Tampilkan postingan dengan label zainalabidin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zainalabidin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Desember 2008

Seminar Moslem Enterpreneur

Start:     Dec 20, '08 1:00p
End:     Dec 20, '08 5:00p
Location:     Komplek Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Keb. Baru Jakarta Selatan 12110
Seminar ini akan menguraikan Bagaimana Cara menjadi pengusaha & bagaimana memulainya, Bagaimana Cara menjalankan perusahaan, strategi, pemasaran, produksi, SDM, Permodalan. Bagaimana menjalin atau memulai kerjasama dalam bentuk perdagangan & jasa.

Sharing pengalaman Pengusaha Muslim Indonesia

"Jadi Boss Siapa Takut"

Pembicara : Ir. Zainal Abidin
(Rektor Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Republika, Pengasuh KLINIK BISNIS di situs eramuslim.com dan warnaislam.com)

Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Desember 2008
Waktu : Pukul 13.00-17.00 WIB
Tempat : Komplek Masjid Agung Al Azhar
Jl. Sisingamangaraja, Keb. Baru Jakarta Selatan 12110
Infaq : 50.000,00 (Termasuk Sertifikat dan Snack)

INFORMASI DAN PENDAFTARAN:
Norman : 0813 1519 9682
Novi : 0815 1113 9505/ 02133161001
Ade : 0813 1821 6275/ 02132681705

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA TEMPAT TERBATAS !!!

Formulir Pendaftaran Seminar;
Nama : ............ .......... ......... ......... ......... ......... .

Alamat : ............ ......... ......... ......... ......... ......... .

Telp/HP : ............ ......... ......... ......... ......... ......... .

Email : ............ ......... .......... ......... ......... ......... .

Tanggal Transfer : ............ ......... ......... ......... ......... ........

TRANSFER KE REK KAJIAN YISC AL AZHAR
BANK MUAMALAT Cab. RS Fatmawati – AN : AZIAH RAHMADANI QQ Kajian YISC .NO. REKENING 917 733 1699
Formulir Pendaftaran yang telah diisi mohon dikirim ke email kajian.yisc@ gmail.com dan bukti pembayaran di bawa saat Acara.
Pendaftaran Paling Lambat tanggal 18 Desember 2008

Wassalammu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sekretariat YISC Al Azhar

Komp. Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, keb. Baru Jakarta Selatan 12110
Telp/fax : 0217247444 wesite : http://www.yisc-Alazhar.or.id/

Selasa, 02 Desember 2008

[KISAH DAN HIKMAH] Membuang Kebencian

Membuang Kebencian

sebagian isi posting diambil dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life dengan narasumber Bapak Zainal Abidin

Untuk dapat membuang kebencian, kita perlu menyadari penyebab kebencian tersebut:

Minimal ada dua penyebab kebencian:

Penyebab pertama adalah Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan.  Sering kali, apabila sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, orang mencari penyebabnya.  Masalahnya, banyak yang mencari penyebab kegagalan tersebut di luar dirinya.

seperti kisah sufi yang termasyhur:

Suatu malam, seorang wanita sedang berada di bawah lampu penerangan jalan.  dia tampak sedang mencari-cari sesuatu.  Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa orang penjaga malam.  

Salah satu dari para penjaga tersebut bertanya kepada sang wanita "Cari apa mbak?"

Sang wanita menjawab "saya sedang mencari cincin saya yang hilang".  

"Hilangnya di sekitar sini?" tanya penjaga yang lain.  
 
"Bukan" jawab si wanita "di dalam rumah". 

Para penjagapun tertawa terbahak-bahak. 

Seorang penjaga berkata "Mbak, kenapa gak dicari di dalam rumah?". 

"di dalam rumah gelap mas, di sini terang" jawab si wanita.    

sambil geleng-geleng kepala, penjaga yang lain berkata "Mbak, biar gelap tetap harus dicari di dalam rumah, kalau di sini biarpun lampunya ditambah juga gak bakalan ketemu".  Teman-temannya mengangguk tanda setuju sambil tersenyum. 

Bahkan ada yang menambahkan "Mbak, emangnya itu cincin bisa jalan sendiri keluar ya?"

Mungkin jika kita bertemu dengan orang seperti wanita itu, kita akan menganggapnya gila. Tetapi, tidakkah kita juga seirng melakukan kegilaan yang sama.  Kita seringkali menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi pada diri kita.  Kita juga seringkali menuntut orang lain berubah.  Bahkan yang lebih buruk lagi, kita menuntut orang lain berubah sesuai dgn keinginan kita, bukan agar dia berubah menjadi lebih baik menurut syariat dan sunnatullah. 

Padahal bukan tidak mungkin penyebabnya ada dalam gelapnya relung hati kita.  Terkadang kita terlalu memanjakan diri, memperturutkan hawa nafsu sehingga kita menjadi pribadi yang tidak bisa diharapkan dan diandalkan oleh orang lain.  Bukan tidak mungkin

Jangan sampai kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan sebab (usaha, strategi dll) yang sama.  Hal itu adalah suatu kegilaan yang sangat nyata.


Penyebab kedua adalah karena banyak diantara pakai prinsip dagang.  Terkadang orang berbuat kebaikan karena ingin mengharapkan orang yang menerima kebaikannya melakukan hal yang sama.  Sehingga, apabila orang yang menerima kebaikan tidak membalas sesuai harapan, yang timbul adalah kebencian dan kekecewaan. 

Padahal, ada yang disebut dengan hukum kekekalan energi

Menurut bapak Jamil Azzaini dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif.  Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama). 

Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif.  Suatu saat energi tsb akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya. 

Dengan benar-benar menyadari adanya hukum kekekalan energi dalam kehidupan kita, Insya Alloh kita akan terhindar dari menerapkan prinsip dagang dalam segala aspek kehidupan kita. 

