Tampilkan postingan dengan label harta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Spiritual Sinergi Semesta (S3) - Bahayanya Testimoni Sedekah

http://cahaya-semesta.com/article/101208/bahayanya-testimoni-sedekah.html
Sungguh merugi orang-orang yang riya, salah satunya adalah orang-orang yang menyebut-nyebut sedekahnya. Ketika ditegur maka mereka pun berkelit : "kami kan sekedar testimoni, biar orang-orang pada semanget sedekah kayak kami ini, Allah lebih tahu apa yang kami niatkan"

selanjutnya sila ke link :)

Minggu, 13 November 2011

Sedekah Rombongan | Menyampaikan Titipan dari Langit tanpa perlu Rumit, Sulit dan Berbelit

http://sedekahrombongan.com/
Apa itu #SedekahRombongan ?

Nama Saya Saptuari Sugiharto

Sejak tulisan saya tentang Putri Herlina bulan Juni 2011 lalu muncul di www.saptuari.com, respon dari kawan-kawan pembaca blog ini sungguh luar biasa! SMS dan Mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Ada yang meminta untuk diberikan ke Panti-Panti Asuhan yang ditinggali bayi, ada juga yang minta diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.

Saya seperti mendapatkan AMANAH DARI LANGIT untuk kepercayaan ini. Bayangkan, kawan-kawan yang tidak pernah berjumpa dengan saya, hanya ketemu di dunia maya rela untuk berbagi dan percaya bahwa sedekahnya akan sampai kepada yang berhak! Hanya Allah yang Berkuasa Membalikkan hati yang membuat semua ini terjadi.

Terimakasih kawan-kawan.. Amanah kalian akan kusampaikan! Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat… nanti saksinya kaki, tangan kita semua dan para Malaikat!

Setelah pertamakali saya menulis tentang pengumpulan bantuan untuk Panti Asuhan Sayap Ibu pada tanggal 9 Juni 2011, dan bantuan pertama dari pembaca blog www.saptuari.com diserahkan pada tanggal 13 Juni 2011, ternyata langkah itu tidak berhenti. Banyak yang terus menitipkan sedekahnya untuk saya sampaikan kepada mereka yang berhak. Ini memang bukan yang pertama untuk saya, pada bulan November 2011 lalu ketika Merapi meletus saya dan kawan-kawan di Kedai Digital juga bergerak mengumpulkan dana melalui Sosial Media sehingga terkumpul 180 Juta.

Setelah saya renungkan, saya memutuskan gerakan berlanjut ini dinamakan #SedekahRombongan (dengan bentuk Hastag yang mudah dikenali di Twitter), saya membuat dua rekening khusus di bank yang memang hanya boleh ditransfer untuk donatur #SedekahRombongan, bukan untuk rekening Bisnis. Satu persatu muncul kawan-kawan yang mendukung gerakan ini, tiap hari ada saja yang terus memberikan dananya, baik melakukan konfirmasi atau tidak. semua tercatat di mutasi yang rutin kami rekap.
Saya memutuskan tanggal 9 Juni 2011 adalah hari kelahiran #SedekahRombongan, jika Allah mengijinkan gerakan ini akan bertahan hingga tahun-tahun ke depan. Saya juga melakukan mengajak beberapa rekan menjadi Volunteer sukarela dalam gerakan ini. Mereka tidak digaji, namun biaya bensin akan kami ganti yang kami sisihkan dari dana #SedekahRombongan. Saya berkonsultasi kepada beberapa pihak yang mengerti hukum amil Zakat, termasuk pada Kang @jamilazzaini sebagai pendiri Dompet Duafa, bahwa biaya operasional memang seharusnya diambilkan dari dana bantuan. pada saat penyerahan juga muncul sukarelawan dadakan yang ikut mendukung gerakan ini, mereka semua ikhlas turun kelapangan tanpa mendapatkan imbalan…

Saya mulai mengerucutkan siapa saja yang bisa menjadi sasaran penerima #SedekahRombongan berdasarkan prioritas yaitu:

1. Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Pondok Pesantren yang sedang dibangun/kekurangan
8. Mushola/Masjid yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah (Quran, Sarung, Mukena dll)

#SedekahRombongan juga memiliki visi dalam bentuk penjelasan identitasnya:

“Ini adalah Sedekah Jalanan, ini tentang obat yang belum terbeli, beras dan lauk yang belum terbayar…
tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari, juga biaya sekolah yang masih tertunda…
juga tentang bangunan panti, pondok, tempat tinggal bersama yang harus ditambah luasnya…”

#SedekahRombongan menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit!”


Mari terus bergerak dan ikut mengangkatnya bersama-sama!
Gak ada perbuatan baik yang sia-sia… untuk tabungan kelak di kuburan kita semua…

“Sayangilah mereka yang ada di bumi, agar engkau dicintai yang ada di langit..”

(Rekening KHUSUS #SedekahRombongan)
Rek BCA: 456-492-1400
Rek Mandiri: 137-00-8979-8900
a/n Saptuari Sugiharto

Rabu, 04 Mei 2011

[Kultwit] Jejak kedermawanan Rasulullah by Bayu Gawtama



Kultwit berikut diambil dari buku Oase Hati yang ditulis Bang Bayu Gawtama.

Semoga bermanfaat

1. Umar bin Khattab bercerita, suatu hari seorang laki2 datang menemui Rasulullah Saw untuk meminta2, lalu beliau memberinya. #oasehati

2. Keesokan harinya, laki2 itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, - #oasehati

3. - Rasulullah pun memberinya. Keesokan harinya ia datang kembali untuk meminta2, Rasulullah bersabda, "Aku tidak mempunyai - #oasehati

4. - apa2 saat ini. Tapi, ambillah yg kau mau dan jadikan sbg utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku akan mmbayarnya" #oasehati

5. Umar lalu berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah memberi diluar batas kemampuanmu!" #oasehati

6. Rasulullah tidak menyukai perkataan Umar tadi. Tiba-tiba, datang seorang laki-laki dari Anshar sambil berkata, - #oasehati

7. "Ya Rasulullah, jgn takut, terus saja berinfak. Jgn takut dgn kmiskinan." Mendengar ucapan laki2 tadi, Rasul tersenyum,

8. - lalu beliau berkata kepada Umar, "Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Allah kepadaku." (HR. Turmudzi) #oasehati

9. Jubair bin Muth'im bertutur, ketika ia bersama Rasulullah Saw, tiba2 orang2 mencegat beliau & meminta dgn stengah memaksa -

10. - sampai2 beliau disudutkan ke sebuah pohon berduri. Kemudian salah seorang dari mereka mengambil mantelnya

11. Rasulullah berhenti sejenak dan berseru, "berikan mantelku itu! itu untuk menutup auratku. Seandainya aku mempunyai - #oasehati

12. - mantel banyak (lebih dari satu), tentu akan kubagikan pada kalian." (HR Bukhari) #oasehati

13. Ummu Salamah, isteri Rasululah bercerita, suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku dengan wajah pucat, #oasehati

14. Aku khawatir beliau sedang sakit. "Ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begini?" tanyaku. Rasulullah menjawab, - #oasehati

15. "Aku pucat begini bukan karena aku sakit, melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin, #oasehati

16. - sampai sore ini masih berbada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya." (HR Al Haitsami; derajat hadis ini sahih).

17. Aisyah berkata, suatu hari ketika sakit, Rasulullah menyuruhkan bersedekah dgn uang tujuh dinar yg disimpannya di rumah. #oasehati

18. Setelah menyuruhkan bersedekah, beliau lalu pingsan. Ketika sudah siuman, Rasulullah bertanya kembali, "Uang itu sudah - #oasehati

19. - kau sedekahkan?" "Belum, krn aku kemarin sangat sibuk," jawabku. Rasul bersabda, "Mengapa bisa begitu, ambil uang itu!" #oasehati

20. Begitu uang itu sudah di hadapannya, Rasulullah lalu bersabda, "Bagaimana menurutmu seandainya aku tiba2 meninggal, #oasehati

21. - sementara aku mempunyai uang yg belum aku sedekahkan? Uang ini tidak akan menyelamatkan Muhammad - #oasehati

22. - seandainya ia meninggal sekarang, sementara ia mempunyai uang yang belum disedekahkan." (HR. Ahmad). #oasehati

