Tampilkan postingan dengan label pengembangandiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengembangandiri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Desember 2010

Terapi Sugesti Gratis




InsyaAllah mulai tanggal 13-17 Desember 2010 (7-11 Muharram 1432 H) dan 20-24 Desember 2010 (14-18 Muharram 1432 H), jam 09.00 - 16.00 rumah Sugesti Indonesia mempersembahkan Terapi Gratis.
Silakan Hadir Di Bogor Raya Permai FF 2 No. 5.
CP : Ima Lesmana (Kak Imam) -0812.894.29.165
Aris Setyawan -0821.1121.42236

Terima kasih...

Terapi Sugersti Gratis

Start:     Dec 13, '10 09:00a
End:     Dec 17, '10 4:00p
Location:     Rumah Sugesti Indonesia, Bogor Raya Permai FF 2 No. 5.




InsyaAllah mulai tanggal 13-17 Desember 2010 (7-11 Muharram 1432 H) dan 20-24 Desember 2010 (14-18 Muharram 1432 H), jam 09.00 - 16.00 rumah Sugesti Indonesia mempersembahkan Terapi Gratis.
Silakan Hadir Di Bogor Raya Permai FF 2 No. 5.
CP : Ima Lesmana (Kak Imam) -0812.894.29.165
Aris Setyawan -0821.1121.42236

Terima kasih...

Rabu, 30 Juni 2010

[Transkrip] Menangkap dan menerjemahkan pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari



gambar dari sini

1. cukup sensitifkah kita dalam menangkap makna dalam pesan Tuhan?

Pesan Tuhan tersembunyi dalam kejadian-kejadian yang kita alami setiap saat. Seringkali kejadian-kejadian itu berbentuk masalah. Masalah bisa dibagi dua yaitu masalah pribadi dan sosial. Jika kita sering mengalami masalah pribadi, maka Tuhan ingin agar kita memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Jika berupa masalah sosial, maka Tuhan ingin agar kita bisa menjadi seorang pemimpin. Ibadah-ibadah yang diperintahkan Tuhan adalah sarana untuk meningkatkan sensitifitas kita dalam menangkap pesan-pesanNya.

2. cukup cerdaskah kita dalam menerjemahkan pesan-pesan tersebut?

penerjemahan pesan Tuhan ygn baik akan menghasilkan hal-hal yang positif dan produktif. Setiap kecerdasan saling berkaitan, spiritual emosional dll saling berkaitan baik kurang atau lebih. Semakin sinergis kecerdasan-kecerdasan yang ada pada diri kita, semakin efektif kita dalam menangkap pesan-pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting adalah bagaimanapun cara kita menerjemahkan pesan-pean tadi, kita tetap berbaik sangka padaNya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). sumber Hadits: blog ini


3.cukup kuatkah kita dalam melaksanakan isi pesan tersebut?

Kekuatan dan kesabaran seseorang terlihat dari seberapa besar resiko yang berani dia ambil.

Setiap pesan Tuhan mengandung:

1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah padaNya
2. Memberi manfaat sebesar-sebesarnya pada orang lain
3. Meningkatkan kualitas diri terus menerus

Ketiga hal itu membutuhkan kesabaran dan kekuatan serta mengandung resiko. Namun, pada akhirnya, hasilnya adalah untuk kita sendiri. banyak diantara kita yang terlalu cepat dan terlalu mudah menyerah dalam melaksakan isi pesan dari Tuhan tersebut.

Semoga bermanfaat


Sumber: The Power of Life edisi 1 Juli 2010, Radio Trijaya FM

Narasumber: Bapak Supardi Lee

gambar dari sini

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Selasa, 02 September 2008

[TRANSKRIP] Mengembangkan Potensi Diri

Mengembangkan Potensi Diri

Sebenarnya, kita semua punya potensi kehebatan yang luar biasa sebagai perangkat untuk menggapai kesuksesan kita, namun potensi itu biasanya terpendam, tertutup dengan hal-hal negatif di sekitar diri kita atau bahkan dari diri kita sendiri.  Contoh hambatan penggalian dari diri kita sendiri yaitu Sifat negatif dan kata-kata negatif.

Seringkali, kita iri dengan orang lain dan lupa potensi sendiri.  Jarang sekali kita sadari bahwa kita punya potensi lebih dari yang kita bayangkan.  Mulai sekarang, mari kita timbulkan kesadaran dan cari tahu bagaimana caranya dan lakukan agar potensi kita tergali maximal.

