http://wasathon.com/editorial/read/majalah_wasathon_bukan_berita_tapi_wacana/
Sejak kehadirannya, Wasathon memposisikan diri sebagai majalah online. Sejauh ini, baru dalam tahap mengembangkan sebuah majalah versi web (situs). Ke depan, kita benar-benar akan mengikutinya dengan membuat majalah yang bisa diunduh dan dibaca baik dalam versi PDF maupun versi-versi lain yang bisa dibaca di berbagai platform. Rencana, setiap bulan kami akan menyapa pembaca lewat majalah tersebut.
Wasathon bukan majalah berita, tapi majalah yang lebih dominan memberikan wacana, opini, kolom atau artikel seputar kekinian, keumatan dan ke-Islaman dalam bingkai Islam kaffah dengan porsi 75 %. Selebihnya berisi berita-berita maupun event-event, acara, kegiatan yang terkait dengan beberapa hal di atas. Untuk pemberitaan kekinian, keumatan dan Ke-Islaman, biarlah itu menjadi bagian terbesar dari situs-situs sesama media Islam online lain semisal Eramuslim atau Voa Islam.
Selanjutnya bisa dibaca di-link di atas :)
Tampilkan postingan dengan label situs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label situs. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Maret 2012
Rabu, 21 Desember 2011
Bachtiar Nasir for Indonesia | Sebaik-baik manusia ialah yang mempelajari Al-Qur'an , mengamalkannya dan mengajarkan pada orang lain
http://bachtiarnasir.net/
Situs ustadz Bachtiar Nasir Lc. Pendiri dan pimpinan Ar Rahman Quranic Learning Center
Situs ustadz Bachtiar Nasir Lc. Pendiri dan pimpinan Ar Rahman Quranic Learning Center
Minggu, 13 November 2011
[Opini] Sebuah keprihatinan terhadap Internet di Indonesia
Internet telah merevolusi cara manusia berkomunikasi dan menyebarkan informasi. Sebuah pesan yang dahulu memerlukan waktu lama untuk disampiakan kini hanya perlu waktu beberapa menit saja. Penyebaran informasi yang bisa dilakukan dengan cepat dan mudah ini ternyata tidak mampu diikuti oleh masyarakat penerimanya. Masih banyak anggota masyarakat yang gaptek dan sama sekali awam terhadap teknologi. Kemauan untuk belajar menggunakan komputer, meski hanya hal-hal yang paling mendasar, juga hampir bisa dibilang tidak ada.
Akibatnya, teknologi yang sedemikian canggih dan bermanfaat itu tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan pribadi dan kemaslahatan masyarakat. Sebagian besar penggunaan internet di Indonesia masih berupa hal-hal yang sia-sia seperti bermain games online, berinteraksi berlebihan di jejaring sosial atau browsing tanpa tujuan yang jelas. Untuk games online, alokasi waktu dan biaya yang disisihkan tidak main-main. Ada yang bisa bermain sekitar 3 sampai 5 jam sehari dengan menghabiskan uang antara 8.000 sampai 20.000 sekali main. Informasi yang dicari hanya yang bersifat hiburan yang dangkal dan hampa makna. Hal-hal seperti itu masih dominan dalam penggunaan internet di Indonesia. Sangat tidak berimbang antara waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk online dengan hasil yang bisa didapatkan.
Yang lebih memperihatinkan lagi, dalam dunia pendidikan dan sekolah, tugas yang dicari dari internet masih berupa copy paste. Konten digital di internet memang mudah dicopy paste dan di-print untuk diserahkan pada guru. Murid sendiri hanya sedikit belajar dari tugas tersebut. Yang penting, nilai sudah di tangan. Bahkan terkadang, konten atau gambar yang mencari petugas atau penjaga warnet. Sehingga, yang bertambah pintar adalah yang jaga warnet, bukan murid yang mendapat tugas.
Jika dalam mencari informasi saja para penggunana sudah tidak bisa membuat prioritas yang benar, apalagi untuk menjadi pengolah dan penyampai informasi. Tidak mengherankan saat kemunculan Facebook, banyak blog-blog yang tidak lagi di-update oleh para pemiliknya. Bahkan ada juga yang sudah lupa password login ke blognya sendiri, seperti orang kehilangan kunci rumah.
