Tampilkan postingan dengan label dompetdhuafa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dompetdhuafa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Social Enterprise

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:Ahmad Juwaini
Judul: Social Enterprise
Penulis: Ahmad Juwaini
Penerbit: Expose (Mizan Group)
Cetakan: I (Juni 2011)
Jumlah Halaman: 260 hal
Kategori: Ekonomi

"Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya"
Social Enterprise
halaman 65

Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai nilai-nilai inti yang menjiwai seorang pebisnis sosial. Nilai-nilai inti yang harus dianut seorang pebisnis sosial antara lain swadaya atau mandiri, peduli, antieksploitasi, kemitraan dan sinergi. Tiap sikap nilai yang dibutuhkan seorang pebisnis sosial dijelaskan dengan gamblang dalam buku ini. Walaupun, tentu saja, siapa saja dan apapun profesinya dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Nilai-nilai itu laksana bibit tanaman yang akan tumbuh menjadi pohon besar nan rindang, teduh dan banyak buahnya. Nilai-nilai itu dapat ditanamkan pula pada anak-anak. Bahkan, semakin dini penanaman akan semangat kepedulian tersebut, akan semakin baik hasilnya. Di halaman 209 ada kisah seorang gadis kecil bernama Alisa. Suatu ketika, si gadis kecil berkata pada ayahnya "Yah, bolehkah Alisa puasa Senin Kamis, namun setiap kali Alisa puasa, ayah memberi Alisa uang yang akan Alisa sumbangkan ke Palestina". Memang, saat itu tragedi Gaza sedang berkecamuk karena serangan brutal kaum Zionist.

Bisnis sosial adalah bisnis yang bukan bertujuan mencari keuntungan / profit. bisnis sosial juga mengelola modal untuk mencari keuntungan, namun keuntungan itu bukan untuk mmeperkaya si pemilik bisnis namun untuk kebaikan sosial mereka yang terlibat dalam bisnis tersebut. Si pemilik boleh mengambil keuntungan sebatas balik modal saja. Selebihnya, digunakan untuk pengmenbangan bisnis itu sendiri. Tujuan utama bisnis sosial adalah untuk membebaskan orang miskin dari kemiskinan yang melingkupinya. Bisnis sosial adalah kombinasi sinergis dari Bisnis kapitalistik pengeruk keuntungan material dengan sumbangan amal atau charity.

Bisnis sosial hanya akan berjalan baik jika dilaksanakan oleh orang-orang dengan kecerdasan sosial yang tinggi. Kecerdasan sosial di sini merujuk pada kemampuan seseorang mengetahui, merasakan dan mampu mengatasi persoalan-persoalan sosial di lingkungan tempatnya berada. "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" demikian kutipan menarik dalam buku Social Enterprise ini di halaman 65. Bisnis sosial sangat berbeda dengan amal atau sedekah walaupun keduanya memiliki persamaan sama sama memberi kepada orang miskin. Bedanya, sedekah memberi hasil sedangkan bisnis sosial memberikan kesempatan pada kaum miskin untuk menempuh proses keluar dari kubangan lumpur kemiskinan.

Bisnis sosial hadir tidak untuk menyaingi apalagi memerangi bisnis yang berorientasi pada pemaksimalan profit. Bisnis sosial justru akan menghadirkan pasar baru yang berisi orang -orang yang baru terbebas dari kemiskinan. Para pebisnis yang berorientasi profit akan dapat mendapatkan keuntungan dari orang-orang tersebut. Bisnis sosial hadir untuk melengkapi kekurangan kapitalisme yang cenderung menafikan dan menganaktirikan orang-orang miskin.

Bisnis sosial akan lebih efektif apabila dijalankan oleh orang-orang yang mengerti dan memahami serta mempercayai potensi kebaikan yang ada dalam diri setiap manusia. Muhammad Yunus, seorang professor dari Universitas Chittagong, Bangladesh adalah salah satu dari orang-orang tersebut. Sehingga, walaupun mungkin bukan yang pertama, namun bisnis sosial seringkali identik dengan nama beliau. Pendiri Grameen Bank ini seakan sudah menjadi icon dari bisnis sosial. Hasil pembelajaran sang profesor ekonomi yang berguru pada rakyat miskin Bangladesh ini seringkali mewarnai banyak wacara tentang bisnis sosial. Termasuk dalam buku ini.

Selebihnya, buku ini berisi portfolio unit-unit bisnis Dompet Dhuafa yang dapat dijadikan model untuk pengembangan bisnis sosial. Pembahasan tentang unit-unit bisnis tersebut dijabarkan dengan cukup mendetail sehingga mereka yang mau memulai bisnis sosial dapat mempelajarinya dengan baik. Walaupun tentu saja tidak harus persis sama. Pendek kata, buku ini sangat layak dibaca oleh siapapun yang peduli pada kaum miskin. Buku Social Enterprise karya Pak Ahmad Juwaini ini akan menyadarkan kita betapa pentingnya memberdayakan kaum miskin agar mereka mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri. Semoga suatu saat nanti, dunia yang benar-benar bebas dari kemiskinan akan terwujud, Insya Allah. Aamiin

Kamis, 04 September 2008

[TRANSKRIP] Rezeki Yang Halal


Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Ada seseorang bernama Abdul Khoir.  Pada tahun 1975, dia bekerja sebagai teller di sebuah bank.  Dia adalah seseorang yang murah hati, suka membantu, ringan tangan dsb.  Para nasabah yang datang biasanya ingin dilayani Abdul Khoir walaupun harus antri.  Dia bekerja dengan ikhlas dan penuh dengan cinta.  kawan-kawannya bukan hanya di front liner, tetapi hampir seluruh karyawan yang ada di bank tersebut iri sama dia.  Sehingga, oleh kepala cabang, Abdul Khoir dipindah ke bagian korporat.  Dia sekarang bertugas mengurusi nasabah-nasabah korporat.  Para nasabah itu senantiasa selalu memberi amplop kepada Abdul Khoir.  Abdul Khoir tidak yakin hukum menerima amplop itu halal atau haram.  Dia memiliki harga diri martabat.  Dia merasa bahwa dia sudah digaji cukup, sehingga merasa enggan memberi makan anak istrinya dengan penghasilan yang tidak jelas kehalalannya.  

Suatu hari, kepala cabang menegurnya dan berkata:

Kepala Cabang: "Abdul Khoir, mengapa kamu menolak amplop2 tersebut?"

Abdul Khoir : "Saya tidak mau pak, menerima uang yang kehalalannya tidak saya yakini"

KC: "Terima aja dulu, baru nanti diatur.  Saya tidak mau ada nasabah yang malu atau kecewa."

Abdul Khoir tetap tidak mamu membawa pulang amplop2 tersebut.  Dia menaruh amplop2 tersebut di laci dan dikunci.  Abdul Khoir memliliki harga diri/izzah di dalam hatinya karena dia yakin bahwa Alloh SWT telah menjamin rezeki bagi hamba-hambaNya.

Subhanalloh, Orang yang berharap hidayah, pertolongan dan bimbingan dari Alloh SWT pasti suatu saat akan mendapatka semuanya.

Suatu saat dia sholat jum'at di kantor lain, karena di kantornya tidak ada sholat Jum'at.  Suasana sholat jum'at sangat hening.  Saat itu dia sedang duduk terpekur, menyimak apa yang dikatakan khotib.  Sang khotib membaca Hadits yang bermakna "setiap daging tumbuh barang haram Neraka tempatnya".  Hidayah langsung masuk ke dalam ruang hati yang paling dalam dari Abdul Khoir.

Seketika itu juga dia seperti melihat suatu pandangan, vision, atau khasysyaf.  Seakan-akan dia melihat Neraka Jahannam menyala begitu hebatnya, lalu seakan-akan dihadirkan istri dan anak-anaknya yang akan dimasukkan ke Neraka.  mereka menjerit-jerit kenapa sang Ayah sampai membuat mereka masuk ke sana.  

Usai Sholat Jum'at, Abdul Khoir menemui sang Khotib dan meminta saran, apakah dia harus mengundurkan diri dari kantornya atau terus bekerja.  Sang khotib mengatakan bahwa yang bisa menyelesaikan segala persoalan yang dia dihadapi adalah Alloh SWt dan dirinya sendiiri.  Jum'at siang itu juga, Abdul Khoir kembali ke kantornya dan membuat surat pengunduran diri.  Saat itu masih tahun 1975.

Bila seseorang meninggalkan yang haram karena Alloh SWT, maka sesungguhnya Alloh SWT mampu memberi karunia yang jauh lebih dahsyat dari yang dia tinggalkan.  Uang dari para nasabah korporat itu adalah uang/harta yang haram.   harta seperti itu tidak ada berkahnya dan tidak akan menghasilkan ketenangan batin.

Selama beberapa bulan, Abdul Khoir tidak punya pekerjaan. Mertuanya, seorang pengusaha ekspedisi laut yang memiliki beberapa kapal, mengajaknya bekerja sama.  Abdul Khoir, mungkin karena berkah dari Alloh SWT, menjadi seorang pegawi yang cekatan.  Lama kelamaan, sang bapak mertua memberikan usaha ekspedisi tersebut kepada Abdul Khoir.  Tahun 1976 dia mulai jadi direktur di perusahaan tersebut.  Hanya dalam waktu beberapa tahun sejak dia mengundurkan diri, Abdul Khoir menjadi seorang milyarder.  Tahun 1980, dia bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah bersama istrinya.  Saat itu dia sudah memiliki 7 buah kapal laut.  Sekitar 6 tahun sejak dia mengundurkan diri dari bank tempat dia bekerja, dia sudah menjadi milyuner yang kaya raya dalam usia yang kurang dari 40 tahun.  

Abu Humaid as-Sa’idi menuturkan bahwa Nabi saw. pernah mengangkat seseorang dari Bani Azad yang bernama Ibn al-Utbiyah (Ibn al-Lutbiyah) sebagai amil pemungut zakat, lalu ia kembali dan mengatakan, “Ya Rasul, ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.”

Nabi saw. lalu berpidato, “Tidak pantas seorang petugas yang kami utus lalu datang dan berkata, “Ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya lalu memperhatikan apakah itu dihadiahkan kepadanya atau tidak. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah ia datang membawa pemberian itu, kecuali ia pasti datang pada Hari Kiamat kelak memanggul barang itu di pundaknya.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).

Hadits dari situs ini

Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan.  Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah.  Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas.  Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram.  Orang-orang seperti ini tidak dapat menenangkan batinnya karena mereka sesungguhnya sadar bahwa mereka bekerja di tempat yang tidak baik.  Mereka perlu diselamatkan.  

Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya.  Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha.  Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu  yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang  ada) yang kuat.  Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya.   Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang.  Kepercayaan menjadi taruhannya.  Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.

Alloh SWT, dalam surat Ar Rahman, setelah bercerita panjang lebar tentang penciptaan alam semesta tiba-tiba mengatkaan "Jangan kalian curang dalam timbangan, timbang yang baik jgn dikurangi".  Ternyata ada hubungan erat antara alam semasta dengan kecurangan dalam timbangan.  Jika ada satu dua orang yang curang dalam timbangan, sedikit demi sedikit alam  mulai rusak, sistem juga mulai rusak.  Illegal Lodging bisa terjadi karena ada oknum pejabat yang bermain.  Perbuatan maksiat tersebar karena ada yang mem-backing-i. Pada akhirnya, seluruh tatatan kemasyarkatan dan alam semesta tinggal menunggu kehancuran saja.  Kita harus jadi seperti ikan di lautan, walaupun airnya asin, jangan ikutan jadi asin.  

Sesungguhnya, dalam rezeki yang halal dan baik ada pancaran kekuatan energi dahsyat.  baik

1. Membuat kita bersemangat.

2. Membuat kita menjadi Taat dan mudah melakukan kebaikan.

Jika kita sudah lama tidak merasakan nyamannya khusuk atau sudah lama tidak merasakan semangat yang membara, mungkin ada yang salah dengan cara mencari nafkah kita selama ini.  Jika sudah lama kita tidak merasa mudah melakukan kebaikan, bisa jadi ada yang haram dalam rezeki yang kita konsumsi selama ini.  Sesungguhnya Alloh SWT adalah yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang hal-hal yang baik saja.

Saat orang-orang pergi ke tempat kerja mereka masing-masing, mereka sepertinya sangat terburu-buru.  Tampang sebagian besar dari mereka sepertinya tegang, jarang ada yang tersenyum ramah atau melangkah dengan ringan.  Jangan-jangan ada hal-hal yang haram di dalam rezeki mereka.  

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini

Link terkait:

Perbuatan Maksiat dan Global Warming

Kekerasan Terselubung dalam perbuatan Maxiat

Kamis, 28 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Menjaga kemuliaan diri dengan nafkah yang halal


Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Menjaga kemuliaan diri dengan nafkah yang halal

Dari Abu Abdillah An-Nu'man bin Basyir Radhiallahu Anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda :

"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat pekara-pekara yang syubhat ( samar-samar / tidak jelas halal atau haramnya ) yang tiada diketahui oleh kebanyakan manusia.Barangsiapa yang memelihara dirinya dari pekara-pekara yang syubhat itu, maka dia telah melindungi agama dan kehormatannya dirinya. Dan barangsiapa yang tergelincir ke dalam pekara syubhat itu berarti ia tergelincir masuk ke dalam perkara haram.Laksana seorang penggembala di pinggir sebuah daerah larangan, yang akhirnya masuk ke dalam daerah larangan itu. Ketahuilah sesungguhnya bahwa setiap raja mempunyai daerah larangan, Ketahuilah, sesungguhnya daerah larangan Allah itu adalah pekara-pekara yang diharamkanNya."

Ketahuilah, dalam setiap tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh itu dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu.Ketahuilah, Itu adalah hati."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits dari situs ini

Kaidah ushul fiqh mengatakan bahwa:dalam perkara ibadah (ritual) segala sesuatunya adalah haram kecuali ada dalil yang memperbolehkan atau mewajibkan.  Sementara, untuk perkara muamalah/duniawi, segala sesuatunya adalah boleh kecuali ada dalil yang melarang.  Contoh harta haram antara lain: Harta riba, harta hasil rentenir, harta hasil korupsi atau kejahatan lainnya, harta hasil bisnis maxiat, bangkai, darah, babi, anjing, binatang yang disembelih tanpa disebutkan nama Alloh SWT dan sebagainya.  Jauh lebih sedikit daripada harta yang halal.  

Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan.  Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah.  Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas.  Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram.  

Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya.  Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha.  Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu  yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang  ada) yang kuat.  Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya.   Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang.  Kepercayaan menjadi taruhannya.  Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.

Kisah pertama:

Andri (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pegawai.  Saat itu dia sedang dalam keadaan "bokek" (tidak punya uang) sedangkan tanggal gajian masih cukup lama.  Istrinya sudah panik karena tidak ada uang sama sekali.  Suatu hari, dia diminta oleh bossnya untuk mentransfer uang ke rekening tertentu di ATM.  setelah melalui antrian yang cukup panjang, dia tiba pada giliran menggunakan ATM.  Pada saat dia ingin menggunakan ATM tersebut, tiba-tiba mesin itu mengeluarkan suara yang cukup keras.  Ternyata ada kartu ATM milik orang lain yang tertinggal di mesin itu.  di layar Mesin ATM tertera tulisan:

ANDA INGIN MELANJUTKAN TRANSAKSI? YA/TIDAK

Menu awal tampil, saat itulah Andri sadar bahwa orang yang sebelumnya menggunakan ATM meninggalkan kartunya di mesin ATM tersbut.  Jantung Andri berdegub kencang.  Dia berada di persimpangan jalan antara mengambil uang yang bukan miliknya atau mempertahankan keimanannya agar tidak ternoda oleh dosa tersebut.  Andri sempat memencet tombol untuk melihat saldo rekening tersebut.  dia cuma lihat angka 1 dan 5, entah 150 ribu, 1.5 juta, 15 Juta atau bahkan 150 juta.  

Mengambil uang orang lain via ATM, walaupun cuma seekdar bertahan hidup sampai tanggal gajian, jelas merupakan dosa yang besar.  Akhirnya, Andri memutuskan untuk tidak jadi mengambil uang pemilik kartu ATM tersebut. Dia mengembalikan kartu tersebut ke bank via security.  

Di rumah Andri bercerita pada istrinya tentang ujian iman yang baru dia alami.  Sang istri malah menyayangkan mengapa Andri tidak mengambil uang sedikit barang 1 juta untuk bertahan hidup.  Andri merasa kecewa dngan jawaban sang istri.  Dia tidak jadi makan malam dan keluar menemui para tetangganya.  

Rupanya, saat keluar menemui para tetangga itulah saat Alloh SWT ingin membalas kebaikan Andri.

Salah satu tetangga ada yang juga sedang bokek dan perlu uang, sama dengan Andri.  Dia lalu meminta Andri menjualkan Mini Compo miliknya kepada teman-teman kantor.  Jika ada lebihnya, Andri boleh mengambilnya.  

Keesokan harinya, Andri pergi ke kantor sambil membawa mini compo tersebut.  Melihat harga yang ditawarkan cukup murah untuk sebuah mini compo, ada teman kantor Andri yang ingin membeli mini compo tersebut.  Setelah pulang kantor, Andri menemui sang tetangga dan memberi uang hasil penjualan mini compo tersebut. Andri mendapat sisanya, cukup untuk bertahan hidup sampai tanggal gajian.  

Hal-hal yang haram seringkali membuat manusia terlibat dalam pergulatan batin yang sangat berat.  Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dengan memperkuat iman.  

Kisah kedua:

Pada suatu hari seorang pengusaha mendatangi seorang ustadz untuk meminta nasihat.  pengusaha tersebut mengenal banyak pejabat.  Dia diminta suatu perusahaan konstruksi yang ingin memenangkan tender pembangunan di Aceh pasca tsunami.  Perusahaan itu ingin memenangkan tender tersebut dengan segala cara, baik halal atau haram.  Dalam fax yang dikirimkan perusahaan tersebut, sang pengusaha dijanjikan uang 150 Milyar apabila dia bisa membantu perusahaan itu memenangkan tender.  Dalam waktu 5 menit, datang fax kedua, meralat jumlah "hadiah" itu menjadi 200 milyar.  

Sang pengusaha meminta pendapat istrinya.  Sang istri mengelus perutnya dan mengatakan bahwa dia kasihan pada anak mereka apabila uang haram itu sampai menjadi darah daging mereka.  Pergulatan batin itu menyebabkan sang pengusaha menderita demam selama berhari-hari.  Namun, alhamdulillah, keimanannya cukup kuat untuk bisa menolak uang haram yang jumlahnya cukup besar tadi.  

Nafkah yang haram bisa membuat doa kita tidak diterima/dikabulkan:

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat yang baik (suci), maka Dia tidak akan menerima (sesuatu), kecuali yang baik (suci). Dan Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mukmin sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada para rasul. Maka Allah SWT berfirman: "Wahai para rasul, makanlah kalian dari sesuatu yang baik-baik (halal dan baik) dan beramalah dengan amal yang saleh.

" Kemudian Allah SWT berfirman kembali: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah oleh kalian sesuatu yang baik-baik (halal dan baik) dari apa-apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian. Kemudian dia (rasulullah) menggambarkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan yang sangat jauh, rambutnya kusut penuh dengan debu. Lalu dia menenggadahkan kedua tangannya ke langit (berdoa) dan berkata: "Wahai Tuhanku (kabulkanlah doaku), Wahai Tuhanku (kabulkanlah doaku).

Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia dikenyangkan oleh sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?."

Dalam hadits shahih yang lain dari Abu Hurairah Rasulullah SAW juga bersabda: "Jika seseorang berangkat untuk melakukan ibadah haji dengan harta yang baik, maka tatkala dia mengucapkan talbiyyah, langsung ada suara (Malaikat) yang menjawab (mendoakan) dari langit:

"Selamat datang dan kebahagiaan buatmu (wahai hamba Allah). Harta yang engkau pergunakan (untuk ibadah haji) adalah harta halal, dan kendaraanmu halal, maka hajimu termasuk haji mabrur dan bukan termasuk haji yang berdosa/ditolak (bukan haji mardud). Tetapi jika seseorang berangkat untuk melakukan ibadah haji dengan harta yang haram, lalu ia mengucapkan talbiyyah, langsung ada suara (Malaikat) yang menjawab (mendoakan) dari langit: "Tidak ada pangilan buatmu dan tidak ada kebahagiaan buatmu." Harta yang engkau pergunakan (untuk ibadah haji) adalah harta haram, dan kendaraanmu haram, maka hajimu termasuk haji yang mardud (termasuk haji yang berdosa/ditolak)." (HR. Thabrani).

(Hadits diambil dari situs ini).

Padahal, keadaan orang itu (safar/perjalanan dan kehabisan bekal) merupakan kondisi dimana doa akan cepat dikabulkan.  Namun, harta haram yang ada dalam dirinya lahir batin membuat doanya tidak dikabulkan.  Orang yang korupsi atau melakukan kejahatan lainnya mungkin mengira bahwa anak dan istrinya tidak tahu akan harta haram yang dia bawa.  Namun, pengaruh harta haram dapat dilihat pada sikap dan perilaku anggota keluarga orang yang membawa harta tersebut.  Bisa jadi anak dan istri, karena merasa gerah dan tidak tentram, mencari bermacam hiburan di luar ruamh seperti bioskop, diskotik, mall dll.  Bisa juga mereka terjerumus ke dalam cengkeraman obat-obatan terlarang, minuman keras dan pergaulan bebas tanpa batas.  Pada akhirnya, harta haram tersebut akan membuat pemiliknya menderita kerugian yang besar di dunia dan akhirat.  

Contoh keteladanan dalam menjaga diri dari harta haram dapat kita temui dalam diri Khalifah Umar bin Abdul Aziz.  Suatu hari anak beliau ada yang ingin bertemu karena urusan keluarga.  Beliau terlebih dahulu mematikan lampu dan ketika ditanya mengapa beliau melakukan hal tersebut, sang khalifah berkata: "Minyak untuk lampu tersebut dibeli dangan harta kaum muslimin, aku tidak sepantasnya menggunakan minyak tersebut untuk kepentingan pribadi".  Kisah-kisah yang lain tentang Umar Bin Abdul Aziz dapat dibaca di Situs ini.

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini

Senin, 21 Juli 2008

[TRANSKRIP] 3 Pelajaran Penting

3 Pelajaran Penting
Acara Power of Life pagi ini membahas 3 pelajaran penting, yaitu:
  1. belajar merasakan kegagalan

  2. belajar mengatasi kritik

  3. belajar mengatasi rasa malu

  1. belajar merasakan kegagalan dan kesalahan  kegagalan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti.  Orang-orang yang sukses bisa meraih kesuksean mereka karena sudah mengalami begitu banyak kesalahan dan kegagalan.  Mereka mengalahkan segala kegagalan yang pernah mereka alami.  Manusia sesungguhnya adalah makhluk pembelajar dari kecil, contoh: anak kecil belajar jalan harus melalui jatuh bangun terlebih dahulu.  Proses menghadapi kegagalan dan keslahan adalah sesuatu harus dijalani dan tidak bisa dihindari.  Yang salah adalah orang yang terus menerus melakukan hal-hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda.  Gagal dalam hal yang berbeda itu wajar tetapi gagal berulang kali dalam hal-hal yang sama itu yang ngawur.


  2. mengatasi kritikNabi Muhammad SAW saja harus menghadapi lebih dari sekedar keritik, mereka bahkan menghadapi hinaan dan sebagainya.  Namun,  masyarakat Arab berhasil beliau ubah dalam waktu 23 tahun.  Banyak orang  hanya bisa melakukan kritik dan ngomong sembarangan tetapi tidak bisa atau tidak mau melakukan.  Yang terbaik adalah biarkan saja mereka berbicara sampai kenyataan berubah krn usaha kita.  Tunggu saja tanggal mainnya.  Kritik yang baik adalah yang bukan cuma menunjukkan kesalahan dan kekurangan kita, juga mengandung solusi yang bisa diterapkan agar yang dikritik bisa memperbaiki diri. 



  3. mengatasi rasa malu Rasa malu perlu kita tempatkan  di tempat yang sebenarnya.  Lebih sering merasa malu saat melakukan kesalahan walau bukan kesalahan yang fatal.  Misalnya, salah bicara dpan umum siapapun bisa termasuk seorang presiden.  Pernah ada seorang presenter di perusahaa TV, tanpa sengaja mengubah nama TV-nya jadi metro mini, namun berkat kesalahan tersebut dia jadi cepat naik pangkat dan pindah program acara beda dgn daya jual lebih tinggi. Kita boleh merasa malu saat tertangkap korupsi, melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, hukum, moral dan sejenisnya,  jangan malu melakukan hal-hal yang tidak bertentangan denga hal-hal di atas.    Termasuk malu yang baik adalah apabila orang tua merasa malu untuk melakukan hal-hal yang dia sendiri larang anak untuk dilakukan, contoh klasiknya merokok.Malu yang tidak benar atau tidak pada tempatnya akan merusak rasa percaya diri pada diri kita. 

Ketiga pelajaran di atas sangat penting untuk memupuk rasa percaya diri seorang manusia.  Rasa percaya diri sesungguhnya berasal dari penerimaan kita terhadap diri sendiri apa adanya.  Kita semua memiliki karunia yang luar biasa dari Alloh SWT, namun hanya karena ada hal-hal yang kita anggap kurang, kita tidak mensyukuri karunia dan nikmat yang luar biasa tersebut.  Jarang ada orang, semiskin apapun dia, saat diminta sebelah tangan atau kakinya demi uang sekian puluh juta bersedia memberikan.

Tidak ada orang yang tahu nasibnya bagaimana di masa depan.  Menduga-duga nasib baik atau buruk berarti memberi prasangka atau justifikasi terhadap Alloh SWT.  Justifikasi atau prasangka itu bisa baik atau buruk, tinggal pilih.  

Sumber: Acara The Power of Life, Trijaya FM - Selasa 22 Juli 2008 jam 5 - 6 pagi
Narasumber: Bapak Zainal Abidin - Institut Kemandirian


Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823