Tampilkan postingan dengan label setan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2012

Satanic Finance: Bikin Umat Miskin

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:DR. A. Riawan Amin, M.Sc.
Judul Buku: Satanic Finance
Sub Judul: Bikin Umat Miskin
Penulis: DR. A. Riawan Amin, M.Sc.
Penerbit: Zaytuna
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 124 halaman
Kategori: Agama
Sub Kategori: Panduan
Harga: Rp. 29.900,-

Apakah anda ingin memahami mengapa dunia seakan menjadi tempat yang tidak adil bagi banyak manusia, terutama mereka yang miskin? Mengapa harga-harga kebutuhan pokok seakan tidak pernah turun dan selalu meningkat? Apakah teori-teori ekonomi yang selama ini dipelajari di fakultas-fakultas ekonomi di berbagai universitas memang dapat menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial di dunia ini? Jika itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering terlintas di benak kita, maka buku ini sungguh layak kita baca dan kita pahami isinya.

Buku yang ditulis oleh Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI), DR. A. Riawan Amin, M.Sc. ini mengupas habis kelicikan dan tipu daya yang terkandung dalam sistem ekonomi kapitalistik yang berlaku sekarang ini. Buku yang ditulis oleh Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) disajikan dengan ringan dan penuh makna sehingga mudah dicerna dan dipahami, bahkan oleh orang-orang yang paling awam sekalipun.

Yang menarik, pembaca diajak memahami persoalan yang dibahas dalam buku ini dari sudut pandang para Setan. Yah, musuh-musuh manusia sejak zaman penciptaan Nabi Adam hingga hari Kiamat. Itulah sesungguhnya aktor intelektual dari semua kekacauan dan kekisruhan ekonomi yang terus menerus melanda dunia. Kita seakan mendapat pengakuan langsung dari para setan tentang modus operandi dan sepak terjang agen-agen mereka dalam menggoda manusia, agar terus menerus memperturutkan keserakahannya menguasai harta.

Sepak terjang agen-agen setan tersebut diilustrasikan dalam kisah dua orang agen mereka bernama Gago dan Sago. Mereka mendatangi dua buah kepulauan yang para penduduknya ada yang bertransaksi dengan emas dan ada juga yang masih memakai sistem barter. Kedua agen setan itu memperkenalkan uang kertas pada para penduduk kedua kepualauan tersebut. Para penduduk dengan mudah mereka tipu dan kedua agen itu pun segera mendirikan bank di kepulauan tersebut sebagai basis operasi terkutuk mereka. Cerita pun bergulir dan bagi mereka yang mengikuti kisah itu dengan seksama akan dengan mudah menemui persamaan-persamaan antara penduduk kedua kepulauan tersebut dengan kehidupan kita sehari-hari.

Memang, bagi sebagian orang buku ini hanyalah salah satu buku yang hanya berisi sensasi teori konspirasi semata. Apalagi cover-nya yang berwarna merah gelap dan simbol Pentagram yang menghiasinya menimbulkan suasana konspirasi yang kental. Walaupun demikian, porsi konspirasi seperti yang digandrungi oleh para conspiracy theorists itu justru sangat sedikit. Peran Knight Templars yang konon mempelopori penggunaan kertas-kertas bersandi sebagai alat penukaran emas para peziarah, justru tidak masuk dalam pembahasan. Padahal, banyak orang yang menganggap kertas-kertas buatan para ksatria yang pernah berlaga di Perang Salib itulah cikal bakal uang kertas yang kita pakai sekarang ini.

Pesan utama dalam buku ini adalah UANG KERTAS ADALAH ILUSI. Mungkin pembaca akan dibuat terkaget-kaget dan terbelalak tidak percaya, bahwa selama ini kerja kerasnya hanya dibayar dengan kertas yang sebenarnya tidak ada nilai riil-nya. Hanya kepercayaan pada pemerintahan yang berkuasa sajalah yang menjamin kertas-kertas itu bisa dipakai dalam perdagangan dan transaksi sehari-hari.

Jika pemerintahan yang berkuasa runtuh, maka runtuh pulalah kepercayaan pada uang kertas dan nilainya. Bisa jadi uang kertas simpanan kita baik yang ada di bank, di dompet atau di bawah bantal bakal sama nilainya dengan kertas bekas pembungkus nasi atau gorengan. Tangan-tangan jahat berlumuran darah para pesulap itu telah membuat kertas-kertas tak berharga itu menjadi bernilai setara dengan emas. Those papers are now as good as gold, kertas-kertas itu sekarang dianggap setara dengan logam mulia, emas dan perak. Namun sekali lagi, semua itu hanyalah ILUSI. (Muhammad Nahar/Wasathon.com)

Semoga bermanfaat

Resensi ini sudah dimuat di situs wasathon.com

Minggu, 08 April 2012

[Dunia Ghoib] Sihir dan Interaksi Energi bagian 1

Salah satu dosa besar yang bisa mencelakan pelakunya di dunia dan akhirat adalah sihir.  Sihir adalah sejenis interaksi energi.  Tidak speerti mukjizat, karamah ataupun maunah, sihir bisa dipelajari, dilatih dan dipraktekkan.  Namun, semua itu tentu ada persyaratan yagn harus dipenuhi dan harga yang harus dibayar.  Orang yang ingi menjadi ahli sihir harus merendahkan dirinya pada para jin yang akan membantunya selama mempraktekkan sihir.  Dengan kata lain, si kandidat penyihir itu harus menyesuaikan vibrasi energinya dengan para jin.  Energi manusia tidak memungkinkan untuk melakukan sihir.  Bahkan, ketidakmampuan manusia melakukan sihir sesungguhnya adalah bukti kemuliaannya sebagai makhluk yang dipilih sebagai khalifah di muka bumi.  Namun, ego dan hawa nafsu manusia yang selalu ingin dipuaskan menyebabkan sebagian manusia bersekutu dengan jin untuk memperoleh keingannnya melalui jalan sihir.  Kalau di Nusantara ini ada istilah pesugihan, maka di Barat ada istilah "sell your soul to the Devil".  Cara merendahkan diri dan vibrasi energi tersebut antara lain membaca mantra-mantra tertentu, menggunakan jimat, melakukan ritual sesat dan lain sebagainya.  Dengan melakukan hal-hal tersebut, seorang calon ahli sihir telah merendahkan dirinya menjadi budak para jin tersebut. "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (Al-Jin 72:6)

Salah satu kisah para tukang sihir yang paling terkenal dalam sejarah adalah kisah para tukang sihir Firaun saat berhadapan dengan nabi Musa.  Para tukang sihir tersebut adalah bagian yang paling penting dalam pemerintahan firaun.  Merekalah yang membuat rakyat menganggap Firaun sebagai Tuhan sehingga untuk urusan gaji, tunjangan dan kesejahteraan tentu saja mereka dapat yang paling banyak dan paling menyenangkan.  Namun, sesudah dikalahkan oleh Nabi Musa, melalui mukjizat beliau yang terjadi atas izin Allah SWT, para tukang sihir itu pun tunduk.  Mereka juga menyatakan keimanan mereka pada Allah SWT dan mengakui Musa AS sebagai Nabi. Mereka pun sama sekali tidak takut pada ancaman Firaun.  

Apakah yang menyebabkan mereka serta merta meninggalkan profesi paling bergengsi dalam pemerintahan Firaun tersebut, meninggalkan semua fasilitas mewah yang disediakan dan dengan gagah berani menghadapi hukuman mengerikan yang ditimpakan pada mereka? Di luar faktor hidayah yang memang merupakan hak prerogatif Allah SWT, ada faktor penting yang bisa menjadi motivasi mereka meninggalkan profesi terkutuk tersbut.  Saat berhadapan dengan Nabi Musa, mereka menyadari bahwa yang ditunjukkan Nabi Musa adalah benar mukjizat dan bukanlah sihir.  Mereka bisa merasakan perbedaan energi antara mukjizat Nabi Musa dan sihir mereka sendiri.  Biasanya, orang-orang yang menjadi ahli sihir adalah mereka yang peka terhadap perubahan energi, baik faktor bakat ataupun karena latihan.  Pengunduran diri para ahli sihir tersebut sangat mengguncangkan dan menggoyahkan kekuasaan dan kepercayaan diri Firaun. Ditambah lagi beragam bencana mengerikan yang melanda Mesir, Firaun pun tidak punya pilihan lain kecuali membiarkan Bani Israil meninggalkan negerinya.  

Ironisnya, kaum Bani Israil yang dibela Nabi Musa malah melestarikan sihir tersebut.  Sebagian dari mereka ada yang diam-diam membawa catatan-catatan ilmu sihir tersebut saat meninggalkan negeri Mesir.  Tentu dalam keadaan terburu-buru hendak melarikan diri keluar dari Mesir, Nabi Musa dan Nabi Harun tidak akan sempat melakukan razia terhadap catatan-catatan sihir tersebut.  Mereka harus segera keluar dari Negeri Mesir sebelum Firaun berubah pikiran.  Dan benar memang, setelah beberapa Bani Israil berjalan cukup jauh dari Mesir, Firaun pun memerintahkan tentaranya mengejar mereka.  Allah SWT pun memberikan pertolonganNYa hingga Nabi Musa, Nabi Harun dan Bani Israil selamat menyebarangi laut Merah sementara Firaun dan para tentaranya tenggelam di sana.

Keengganan Bani Israil untuk mengikuti Musa dan Harun serta mental terjajah mereka mulai terlihat saat mereka minta dibuatkan patung untuk disembah. Saat dalam perjalanan, mereka melihat sekelompok orang sedang menyembah berhala dan meminta Musa membuatkan bagi mereka berhala yang serupa.  Nabi Musa sangat marah mendengar permintaan itu. Marahnya seorang Rasul semata-mata karena Allah. Marah karena Tuhannya yang Mahasuci, dan dia cemburu kalau Tuhannya dipersekutukan oleh kaumnya! Maka,diamelontarkan perkataan yang sangat cocok untuk menampik permintaan yang aneh itu.   “Musa menjawab, ‘Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan).” (QS. Al-A’raf: 138).  Musa a.s. masih menerangkan kepada kaumnya akan buruknya akibat permintaan mereka itu, dengan menjelaskan akibat buruk yang bakal menimpa kaum yang melihat-lihat sedang menyembah berhala-berhala itu yang hendak mereka ikuti.  “Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akal batal apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 139).  Musa AS pun dengan tegas menolak permintaan tersebut dengan berkata “Musa menjawab, ‘Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat.” (QS. Al-A’raf: 140).  Namun sayang, bukannya belajar dari teguran Nabi Musa, mereka malah terus berusaha mencari Tuhan selain Allah SWT. Saat Musa AS pergi ke gunung Sinai untuk menerima wahyu, kaumnya malah membuat patung anak sapi yang serupa dengan salah satu dewi pagan Mesir, Hathor.  Setelah selasai dibuat mereka pun bersuka ria, menari berputar-putar dan melampiaskan hawa nafsu mereka.  Akibat perbuatan dosa tersebut, Bani Israil pun selama bertahun-tahun hidup dalam penindasan bangsa-bangsa penyembah berhala seperti Assyiria, Babylonia dan Persia.  Kehidupan mereka menjadi berat dan mengenaskan, lebih dari saat ditindas Firaun di Mesir.  Mereka pun makin jauh tenggelam dalam kesesatan sehingga makin banyak diantara mereka yang menekuni dan mendalami ilmu-ilmu sihir.

Saat Nabi Sulaiman berkuasa sebagai seorang Raja, beliau melarang segala macam bentuk sihir.  Semua kitab sihir disita dan dikuburkan di bawah singgasana beliau sehingga jika ada setan dari golongan jin yang ingin mengambilnya, dia akan mati terbakar.  Selain faktor mukjizat, singgsana yang setiap hari diduduki Nabi Sulaiman tentu mengalami interaksi energi dengan pemiliknya.  Vibrasi energi di singgasana tersebut dan di ruangan tempatnya berada tentu tidak akan kondusif bagi makhluk-makhluk jahat bervibrasi energi rendah seperti jin.  Namun, sesudah Nabi Sulaiman wafat, para tukang sihir di kalangan Bani Israil dengan bantuan kaum jin, bisa mengambil kembali catatan-catatan sihir tersebut dan mengembangkan ilmu sihir di kalangan mereka.  Sihir warisan bangsa Mesir Kuno tersebut dikembangkan sehingga menjadi cikal bakal ajaran Kabbalah, ajaran mistik kaum Bani Israil, yang hingga kini masih dipelajari sebagian kaum Yahudi.  

Bersambung

Minggu, 26 April 2009

[Kisah dan Hikmah] Berbincang santai dengan Setan

Aku menunggu, sambil duduk di atas sofa.  

Petir menyambar, hujan deras menyirami bumi. Aku merasa bagai dalam kisah-kisah horor victoria kuno. Yah, bisa dibilang saat ini adalah kisah horor, benar-benar horor.  