Kita harus menyadari bahwa Alloh SWT memberi kepada setiap orang  potensi untuk sukses walaupun secara fisik atau finansial memiliki kekurangan, seperti cacat atau miskin.  Apabila kita sudah yakin bahwa kita dan semua orang punya potensi dan kelebihan, maka kita  akan lebih mudah menggali potensi tersebut.

Hal-hal apa yang membuat kita mampu untuk menggali potensi diri kita:

1. selalu berpikir dan berinisiatif untuk bisa lebih maju dan lebih baik dari hari ke hari.

Pola  pikir kita mempengaruhi pola hidup kita.  Jika kita berpikir bahwa kita adalah orang yang tidak mungkin sukses karena kita orang yang biasa-biasa saja, maka itulah yang akan terjadi dalam hidup kita, karena pola pikir "saya orang yang biasa-biasa saja" itu akan membuat kita enggan untuk berusaha membuat diri kita maju.  Sehingga hasilnya biasa-biasa saja

Padahal, dalam hidup ini hanya ada satu diantara dua pilihan.  Mau meningkatkan kualitas diri ktia terus-menerus atau membiarkan kualitas diri kita turun terus menerus.  Hidup segan mati tak mau.

Pilihan terbaik adalah terus menerus meningkatkan kualitas hidup kita  menjadi lebih baik dan lebih baik.  Efek positifnya akan terasa pada orang-orang di sekitar kita saat kita menjadi lebih baik dari hari ke hari.  

2. Membuka diri dan membuka wawasan untuk menerima ilmu dan pendapat dari hasil pemikiran siapapun.

Salah satu sebab kita sering terserang rasa sombong, takabur dan sebagainya adalah karena kita merasa berat untuk menerima pendapat atau buah pikiran orang lain.  Kita berpikir bahwa kitalah yang terbaik ,apalagi jika ide-ide tersebut keluar dari orang yang lebih muda dair kita, lebih miskin atau lebih rendah status sosial dan/atau pendidikan (formal)-nya dari kita, karyawan, bawahan dll.

Siapapun yang berpendapat atau punya ide diberi pada kita buka diri untuk terima, siapa tahu pendapat-pendapat atau ide-ide tersebut bisa membuak wawasan kita kemudian merangsang kita untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri kita sendiri.    

dan ketika kita menerima pendapat tetapi dengan berkata dalam hati, "sombong sekali orang itu, memberi nasihat kepada saya" sesungguhnya kita sudah melemahkan diri kita sendiri.  Hal yang sama terjadi apabila kita merasa curiga, benci atau merendahkan orang lain.  Hal ini bukan hanya dalam tingkat mental tetapi juga dalam tingkat fisik.   Apabila kita sudah melemahkan diri kita sendiri, baik secara mental atau bahkan fisik, bagaimana mungkin potensi diri kita akan muncul?

Mulai sekarang, apabila orang lain (atasan, bawahan, adik, kakak, orang tua dll) memberikan pendapat, coba dengar.  Kita diberi dua telinga dan satu mulut adalah agar kita lebih sering mendengar daripada berbicara.  

Dalam menggali potensi diri secara maximal, kadang kala memang perlu ada orang lain yang melihat agar kita bisa menanyakan  kelebihan kita pada orang lain.  Terkadang sulit bagi kita untuk melihat diri sendiri karena kesibukan dll

Dalam sehari, kita bisa meluangkan waktu beberapa menit, bisa saat jelang tidur atau bangun tidur lihat diri kita sendiri.   dlam dan bertanya

- 3 menit yang lalu, apa yang kita pikirkan?

- dua hari yang lalu, apa baju yang saya pakai?

- dll

Hal-hal tersebut adalah cara-cara untuk mengetahui apakah kita memilik perhatian yang baik pada diri sendiri atau tidak.  apa yang kita inginkan di masa depan dll.  Kita harus sering-sering lihat diri sendiri siapa saya sesungguhnya, menjadi pengamat atau penonton bagi diri sendiri sehingga kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita.  

3. Mendorong orang lain untuk maju dan sukses berprestasi lebih baik.  

Jika kita mendorong orang lain untuk maju dan sukses, sesungguhnya kita sedang mengangkat dan memperkuat diri kita sendiri untuk maju.  Sebaliknya, jika kita menjatuhkan dan melemahkan orang lain, sesungguhnya kita sedang melemahkan dan menjatuhkan diri kita sendiri, menguras energi yang ada pada diri kita.   Kejatuhan diri kita itulah yang membuat potensi diri kita tertutup.  

