http://pedangkayu.blogdetik.com/2010/11/24/menyehatkan-pengguna-internet/
Tulisan untuk ikutan lomba nulis, yang mau ikutan juga infonya di sini ya
http://bandungblogvaganza.blogdetik.com/?page_id=73
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 November 2010
Rabu, 24 Februari 2010
[Puisi] Dan Gunung pun menangis
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-Araf [7]: 96)
dan gunung pun menangis 
seiring pohon pohon yang menjerit
saat ditebang habis
untuk proyek-proyek mafia kapitalis
yang gila harta dan doyan duit
dan gunung pun menangis
saat tak lagi bisa memeluk hujan
saat datang membawa kehidupan
hingga air yang penuh keberkahan
hanya bisa mengalir percuma ke dataran
dan gunung pun menangis
saat tak lagi bisa menahan tanahnya
yang telah digunduli pepohonannya
sehingga terjun bebas ke bawah sana
penduduk desa yang malang pun jadi korbannya
dan gunung pun menangis
saat para penduduk menjerit
karena datang tanah longsor yang menghimpit
hanya karena banyak manusia tidak lagi memegang amanah
mengolah alam dengan serakah
dan gunung pun menangis
ketika manusia tak lagi bertakwa
bahkan cenderung pada perbuatan-perbuatan durjana
padahal jika mereka beriman dan bertakwa
maka akan timbul berkah yang tiada taranya
dan gunung pun menangis
saat bencana tak bisa dihindari
hingga banyak manusia yang pergi
untuk tidak akan pernah kembali
ke dunia fana ini lagi
Aku hanya bisa terpana
mendengar tangisan gunung yang perkasa
tiada mampu berbuat apa-apa
karena aku juga korban peradaban durjana
yang tidak kenal bahasa kecuali harta benda
seiring pohon pohon yang menjerit
saat ditebang habis
untuk proyek-proyek mafia kapitalis
yang gila harta dan doyan duit
dan gunung pun menangis
saat tak lagi bisa memeluk hujan
saat datang membawa kehidupan
hingga air yang penuh keberkahan
hanya bisa mengalir percuma ke dataran
dan gunung pun menangis
saat tak lagi bisa menahan tanahnya
yang telah digunduli pepohonannya
sehingga terjun bebas ke bawah sana
penduduk desa yang malang pun jadi korbannya
dan gunung pun menangis
saat para penduduk menjerit
karena datang tanah longsor yang menghimpit
hanya karena banyak manusia tidak lagi memegang amanah
mengolah alam dengan serakah
dan gunung pun menangis
ketika manusia tak lagi bertakwa
bahkan cenderung pada perbuatan-perbuatan durjana
padahal jika mereka beriman dan bertakwa
maka akan timbul berkah yang tiada taranya
dan gunung pun menangis
saat bencana tak bisa dihindari
hingga banyak manusia yang pergi
untuk tidak akan pernah kembali
ke dunia fana ini lagi
Aku hanya bisa terpana
mendengar tangisan gunung yang perkasa
tiada mampu berbuat apa-apa
karena aku juga korban peradaban durjana
yang tidak kenal bahasa kecuali harta benda
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali.” (QS. AR-Ruum [30]: 41).
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Puisi sederhana yang didedikasikan untuk saudara2 yang tertimpa tanah longsor di Ciwidey dan sekitarnya,
semoga bermanfaat dan bisa menggugah kesadaran kita semua bahwa alam ini adalah amanah
Senin, 01 Februari 2010
[KOPDAR] Kopdar dadakan habis fesbukan di Bandung
Kopdar yang satu ini berlangsung beberapa waktu yang lalu di Bandung, cukup lama juga.
Saat itu saya sedang fesbukan (mainan facebook maksudnya) di sebuah warnet di Kota Kembang, Bandung. Saat itu, hari sudah menjelang sore, kira-kira jam setengah tiga.
saat itu saya mengetikkan di status facebook saya, bahwa saya sedang ada di Bandung. Seorang sahabat tiba-tiba mengomentari status saya tersebut. Dia bertanya, bandungnya tepatnya di mana? Ketika saya sebutkan lokasi saya, ternyata dia tinggal dekat dengan tempat tersebut. Spontan, dia mengundang saya ke rumahnya. Saya bilang, habis maghrib ya dan ternyata dia pun OK. Segera saja saya sudahi sesi internetan di warnet tersebut dan segera bergegas pulang. yang biasanya sore suka malas mandi, apalagi di Bandung airnya dingin banget, semua tertutup oleh semangat ingin bertemu sahabat baru. Sahabat saya yang satu ini, Muhammad Ishaq, adalah teman saya di Multiply juga. Dia termasuk orang yang saya add saat saya belum terlalu lama bergabung di Jaringan sosial tercinta ini. Selain terkadang mampir ke MP saya, Mas Ishaq juga sering kali mampir ke MP sahabat saya, Mas Yanuardi.