Aku memang menunggu seseorang, seseorang yang sebenarnya enggan untuk kutemui. dia adalah Setan. Namun, karena dia berjanji untuk memperbincangkan beberapa hal yang penting padaku, aku besedia menerimanya di rumahku. 

setelah cukup lama menunggu, sampai bosan sih sebenarnya, aku mendengar ketukan di pintu. Aku bergegas bangkit untuk menyambut tamuku itu.  

Di luar rumah, berdirilah seseorang yang ditutupi jubah berkerudung berwarna hitam. Kerudung itu menutupi wajahnya, menambah kesan angker dan misterius.  

"Eh, lo mau gw masuk atau biarin gw keujanan di sini" katanya ketus. 

Elo setan ya? masuk deh, gw udah sampai ngantuk nungguin lo" kataku tak kalah ketus.  

"Ha ha ha, gw kan datangnya menjelang tengah malam. Ngapain juga lo nunggu gw dari sore" ejek setan.  

Aku dan SEtan masuk ke rumah. Setan melihat-lihat keadaan rumahku dengan angkuh. "Jadi lu tinggal di sini?" tanya Setan mengejek. "Iya, emang kenapa? Lu bukannya udah tahu" kataku kesal.  

"Huh,dasar manusia, diajak basi-basi malah marah" jawab Setan.  

"Hebat juga koleksi buku lo" kata Setan seakan tak peduli pada kekesalanku. "iya, lo suka baca juga?". "Hua ha ha ha ha" tawa setan semakin keras, "gak ada waktu gw. Lo kan tahu sendiri gw mesti ngajak manusia sebanyak2nya ke Neraka" 

"Btw, yang udah lo amalin berapa nih isi buku-buku?" tanya Setan. Aku hanya terdiam, pikiranku menerawang pada kehidupanku yang penuh kesia-sian, tidak seperti yang tertulis dalam buku-buku tersebut. "Bagoooooooooooooooooooos!!!!!" ejek Setan, "pantesan banyak teman-teman gw yang bilang bahwa mereka makan gaji buta selama ini. jadi buku-buku ini buat koleksi doang ya?????????". Aku terdiam, tak kuasa aku mengiyakan, walau kenyataanya memang seperti itu.

Sambil menahan kesal dan jengkel, aku mendesah "katanya bincang santai, koq gw jadi jengkel gini sih??".

"Lagian siapa suruh ngundang Setan" kata setan tertawa mengejekku.


Dia membuka jubahnya dan tampaklah tampangnya yang seram itu.  

"Ini wujud asli lo" tanyaku kemudian. "Ya enggaklah, buat apa sih lo tahu wujud asli gw? Gak ada gunanya deh" ejek Setan. 

Kami berdua akhirnya duduk di ruang tamu. Dia lalu duduk sambil menaikkan kaki ke atas meja. Gak sopan. Ya iyalah, namanya juga Setan.  

"Gimana kabar lo, tan?" kataku membuka pembicaraan.  

"Enak aja tan-tan, emangnya gw ketan" kata Setan jengkel. Dalam hati, aku mengumpat "Rasain :D".  

"IYa deh, lu mau gw panggil apa?" kataku lagi. "panggil aja Setan. gak usah tahu lu nama asli gw, ntar gw diincar intel-intelnya Iblis lagi, gw udah melanggar peraturan tahu. Peraturan Iblis" kata Setan ketus sambil melotot, serem juga ya. Rupanya dia juga tidak terlalu menyukai atasannya itu, mirip dengan dunia manusia.  

"Lo mau minum apa?" tanyaku. "Gak usah, gw kan bukan bangsa manusia" kata Setan.  

"Ya udah, gw minum sendiri ya" kataku cuek. "Minum apa lo" tanya si makhluk terkutuk itu. "Kopi, lumayan buat iseng" kataku lagi.

"enak gak?" tanya Setan. "Ya enaklah, ngapain juga kalo gak enak gw minum" sahutku.  

"Itu dia sebabnya, enak. Rasanya enak. Bukankah kenikmatan di dunia bisa disimpulkan dalam satu kata, SENSASI. Inilah yang dicari oleh banyak orang di dunia ini, SENSASI. Yah, itu aja. 

"Seseorang dari Bangsa lo kan pernah bilang, kalau gw gak salah ada bukunya dalam koleksi buku lo. kata-katanya gini:

Sebetulnya bukan engkau, yang menarik perhatianku tetapi
sensasi, yang kuperoleh dengan mencintai engkau.