Orang-orang yang baik nantinya akan melihat dirinya menjadi lebih baik dan menjadi lebih mudah melihat potensi dirinya.  Sebaliknya, orang-orang yang sombong dan suka merendahkan orang lain, akan sulit menggali potensi dirinya karena kekuatannya sudah terkuras oleh kesombongannya sendiri.

Kebaikan yang menjadi hasil kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain tidak harus dari orang-orang yang berangkutan.  Bisa saja kita menerima kebaikan dari orang-orang yang sama sekali berbeda, bahkan dari orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun.  Alloh SWT punya cara sendiri untuk membalas orang-orang yang suka berbuat baik.

Salah satu cara agar kita bisa saling mendorong dan meningkatkan potensi dengan orang lain secara sinergis adalah dengan mengikuti acara-acara dan bergabung dengan komunitas yang berisi orang-orang yang hebat.  Namun, jangan sampai kita hanya menjadi peserta yang pasif.  Kita harus ikut aktif untuk berinteraksi dengan para pembicara dan sesama peserta sehingga kita mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari acara-acara dan komunitas-komunitas yang kita ikuti tersebut.  Bergabung dengan komunitas yang baik juga bisa kita lakukan via internet, lewat milis dan sebagainya.

Apakah Menggali potensi diri berhubungan dengan bakat?

bakat bisa dilihat dari perilaku seorang anak waktu kecil.  Bakat tersebut bisa terasah dan tergali potensinya atau hilang bergitu saja tergantung keadaan lingkungan.  Apabila seseorang sudah tahu apa bakat dan minatnya, maka dia tinggal mencari profesi yang sesuai dengan bakat dan minat tersebut dan belajar untuk menambah ilmu yang berkaitan dengan profesi tersebut.  
Memiliki pekerjaan dan profesi yang tidak sesuai dengan bakat dan minat memang masih bisa dilakukan, namun ada ketidaknyamanan di dalamnya.  Bila kita memiliki lebih dari satu macam bakat dan minat, ada baiknya kita melakukan hal-hal berikut ini:

1. Urutkan hal-hal yang menjadi minat dan bakat kita berdasarkan prioritas.

2 .Pilih salah satu potensi yang bisa kita kembangakan agar kita bisa sukses.

3. Fokus pada potensi tersebut, jangan sampai kita ingin mengerjakan terlalu banyak hal sehingga kita menjadi kewalahan dan tidak ada potensi yang berhasil kita kembangkan.

Bila kita terus menggunakan dan mengembangkan potensi diri kita, otak kita akan terus membuat sambungan antar sel sehingga kita menjadi semakin cerdas dan tidak mudah pikun.  

Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas iman kita.  Kualitas iman membuat kita bisa menjaga sikap kita lebih baik sehingga kita bisa diterima dengan baik di masyarakat.  Orang yang selalu bersikap santun dan berakhlaq mulia,  digabungkan dengan potensi yang ada pada dirinya akan menjadi pribadi yang kuat dan dapat menebar manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain. 

Narasumber: Ibu Nikmah Nyrsyam (Mbak Niek)

Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Selama bulan Ramadhan, acara ini bernama: Mutiara Ramadhan

Selasa, 26 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Makna Gagal


Narasumber: Bapak Supardi Lee

Kegagalan mungkin adalah Hal yang tidak ingin dialami setiap orang.  Thomas Alva Edison melakukan percobaan bola lampu 10 ribu bahan diberitakan gagal 10 ribu x sukses menemukan bahan2 tidak cocok utk lampu. Dalam NLP hal ini disebut Reframing, yaitu kejadian buruk di-reframe menjadi positif.

Karena kegagalan adalah hal yang tidak diinginkan, maka penting bagi kita untuk tahu apa makna gagal agar kita bisa mengenali kapan saat kita disebut gagal.  Sehingga, apakah kita sukses atau gagal, hasilnya tetap saja positif.   kalau kita mengalami kegagalan, terima kegagalan tersebut dan tetap bersyukur, tidak mengingkari kenyataan gagal itu tadi.  Untuk apa berpura-pura tidak gagal tetapi hati merasa sakit.  Kita harus berlatih agar bisa bersikap seperti lautan yang bisa menerima air yang jernih dan air yang kotor.