23. Sahl bin Sa'ad bertutur, suatu hari datang seorang perempuan menghadiahkan kpd Nabi Saw sepotong syamlah - #oasehati

24. - (baju lapang yang menutup seluruh badan) yang ujungnya ditenun. Perempuan itu berkata, "Ya Rasulullah, #oasehati

25. - akulah yang menenun syamlah ini dan aku hendak menghadiahkannya kepada Engkau," Rasulullah pun sangat menyukainya. #oasehati

26. Tanpa banyak bicara, beliau langsung mengambil dan memakainya dengan sangat gembira dan berterima kasih kepada wanita itu. #oasehati

27. Rasulullah benar-benar sangat membutuhkan dan menyukai syamlah tersebut. Tidak lama setelah wanita itu pergi, #oasehati

28. tiba2 datang seorang laki2 meminta syamlah tersebut. Rasulullah pun memberikannya. Para sahabat yang lain lalu mengecam - #oasehati

29. - laki2 tersebut. Mereka berkata, "Hai Fulan, Rasulullah sangat menyukai syamlah tersebut, mengapa kau memintanya?" #oasehati

30. - kau kan tahu Rasulullah tidak pernah tidak memberi kalau diminta!" Laki2 itu menjawab, "Aku memintanya bukan untuk - #oasehati

31. - dipakai sebagai baju, melainkan untuk kain kafanku nanti kalau aku meninggal." Tidak lama kemudian, #oasehati

32. laki-laki itu meninggal, dan syamlah tersebut menjadi kain kafannya. (HR Bukhari) #oasehati

33. Beberapa kisah diatas hanyalah sebutir jejak kedermawanan Nabi Muhammad Saw. Kisah2 lainnya bagaikan gunung pasir - #oasehati

34. - tertinggi yang takkan pernah sanggup diimbangi oleh siapapun. Sahabat2 Rasulullah hanya bisa meniru kedermawanan - #oasehati

35. - yg diajarkan Baginda Rasul itu, yg kmudian menambah panjang jejak sejarah kedermawanan yg dicontohkan Nabi & para sahabat. #oasehati

36. Lihatlah Thalhah bin Ubaidillah, seorang sahabat yg kaya raya namun pemurah dan dermawan. "Sungai yg airnya mengalir - #oasehati

37. - terus menerus mengairi dataran dan lembah" adalah lukisan tentang kedermawanan seorang Thalhah. Istrinya bernama - #oasehati

38. - Su'da binti Auf. Pada suatu hari isterinya melihat Thalhah sedang murung dan duduk termenung sedih. #oasehati

39. Melihat keadaan suaminya, sang isteri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah menjawab, #oasehati

40. "Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus aku lakukan?" #oasehati

41. Maka isterinya berkata, "Uang yang ada di tanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir miskin." #oasehati

42. Maka dibagi-baginyalah seluruh uang yang ada di tangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun! #oasehati

43. Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah, "Aku berkawan dengan Thalhah, baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. - #oasehati

44. - Aku melihat tdk ada seorang pun yg lebih dermawan dari dia thdp kaum muslimin. Ia mndermakan uang, sandang dan pangannya" #oasehati

46. Oleh krn itu, patutlah ia dijuluki "Thalhah si dermawan" "Thalhah si pengalir harta" "Thalhah kebaikan dan kebajikan" #oasehati

47. Sahabat lain yang mengukir jejak indah kedermawanan mencontoh Nabi adlh Tsabit bin Dardah yg memiliki kebun yg bagus, #oasehati

48. - berisi 600 batang kurma kualitas terbaik. Begitu turun firman Allah, "Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah - #oasehati

49. - pinjaman yg baik, maka Allah akan melipatgandakan (pembayaran) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh - #oasehati

50. - pahala yang banyak." (QS. Al Hadid :11), dia bergegas mendatangi Rasulullah untuk bertanya, "Ya Rasulullah, - #oasehati

51. - apakah Allah ingin meminjam dari hamba-Nya?" "Benar," jawab Rasulullah. #oasehati