Pengakuan yang jujur kalau menurut gw.

Belum lagi tentang kebanggaan diri. Itu lebih asyik lagi buat bangsa kami. Kalau orang sudah diperbudak kebanggaan, susah deh jadi orang bener. Mulai dari skala tinggi kaya Firaun sampai Hitler sampai sekala kecil kaya orang-orang yang sekedar punya sedikit kelebihan lalu petantang petenteng kesana kemari. 

Ingat kan kutipan yang ini? Pasti ingat lah, lu kan suka baca. Baca doangs

In reality, there is, perhaps, no one of our natural passions so hard to subdue as pride. Disguise it, struggle with it, beat it down, stifle it, mortify it as much as one pleases, it is still alive, and will every now and then peep out and show itself; you will see it, perhaps, often in this history; for, even if I could conceive that I had compleatly overcome it, I should probably be proud of my humility.
[Thus far written at Passy, 1741] "

 

Kata Setan sok filosof.  

"Iya gw tahu, itu kan kata-kata Benjamin Franklin.  Itu kan kalau makanan dan minuman, kebanggaan dan lain-lain, kalau cinta gimana" tanyaku lagi.  

"Lo tahu, bohong itu yang namanya cinta pada pandangan pertama. Tergila-gila pada pandangan pertama, itu memang iya. Heh, percaya deh sama gw, itu cuma sensasi belaka. Gw udah banyak pengalaman menggoda yang lagi jatuh cinta. Lagipula gw tahu persis, gak ada sejarahnya cowok naksir cuma satu cewek. Iya kan???" kata setan lagi sambil menatapku dengan tajam. Seakan-akan ada pancaran api yang keluar dari matanya.  

Sensasi yang membuat lo kecanduan, bisa jadi lebih mengerikan daripada kecanduan rokok atau obat terlarang." lanjutnya lagi. 

"Masak sih bisa lebih mengerikan daripada kecanduan obat terlatang" tanyaku heran.  

"Yah, naif banget nih anak. Lu kira penyebab kecanduan itu apa? Bukankah orang yang kecanduan rokok, narkoba dan sebagainya hakikatnya ingin melarikan dari sensasi yang tidak menyenangkan. Sehingga, sensasi tadi tertutupi oleh rasa atau sensasi bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh orang tersebut. Gak harus bahan-bahan beracun, berbahaya dan terlarang sih. Makanan enak juga bisa gitu. kalau lo udah makan melebihi porsi normal lu, berarti jiwa elo yang sesungguhnya lu beri makan." Kata setan serius.

"Memberi makan jiwa?" tanyaku heran. "Maksud gw, mengalihkan perhatian jiwa elu dari rasa sakit, bisa karena patah hati atau karena konflik, itu ke makan. Akhirnya, jiwa lo tetap kelaparan, ringkih dan tubuh lo jadi kekenyangan dan sakit-sakitan" kata setan.  

"Ok, selama ini lu cuma mengejar sensasi kan, sensasi pujian, sensasi kesenangan semata. Apa yang lu udah perbuat perbuat demi masa depan lo, kuliah lo, kerjaan lo dsb, dll. Terusin deh situ sendiri." Lanjut setan.  
   
Sekali lagi, aku hanya bisa terdiam. Hanya terdiam. Aku merasa kata-kata Setan itu bagai tamparan keras di pipiku. 

"Kalau udah gitu, terus lo dapat penghargaan dong dari Iblis? Tanyaku lagi, ingin tahu.  

"ya belum lah, masih jauh. Kalau gw udah bisa bikin lo berbuat nekat, kaya menculik atau memperkosa cewek yang lo pengenin, apalagi sampai mati, baru deh gw dapat" jawab Setan seraya berdiri dan menekankan jari telunjuknya yang berkuku panjang itu ke dadaku. "Singkatnya penghargaan dari Iblis itu gw atau setan yang lain bisa dapat kalau dia menyebabkan seseorang melakukan dosa yang akibatnya gak bisa atau sulit sekali dikembalikan seperti semula. Biasanya sih dosa-dosa besar, seperti membunuh atau berzina. Orang kalau udah mati dibunuh kan gak bisa diidupin lagi. Orang yang sudah berzina, sulit sekali memperbaiki nama baiknya. Vonis sosial dari masyarakat, yaitu hancurnya nama baik, sudah cukup berat bagi mereka, sehingga ada yang sampai bunuh diri. Mati juga kan ujungnya. Mati dalam keadaan yang buruk, sangat buruk".

