Tampilkan postingan dengan label taggedposting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taggedposting. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2010

[30 Days MEME] Day 1 Your Favorite Songs

Yang namanya lagu identik dengan emosi, sama sama vibrasi energi kehidupan

Selera musik saya sendiri entah sudah berapa kali berubah

saat SD nge-fans sama God Bless, terutama Ahmad Albar, Ian Antono dkk.  Sejak beli album God Bless 88, langsung suka habis sama lagu-lagunya seperti Rumah Kita, Kisah damai yang hilang dan sebagainya.  Sebagian lagunya memang bertema kritik pada peperangan yang saat itu  banyak melanda dunia, contohnya lagu yang berjudul Bla .. bla .. bla

Hantam kiri kanan persetan
Penting tahta bertabur intan
Lagu kematian lantang dan bergema
Karena senjata ... karena bla..bal..bla..

Hantam kiri kanan persetan
Penting tahta bertabur intan
Lagu perdamaian hilang tak bergema
Karena Senjata, karena kuasa,
karena bla .. bla .. bla ..

Saat SMP beda lagi, saat itu karena gaul sama teman-teman yang dari kalangan menengah ke bawah jadi suka sama lagu2 Iwan Fals.  Suara rakyat kecil dari gang-gang kumuh, terminal becek dan berbau, lokalisasi pelacuran terdengar bersama alunan lagu.  Seakan membawa pesan dari kehidupan mereka yang serba susah dan terjepit oleh kemiskinan.  

Setelah mendekati selesai SMP, selera musik malah berubah jadi ber-metal ria .. terutama Manowar dan Gun's n Roses, lagi-lagi ketularan teman.  Karena jauh sebelumnya sudah kenal Mitologi Nordic, maka kurang lebih tahu makna lagu2 Manowar.  Setelah SMA beralih ke nasyid, waktu itu masih berupa foto kopian teks lyric nasyid, belum disimpan dalam bentuk kaset.  Anehnya, setelah selesai SMA malah senang lagu-lagu lama .. sampai sekarang.  Waktu itu radio favorit saya Delta FM, yang selalu menyayangkan lagu-lagu oldies...

Setelah jadi relawan di beberapa komunitas, lagu-lagu iwan Fals yang sempat jadi favorit waktu kecil terngiang lagi.  Berikut beberapa potongannya:



Lelaki kecil usia belasan
Rokok ditangan depan kedai tuak
Disela gurau tiga temannya
Di atas koran asyik main domino

Di lokalisasi pinggiran kota
Yang nama dosa mungkin tak bicara
Neraka poster indah
kamar remang
Engkau lahir lelaki
kecil malang

Potongan lagu Gali Gongli di atas mengisahkan tragisnya anak yang lahir dari seorang pelacur di sebuah lokalisasi.  Sejak lahir dan saat bertumbuh besar selalu disuguhi pemandangan aktifitas sehari-hari di lokalisasi tersebut.  Sehingga seakan masa depan tak berpihak lagi padanya.   Perjudian, rokok bahkan minuman keras sudah menjadi bagian dari kehidupan anak itu sehari-hari.  Saat mendengar pemaparan mbak Sinta Yudisia saat melakukan penelitian untuk membuat Novel Existere di IBF beberapa waktu yang lalu, lagu itulah yang terngiang di pikiran saya.  

Kau reguk habis semua doa doa
Dari surau depan rumah yang kau sewa
Tak terasa surya duduk di kepala
Azan subuh masih di telinga

Terdengar renyah tawa gadis sekolah
Menyibak tabir cerita lama
Didepan retaknya cermin yang telah usang
Menari dia seperti dahulu

Kisah seorang pelacur/WTS yang menyesali hidupnya.  suara anak-anak sekolah mengingatkan dia akan masa lalunya hingga dia terbawa kenangan, namun apa daya semua telah berlalu.  

Nak Berhentilah
Jangan Sekolah Bapakmu Sudah Tak Kerja
Nak Jangan Menangis
Memang Begini Keadaannya

Pangkalan Jatah Ditoko Toko dan Diparkiran
Sudah Bukan Milik Bapak Lagi

Nak Mari Berdoa
Agar Bapak Selamat Dari Penembakan
Berita Gencar
Disetiap Lembaran Koran
Tentang Dibunuhnya Para Bromocorah

Kalau yang di atas lagu tentang anak seorang bromocorah atau penjahat kelas berat.  Saat masa jaya si bapak telah berlalu, si anak dan ibunya tidak tahu harus berbuat apa.  entah besok lusa makan apa atau tinggal di mana.  Reproduksi sosial pun terjadi, walau si ibu sudah berpesan agar si anak tidak ikut jejak si bapak .. namun apalah arti pesan itu dibandingkan lingkungan yang kejam dan keras serta desakan kebutuhan yang tidak kenal kompromi.  

Pendek kata, lagu-lagu Bang Iwan sebagian besar berisi kritik sosial yagn bisa bikin merah membara telinga penguasa, apalagi yang zalim. Yang mungkin sama-sama kita kenal, dan sangat mengena pada kondisi sekarang adalah Wakil Rakyat:

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Terkadang, makna satu lagu baru saya dapatkan setelah dewasa dan bergaul dengan para relawan kemanusiaan dari berbagai komunitas.  

Kota Adalah Rimba
Belantara Buas
Dari Yang Terbuas
Setiap Jengkal Lorong
dan Pecik Darah
Darah Dari Iri
Darah Dari Benci
Bahkan Darah Dari Sesuatu
Yang Tak Pasti

Lagu diatas berkisah tentang kehidupan keras kaum miskin kota.  Mereka seakan tak berdaya menghadapi kekejaman kemiskinan yang bagaikan serigala yang siap memangsa makanannya tanpa ampun.  

Lagu-lagu bertema kritik sosial ternyata tidak saja ada di Indonesia.  Saat saya menyaksikan film Innocent Voices, saya langsung suka dengan soundtrack film tersebut.  Lagu yagn berkisah tentang orang-orang miskin yang terpaksa tinggal di rumah-rumah kardus yang sangat tidak layak ditinggali.  Namun, mereka tidak punya pilihan sama sekali.  Lagu itu langsugn jadi salah satu lagu favorit saya.  

Qué triste se oye la lluvia en los techos de cartón
qué triste vive mi gente en las casas de cartón
Viene bajando el obrero casi arrastrando sus pasos
por el peso del sufrir,
mira que mucho ha sufrido, mira que pesa el sufrir
Arriba deja la mujer preñada
abajo está la ciudad y se pierde en su maraña
hoy es lo mismo que ayer, es un mundo sin mañana
Qué triste se oye la lluvia en los techos de cartón
qué triste vive mi gente en las casas de cartón
Niños color de mi tierra, con sus mismas cicatrices
millonarios de lombrices, y por eso
qué triste viven los niños en las casas de cartón
qué alegres viven los perros en casa del explotador
Usted no lo va a creer pero hay escuelas de perros
y les dan educación pa' que no muerdan los diarios
pero el patrón hace años, muchos años
que está mordiendo al obrero
Qué triste se oye la lluvia en los techos de cartón
qué lejos pasa la esperanza en las casas de cartón
Fuente: musica.com

ditulis dalam rangka mengikuti 30 Days MEME, Day 1: Your favorit songs.  

Semoga bermanfaat


 

 

[30 Days MEME] The Rules

Baru mau mulai, padahal udah banyak yang buat ... better late than never

semoga bisa memenuhi postingan beruntun ini, Insya Allah.  

Aturannya sih sederhana:

satu hari bikin posting berkaitan dengan topik berikut ini, enggak usah saklek ...

Day 01- Your favourite song
Day 02 - Your favourite movie
Day 03 - Your favourite television programme
Day 04 - Your favourite book
Day 05 - Your favourite quote
Day 06 - Whatever tickles your fancy
Day 07 - A photo that makes you happy
Day 08 - A photo that makes you angry/sad
Day 09 - A photo you took
Day 10 - A photo of you taken over ten years ago
Day 11 - A photo of you taken recently
Day 12 - Whatever tickles your fancy
Day 13 - A fictional book
Day 14 - A non-fictional book
Day 15 - A fanfic
Day 16 - A song that makes you cry (or nearly)
Day 17 - An art piece (painting, drawing, sculpture, etc.)
Day 18 - Whatever tickles your fancy
Day 19 - A talent of yours
Day 20 - A hobby of yours
Day 21 - A recipe
Day 22 - A website
Day 23 - A YouTube video
Day 24 - Whatever tickles your fancy
Day 25 - Your day, in great detail
Day 26 - Your week, in great detail
Day 27 - This month, in great detail
Day 28 - This year, in great detail
Day 29 - Hopes, dreams and plans for the next 365 days
Day 30 - Whatever tickles your fancy

diposting duluan untuk pengingat, nanti dikerjakan satu demi satu 

Senin, 11 Oktober 2010

[Tagged Posting] Fifteen Films You've Seen That will Always Stick with You

Kena tag dari mbak Gita Lovusa di FB, diminta menulis minimal 15 film yang berkesan dan sulit dilupakan. Sekalian untuk belajar menulis dan mengenang masa yang lalu .. :D


Kategori I:

Film-film djadoel, yang sudah dibuat sebelum yang menulis tulisan in lahir .. he he he

1. The massage:

Walaupun tokoh sahabat Hamzah dipernakan orang non muslim, yaitu Anthonny Quin, namun film ini cukup baik menggambarkan pribadi Rasulullah dan kehidupan beliau bersama para sahabat.  Adegan saat Abu Sofyan menyadari kesalahannya menyembah berhala sangat mengharukan.

2. Lion of the Desert: 1981

Sebuah film lain yang dibintangi Anthonny Quin. Berkisah tentang pahlawan Muslim Libya dalam menghadapi tentara Fasis Italia di bawah kekuasaan sang Diktator Bennito Mussolini.  Marsekal Graziani, sang komandan, menaruh hormat yang dalam pada Umar Mukhtar. Rasa hormat itu terlihat saat Graziani memerintahkan seorang penjaga melepaskan Umar Mukhtar yang hendak sholat dan memberikan penghormatan terakhir saat sang pahlawan dieksekusi dengan cara digantung.

3. The Ten Commandments: 1956

berkisah tentang kehidupan Nabi Musa di Istana Firaun.  Walaupun dibesarkan dan diasuh dengan fasilitas mewah ala mesir Kuno, sang Nabi tetap berusaha membebaskan kaumnya yang tertindas. Adengan paling mengerikan, dan cukup menjijikkan, adalah saat Bani Israil berpesta pora merayakan Tuhan mereka yang terbuat dari emas dalam bentuk patung anak sapi. Dalam versi tahun 2007, karakter kaum Bani Israil yang enggan untuk taat pada perintah syariat agama mereka digambarkan dengan lebih jelas.

4. Guns of Navarone 1961

Sekelompok pasukan khusus Sekutu ditugaskan untuk menghancurkan benteng Jerman Nazi yang dipesenjatai Flak Cannon raksasa.  Perjuangan mereka tidak hanya berhadapan dengan tentara Nazi namun juga musuh dalam selimut yang ada di dalam tim elite itu sendiri. Yang ingin tahu situasi perang dunia II perlu nonton film ini.  Adegan terakhir sangat spektakuler sehingga masih ingat sampai sekarang, bisa dicari di Youtube.

sequel Guns of Navarone masih menceritakan tim yang sama, namun mereka berusaha menghancurkan bendungan untuk meredam gerak maju pasukan Nazi Jerman.

5. Omar Khayyam: 1957

Seorang penyair yang kekasihnya dinikahi oleh Sultan.  Dalam kepedihannya, sang penyair tetap membantu kerajaan menghancurkan Sekte Assassin. Dia berhasil menyusup ke benteng kaum pembunuh tersebut dan mengetahui kelemahan benteng itu, yaitu minyak yang ada di gua di dasar benteng. Begitu disulut, api itu tidak bisa padam bahkan apabila disiram air sebanyak apapun.  Benteng kaum Assasin pun hancur. Sang penyair mendapatkan kembali kekasihnya karena sultan telah tiada dan penggantinya mengembalikan sang kekasih kepada sang penyair.

Nonton sambil begadang depan TV waktu malam tahun baru, entah tahun berapa .. :D

Note: sepengetahuan saya, dalam sejarah benteng kaum Assassin dihancurkan tentara Mongolia

Note: film Ben Hur dan Spartacus belum nonton sampai habis jadi belum bisa nulis ttg kedua film tersebut, padahal bagus sekali.

Kategori II

Film tentang sejarah

 6. Luther: kisah hidup sang pendiri Protestan. Termasuk adegan penempelan 95 thesis yang terkenal dalam sejarah.

7. Kingdom of Heaven: berkisah tentang sejarah perang salib III sebelum kedatangan Richard the Lion Heart.  Ada adegan yang tidak dimuat yaitu pertempuran Hattin atau Battle of Hattin yang merupakan titik balik kaum Muslimin menghadapi musuh mereka dalam perang besar tersebut.  Kekurangakuratan sejarah yang lain yaitu Richard de Chantion bukanlah pemimpin Templar namun salah satu sekutu terdekat mereka. 


Kategori III

 

Film yang mengandung kritik sosial dan menggambarkan kemiskinan dan kehidupan orang menengah ke bawah. Film-film ini baik untuk disaksikan oleh mereka yang ingin mengembangkan jiwa sosial di dalam diirnya.

 

8. Damai kami sepanjang hari:

Film ini diangkat dari salah satu lagu hits-nya om Iwan Fals, berkisah tentang lika liku hidup seorang pengamen yang berhasil memperbaiki kehidupannya dengan meniti karir sebagai seorang penyanyi.  Dibintangi Iwan Fals, Rima Melati dll


Indah Pagi Ini
Nada Sumbang
Enyahlah Kau
Biarkan Kami

Semoga Akan Tetap Abadi
Pagi Ini
Pagi Esok
Esok Hari
Hari Nanti

Semoga Tak Kan Pernah Berhenti
Canda Hari Pagi
Canda Pagi Hari
Damai Kami Sepanjang Hari

9. Voces Inocentes atau Innocent Voices:
 
Film berbahasa Spanyol ini mengisahkan anak-anak yang dipaksa menjadi tentara dalam perang saudara di El Salvador tahun 1980-an.  Konflik kejiwaan anak-anak tersebut dan kemiskinan yang menghimpit orang-orang di sana digambarkan dengan jelas sehingga mengharukan dan menguras air mata. Soundtrack lagu ini berkisah tentang kesedihan orang-orang yang tinggal dalam Casas de Carton atau rumah-rumah kardus

Qué triste se oye la lluvia en los techos de cartón
qué lejos pasa la esperanza en las casas de cartón

Kategori III

Film yang diangkat dari mainan anak-anak, komik atau video game:

10. Masters of the Universe: 1987

Diangkat dari mainan orang-orangan alias action figures yang penjualannya paling sukses di tahun 1980-an.  Berkisah tentang sekelompok jagoan dari planet Eternia yang melarikan diri dari kejaran penjahat bermuka tengkorak bernama Skeletor.  akhirnya, He Man dan para jagoan lainnya terdampar di bumi dan pertempuran pun berlanjut di planet kita tercinta ini.  Karakter yang muncul hanya segelintir dari karakter yagn ada di dalam seri action figures-nya

Cerita original Master of the Universe sendiri memang terlalu panjang untuk dimuat ke dalam film layar lebar jadi banyak yang kecewa sama film ini. Aktor Dolph Lundgren dianggap terlalu serius memerankan karakter He Man yang walaupun kuat dan jago berkelahi namun juga murah senyum dan suka bercanda.


11. The Punisher: 1999 dan 2004

Fav. Quote: Sic vic pacem para Bellum, if you want peace prepare for war

One man Army ala Marvel Comics jumps into the silver screen ... scene favorit dari versi tahun 1999, saat Frank Castle ditanya mantan atasannya tentang pembunuhan sekitar 200-an penjahat selama beberapa bulan, dijawab dgn singkat .. Progress

12. G.I.JOE The Rise of Cobra: 2009

Sebuah film lain yang diambil dari serial mainan anak-anak yang laris tahun 1980an namun kisahnya dirombak total. Sayang The Dreadnocks tidak ambil peranan, hiks

Kategori IV: film tentang atau yang mengandung Konspirasi

13. National Treasure 1 and 2: Masonic Conspiracies, what more could you expecet ..  .. .and some excellent historical scene  of course .. :D

14. The Da Vinci Code: udah baca kan bukunya .. ya filmnya mirip deh .. :D

15. 300 ... another bloodbath on the silver screen .. including a war rhino

bonus ..

16. Revenge of the Ninja: 1983, dibintangi Shô Kosugi. Salah satu film Ninja terbaik yang pernah ada. Adegan terakhir paling top masih bisa dilihat di video Youtube yang ini

17. Above The Law: film pertama Steven Seagal, nonton di rumah teman waktu sama2 masih latihan Aikido.  Teknik2 dari dojo langsung dibawa ke layar perak .. :D


Semoga bermanfaat

Untuk teman-teman yang ingin belajar menulis secara GRATIS, silahkan klik link-link berikut ini:

   1. Gratis 3 Bab Buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat

   2.  Newsletter Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu

   3.  SMO Kelas Free Trial

   4.  Info Ebook Gratis, Langsung ke Email Anda. 100% Gratis

 

Selasa, 02 Desember 2008

[TAGGED POSTING] 3 favorite Hadiths

In the Name of Allah, the Most Compassionate, the Most Merciful


I was also tagged by my sister, Maryam, in this post.  The task is to find 3 hadiths that I would like to see in the mosques around me and why.  I have also include the source link of the hadiths.  Here they are:

1

Translation of Sahih Bukhari, Volume 7, Book 71, Number 582:

Narrated Abu Huraira:

The Prophet said, "There is no disease that Allah has created, except that He also has created its treatment."

http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/bukhari/071_sbt.html

2

Translation of Sahih Bukhari, Volume 7, Book 65, Number 286:

Narrated Abu Musa Al-Ash'ari:

The Prophet said, "Give food to the hungry, pay a visit to the sick and release (set free) the one in captivity (by paying his ransom)."

http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/bukhari/065_sbt.html

3

On the authority of Abu Hurairah that the Prophet said:

p "Whosoever removes a worldly grief from a believer, Allah will remove from him one of the griefs of the Day of Judgment. Whosoever alleviates [the lot of] a needy person, Allah will alleviate [his lot] in this world and the next. Whosoever shields a Muslim, Allah will shield him in this world and the next. Allah will aid a servant [of His] so long as the servant aids his brother. Whosoever follows a path to seek knowledge therein, Allah will make easy for him a path to Paradise. No people gather together in one of the houses of Allah, reciting the Book of Allah and studying it among themselves, without tranquility descending upon them, mercy enveloping them, the angels surrounding them, and Allah making mention of them amongst those who are with Him. Whosoever is slowed down by his actions will not be hastened forward by his lineage."

p related by Muslim in these words.

http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/other/hadithnawawi.html#hadith36


The reason of choosing those 3 hadits is because of a village near Jakarta, the capital of Republic of Indoesia, called Jagabita.  Jagabita is located in Parung Panjang district, in the border between Tangerang and Bogor (Jakarta's suburb areas).  I have visited the village twice, first time with friends for Multiply Indonesia (the community of Multiply users in Indonesia) and for the second time with some friends for Relawan Pelangi (the Rainbow Volunteers).

People in the village are living in an extreme poverty anda in very poor health condition.  There are many kind of diseases such as Elephanthis, cancer, tumor, respiratory problems, malnutrition, etc.  

The condition of sanitation is very bad, they almost have no clean running water, especially in dry season.  They have to take a bath in a river which has very dirty water together with buffalos.  

To reach Puskesmas or Pusat kesehatan masyarakat (People's health center) they have to rent motorcycles which is too expensive for them.  It seems the authorities never give enough attention the the people of Jagabita and it's surrounding villages in Parung Panjang district.  

Therefore, the village is know as Kampung Pesakitan or Village of the sick

Actually, there is no reason of those villages to be in very poor conditions.  They are located near highly developed Jakarta's satelite cities in Tangerang Area such as Bumi Serpong Damai or Bintaro Jaya

Jagabita village and it's surrounding villages are the ultimate proof of the failure of capitalism.  

Hopefully, the Rainbow Volunteers and other communities will be able to help and support the people of those villages to rise from their poverty.  


for photos please visit


Now, I am tagging anyone who read this post to make the same thing