52. Spontan Tsabit bin Dahdah mengacungkan tangannya seraya berkata, "Ulurkan tangan Anda, wahai Rasulullah!" #oasehati

53. Rasulullah mengulurkan tangannya, dan langsung disambut oleh Tsabit bin Dahdah sambil berkata, #oasehati
51. - apakah Allah ingin meminjam dari hamba-Nya?" "Benar," jawab Rasulullah. #oasehati

54. "Aku menjadikan Anda sebagai saksi bahwa kupinjamkan kebunku kepada Allah!" Tsabit gembira dengan keputusannya itu. #oasehati

55. Dlm prjalanan pulang dia mampir ke kebunnya. Dilihatnya isteri & anak2nya sdg brsantai di bawah pepohonan yg sarat dgn buah. #oasehati

56. Dipanggillah sang isteri, "Hai Ummu Dahdah! Cepat keluar dari kebun ini, aku sudah meminjamkan kebun ini kpd Allah!" #oasehati

57. Isterinya menyambut dengan sukacita, "Engkau tidak rugi, suamiku, engkau beruntung, engkau sungguh beruntung!" #oasehati

58. Segera dikeluarkannya kurma yg ada di mulut anak2nya seraya berkata, "Ayahmu sdh meminjamkan kebun ini kepada Allah" #oasehati

59. Ibnu Mas'ud mnceritakan bhw Rasulullah brsabda, "Brp banyak pohon sarat buah yg kulihat di surga atas nama Abu Dahdah." #oasehati

60. Artinya, Allah memberi Tsabit bin Dahdah pohon2 yg berbuah lebat di surga sbg ganti atas pemberiannya kpd-Nya di dunia. #oasehat

61. Indah nian jejak2 kedermawanan Nabi Muhammad Saw, lbh indah lagi apa2 yg dijanjikan Allah atas apa yg diberikan di jalan-Nya. #oasehati

62. Karenanya, seluruh sahabat pada masa itu berlomba2 mengikuti jejak Nabi dalam segala hal, termasuk tentang kedermawanan. #oasehati

63. Semoga, jejak kedermawanan itu terus terukir pada umat Muhammad hingga kini selama kita masih terus meleburkan diri - #oasehati

64. - pada rantai jejak indah itu, dan mengajarkannya kepada anak2 dan penerus kehidupan ini. #oasehati

Alhamdulillah, demikian tweeps kultwit pagi ini tentang "jejak kedermawanan Rasulullah" dari buku #oasehati , terima kasih :)

Rabu, 19 Januari 2011

Menunggu Wikileaks membongkar pengemplang pajak

Pajak telah lama dijadikan alat untuk memeras rakyat terutama di negara jajahan.  Koloni-koloni Inggris yang menjadi cikal bakal Amerika Serikat sekarang pernah melemparkan berpeti - peti teh yang akan dikirim ke Inggris.  Dengan menyamar sebagai suku Indian, mereka memprotes pajak yang dibebankan pada mereka dengan cara melempar peti-peti tersbut ke dalam laut di pelabuhan di Boston.  Peristiwa itu dikenal dalam sejarah dengan Boston Tea Party.

Contoh lain penerapan pajak yang sangat zalim terjadi di Prancis saat masih berbentuk kerajaan monarki.  Pada masa pemerintahan Raja Louis XIV, Prancis banyak berperang dengan negara - negara tetangganya.  Biaya peperangan dan tentara diambil dari pajak yang dibebankan pada rakyat yang sudah terhimpit kemiskinan.  Para bangsawan dan keluarga kerajaan Prancis waktu itu malah bermewah -mewah di atas penderitaan rakyat.  Pajak - pajak yang menghimpit dan membebani jauh di luar batas kemampuan menyebabkan Prancis terbakar Revolusi yang berdarah darah.  

Zaman sekarang pun banyak orang yang membayar pajak dengan setengah hati.  Mereka seakan tidak rela hasil kerja keras bercucuran keringat mereka harus dipotong pajak yang harus diserahkan kepada nagera.  Apalagi dengan terungkapnya berbagai kasus mafia pajak dengan aktornya yang terkenal itu.  Orang yang seharusnya dipenjara namun ternyata leluasa berpesiar ke luar negeri.  Betapa kecewanya para pembayar pajak yang akhirnya mengetahui bahwa ternyata uang pajaknya hanya terpakai untuk menghidupi para mafia yang hidup bergelimang kemewahan.  Sehingga tidak mengherankan apabila ada ulama Islam yang menghukumi pajak sebagai sesuatu yang haram.

