Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2012

Satanic Finance: Bikin Umat Miskin

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:DR. A. Riawan Amin, M.Sc.
Judul Buku: Satanic Finance
Sub Judul: Bikin Umat Miskin
Penulis: DR. A. Riawan Amin, M.Sc.
Penerbit: Zaytuna
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 124 halaman
Kategori: Agama
Sub Kategori: Panduan
Harga: Rp. 29.900,-

Apakah anda ingin memahami mengapa dunia seakan menjadi tempat yang tidak adil bagi banyak manusia, terutama mereka yang miskin? Mengapa harga-harga kebutuhan pokok seakan tidak pernah turun dan selalu meningkat? Apakah teori-teori ekonomi yang selama ini dipelajari di fakultas-fakultas ekonomi di berbagai universitas memang dapat menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial di dunia ini? Jika itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering terlintas di benak kita, maka buku ini sungguh layak kita baca dan kita pahami isinya.

Buku yang ditulis oleh Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI), DR. A. Riawan Amin, M.Sc. ini mengupas habis kelicikan dan tipu daya yang terkandung dalam sistem ekonomi kapitalistik yang berlaku sekarang ini. Buku yang ditulis oleh Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) disajikan dengan ringan dan penuh makna sehingga mudah dicerna dan dipahami, bahkan oleh orang-orang yang paling awam sekalipun.

Yang menarik, pembaca diajak memahami persoalan yang dibahas dalam buku ini dari sudut pandang para Setan. Yah, musuh-musuh manusia sejak zaman penciptaan Nabi Adam hingga hari Kiamat. Itulah sesungguhnya aktor intelektual dari semua kekacauan dan kekisruhan ekonomi yang terus menerus melanda dunia. Kita seakan mendapat pengakuan langsung dari para setan tentang modus operandi dan sepak terjang agen-agen mereka dalam menggoda manusia, agar terus menerus memperturutkan keserakahannya menguasai harta.

Sepak terjang agen-agen setan tersebut diilustrasikan dalam kisah dua orang agen mereka bernama Gago dan Sago. Mereka mendatangi dua buah kepulauan yang para penduduknya ada yang bertransaksi dengan emas dan ada juga yang masih memakai sistem barter. Kedua agen setan itu memperkenalkan uang kertas pada para penduduk kedua kepualauan tersebut. Para penduduk dengan mudah mereka tipu dan kedua agen itu pun segera mendirikan bank di kepulauan tersebut sebagai basis operasi terkutuk mereka. Cerita pun bergulir dan bagi mereka yang mengikuti kisah itu dengan seksama akan dengan mudah menemui persamaan-persamaan antara penduduk kedua kepulauan tersebut dengan kehidupan kita sehari-hari.

Memang, bagi sebagian orang buku ini hanyalah salah satu buku yang hanya berisi sensasi teori konspirasi semata. Apalagi cover-nya yang berwarna merah gelap dan simbol Pentagram yang menghiasinya menimbulkan suasana konspirasi yang kental. Walaupun demikian, porsi konspirasi seperti yang digandrungi oleh para conspiracy theorists itu justru sangat sedikit. Peran Knight Templars yang konon mempelopori penggunaan kertas-kertas bersandi sebagai alat penukaran emas para peziarah, justru tidak masuk dalam pembahasan. Padahal, banyak orang yang menganggap kertas-kertas buatan para ksatria yang pernah berlaga di Perang Salib itulah cikal bakal uang kertas yang kita pakai sekarang ini.

Pesan utama dalam buku ini adalah UANG KERTAS ADALAH ILUSI. Mungkin pembaca akan dibuat terkaget-kaget dan terbelalak tidak percaya, bahwa selama ini kerja kerasnya hanya dibayar dengan kertas yang sebenarnya tidak ada nilai riil-nya. Hanya kepercayaan pada pemerintahan yang berkuasa sajalah yang menjamin kertas-kertas itu bisa dipakai dalam perdagangan dan transaksi sehari-hari.

Jika pemerintahan yang berkuasa runtuh, maka runtuh pulalah kepercayaan pada uang kertas dan nilainya. Bisa jadi uang kertas simpanan kita baik yang ada di bank, di dompet atau di bawah bantal bakal sama nilainya dengan kertas bekas pembungkus nasi atau gorengan. Tangan-tangan jahat berlumuran darah para pesulap itu telah membuat kertas-kertas tak berharga itu menjadi bernilai setara dengan emas. Those papers are now as good as gold, kertas-kertas itu sekarang dianggap setara dengan logam mulia, emas dan perak. Namun sekali lagi, semua itu hanyalah ILUSI. (Muhammad Nahar/Wasathon.com)

Semoga bermanfaat

Resensi ini sudah dimuat di situs wasathon.com

Senin, 25 Juni 2012

Saatnya Untuk Berubah

http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/saatnya_untuk_berubah/
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)

“ Setiap waktu kita memilih, setiap waktu kita menerima akibat yang kita pilih. Yang memilih beranjak akan berbeda nasibnnya dengan yang memilih tak bergerak. Yang memilih bersegera akan berbeda nasibnya dengan yang memilih menunda. Yang memilih optimis dan bersangka baik pada Tuhan akan berbeda nasib hatinya dengan yang memilih pesimis dan bersangka buruk. Pilihlah segala sesuatu yang baik sekarang, agar kita memperoleh keberuntungan di masa mendatang. Semoga Tuhan menggembirakan hidup orang-orang baik yang cenderung pada kebaikan.”

Banda Bening

selanjutnya sila ke link :)

Minggu, 17 Juni 2012

Membiarkan Papua merdeka?

Berita mengejutkan tayang di situs Indonesia Today. Ulil Abshar Abdalla bilang "Biarkan Saja Papua Merdeka". Tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu dan icon Jaringan Islam Liberal ini dengan enteng mengatakan "biar saja Papua meredeka". Seakan pengorbanan para pahlawan yang berjuang merebut Irian Barat (sebagaimana disebut saat itu) tidak ada arti dan harganya sama sekali dalam pandangan orang tersebut.