Mata setan melotot saat mengucapkan kata-kata itu sambil menggerakkan tangannya melintasi tenggorokannya. Suatu ancaman yang serius, sangat serius.  

"Gila lo, kayaknya gak mungkin deh lo dapat penghargaan gara-gara gw" kataku menyanggah.  

"Oh ya?? Dalam sejarah manusia, bukankah pembunuhan pertama yang dilakukan kedua anak Nabi Adam adalah karena cinta kepada lawan jenisnya?? Apa sih di dunia ini yang tidak mungkin. Coba lo lihat lewat penemuan bangsa lo yang luar biasa itu, yang namanya internet, lo cari deh tentang pembunuhan. Dapat berapa banyak????" Setan seakan-akan menertawai kebodohanku.  

"Bagaimana dengan balas dendam" tanyaku lagi. Setan tersenyum licik "itu gw paling suka" katanya lagi.  

Coba aja sekarang, misalnya ada orang yang nyakitin elo, terus dengan kemampuan lo sekarang lo mau balas dendam, mau pake apa? Bagi gw gak penting, yang penting ada korbannya, ada yang mati. Orang yang nyakitin elu emang mungkin gak kenapa-napa, tetapi kan minimal elo mati su'ul khotimah dan bisa jadi ada orang-orang lain yang juga jadi korban. Seandainya ada, apa gak lu pikirin bahwa mereka itu adalah ayah, ibu, anak, saudara, teman atau apapun dari banyak orang di luar sana. Lalu bisa aja ada yang mau balas dendam lagi lalu dia juga membabi buta kaya elu. Korbannya gak tepat sasaran. Terus menerus begitu kaya ledakan atau reaksi berantai. Coba lu bayangin, benar-benar kami ini kaum setan makan gaji buta, kami tinggal ongkang-ongkang kaki melihat kalian pada saling bunuh. Gitu maksudnya." Jelas Setan.  

"Apalagi kalau dalam rangka balas dendam, orang tersebut sampai minta bantuan dari dunia kami, tambah asyik tuh. Emang sih, kami-kami ini akan sedikit lebih sibuk. Maklum, kami kan harus manggil jin-jin yang punya spesialisasi di bidang itu. Tetapi gak apa-apa deh, memang itu kan profesi dan hobby kami?" tambah Setan lebih lanjut.  

Mau tidak mau rasa ngeri menjalari seluruh tubuhku. Siapakah di dunia ini yang tidak punya rasa dendam. Bukankah semua manusia sedikit banyak pernah disakiti. Bagaimana jika ada setan yang mendapat penghargaan langsung dari Iblis Laknatullah gara-gara ada anak manusia yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya??? Bukankah setan adalah musuh kita yang nyata, tetapi kita masih mengikuti jalannya, bahkan mungkin membuatnya mendapat Iblis Award, penghargaan tertinggi di dunia setan. SEbesar apa dosa yang harus ditanggung orang itu di akhirat nanti? pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk dalam benakku dan dalam hatiku. Entah bakal dapat kujawab atau tidak.

"Gw mau tanya, setan bisa tobat gak sih?" tanyaku pada si makhluk terkutuk itu. "Bisa aja kalau dia mau. Setan jin kan sama aja dengan setan manusia kayak elu" jawab setan, gaya mengejeknya tidak juga hilang dari tadi. "Jin itu makhluk merdeka, sama dengan manusia. dia bisa jadi makhluk yang taat, bisa juga maxiat. bisa tunduk bisa juga ingkar. Kalau dia benar-benar tobat dan istiqomah dalam ketaatan, tentu aja dia pantas masuk surga. Kalau enggak, ya lu tahu sendiri."  

"Lu gak takut masuk neraka?" tanyaku lagi. "elu sendiri gimana?" Setan balas bertanya. Aku terdiam, sesungguhnya aku takut sekali dibakar di sana selama-lamanya. Namun, seraya bercermin dari perbuatan dan kelakuanku selama ini, sungguh aku seakan tiada sedikitpun rasa takut pada hukuman abadi itu, bahkan seakan menganggapnya tidak ada. Setan tidak perlu menjawab pertanyaan terakhirku itu.

Aku mengantarkan Setan sampai ke depan pintu. Setan pun beranjak pergi dan menghilang. Dia pergi entah ke mana, masa bodo, aku tak merasa ingin tahu.  

