang Nabi tetap berusaha membebaskan kaumnya yang tertindas. Adengan paling mengerikan, dan cukup menjijikkan, adalah saat Bani Israil berpesta pora merayakan Tuhan mereka yang terbuat dari emas dalam bentuk patung anak sapi. Dalam versi tahun 2007, karakter kaum Bani Israil yang enggan untuk taat pada perintah syariat agama mereka digambarkan dengan lebih jelas.
4. Guns of Navarone 1961
Sekelompok pasukan khusus Sekutu ditugaskan untuk menghancurkan benteng Jerman Nazi yang dipesenjatai Flak Cannon raksasa. Perjuangan mereka tidak hanya berhadapan dengan tentara Nazi namun juga musuh dalam selimut yang ada di dalam tim elite itu sendiri. Yang ingin tahu situasi perang dunia II perlu nonton film ini. Adegan terakhir sangat spektakuler sehingga masih ingat sampai sekarang, bisa dicari di Youtube.
sequel Guns of Navarone masih menceritakan tim yang sama, namun mereka berusaha menghancurkan bendungan untuk meredam gerak maju pasukan Nazi Jerman.
5. Omar Khayyam: 1957
Seorang penyair yang kekasihnya dinikahi oleh Sultan. Dalam kepedihannya, sang penyair tetap membantu kerajaan menghancurkan Sekte Assassin. Dia berhasil menyusup ke benteng kaum pembunuh tersebut dan mengetahui kelemahan benteng itu, yaitu minyak yang ada di gua di dasar benteng. Begitu disulut, api itu tidak bisa padam bahkan apabila disiram air sebanyak apapun. Benteng kaum Assasin pun hancur. Sang penyair mendapatkan kembali kekasihnya karena sultan telah tiada dan penggantinya mengembalikan sang kekasih kepada sang penyair.
Nonton sambil begadang depan TV waktu malam tahun baru, entah tahun berapa .. :D
Note: sepengetahuan saya, dalam sejarah benteng kaum Assassin dihancurkan tentara Mongolia
Note: film Ben Hur dan Spartacus belum nonton sampai habis jadi belum bisa nulis ttg kedua film tersebut, padahal bagus sekali.
Kategori II
Film tentang sejarah
6. Luther: kisah hidup sang pendiri Protestan. Termasuk adegan penempelan 95 thesis yang terkenal dalam sejarah.
7. Kingdom of Heaven: berkisah tentang sejarah perang salib III sebelum kedatangan Richard the Lion Heart. Ada adegan yang tidak dimuat yaitu pertempuran Hattin atau Battle of Hattin yang merupakan titik balik kaum Muslimin menghadapi musuh mereka dalam perang besar tersebut. Kekurangakuratan sejarah yang lain yaitu Richard de Chantion bukanlah pemimpin Templar namun salah satu sekutu terdekat mereka.
Kategori III
Film yang mengandung kritik sosial dan menggambarkan kemiskinan dan kehidupan orang menengah ke bawah. Film-film ini baik untuk disaksikan oleh mereka yang ingin mengembangkan jiwa sosial di dalam diirnya.
8. Damai kami sepanjang hari:
Film ini diangkat dari salah satu lagu hits-nya om Iwan Fals, berkisah tentang lika liku hidup seorang pengamen yang berhasil memperbaiki kehidupannya dengan meniti karir sebagai seorang penyanyi. Dibintangi Iwan Fals, Rima Melati dll
Indah Pagi Ini
Nada Sumbang
Enyahlah Kau
Biarkan Kami
Semoga Akan Tetap Abadi
Pagi Ini
Pagi Esok
Esok Hari
Hari Nanti
Semoga Tak Kan Pernah Berhenti
Canda Hari Pagi
Canda Pagi Hari
Damai Kami Sepanjang Hari
9. Voces Inocentes atau Innocent Voices:
Film berbahasa Spanyol ini mengisahkan anak-anak yang dipaksa menjadi tentara dalam perang saudara di El Salvador tahun 1980-an. Konflik kejiwaan anak-anak tersebut dan kemiskinan yang menghimpit orang-orang di sana digambarkan dengan jelas sehingga mengharukan dan menguras air mata. Soundtrack lagu ini berkisah tentang kesedihan orang-orang yang tinggal dalam Casas de Carton atau rumah-rumah kardus
Qué triste se oye la lluvia en los techos de cartón
qué lejos pasa la esperanza en las casas de cartón
Kategori III
Film yang diangkat dari mainan anak-anak, komik atau video game:
10. Masters of the Universe: 1987
Diangkat dari mainan orang-orangan alias action figures yang penjualannya paling sukses di tahun 1980-an. Berkisah tentang sekelompok jagoan dari planet Eternia yang melarikan diri dari kejaran penjahat bermuka tengkorak bernama Skeletor. akhirnya, He Man dan para jagoan lainnya terdampar di bumi dan pertempuran pun berlanjut di planet kita tercinta ini. Karakter yang muncul hanya segelintir dari karakter yagn ada di dalam seri action figures-nya
Cerita original Master of the Universe sendiri memang terlalu panjang untuk dimuat ke dalam film layar lebar jadi banyak yang kecewa sama film ini. Aktor Dolph Lundgren dianggap terlalu serius memerankan karakter He Man yang walaupun kuat dan jago berkelahi namun juga murah senyum dan suka bercanda.