Siapapun yang pernah mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia pasti tahu, minimal secara umum, perjuangan merebut Irian Barat. Betapa banyak pahlawan yang gugur dalam beberapa operasi militer seperti operasi Trikora dan Pertempuran Laut Aru yang mengakibatkan hancurnya KRI Matjan Tutul. Apakah layak seorang liberal dengan enteng melontarkan pendapat "biarkan saja Papua lepas dari Indonesia" tanpa memperhitungkan pengorbanan para pahlawan tersebut?

Permasalahan Papua memang rumit, namun akarnya sudah jelas, ketidakadilan di berbagai bidang terutama ekonomi. Perusahaan-perusahaan penambangan asing dengan enaknya mengeruk kekayaan alam Papua sementara rakyat di sana masih berbaku hantam dalam bentuk Perang Antar Suku. Rakyat Papua hingga hari ini masih banyak yang terbelakang, miskin dan primitif. Mungkin tradisi perang antar suku itu memang sengaja dipelihara agar kekayaan alam Papua bisa dikeruk dengan mudah. Ketidakadilan itu sendiri berawal dari lemahnya ketegasan pemerintah dalam menghadapi intervensi asing, terutama dari Barat khususnya Amerika Serikat. Ditambah lagi dengan merajalelanya korupsi di berbagai bidang, termasuk di tubuh partai si Ulil sendiri. Semua itu semakin membenarkan kebenaran pepatah lama di Indonesia, "Kuman di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak tampak". Orang-orang liberal yang mulutnya berbusa-busa menyerukan kebebasan ternyata malah menjerumuskan Indonesia ke dalam penjajahan moderen yang jauh lebih mengerikan daripada penjajahan era kolonial. Jika benar Papua merdeka dan lepas dari NKRI, apakah rakyatnya bakal sejahtera? Belum tentu. Bahkan mungkin malah semakin menderita karena kapitalis pengeruk sumber daya alam di sana jelas bukan kaum filantropis yang peduli pada sesama. Mereka hanya peduli pada kepentingan ekonominya sendiri, masa bodo pada kesejahteraan dan kepentingan orang lain.

Entah kenapa sepertinya salah satu ciri khas orang liberal adalah menggampangkan masalah dan meremehkan orang lain. Betapa pedihnya perasaan para pahlawan yang sudah berjuang berdarah-darah dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari bangsa-bangsa penjajah jika mereka tahu betapa entengnya lisan orang liberal melecehkan dan menghinakan perjuangan mereka. Lontaran-lontaran pendapat khas orang-orang liberal itu memang sangat pas dengan definisi Rasulullah tentang kesombongan. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)


Semoga bermanfaat

Senin, 26 Maret 2012

[Kultwit] Kenaikan BBM by Muhammad Assad

Besok rakyat mau demo besar2an #BBM naik, presidennya malah lg plesir ke China-HK-Korea pake duit rakyat. Pengecut!

#BBM itu sebetulnya ga perlu naik kalo pemerintah bs efisien menggunakan APBN dan ga dikorupsi sana sini.

Presiden minta rakyat hemat agar APBN ga jebol, tp ruang banggar anggota DPR ratusan M & pesawat baru presiden TRILYUNAN. Gagal paham. #BBM

Setiap kenaikan #??? pasti akan berentet ke semua sektor dan megancam denyut nadi masyarakat bawah. Blm masalah penimbunan, pengoplosan, dll

Skr pemerintah belum ngumumin kenaikan #BBM aja, harga2 bahan pokok udah ancang2 pada mau naik. Ini efek dominonya.

Alasan utama yg sering dipake Pemerintah ttg kenaikan #BBM adalah utk menyelamatkan APBN krn harga minyak global trs naik & memberatkan APBN

Memang betul harga minyak dunia bbrp bulan terakhir melejit. Harga minyak yg jd basis penyusunan APBN diasumsikan 60 USD per barrel. #BBM

Tp skr harga kisaran minyak dunia sudah menembus angka psikologis 100 USD, bahkan sempat 125 USD per barrel. #BBM

Jd kata pemerintah, kalo #BBM tidak dinaikkan, maka akan membuat APBN jebol 200 Trilyun lebih untuk subsidi

jika subsidi #BBM dibiarkan mencapai 200 Trilyun, anggaran APBN tidak akan cukup, krn hanya dianggarkan sktr 120 Trilyun (sebelum dikorupsi)

Jadi cara paling cepet nambahin pemasukan negara gmn? Ya naikkin #BBM biar kas aman. Setoran sana sini tetep aman.

Padhal sudah byk sekali digulirkan ide-ide dari pakar ekonomi yg real dan konkret utk menambah pemasukan negara tanpa menaikkan #BBM

Salah satu solusinya naikkin cukai rokok di angka 100-200%. Percaya deh, para perokok sejati biarpun rokok mahal ttp aja dibeli. #BBM

Thn 2012 target pemerintah dr pendapatan cukai rokok 70 Triliun. Kalo dinaikkan 100%, jd 140 T. Kalo 300%? Jd 210 T. Selesai urusan. #BBM

Utk para perokok sejati dan non-sejati, biarpun 300% kenaikan harga rokok, ttp aja pasti dibeli. #BBM

Kalopun para perokok merasa mahal, ya mrk akan ngurangin pembelian rokok dan ini malah bagus, kesehatan rakyat lebih terjamin. #BBM

Harga rokok di Indonesia itu MURAH, dibanding dg negara lain & dibanding dg dampak rusaknya kesehatan krn rokok. #BBM

Di Singapore, harga rokok Sampoerna buatan Indonesia dijual Rp 80,000/bungkus. Di Indonesia? Cukup Rp 12,000/bungkus atau 1/7 nya. #BBM

Jd cukai rokok dinaikkin 300% aja itu masih kecil, kalo perlu naikkin jd 500%. Cash money pemerintah bertambah 350 TRILYUN. #BBM

Knp cukai rokok yg dinaikin? Krn harga rokok ga ada dampaknya thdp kenaikan harga bahan bahan pokok lainnya. #BBM

Itu duit 350 Trilyun/thn kalo bener2 utuh dipake utk kesejahteraan rakyat dan ga ada yg dikorupsi, Indonesia makmur semakmur2nya.

Sbg perbandingan, harga 1 liter #BBM di Qatar itu LEBIH MURAH dibanding harga air putih. Gendeng kan? Itu krn pemerintahnya amanah.