Catatan: cerita ini 100 persen fiksi

Inspirasi:

Film:

Millenium the series, Episode ke berapa lupa

Bedazzled

Van Helsing

Buku: cerita-cerita Horor zaman Victoria, terutama,

The Strange case of DR Jekyll and Mr. Hyde

Frankenstein

The Masquarade of Red Death

Tulisan2 seperti: 

Tulisan mas Gaw tentang Iblis


Upacara pemakaman sang Kura-kura dalam DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ, Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996

ditambah pengalaman pribadi dengan diri sendiri


Semoga bermanfaat 

Selasa, 30 September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan


Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta


Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa


kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"

Demikian kata Rasul Tercinta


Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan


Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka


Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia


Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan



Minggu, 11 Mei 2008

Ring in RED -- HOAX atau beneran?

Percaya enggak kalau SMS nomornya warna merah, yang buka bisa mati? Kalau saya percaya, soalnya yang buka ada di jalanan dan gak lihat kiri-kanan sehingga ketabrak truk, he he he *maaf, becanda*

Memang beberapa hari ini kita dihebohkan dengan adanya berita-berita seperti itu.  Dalam era informasi sekarang ini, yang katanya dimulai dari runtuhnya Tembok Berlin, informasi seakan tak terbedung, sehingga sulit bagi kita semua untuk menyaring informasi mana yang benar atau mana yang HOAX (kebohongan tingkat parah).  Namun, bila kita paham prinsip-prinsip dasarnya, Insya Alloh hal seperti itu tidak perlu terlalu merisaukan kita.  

1.  Islam mengajarkan pada para pengikutnya untuk mempercayai hal-hal yang ghoib seperti setan, jin, sihir dan sebagainya namun Islam tidak mengajarkan para pengikutnya untuk takut secara berlebihan terhadap hal-hal tersebut.  

2.  Pertahanan diri yang paling efektif untuk membentengi diri dari hal-hal tersebut adalah dengan mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan cara menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita seperti sholat, shaum atau puasa, dzikir dll.

3.  Hal-hal seperti Ring in RED tadi dapat kita gunakan sebagai ujian bagi keimanan kita sendiri.  Apabila kita masih takut tentu saja ada yang salah dengan keimanan kita.  Mungkin kita kurang ilmu, terlalu banyak maxiat atau ibadah kita kurang baik.  

Pertanyaan selanjutnya, apakah zaman teknologi canggih seperti sekarang ini setan-setan masih gentayangan? Pertanyaan seperti itu bisa dijawab dengan beberapa hal berikut ini:

1. Setan dari golongan jin tentu saja gak peduli sekarang ini zaman batu atau zaman teknologi canggih.  Mereka hanya peduli pada tugas-tugas yang diberikan sang Maharaja segala setan yaitu Iblis Laknatullah.  Si Iblis ini ingin agar semua manusia masuk neraka menemani dia disiksa selama-lamanya.  Para setan itu sendiri terbagi menjadi berbagai peringkat atau pangkat.  Pangkat-pangkat mereka dijelaskan di sini:

http://kopiradix.multiply.com/journal/item/31/Jenis-Jenis_Setan_kritik_untuk_film_Horor_Indonesia

2. Orang yang tidak percaya pada mereka sama rentannya dengan orang yang takut pada mereka secara berlebihan.  Kedua jenis manusia tersebut bisa jadi sasaran empuk setan-setan dari golongan jin ini.  Yang sama sekali tidak percaya bisa jadi atheist, liberal dan materialistik, gak peduli halal-haram, pahala-dosa.  Yang takut berlebihan bisa jadi klien para dukun, paranormal dan kyai gadungan, serta mengoleksi jimat dari ujung rambut sampai ujung kaki.  

3. Setan dari Golongan Manusia ternyata jauh lebih mengerikan dari yang berasal golongan Jin.  mereka bukan apa-apa dibandingkan Adolf Hitler, Benito Mussolini, Stalin, Ariel Sharon, George W. Bush dan diktator-diktator lainnya.  Mereka juga bukan apa-apa dibandingkan kaum Kapitalis yang merampok harta benda dan uang rakyat di negara-negara berkembang.  Setan-setan Jin enggak bisa bikin perang dunia seperti Perang Dunia Pertama dan Kedua.  Jin-jin itu juga tidak bisa bikin penjara-penjara seperti Abu Ghuraib dan Guantanamo.  Paham mereka dijelaskan dalam tulisan ini

http://kopiradix.multiply.com/journal/item/47/KONSEP_RAS_UNGGUL

Semoga bermanfaat, jangan sampai kita tertipu oleh hal-hal kecil seperti Ring in RED tadi dan melupakan musuh-musuh kita yang sebenarnya.  