11. The Punisher: 1999 dan 2004
Fav. Quote: Sic vic pacem para Bellum, if you want peace prepare for war
One man Army ala Marvel Comics jumps into the silver screen ... scene favorit dari versi tahun 1999, saat Frank Castle ditanya mantan atasannya tentang pembunuhan sekitar 200-an penjahat selama beberapa bulan, dijawab dgn singkat .. Progress
12. G.I.JOE The Rise of Cobra: 2009
Sebuah film lain yang diambil dari serial mainan anak-anak yang laris tahun 1980an namun kisahnya dirombak total. Sayang The Dreadnocks tidak ambil peranan, hiks
Kategori IV: film tentang atau yang mengandung Konspirasi
13. National Treasure 1 and 2: Masonic Conspiracies, what more could you expecet .. .. .and some excellent historical scene of course .. :D
14. The Da Vinci Code: udah baca kan bukunya .. ya filmnya mirip deh .. :D
15. 300 ... another bloodbath on the silver screen .. including a war rhino
bonus ..
16. Revenge of the Ninja: 1983, dibintangi Shô Kosugi. Salah satu film Ninja terbaik yang pernah ada. Adegan terakhir paling top masih bisa dilihat di video Youtube yang ini
17. Above The Law: film pertama Steven Seagal, nonton di rumah teman waktu sama2 masih latihan Aikido. Teknik2 dari dojo langsung dibawa ke layar perak .. :D
Semoga bermanfaat
Untuk teman-teman yang ingin belajar menulis secara GRATIS, silahkan klik link-link berikut ini:
1. Gratis 3 Bab Buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat
2. Newsletter Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu
3. SMO Kelas Free Trial
4. Info Ebook Gratis, Langsung ke Email Anda. 100% Gratis
Minggu, 10 Oktober 2010
Kamis, 07 Oktober 2010
[Random Snippets-AIR] Situ Gintung
Hari itu, saat bencana Situ Gintung mendominasi pemberitaan, saya ditelepon seorang rekan sesama anggota Relawan Pelangi. Relawan Pelangi adalah suatu komunitas relawan yang anggotanya sekarang mendirikan Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri. Saya diminta membantu di lokasi bencana Situ Gintung di daerah ciputat. Mereka membutuhkan relawan laki-laki untuk mengangkat barang-barang katanya. Rencana kami, kami hendak bergabung di posko relawan Aksi Cepat Tanggap.
Saya lalu menuju meeting point di daerah Pondok Labu. Sesudah makan siang dan sholat zuhur, kami berangkat ke lokasi sambil membawa bantuan dari pihak donatur. Sampai di lokasi, kendaraan kami sulit untuk bisa sampai posko karena tempat itu telah menjadi lokasi "wisata bencana". Mental "pengamat" memang sudah lama melanda negeri ini, mulai dari yang di stasiun TV sampai yang ada di lokasi bencana.