Harga seliter #BBM di Qatar itu ga sampe 1 Riyal (Rp 2500), sedangkan harga air putih 1 liter sktr 1,5 Riyak

Harga #BBM 1 Riyal (Rp 2500) per liter di Qatar itu dg kualitas oktan 92 atau selevel Pertamax Plus di Indonesia.

Pertanyaannya skr adalah, berapa sesungguhnya kapasitas produksi minyak Pertamina? Knp trus menurun? Pada bocor kemana itu? #BBM

Brp tingkat kebocoran yg trjadi? Sudahkah kinerja BUMN menunjukkan performa sehat? Inilah pertanyaan2 yg ga pernah terungkap ke publik. #BBM

Selain itu, cara lainnya pemerintah harus punya nyali utk renegosiasi kontrak royalti di sektor migas dan pertambangan. #BBM

Sgt sgt ga masuk akal, profit sharing Freeport & Pemerintah Indo itu 97% : 3%. Kita cm kebagian 3%, sisanya diangkut ke amrik. Miris. #BBM

Itu baru Freeport, blom Blok Cepu, LNG Tangguh, dll. Hampir semua kontrak royalti sgt merugikan Indonesia. #BBM

Masa kita yg punya lahan, kita yg punya sumber daya alamnya, tp cm dihargai 3%? Idealnya adalah 50-50 atau paling mentok 40-60. #BBM

Qatar yg skr jd negara terkaya di dunia itu hny mengandalkan 1 sektor: LNG (Liquified Natural Gas). Indonesia? Semua SDA ada di sini. #BBM

Kita punya mineral, batubara, LNG, timah, minyak, sampe daun singkong utk bahan bakar nabati pun kita punya. Betapa kayanya bangsa ini. #BBM

Solusi dr pemerintah utk memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kpd rakyat miskin hanya utk menghibur sesaat. #BBM

BLT akan mendorong iklim kontra-produktif yg dlm jangka panjang justru melahirkan anak2 bangsa bermental pengemis. #BBM

Oke lanjut. Selama ini terdapat premis yg keliru: kenaikan harga minyak dunia selalu jadi alasan menaikkan #BBM.

Padahal, kenaikan harga minyak dunia mestinya jadi berkah (windfall) bkn bencana, jika target produksi dlm negeri (Pertamina) tercapai. #BBM

Dr sini sudah bs jadi indikasi tentang adanya salah urus di sektor pengelolaan Produksi dan Distribusi #BBM Nasional.

Solusinya? Di sektor hulu penyaluran #BBM, hrs ada upaya yg ketat utk mencegah manipulasi #BBM bersubsidi oleh oknum2 tertentu.

Untuk itu, harus diikuti dg upaya penegakan hukum (law enforcement) yang bs menyapu bersih mafia #BBM secara tegas tanpa pandang bulu.

Jika Pemerintah mengatakan penyaluran #BBM bersubsidi tdk efektif & tdk adil, maka jelas jawabannya bukan dg menaikkan harga.

Tp bagaimana mengendalikan penyaluran #BBM secara terkendali, akuntabel dan transparan, shg distribusi BBM dapat dipertanggungjawabkan.

Dan subsidi #BBM hanya diberikan sesuai kpd yg bnr2 membutuhkan (motor, angkutan umum, kapal2 nelayan) yg memang layak  disubsidi.

Maka, gagasan pengendalian konsumsi #BBM bersubsidi jauh lebih baik drpd menaikkan harga BBM, krn social cost yg rendah.

Solusi lainnya, kebijakan fiskal darurat berupa pemangkasan anggaran proyek2 departemen dan non-departemen yg rawan korupsi. #BBM

Gelombang demo skr ini di satu titik akan berubah eskalasinya jd kerusuhan massal yg bs melumpuhkan aktivitas vital masyarakat. #BBM

Penguasa mana yang sanggup meredam jika rakyatnya sdh marah? Apakah akan menurunkan tentara utk meredam? Brp jiwa yg akan jd korban? #BBM

Penurunan tentara utk meredam massa tdk akan membuat rakyat yg sudah kelaparan jd takut, justru makin beringas. #BBM

Rakyat bs jd sgt berani menghadapi semburan gas air mata, tembakan peluru karet atau moncong panser sekalipun, spt kerusuhan Mei 1998. #BBM

Yak, sekian twit panjang malam ini ttg #BBM dr saya yg awam. Smg niat Pak Presiden naikkin #BBM tgl 1 april nnt hanya April Mop :D

Sumber; Twitter Pak Muhammad Assad


Kamis, 15 Maret 2012

Tolak Kenaikan BBM: Lawan Badut Berlumur Minyak

http://wasathon.com/opini_anda/read/tolak_kenaikan_bbm_lawan_badut_berlumur_minyak/
POLEMIK kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi terus bergulir. Kalangan media massa, pengamat ekonomi, anggota DPR, mahasiswa dan pemerintah saling bertarung wacana. Mereka melontarkan banyak alasan sehingga menghasilkan perbedaan pandangan pro dan kontra. Kalangan pro berpendapat, kenaikan BBM tidak dapat ditunda agar tidak ada pembebanan berlebihan terhadap anggaran negara. Apalagi tensi ketegangan dunia Barat dan Islam semakin memuncak. Kalangan Barat (diwakili AS) dan islam (diwakili Iran) saling menebar ancaman yang berujung kebijakan mengembargo minyak Iran. Amerika Serikat beralasan Iran bersikap keras kepala dengan tidak mau menutup industri nuklirnya.

Selanjutnya bisa dibaca di link di atas :)

Senin, 05 Maret 2012

Setengah Karyawan Setengah Bos Tapi Kaya

http://wasathon.com/entrepreneur/read/setengah__karyawan_setengah_bos_tapi_kaya/
Apa yang terpikir dalam benak kita saat mendengar kata "bisnis sampingan"? Penghasilan tambahan yang menjanjikan? atau malah perasaan enggan dan takut repot karena sudah seharian memeras tenaga di kantor atau tempat kerja? Kedua macam pemikiran itu adalah hal yang manusiawi karena manusia yang normal tentu saja ingin lepas dari kesulitan dan mendapat kesenangan. Buku ini adalah salah satu upaya dari para penulisnya untuk menjembatani kedua pemikiran yang sekilas saling bertentangan itu.