Kegagalan memiliki 3 makna penting :

  1. Kita gagal apabila kita tidak mencapai apa yang kita inginkan.  Apabila seseorang tidak punya terget jelas, maka dia tidak tahu bahwa dia sedang gagal.  kita harus mendefiniskan Parameter hidup dengan jelas. Misalnya, saya seorang sarjana, saya pengalaman seperti ini, saya mau mulai bekerja dengan gaji sekian atau berbisnis dan dapat penghasilan sekian juta.  Kesadaran akan parameter kesuksean ini penting untuk mengetahui apakah kita sudah sukses atau masih gagal.  sTetapkan target yang jelas.

  2. Kita gagal ketika kita berhenti mencoba atau berhenti berusaha.  Jika kita sudah melamar pekerjaan atau pasangan hidup berkali-kali dan sebagainya, lalu menyerah dan tidak mau berusaha lagi, maka saat itu kita gagal, gagal dalam arti yang sesungguhnya.  Ada Penelitian yang menyebutkan bahwa banyak orang berhenti mencoba saat sedikit lagi mau sukses.  Jangan pernah berhenti berusaha.  ada kondisi-kondisi yang mengharuskan kita berusaha 10 kali, namun banyak yang berhenti pada usaha ke 8 atau 9.  Bukankah kita telah menginvestasikan banyak hal (uang, tenaga, waktu dll) untuk suatu kegagalan, mengapa tidak menginvestasikan lebih banyak lagi untuk suatu kesuksesan yang akan kita terima nantinya.  Namun, jangan sampai kita melakukan usaha yang sama berulang-ulang.  Hampir dipastikan, kita akan menerima kegagalan yang sama.  

  3. Kita gagal ketika kita kualitas hidup kita tidak meningkat.  Kualitas ibadah, ilmu pengetahuan, manfaat bagi orang lain dan sebagainya.  Apabila kualitas ibadah kita tidak meningkat, kemungkinan bagi kita mendapat pertolongan Alloh SWT akan menjadi kecil.  Apabila ilmu dan amal kita tidak meningkat, sulit bagi kita untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.  Kurangnya ilmu pengetahuan dan ketrampilan membuat manfaat diri kita sedikit, sehingga kita tidak akan bisa mengumpulkan tabungan energi positif yang suatu saat kita perlukan.  Jika kita dirundung atau larut dalam efek kegagalan itu, maka kita sesungguhnya sudah mendapatkan kegagalan yang lebih besar lagi.  kegagalan seharusnya memotivasi diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan berusaha lagi dengan lebih keras, cerdas dan ikhlas.  


Ironisnya, banyak dari kita yang mengeluarkan banyak uang, tenaga, waktu untuk hal-hal yang kita sukai, seringkali bersifat konsumtif.  Namun, banyak diantara kita yang bersedia menginvestasikan uang, waktu, tenaga dll yang ada untuk sesuatu yang bermanfaat bagi pembelajaran dan pengembangan diri kita di masa depan.  

Kegagalan memang bisa menimbulkan trauma, depresi, stress dll.  Namun, sebenarnya kemuliaan manusia sangat besar sehingga tidak ada masalah yang cukup besar utk mengecilkan kita.  Sebagai manusia, kita dikaruniai anugerah yang sangat berharga yaitu "Free Will" (kehendak bebas) sehingga kita dapat bersikap proaktif dan menghadapi semua masalah dengan baik.  Unsur yang paling penting untuk tegar menghadapi kegagalan adalah Ikhlas.  Ikhlas adalah merasa segala sesuatu bukan milik kita (seperti tukang parkir kata AA Gym), atau bahkan exteremnya seperti orang buang hajat/buang air besar, seperti yang dijelaskan dalam tulisan yang ini.   

Sesungguhnya, orang yang tidak pernah gagal ada dua macam:

  1. Orang yang tidak pernah berhenti berusaha.


  2. Orang yang memang tidak pernah berusaha.


Pengalaman buruk masuk alam bawah sadar, sehingga menyebabkan kita sulit berubah, tidka belum belum menyadarkan alam bawah sadar kita.  Manusia memiliki fitrah menghindari kesusahan, maka jika berubah jadi lebih baik dianggap susah ya jadi susah.  

Terkadang memang kita perlu pendamping untuk memompa semangat kita setelah mengalami kegagalan, seperti teman, motivator, pelatih dan sebagainya.  Namun, keberadaan mereka adalah seperti makanan tambahan atau supplement.  Kita tetap harus mampu membangkitkan diri sendiri setelah mengalami kegagalan, jangan tergantung orang lain.  Akan lebih baik apabila kita bisa menjadi motivator bagi diri sendiri.