Wikileaks

Seakan belum puas menelanjangi aib, kejahatan dan kekejaman negara adikuasa AS dan para sekutunya, situs pembocor berita kontroversial Wikileaks kembali membuat sensasi baru.  Mereka berencana membocorkan para pengemplang pajak dari kalangan pemerintahan, korporasi dan selebriti.  Situs tersebut juga sedang bersiap - siap mengoyak tabir yang selama ini meliputi sebuah tempat penyimpanan uang haram terkokoh di dunia: SWISS BANK.  Pembocornya adalah mantan pegawai salah satu bank di negara yang selalu netral dalam setiap konflik tersebut.  Berita selengkapnya ada di situs yang ini

Bank-bank di Swiss sudah lama menjadi rahasia umum dikenal sebagai tempat penyimpanan harta dan uang yang haram, tidak jelas sumbernya atau bahkan berdarah-darah.  Bahkan, dalam salah satu adegan film Street Fighter, yang diambil dari sebuah permainan perkelahian yang sangat terkenal di er 90, ada penyebutan bank Swiss.  Saat itu Jendral Bison, si diktator yang sadis dan kejam, bertanya pada salah satu anteknya Dee Jay, "apakah mereka sudah men-transfer uang yang diminta ke rekening bankku di Swiss?" begitu kira-kira dialognya.   

Z.A. Maulani, dalam buku Zionisme, Gerakan Menaklukkan Dunia, menjelaskan tentang penjualan aset-aset negara oleh para pejabat keuangan.  Dalam buku tersebut, ZA Maulani mengutip perkataan Joseph Stiglitz sebagai berikut:

“Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di negara penerima bantuan itu terbelalak, tatkala mengetahui prospek ‘pemberian’ 10% komisi beberapa milyar dolar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss, yang diambilkan dari harga penjualan aset nasional mereka tadi”.  Hal. 199

10 persen dari uang trilyunan memang bukan jumlah yang kecil.  Tidak mengherankan apabila Joseph Stiglitz menyebut program Privatisasi itu sebagai Program Penyuapan.  
 
Knight Templars dan Swiss

Harun Yahya dalam bukunya, Knight Templars, menyebutkan bahwa cikal bakal negara Swiss adalah kaum Templars yang melarikan diri dari Prancis saat Raja dan Paus beserta pasukan mereka melancarkan serangan mendadak pada tanggal 13 Oktober 1307.  Meskipun sebagian besar ksatria Templars tertangkap dan terbunuh, termasuk Grand Master Jacques de Molay, namun cukup banyak dari mereka yang berhasil melarikan diri.  Pengetahuan dan keterampilan kaum templars dalam perbankan, ekonomi dan keuangan sangat mempengaruhi cikal bakal pendirian bank-bank di Swiss.  Kemampuan mereka mengelola keuangan para bangsawan Eropa dan segala rahasia yang ada di baliknya adalah cetak biru yang sempurna untuk sebuah benteng penyimpanan harta benda yang kukuh. 

Dalam salah satu edisi majalah Eramuslim Digest disebutkan bahwa penggunaan kertas sebagai alat tukar dipelopori para penerus ksatria-ksatria Templars tersebut.  Karena didorong oleh keserakahan yang tak kenal batas, para bankir tersebut tergoda untuk mencetak bukti kepemilikan emas lebih banyak daripada jumlah emas yang ada.  Toh para pemilik emas itu tidak akan mengambil emasnya sekaligus dalam satu waktu, demikian menurut pemikiran mereka.  Begitulah cikal bakal uang kertas yang kita kenal sekarang, yang tidak lebih dari bukti kepemilikan.  Kalau zaman dahulu surat itu merupakan bukti kepemilikan emas yang dititipkan di bank-bank warisan para ksatria Templars, uang zaman sekarang benar-benar merupakan ilusi, hanya angkanya saja yang besar.  Bahkan nilainya terus menerus digerus inflasi sehingga nilai intrisiknya hampa belaka.  Tidak mengherankan apabila banyak orang menghalalkan segala cara untuk memperoleh dan menumpuk lembaran-lembaran hampa makna tersebut. 

