Tampilkan postingan dengan label maksiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maksiat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

[Renungan] Bencana dan Interaksi Energi

Nikola Tesla noted: "A single ray of light from a distant star falling upon the eye of a tyrant in bygone times may have altered the course of his life, may have changed the destiny of nations, may have transformed the surface of the globe, so intricate, so inconceivably complex are the processes in Nature."

Nicola Tesla



Beragam pendapat tentang bencana mewarnai hari-hari kita belakangan ini.  Mulai dari pendapat yang mengatasnamakan agama dengan mengutip dalil-dalil kitab suci sampai yang materialistik murni.  Ada pihak yang mengatatakan bahwa Tuhan menghukum manusia karena dosa-dosa mereka dengan adanya baencana-bencana ini.  Ada pula yang berpendapat bahwa semua ini hanyalah kebetulan semata. Tidak ada hubungan sama sekali dengan dosa dan kesalahan manusia.  Sebagaimana banyak orang, terutama yang tak bertuhan, yang berpendapat bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan.  Jarang sekali ada orang yang menyadari adanya interaksi energi di dalam kehidupan.  Manusia pada umumnya menganggap dirinya sebagai entitats yang terpisah dari alam dan manusia lainnya.  Erich Fromm menyebut fenomena tersebut sebagi keterasingan atau "alienation".  Secara materi, manusia memang terpisah dari lingkungannya, namun sebagai entitas energi dia tidak terpisahkan sama sekali.  Manusia adalah bagian dari energi yang saling berinteraksi dalam bentuk vibrasi atau getaran. SEbagaimana energi alam mempengaruhi manusia, manusia pun mampu mempengaruhi energi alam melalui semua perbuatan tangannya.

 

Manusia telah mengubah wajah dunia sedemikian rupa selama ratusan bahkan ribuan tahun. Bangunan - bangunan megah dan besar didirikan di berbagai tempat di muka bumi ini.  Sebagian bangunan itu hanya diperuntukkan bagi kesenangan dan kebanggaan semata.  Mulai dari istana megah tempat tinggal para penguasa zalim, piramida raksasa yang hanya digunakan untuk menguburkan jasad sang Firaun sampai dengan Mall-mall megah di kota besar.  Semua itu adalah perangkap energi yang menyebabkan vibrasi energi menjadi terhambat.  Bumi yang semakin tua semakin dibebani beban yang makin berat.

 

Sementara itu, banyak gunung-gunung yang diledakkan dan diambil batu-batunya untuk dibuat jalan dan bangunan. Saat saya dan beberapa teman relawan berkunjung ke suatu daerah miskin yg terletak tidak jauh dari jakarta, seorang relawan lokal bercerita tentang keadaan gunung-gunung di sana.  Kata relawan lokal tersebut kira-kira lima tahun lagi gunung - gunung itu akan habis karena terus menerus diambil bebatuannya. Padahal, gunung-gunung adalah pasak-pasak yang menopang permukaan bumi hingga bisa stabil dan nyaman untuk ditinggali makhluk hidup.  Wajah bumi pun semakin lama sekamakin berubah, jauh dari saat dia pertama kali diciptakan.  Dan perubahan pada wajah bumi itu tentu mempengaruhi keseimbangan energinya hingga makin rentan terhadap bencana alam.  Mungkin, sekali lagi mungkin, rumah tempat tinggal kita berdiri di atas batu-batu gunung tadi.  Batu-batu yang seharusnya tetap menjadi penopang bagi keseimbangan materi dan energi bumi tercinta ini.

 
Setiap kali manusia berbuat kebaikan, maka kebaikan itu akan terseimpan dalam bentuk energi positif. Apabila perbuatan yang dilakukan sebaliknya, maka dia pun akan tersimpan dalam bentuk energi negatif.  Kedua macam energi itu bisa mencair dan kembali pada pemiliknya.  Energi positif dalam bentuk 4TA (harta, tahta, kata dan cinta) dan energi negatif dalam bentuk bencana dan kemalangan. Kita tidak tahu pasti apa sajakah yang pernah terjadi di wilayah bencana tersebut.  Bisa jadi banyak orang yang menabung energi negatif karena menzalimi sesama dan alam semesta.   Sehingga, atas izin Allah SWT, terjadilah pencairan banyak energi negatif sekaligus dalam bentuk bencana.  Kita tentu telah mengetahui bahwa kezaliman telah terjadi hampir di seluruh tempat di muka bumi ini. Ditambah lagi dengan ketidakpedulian orang pada sesama manusia.  Mereka yang berbuat maksiat, zalim dan jahat dibiarkan saja, yang penting tidak mengganggu saya.

