Kamis, 13 Agustus 2009

[Sahabat Peduli] Bazaar Peduli anak Jalanan dan Dhu'afa

Start:     Aug 15, '09 08:00a
End:     Aug 17, '09 6:00p
Location:     Lapangan Blok S - Jakarta Selatan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai teman dan Sahabat semua,

Sahabat Peduli kali ini membuka bazaar untuk produk yg di hasilkan dari karya-karya anak dhu’afa dan anak jalanan, salah satu tindak lanjut dari program life skill camp beberapa waktu yang lalu, produk yang nanti akan di pemerkan dalam bazaar adalah kerajinan dari daur ulang (komunitas / yayasan kumala) dan sabun cair dll (Yayasan Himmaata).

2 produk ini juga menjadi demo peserta pada saat pelatihan Life Skill Camp,

Penasaran ingin melihat hasilnya dan ingin membeli barangnya? Atau ingin menjadi bagian memasarkan produk karya terbaik anak bangsa jelang kemerdekaan? Mereka bagian dari kita semua, ingin tutut andil dalam kepeduliaan?

Mau dapat sesuatu yg paling mengesankan menyambut bulan ramadhan dan oleh2 lebaran?

Yuuuuuk kunjungi stand Peduli kami ‘ Sahabat peduli’ di sini tempatnya :

Tanggal Pelaksanaan Bazar : 15 – 17 Agustus 2009

Lokasi Stand bazaar : Lapangan Blok S – Jakarta Selatan

Stand Sahabat Peduli : No. IV G dan IV H

Jam bazaar : 08.00 – 18.00 wib


Wassalam,

LSC dan Sahabat Peduli Team

G.I. Joe: The Rise of Cobra

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
"Whoever forget the past, are condemned to repeat it" - George Santayana

Akhirnya nonton juga nih film yang satu ini, padahal kemarin malam kehabisan tiket

kalau masalah tokoh-tokoh sih udah lumayan kenal, lantaran waktu kecil juga mainan favoritnya ya GI Joe ini, termasuk film kartunnya. Walaupun ada beberapa juga yang kurang familiar.

Awalnya saya kira gak terlalu jauh dari versi kartunnya, ya ada tembak-tembakan dan sebagainya. Standar film action Holywood deh

Baru awal-awal saya udah terperangah, Gila ini psycho banget ya. Berhubung lagi demen banget sama karya-karya Erich Fromm, ya langsung deh manteng gak bekutik kaya orang ditodong

Sejarah? Ho ho ho, baru mulai aja sudah disuguhi scene sejarah yang mengerikan (sejarah apa dan kayak apa nonton sendiri ya, ntar gw dibilang spoiler lagi). Walaupun cuma sebentar, tetapi sangat menentukan pengertian kita tentang film ini. So, jangan dilewatkan ya

Teknologi militer: super canggih pokoke, saya gak bisa jelasin soalnya, selain supaya gak spoiler, emang gak paham (secara gw gaptek gitu loh). Cuma yang saya tahu ya, kalau sampai ada benerannya, gak kebayang deh berapa milyar atau trilyun biayanya. ya mungkin kaya lagu Pesawat tempurnya Iwan Fals yang dulu pernah ngetop itu

Teori konspirasi? apalagi ini sih gak usah ditanya. Walaupun mungkin hanya bisa dideteksi oleh orang-orang tertentu yang sudah terlatih (atau memang memiliki ketertarikan terhadap bidang itu)

Bayangin gini aja deh, kalau saya punya produk dan ingin jadi kaya dengan menjual produk tersebut, maka yang saya butuh adalah Pasar, Tul gak?

Tetapi, kalau prduk saya gunanya hanya untuk membunuh, merusak dan menghancurkan, maka Pasar yang saya butuhkan adalah PERANG, lebih besar dan luas sekalanya, ya makin baik. Makin lama durasinya, ya makin baik juga. Kan supaya saya tetap kaya, perlu ada sustainable profit alias gimana caranya agar duit masuk terus. Jadi kalau bisa ya perangnya jangan berhenti, bahkan jangan pernah berhenti. kalau ada korban dari orang-orang yang tidak berdosa ya emangnya gw pikirin, just business nothing personal.

