http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/saatnya_untuk_berubah/
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)
“ Setiap waktu kita memilih, setiap waktu kita menerima akibat yang kita pilih. Yang memilih beranjak akan berbeda nasibnnya dengan yang memilih tak bergerak. Yang memilih bersegera akan berbeda nasibnya dengan yang memilih menunda. Yang memilih optimis dan bersangka baik pada Tuhan akan berbeda nasib hatinya dengan yang memilih pesimis dan bersangka buruk. Pilihlah segala sesuatu yang baik sekarang, agar kita memperoleh keberuntungan di masa mendatang. Semoga Tuhan menggembirakan hidup orang-orang baik yang cenderung pada kebaikan.”
Banda Bening
selanjutnya sila ke link :)
Tampilkan postingan dengan label perubahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perubahan. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012
Selasa, 15 Desember 2009
[Transkrip] Energi untuk berubah
1. Miliki khayalan dan keinginan yang tinggi. Kita perlu mengkhayalkan dan percaya bahwa suatu saat nanti kita bisa mencapai apa yang kita khayalkan itu. Anak-anak kecil berkhayal tanpa beban, berkhayal setinggi-tingginya. Berkhayallah sambil relaks.
2. Bercita-cita. Cita cita adalah khayalan yang diberi tenggat waktu. Saya akan mendapatkan ......... sekian tahun lagi, saya akan menjadi ......... sekian tahun lagi dst.
Khayalan dan rencana kita harus kita tuliskan dalam buku agar dapat terus kita ingat dan terus memotivasi kita. Kalau hanya sekedar angan, tentu kurang efektif.
3. Rencana dan tindakan: untuk mencapai cita-cita tersebut, kita perlu menyusun rencana. Rencana lebih detail daripada cita-cita, rencana di-break down menjadi langkah-langkah yang spesifik. Misal:
- Buku apa yang perlu saya baca dan pelajari
- Pekerjaan apa yang harus saya lakukan
- Langkah-langkah apa yang harus saya ambil
- siapa orang-orang hebat yang harus saya temui
- dan sebagainya
Namun, dalam membuat rencana, jangan sampai kita terjebak pada perfeksionisme. Jangan sampai kita tidak bertindak gara-gara berusaha membuat rencana yang sempurna.
Rencanakan tindakan kita dan bertindaklah sesuai rencana.
4. Doa dan harapan: Apabila kita sudah bertindak sesuai rencana namun belum berhasil, kita jangan putus asa. Kita tidak boleh berhenti berdoa berharap pada Allah SWT. Bukan tidak mungkin Dia sedang mempersiapkan yang lebih baik bagi kita.
Namun, harapan dan doa tentu bukan alasan bagi kita untuk tidak bertindak. Banyak orang gagal bukan karen kurang pengetahuan tetapi kurang tindakan.
Semoga bermanfaat
Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life
Narasumber: Mbak Niek
2. Bercita-cita. Cita cita adalah khayalan yang diberi tenggat waktu. Saya akan mendapatkan ......... sekian tahun lagi, saya akan menjadi ......... sekian tahun lagi dst.
Khayalan dan rencana kita harus kita tuliskan dalam buku agar dapat terus kita ingat dan terus memotivasi kita. Kalau hanya sekedar angan, tentu kurang efektif.
3. Rencana dan tindakan: untuk mencapai cita-cita tersebut, kita perlu menyusun rencana. Rencana lebih detail daripada cita-cita, rencana di-break down menjadi langkah-langkah yang spesifik. Misal:
- Buku apa yang perlu saya baca dan pelajari
- Pekerjaan apa yang harus saya lakukan
- Langkah-langkah apa yang harus saya ambil
- siapa orang-orang hebat yang harus saya temui
- dan sebagainya
Namun, dalam membuat rencana, jangan sampai kita terjebak pada perfeksionisme. Jangan sampai kita tidak bertindak gara-gara berusaha membuat rencana yang sempurna.
Rencanakan tindakan kita dan bertindaklah sesuai rencana.
4. Doa dan harapan: Apabila kita sudah bertindak sesuai rencana namun belum berhasil, kita jangan putus asa. Kita tidak boleh berhenti berdoa berharap pada Allah SWT. Bukan tidak mungkin Dia sedang mempersiapkan yang lebih baik bagi kita.
Namun, harapan dan doa tentu bukan alasan bagi kita untuk tidak bertindak. Banyak orang gagal bukan karen kurang pengetahuan tetapi kurang tindakan.
Semoga bermanfaat
Sumber: Mutiara Pagi - The Power of Life
Narasumber: Mbak Niek
Jumat, 26 Desember 2008
[TRANSKRIP] Menyongsong perubahan
Menyongsong perubahan
Narasumber: Bapak Hikmawan Abdul Hasan
Dunia selalu berubah, dan sekarang ini kita sedang menyongsong suatu perubahan yang besar
tahun hiriah, hirjah perubahan tempat sistem diri kualitas hidup momentum perubahan diri
Apabila kita ingin masuk ke dunia yang kompetitif, seperti bisnis, bukan cuma kemauan yang diperlukan. banyak orang yang mau sukses tetapi tidak bisa bertahan selama proses menuju sukses itu berlangsung.
Kemauan ini harus ditingkatkan menjadi tekad. Tekad bulat yang membaja itu disebut determination, suatu keadaan kritis dimana apabila kita tidak mendapatkan tujuan itu, kita akan mengalami kesengsaraan yang sangat luar biasa besar.
sangat penting ketika dalam kondisi kritis menghadapi perubahan2 yang belum cukup kita ketahui ilmunya. bhs arabnya AZZAM
tekad bulat baru setelah itu tawakal
tawakal bentuk konkrit dari azzam, atau tekad bulat yang sangat kuat
1. sebelum melakukan tindakan, perlu ada setting yang tepat di dalam pikiran kita. Kita harus menjadi orang memiliki yang ambisi yang positif. kita selalu ingin agar kualitas kita semakin baik dari hari ke hari. Kita sendiri harus punya ambisi yang baik ,selalu ingin maju, selalu ingin memperbaiki diri. lebih baik dari hari kemarin, esok lebih baik lagi.
2. Kita harus memiliki kejelasan apa yang kita inginkan, apa yg ktia tuju, apa yang kita harapkan dalam perubahan ini. Kita harus mampu memvisualisasikan dan terus membuat bayangan itu makin jelas. Kejelasan visualisasi tadi akan memantapkan langkah-langkah dalam perubahan.
3. Kita juga perlu memiliki kemampuan adaptasi yang memadai dalam mengarungi arus perubahan yang terjadi di dunia ini. Kemampuan adaptasi ini diperoleh dari kejelasan visi dan visualisasi kita akan tujuan kita. Kita tidak lagi menjadi bagian yang hanyut dalam arus tapi jadi bahagian yang mampu beradaptasi dengan perubahan2 tersebut. Bahkan bukan tidak mungkin kita akan mampu mengendalikan arus perubahan tersbut.
4. Kita harus berani mengambil tanggung jawab. Kita ini adalah orang yang akan diberi bekal, berupa pengetahun dan kemampuan, di balik bekal-bekal itu ada tanggung jawab. Seringkali, apabila kita mengalami perubahan yang tidak enak, kita sering menyalahkan pihak lain, kambing hitam. Seharusnya, kita sebagai orang bertanggung jawab bisa bersikap.
"ini saatnya saya utk melakukan sesuatu, apapun yng terjdi ini tg jawab saya"
5. tindakan yang konsisten, yaitu tindakan-tindakan yang berhbungan dengan kejelasan hal-hal yg kita inginkan. Ketika ada peluang utk melakukan suatu yang bisa mendekatkan kita pada apa yang kita harapkan, lakukan.
Tujuan adalah sesuatu yang tergambar jelas di dalam benak kita walaupun belum tercapai di dunia ini. dalam bahasa Arab disebut Ghayyah.
Mengatasi hambatan dalam menyongsong perubahan
Faktor terbesar penghambat perubahan ada di dalam diri kita sendiri Alloh SWT mengubah keadaan suatu kaum bila mereka mengubah apa yang ada di dalam dirinya. Apapun yang terjadi di dunia ini terjadi atas izin Alloh SWT, tetapi perubahan itu seolah2 dilakukan atau dipengaruhi keputusan2/tindakan2 si makhluk/si manusia.
Hambatan terbesar ada di benak kita berupa keyakinan
1. Keyakinan dibentuk seperti meja ada kaki-kaki, kaki-kaki tersebut memperkuat meja (Note: analogi ini dipakai Gary Craig, pendiri EFT)
a. ungkapan, kata2 dari lingkungan, orang tua, guru, teman dll, dianggap kebenaran sehingga menjadi keyakinan
b. pikiran mengolah informasi, ide dan sebagainya diterima sebagai keyakinan
2. pilihan, memilih sesuatu sebagai keyakinan, memilih utk yakin, agak berat krn memilih benar2 sadar dan benar2 tenang agar pilihan ini lansung ditangkap pikiran bawah sadar bergerak secara otomatis mengikuti keyakinan kita
pernyataan yang kita terima kebenarannya dan ter-install dalam bawah sadar kita sebagai keyakinan. bila tubuh kita diikat talinya terlihat. Tetapi, bila pikiran yang diikat, talinya tidak terlihat. Inilah mental block membatasi kita utk berubah, maju dan berkembang.
Sesungguhnya, setiap manusia memiliki potensi luar biasa. Namun dalam perjalanan hidup mereka ada yang sengaja atau tidak terinstall mental blok yang menghambat dirinya berkembang.
Apabila penerimaan akan suatu pengertian atau pemahaman baru tidak bisa masuk ke pikiran yang paling dalam dari diri seseorang, maka keyakina baru tidak akan tertanam dalam dirinya. Dia mungkin paham tetapi tidak mau berubah karena yang bekerja adalah keyakinan dirinya yang lama.
Perubahan individu, lingkungan, masyarakat dan negara
ada perubahan secara individu, lingkungan, masyarakat dan negara. Perubahan individu masih bisa dikendalikan orang yang bersangkutan, namun apabila perubahan itu dalam bentuk yang lebih besar seperti lingkungan, masyarakat atau negara, maka
perubahan itu makin tdk bisa dikendalikan secara langsung.
kunci bagaimana menempatkan diri dalam perubahan2 tersebut adalah bersabar. Apabila kita tidak punya pengaruh besar, power utk mempengaruhi perubahan tersbut, misalnya hanya sebagai warga biasa dan tidak punya kendali, maka langkah terbaik adalah bersabar.
sabar adalah memiliki kemampuan adapatasi yang tinggi dgn tetap mempertahankan hidup yang berkualitas. bentuk konkirt kesabaran adalah tetap maju mesikipun dlam pikiran kita blm menemukan jalan keluar. Kita tetap melakukan upaya mejalani perubahan tadi sambil tetap mengarhapkan hasil yang terbaiik.
Fenomena ini mirip pintu otomatis yang bandara atau pusat perbelanjaan. Kita belum tahu apakah pintu itu akan terbuka atau tidak, namun kita terus maju hingga posisi terdekat. Pintu itu pun terbuka sendiri.
Hal ini dicontohkan seorang pengusaha dari Australia, pada saat itu agent property ternyata dimulai saat para pengamat properti mengatakan bisnis properti sedang lesu. Pengusaha tersebut berkata di dalam bisnis ada peluang.
memang pada awal2 babak belur, namun dia terus maju walau tidak tahu terbuka atau tidak. Pada akhirnya nanti ada jln keluar, ada solusi. Negara dibangun oleh individu-individu. Jika suatu negara ingin berubah, maka individu-individu yang ada di dalamnya harus berubah.
Dalam surat Ar RAad ayat 11, Alloh SWT menyatakan bahwa Alloh hanya akan mengubah kondisi suatu kaum apabila masing2 indvidu dalam kaum tersebut mau mengubah kondisi yang ada diri mereka masing.
kita menyongsong perubahan dengan tetap mengingat Alloh SWT tanpa melupakan tindakan-tidnakan yang perlu dilakukan sesuai sunnatullah
Semoga bermanfaat
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Senin, 25 Agustus 2008
[TRANSKRIP] Mengubah Nasib
"Sometimes I would come back from a run, and my artificial leg would have a puddle of blood from my stump. I wouldn't go to sick bay. In that year, if I had gone to sick bay, they would have written me up. I didn't go to sick bay. I'd go somewhere and hide and soak my leg in a bucket of hot water with salt in it--an old remedy. Then I'd get up the next morning and run." - Carl Brashear
Banyak orang ingin mengubah nasib. Selama ini bekerja karyawan, naik bis berdesakan, berangkat pagi2 sekali untuk berangkat kerja begitu setiap hari. mereka berubah, ingin punya kendaraan sendiri, minimal sepeda motor.