Kesimpulan

Sambil menunggu Wikileaks mengeluarkan data-data tentang para pengemplang pajak yang selama ini merusak dan memiskinkan dunia, kita hanya bisa kembali pada diri kita sendiri.  Pada akhirnya semua kembali pada pilihan kita masing-masing.  Akankah masih menggunakan sistem yang ternyata telah lama direkaya musuh-musuh Allah SWT dan RasulNya atau kembali pada ajaran SyariatNya, termasuk dalam hal keuangan dan muamalah.  Kita bebas untuk memilih namun kita tidak bebas untuk memilih konsekwensi dari pilihan kita tersebut.

yang terbaik hanyalah
segeralah bersujud
mumpung kita masih
diberi waktu

du du du du ..

Semoga bermanfaat 

Selasa, 25 Mei 2010

Berjihad dengan Harta

Malam makin larut di suatu kota di Mesir. Seorang pemuda sedang menunggu taksi di tepi jalan. Pemuda ini bekerja di sebuah perusahaan milik orang Yahudi. Dia seringkali heran dengan para pemilik perusahaan tersebut, karena kerugian beberapa ratus dollar saja sudah cukup membuat mereka paranoid ketakutan hingga kalang kabut.

Tidak berapa lama, datanglah sebuah taksi. Pemuda itu memanggil taksi tersebut dan masuk. Karena perjalanan cukup jauh, dia mengajak si supir taksi mengobrol. Obrolan pun berlanjut sampai si supir taksi menceritakan bahwa dia bekerja di restoran dari pagi sampai petang. "Brother, sedemikian sulitkah kehidupan di sini, sehingga kamu harus bekerja dua kali sebagai pelayan restoran dan supir taksi" kata si pemuda keheranan. Sang supir taksi tersenyum dan berkata "Tidak brother, penghasilan saya sebagai seorang pelayan restoran sudah cukup menghidupi keluargaku". Pemuda itu keheranan dan berkata "lalu mengapa kamu harus bekerja lagi sebagai supir taksi?". Si supir taksi menjawab "aku ingin bisa bersedekah". Pemuda itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sangat kagum dan takjub pada supir taksi di sebelahnya. Insya Allah, apa yang dilakukan si supir taksi itu sudah bisa dikategorikan sebagai jihad harta.

Harta adalah sarana bagi kehidupan kita. Harta harus dicari dengan jalan yang halal sesuai syariat dan diridhoi Allah SWT. Harta tidak boleh hanya disimpan di gudang seperti Qarun. Namun, harta itu harus mengalir dengan baik agar semua manusia merasakan manfaatnya. Biasanya, pengeluaran harta adalah untuk memenuhi dua hal, kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dapat diperhitungkan secara rasional namun selera dan keinginan cenderung emosional bahkan kompulsif. Terkadang orang bahkan menghalalkan segala cara untuk memperturutkan keinginan yang tidak terbatas itu.

Pengeluaran harta dapat dinilai sebagai amal shaleh atau jihad. Apabila kita mengeluarkan harta ala kadarnya untuk bersedekah, maka hal itu tentu dinilai sebagai amal sholeh. Kebaikan sebesar butiran atom pun akan diperhitungkan oleh Allah SWT di Yaumil Hisab nanti. Namun, sering kali kemampuan kita untuk menyedekahkan harta terhalang oleh keinginan-keinginan yang menuntut untuk segera dipuaskan. Sehingga, lebih banyak harta kita gunakan untuk memperturutkan hobby dan keinginan kita daripada untuk dinafkahkan di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Sehingga tidak mengherankan apabila seorang cendekiawan muslim Palestina, ketua Rabithah Alam Islami di Suriah, bernama DR. Nawwaf Takruri mengatakan bahwa memperioritaskan penggunaan harta untuk perjuangan di jalan Allah SWT sudah bernilai jihad, bukan lagi sekedar amal. Mengeluarkan harta lebih banyak sehingga mengurangi kemampuan kita untuk memperturutkan keinginan memerlukan Mujahadah. Mujahadah adalah jihad melawan keinginan hawa nafsu diri sendiri. Agar pengeluaran itu efektif, diperlukan ijtihad, baik pribadi ataupun kolektif, untuk menentukan tujuan dan strategi pengeluaran harta tersebut. Sehingga, dengan ditambah ridho dan keberkahan dari Allah SWT, banyak orang akan memperoleh manfaat dari harta tersebut.