Akhirnya kami pun tiba di posko tujuan, di sana terlihat kesibukan yang luar biasa. Kami bertugas menyingkirkan balok kayu dan benda-benda besar lainnya agar proses pembersihan berlangsung lebih mudah. Terlihat jelas bangunan-bangunan yang tadinya kukuh saat itu telah luluh lantak tak karuan lagi bentuknya. Pemindahan reruntuhan itu dilakukan secara estafet ke tempat yang ditentukan. Kami bekerja di lokasi dari siang menjelang sore sampai maghrib.

Saya sendiri baru pertama kali itu mengunjungi situ gintung walaupun dari dulu sudah sering ke daerah Ciputat. Saya seringkali hanya melihat di peta jakarta sebuah danau yang besar di daerah ciputat namun belum tahu danau apakah itu . Memang, kawanan yang berair sering menarik perhatian saya, salah satunya waduk Pulomas. Melihat danau besar di peta dan dekat dengan tempat yang sering kali saya kunjungi tentu membuat saya penasaran. Saat itu, saya pikir masuknya harus lewat ISCI atau International Sport Club Indonesia sedangkan saat saya lewat di depan pintu perkumpulan tersebut, tertulis yang boleh masuk hanya anggota. Namun, saat berhasil sampai di sana keadaannya sudah jauh berbeda. Sudah hancur luluh lantak hancur berantakan. Rupanya air danau itu memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga saat jebol semua bangunan yang terlanda hancur lebur.

Bencana memang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun, kita manusia adalah pengemban amanah sebagai wakil Allah SWT di muka bumi ini. Kita tentu tidak boleh mengabaikan tanda bencana sekecil apapun agar bencana yang lebih besar bisa dicegah. Manusia masih cenderung zalim pada air dan unsur-unsur alam lainnya. Pembuangan sampah sembarangan, penyedotan air tanah yang berlebihan dan sebagainya sudah lama memperparah keadaan alam. Belum lagi sarana irigasi dan pengaturan air yang sudah tua bahkan sejak zaman Belanda.
Air memang salah satu anugerah terindah dari Allah SWT, namun apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dan berimbang dengan pemeliharaannya maka bencanalah yang akan terjadi, seperti di Situ Gintung waktu itu.
Semoga bermanfaat,
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi
Saya lalu menuju meeting point di daerah Pondok Labu. Sesudah makan siang dan sholat zuhur, kami berangkat ke lokasi sambil membawa bantuan dari pihak donatur. Sampai di lokasi, kendaraan kami sulit untuk bisa sampai posko karena tempat itu telah menjadi lokasi "wisata bencana". Mental "pengamat" memang sudah lama melanda negeri ini, mulai dari yang di stasiun TV sampai yang ada di lokasi bencana.
Akhirnya kami pun tiba di posko tujuan, di sana terlihat kesibukan yang luar biasa. Kami bertugas menyingkirkan balok kayu dan benda-benda besar lainnya agar proses pembersihan berlangsung lebih mudah. Terlihat jelas bangunan-bangunan yang tadinya kukuh saat itu telah luluh lantak tak karuan lagi bentuknya. Pemindahan reruntuhan itu dilakukan secara estafet ke tempat yang ditentukan. Kami bekerja di lokasi dari siang menjelang sore sampai maghrib.
Saya sendiri baru pertama kali itu mengunjungi situ gintung walaupun dari dulu sudah sering ke daerah Ciputat. Saya seringkali hanya melihat di peta jakarta sebuah danau yang besar di daerah ciputat namun belum tahu danau apakah itu . Memang, kawanan yang berair sering menarik perhatian saya, salah satunya waduk Pulomas. Melihat danau besar di peta dan dekat dengan tempat yang sering kali saya kunjungi tentu membuat saya penasaran. Saat itu, saya pikir masuknya harus lewat ISCI atau International Sport Club Indonesia sedangkan saat saya lewat di depan pintu perkumpulan tersebut, tertulis yang boleh masuk hanya anggota. Namun, saat berhasil sampai di sana keadaannya sudah jauh berbeda. Sudah hancur luluh lantak hancur berantakan. Rupanya air danau itu memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga saat jebol semua bangunan yang terlanda hancur lebur.