Kalau seseorang ingin mengubah nasibnya, maka dia harus mengadakan perubahan pada tindakan. Salah satu cara mulai punya usaha sendiri, gak punya modal, 10 juta siapa yang mau ngasih?? ada beberapa jenis usaha tidak perlu modal besar 100 sampai 500 ribu, jualan asuransi atau MLM atau jualan kecil-kecilan. Namun, tentu saja setelah ikut, yang bersangkutan harus bekerja kerja keras. Banyak yang bilang tidak cocok tidak bakat dll. Kalau begitu, anda cocok dengan pekerjaan sehari-hari dengan naik bis dari jam 8 sampai jam 5 sore, ubah tindakan sudah jinak, hanya ingin yang biasa dia lakukan walaupun ujungnya tidak nyaman
Namun, orang-orang yang berani "take action" atau mengambil tindakan berpotensi menjadi orang-orang yang liar, liar yang baik tentu saja.
Analoginya, di sebuah mobil ada dua sumber listrik yaitu aki dan dinamo. Siaran radio, program televisi, motivator, buku-buku motivasi, teroris adalah aki.
Untuk menghidupkan mesin mobil, perlu sumber energi dari aki. Namun, setelah mesin hidup, tugas aki selesai dan diteruskan oleh dinamo untuk menyimpan energi. Kalaupun anda sudah termotivasi, sumber energi utama diri anda berasal dari diri anda sendiri. jadilah dinamo untuk diri anda sendiri, jangan tergantung pada aki.
Jadi, jangan berharap bahwa begitu anda selesai mendengarkan siaran radio, mendengarkan motivator, membaca buku motivasi dsb, anda akan termotivasi dan bersemangat. Bila anda hanya bersemangat dan termotivasi saat mendengarkan hal-hal tersebut, Anda telah meletakkan tanggung jawab memberi semangat dan motivasi diri pada orang lain.
Jangan sampai anda harus tergantung motivator dll. Andalah yang harus menjadi sumber energi utma diri anda sendiri.
Mungkin ada yang bertanya, kita sebagai manusia tentu saja tidak akan bisa lepas dari godaan syetan. Walaupun derajat kita jauh dari nabi, kalau kita tahu godaan syetan, bisa kita tolak. Kalau buruk, apsti kerjaan setan walaupun hasilnya enak, contoh korupsi, zina dll. Makin lama godaan setan makin kreatif. kalau ktia tidak bisa kreatif dalam melayani kreatifitas setan, maka kita bisa jadi setan. Analoginya begini, polisi menemukan ilmu maling, maling menemukan ilmu baru. Polisi perlu belajar ilmu maling bukan tuk jadi maling tetapi agar tidak kecolongan. dunia kejahatan terus berkembang, kita harus belajar agar tidak kecolongan.
Joki yang jadi juara adalah joki yang mengenali kudanya. Orang yang sukses adalah orang yang mengenali dirinya sendiri, apa potensinya apa kelemahannya dan mampu mengenalikan dirinya berharap kebaikan godaan syetan utk boruk, kita bisa lawan itu. seseroang yang mampu lawan HN itulah orang yang akan asukses dalam hdiup. Seringkali Hawa Nafsu mengalahkan segalanya, saat berhadapan dengan orang yang menyebalkan, kita langsung marah padahal dia cuma nge-test.
Kemampuan manusia tidak statis seperti mur dengan baut. Kemampuan manusia lebih mriip karet gelang, yang bisa trus meregang. tentu saja aapbila karet gelang ditarik dengan cepat, maka dia putus. Tetapi jika ditarik sedikit demi sdikit bisa bertambah. Anda bisa berubah, jangan mau dicap sebagai melankolis dll. Kita bisa berubah dan bertumbuh, bisa berkembang. Jangan sampai anda mau dipenjara/terpenjara oleh macam-macam cap, seperti melankolis, sanguin, kinestetik dll.
Dalam hidup, ada aturan-aturan yang harus kita patuhi tetapi ada juga yang harus kita "langgar". Contohnya ada dalam sebuah film bagus, berjudul Men of Honor.
Men of Honor bercerita tentang seorang berkulit hitam yang bercita-cita jadi penyelam di AL AS. Sejak kecil, dia hanya tahu bahwa dia besar utk jadi penyelam, padahal ketika itu, rasisme masih sangat kental di dalam AL AS. Dalam AL AS, utk orang kulit hitam hanya ada 3 profesi, tukang parkir, tukang masak, atau dipecat.