Namun, karena Mas Ishaq ada di Bandung dan saya di Jakarta, kita belum bisa kopdaran.... sampai saat fesbukan di warnet itu.
Saya sendiri memang tidak tahu banyak tentang jalan-jalan di Bandung. Karena itulah, pada saat sholat maghrib di masjid dekat tempat tinggal di Bandung, saya menyempatkan diri tanya pada sesama jamaah tentang daerah tempat tinggal sahabat baru itu. Mereka bilang, tempat tersbut tidaklah jauh. Namun, karena ingin menghindari resiko kesasar, saya langsung menyewa jasa ojek yang cukup banyak di daerah Cibeunying itu.
Ternyata, walaupun si tukang ojek itu urang bandung, namun alamat yang dicari lumayan ribet juga. Bahkan, yang lucu lagi, saya malah kesasar ke rumah kakak ipar sahabat saya itu. Untung pak tukang ojek belum saya izinkan pergi, kalau udah wah, bisa gak jadi deh kopdarnya.
Akhirnya, berdasarkan petunjuk si kakak ipar, saya bisa mampir ke rumah Mas Ishaq. Kami langsung ngobrol tentang bermacam-macam hal. karena mas ishaq ini juga penggemar kajian pemikiran Islam, maka obrolan kita pun juga menyangkut hal-hal tersebut. saya sempat bertanya tentang bermacam-macam jamaah dan manhaj yang ada di kota bandung. Mas Ishaq kebetulan pernah berinteraksi dengan orang-orang dari beragam jamaah tersebut. Bahkan disebutkan pula tempat-tempat berkumpul masing-masing pengikut jamaah-jamaah tersebut. Maklum, Bandung kan tempatnya relatif jauh lebih kecil daripada Jakarta. Sehingga berita dan interaksi cepat menyebar.
Mas Ishaq juga sedang giat-giatnya belajar Bahasa Arab di Masjid Salman ITB. Saya bahkan dihadiahi buku dan DVD belajar Bahasa Arab. Terima kasih ya mas, semoga saya juga bisa belajar, biar kalau ketemu lagi bisa ngobrol pakai bahasa Arab. Saya sendiri sudah merencanakan ingin kembali ke Bandung, bekerja kembali di tempat yang dulu. Di Jakarta ini saya benar-benar jadi pengangguran, sangat tidak nyaman.
Insya Allah sekalian belajar Bahasa Arab di Masjid Salman.
Karena hari sudah malam, sesudah sholat Isya berjamaah bersama mas Ishaq di sebuah masjid, saya pun pamit pulang. Kami berjalan bersama sampai ke dekat tempat tinggal saya di Bandung.
Setelah berpisah, saya tak kuasa menahan air mata karena rasa syukur yang tak terhingga ...
Ternyata, saudara dan sahabat dapat kita temukan di berbagai tempat di negeri tercinta ini ..
Rasa syukur tiada terkira terucap kepadaNya yang masih mempertemukan kita semua dengan orang-orang yang mencintai kita dan kita mencintai mereka, semoga kita semua tetap istiqomah dalam menjalan jalan yang lurus ini, jalan yang diridhoiNya .. Amiiin
Terima kasih pada Mas Muhammad Ishaq, atas kopdarnya dan sudah berkenan menerima saya bersilaturahmi ke rumahnya, semoga kita bisa bertemu lagi
Informasi tentang Kursus Bahasa Arab di Salman juga bisa dilihat di situs ini
Semoga bermanfaat
Saat itu saya sedang fesbukan (mainan facebook maksudnya) di sebuah warnet di Kota Kembang, Bandung. Saat itu, hari sudah menjelang sore, kira-kira jam setengah tiga.
saat itu saya mengetikkan di status facebook saya, bahwa saya sedang ada di Bandung. Seorang sahabat tiba-tiba mengomentari status saya tersebut. Dia bertanya, bandungnya tepatnya di mana? Ketika saya sebutkan lokasi saya, ternyata dia tinggal dekat dengan tempat tersebut. Spontan, dia mengundang saya ke rumahnya. Saya bilang, habis maghrib ya dan ternyata dia pun OK. Segera saja saya sudahi sesi internetan di warnet tersebut dan segera bergegas pulang. yang biasanya sore suka malas mandi, apalagi di Bandung airnya dingin banget, semua tertutup oleh semangat ingin bertemu sahabat baru. Sahabat saya yang satu ini, Muhammad Ishaq, adalah teman saya di Multiply juga. Dia termasuk orang yang saya add saat saya belum terlalu lama bergabung di Jaringan sosial tercinta ini. Selain terkadang mampir ke MP saya, Mas Ishaq juga sering kali mampir ke MP sahabat saya, Mas Yanuardi.
Namun, karena Mas Ishaq ada di Bandung dan saya di Jakarta, kita belum bisa kopdaran.... sampai saat fesbukan di warnet itu.
Saya sendiri memang tidak tahu banyak tentang jalan-jalan di Bandung. Karena itulah, pada saat sholat maghrib di masjid dekat tempat tinggal di Bandung, saya menyempatkan diri tanya pada sesama jamaah tentang daerah tempat tinggal sahabat baru itu. Mereka bilang, tempat tersbut tidaklah jauh. Namun, karena ingin menghindari resiko kesasar, saya langsung menyewa jasa ojek yang cukup banyak di daerah Cibeunying itu.
Ternyata, walaupun si tukang ojek itu urang bandung, namun alamat yang dicari lumayan ribet juga. Bahkan, yang lucu lagi, saya malah kesasar ke rumah kakak ipar sahabat saya itu. Untung pak tukang ojek belum saya izinkan pergi, kalau udah wah, bisa gak jadi deh kopdarnya.
Akhirnya, berdasarkan petunjuk si kakak ipar, saya bisa mampir ke rumah Mas Ishaq. Kami langsung ngobrol tentang bermacam-macam hal. karena mas ishaq ini juga penggemar kajian pemikiran Islam, maka obrolan kita pun juga menyangkut hal-hal tersebut. saya sempat bertanya tentang bermacam-macam jamaah dan manhaj yang ada di kota bandung. Mas Ishaq kebetulan pernah berinteraksi dengan orang-orang dari beragam jamaah tersebut. Bahkan disebutkan pula tempat-tempat berkumpul masing-masing pengikut jamaah-jamaah tersebut. Maklum, Bandung kan tempatnya relatif jauh lebih kecil daripada Jakarta. Sehingga berita dan interaksi cepat menyebar.
Mas Ishaq juga sedang giat-giatnya belajar Bahasa Arab di Masjid Salman ITB. Saya bahkan dihadiahi buku dan DVD belajar Bahasa Arab. Terima kasih ya mas, semoga saya juga bisa belajar, biar kalau ketemu lagi bisa ngobrol pakai bahasa Arab. Saya sendiri sudah merencanakan ingin kembali ke Bandung, bekerja kembali di tempat yang dulu. Di Jakarta ini saya benar-benar jadi pengangguran, sangat tidak nyaman.
Insya Allah sekalian belajar Bahasa Arab di Masjid Salman.
Karena hari sudah malam, sesudah sholat Isya berjamaah bersama mas Ishaq di sebuah masjid, saya pun pamit pulang. Kami berjalan bersama sampai ke dekat tempat tinggal saya di Bandung.
Setelah berpisah, saya tak kuasa menahan air mata karena rasa syukur yang tak terhingga ...
Ternyata, saudara dan sahabat dapat kita temukan di berbagai tempat di negeri tercinta ini ..
Rasa syukur tiada terkira terucap kepadaNya yang masih mempertemukan kita semua dengan orang-orang yang mencintai kita dan kita mencintai mereka, semoga kita semua tetap istiqomah dalam menjalan jalan yang lurus ini, jalan yang diridhoiNya .. Amiiin
Terima kasih pada Mas Muhammad Ishaq, atas kopdarnya dan sudah berkenan menerima saya bersilaturahmi ke rumahnya, semoga kita bisa bertemu lagi
Informasi tentang Kursus Bahasa Arab di Salman juga bisa dilihat di situs ini
Semoga bermanfaat
Senin, 01 September 2008
- Baksos Ramadhan MPers 2008
http://windageulis.multiply.com/journal/item/382/Baksos_Ramadhan_MPers_2008
Baksos di bulan Ramadhan oleh para MPers Bandung, ikutan yuk
Baksos di bulan Ramadhan oleh para MPers Bandung, ikutan yuk
Minggu, 18 November 2007
LeapInstitute :: Learning and Performance
http://leapinstitute.com
Leap Institute, tempat saya kerja waktu di Bandung dan belajar berbagai hal yang berhubungan dengan Psikologi (walau bukan mahasiswa psikologi)
Leap Institute, tempat saya kerja waktu di Bandung dan belajar berbagai hal yang berhubungan dengan Psikologi (walau bukan mahasiswa psikologi)
Langganan:
Postingan (Atom)