Jihad adalah mengeluarkan segenap kemampuan untuk berjuang meraih keridhoan Allah SWT. Jihad harus dilengkapi dengan ijtihad dan mujahadah. Apabila tidak, hampir tidak ada bedanya jihad dengan kekerasan yang serampangan. Ali bin Abi Thalib memberi contoh mujahadah, saat beliau tidak jadi membunuh musuh karena mukanya diludahi. Ali khawatir pembunuhan terhadap musuh yang dia lakukan tidak lagi bermotif jihad di jalan Allah SWT. Melainkan sudah bermotif amarah atau bahkan balas dendam. Dalam film Enter The Dragon, Bruce Lee menasihati seorang muridnya saat latihan. "I said Emotional Content, not Anger" kata sang Master. Maksudnya adalah, gunakan pikiranmu untuk mengarahkan kekuatan dan kandungan emosimu ke arah yang tepat. Jihad, ijtihad dan mujahadah tidak akan pernah terpisahkan.

Sebaliknya, apabila harta dipergunakan dengan serampangan tanpa perhitungan, maka yang terjadi adalah pemborosan. Seorang ulama mendefinisikan pemborosan sebagai pengeluaran harta di jalan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT. Walaupun hanya satu rupiah, pengeluaran bukan di jalan Allah SWT termasuk pemborosan. Bahkan, pemanfaatan harta tanpa perhitungan yang matang justru akan menambah dosa dan kemaksiatan yang akan menjadi beban di Yaumul Hisab nanti. . Mungkin kita masih ingat pada buku jakarta Undercover yang ditulis seorang mantan santri. Buku itu berisi tempat-tempat wisata sex yang ada di Jakarta, kota kita tercinta ini. Hampir-hampir tidak bisa dipercaya bahwa di Jakarta, Ibu kota Republik Indonesia, negara dengan jumlah ummat Islam terbanyak di seluruh dunia, ada tempat-tempat pelesiran sex seperti itu.

Bayangkan, bagaimana perasaan orang-orang miskin tersebut saat ada orang yang berkata "Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian, maaf saya belum bisa membantu meringankan beban penderitaan anda sekalian. Kami ingin terlebih dahulu memuaskan hawa nafsu kami untuk bermewah-mewah. Kami ingin merayakan terlebih dahulu ulang tahun anak-anak kami atau pernikahan kami dengan pesta-pesta yang megah terlebih dahulu. Ibu bapak sekalian bersabar dulu saja ya. Kalau ada yang sampai mati karena kelaparan atau sakit, yah anggap saja sudah waktunya".

Tentu saja tidak ada orang yang cukup sinting untuk mengatakan kata-kata menyakitkan itu tepat di muka orang-orang miskin, jika tidak mau kehilangan nyawa.

Namun, kata-kata seperti itu seakan-akan diucapkan melalui kemewahan biasa yang dipertontonkan orang-orang kaya, baik secara langsung atau melalui saluran penyedia informasi seperti TV atau internet. Gedung-gedung tinggi menjulang angkuh sementara disekitarnya orang-orang miskin melihat dengan pandangan mata nanar sampai menahan lapar melihat orang-orang kaya berlalu lalang dengan atau tanpa sadar memamerkan kemewahan yang mereka miliki.

Ironisnya, musuh-musuh Islam, terutama kalangan Yahudi, justru mengamalkan jihad harta ini demi kepentingan eksistensi mereka. Suatu ketika ada seseorang bertamu ke rumah orang Yahudi. Si tuan rumah menyuguhkan teh kepada si tamu. Dia memberi dua batang gula pada teh untuk si tamu sedangkan dia sendiri minum teh tanpa gula. Si tamu heran dan bertanya "mengapa anda tidak minum teh anda dengan gula?". Si Yahudi menjawab, "kami sekeluarga ada 4 orang dan masing-masing dari kami minum teh dua kali sehari". "Apabila masing-masing kami menghemat dua batang gula setiap hari, maka kami akan mengumpulkan cukup banyak harta untuk disumbangkan pada perjuangan saudara-saudara kami di Israel" tambah si Yahudi.