Bencana memang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun, kita manusia adalah pengemban amanah sebagai wakil Allah SWT di muka bumi ini. Kita tentu tidak boleh mengabaikan tanda bencana sekecil apapun agar bencana yang lebih besar bisa dicegah. Manusia masih cenderung zalim pada air dan unsur-unsur alam lainnya. Pembuangan sampah sembarangan, penyedotan air tanah yang berlebihan dan sebagainya sudah lama memperparah keadaan alam. Belum lagi sarana irigasi dan pengaturan air yang sudah tua bahkan sejak zaman Belanda.
Air memang salah satu anugerah terindah dari Allah SWT, namun apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dan berimbang dengan pemeliharaannya maka bencanalah yang akan terjadi, seperti di Situ Gintung waktu itu.
Semoga bermanfaat,
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi
Label:
air,
ciputat,
danau,
irigasi,
lingkungan,
lombamenulis,
situgintung,
waduk
Selamat Datang Di Web Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri
http://sahabatpeduli.org/
Alhamdulillah website Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri sudah tayang dan bisa diakses.
Silahkan dikunjungi semoga bermanfaat terutama yang ingin menyalurkan kepedulian pada sesama manusia
Alhamdulillah website Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri sudah tayang dan bisa diakses.
Silahkan dikunjungi semoga bermanfaat terutama yang ingin menyalurkan kepedulian pada sesama manusia
[Random Snippets-AIR] Waduk Pulomas riwayatmu dulu ...
Tentu saja judul di atas bukan hendak memelesetkan lagu keroncong yang terkenal ciptaan almarhum Gesang. Namun, itu lebih karena saya memang mempunyai kenangan yang cukup menyenangkan di waduk pulomas di daeah jakarta timur tersebut.
dulu waktu saya masih kecil sekitar dekade awal tahun 80an, saya suka ikut ibu ke kampus ASMI di Pulomas. Ibu saya saat itu masih kuliah di sana. Dalam perjalanan ke kampus dari jalan raya, kami naik becak untuk sampai ke kampus tersebut. Dalam perjalanan, saya senang melihat Waduk Pulomas yang airnya berkilauan ditimpa sinar matahari. Di seberang waduk, ada beberapa bangunan restoran panggung yang didirikan di waduk tersebut. Saya selalu memikirkan bangunan yang berdiri di atas danau tersebut.
Akhirnya, kami pun bisa mampir ke restoran yang bernama Lingkung Lembur itu. Restoran itu berada di area yang cukup luas dan asri. Pada waktu hendak makan, saya tentu saja memilih makan di salah satu bangunan yang berada di atas danau. Bangunan itu dihubungkan dengan daratan oleh sebuah jembatan kayu. Walaupun air danau tidak betul-betul jernih, namun saat itu polusi udara dan air belum separah sekarang, terbukti dengan kehadiran ribuan capung di sana. Capung-capung itu adalah salah satu indikasi kebersihan lingkungan, termasuk udara dan air. Demikian yang saya ketahui. Tanaman air eceng gondok menambah keindahan danau tersebut.
Saya sendiri terakhir kali menyambangi daerah itu beberapa tahun yang lalu. Karena sudah lama, saya agak lupa di mana restoran Lingkung Lembur itu berada. Saat bertanya pada tukang becak, si abang becak bertanya "maksudnya Restoran Parimas?". Mungkin ya, pikir saya dalam hati. Lalu si abang mengantar saya ke restoran itu. Ternyata restoran tersebut bukanlah bangunan panggung di atas danau, namun merupakan bangunan biasa di atas tanah. Namun, restoran itu memang terletak dekat danau sehingga saya bisa melihat danau itu lagi. Karena memang tidak niat makan di restoran dan hanya ada uang untuk ongkos pulang saya tidak masuk restoran itu. Si abang becak melihat dengan heran saat saya tidak masuk ke restoran dan malah melihat-lihat danau.
Yang saya lihat saat itu adalah sebuah waduk atau danau dengan air yang tak lagi sebersih dulu. Walaupun dulu juga tidak terlalu jernih, namun sekarang lebih parah lagi. Dari jalan saya memandang ke arah tempat dulu pernah ada bangunan-bangunan panggung yang berfungsi sebagai restoran. Entah ada apa dengan restoran Lingkung Lembur itu saya tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu. Saat itu yang ada di seberang adalah kawasan kumuh yang sering disebut Kampung Pedongkelan. Kawasan ini dari dulu sering dilanda berbagai macam masalah sosial, sebagaimana kawasan-kawasan kumuh lainnya di negeri tercinta Indonesia ini.