Semoga bermanfaat,

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
 

Jumat, 07 November 2008

One Day with Warnaislam dot Com di Jogja Book Fair

Start:     Nov 9, '08 2:00p
End:     Nov 9, '08 9:00p
Location:     Gedung Mandala Bakti Wanitatama, Yogyakarta







Sekedar ngasih informasi



Kopdar Warnaislam dot com di Jogja, sayangnya saya gak bisa datang. Buat teman2 di Jogja jangan sampai gak datang ya








Rabu, 10 September 2008

Alhamdulillah, akhirnya ketemu SANG TERORIS

Hari itu, 11 September 2001, sekitar 7 tahun yang lalu ada peristiwa yang oleh sebagian orang dianggap permulaan "War on Terror".  Peristiwa penabrakan gedung WTC oleh pesawat penumpang.  Sejak itu kita jadi akrab dengan kata "Teroris"

Ngomong-ngomong soal teroris, saya ingin memanfaatkan momentum untuk posting yang ini.  sehari sebelum Ramadhan, tanggal 31 Agustus, saya mengikuti acara Power of Life off Air di Restoran Sari Melayu, Kebayoran.  

Acara terdiri dari 4 sesi:

Sesi pertama diisi oleh Ustadz Bobby Herwibowo dan Pak Ahmad Juwaini, Wapres Dompet Dhuafa Republika.  

Ustadz Bobby mengatakan bahwa menjadi sukses dalam teks agama ternyat kewajiban.  Dalil-dalilnya sebagai berikut:

QS: 3:110
QS: 3:139
QS: 185
QS: 85:11
QS: 33:71
QS: 9:111
QS: 61:12
QS: 64:16

Karakter Manusia sukses diantarnaya:

1. Faith, Keyakinan yang tinggi
2. Visioner, bukan hanya urusan dunia
3. Dedikasi, Amal sholih
4. Komitmen, menjaga nilai-nilai kebaikan
5. Sacrifice, demi sebuah keyakinan
6. Zero error, meminimalisir kesalahan
7. Helping Hand, murah tangan

Sedangkan, pak Ahmad Juwaini lebih banyak bicara soal kecerdasan sosial.  Beliau mencontohkan apabila sukses hanya dimaknai secara materi, bagaimana dengan orang-orang seperti penjaga lintasan kereta yang melakukan tugasnya tanpa pamrih.  Apakah dia bukan termasuk orang sukses? Padahal sang penjaga sudah menyelamatkan nyawa ribuan orang selama dia bertugas.  


Sesi kedua diisi oleh Pak Supadi Lee.  Pertama, pak supardi cerita tentang makhluk yang bisa lompat setinggi 300x panjang tubuhnya.  Binatang itu adalah kutu anjing.  Namun, suatu saat si kutu anjing dikurung di kotak korek api.  Setelah dua minggu, si kutu hanya bisa lompat setinggi kotak korek api.  Setelah itu, jika si kutu anjing punya keluarga, apa yang dia ajarkan pada anak-anaknya? "Nak, jangan lompat tinggi2, kita cuma bisa lompat stinggi ini!"

Banyak Keyakinan2 kita selama ini yang mengurung kita seperti si kutu yang dikurung oleh kotak korek tadi, sehingga kita tidak bisa melompat setinggi mungkin.  

solusinya menurut pak Supardi Lee:

Mengubah keyakinan buruk jadi baik:

   1. Sadari bahwa keyakinan itu memang buruk.
   2. Pilih keyakinan baru yang baik.
   3. Cari fakta yang mendukung keyakinan baik tersebut.
   4. Banyak berkata-kata baik yang sesuai dengan keyakinan tsb.
   5. Buktikan keyakinan baik tsb dengan tindakan.

Pak supardi juga menjelaskan tentang tingkatan Mind space.  Tingkatan ini merupakan jembatan matter dan spirit.  level fisik berbeda-beda, namun di level energi semua sama.  Pemahaman akan hal ini akan menjadi sadar bahwa kita semua terkoneksi satu sama lain.  Saya dengan si fulan secara matter berbeda namun sudah merasa bahawa di sana secara mind space yang ada di sana juga diri saya.  

Dua hal yang sesungguhnya kita miliki dan perlu kita kembangkan adalah consiousness dan free will.  Consiousness atau kesadaran adalah saat kita bisa melihat diri kita seakan-akan kita melihat orang lain.  Kita menjadi penonton bagi diri sendiri.  Kita jadi bisa melihat kekurangan dan kelebihan kita.  Pengetahuan yang kita dapat dari kesadaran itu dapat kita gunakan untuk mendayagunakan free will atau kehendak bebas yang kita miliki.  free will itulah yang menjadi modal kita untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan ini.  


Sesi ketiga, sesudah ISHOMA, diisi oleh pak Zainal Abidin alias Jay de Teroris.  

setelah ada permainan sedikit untuk pemanasan, maka sesi bersama sang Teroris pun dimulai.   

Sungguh, kata Bang Jay, merupakan suatu kegilaan yang sangat nyata jika kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda (lebih baik, lebih banyak) tetapi melakukannya dengan cara-cara yang sama.  

Jika dianalogikan dengan lagu, perjalanan karir seseorang bisa jadi seperti ini:

1. usia 20 sampai 40 : Maju tak gentar
2. Usia 40 sampai 55 : Naik-naik ke puncak gunung
3. Usia puncak karir: Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
4. Usia pensiun: Mimpi sedih, hidupku tak pernah lepas dari penderitaan.  

Bang Jay lalu memberi ilustrasi seperti ini:

ada segerombolan katak tercebur ke dalam Yoghurt, mereka tidak bisa keluar.  Katak2 yang lain mengatakan bahwa mereka tidak mungkin bisa keluar.  Ternyata, ada yang menggerakkan kakinya sedemikian kuat sehingga susu asam alias yoghurt tadi memadat, sehingga sang katak yang tersisa bisa keluar.  Ternyata, kataknya budeg alias tuli.  Jadi tidak dengar kata-kata katak yang lain.  

Jadi, mirip dengan sesi Pak Supardi, terkadang kita perlu "menulikan" telinga kita sementara agar kita bisa mencapai tujuan kita.  

Sedikit sharing cerita, Bang Jay pun pernah dianggap gila karena dia mengatakan pada anak dan istrinya bahwa nanti suatu saat mereka akan tinggal di rumah yang mirip dengan rumah yang pernah dia tunjukkan pada mereka.  

Kita semua punya potensi yang besar, bahkan lebih besar daripada yang kita sadari.  

Bang Jay memang menempatkan dirinya menjadi teroris yang menen"teror" kemalasan dan kenyamanan hidup kita.  Orang Indonesia kalau gak "diteror" ya gak bangkit, he he he.  

Sesi terakhir diisi oleh Ibu Nikmah Nirsyam alias Mbak Niek.  Sesi ini tentang bagaimana kita bisa berterima kasih kepada orang-orang yang dekat dengan kita selama ini.  Sesi ini berbeda dengan yang lain karena Mbka Niek membimbing para peserta untuk masuk ke alam bawah sadar masing2.  Para peserta rileks dan perlahan-lahan dibimbing ke alam bawah sadar.  Saat itulah Mbak Niek memberi sugesti yang mengingatkan para peserta pada orang-orang yang mereka cintai.  Banyak para peserta tidak dapat menahan haru dan air mata saat sesi terakhir ini berlangsung.  

Sesi ini diakhiri dengan nyanyi bareng.  


Alhamdulillah, kebaikan yang selama ini saya lakukan dengan membuat transkrip acara Mutiara Pagi - The Power of Life sangat dihargai oleh teman-teman dari Institut Kemandirian.  Saya juga dapat tanda tangan Bang Jay di buku "Monyet aja bisa cari duit" dan tanda tangan pak Supardi di buku "The Rich Plan - Semua berhak kaya"  (Insya Alloh review menyusul)

Semoga bermanfaat, maaf kurang detil maksudnya supaya penasaran dan kalau ada lagi mau ikut, he he he.

Asyiknya lagi, pulangnya numpang taxi sama mbak Alina Mahamel, penyiar yang biasa mendampingi para narasumber acara Mutiara Pagi - The Power of Life, he hehe.

Institut Kemandirian adalah suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Senin, 01 September 2008

[TRANSKRIP] Keajaiban Memberi

Alasan kebanyakan orang belum kaya menurut Robert Kiyosaki adalah karena belum cukup memberi.  Banyak diantara kita yang masih hidup dalam level materi, ada menerima dan memberi , take and give.  Dalam level materi, orang jadi kaya karena lebih banyak yang dia terima daripada yang dia dikeluarkan.  Namun, ternyata dalam level energi, biasanya apabila kita memberi banyak, maka kita akan menerima jauh lebih banyak.  Seperti memberi pupuk pada pohon buah sehingga pohon tersebut menghasilkan buah lebih banyak.

Aristotel Onasis, raja kapal pernah beberapa tahun menghuni urutan nomor 1 terkaya di dunia.  Dia adalah seorang imigran Yunani ke AS yang datang cuma bawa baju, tidak ada harta sama sekali.  Setiap hari dia nongkrong di pabrik rokok dan ngomong "selamat pagi boss, selamat bekerja, semoga anda sukses hari ini."

sore hari, ketika orang-orang pulang kerja, dia selalu berkata "selamat sore, anda telah bekerja dengan baik.  Selamat sampai di rumah, semoga keluarga anda berbahagia".  

Si Boss bertanya pada para anak buahnya, "apa sih maunya orang imigran itu?".  Aristotel Onasis menawarkan supply tembakau yang lebih murah dan berkulaitas lebih tinggi.  Namun, sang imigran tidak punya uang.  Aristotel Onasis hanya secarik kertas, yang berisi pernyataan bahwa dia adalah utusan pabrik rokok tersebut.  Dia lalu pergi ke Brazil utk mencari supplier tembakau.  

Singkat cerita, Aritotel Onaisis kemudian mendapatkan supplier tembakau yang dia janjikan.  Tembakau tersebut lalu dikirm ke pabrik rokok itu.  Pabrik tersebut langsung untung bessar sehingga AO diajak bisnis, sedikit demi sedikit sampai jadi raja kapal.  dalam kisah di atas, Kaya raya diawali kegiatan sederhana, menyapa beri sesuatu doakan orang lain.  Berilah sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain.  

Perhatikan fakta-fakta berikut:

1. Bukankah cita2 90% rakyat Indonesia itu pingin kaya?

2. bukankah buku-buku cara menjadi kaya (dgn cepat) inilah jenis buku yang laku

3. belum lagi yang mau jadi celebrity dengan mengikuti kontes ini - itu.

Padahal, sesungguhnya resep paling mujarab jadi kaya adalah banyak-banyak memberi.

Konsekwensi jadi orang kaya, menurut salah satu kitab suci, adalah: lebih mudah onta masuk lobang jarum, daripada orang kaya masuk syurga.  miskin orang masuk surga krn ibadah, orang kaya ditanya ibadah dan harta.  Bisa jadi artinya proses masuk surga orang kaya lebih panjang, Orang kaya ditanya hartanya dari mana dan untuk apa, jadi lebih banyak pertanyaan.  Namun, bila hari ini orang miskin dikasih kekayaan, tentu gak nolak.  orang islam justru punya kewajiban untuk menjadi orang kaya sebaik-baik manusia punya manfaat bagi orang lain.  

Ilustrasi:
Ada seorang anak muda, memegang rokok yang menyala, badannya sehat, lalu dia minta-minta uang dikasih atau tidak?
Jika kita hanya mendidik otak, ngapain kasih dia 100 perak, bikin malas lagi minta-minta.  Namun, jika kita mendidik hati jadi ihlas, 100 di kantong kasih aja, semoga Alloh SWT memberi hidayah.  Orang yang sudah benar2 ikhlas tidak akan lagi merasakan

Sesungguhnya, Hukum kekekalan energi berlaku di dunia ini.  Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan, tetapi bisa berubah bentuk.  Jika kita merasa sudah beri sangat banyak tetapi hanya menerima sedikit keberuntungan, bisa jadi kebaikan dan pemberian kita itu belum cukup untuk menghapus tumpukan energi negatif yang berasal dari perkataan2 atau perbuatan2 kita yang buruk di masa lalu.  Tabungan energi tersebut berada dalam posisi tersimpan. tabungan tersebut akan cair saat benar-benar butuh ditabung di satu tempat saat butuh tabungan ini cair dalam ebntuk keberuntungan2.  Belum tentu kasih uang dpat uang ttpi sesuta yang dapat diniali uang yang angkanya seperti yang kita keluarkan.  