Situs situs di Indonesia pun banyak yang sudah tidak di-update lagi. Saat dibuka hari ini dengan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun yang lalu masih sama. Saat ditanya tentang boleh tidaknya meng-hack situs-situs milik Zionis Israel, ustadz Ahmad Sarwat pernah mengatakan bahwa sebaiknya difokuskan pada pemeliharaan situs-stus kaum muslimin sendriri. Banyak situs Islam yang jarang atau bahkan tidak pernah di-update lagi oleh para adminnya. Alasannya sangat klasik sekaligus memalukan, tidak ada cukup dana untuk menjaga kelangsungan hidup situs-situs tersebut.
Padahal, dalam dunia internet, banyak sekali terdapat situs-situs yang menyajikan manfaat yang luar biasa besarnya. Banyak pakar dan ahli di berbagai bidang telah bekerja keras menyajikan hasil penelitian dan pengalaman mereka. Banyak pula situs-situs yang berisi beragam artikel dan konten multimedia yang bermanfaat bagi mereka yang mengunjunginya. Bahkan, para pengguna internet tidak saja bisa menjadi penerima informasi, tapi juga bisa menjadi penyedia informasi. Munculnya situs-situs yang menyedikan layanan blogging secara gratis, seperti blogger.com, wordpress.com, multiply.com dan sebagainya memungkinkan hal itu terjadi. Sungguh sangat disayangkan memang. Sebagian besar dari masyarakat kita tidak siap untuk menghadapi gelombang luapan informasi yang dahsyat ini. Bukannya menjadi peselancar lautan informasi dunia maya yang sigap, malah seperti korban tsunami yang tergulung ombak tanpa daya dan kekuatan.
Suka tidak suka, mau tidak mau, internet telah hadir dalam kehidupan kita. Semua terpulang kembali pada diri ktia sendiri akankah teknologi yang tidak terbayangkan beberapa puluh tahun yang lalu itu akan menjadi manfaat atau mudaharat bagi kita.
Semoga bermanfaat
Referensi
http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1197859017
Akibatnya, teknologi yang sedemikian canggih dan bermanfaat itu tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan pribadi dan kemaslahatan masyarakat. Sebagian besar penggunaan internet di Indonesia masih berupa hal-hal yang sia-sia seperti bermain games online, berinteraksi berlebihan di jejaring sosial atau browsing tanpa tujuan yang jelas. Untuk games online, alokasi waktu dan biaya yang disisihkan tidak main-main. Ada yang bisa bermain sekitar 3 sampai 5 jam sehari dengan menghabiskan uang antara 8.000 sampai 20.000 sekali main. Informasi yang dicari hanya yang bersifat hiburan yang dangkal dan hampa makna. Hal-hal seperti itu masih dominan dalam penggunaan internet di Indonesia. Sangat tidak berimbang antara waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk online dengan hasil yang bisa didapatkan.
Yang lebih memperihatinkan lagi, dalam dunia pendidikan dan sekolah, tugas yang dicari dari internet masih berupa copy paste. Konten digital di internet memang mudah dicopy paste dan di-print untuk diserahkan pada guru. Murid sendiri hanya sedikit belajar dari tugas tersebut. Yang penting, nilai sudah di tangan. Bahkan terkadang, konten atau gambar yang mencari petugas atau penjaga warnet. Sehingga, yang bertambah pintar adalah yang jaga warnet, bukan murid yang mendapat tugas.
Jika dalam mencari informasi saja para penggunana sudah tidak bisa membuat prioritas yang benar, apalagi untuk menjadi pengolah dan penyampai informasi. Tidak mengherankan saat kemunculan Facebook, banyak blog-blog yang tidak lagi di-update oleh para pemiliknya. Bahkan ada juga yang sudah lupa password login ke blognya sendiri, seperti orang kehilangan kunci rumah.
Situs situs di Indonesia pun banyak yang sudah tidak di-update lagi. Saat dibuka hari ini dengan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun yang lalu masih sama. Saat ditanya tentang boleh tidaknya meng-hack situs-situs milik Zionis Israel, ustadz Ahmad Sarwat pernah mengatakan bahwa sebaiknya difokuskan pada pemeliharaan situs-stus kaum muslimin sendriri. Banyak situs Islam yang jarang atau bahkan tidak pernah di-update lagi oleh para adminnya. Alasannya sangat klasik sekaligus memalukan, tidak ada cukup dana untuk menjaga kelangsungan hidup situs-situs tersebut.