Danau itu sendiri sekarang seakan tidak berdaya untuk mencegah banjir di musim hujan. Padahal jika dikelola dengan baik, diperluas dan diperdalam tentu danau itu akan mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar. Selain jadi penampungan air hujan, juga bisa untuk rekreasi murah meriah bagi masyarakat. Namun, apabila keserakahan yang diperturutkan bukan tidak mungkin suatu saat akan jadi mall yang hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas alias kaya. Semoga tidak akan menambah jumlah Mall yang sudah overdosis di ibukota nan sesak ini.
Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah. Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita. Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen. Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut. tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu. Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran. Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan? Demikian pula dengan banyak dari kita yang tinggal memutar tombol keran untuk mendapatkan air. Keprihatinan penampungan air seperti waduk Pulomas itu mungkin bahkan sama sekali tidak terpikirkan.
Air adalah unsur yang sangat penting bagi estetika sebagaimana dia juga penting untuk kehidupan. Tidak mengherankan Al Quran menggambarkan surga dengan frase " ... yang mengalir sungai-sungai di dalamnya". Keindahan air di dunia ini saja sudah cukup mengagumkan apalagi yang ada di surga nanti. Semoga apabila kita berpartisipasi menjaga aliran air yang ada di muka bumi, kita akan dianugerahi air yang jauh lebih indah di sana nanti. Amiin
Semoga bermanfaat
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi
dulu waktu saya masih kecil sekitar dekade awal tahun 80an, saya suka ikut ibu ke kampus ASMI di Pulomas. Ibu saya saat itu masih kuliah di sana. Dalam perjalanan ke kampus dari jalan raya, kami naik becak untuk sampai ke kampus tersebut. Dalam perjalanan, saya senang melihat Waduk Pulomas yang airnya berkilauan ditimpa sinar matahari. Di seberang waduk, ada beberapa bangunan restoran panggung yang didirikan di waduk tersebut. Saya selalu memikirkan bangunan yang berdiri di atas danau tersebut.
Akhirnya, kami pun bisa mampir ke restoran yang bernama Lingkung Lembur itu. Restoran itu berada di area yang cukup luas dan asri. Pada waktu hendak makan, saya tentu saja memilih makan di salah satu bangunan yang berada di atas danau. Bangunan itu dihubungkan dengan daratan oleh sebuah jembatan kayu. Walaupun air danau tidak betul-betul jernih, namun saat itu polusi udara dan air belum separah sekarang, terbukti dengan kehadiran ribuan capung di sana. Capung-capung itu adalah salah satu indikasi kebersihan lingkungan, termasuk udara dan air. Demikian yang saya ketahui. Tanaman air eceng gondok menambah keindahan danau tersebut.
Saya sendiri terakhir kali menyambangi daerah itu beberapa tahun yang lalu. Karena sudah lama, saya agak lupa di mana restoran Lingkung Lembur itu berada. Saat bertanya pada tukang becak, si abang becak bertanya "maksudnya Restoran Parimas?". Mungkin ya, pikir saya dalam hati. Lalu si abang mengantar saya ke restoran itu. Ternyata restoran tersebut bukanlah bangunan panggung di atas danau, namun merupakan bangunan biasa di atas tanah. Namun, restoran itu memang terletak dekat danau sehingga saya bisa melihat danau itu lagi. Karena memang tidak niat makan di restoran dan hanya ada uang untuk ongkos pulang saya tidak masuk restoran itu. Si abang becak melihat dengan heran saat saya tidak masuk ke restoran dan malah melihat-lihat danau.
Yang saya lihat saat itu adalah sebuah waduk atau danau dengan air yang tak lagi sebersih dulu. Walaupun dulu juga tidak terlalu jernih, namun sekarang lebih parah lagi. Dari jalan saya memandang ke arah tempat dulu pernah ada bangunan-bangunan panggung yang berfungsi sebagai restoran. Entah ada apa dengan restoran Lingkung Lembur itu saya tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu. Saat itu yang ada di seberang adalah kawasan kumuh yang sering disebut Kampung Pedongkelan. Kawasan ini dari dulu sering dilanda berbagai macam masalah sosial, sebagaimana kawasan-kawasan kumuh lainnya di negeri tercinta Indonesia ini.