Bagaimana apabila ada orang yang suka sedekah namun tetap kena bencana? Bencana atau Bala yang dia dapatkan merupakan balasan atas keburukan atau dosa yang dahulu pernah dia lakukan dan belum tertutupi oleh level sedekahnya.  Misalnya, ada orang berbuat dosa 300 dan baru bersedekah 100, maka yang 200 dihapuskan dengan bencana tersebut.

Tips memberi:

1. Jangan merasa sudah terlalu banyak memberi, berilah lebih banyak, siapa tahu kita belum meberi lebih.  Suatu saat tabungan energi itu pasti akan memberikan hasilnya bagi kita.  Proses pencairan energi tersebut berbeda-beda, ada yang langsung, ada yang ditabung dulu dan sebagainya.  

2. Saat memberi, jika terlalu banyak berpikir, bisa-bisa tidak memberi.  Terkadang kita harus memaksa diri untuk memberi, sehingga kita menjadi orang yang suka memberi.  Bukankah pengulangan akan membuat orang menjadi mahir.  Seperti orang belajar mengetik di keyboard atau mesin ketik.  

3. Menumbuhkan keyakinan bahwa memberi bisa  bikin kaya adalah dengan meyakini bahwa dalam hidup ini ada hukum-hukum yang tidak bisa dibantah.  Apabila benda dijatuhkan, pasti jatuh ke bawah.  

4. Orang yang kaya secara materi namun tidak suka memberi ibarat air tidak mengalir.  Air seperti itu bisa jadi sarang nyamuk, yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah.  Namun, air mengalir buat airnya bersih, lingkungan sehat dan nyaman dseb.  Buatlah harta seperti air mengalir, akan bertambah dan bertambah.

5. Konsisten atau istiqomah adalah melakukan suatu kegiatan apapun hambatannya.  Misalnya, ingin konsisten sholat 5 waktu, lakukan.  Jangan mencari-cari alasan, bahkan untuk menunda.  karena, penyakit lanjuan dari menunda adalah tidak melaksanakan.  Contoh: minggu ini harus sedekah sekian, laksanakan, jangan ditunda karena bisa jadi tidak jadi sedekah.   jangan sampai ada penyesalan atas segala yang kita beri.  Sebab, bukankah harta tersebut sudah terlanjur diberikan.  

6. Bila memberi, jangan memberi nasihat yang tidak-tidak, yang sering kali OOT, agar tidak menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian kita.  Hal itu menunjukkan bahwa bisa jadi ada kesombongan yang mulai timbul dalam diri kita.  

7.  Jika keikhlasan kita masih lemah, ada baiknya kita berlatih dengan memberi kepada orang-orag yang kita itdak kekanl sehingga lebih mudah bagi kita untuk menjaga keikhlasan.  Setelah itu, baru kita bisa memberi kepada mereka yang kita kenal dan dekat dengan kita.  


Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Catatan: Selama bulan Ramadhan, acara ini diberi nama Mutiara Ramadhan
 
 

Senin, 25 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Mengubah Nasib


"Sometimes I would come back from a run, and my artificial leg would have a puddle of blood from my stump. I wouldn't go to sick bay. In that year, if I had gone to sick bay, they would have written me up. I didn't go to sick bay. I'd go somewhere and hide and soak my leg in a bucket of hot water with salt in it--an old remedy. Then I'd get up the next morning and run." - Carl Brashear

Banyak orang ingin mengubah nasib.  Selama ini bekerja karyawan, naik bis berdesakan, berangkat pagi2 sekali untuk berangkat kerja begitu setiap hari. mereka berubah, ingin punya kendaraan sendiri, minimal sepeda motor.

Kalau seseorang ingin mengubah nasibnya, maka dia harus mengadakan perubahan pada tindakan.  Salah satu cara mulai punya usaha sendiri, gak punya modal, 10 juta siapa yang mau ngasih??  ada beberapa jenis usaha tidak perlu modal besar 100 sampai 500 ribu, jualan asuransi atau MLM atau jualan kecil-kecilan.  Namun, tentu saja setelah ikut, yang bersangkutan harus bekerja kerja keras.  Banyak yang bilang tidak cocok tidak bakat dll.  Kalau begitu, anda cocok dengan pekerjaan sehari-hari dengan naik bis dari jam 8 sampai jam 5 sore, ubah tindakan sudah jinak, hanya ingin yang biasa dia lakukan walaupun ujungnya tidak nyaman

Namun, orang-orang yang berani "take action" atau mengambil tindakan berpotensi menjadi orang-orang yang liar, liar yang baik tentu saja.

Analoginya, di sebuah mobil ada dua sumber listrik yaitu aki dan dinamo.  Siaran radio, program televisi, motivator, buku-buku motivasi, teroris adalah aki.

Untuk menghidupkan mesin mobil, perlu sumber energi dari aki.  Namun, setelah mesin hidup, tugas aki selesai dan diteruskan oleh dinamo untuk menyimpan energi.  Kalaupun anda sudah termotivasi, sumber energi utama diri anda berasal dari diri anda sendiri.  jadilah dinamo untuk diri anda sendiri, jangan tergantung pada aki.  

Jadi, jangan berharap bahwa begitu anda selesai mendengarkan siaran radio, mendengarkan motivator, membaca buku motivasi dsb, anda akan termotivasi dan bersemangat.  Bila anda hanya bersemangat dan termotivasi saat mendengarkan hal-hal tersebut, Anda telah meletakkan tanggung jawab memberi semangat dan motivasi diri pada orang lain.  

Jangan sampai anda harus tergantung motivator dll.  Andalah yang harus menjadi sumber energi utma diri anda sendiri.

Mungkin ada yang bertanya, kita sebagai manusia tentu saja tidak akan bisa lepas dari godaan syetan.  Walaupun derajat kita jauh dari nabi, kalau kita tahu godaan syetan, bisa kita tolak.  Kalau buruk, apsti kerjaan setan walaupun hasilnya enak, contoh korupsi, zina dll.  Makin lama godaan setan makin kreatif.   kalau ktia tidak bisa kreatif dalam  melayani kreatifitas setan, maka kita bisa jadi setan.  Analoginya begini, polisi menemukan ilmu maling, maling menemukan ilmu baru.  Polisi perlu belajar ilmu maling bukan tuk jadi maling tetapi agar tidak kecolongan.  dunia kejahatan terus berkembang, kita harus belajar agar tidak kecolongan.

Joki yang jadi juara adalah joki yang mengenali kudanya.  Orang yang sukses adalah orang yang mengenali dirinya sendiri, apa potensinya apa kelemahannya dan mampu mengenalikan dirinya berharap kebaikan godaan syetan utk boruk, kita bisa lawan itu.  seseroang yang mampu lawan HN itulah orang yang akan asukses dalam hdiup.  Seringkali Hawa Nafsu mengalahkan segalanya, saat berhadapan dengan orang yang menyebalkan, kita langsung marah padahal dia cuma nge-test.  

Kemampuan manusia tidak statis seperti mur dengan baut.  Kemampuan manusia lebih mriip karet gelang, yang bisa trus meregang. tentu saja aapbila karet gelang ditarik dengan cepat, maka dia putus.  Tetapi jika ditarik sedikit demi sdikit bisa bertambah.  Anda bisa berubah, jangan mau dicap sebagai melankolis dll.  Kita bisa berubah dan bertumbuh, bisa berkembang.  Jangan sampai anda mau dipenjara/terpenjara oleh macam-macam cap, seperti melankolis, sanguin, kinestetik dll.

Dalam hidup, ada aturan-aturan yang harus kita patuhi tetapi ada juga yang harus kita "langgar".  Contohnya ada dalam sebuah film bagus, berjudul  Men of Honor.

Men of Honor bercerita tentang seorang berkulit hitam yang bercita-cita jadi penyelam di AL AS.  Sejak kecil, dia hanya tahu bahwa dia besar utk jadi penyelam, padahal ketika itu, rasisme masih sangat kental di dalam AL AS.  Dalam AL AS, utk orang kulit hitam hanya ada 3 profesi, tukang parkir, tukang masak, atau dipecat.

Dia menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan berenang yang lebih tinggi dibandingkan teman-temannya yang berkulit putih.  Aturan yang ada "orang kulit hitam tidak boleh jadi penyelam" pelan-pelan berubah.  Dia terima hukumannya, yaitu penjara.  Namun, akhirnya, dia diminta menjadi penyelam di AL AS. Sebelum meninggal dunia, dia sudah menjadi penyelam utama di AL AS. 

Banyak orang yang bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan dirinya termasuk hati nuraninya.  Mereka takut apabila dipecat, mereka tidak akan mendapat nafkah untuk keluarganya.  Padahal, dipecat tidak buat kita mati, banyak bidang lain yang bisa dipakai untuk membuat prestasi. Jangan sampai kita menjadi manusia "Jinak" yaitu manusia yang sudah melepaskan taggung jawab pribadi pada orang lain.  Tanggung jawab tersebut antara lain, pengembangan diri, kesempatan menambah energi kebaikan atau energi positif dalam bentuk amal sholeh dan lain sebagainya.  Mari kita ambil kembali tanggung jawab pribadi itu dan jangan sampai kita menjadi manusia yang terlalu "Jinak".  

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

[TRANSKRIP] Keberuntungan bukan Kebetulan


Keberuntungan bukan kebetulan

Yesterday is History, Tomorrow is Mistery, Today is a gift, that is why we call it present

Dalam suatu seminar yang pernah diikuti Pak Zainal Abidin (alias Jay the Terorist, he he he), seorang pengusaha nasional kelas kakap, dalam akhir seminar tersebut berkata: "orang bodoh dikalahkan orang pintar orang pintar dikalahkan orang licik orang licik bisa dikalahkan oleh orang yang beruntung."  Pertanyaannya sekarang, bagaimanad menjadi orang yang beruntung???

Jika mau menjadi orang pintar, belajar.  Menjadi orang licik bisa setelah jadi orang pintar, asal bisa mematikan hati nurani.  Bagaimana jadi orang yang beruntung

Keberuntungan sangat dekat sikap kemuliaan.  Setelah belajar selama 5 tahun belajar, Pak Zainal menemukan rahasia keberuntungan, yaitu berbuat kebaikan sebanyak mungkin yang dilakukan dengan ikhlas.

Pada suatu hari Pak Zainal dan Pak Supardi Lee dari Banjarmasin bawa mobil bandara untuk memenuhi janji calon klien di PIM.  Pada saat Pak Zainal, yang bawa mobil, sedang cari parkir dan sudah harus ke toilet, tiba-tiba ada entah supir pemilik mobilmenunjuk ke mobilnya karena dia mau keluar.  Apakah ini suatu  "Kebetulan" ?

Kata "Kebetulan" itu adalah kata yang sangat menghina Alloh SWT.  Menurut Albert Einstein, dalam alam semesta ini ada Hukum kekekalan Energi, energi tak dapat dicipta atau dimusnahkan tetapi dapat berubah bentuk.  Jika kita melakukan perbuatan baik, kembalinya pasti perbuatan baik atau keberuntungan.  Namun, kita selalu mengasosiasikan keberuntungan dalam level materi.  Padahal, tidak semua balasan atas kebaikan yang kita lakukan berbentuk materi.  Keberuntungan punya keluarga, sahabat yang baik dan sebagainya juga merupakan keberuntungan, energi positif.   

Jika kita atau orang lain merasa tidak beruntung, bisa jadi tabungan energi kebaikan atau energi positifnya kurang.  Cara bererpikir yang liniear bikin frustasi belum tentu oran gitu yang akan balas, pasti ada orang lain pindah pada orang lainseseorang menolong karena kebaikan kebaikan disertai kebohongan bukanlah merupakan kebaikan

berbuat kebaikan dalam level besar itu baik, tetapi tidak setiap orang bisa melakukannya.  Maka, berbuat kebaikan kecil2 saja dahulu.  Terkadang, ada perbuatan-perbuatan kecil yang tidak berarti bagi kita tetapi besar untuk orang lain.  Kita bisa mulai berlatih ikhlas dari yang kecil-kecil agar tidak terlalu merasa kehilangan. 

Bagaimana mempersiapkan diri agar dikelilingi keberuntungan? Agar dikelilingi keberuntungan, tabungan energi kebaikan sampai titik tertentu, maka akan muncul keberuntungan-keberuntungan, seperti bunga bank.  Sekitar 2 Minggu yang lalu, Ustadz Bobby Herwibowo mem-forward SMS ke Pak Zainal dari seseorang yang berterima kasih atas acara Mutiara Pagi dan mengundang Pak zainal ke Menado jika ada waktu.  SEkitar seminggu yang lalu, pemda Menado mengundang pak Zainal untuk ke sana.  Pak Zainal menyebut hidupnya digiring dari satu keberuntungan ke keberuntungan yang lain.
 
Bagaimana dengan orang-orang yang tidak termasuk orang yang baik (maling, koruptor dll) namun sepertinya mereka terus menerus beruntung (kaya, punya harta banyak, tidak tersentuh hukum, dll)? apakah ada anomali atau pengecualian?Hal itu disebabkan karena kita menilai segala seauatu pada level materi.  Ukuran keberuntungan seringkali uang dan harta.  Sering kita temui, orang-orang yang berharta banyak tetapi keluarganya tidak harmonis.  Atau bila keluarga harmonis dan harta banyak berbuat jelek melulu  itu mungkin sekedar downpayment atau cobaan yang suatu saat lagi diullur, begit ditarik hancur lebur.  KPK sudah mengincar orang-orang seperi itu. 

Jika ada orang yang orang bisa merusak diri kita apabila kita mengizinkan.  segala seauatu masuk ke dalam diri bencana atau berkah bisa jadi bencana 100% atau berkah 100%.  Tergantung bagaimana kita menyikapi berkah atau bencana tersebut.  Anjing menggonggong kafilah berlalu.  Kita bisa jadi hancur karena orang lain karena kita mengizinkan orang lain menghancurkan kita.  Pernah ada orang datang ke paranormal yang memvonis dia tidak beruntung.  padahal yang menetukan nasib kita adalah Alloh SWT dan kita sendiri. 

Apabila kita mendapat keberutnungan yang sepertinya melebihi kebaikan yang kita lakuan, sebaiknya ktia berbuat baik lebih bnayak sebab bila tidak kita bisa jadi mendapat DP duluanUjian bisa bikin kita kuat atau lemah
Banyak orang yang mengharap keberuntungan hanya dengan berharap.  Ciri orang hidup adalah berharap, namun hanya akan tinggal harapan bila dia tidak berbuat.  Apabila kita berharap, jagan hanya pada level materi, pingin punya uang banyak, mobil, rumah dll.  Keluarga bahagia dan harmonis juga keberuntungan. jangan tempatkann manusia mulia (seperti diri anda) pada level materi yang rendah.  tempatkan pada level energi , yang akan muncul dalam bermacam-macam bentuk seperti Harta (uang, ruamh, kesehatan dll), Tahta (kedudukan, jabatan), Kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (keharmonisan keluarga, sahabat dll). 

Kesimpulannya: Jangan pernah ragu berbuat baik dan jangan pernah berhenti berbuat baik.  Kepada siapapun dan apapun, bahkan pada orang-orang yang sebenarnya tidak pantas menerima kebaikan anda.

Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Rabu, 30 Juli 2008

RYAN bawa Rezeki?????


Tentunya kita sudah mendengar peristiwa pembunuhan menghebohkan yang dilakukan seorang pembunuh berantai.  Namun, tadi sesudah sholat isya berjamaan di masjid, saya mendengar orang-orang membicarakan perkara tersebut. Yang menarik sekaligus memprihatinkan adalah fenomena sosial berita yang mengatakan bahwa si Ryan ini membawa rezeki.  Orang-orang banyak yang datang ke tempat penimbunan mayat hasil pembunuhan berantai tersebut sehingga muncullah pasar kaget di sana.  Ada penjual minuman, makanan, tukang parkir, bahkan ada kereta api mini untuk anak-anak.  Orang-orang datang dan berkata, "Oh, ini lobangnya" sambil membeli makanan dan minuman, sementara itu anak-anak mereka main kereta api mini.

Bahkan ada yang sampai keceplosan bicara " Untung ada si Riyan ini ya, kita dapat 1.5 juta sehari", Astagfirullah!

Ini sih namanya menari di atas penderitaan orang lain.  Dalam hati saya cuma bisa beristighfar dan menangisi kegilaan bangsa saya yang tercinta ini

Kultur menonton dalam masyarakat kita memang sudah sangat sulit untuk diperbaiki.  Mulai dari TV, kereta api lewat, sampai kerusuhan dan kebakaran.  Sering kali petugas pemadam kebakaran kesulitan mencapai lokasi kebakaran gara-gara warga berkerumun mau melihat kebakaran tersebut. 