Sesungguhnya, dalam setiap kemaksiatan akan selalu ada pihak yang terzalimi.  Ada orang tua yang prihatin pada anak-anaknya kecanduan narkotika atau minuman keras yang dijual bebas.  Ada guru atau pendidik yang kesulitan mendidik dan mengajar anak didiknya karena mereka enggan belajar.   Ada istri yang suaminya  berselingkuh atau lebih suka jajan di tempat-tempat pelacuran dan sebagainya.  Semua itu membuat pencairan energi negatif bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.  Mulai dari kecelakaan kecil yang hanya menyebabkan sedikit korban terluka hingga bencana masif yang melenan ratusan atau bahkan ribuan korban jiwa.  Sehingga, pesan Ebiet dalam lagunya sangat penting untuk kita simak dan ambil hikmahnya ".. yang terbaik hanyalah, segeralah bersujud mumpung kita masih diberi waktu .... "

Allah SWT tidak ingin kita mengeluh dan merintih namun Dia ingin agar kita memaksimalkan apapun yang dianugerahkan kepada kita agar kita bangkit dan berprestasi. Semua yang menjadi kehendakNya adalah pendidikan bagi kita semua. Sebagimana kata Rabb menurunkan kata-kata Tarbiyah atau pendidikan, Murabbi atau pendidik dan Mutarabbi atau peserta didik.  Akal memang tidak selalu bisa mencari penyebab dari semua ini, karena akal yang menuntut untuk dipuaskan adalah akal yang diperbudak ego dan hawa nafsu. Akal yang sehat adalah akal yang selalu mencari hikmah di balik setiap peristiwa dan memanfaatkan peristiwa2 itu demi kebaikan sesama dan pengembangan diri yang optimal.  Akal yang diterangi cahaya nurani yang jernih bersumber dari hati yang selalu berbaik sangka atau khusnudzon kepadaNya.

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS. Al Baqarah:32)

Semoga bermanfaat

Jumat, 29 Januari 2010

KOMPAS cetak - Jangan Sebut Kami Kotor dan Miskin

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/19/03143542/jangan.sebut.kami.kotor.dan.miskin
Sekelumit kisah memilukan dari mereka yang terjerat kemiskinan, lokasi di Bongkaran, Tanah Abang

Perlu diketahui bahwa daerah Bongkaran adalah salah satu daerah yang terparah kemaksiatannya di Jakarta. Hubungan incest dan sex bebas, bercampur beragam kejahatan ada di sana.

Selamat membaca, semoga bermanfaat

Teman2 SEFTer pernah mengadakan baksos di sana, foto2nya bisa dilihat di album yang ini

Kamis, 26 Februari 2009

[Kisah dan Hikmah] Saudagar kurang ajar, punya 4 istri masih selingkuh juga

Zaman dahulu kala ada saat raja-raja masih berkuasa dan para panglima perang menguasai medan laga, tersebutlah seorang saudagar yang sangat ulung berniaga.  Kekayaan sang saudagar jauh melebihi para pesaing bisnisnya.

Namun sayang disayang, saudagar ini punya akhlaq yang tercela.  walaupun sudah punya 4 orang istri, dia masih saja berselingkuh dengan orang-orang yang hanya berparas menawan tetapi berakhlaq durjana. 

Akhirnya, sang saudagar harus berurusan dengan pengadilan sementara hartanya terkuras habis diambil oleh sang selingkuhan. Selingkuhan jahanam itu malah pergi dengan laki-laki lain yang berparas tampan namun tidak kalah edan. 

Pada saat akan menghadapi persidangan, dia minta dukungan kepada keempat istrinya.

Mula-mula dia datang kepada istrinya yang paling muda (baik dalam hal urutan ataupun usia),  namun apa jawaban si istri termuda:

"mas, siapa suruh berselingkuh sama perempuan lain, kan mas sudah punya istri, 4 orang lagi! kalau tahu bakalan begini, mending saya nikah aja sama  pacar saya yang dulu aja."

lalu sang istri keempat itu dengan kesal meninggalkan lelaki tua yang malang tersebut.  kedua istrinya yang lain juga enggan membantu sang saudagar walaupun tidak seketus istri yang keempat itu.

tinggallah istri pertama yang setia mendampingi sang saudagar dan membelanya mati-matian di pengadilan.  Namun sayang seribu sayang, karena sang istri pertama ini bukan ahli hukum, dia tidak mampu berargumentasi untuk membela suaminya yang memang salah.  ditambah lagi kesehatan sang istri pertama ini sangat buruk. Dia sangat kurang mendapat perawatan kesehatan dan asupan makanan bergizi semenjak sang saudagar menghambur-hamburkan hartanya untuk berbagai macam perbuatan maksiat.  

Akibatnya sungguh sangat fatal, suasana persidangan yang tegang dan penuh hiruk pikuk itu menyebabkan kondisi kesehatan sang istri pertama semakin menurun dan menurun.  sepulang dari persidangan, sang istri sakit keras.  sebelum menghembuskan nafas yang penghabisan, dia berkata lirih "Mas, maaf saya tidak bisa membelamu".

Sang saudagar hanya bisa menyesali dirinya sendiri saat para prajurit kerajaan datang dan membawanya ke  penjara bawah tanah yang gelap dan mengerikan. 

Rekan-rekan sekalian, cerita di atas bukanlah cerita nyata.  Cerita itu hanyalah cerita rekaan yang sudah beredar sejak saya kecil, mungkin juga jauh sebelum saya lahir ke dunia fana ini.  Saya hanya membumbuinya saja,

Cerita di atas juga bukan untuk masuk ke polemik poligami yang beberapa lalu sempat menghebohkan kehdupan kita. sama sekali tidak

4 Istri diatas adalah perumpaamaan pada apa yang ada pada diri kita:

Istri keempat adalah perumpaan untuk harta kita.  Berapa banyak orang yang menghabiskan sebagian besar umurnya untuk mencari harta kekayaan yang diusahakan bisa diwariskan sebanyak 7 turunan bahkan lebih.  Banyak yang mengorbankan waktu, tenaga dan bahkan ada yang mengorbankan akidahnya untuk memperoleh banyak harta.  Banyak juga yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh harta dunia tersebut.

Istri ketiga adalah perumpamaan untuk jasad kita.  banyak orang menilai orang lain dari penampilan fisik semata sehingga jaman sekarang ini orang2 berlomba untuk memperindah dan memperhebat fisik dengan melupakan hal-hal yang lain.

Istri kedua adalah perumpamaan untuk orang-orang terdekat kita, keluarga atau saudara.  Banyak manusia yang menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya, makan atau tidka yang penting kumpul kata mereka. 

Istri pertama adalah jiwa kita sendiri, inilah yang akan kita bawa ke alam yang abadi setelah kita meninggal dunia.  Namun, betapa banyak diantara kita yang hampir tidak pnya waktu mengurus hal yang paling penting ini.

Namun, yang lebih mengerikan lagi adalah apabila semua itu sudah tidak terlihat lagi saat kita mulai berselingkuh seperti kisah saudagar di atas.  Selingkuhan itu tidak lain adalah Hawa Nafsu kita sendiri.  hawa nafsu yang menuntut untuk dipuaskan dalam kehidupan dunia ini, yang tidak pernah mau mengerti betapa sulitnya mencari sumber daya untuk memuaskan hawa nafsu tersebut.

Contoh kecil:

berapa banyak diantara kita yang rela tidak tidur semalaman suntuk karena berdugem ria di tempat-tempat yang sesak, pengap dan penuh kepulan asap rokok.  Harta terkuras, kondisi fisik semakin menurun, organ2 tubuh semakin berkurang fungsinya. 

Padahal anak istri menunggu di rumah, berharap bisa merasakan sedikit hasil jerih payah ayahnya demi mengganjal perut yang sudah berbunyi dengan keras saking laparnya

Satu contoh kecil di atas sudah cukup membuat bulu kuduk kita meremang dan bergidik ngeri.  belum lagi contoh yang sama namun dalam sekala yang lebih besar.  buat yang ingin tahu, silahkan buku-buku tentang petualangan maksiat di negeri ini (Jakarta Undercover 1, 2 dan 3 dan yang sejenisnya).

Benarlah apa yang difirmankan Allah SWT dalam Al Qur'an:

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah
membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya. (Surat Al-Jaatsiyah 45 : Ayat 23)

Sic transit gloria mundi, betapa cepatnya kehidupan yang nikmat ini berlalu

Semoga bermanfaat,

Insiprasi dari Bang Jay PHD di tulisan yang ini














Senin, 29 Desember 2008

yang mau masuk NERAKA, silahkan


silahkan habiskan uang untuk hura-hura pada malam pergantian tahun kali ini

silahkan lupakan ratusan saudara-saudara kita di Palestina yang sedang dibantai Zionis laknatullah

silahkan begadang semalaman sambil bersenang-senang sehingga besoknya telat untuk bangun sholat subuh

silahkan bersenang-senang sama pasangan yang tidak sah sehingga tiap detik dosa-dosa timbul dan timbul

silahkan menyaksikan kembang api seharga ratusan juta yang hakikatnya uang kalian juga yang dibakar sia-sia

silahkan lupakan tetangga yang sedang kelaparan atau kehabisan bahan bakar

silahkan lupakan para penghuni Desa Jagabita alias kampung pesakitan yang sedang berjuang antara hidup dan mati dengan penyakit mereka yang bermacam-macam seperti kanker, tumor, asma, kaki gajah, dan sebagainya

silahkan keliling kota muter-muter gak karuan menghabiskan bensin dan menambah beban pencemaran pada bumi kita

silahkan nikmati sajian para pengkhianat kemanusiaan yang disebut peradaban Barat itu sampai puas selama hayat masih dikandung badan

semoga peringatan ini membuka mata kita, sehingga kita bisa melihat siapa diri kita sesungguhnya dan menilai diri kita dengan jujur sehingga kita bisa memperkirakan seperti apa diri kita di hadapan Alloh SWT

semoga bermanfaat dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan

Selasa, 30 September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan


Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta


Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa


kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"

Demikian kata Rasul Tercinta


Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan


Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka


Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia


Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan