Rabu, 29 Juni 2011

[Transkrip] Memulai Bisnis Sampingan

Beratnya tuntutan kehidupan seringkali membuat orang membuka bisnis sampingan selain bekerja sebagai karyawan. 

Berikut tips dari Pak Supardi Lee tentang bisnis sampingan

1. mempersiapkan modal yang dibutuhkan.  Sebaiknya jumlah modal memadai tapi tidak terlalu menyakitkan jika habis

2. menentukan jenis bisnis yang diminati, termasuk belajar mengenai bisnis tersebut.  

3. perhitungan, opportunity and risk

4. merekrut karyawan.  merekrut karyawan memang merupakan titik kritis dari bisnis karena sangat berhubungan dengan kepercayaan dan kompetensi.  Para karyawan inilah yang akan melaksanakan operasional bisnis harian, namun keputusan-keputusan penting tetap saja pada pemilik bisnis.  

5. mulai berbisnis sambil terus belajar tentang bisnis tersebut.

Setiap bisnis memang memiliki resiko kegagalan, namun hal itu bisa diminimalisir dengan belajar.  Apalagi kita bisa belajar dari mentor bisnis yang sudah terlebih dahulu merasakan apa dan bagaimana bisnis tersebut.  Kegagalan itu sendiri merupakan proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri

bisnis sampingan bisa menjadi ajang pembelajaran bisnis tanpa meninggalkan pekerjaan utama.  Banyak orang yang terlalu terburu buru untuk berbisnis sehingga langsung meninggalkan pekerjaan utama.  Walaupun ada yang berhasil namun banyak juga yang gagal.  

Orang yang ingin berbisnis harus bersikap proporsional, berani tapi tidak nekat, penuh perhitungan tapi tetap memulai.  Jebakan bisnis juga harus diwaspadai.  Jebakan tersebut terdiri dari dua macam emosi yaitu rasa takut dan keserakahan.  Takut untuk memulai dan apabila sudah mulai seringkali seseorang terjebak dalam keserakahan meraup segala peluang yang ada.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Pak Supardi Lee

Sumber: Power of Life 30 Juni 2011

Semua kesalahan bisa dimaafkan, tapi tidak semuanya bebas dari tanggung-jawab.

Mungkinkah meng-EMBARGO DIRI SENDIRI?

Give control over nation economy and I don't care who write its law

Rotschild

Tulisan EMBARGO DIRI SENDIRI yang beredar luas di berbagai blog, situs dan forum internet seakan kembali menyentakkan kesdaran kita akan amanah dan anugerah yang diberiakn Allah SWT keapda bangsa Indonesia.  Sebuah gugugsan kepualauan yang menghiasi katulistiwa bagaikan untaian jamrud yang sangat indah dan berharga.  Belum lagi hasil bumi yagn terkadung di dlaamnya.  Sudah sepantasnya, seluruh rakyat Indonesia hidupa laksana surga di dunia ini.  Kaum muslimin Indonesia memiliki kemampuan besar untuk membantu saudaranya sesama muslim di Palestina dan  tempat-tempat lainnya di dunia ini.  Dengan memandirikan dirinya sendiri, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menekan negara-negara lain baik secara politis ataupun ekonomi.  Sehingga, negara-negara lain pun tidak ada yang berani kurang ajar terhadap kaum muslimin di negara-negara tersebut.  

Namun demikian, masih begitu banyak rakyat negeri ini yang hidupnya sengsara, jauh dari sejahtera apalagi bahagia.  Penduduk Indonesia, terutama kaum musliminnya, terlena oleh berbagai macam hiburan sensasional mulai dari sinetron lebay sampai film-film impor, baik di bioskop atau DVD bajakan.  Mereka yang mampu lebih mengutamakan keinginannya daripada membantu sesama yang membutuhkan.  Sehingga, perbedaan dan kesenjangan antara yang miskin dan kaya seakan sejauh bumi dan langit.  Ada orang miskin yang sampai mati kelaparan dan ada pula yang bisa menghambur-hamburkan urang untuk pesta mewah, rumah megah, kendaraan mengkilap dan lain sebagainya.   Belum lagi para TKI yang terpaksa mengadu nasib di negara-negara orang dengna resiko penghinaan, penyiksaan bahkan pemancungan seperti yang terjadi baru-baru ini.  Sebagian lain ditunjukkan oleh Film dokumenter karya John Pilger, The New Rulers.  Film tersebut memperlihatkan betaapa jauh kesenjangan antara yang kaya dan miskin.  Buruh yang hanya dibayar sedikit untuk setiap produk seperti celana pendek atau sepatu olah raga yang dihasilkan, sementara seorang pegolf profesional dibayar lebih mahal daripada akumulasi gaji para buruh tadi.  Buruh-buruh tersebut tinggal di rumah-rumah petak dengan sanitasi seadanya, di dekat got mampet dan genangan air yang bisa jadi sarang nyamuk.  Bahkan, Pilger sendiri sampai sakit malaria gara gara shooting film di sana.  

Sebuah negara kecil di ujung semenanjung Malaya adalah salah satu pihak yang secara zalim turut menikmati kekayaan aalam Indonesia.  Negara bersimbol singa itu seakan akan jadi surga di dunia untuk para koruptor dan penjahat ekonomi Indonesia.  belum lagi mereka yang membelajankan banyak uang di sana.  Hingga terdenagar seloroh bahwa income terbesar Singapore adalah uang yang dibelanjakan oleh para koruptor Indonesia,  baik dari hasil shopping, rumah sakit, penginapan dan sebagainya.  Singapore bisa terus bertumbuh karena makan uang haram para koruptor, terutama dari Indonesia.  Dalam acara Postcard from Meulborne di radio Lite FM, Nuim Khaiyyat pernah menceritakan bahwa ada orang Singapore yang cerita bahwa mereka bisa menggaji PM dan para menterinya ratusan juta dollar per tahun karena uang hasil korupsi di Indonesia.  Tidak mengherankan pula jika negara Zionis yang sekarang masih menjajah dan menindas kaum muslimin di Palestina seakan-akan kebelet dan ngotot membuka hubungan dengan Indonesia, baik hubungan diplomatik ataupun bisnis.  Manusia-manusia terkutuk yang sudah dilaknat oleh Allah SWT sejak zaman Bani Israil itu tentu saja tergiur untuk mendapatkan kekayaan bumi nusantara ini untuk memperkuat kekuatan mereka agar lebih mampu lagi menguasai dunia.  

Indonesia memang punya peluang besar untuk menjadi negara yang mampu menentukan nasib dunia dengan melimpahnya kekayaan alam yang ada di dalam buminya.  Masalahnya adalah, apakah kekayaan itu benar-benar dikelola sesuai keinginan yang memberi ataukah mau dikantongi tanpa peduli sesama anak negeri.  Sehingga ada yang memelesetkan sebuah lagu nasional menjadi suatu lagu penuh ironi yang menyedihkan

Kulihat ibu pertiwi
saat aku korupsi
air matanya berlinang
aku tidak peduli

Hutan, gunung, sawah lautan
masuk kantong sendiri
biarlah ibu berduka
yang penting aku kaya

EMBARGO DIRI SENDIRI hanya akan menjadi mimpi jika masyarakat negeri ini, baik yang miskin maupun yang kaya, belum mau beranjak kelaur dari zona nyaman mereka.  Yang kaya masih menikmati belanja dan berobat ke luar negeri, sementara yang miskin masih juga belum mandiri.  Yang kaya masih suka menghamburkan harta untuk kesenangan pribadi sementara yang miskin masih saja meminta ke sana dan ke sini.  Padahal Rasul SAW sudah pernah mengingatkan dalam salah satu hadits beliau yang  diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam kitab Jami`ul Awshat, Abu Nu`aim di dalam kitab Al-Hilyah dan juga Al-Hakim di dalam Kitab Mustadroknya meriwayatkan, Dari Ali RA, ia berkata : telah bersabda Rosululloh SAW : “Jibril mendatangiku dan berkata : Ya Muhammad hiduplah sesukamu karena engkau akan mati,cintailah siapa yang kamu mau karena engkau akan meninggalkannya, beramallah sesukamu karena engkau akan dibalas dan ketahuilah bahwa kemulyaan seorang mu`min pada qiyamul-lail dan Izzahnya pada kemandiriannya“.



Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan  

Selasa, 28 Juni 2011

[Copas] EMBARGO DIRI SENDIRI

Jarang-jarang mau copy paste tulisan orang, tapi yang ini menarik sih jadi apa boleh buat

Tulisan berikut ini sudah menyebar entah ke berapa situs, forum dan blog di internet.  Konom sumbernya BBM alias Blackberry Messenger, tapi saya sendiri tidak tahu siapa penyebarnya pertama kali.  Jika kita mengetikkan kata-kata EMBARGO DIRI SENDIRI di Google, maka tulisan inilah yang akan muncul  

Entah benar atau tidak, banyak sekali pelajaran yang terkandung dalam tulisan berikut ini, sayangnya kebanyakan blog hanay meng-copy paste tulisan ini tanpa dibahas lebih lanjut.  

selamat membaca semoga bermanfaat,

yang ini saya ambil dari

http://supriatno.blogdetik.com/index.php/2011/06/22/embargo-diri-sendiri/

-----------------------------------
Diambil dari Kisah Nyata :

Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 thn. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata,”Ur country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu. “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia, “lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can’t be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.

Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yang beli orang2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami,orang Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?

Ya,bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!

Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.

Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.

Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Sumber : BBM

Senin, 27 Juni 2011

Jalan Kehidupan | Menelusuri Jalan untuk Meraih Ridha dan Kasih-Nya

http://jalmilaip.wordpress.com/
Blog ini khusus menyajikan tanya jawab tentang berbagai masalah agama dan keberagamaan kita. Jawaban diberikan oleh para pakar di bidangnya. Sajian konsultasi agama ini saya kumpulkan dari kliping beberapa media cetak yang dari pada tercecer lebih baik saya share di sini.

Para ulama yang menjawab berbagai pertanyaan umat ini antara lain :

Ustadz Bachtiar Nasir, Lc
Prof. Dr. Didin Hafidhuddin
Prof. Dr. Miftah Faridl
Prof. Dr. M. Quraish Shihab
Prof. Dr. Tutty Alawiyah AS
Prof. Dr. KH Achmad Satori Ismail
HM Cholil Nafis, Ph.D
Drs. H. Agus Syihabudin, MA., MBA
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc
Ustadz Imron Rosyadi, Lc
KH Hilman Rosyad Syihab, Lc
KH A. Cholil Ridwan, Lc
KH. M. Shiddiq Al-Jawi, S.Si., MSI
Dr HM Taufik Q Hulaimi, MA, M.Ed.
Ahmad Gozali
Prof. Dr. M. Amin Suma, SH, MA
Erma Pawitasari, M.Ed.
Ust Hafidz Abdurrahman, MA
dll

Jawaban-jawabannya belum tentu memuaskan kita, tapi sekurang-kurangnya akan menambah sedikit wawasan tentang agama dan keberagamaan kita. Oleh karena itu, tanggapan dan tambahan informasi dari Anda akan sangat bermanfaat dan sangat saya harapkan. Untuk itu, terima kasih banyak.

Mari kita menelusuri Jalan Kehidupan ini untuk meraih ridha dan kasih-Nya.

Salam,

Padumukan, 28 Maret 2011 / 23 Rabi’ul Akhir 1432 | 16:17

Minggu, 26 Juni 2011

[Transkrip] 3 Filter Pikiran

Era digital yang seakan tanpa batas menyebabkan kita dibanjiri informasi yang melebihi kemampuan ktia mencernanya.  Kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan kualitas berita dan informasi yang disampaikan.  Kekerasan, pornografi dan konsumerisme memenuhi hari-hari kita tanpa pernah berhenti.  Terkadang, pikiran sadar kita tidak mampu menyaring limpahan informasi tersebut sehingga banyak yang masuk ke bawah sadar kita.  Informasi yang tersimpan di bawah sadar itu sangat mempengaruhi keputusan dan tindakan-tindakan kita dalam hidup.  Tidak mengherankan, banyak orang di Indonesia ini yang egois, mudah tersinggugn, boros dan cepat marah.

Walaupun demikian, kita tetap bertanggungjawab atas pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan kita.  Kita memerlukan filter untuk menyaring informasi apa saja yang masuk ke dalam pikiran, terutama pkiran bawah sadar kita.  

3 filter pikiran

1. apakah informasi ini benar atau tidak, apakah ini me rupakan fakta, opini atau bahkan gosip

2. apakah informasi ini baik untuk saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan karakter, emosi dan spiritualitas kita.

3. apakah informasi ini berguna bagi saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan komptensi dan profesionalitas kita.

Apabila informasi tersebut tidak lolos dari filter-filter tersebut, kita jangan terlalu mudah menyerapnya.  

Mungkin ada yang berpikiri bahwa filter pikiran ini membuat orang tidak peduli pada keadaan masyarakat.  Jawabannya, kepedulian bukan ditunjukkan oleh pengetahuan kita tapi oleh tindakan kita.  Pengetahuan kita mungkin terbatas, namun hal itu tetap tidak mengurangi dan menghalangi kepedulian kita bagi sesama.  Agar tetap bisa peduli, kita perlu menjaga pikiran agar tetap waras dan tubuh agar tetap sehat.  

Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life

Narasumber: Bang Zainal "Teroris" Abidin

Semoga bermanfaat