Saya pernah mendengar salah satu editorial radio SMART FM.
Dalam editorial tersebut dikatakan bahwa:
  1. Masyarakat yang terus menerus disuguhi tontonan tidak bermutu akan hilang minat bacanya. 
  2. Masyarakat yang kehilangan minat baca akan bodoh jadinya. 
  3. Masyarakat yang bodoh akan miskin. 
  4. Masyarakat yang miskin akan lemah daya belinya dan tidak bisa beli apa-apa. 
  5. Masyarakat yang lemah daya belinya tentu tidak akan mampu membeli produk-produk yang dipromosikan melalui iklan-iklan di TV.  
  6. Apabila masyarakat tidak bisa membeli produk-produk tersebut, perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk-produk tersebut tentu akan mengalami kesulitan keuangan. 
  7. Apabila perusahaan-perusahaan itu mengalami kesulitan keuangan, bisa-bisa ada PHK massal dan yang paling dahulu kena adalah buruh dan para pekerja kasar.  Mereka pada umumnya kurang berpendidikan dan miskin, sehingga mudah jadi sasaran empuk PHK.
  8. Banyaknya PHK akan menimbulkan lebih banyak pengangguran.
  9. Lebih banyak penggangguran artinya akan lebih banyak tindak kejahatan merajalela di lingkungan kita.
  10. Pada akhirnya kualitas hidup masyarakat akan menurun secara keseluruhan, termasuk penyakit yang merajalela karena sulit bagi masyarakat miskin untuk memelihara kebersihand an menjaga kesehatan, contohnya di  Desa Jagabita, Parung Panjang Tanggerang, alias Kampung Pesakitan.  Foto-fotonya bisa dilihat di sini
  11. Bukan tidak mungkin semua hal yang disebutkan di atas akan memicu krisis yang lebih besar lagi, mungkin seperti Revolusi Prancis atau peristiwa-peristiwa lainnya yang serupa dengan itu.
     

Nauzubillah min dzalik, semoga Alloh SWT melindungi kita semua, Amiiiin

Terlepas dari segala kontroversi yang terjadi, saya merasa yakin bahwa penyebab utama dari semua masalah ini adalah kemiskinan



Beberapa hari sebelumnya, saya mendapat informasi dari Blog Sang Teroris yang pernah mampir di MP saya tentang film dokumenter karya John Pilger yang berjudul The New Rulers of the World.
Setelah itu, saya cari Videonya dengan bantuan Om Google, he he he.  Dapat dan langsung nonton di internet, sebab kalau pinjam gak tahu musti pinjam sama siapa.

Begini ceritanya (kutip dari Wikipedia)

Pilger's central thesis is that the "New Rulers" alluded to in the title are, in fact, the old rulers in new clothes. To Pilger, the colonialism of the 19th and early 20th centuries has experienced a return to grace following World War II (when it was realised that Nazism was a form of imperialism) in the form of globalisation. In this respect, his arguments are similar to those of left-wing critics of Western foreign policy. He also shares the view that the moral underpinnings for Western action are false, but are largely believed by the media. He states in the introduction, "The War on Terrorism' is terrorism" (italics his). His focus, however, is on the human side, and his impassioned descriptions of the victims of violence and injustice sit side by side with critiques of national policies, along with the media response.



Cerita yang lebih lengkap ada di Blognya Pak Zainal Abidin alias Jay the Terorist, tepatnya di jurnal yang ini.  
Sebagai tambahan referensi, mungkin kita bisa lihat Bukunya Pak Amien Rais yang berjudul Selamatkan Indonesia, Agenda mendesak bangsa

saya sendiri sih belum baca, tetapi saya sudah bisa menebak apa isinya, ya gak jauh beda dari filmnya si John Pilger itu tadi.


Semoga bermanfaat

Senin, 28 Juli 2008

Alhamdulillah, MP saya didatangi TERORIS


Didatangi teroris koq alhamdulillah?


Saat saya mengecek MP saya, seperti biasa, Wow, ternyata ada teroris masuk ke dalamnya.  Jangan takut dulu, teroris yang dimaksud adalah salah satu narasumber acara The Power of Life yang merupakan hasil kerja sama institut Kemandirian dan Radio Trijaya 104,6 FM.  Saya memang mengambil sebagian materi-materi yang dibahas dalam acara tersebut untuk bahan posting MP saya.
 

Teror yang ditebarkan Bapak Zainal dan teman-temannya bertujuan memprovokasi para pendengar untuk keluar dari zona nyaman mereka dan bangkit menyongsong kesuksesan dengan penuh semangat.  Bahkan, untuk menambah tingkat kengerian teror yang disebarkannya, Pak Zainal sampai menulis buku "Monyet Aja Bisa Cari Duit".


Jadi, yang diteror adalah kemalasan, ketakutan dan kenyamanan kita.
 

Ternyata, teroris ada yang baik juga ya, he he he
 

mp



Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Senin, 21 Juli 2008

[TRANSKRIP] 3 Pelajaran Penting

3 Pelajaran Penting
Acara Power of Life pagi ini membahas 3 pelajaran penting, yaitu:
  1. belajar merasakan kegagalan

  2. belajar mengatasi kritik

  3. belajar mengatasi rasa malu

  1. belajar merasakan kegagalan dan kesalahan  kegagalan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti.  Orang-orang yang sukses bisa meraih kesuksean mereka karena sudah mengalami begitu banyak kesalahan dan kegagalan.  Mereka mengalahkan segala kegagalan yang pernah mereka alami.  Manusia sesungguhnya adalah makhluk pembelajar dari kecil, contoh: anak kecil belajar jalan harus melalui jatuh bangun terlebih dahulu.  Proses menghadapi kegagalan dan keslahan adalah sesuatu harus dijalani dan tidak bisa dihindari.  Yang salah adalah orang yang terus menerus melakukan hal-hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda.  Gagal dalam hal yang berbeda itu wajar tetapi gagal berulang kali dalam hal-hal yang sama itu yang ngawur.


  2. mengatasi kritikNabi Muhammad SAW saja harus menghadapi lebih dari sekedar keritik, mereka bahkan menghadapi hinaan dan sebagainya.  Namun,  masyarakat Arab berhasil beliau ubah dalam waktu 23 tahun.  Banyak orang  hanya bisa melakukan kritik dan ngomong sembarangan tetapi tidak bisa atau tidak mau melakukan.  Yang terbaik adalah biarkan saja mereka berbicara sampai kenyataan berubah krn usaha kita.  Tunggu saja tanggal mainnya.  Kritik yang baik adalah yang bukan cuma menunjukkan kesalahan dan kekurangan kita, juga mengandung solusi yang bisa diterapkan agar yang dikritik bisa memperbaiki diri. 



  3. mengatasi rasa malu Rasa malu perlu kita tempatkan  di tempat yang sebenarnya.  Lebih sering merasa malu saat melakukan kesalahan walau bukan kesalahan yang fatal.  Misalnya, salah bicara dpan umum siapapun bisa termasuk seorang presiden.  Pernah ada seorang presenter di perusahaa TV, tanpa sengaja mengubah nama TV-nya jadi metro mini, namun berkat kesalahan tersebut dia jadi cepat naik pangkat dan pindah program acara beda dgn daya jual lebih tinggi. Kita boleh merasa malu saat tertangkap korupsi, melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, hukum, moral dan sejenisnya,  jangan malu melakukan hal-hal yang tidak bertentangan denga hal-hal di atas.    Termasuk malu yang baik adalah apabila orang tua merasa malu untuk melakukan hal-hal yang dia sendiri larang anak untuk dilakukan, contoh klasiknya merokok.Malu yang tidak benar atau tidak pada tempatnya akan merusak rasa percaya diri pada diri kita. 

Ketiga pelajaran di atas sangat penting untuk memupuk rasa percaya diri seorang manusia.  Rasa percaya diri sesungguhnya berasal dari penerimaan kita terhadap diri sendiri apa adanya.  Kita semua memiliki karunia yang luar biasa dari Alloh SWT, namun hanya karena ada hal-hal yang kita anggap kurang, kita tidak mensyukuri karunia dan nikmat yang luar biasa tersebut.  Jarang ada orang, semiskin apapun dia, saat diminta sebelah tangan atau kakinya demi uang sekian puluh juta bersedia memberikan.

Tidak ada orang yang tahu nasibnya bagaimana di masa depan.  Menduga-duga nasib baik atau buruk berarti memberi prasangka atau justifikasi terhadap Alloh SWT.  Justifikasi atau prasangka itu bisa baik atau buruk, tinggal pilih.  

Sumber: Acara The Power of Life, Trijaya FM - Selasa 22 Juli 2008 jam 5 - 6 pagi
Narasumber: Bapak Zainal Abidin - Institut Kemandirian


Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Minggu, 20 Juli 2008

[TRANSKRIP] Ciri Kehidupan - Pertumbuhan dan Perkembangan

Power of Life - bertumbuh dan berubahCiri hidup adalah berubah dan bertumbuh.  OIeh karena itu ada hidup yang baik dan hidup yang buruk.  Hidup yang buruk, yaitu hari ini lebih buruk daripada  hari kemarin dan hari esok lebih buruk daripada hari ini.  Sedangkan, ciri hidup baik adalah hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini.  Setiap hari ada peningkatan walau sedikit. Sedangkan ciri hidup yang buruk adalah hari ini lebih buruk daripada hari kemarin dan hari esok lebih buruk daripada hari ini.

Namun, di dunia ini ada begitu banyak orang-orang yang dari muda sampai tua tidak ada perubahan alias begitu2 aja.  Orang-orang seperti ini menunda mati saja dan bertambah umur serta uban.

Niat boleh jadi hal yang pertama, namun setelah itu kita harus bertindak.  Hambatan mulai ada saat bertindak, bisa dari sisi finansial, keluarga, saudara dan sebagainya.  Kita harus memliki keberanian utk berkorban, tidak ada perbuahan yang lebih baik tanpa keberanian untuk berkorban.   Hidup isinya belajar, bila gagal jangan diulangi lagi kesalahan yang sama.  Yang terbaik adalah melakukan perbuahan dalam pola tindakan agar ada ahsilnya, ujian cobaan yang akan datang harus kita lalui.  hidup adalah satu kesatuan yang utuh, gagal atau sukses yang sesungguhnya ada di ujung hidup alias kematian, besok sukses besok juga bisa gagal, yang penting pada saat kematian datang, kita termasuk orang sukses.

Kita seringkali harus mencapai Titik Terendah sebelum melenting ke atas.  Misalnya, apabila kita ingin mulai berwirausaha, kita harus siap menerima penghasilan di bawah saat sedang bekerja.  Apabila kita sudah bekerja selama 5 tahun, lalu memutuskan berwirausaha, tidak mungkin kita langsung punya penghasilan seperti yang telah kita terima saat kita kerja selama 5 tahun.

Orang seringkali terlalu cepat untuk menyerah padahal justru di tumpukan kegagalan itu ada bibit-bibit kesuksesan.  Energi sukses kita ada di sana, menanti utk dibebaskan.
 
Keberanian tumbuh karena kita membayangkan enaknya saat sampai di tujuan.  Orang-orang sukses berani luar biasa puncak sukses yang sebenarnya punya keberanian menantang resiko "mengorbankan nyawa" (meninggalkan zona nyaman).  Rumusnya adalah rumus 120 C (coba, coba, ...................., coba lagi)

Perubahan seringkali sangat sulit dilakukan banyak orang karena mereka tidak mengenal diri mereka sendiri
Walaupun orang tidak mau berubah, tetapi ada hukum-hukum di alam yang memaksa manusia untuk berubah.  Baik dengan sukarela atau terpaksa.  Pertambahan usia, bertambahnya tanggung jawab dan sebagainya akan memaksa kita terus berubah dan bergerak.
Ciri kedua adalah pertumbuhan.  Dalam kehidupan ini memang ada grafik yang naik turun, namun secara garis besar kehidupan kita naik atau turun, itu masalahnya.  Apabila grafik kehidupan kita dominan naik, maka kita sedang bertumbuh.  Apabila tidak, maka kita sesungguhnya tidak bertumbuh, malah semakin kerdil dari hari ke hari.
 
Sumber: Acara The Power of Life, Trijaya FM - Senin 21 Juli 2008 jam 5 - 6 pagi
Narasumber: Bapak Zainal Abidin - Institut Kemandirian

Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823