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Senin, 04 Agustus 2008

Berenang, Memanah dan Berkuda


Rasulullah SAW memerintahkan ummat Islam untuk mengajari anak-anak mereka berenang, memanah dan berkuda.  Sebagian orang menganggap hadist ini tidak lagi relevan dengan keadaan sekarang.  Namun, apakah hadist tersebut memang ”ketinggalan zaman”?

Jika hanya ditafsirkan secara harfiah, mungkin benar, walaupun ketiga kegiatan tersebut tetap boleh dilaksanakan dan tetap bermanfaat.  Namun Rasulullah SAW tentu bukan sedang berkata-kata menurut hawa nafsunya.  Beliau lebih memprediksi keadaan di masa depan.
 
  1. Berenang dalam hadits di atas dapat ditafsirkan sebagai berenang dalam berbagai macam pemikiran manusia.  Kita melihat pada zaman sekarang ini jumlah ideologi atau isme hampir sama banyaknya dengan jumlah kepala manusia, apalagi di dunia maya seperti ini.  Apabila kita tidak mampu berenang di lautan pemikiran manusia tersebut, bisa jadi tanpa sadar kita tenggelam dan kehilangan iman yang seharusnya menjadi pegangan kita.  Untuk memiliki kemampuan berenang tersebut, kita harus banyak membaca, mencari ilmu dan belajar pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja.  Kemampuan ”berenang” tadi akan menjadi bekal agar kita dapat melaksanakan perintah yang berikutnya yaitu memanah:

  2. Memanah adalah simbol dari ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk berinteraksi dengan manusia agar kita dan mereka dapat bersinergi dan saling menguntungkan.  Memanah memerlukan konsentrasi dan latihan yang berkesinambungan.  Memanah sasaran yang bergerak tentu lebih sulit daripada sasaran yang diam.  Setiap sasaran (hati manusia) memiliki karakteristik tersendiri dan sasaran tersebut selalu bergerak gerak (hati manusia senantiasa berbolak-balik).  Namun, apabila kita berhasil  memanah sasaran tersebut (mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari orang tersebut), maka kita siap untuk melaksanakan perintah yang selanjutnya: berkuda.

  3. Berkuda dalam hadist ini adalah simbol kerjasama yang saling menguntungkan.  Secara fisik kuda tentu lebih kuat dari penunggannya, namun sang penunggang tetap harus menguasai kuda tersebut agar dia bisa sampai ke tujuannya.  Demikian pula dalam kehidupan manusia.  Kita sering kali harus memimpin orang-orang yang lebih pintar, lebih kuat dan lebih banyak memiliki kelebihan dibanding kita.  Berkuda dalam hal ini adalah simbol dari hidup dan beramal soleh secara berjamaah.


Namun, satu hal yang harus diingat adalah kemampuan-kemampuan yang disimbolkan dengan berenang, memanah dan berkuda tersebut adalah amanah yang harus digunakan untuk mematuhi perintah Alloh dan RasulNya, bukan untuk disalahgunakan demi memenuhi tuntutan hawa nafsu.
 

Semoga bermanfaat :)

[TRANSKRIP] Zona Nyaman dan Jebakan di dalamnya


Jebakan zona Nyaman

Apakah yang dimaksud dengan zona nyaman?

Zona Nyaman adalah kondisi yang :

  1. Diketahui


  2. Terbiasa dialami / dilakukan


  3. Ditoleransi


  4. Diterima


  5. dirasa layak



bagi seseorang / sekelompok orang.


Zona nyaman dan jebakkanya.  jebakan zona nyaman apa saja dan bagaimana menghadapinya

Zona nyaman memiliki dua ciri
  • diketahui.  Zona yang tidak diketahui adalah zona tidak nyaman.

  • zona yang sudah biasa dialami, bahkan sampai berulang-ulang.   Tanpa sadar seseorang bisa merasa bahwa kondisi itulah yang layak untuk dirinya, menjadi semacam pembenaran

  • zona nyaman adalah sebuah zona yang dimiliki dan dinikmati stp orang.  Zona nyaman memiliki 2 macam kondisi, unsur primer dan unsur sekunder.  Zona nyaman itu sendiri terdiri dua  macam:

    I. Zone Nyaman Positif
    Contoh zona nyaman jenis ini adalah : nikmat enak pekerjaan tetap gaji tetap bisnis tetap dan berkembang baik, memiliki kepopuleran.  Kondisi primer (zona nyaman itu sendiri) positif, kondisi sekundernya (yang dirasakan) juga positif.  Zona nyaman ini tentu boleh dinikmati tetapi jangan sampai larut di dalamnya sebab di zona ini ada jebakan-jebakan yang sangat berbahaya.
        
