Tampilkan postingan dengan label neraka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label neraka. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2008

yang mau masuk NERAKA, silahkan


silahkan habiskan uang untuk hura-hura pada malam pergantian tahun kali ini

silahkan lupakan ratusan saudara-saudara kita di Palestina yang sedang dibantai Zionis laknatullah

silahkan begadang semalaman sambil bersenang-senang sehingga besoknya telat untuk bangun sholat subuh

silahkan bersenang-senang sama pasangan yang tidak sah sehingga tiap detik dosa-dosa timbul dan timbul

silahkan menyaksikan kembang api seharga ratusan juta yang hakikatnya uang kalian juga yang dibakar sia-sia

silahkan lupakan tetangga yang sedang kelaparan atau kehabisan bahan bakar

silahkan lupakan para penghuni Desa Jagabita alias kampung pesakitan yang sedang berjuang antara hidup dan mati dengan penyakit mereka yang bermacam-macam seperti kanker, tumor, asma, kaki gajah, dan sebagainya

silahkan keliling kota muter-muter gak karuan menghabiskan bensin dan menambah beban pencemaran pada bumi kita

silahkan nikmati sajian para pengkhianat kemanusiaan yang disebut peradaban Barat itu sampai puas selama hayat masih dikandung badan

semoga peringatan ini membuka mata kita, sehingga kita bisa melihat siapa diri kita sesungguhnya dan menilai diri kita dengan jujur sehingga kita bisa memperkirakan seperti apa diri kita di hadapan Alloh SWT

semoga bermanfaat dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan

Selasa, 30 September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan


Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta


Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa


kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"

Demikian kata Rasul Tercinta


Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan


Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka


Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia


Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan