Senin, 16 Agustus 2010

Ceramah Singkat

http://ceramahsingkat.blogspot.com/
ada yang diminta kultum atau mengisi pengajian, silahkan cari bahan di situs tersebut. semoga bermanfaat

Senin, 09 Agustus 2010

di Multiply koq tidak bisa langsung upload foto ke jurnal/blog ya, akhirnya fotonya mampir dulu ke Photobucket lalu baru dikerek ke MP via direct link

[Sosial] Tangan Kecil dan Sekerat Daging

Hari telah malam saat saya berjalan di sebuah jalan yang banyak dipenuhi penjual makanan dan minuman. Saat melewati seorang pedagang kebab, saya memutuskan untuk makan di sana. Pada saat si pedagang sedang mempersiapkan makanan pesanan saya, tiba-tiba beberapa anak-anak lewat di sana. Beberapa diantara mereka berkerumun dekat si penjual kebab. Tiba-tiba, sebuah tangan mungil terulur dan mengambil sekerat daging yang sedang dipersiapkan si penjual. Rupanya, daging lezat nan berasap itu membuat si anak tidak bisa menahan diri. Suatu kelezatan yang menggoda siapapun yang melihat dan mencium aromanya. Anak-anak yang lain, sambil bercanda, berseru pada si pengambil daging dan menyuruhnya mengembalikan keratan tersebut. Apalagi ditambah teguran keras si penjual sehingga nyali anak itu menciut dan terpaksa mengambilkan keratan daging yang diambilnya. Lalu, dia bergabung kembali dengan teman-temannya dan pergi sambil bercanda ria, menghibur hati yang kecewa karena gagal merasakan sedikit kelezatan duniawi yang menawan itu.

Teringat kembali akan kuliah kerelawanan yang pernah disampaikan  Pak Ahyudin, Presiden ACT, tentang orang-orang di beberapa daerah yang terserang gizi buruk. Apabila kita makan coklat di daerah tersebut, bungkus bekas coklat itu akan jadi rebutan anak-anak. Demikian pula makanan lainnya. Fenomena ini sangat membahayakan. Bisa menjadi ancaman loss generation. Sebuah taruhan bagi harga diri dan eksistensi masa depan bangsa. Apalagi jumlah masyarakat miskin saat ini sangat banyak, tidak kurang dari 60 juta jiwa. Sementara penderita gizi buruk sudah mencapai 13 juta jiwa (WFP, dikutip dari artikel di situs ACT).

Sekelebat kejadian yang mungkin terlihat biasa bagi kebanyakan manusia. Seorang anak miskin yang mengambil makanan yang bukan haknya karena terdorong rasa lapar dan tekanan ekonomi.

Hidup telah menjadi sedemikan berat bagi sebagian besar anak bangsa penghuni zamrud katulistwa ini. Rentangan pulau-pulau yang dipenuhi hasil bumi melimpah dan tanah pertanian nan subur ternyata dihuni jutaan orang miskin yang harus mengerat sisa-sisa peradaban. Peradaban yang sama dengan peradaban yang memanjakan segelintir orang berduit dengan kemewahan, pemborosan dan ketidakpedulian.

Betapa sejarah menunjukkan bahwa manusia hampir tidak pernah belajar dari sejarah itu sendiri. Begitu banyak peristiwa-peristiwa mengerikan, yang berawal dari ketiadaan empati pada sesama, hanya menjadi catatan tanpa ruh yang menggugah dan menggentarkan. Begitu banyak darah yang tertumpah sia-sia seraya membentuk catatan hitam berbau anyir tentang penindasan manusia atas sesamanya. Baik dalam bentuk penjajahan atas bangsa lain maupun penindasan terhadap bangsa sendiri. Revolusi Prancis hanya salah satu diantara kejadian-kejadian tersebut, termasuk juga kerusuhan bulan Mei 1998, seakan lenyap dari ingatan. Sebagaimana lenyapnya rasa kepedulian dan empati pada sesama.

Entah kapan manusia akan menyadari bahwa bisa jadi sebagian bear orang lain adalah anugerah baginya. Sesama manusia adalah kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menambah timbangan amal kebaikan di akhirat dan energi positif keberuntungan di dunia. Tidak selalu sebagai lawan yang harus dibenci atau musuh yang harus dimusnahkan.

Mungkinkah kita perlu mengikuti saran Om Ebiet G. Ade, yaitu bertanya pada rumput yang bergoyang.

Mungkin Tuhan mulai bosan
melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Semoga bermanfaat

Mari kita jadikan momentum Ramadhan 2010 ini sebagai momen pembentukan pribadi dan pengembangan kepedulian pada sesama. Mohon dimaafkan atas segala kekurangan dan kekhilafan yang terjadi atas kelemahan saya sebagai manusia biasa.

Sabtu, 07 Agustus 2010

[Transkrip] Sukses dalam Bersinergi

Acara: Mutiara Pagi - The Power of Life edisi 08 Agustus 2010

Manusia memiliki kompetensi, latar belakang, pendidikan yang berbeda-beda. Semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan.

Sinergi berarti mampu memanfaatkan kelebihan kita untuk memperkuat kelemahan orang lain dan sebaliknya. Bisa juga berarti menggabungkan kekuatan kita dgn kekuatan orang lain agar tercipta kekuatan yang lebih besar. Kelemahan yang tertutupi dan kekuatan yang bertambah besar itu lebih memungkinkan ktia mencapai prestasi yg lebih tinggi.

Sinergi tidak menafikan adanya perbedaan-perbedaan. Sinergi justru menyatukan dan memadukan perbedaan-perbedaan itu sehingga tercipta suatu kesatuan kerja yagn lebih baik dariapda kerja sendiri.

Sinergi yang baik didukung core competence masing-masing. Kelebihan yang ditonjolkan harus khas dan unik, shingga apabila digabungkan dengan keleibhan yang lain akan mewarnai sinergi tersebut. Walaupun ada pihak yang lebih dominan (atasan, pemilik perusahaan atau pemimpin) namun kelebihan dari pihak yang kurang dominan tetap terserap dab mampu mewarnai sinergi itu.

Sinergi dapat diwujudkan dalam hubungan kerja, bisnis, rumah tangga, organisasi sosial dan lain sebagainya.

Persyaratan terwujudnya sinergi:

1. Motivasi: niat harus baik utk hargai orang lain. Niat baik dan kesediaan memepercayaai orang lain bisa menjadi faktor pendorong dan fondasi yang kuat dalam suatu sinergi

2. Tujuan: menyatukan kepentingan, memperkuat kekuatan.

3. Komitmen: sesuatu yang kita ingin capai harus dikomitkan bersama. Ikatan batin dan formal saling menguatkan komitmen.

4. Pengoptimalan kekuatan, mendelegasikan aktifitas kita sesuai dengan kelebihan yang dimiliki orang yang bersinergi tersebut. Distribusi kekuatan yagn optimal membuat sinergi menjadi kuat. Tetapi, apabila orang-orang yang bergabung gagal dalam distribusi, sinergi bisa melemah.

5. Toleransi, pelibatan pihak lain. ada perbedaan perlu toleransi. tanpa toleransi sinergi tidak tahan lama. kesediaan kita utk mengakui ada kepentingan, gaya dll sejauh tidak melampaui prinsip yang benar. berbeda keinginan, cara kerja, gaya hidup dll masih bisa diterima sejauh prinsip tidak dilanggar.

6. Sabar: utk capai ssuatu spare utk menuggu waktu utk meraih pencapaian pd titik terbaiknya. perubahan-perubahan transisi agar sinergi berjalan dgn baik.

Faktor penghambat sinergi:

1. Tiba2 tidak aada kesamaan tujuan. ingin mempercepat pekerjaan yang lain memperindah hasilnya.

2. Ada pihak yg egois dan tidak toleran pada orang lain. tidak mbuat orang lain merasa terlibat berkontribusi. orang lain tidak merasa berharga lagi.

3. Tidak mampu mendistribusikan tg jawab dan hak secar benar pada mitrasinergi. ada yang kebnayakan kerjaan yg lain hanya sedikit. hak pun demikian ada ygn merasa tidak dierplakuan adil.

4. Tidak bersungguh-sungguh menempuh proses. tidak seketika jadi, tidak melakukan dgn sungguh2 ada kemungkina merasa lelah dan frustasi.

Terapi mengatasi gangguan atau yang mengganggu sinergi:

1. Bicara dengan yang bersangkutan agar berpartisipasi

2. Lokalisir gangguan, tidak berpartisipasi dalam sinergi inti. ditempatkan sbg support team.

3. Tindakan tegas, pemecatan, pemutusan keterlibatan dalam sinergi atau bahkan tindakan hukum

Salah satu syarat kesuksesan adalah sikap dan mental ingin terus bersinergi dengan orang lain untuk saling memberi manfaat sebesar-besarnya.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Bapak Ahmad Juwaini

Acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823