Dia menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan berenang yang lebih tinggi dibandingkan teman-temannya yang berkulit putih. Aturan yang ada "orang kulit hitam tidak boleh jadi penyelam" pelan-pelan berubah. Dia terima hukumannya, yaitu penjara. Namun, akhirnya, dia diminta menjadi penyelam di AL AS. Sebelum meninggal dunia, dia sudah menjadi penyelam utama di AL AS.
Banyak orang yang bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan dirinya termasuk hati nuraninya. Mereka takut apabila dipecat, mereka tidak akan mendapat nafkah untuk keluarganya. Padahal, dipecat tidak buat kita mati, banyak bidang lain yang bisa dipakai untuk membuat prestasi. Jangan sampai kita menjadi manusia "Jinak" yaitu manusia yang sudah melepaskan taggung jawab pribadi pada orang lain. Tanggung jawab tersebut antara lain, pengembangan diri, kesempatan menambah energi kebaikan atau energi positif dalam bentuk amal sholeh dan lain sebagainya. Mari kita ambil kembali tanggung jawab pribadi itu dan jangan sampai kita menjadi manusia yang terlalu "Jinak".
Semoga bermanfaat
Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Minggu, 20 Juli 2008
[TRANSKRIP] Ciri Kehidupan - Pertumbuhan dan Perkembangan
Namun, di dunia ini ada begitu banyak orang-orang yang dari muda sampai tua tidak ada perubahan alias begitu2 aja. Orang-orang seperti ini menunda mati saja dan bertambah umur serta uban.
Niat boleh jadi hal yang pertama, namun setelah itu kita harus bertindak. Hambatan mulai ada saat bertindak, bisa dari sisi finansial, keluarga, saudara dan sebagainya. Kita harus memliki keberanian utk berkorban, tidak ada perbuahan yang lebih baik tanpa keberanian untuk berkorban. Hidup isinya belajar, bila gagal jangan diulangi lagi kesalahan yang sama. Yang terbaik adalah melakukan perbuahan dalam pola tindakan agar ada ahsilnya, ujian cobaan yang akan datang harus kita lalui. hidup adalah satu kesatuan yang utuh, gagal atau sukses yang sesungguhnya ada di ujung hidup alias kematian, besok sukses besok juga bisa gagal, yang penting pada saat kematian datang, kita termasuk orang sukses.
Kita seringkali harus mencapai Titik Terendah sebelum melenting ke atas. Misalnya, apabila kita ingin mulai berwirausaha, kita harus siap menerima penghasilan di bawah saat sedang bekerja. Apabila kita sudah bekerja selama 5 tahun, lalu memutuskan berwirausaha, tidak mungkin kita langsung punya penghasilan seperti yang telah kita terima saat kita kerja selama 5 tahun.
Orang seringkali terlalu cepat untuk menyerah padahal justru di tumpukan kegagalan itu ada bibit-bibit kesuksesan. Energi sukses kita ada di sana, menanti utk dibebaskan.
Keberanian tumbuh karena kita membayangkan enaknya saat sampai di tujuan. Orang-orang sukses berani luar biasa puncak sukses yang sebenarnya punya keberanian menantang resiko "mengorbankan nyawa" (meninggalkan zona nyaman). Rumusnya adalah rumus 120 C (coba, coba, ...................., coba lagi)
Perubahan seringkali sangat sulit dilakukan banyak orang karena mereka tidak mengenal diri mereka sendiri
Walaupun orang tidak mau berubah, tetapi ada hukum-hukum di alam yang memaksa manusia untuk berubah. Baik dengan sukarela atau terpaksa. Pertambahan usia, bertambahnya tanggung jawab dan sebagainya akan memaksa kita terus berubah dan bergerak.
Ciri kedua adalah pertumbuhan. Dalam kehidupan ini memang ada grafik yang naik turun, namun secara garis besar kehidupan kita naik atau turun, itu masalahnya. Apabila grafik kehidupan kita dominan naik, maka kita sedang bertumbuh. Apabila tidak, maka kita sesungguhnya tidak bertumbuh, malah semakin kerdil dari hari ke hari.
Sumber: Acara The Power of Life, Trijaya FM - Senin 21 Juli 2008 jam 5 - 6 pagi
Narasumber: Bapak Zainal Abidin - Institut Kemandirian
Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
Langganan:
Postingan (Atom)