    zona nyaman ini memiliki jebakan sebagai berikut:

    1. kemajuan terhambat tingkat kenyamanan. Kemajuan yang kita peroleh sedikit saja

    2. Menyulitkan kita untuk berubah. Zona nyaman adalah sesuatu yang ingin kita ingin kita pertahankan dia tidak nyaman kembali ke zona nyaman karywan yang coba bisnis ke zona nyaman semulabatas atas batas bawah

    3. memberi jebakan menghalangi orang lain utk maju jgn macam2 jgan bisnis kerja aja dll takut berubah, menghalangi orng lain untuk maju


    II. Zone Nyaman Negatif:
    Zone Nyaman ini memiliki kondisi primer negatif namun kondisi sekundernya tetap bisa dinikmati.  Contohnya adalah orang-orang yang tinggal di kolong jembatan, wilayah kumuh, pembuangan sampah dan sebagainya.  Juga bisa terjadi saat ada orang sakit lalu mendapat perhatian dan pertolongan dari orang-orang sekitarnya, seperti orang tua, keluarga atau teman2-nya.  Sehingga dia berlarut-larut sakit dan tidak sembuh-sembuh.


    Kebiasaan buruk juga merupakan zona nyaman, karena itu kita tidak perlu heran apapbila ada orang-orang yang enggan mengubah kebiasaan buruknya dan memperbaiki diri.  Mereka masih malas belajar, enggan bekerja dan tidak mau bangun pagi, mungkin ditambah merokok dan berjudi.  Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi yang mereka alami itu.

    Jebakan di zona nyaman negatif ini adalah zona jelas-jelas tidak nyaman namun ternyata banyak orang berusaha menyesuaikan diri.  Mereka tidak berani memperluas zona kenyamanannya dan memasuki zona-zona yang tidak mereka ketahui.  Mereka merasa bahwa hanya inilah yang mereka berhak dapatkan.
       

    Zona nyaman memiliki batas atas dan batas bawah.
     
    Zona nyaman memiliki batas atas dan batas bawah.  Zona nyaman kita berada diantara kedua batas tersebut.
     
    I.Batas Atas
    Sering kali orang terperangkap dalam "glass ceiling".  Dia seperti kutu yang terperangkap dalam kotak korek api.  Kutu tersebut seharusnya bisa lompat 350 kali tubuhnya, namun kotak itu membuatnya hanya mampu melompat setinggi atap kotak tersebut (cerita si kutu dapat dibaca di sini).  Demikian pula dengan manusia.  Seharusnya seseorang bisa menjadi orang yang kaya, pemimpin perusahaan atau karyawan bergaji besar namun karena tidak mau mendobrak batas atas dari zona nyamannya, maka dia tetap begitu-begitu saja.  

    II. Batas Bawah
    Seringkali orang tidak berani keluar ke batas bawah, berinteraksi dengan orang yang lebih miskin dari dia.  Berinteraksi dengan orang yang lebih miskin, lebih rendah tingkat pendidikannya daripada kita memang tidak menyenangkan.  Namun, apabila kita tidak melakukan hal tersebut, kita diancam dangan hadits yang menyatakan bahwa mereka yang tidak memperhatikan atau mempedulikan urusan ummat Islam bukanlah bagian dari ummat islam.  Salah satu penyebab maraknya tindak kejahatan selama ini juga berasal dari ketidakmampuan kita semua mendobrak batas bawah dari zona kenyamanan kita.    

    Tentu saja untuk bisa keluar dari zona nyaman kita, baik dari batas bawah ataupun batas atas kita memerlukan persiapan.  Seeseorang yang ingin pergi ke luar angkasa, menjelajahi gua bawah tanah atau menyelam ke laut dalam memerlukan persiapan yang matang dan peralatan yang memadai, yang sesuai dengan kondisi yang berlaku di tempat-tempat tersebut.  

    Tulisan ini berasal dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life di radio Trijaya FM dengan sedikit tambahan.

    Narasumber: Pak Supardi Lee

    Referensi:

    1. Geser Zona Nyaman Raih Kemajuan


    2. ACHIEVER, Manusia Sukses Tanpa Batas


    3. Menembus Keterbatasan



    Tulisan-tulisan Pak Supardi Lee juga bisa dilihat Di sini

    Semoga bermanfaat :)