Bahkan kalau perlu, jual tuh senjata-senjata kepada kedua (atau lebih) belah pihak yang sedang bertikai. Nah, konspirasi apa yang lebih gede dari penjualan senjata kepada pihak-pihak yang saling bertikai.

demikian deh kira-kira isi kepala si James McCullen XVIII, yang udah jualan senjata dari jaman kakek buyutnya. Si kakek buyut ini udah jualan senjata sejak abad ke 17, jadi kebayang gak sih pengalaman makhluk sadis haus darah dalam urusan jualan alat-alat pembunuh.

Kalau dalam teorinya Erich Fromm, orang kaya gini disebut memiliki Hoarding Orientation, yang suka numpuk-numpuk harta gak peduli halal atau haram, merugikan orang lain atau tidak. Mungkin mirip-mirip pendusta agama yang ada dalam Surat Al Maun, yaitu orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (apalagi dia juga yang bikin banyak anak jadi yatim dan orang-orang jadi miskin, apa gak lebih gede tuh dosanya)

Yang demen action sih gak bakalan kecewa, porsinya ada kali 75 persen lebih gebuk-gebukan dan tembak-tembakan. Namun, di film ini physical fights secara mengejutkan diimbangi dengan hampir sempurna psychological inner struggle dan inter-personal conflict yang berat dan melelahkan bagi para tokohnya. Kalau di Star Wars kan (kalau gak salah) antara Luke Skywalker dan bapaknya, Darth Vader alias Anakin Skywalker. kalau di sini, konflik serupa ada lebih dari satu dan lebih kompleks. Cinta, dendam, kekecewaan, kemarahan terpendam dan sebagainya semua ada, tinggal tunggu meledaknya saja.

kalau Kisah cinta gimana? Ada, beneran deh, wong saya nonton sendiri koq. Namun, sekali lagi kisah cinta tersebut dibumbui dengan sengatan psikologis yang kental.

Yang jelas, ini salah satu film Holywood yang full psycho, bisa dibilang beda deh dengan yang lain

Yang jelas, gak usah terlalu worry kalau pada belum nonton kartunnya, gak terlalu berhubungan koq. Walaupun tentu saja ada feeling yang beda kalau udah familiar sama versi serial kartunnya, kaya saya, he he he.

Jumlah tokohnya juga lebih sedikit daripada versi mainan atau serial kartunnya (Ya iyalah, kalau tidak nanti jadi crowded alias penuh dong). Ketidakhadiran para gangster Dreadnoks juga sama sekali tidak mengurangi nilai film ini. Suatu hal yang tadinya sempat bikin kecewa, namun kekecewaan itu sudah terobati sekarang.

Namun, jika teman-teman perlu bekal sebelum nonton, saya sarankan sedikit baca-baca, googling kalau perlu tentang psychology, terutama karya-karya Erich Fromm (Erich Fromm lagi, gak ada yang lain ya? He he he, maklum idola) atau yang sejenisnya. Baca sejarah konflik di Eropa terutama Prancis dan Inggris. Biar kebayang lebih jelas bagaimana lihai dan liciknya klan McCullen dalam "menciptakan pasar" untuk produk-produk mereka (Baca: mengadu domba dan membuat macam-macam konspirasi supaya terjadi konflik atau perang). Edisi Koleksi Angkasa juga OK banget untuk dijadikan referensi.

Pelajaran moral dari film ini, menurut saya, adalah:

Manfaatkan waktu damai yang kita miliki saat ini, karena saat-saat indah ini mungkin tidak akan berlangsung lama. Selalu saja ada orang-orang yang ngiler melihat keuntungan yang bisa diperoleh dari "bisnis darah manusia" seperti si Destro. Sebagai konsekwensinya, mereka membutuhkan perang. Peperangan yang dahsyat dan panjang, yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jangan sampai kita menyesal kenapa kita tidak beramal sholeh pada saat keadaan masih (relatif) damai.

Saya tutup review ini dengan mengutip kata-kata Erich Fromm (lagi-lagi Erich Fromm) dalam karyanya To Have or To Be.

One of the sick elements in our economy is that it needs a large armament industry. Even today, the United States, the richest country in the world, must curtail its expenses for health, welfare, and education in order to carry the load of its defense budget. The cost of social experimentation cannot possibly be borne by a state that is making itself poor by the production of hardware that is useful only as a means of suicide. Furthermore, the spirit of individualism and activity cannot live in an atmosphere where the military bureaucracy, gaining in power every day, continues to further fear and subordination.

by the way, mudah-mudahan si Destro juga ikut baca buku itu, minimal kutipan di atas.

semoga bermanfaat, buat yang mau nonton selamat nonton ya.

Insya Allah tokoh-tokoh dan aspek-aspek lain dari film ini akan saya bahas di lain kali di postingan yang lain

Selasa, 04 Agustus 2009

[SEFT] Baksos SEFT dan Yayasan Hurin'In di daerah Jatibunder, Tanah Abang




Baksos ini diselenggarakan oleh LPPI Hurin'In dan Logos Institute di daerah Jatibunder, Bongkaran Tanah Abang.

baksos ini bertujuan untuk mulai memutus regenerasi PSK agar keturunan mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

[SEFT] Praktek terapi SEFT di acara Life Skill Camp 1 - 2009

Cinta yang kuberi
sepenuh hatiku,
entah apa yang kuterima,
aku tak peduli,  
aku tak peduli,
aku tak peduli

Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya


Sebagai salah satu panitia acara LSC kemarin, saya termasuk orang yang dapat banyak berkah.  Saya mendapat banyak kesempatan untuk memperaktekkan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang saya pelajari beberapa waktu yang lalu.  Para peserta dan sesama panitia banyak yang mengalami gangguan kesehatan yang biasa terjadi saat terselenggaranya acara yang cukup padat, seperti kelelahan, capek, pusing, mual atau sakit perut dan sebagainya.  Aktifitas SEFTing tersebut saya lakukan di mushalla, barak para peserta dan tempat-tempat lain yang memungkinkan.  Alhamdulillah, hasilnya lumaya buat pemula, ada penurunan rasa sakit walau belum hilang 100 persen

Yang menarik, ada rekan panitia yang sesudah pusingnya diterapi malah keliyengan kaya orang baru bangun tidur.  Saya sendiri sempat bingung mau ngapain.

Untung saya segera ingat cerita seorang ibu polwan yang phobia duren.  saat dia keliyengan hampir pingsan, Mas Faiz langusng menyuruhnya berdiri.  Langsung rekan itu saya minta berdiri pelan-pelan.  Alhamdulillah hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi

benar kata Mas Faiz, little bit learning is dangerous

Dalam training SEFT, masalah ini dibahas dalam bagian "Handling the excessive intensity".  

Memang saya akui bahwa terapi SEFT yang saya lakukan masih kurang efektif dan menemui banyak kendala.  Namun, itu semua adalah pelajaran agar bisa membuat "Art of delivery" dari terapi SEFT yang saya lakukan makin baik. saya juga mendapat kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang membuat terapi SEFT menjadi kurang efektif.  

Hal-hal tersebut antara lain:

1.  Ada unsur unsur yang kurang terpenuhi baik dari unsur energy psychology atau spiritual

Unsur-unsur spiritual dalam SEFT antara lain:

A. Yakin: Yakin bukan pada terapis atau SEFT atau diri sendiri, namun pada kekuasaan Allah SWT yang Maha Menyembuhkan.  

B. Khusuk: Konsentrasi, memusatkan perhatian pada rasa sakit.  Energi tubuh manusia mengikuti jalan pikiran, jika pikiran diarahkan ke arah rasa sakit, ke sanalah energi mengalir.  

C. ikhlas: menerima bahwa sakit itu adalah ketentuan Allah dan membiarkan yang lalu biarlah berlalu

D. pasrah: membiarkan apa yang akan terjadi, sembuh atau tidak kepadaNya.

E. syukur: dari satu hal yang tidak beres atau tidak sesuai keinginan kita, ada 10000000000000000001 bahkan lebih nikmat dari Allah SWT yang terkadang bahkan tidak kita sadari.  

sedangkan unsur energy psychology yang perlu dipenuhi antara lain:

A. teknik yang benar dan tepat.  

B. ketepatan akar masalah dalam set-up.  sering kali, apa yang dirasakan bukanlah akar permasalahan yang sebenarnya tetapi merupakan gejala semata. Akar masalah seringkali merupakan masalah-masalah emosi.  

2. Kurangnya kerja sama dengan terapis SEFT, baik dalam memenuhi unsur-unsur spiritual atau energy psychology: Untuk memaksimalkan efek terapi SEFT, terapis dan klien perlu bekerja sama.  Keduanya perlu "men-spiritual-kan" dirinya semaksimal mungkin.  Bila klien kurang "spiritual" maka terapis harus memaksimalkan sisi EFT atau sisi energy psychology agar terapi tetap memiliki efek yang diharapkan, termasuk mencari akar masalah yang sebenarnya.  Apalagi jika klien merasa apatis sehingga enggan bersama terapis untuk mengucapkan repetitive power words "Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah" pada saat di-tapping.  

3. Background klien, terutama para peserta yang berasal dari lingkungan menengah ke bawah.  Erich Fromm menyebut masyarakat seperti ini sebagai receptive society, masyarakat yang lebih suka berharap dari luar, terutama dalam hal materi.  Agama seringkali hanya berkisar pada masalah ritual semata dan bukan pada sisi spiritualitas.  ditambah lagi mereka lebih percaya pada obat-obatan daripada energy therapy.      

4. Adanya godaan dari pihak terapis untuk menggunakan SEFT untuk sarana mendongkrak Ego.  seorang SEFTer bukanlah malaikat yang bersih dan suci.  dia juga manusia biasa yang memiliki keinginan untuk dihargai.  Namun, sudah selayaknya seorang SEFTer selalu berusaha kembali "men-spiritual-kan" dirinya agar efektifitas terapi yang dilakukan selalu meningkat.    

Saya percaya SEFT adalah salah satu media yang efektif untuk membagi cinta pada sesama manusia.  Erich Fromm mengatakan "Jika aku berkata aku mencintaimu, maka sesungguhnya aku mencintaimu dalam diri semua manusia, dalam diri semua yang hidup dan dalam diriku sendiri".  Fromm menyebut cinta seperti ini dengan istilah Brotherly Love.  Bahwa sesungguhnya kekasihmu berada dalam diri setiap manusia dan engkau akan selalu bisa berbuat baik dan memberi kepada kekasihmu melalui diri setiap orang.  Kekasihmu mungkin tidak mengetahui kebaikan-kebaikanmu dengan sesama manusia, mungkin dia tidak akan pernah tahu.  Namun, pancaran energi kebaikan itu cepat atau lambat akan mencapainya, mengetuk lembut pintu hatinya dan bukan tidak mungkin keajaiban demi keajaiban akan terjadi.  Keajaiban yang tidak dapat dijelaskan dengan logika atau kata-kata.  

Semoga bermanfaat  

Inspired by: SEFT, Erich Fromm - The Art of Loving dan The Sane Society,
 
Posting sambil dengerin Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya

Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
Kucoba tuang ke dalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui
Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku
Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
Di menara langit halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
Entah yang kuterima aku tak peduli,
aku tak peduli, aku tak peduli
Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
Tinggal bagaimana kita menghayati
di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka

 

Selasa, 14 Juli 2009

[Renungan Cinta] Hikmah Patah Hati



Ya Tuhanku yang Maha Pengasih
Engkau sahaja pemeliharaku
Dengarkan rintahan hambaMu ini
jangan Kau biarkan ku sendiri
Agar ku dapat bahagia walau tanpa bersamanya
gantikanlah yang hilang tumbuhkan yang telah patah
kuinginkan bahagia di dunia dan akhirat
padaMu Tuhan kumohon segala

InTeam, Doa Seorang kekasih

Sahabat,

Sungguh, di dunia ini tidak ada kata terindah selain cinta.  Namun, sudah tidak terhitung berapa banyak yang menderita karena kata tersebut.  Bahkan ada yang memilih sakit gigi daripada sakit hati karena putus cinta alias patah hati.  