Padahal, dalam dunia internet, banyak sekali terdapat situs-situs yang menyajikan manfaat yang luar biasa besarnya. Banyak pakar dan ahli di berbagai bidang telah bekerja keras menyajikan hasil penelitian dan pengalaman mereka. Banyak pula situs-situs yang berisi beragam artikel dan konten multimedia yang bermanfaat bagi mereka yang mengunjunginya. Bahkan, para pengguna internet tidak saja bisa menjadi penerima informasi, tapi juga bisa menjadi penyedia informasi. Munculnya situs-situs yang menyedikan layanan blogging secara gratis, seperti blogger.com, wordpress.com, multiply.com dan sebagainya memungkinkan hal itu terjadi. Sungguh sangat disayangkan memang. Sebagian besar dari masyarakat kita tidak siap untuk menghadapi gelombang luapan informasi yang dahsyat ini. Bukannya menjadi peselancar lautan informasi dunia maya yang sigap, malah seperti korban tsunami yang tergulung ombak tanpa daya dan kekuatan.
Suka tidak suka, mau tidak mau, internet telah hadir dalam kehidupan kita. Semua terpulang kembali pada diri ktia sendiri akankah teknologi yang tidak terbayangkan beberapa puluh tahun yang lalu itu akan menjadi manfaat atau mudaharat bagi kita.
Semoga bermanfaat
Referensi
http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1197859017
Minggu, 05 Desember 2010
Ruang Freelance
http://www.ruangfreelance.com/
untuk rekan-rekan yang ingin bekerj sebagai freelancer, silakan berkunjung semoga bermanfaat
untuk rekan-rekan yang ingin bekerj sebagai freelancer, silakan berkunjung semoga bermanfaat
Senin, 01 November 2010
Nahar : Baru bergabung dengan Ruangmuslim semoga berkah
http://ruangmuslim.com/jejaring/5982-kopiradix/profile.html
profil saya di http://ruangmuslim.com/ . buat yg punya akun di sana silahkan add, semoga bisa lebih banyak menjalin silaturahim.
profil saya di http://ruangmuslim.com/ . buat yg punya akun di sana silahkan add, semoga bisa lebih banyak menjalin silaturahim.
Selasa, 15 Desember 2009
HTMLtoPDF
http://www.htmltopdf.co.uk/
mau menyimpan blog atau halaman2 situs dalam format PDF, mampir aja ke link di atas
semoga bermanfaat
mau menyimpan blog atau halaman2 situs dalam format PDF, mampir aja ke link di atas
semoga bermanfaat
Senin, 02 Februari 2009
Alhamdulillah, tulisan saya dimuat di Warnaislam :)
http://warnaislam.com/rubrik/sahabat/2009/2/3/32460/Ibu_Marhumah_Warga_Desa_Jagabita_Malang.htm
Ini pertama kalinya tulisan saya muncul di situs selain blog. Pagi2 dihubungi Pak Bambang dari Warnaislam dot com diminta ngecek situs Warnaislam.
Alhamdulillah tulisan saya dimuat. Saya jadi ingat kalau tidak salah Pak Jonru pernah bilang bahwa kita tidak boleh memvonis tulisan karya kita sendiri. Bisa saja tulisan yang kita anggap asal-asalan ternyata bagus di mata orang lain dan demikian sebaliknya.
Ini pertama kalinya tulisan saya muncul di situs selain blog. Pagi2 dihubungi Pak Bambang dari Warnaislam dot com diminta ngecek situs Warnaislam.
Alhamdulillah tulisan saya dimuat. Saya jadi ingat kalau tidak salah Pak Jonru pernah bilang bahwa kita tidak boleh memvonis tulisan karya kita sendiri. Bisa saja tulisan yang kita anggap asal-asalan ternyata bagus di mata orang lain dan demikian sebaliknya.
Senin, 19 Januari 2009
Rabu, 10 September 2008
beritakucing.com -
http://beritakucing.com/
Media untuk para penggemar Kucing - situs yang tepat untuk para penggemar kucing.
Media untuk para penggemar Kucing - situs yang tepat untuk para penggemar kucing.
Langganan:
Postingan (Atom)