Selanjutnya, ada di link :)

Semoga bermanfaat

Selasa, 22 November 2011

[Kultwit] Motivasi Bisnis by Komunitas TDA

20 kiat memotivasi diri,malam ini jam 19.00 cc: @tangandiatas

"Komunitas @tangandiatas : Berbagi, Memberi, dan Meraup Rezeki" menurut @silih

Memberikan rahasia bisnis, berbagi informasi dan memberi jalan kompetitor untuk maju, Itulah value yang dianut oleh komunitas TDA, #TDA

Sebuah komunitas yang mendukung anggotanya satu sama lain untuk menjadi wirausaha

Berbeda dengan prinsip kewirausahaan umumnya yang menekankan pada pentingnya menjaga resep produk/jasa #TDA

komunitas @tangandiatas ini justru menekankan pentingnya konsep berbagi di antara sesama.

Di kalangan @tangandiatas bahkan ada keyakinan bahwa semakin banyak berbagi, maka akan semakin banyak benefit yang didapat #TDA

Suatu paham yang berangkat dari rasa bersyukur atas keberlimpahan rezeki yang pasti diberikan oleh Tuhan #TDA

Komunitas @tangandiatas adalah sebuah komunitas yang dibangun dengan basis dunia maya, terutama mailing list #TDA

kemudian berkembang menjadi kelompok-kelompok kecil bisnis yang disebut dengan Master Mind. #TDA

Komunitas ini eksis dengan pendekatan 360o dalam sistem komunitas mereka.

master mind ini,dlm kurun waktu tertentu, sebuah kelompok melakukan pertemuan untuk melakukan sharing 1 sama lain tentang bisnis msg2 #TDA

menjadi kaya dan dermawan adalah nilai-nilai komunitas yang berkembang dikalangan kami #TDA

Mau tahu bagaimana komunitas ini bergerak dengan sistem sel? #TDA

Tayangkan pertanyaan di milis TDA bahwa Anda akan memulai usaha, maka bukan hanya jawaban yang Anda akan dapat, tapi juga bimbingan. #TDA

Bahkan, tidak jarang beberapa orang akan mengajak bertemu untuk memberikan penjelasan detail mengenai lika-liku bisnis anda. #TDA

Cari komunitas yang nilai-nilainya begitu kental masuk menjadi sikap dan perilaku anggotanya #TDA

Demikian dulu sharing malam ini.. selamat malam...

Senin, 01 Agustus 2011

Pertengkaran di awal Ramadhan dan hikmah pelajaran di baliknya

Malam itu adalah malam terakhir bulan Syaban tahun 1432 Hijriyah.  Saat itu ummat Islam Indonesia mulai menunaikan sholat tarawih di masjid-masjid.  Malam itu saya tidak dapat menunaikan sholat tarawih di masjid dekat rumah karena sedang dalam perjalan pulang dari daerah Depok.  Saat berada di daerah Pancoran, hari sudah malam dan saat itu sudah memasuki waktu Isya. Saya pun turun dari Metromini dan menunaikan sholat Isya dan tarawih di salah satu masjid.  Sesudah menunaikan sholat Isya dan tarawih, saya pun pulang kembali ke arah Manggarai.

Dalam perjalanan pulang, Metromini yang saya tumpangi berhenti di antara jalan Raya Pasar Minggu dengan jalan Saharjo.  Saat itulah, entah kenapa, terjadi pertengkaran antara supir dan kernet Metromini yang saya tumpangi dengna Metromini yang lain dengan nomor dan jurusan sama.  Mungkin mereka sedang berebut penumpang karena mereka harus memenuhi target setoran hari itu.  Saat metromini yang saya tumpangi hendak meninggalkan areal dekat Patung Pancoran tersebut, Metromini lawannya selalu menghalang-halangi.  Akhirnya, metromini yang saya tumpangi ber sama penumpang lain yang cukup banyak jumlahnya itu pun mundur agak jauh ke belakang, dan tiba-tiba berbelok ke jalan lalu langsung ngebut ke arah jalan Saharjo.  Supir dan kernet metromini lawannya pun memaki-maki, namun semua itu tidak dihiraukan oleh metromini yang langsung pergi itu.  Entahlah apa yang akan terjadi kalau mereka bertemu lagi, baik di pangkalan atau di jalanan.  

Memang memprihatinkan keadaan jalan-jalan di ibukota Jakarta dan berbagai kota lainnya di Indonesia ini.  Seakan hukum tidak lagi berlaku di sana dan digantikan hukumnya sendiri, yang lebih mirip hukum rimba. Hampir setiap hari kita dengar berita-berita tentang kejahatan yang terjadi di jalanan.  Baik pencopetan, penodongan atau bahkan yang sampai merenggut korban jiwa.  Kemiskinan sudah membutakan mata hati banyak manusia sehingga menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup.  Ego kebinatangan manusia pun terusik hingga manusia jatuh ke tingkat kecerdasan EGO yang merupakan kecerdasan terendah dalam konsep Se7en Energy Intelligence.  Suatu kecerdasan yang tingkatannya sama dengan binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi hingga manusia tidak bisa menggunakan telinga, mata dan hatinya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.  "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al A'raf ayat 179)

Yang lebih memperihatinkan lagi adalah saat itu akan memasuki bulan mulia nan penuh berkah bernama Ramadhan.  Bulan nan suci itu seakan tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap perbaikan akhlaq dan moral para pengemudi tersebut.  Setoran pada pemilik kendaraan adalah yang utama, yang harus didapatkan bagaimanapun caranya walaupun harus berseteru dengan kawan sendiri.  Setoran tersebut, bagi mereka, adalah perkara hidup dan mati sehingga harus diperjuangkan mati-matian.  