Patah hati bisa jadi adalah anugerah tersembunyi yang diberikan olehNya agar hati kita yang telah mengeras dan membeku menjadi lembut dan peka pada tanda-tanda kekuasaanNya.  Musim dingin tersebut adalah kesempatan bagi kita "berhibernasi" dan berkontemplasi dengan relaks sebagai bekal menghadapi kehidupan yang akan datang.  

Bukan tidak mungkin, orang yang menyebabkan kita patah hati sehingga menderita, nelangsa dan sebagainya adalah "utusan"Nya yang bertugas memaksa kita kembali ke jalan yang benar, jalan yang Dia kehendaki.  setelah tugasnya selesai, biarlah sang "utusan" pergi meninggalkan kita, tidak perlu kita mengejarnya.  Kita tinggal meneruskan perjalanan di jalan yang Dia kehendaki, di mana kebahagiaan yang dijanjikan untuk kita menanti jika kita sabar meniti jalan lurus tersebut.  

Mungkin yang perlu diperbaiki adalah pemahaman kita tentang kesenangan dan ksedihan, yang bagaikan musim semi dan musim dingin.  Sehingga kita menerima datangnya musim dingin kesedihan di hati kita sebagaimana kita menerima kedatangan musim dingin di ladang pertanian kita.  Saat kita tidak bisa menanam apapun di ladang tersebut.

Jika suatu saat kita menemukan cinta yang lain, mudah-mudahan saat itu kita telah menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa.  Suatu pribadi yang lebih siap untuk mencintai dengan Cinta yang lebih banyak mendengarkan, memahami, menghargai dan memberi.  Cinta yang jauh lebih sabar dan penuh kasih sayang.  Cinta yang menghasilkan tabungan emosi positif yang jumlahnya tak terkira.   Cinta yang terpatrikan integritas di dalamnya, yang akan menjadi benteng yang kukuh dan rumah yang nyaman bagi jiwa orang yang dicintai.  Cinta yang benar-benar bisa dipercaya, tidak akan memanipulasi atau berbohong.  

Jikapun kita menuntut sesuatu dari yang kita cintai, yang kita tuntut tersebut bukanlah demi kepentingan atau kesenangan pribadi namun sesungguhnya untuk kebaikan yang dicintai juga.  Tuntutan yang lebih merupakan dorongan rasa tanggung jawab sebagai seorang pencinta yang menjaga kekasihnya dari segala mara bahaya.  Tuntutan yang tidak disertai paksaan, yang tetap dalam koridor penghormatan kepada yang dicintai.  

"The deeper that sorrow carves into your being, the more joy you can contain" demikian kata Kahlil Gibran.  Kepedihan yang kita alami sesungguhnya merupakan petunjuk akan datangnya bahagia.  

When God wants to give you His Wisdom and His Guidance and He finds the door of your heart locked, then He sends you an angel to break your heart so the wisdom and guidance can enter.  The problem is that you chase the angel and you forget and ignore the wisdom and guidance God has given.  

Sungguh, cinta adalah hal teragung yang ada di muka bumi ini dan hanya pantas untuk diberikan kepada Dia yang Kekal Abadi, yang tidak akan pernah mengecewakan para pencintaNya, disertai rasa takut dan harapan padaNya.  

Sebuah nasihat untuk diri sendiri yang sedang patah hati. 

Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca  

Inspired by: The Art of Loving, Erich Fromm dan The Prophet, Kahlil Gibran
 
Muhammad Nahar, SEFTer angkatan 49