Danau itu sendiri sekarang seakan tidak berdaya untuk mencegah banjir di musim hujan. Padahal jika dikelola dengan baik, diperluas dan diperdalam tentu danau itu akan mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar. Selain jadi penampungan air hujan, juga bisa untuk rekreasi murah meriah bagi masyarakat. Namun, apabila keserakahan yang diperturutkan bukan tidak mungkin suatu saat akan jadi mall yang hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas alias kaya. Semoga tidak akan menambah jumlah Mall yang sudah overdosis di ibukota nan sesak ini.
Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah. Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita. Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen. Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut. tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu. Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran. Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan? Demikian pula dengan banyak dari kita yang tinggal memutar tombol keran untuk mendapatkan air. Keprihatinan penampungan air seperti waduk Pulomas itu mungkin bahkan sama sekali tidak terpikirkan.
Air adalah unsur yang sangat penting bagi estetika sebagaimana dia juga penting untuk kehidupan. Tidak mengherankan Al Quran menggambarkan surga dengan frase " ... yang mengalir sungai-sungai di dalamnya". Keindahan air di dunia ini saja sudah cukup mengagumkan apalagi yang ada di surga nanti. Semoga apabila kita berpartisipasi menjaga aliran air yang ada di muka bumi, kita akan dianugerahi air yang jauh lebih indah di sana nanti. Amiin
Semoga bermanfaat
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi
Rabu, 06 Oktober 2010
[Flash Fiction] Ilmuwan anak petani
Wajah para petani itu tampak murung. Cuaca yagn tidak menentu menyebabkan hasil panen seringkali gagal atau tidak sesuai yang diharapkan. Perubahan cuaca sangat extrem, terkadang panas menyengat terkadang hujan badai menderu membuat mereka sulit menentukan masa tanam dan masa panen. Hidup menjadi semakin berat bagi mereka.
Sementara itu, nun jauh di seberang lautan, di sebuah lokasi terpencil di bawah kekuasaan sebuah negara adidaya. Seorang ilmuwan baru saja menyelesaikan tugas yang diberikan. Jenderal yang bertanggungjawab terhadap proyek itu pun memasuki ruang kerja sang ilmuwan.
"Bagaimana" kata sang Jendral?
"Siap pak, semua sistem telah diperiksa dengan baik"
"Baik, kita akan uji coba sekali lagi" ujar sang Jendral "Bersiaplah"
"Baik pak"
Sang Jendral pun berlalu, meninggalkan ilmuwan yang berhasil mencapai puncak karirnya di proyek pengendalian cuaca tersebut. Karir yang diperolehn sang ilmuwan berkat pendidikan yang dibiayai hasil panen orang tuanya yang petani. Para petani yang sama dengan yang sekarang sedang murung karena cuaca yang tidak menentu.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan - tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
QS. Ar-Rum (30) ayat 41
Terinspirasi dari artikel Wikipedia yang ini
Sementara itu, nun jauh di seberang lautan, di sebuah lokasi terpencil di bawah kekuasaan sebuah negara adidaya. Seorang ilmuwan baru saja menyelesaikan tugas yang diberikan. Jenderal yang bertanggungjawab terhadap proyek itu pun memasuki ruang kerja sang ilmuwan.
"Bagaimana" kata sang Jendral?
"Siap pak, semua sistem telah diperiksa dengan baik"
"Baik, kita akan uji coba sekali lagi" ujar sang Jendral "Bersiaplah"
"Baik pak"
Sang Jendral pun berlalu, meninggalkan ilmuwan yang berhasil mencapai puncak karirnya di proyek pengendalian cuaca tersebut. Karir yang diperolehn sang ilmuwan berkat pendidikan yang dibiayai hasil panen orang tuanya yang petani. Para petani yang sama dengan yang sekarang sedang murung karena cuaca yang tidak menentu.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan - tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
QS. Ar-Rum (30) ayat 41
Terinspirasi dari artikel Wikipedia yang ini
Label:
cuaca,
flashfiction,
haarp,
ilmuwan,
kemiskinan,
panen,
petani,
sosial,
teorikonspirasi
Langganan:
Postingan (Atom)