Sebagai penumpang, tentu saja saya merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu.  Saya yakin para penumpang lain pun juga merasakan ketidaknyamanan yang sama.  Namun, saya pun mungkin akan berlaku seperti mereka apabila saya merasakan tekanan yang sama.  Betapa uang setoran harus mencapai target karena berhubungan dengan operasional perusahaan secara keseluruhan.  Target setoran yang tidak tercapai tentu akan menyebabkan pemilik kendaraan tidak senang dan mungkin akan marah pada si pengemudi.  Jika si pengemudi sering menunggak setoran, bukan tidak mungkin dia dipecat dan bakal kesulitan mencari pekerjaan lain.  

Memang selama ini, dengan tidak mengecilkan hasil dan perbaikan yang sudah dilakukan, peran pemerintah dalam membina akhlak dan moral masyarakat masih rendah efektifitasnya.  Solusi-solusi dan program-program yang dibuat seringkali masih bersifat instruksional dan masih kurang dipahami oleh masyarakat.  Masyarakat sendiri pun masih belum merasakan kehadiran pemerintah yang memahami, melindungi dan mengayomi mereka.  Masyarakat bagaikan orang-orang yang tersesat di hutan belantara buas yang dipenuhi serigala-serigala lapar yang bisa memangsa mereka setiap saat.    

Padahal, menurut pak Masril Koto, sebagaiman dirangkum mas Eko BS di jurnalnya yang ini,  membantu masyarakat harus mengenal mereka, tidur bersama mereka, hidup bersama mereka untuk mengetahui apa tantangan yang mereka hadapi. Tidak bisa kita melihat suatu masyarakat, lalu membantu dengan solusi-solusi yang top-down.  Solusi harus disusun oleh mereka sendiri ... dengan kita membantu merealisasikannya.  Membawa program-program pemberdayaan ke masyarakat secara top-down, tidak akan menjadikan program-program tersebut sustainable, berkelanjutan ... Begitu dana untuk program tersebut habis, program akan layu dengan sendirinya.

Ladang amal pemberdayaan masyarakat masih terbentang luas.  Semua itu menjadi bisa peluang emas bagi kita yang mau menggarapnya dengan baik dan benar serta penuh kesungguhan.  Namun, semua itu bisa juga berubah menjadi hutan belantara liar yang dipenuhi makhluk-makhluk buas apabila dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan yang berarti.  Dan, kita sendirilah sebagai bagian dari masyarakat yang akan menanggung akibat pembiaran itu, baik di dunia maupun di akhirat.  Semoga Ramadhan kali ini bukan hanya dimaknai sebagai ajang pengumpulan pahala sebanyak-banyaknya, tetapi juga dimaknai sebagai bagian dari motivasi kita untuk lebih peduli pada sesama, mengasah empati dan memberi lebih banyak lagi semaksimal mungkin yang kita mampu.  

Semoga bermanfaat.      

Related posts

KULTUM 10 - HAL YANG MENYEBABKAN MANUSIA MASUK NERAKA

Siapa bilang orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Pak Masril Koto, William Easterly dan Irwan Prayitno

Mengenal Se7en Energy Intelligence

Siapa bilang orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Sebuah tulisan dengan judul provokatif muncul di blog platform Kompasiana.  Tulisan itu berjudul Kenapa Orang Miskin Dilarang Puasa Ramadhan?.  Intinya sih, si penulis mempertanyakan apakah orang miskin masih perlu puasa di bulan Ramadhan, padahal hampir setiap bulan dalam setahun mereka terus menerus puasa.  Tulisan itu memang lebih dari cukup untuk membuat orang yang punya ghirah / kecemburuan pada agamanya walau hanya sedikit mendidih dalam emosi.  Nmaun, bila kita cermati lebih jauh, ada kritik membangun yang bisa kita manfaatkan walaupun penulisnya memang sudah mengakui bahwa dirinya adalah setan.  Mungkin salah satu setan yang ada dalam Al Quran yang berwujud manusia yang disebutkan dalam surat ke 114, An Naas.

Puasa atau shaum Ramadhan adalah kewajiban kaum muslimin, baik miskin ataupun kaya.  Jadi tentu tidak ada alasan bagi kita untuk melarang orang miskin puasa.  Yang harus diperbaiki adalah paradigma kita tentang puasa itu sendiri. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, puasa pun telah terdegradasi menjadi ritual hampa makna yang datang setahun sekali.  Apabila sudah mampu menahan lapar dan haus dari pagi sampai adzan maghrib berkumandang, sudah dianggap lunas hutang, gugur kewajiban dan pahala sudah di tangan.  Sehingga, sudah entah berapa kali Ramadhan bertandang setiap tahun, hampir tidak ada perubahan berarti yang terjadi di negeri ini.  

Di sisi lain, kemiskinan adalah masalah umat Islam yang tidak bisa dipandang sebelah mata.  Meskipun ghirah untuk berbagi dan bersedekah sudah mulai menggema, namun semua masih jauh dari harapan pengentasan kemiskinan. Masih banyak diantara jamaah dan organisasi Islam yang kurang memperhatikan masalah kemiskinan umat ini.  Pak AM Waskito, penulis buku Republik Bohong, menyebutkan hal itu dalam blog beliau di bagian pemikiran.   Padahal, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 2, salah satu ciri orang bertaqwa adalah suka membagi rezeki yang diperoleh dengan jalan halal kepada mereka yang membutuhkan.  Tentu yan dimaksud dalam ayat tersebut termasuk pula ijtihad untuk menentukan ke mana harta tersebut disalurkan agar pembagiannya efektif.  Islam sangat mengecam orang-orang yang bakhil dan mengangkangi harta mereka sehingga peredarannya menjadi terbatas.   Dalam as-Sunan al-Kubra, al-Baihaqi menuturkan pernyataan tegas Ali bin Abi Thalib ra, “Allah telah mewajibkan kepada orang-orang kaya agar memberikan hartanya sebanyak yang dapat mencukupi kebutuhan orang-orang miskin. Karena itu, jika orang-orang miskin itu kelaparan, tidak berpakaian dan menderita, maka penyebabnya adalah orang-orang kaya itu enggan memberi. Allah pasti akan menghisab dan mengazab mereka karena sikapnya itu.”  Namun, seringkali orang mengatakan bahwa ancaman adzab itu sebagai omong kosong dan dongengan belaka.  Sebagaimana kaum-kaum terdahulu mengatakan kepada para nabi mereka "Datangkanlah adzab itu jika engkau termasuk orang yang benar".    

Persoalan kemiskinan diperparah lagi dengan kinerja lembaga-lembaga keuangan international yang lemah kinerjanya.  Banyak pihak yang mencurigai bahwa lembaga-lembaga itu adalah perpanjangan tangan pengusaha kapitalis dan imprealis untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya di negeri-negeri dunia III yang miskin.  Salah satu pihak yang mengkritik kinerja lembaga-lembaga tersebut adalah Muhammad Yunus dalam buku autobiografinya, Bank Kaum Miskin.  Yunus menganggap lembaga-lembaga keuangan interational itu terlalu sombong untuk belajar dari orang-orang miskin agar dapat memberi solusi yang efektif dari permasalahan mereka.  Tepat sekali sesuai dalam buku 'THE WHITE MAN'S BURDEN' karya William Easterly, profesor di New York University yang juga mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat harus tumbuh dari SEARCHER yang mencari solusi yang membumi, yang sesuai dengan keadaan di lapangan bukan dari PLANNER yang menyusun program, cetak biru berdasarkan teori-teori yang sudah ada.   

Namun, terkadang orang miskin pun memanfaatkan kelemahan mereka untuk memperoleh apa yang mereka inginkan secara gratis.  Mereka lebih suka meminta-minta daripada berusaha untuk memenuhi kebutuha mereka sendiri.  Banyak orang yang masih sehat lebih suka meminta-minta di jalanan daripada mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka.  Bahkan saat bencana melanda sekalipun, para relawan yang akan membantu malah dibebani oleh mereka sendiri.  Mereka malah minta upah saat diminta membantu para relawan mengangkat mayat atau menurunkan barang bantuan dari kendaaraan.  Saat menjelang pemilu dan pilkada, mendadak uang dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk mempengaruhi mereka agar memilih partai atau calon tertentu.  Tidak mengherankan apabila yang naik ke panggung kekuasaan di negeri ini adalah orang-orang yang gila harta dan haus kekuasaan.

Dalam salah satu hadits, diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril pernah mengatakan kepada Rasulullah SAW tentang kehidupan ini.  Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, “Malaikat Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak (terlalu sering) minta-minta pertolongan orang lain.’”

Allah SWT menegaskan bahwa shaum Ramadhan diwajibkan agar kaum muslimin menjadi orang-orang yagn bertaqwa.  Hahkan dalam hadits qudsi, Allah SWT menegaskan bahwa balasan pahala seseorang yang berpuasa ditentukan sendiri oleh Allah SWT. Bisa jadi, sesudah berpuasa seseorang mendapat balasan yang luar biasa dan dihapuskan dosanya hingga kembali pada fitrahnya sebagai seorang manusia. Bisa juga dia tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan haus semata. Hal itu hanya dapat diketahui saat semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar saat semua amalnya diperiksa dan apa saja yang dilakukan saat hidup di dunia dipertanggungjawabkan.  Namun, masih jauhnya hasil dari pengentasan kemiskinan dari harapan bisa dijadikan indikasi betapa rendahnya kualitas puasa Ramadhan kita selama ini.  Maka, tidak mengherankan apabila orang-orang seperti penulis tulisan di atas seakan bebas menulis dan menerbitkan tulisan-tulisannya tanpa ada keseganan pada kaum muslimin Indonesia.  Mereka seakan-akan bebas menghujat dan menghina keyakinan kaum muslimin tanpa ada konsekwensi hukum sama sekali.  

Ghirah boleh saja mendidih, bahkan memang seharusnya seperti itu.  Orang yang tidak merasakan gejolak emosi saat keyakinannya diobok-obok orang lain, seperti penulis tulisan menyakitkan itu, tentu perlu diragukan keimannannya.  Tetapi, yang namanya kepala harus tetap dingin dan harus tetap mampu berpikir.  Seperti quote yang disebutkan Bruce Lee dalam filmnya, Enter the Dragon, yang dirilis tahun 1973 "I said Emotional Content, not Anger".  Orang yang bijak adalah orang yang bisa menjadikan semua orang, bahkan orang yang memusuhinya, sebagai guru-gurunya.  Sebagaimana digagas dalam motto School of Life, "Jika semua tempat adalah sekolah, maka semua orang adalah guru".  Jadi, siapa bilang orang miskin dilarang puasa.  Yang harus dilakukan adalah perbaikan kualitas puasa dari orang-orang yang berpuasa itu sendiri, baik yang miskin ataupun kaya.  

Referensi

Bank Kaum Miskin, autobiografi Muhammad Yunus, terbitan Marjin Kiri

situs

Kenapa orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Mengentaskan kekayaan

Manhaj Pemahaman

Pak Masril Koto, William Easterly dan Irwan Prayitno

Rabu, 29 Juni 2011

Mungkinkah meng-EMBARGO DIRI SENDIRI?

Give control over nation economy and I don't care who write its law

Rotschild

Tulisan EMBARGO DIRI SENDIRI yang beredar luas di berbagai blog, situs dan forum internet seakan kembali menyentakkan kesdaran kita akan amanah dan anugerah yang diberiakn Allah SWT keapda bangsa Indonesia.  Sebuah gugugsan kepualauan yang menghiasi katulistiwa bagaikan untaian jamrud yang sangat indah dan berharga.  Belum lagi hasil bumi yagn terkadung di dlaamnya.  Sudah sepantasnya, seluruh rakyat Indonesia hidupa laksana surga di dunia ini.  Kaum muslimin Indonesia memiliki kemampuan besar untuk membantu saudaranya sesama muslim di Palestina dan  tempat-tempat lainnya di dunia ini.  Dengan memandirikan dirinya sendiri, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menekan negara-negara lain baik secara politis ataupun ekonomi.  Sehingga, negara-negara lain pun tidak ada yang berani kurang ajar terhadap kaum muslimin di negara-negara tersebut.  

Namun demikian, masih begitu banyak rakyat negeri ini yang hidupnya sengsara, jauh dari sejahtera apalagi bahagia.  Penduduk Indonesia, terutama kaum musliminnya, terlena oleh berbagai macam hiburan sensasional mulai dari sinetron lebay sampai film-film impor, baik di bioskop atau DVD bajakan.  Mereka yang mampu lebih mengutamakan keinginannya daripada membantu sesama yang membutuhkan.  Sehingga, perbedaan dan kesenjangan antara yang miskin dan kaya seakan sejauh bumi dan langit.  Ada orang miskin yang sampai mati kelaparan dan ada pula yang bisa menghambur-hamburkan urang untuk pesta mewah, rumah megah, kendaraan mengkilap dan lain sebagainya.   Belum lagi para TKI yang terpaksa mengadu nasib di negara-negara orang dengna resiko penghinaan, penyiksaan bahkan pemancungan seperti yang terjadi baru-baru ini.  Sebagian lain ditunjukkan oleh Film dokumenter karya John Pilger, The New Rulers.  Film tersebut memperlihatkan betaapa jauh kesenjangan antara yang kaya dan miskin.  Buruh yang hanya dibayar sedikit untuk setiap produk seperti celana pendek atau sepatu olah raga yang dihasilkan, sementara seorang pegolf profesional dibayar lebih mahal daripada akumulasi gaji para buruh tadi.  Buruh-buruh tersebut tinggal di rumah-rumah petak dengan sanitasi seadanya, di dekat got mampet dan genangan air yang bisa jadi sarang nyamuk.  Bahkan, Pilger sendiri sampai sakit malaria gara gara shooting film di sana.  

Sebuah negara kecil di ujung semenanjung Malaya adalah salah satu pihak yang secara zalim turut menikmati kekayaan aalam Indonesia.  Negara bersimbol singa itu seakan akan jadi surga di dunia untuk para koruptor dan penjahat ekonomi Indonesia.  belum lagi mereka yang membelajankan banyak uang di sana.  Hingga terdenagar seloroh bahwa income terbesar Singapore adalah uang yang dibelanjakan oleh para koruptor Indonesia,  baik dari hasil shopping, rumah sakit, penginapan dan sebagainya.  Singapore bisa terus bertumbuh karena makan uang haram para koruptor, terutama dari Indonesia.  Dalam acara Postcard from Meulborne di radio Lite FM, Nuim Khaiyyat pernah menceritakan bahwa ada orang Singapore yang cerita bahwa mereka bisa menggaji PM dan para menterinya ratusan juta dollar per tahun karena uang hasil korupsi di Indonesia.  Tidak mengherankan pula jika negara Zionis yang sekarang masih menjajah dan menindas kaum muslimin di Palestina seakan-akan kebelet dan ngotot membuka hubungan dengan Indonesia, baik hubungan diplomatik ataupun bisnis.  Manusia-manusia terkutuk yang sudah dilaknat oleh Allah SWT sejak zaman Bani Israil itu tentu saja tergiur untuk mendapatkan kekayaan bumi nusantara ini untuk memperkuat kekuatan mereka agar lebih mampu lagi menguasai dunia.  

Indonesia memang punya peluang besar untuk menjadi negara yang mampu menentukan nasib dunia dengan melimpahnya kekayaan alam yang ada di dalam buminya.  Masalahnya adalah, apakah kekayaan itu benar-benar dikelola sesuai keinginan yang memberi ataukah mau dikantongi tanpa peduli sesama anak negeri.  Sehingga ada yang memelesetkan sebuah lagu nasional menjadi suatu lagu penuh ironi yang menyedihkan

Kulihat ibu pertiwi
saat aku korupsi
air matanya berlinang
aku tidak peduli

Hutan, gunung, sawah lautan
masuk kantong sendiri
biarlah ibu berduka
yang penting aku kaya

EMBARGO DIRI SENDIRI hanya akan menjadi mimpi jika masyarakat negeri ini, baik yang miskin maupun yang kaya, belum mau beranjak kelaur dari zona nyaman mereka.  Yang kaya masih menikmati belanja dan berobat ke luar negeri, sementara yang miskin masih juga belum mandiri.  Yang kaya masih suka menghamburkan harta untuk kesenangan pribadi sementara yang miskin masih saja meminta ke sana dan ke sini.  Padahal Rasul SAW sudah pernah mengingatkan dalam salah satu hadits beliau yang  diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam kitab Jami`ul Awshat, Abu Nu`aim di dalam kitab Al-Hilyah dan juga Al-Hakim di dalam Kitab Mustadroknya meriwayatkan, Dari Ali RA, ia berkata : telah bersabda Rosululloh SAW : “Jibril mendatangiku dan berkata : Ya Muhammad hiduplah sesukamu karena engkau akan mati,cintailah siapa yang kamu mau karena engkau akan meninggalkannya, beramallah sesukamu karena engkau akan dibalas dan ketahuilah bahwa kemulyaan seorang mu`min pada qiyamul-lail dan Izzahnya pada kemandiriannya“.



Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan  

Selasa, 28 Juni 2011

[Copas] EMBARGO DIRI SENDIRI

Jarang-jarang mau copy paste tulisan orang, tapi yang ini menarik sih jadi apa boleh buat

Tulisan berikut ini sudah menyebar entah ke berapa situs, forum dan blog di internet.  Konom sumbernya BBM alias Blackberry Messenger, tapi saya sendiri tidak tahu siapa penyebarnya pertama kali.  Jika kita mengetikkan kata-kata EMBARGO DIRI SENDIRI di Google, maka tulisan inilah yang akan muncul  

Entah benar atau tidak, banyak sekali pelajaran yang terkandung dalam tulisan berikut ini, sayangnya kebanyakan blog hanay meng-copy paste tulisan ini tanpa dibahas lebih lanjut.  

selamat membaca semoga bermanfaat,

yang ini saya ambil dari

http://supriatno.blogdetik.com/index.php/2011/06/22/embargo-diri-sendiri/

-----------------------------------
Diambil dari Kisah Nyata :

Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 thn. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata,”Ur country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu. “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia, “lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can’t be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.

Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yang beli orang2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami,orang Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?

Ya,bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!

Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.

Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.

Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Sumber : BBM

Minggu, 22 Mei 2011

[Renungan] Indonesia vs Bani Israil

Survey Indobarometer mengindikasikan bahwa sebagian, mungkin sebagian besar masyarakat, menginginkan kembalinya orde baru.  Mereka mengingkan kehidupan yang relatif mudah untuk mendapatkan sandang pangan, yang penting dapur ngebul.  Keinginan tersebut dapat dipahami dengan baik, masyarakat memang sudah muak dengan kehidupan pasca reformasi yang tak kunjung memberi mereka kesejahteraan material yang baik.  Harga-harga terus merambat naik sehingga masyarakat, terutama yang miskin, seakan tak bisa berhenti mengencangkan ikat pinggang.  

Namun, banyak yang lupa atau pura-pura lupa bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi di era orde baru sesungguhnya adalah sesuatu yang semu.  Ekonomi berbasis utang luar negeri yang sebanarnya merupakan bom waktu yang bisa meledak setiap saat.  Tumpukan mesiu itu pun meledak saat Indonesia dihantam krisis ekonomi tahun 1997.  Nilai tukar dollar pun melonjak gila-gilaan sampai belasan ribu rupiah per dollar.  Akhirnya, proyek-proyek pembangunan pun mandeg serta banyak orang kehilangan pekerjaan.  Kerusuhan Mei 1998, walaupun oleh banyak pihak dituding sebagai rekayasa Orde Baru untuk bertahan, hakikatnya adalah ledakan dari akumulasi kekecewaan masyarakat atas kemiskinan mereka selama berada di lapisan bawah.  Jadi, klaim bahwa Orde Baru menyejahterakan masyarakat adalah kebohongan belaka.  Kerusakan moral dan akhlaq serta kemiskinan saat ini adalah stadium lanjutan dari kebobrokan dan kebohongan di era Orde Baru.   

Keinginan sebagian masyarakat untuk kembali ke era Orde Baru mengingatkan kita akan tingkah bani Israil yang justru ingin kembali kepada Firaun di Mesir Kuno.  Walaupun mereka sudah lepas dari perbudakan oleh Firaun, namun ternyata jiwa mereka belum lepas dari perbudakan oleh diri mereka sendiri.  Kehidupan di gurun pasir yang berat itu malah melemahkan jiwa mereka, bukan memperkuat.  Padahal, kemerdekaan dan kebabasan mereka dari perbudakan Firaun adalah anugerah besar yang tidak terhingga dari Allah SWT kepada Bani Israil.  

Allah SWT pun telah menganugerahi mereka dengan makanan berupa Manna dan Salwa, sebagaimana tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat (57) Dan telah Kami teduhi atas kamu dengan awan dan telah Kami turunkan kepada kamu manna dan salwa. Makanlah dari  yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepada kamu. Dan tidaklah mereka yang menganiaya Kami, akan tetapi adalah mereka menganiaya diri mereka sendiri.  Namun, nikmat Allah SWT berupa makanan Manna dan Salwa tidak juga memuaskan hawa nafsu rendah mereka yang cenderung pada kesenangan dunia.  Mereka merindukan kehidupan di Mesir Kuno, yang walaupun diperbudak, namun cukup terjamin sandang pagannya.  "Dan (ingatlah) seketika kamu berkata : Wahai Musa, tidakiah kami akan tahan atas makanan hanya semacam. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan engkau, supaya dikeluarkan untuk kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, dari sayur-sayurannya, dan mentimunnya, dan bawang putihnya, dan kacangnya dan bawang-merahnya. Berkata dia : Adakah hendak kamu tukar yang amat hina dengan yang amat baik ? Pergilah ke satu kota besar, maka sesungguh­nYa di sana akan dapatlah apa yang kamu minta itu ! Dan dipukulkanlah atas mereka kehinaaan dan kerendahan, dan sudah layaklah mereka ­ditimpa kemurkaan dari Allah. Yang demikian itu ialah karena mereka kufur kepada perintah- perintah Allah dan mereka bunuh Nabi-nabi dengan tidak patut. Yang demikian itu ialah karena mereka telah durhaka dan mereka telah melewati batas." Surat Al Baqarah ayat 60.  Tafsir ayat-ayat tersebut dapat dilihat di situs Tafsir Al Azhar

Kini, sejarah kelam Bani Israil terulang lagi pada bangsa dengan umat Islam terbanyak di dunia, Indonesia.  Orang-orang yang lebih rela diperbudak asal perutnya kenyang dan hidupnya nyaman daripada menderita dalam perjuangan menegakkan kebenaran. George Santayana, seorang filsuf pernah mengatakan "Those who forget the past are condemned to repeat it".  Bung Karno pun mencanangkan semboyan Jas Merah yang artinya "Jangan sekali-kali melupakan sejarah".  Sejarah bukanlah untuk dilupakan tapi juga bukan untuk menghantui kehidupan kita saat ini. Sejarah adalah pelajaran yang harus dipetik hikmahnya, bukan sekedar dihafalkan atau dijadikan monumen bisu tidak bisa berbicara.

Hadits yang diucapkan beberapa abad yang lalu oleh Rasulullah SAW pun terbukti kebenarannya. Umat Islam, termasuk di Indonesia, kini bagaikan hidangan di atas meja makan.  Musuh-musuh mereka siap menyerbu dari berbagai arah.  Penyakit Bani Israil berabad-abad yang lalu kini menjangkiti umat Islam Indonesia, cinta dunia takut pada kematian.  Dan penyakit itu pun melemahkan umat yang seharusnya mengemban amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi.  Padahal Allah sWT telah mengingatkan kepada kaum Bani Israil dan juga kita semua agar senantiasa bersyukur.  "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim:7).  

Lawan dari syukur adalah kufur, meskipun tidak selalu berarti sudah keluar dari agama Islam.  Bisa jadi, kita pun meruapakan bagian dari orang-orang yang tidak bersyukur, yang merupakan kezaliman.  Sebagaimana nabi Yunus berdoa saat berada dalam perut ikan besar yang menelannya, begitu pulalah kita harus kembali kepada Allah SWT mengakui keslaahan dan kezaliman kita selama ini dan kembali ke jalan yang diridhoiNya.  “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88),   

Astaghifirullahal Adzim.  

Referensi

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8434738

http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3224-mustajabnya-doa-dzun-nuun-nabi-yunus.html

http://tafsiralazhar.net46.net/myfile/S-Al-Baqoroh/al-baqoroh_ayat_57-61.htm