 

Minggu, 13 April 2008

Jumat, 28 Maret 2008

Nasyid Damai Yang Hilang - Satu Peringatan




Video ini sengaja di-posting untuk meng-counter film FITNA bikinan makhluk aneh keturunan VOC yang sekarang lagi gentayangan di Internet. Biar kita semua tahu siapa sesungguhnya yang doyan kekerasan dan haus darah. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila gambar-gambarnya tidak menyenangkan bagi anda. Terima kasih

Sabtu, 01 Maret 2008

Jenis-Jenis Setan (kritik untuk film Horor Indonesia)

Kemunculan film Hantu Ambulans bikin perkiraan saya bahwa era film horor "daur ulang" di Indonesia sudah berakhri ternyata salah (disebut daur ulang karena dari dulu juga udah ada, terutama yang jaman dulu pernah nonton "apresiasi film Indonesia", itu loh yang dimulai dan diakhiri dengan tirai yang kaya di gedung bioskop).  Ternyata film ini juga dibintangi sang Ratu Misteri Indonesia, yang beberapa waktu yang lalu dikabarkan sudah tiada (sekali lagi kalo enggak salah).

Namun, yang agak mengecewakan saya adalah jenis-jenis setan atau hantu yang ditampilkan koq kayaknya enggak pernah naik level. Yang dimaksud naik level di sini adalah pangkat hantu atau setan yang ditampilkan ya segitu-gitu aja.  Emangnya ada pangkat untuk para hantu?

Tentu saja ada (sst, jangan bilang-bilang, ini bocoran dari dunia sana, he he he )

  1. Pangkat prajurit sampai Kopral: Setan jenis ini bisanya nakut-nakutin doank, enggak pake strategi.  Biasanya muncul di film2 horor pada umumnya, baik Indonesia, Asia atau yang dari Barat.  Termsuk yang suka muncul sebagai penjahat di video game seperti Castlevania, Doom, Devil May Cry, dll.  (Kalo yang udah klasik en legendaris kaya Drakula atau Werewolf mungkin pangkatnya agak tinggian, Sersan atau Letnan)
  2. Pangkat Letnan sampai Kolonel: Setan jenis ini lebih bisa berdiplomasi, bahkan terkadang tampil dengan wajah yang manis, baik, lucu dan sebagainya.  Tugasnya menggoda orang-orang yang melakukan pesugihan (minta kekayaan, kekuatan, ketenaran, jimat dan sebagainya).  Contoh klasik (dan perlu diwaspadai) adalah Jin dalam kisah Aladdin.  Kata-kata favorit mereka antara lain "Your wishes are my commands"
  3. Pangkat Kolonel sampe Jendral:  Jenis inilah yang paling berbahaya, strateginya paling halus.  Mereka justru berusaha agar tidak diketahui orang, atau dianggap enggak ada sekalian.  Lho, kog low profile sekali? Ya, sebab dengan begitu mereka bisa membuat manusia bukan saja tergoda, tetapi menggantikan tugas mereka untuk menyesatkan manusia-manusia yang lain.  Dengan demikian, mereka mengubah manusia jadi setan.  Dan perlu diketahui bahwa apabila manusia jadi setan, dia lebih mengerikan daripada setan itu sendiri, contohnya Hitler dkk.  Kabar buruknya, banyak sekali yang mau jadi setan, terutama yang bikin film horor itu tadi. Catatan: Strategi setan jenis ini saya dapat dari adegan film "The end of Day" -nya Mr. Arnold Schwarzenegger, waktu itu dia jadi polisi yang atheis, yang diperingatkan seorang pendeta bahwa strategi paling berbahaya dari setan adalah "membuat orang mengira dirinya tidak ada" (banyak kan yang begitu? termasuk kapitalis yang bikin film2 horor kaya gitu)


Yang terbaik bagi kita adalah berlindung kepada Alloh SWT dari godaan setan yang terkutuk, baik yang dari golongan jin atau manusia, dari Indonesia, Asia atau Barat.  

Semoga bermanfaat