Memberikan harta kepada mereka yang membutuhkan adalah ciri orang yang beriman dan bertaqwa. Orang-orang yang beriman bermujahadah sebelum dan sesudah memperoleh harta. Mereka menggunakan kemampuan terbaik mereka untuk memperoleh harta, namun mereka sama sekali tidak merasa memiliki harta tersebut. Mereka mengendalikan keinginan untuk menggunakan hartanya dan menganggap harta itu sebagai amanah yang harus ditunaikan sesuai keinginan yang menitipkan amanah tersebut. Tidak lebih dari itu.

Then said a rich man, "Speak to us of Giving."
And he answered:
You give but little when you give of your possessions.
It is when you give of yourself that you truly give.
For what are your possessions but things you keep and guard for fear you may need them tomorrow?
And tomorrow, what shall tomorrow bring to the over prudent dog burying bones in the trackless sand as he follows the pilgrims to the holy city?
And what is fear of need but need itself?
Is not dread of thirst when your well is full, thirst that is unquenchable?

On Giving

By Kahlil Gibran in The Prophet


Semoga bermanfaat

terinspirasi dari buku Dahsyatnya Jihad Harta

Sabtu, 27 Februari 2010

[Puisi] Anugerah dan Amanah


begitu banyak keinginan manusia
harta, tahta, kata dan cinta
sebagai penghias kehidupan fana
di atas pentas kehidupan bernama dunia

namun mereka terkadang lupa
bahwa di sebalik segala yang indah
selalu ada tanggung jawabnya
yang berat tiada terkira

apalagi saat hawa nafsu membabi buta
menginginkan anugerah dunia
yang semakin banyak setiap harinya
tanpa peduli bagaimana caranya

sesungguhnya semua anugerah akan ditanya
bagaimana dipergunakan selama di dunia
khusus harta dua pertanyaanya
dari mana dan untuk apa

amanah dibalik setiap anugerah
akan berubah jadi musibah
bila tidak dikelola dengan seksama
dengan nurani yang bening terjaga

semoga anugerah ini menjadi berkah
dan kita sebagai penerima
mampu menjaga amanah
agar selamat dunia akhirat

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun pada waktu sahur”
(Ali Imran, 3 : 14-17).

Semoga bermanfaat

gambar dari situs yang ini

Rabu, 24 Februari 2010

[Puisi] Dan Gunung pun menangis



“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-Araf [7]: 96)


dan gunung pun menangis

seiring pohon pohon yang menjerit
saat ditebang habis
untuk proyek-proyek mafia kapitalis
yang gila harta dan doyan duit

dan gunung pun menangis

saat tak lagi bisa memeluk hujan
saat datang membawa kehidupan
hingga air yang penuh keberkahan
hanya bisa mengalir percuma ke dataran

dan gunung pun menangis

saat tak lagi bisa menahan tanahnya
yang telah digunduli pepohonannya
sehingga terjun bebas ke bawah sana
penduduk desa yang malang pun jadi korbannya

dan gunung pun menangis

saat para penduduk menjerit
karena datang tanah longsor yang menghimpit
hanya karena banyak manusia tidak lagi memegang amanah
mengolah alam dengan serakah

dan gunung pun menangis

ketika manusia tak lagi bertakwa
bahkan cenderung pada perbuatan-perbuatan durjana
padahal jika mereka beriman dan bertakwa
maka akan timbul berkah yang tiada taranya

dan gunung pun menangis

saat bencana tak bisa dihindari
hingga banyak manusia yang pergi
untuk tidak akan pernah kembali
ke dunia fana ini lagi

Aku hanya bisa terpana
mendengar tangisan gunung yang perkasa
tiada mampu berbuat apa-apa
karena aku juga korban peradaban durjana
yang tidak kenal bahasa kecuali harta benda

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali.” (QS. AR-Ruum [30]: 41).

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Puisi sederhana yang didedikasikan untuk saudara2 yang tertimpa tanah longsor di Ciwidey dan sekitarnya,

semoga bermanfaat dan bisa menggugah kesadaran kita semua bahwa alam ini adalah amanah