Minggu, 11 Mei 2008
Ring in RED -- HOAX atau beneran?
Memang beberapa hari ini kita dihebohkan dengan adanya berita-berita seperti itu. Dalam era informasi sekarang ini, yang katanya dimulai dari runtuhnya Tembok Berlin, informasi seakan tak terbedung, sehingga sulit bagi kita semua untuk menyaring informasi mana yang benar atau mana yang HOAX (kebohongan tingkat parah). Namun, bila kita paham prinsip-prinsip dasarnya, Insya Alloh hal seperti itu tidak perlu terlalu merisaukan kita.
1. Islam mengajarkan pada para pengikutnya untuk mempercayai hal-hal yang ghoib seperti setan, jin, sihir dan sebagainya namun Islam tidak mengajarkan para pengikutnya untuk takut secara berlebihan terhadap hal-hal tersebut.
2. Pertahanan diri yang paling efektif untuk membentengi diri dari hal-hal tersebut adalah dengan mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan cara menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita seperti sholat, shaum atau puasa, dzikir dll.
3. Hal-hal seperti Ring in RED tadi dapat kita gunakan sebagai ujian bagi keimanan kita sendiri. Apabila kita masih takut tentu saja ada yang salah dengan keimanan kita. Mungkin kita kurang ilmu, terlalu banyak maxiat atau ibadah kita kurang baik.
Pertanyaan selanjutnya, apakah zaman teknologi canggih seperti sekarang ini setan-setan masih gentayangan? Pertanyaan seperti itu bisa dijawab dengan beberapa hal berikut ini:
1. Setan dari golongan jin tentu saja gak peduli sekarang ini zaman batu atau zaman teknologi canggih. Mereka hanya peduli pada tugas-tugas yang diberikan sang Maharaja segala setan yaitu Iblis Laknatullah. Si Iblis ini ingin agar semua manusia masuk neraka menemani dia disiksa selama-lamanya. Para setan itu sendiri terbagi menjadi berbagai peringkat atau pangkat. Pangkat-pangkat mereka dijelaskan di sini:
http://kopiradix.multiply.com/journal/item/31/Jenis-Jenis_Setan_kritik_untuk_film_Horor_Indonesia
2. Orang yang tidak percaya pada mereka sama rentannya dengan orang yang takut pada mereka secara berlebihan. Kedua jenis manusia tersebut bisa jadi sasaran empuk setan-setan dari golongan jin ini. Yang sama sekali tidak percaya bisa jadi atheist, liberal dan materialistik, gak peduli halal-haram, pahala-dosa. Yang takut berlebihan bisa jadi klien para dukun, paranormal dan kyai gadungan, serta mengoleksi jimat dari ujung rambut sampai ujung kaki.
3. Setan dari Golongan Manusia ternyata jauh lebih mengerikan dari yang berasal golongan Jin. mereka bukan apa-apa dibandingkan Adolf Hitler, Benito Mussolini, Stalin, Ariel Sharon, George W. Bush dan diktator-diktator lainnya. Mereka juga bukan apa-apa dibandingkan kaum Kapitalis yang merampok harta benda dan uang rakyat di negara-negara berkembang. Setan-setan Jin enggak bisa bikin perang dunia seperti Perang Dunia Pertama dan Kedua. Jin-jin itu juga tidak bisa bikin penjara-penjara seperti Abu Ghuraib dan Guantanamo. Paham mereka dijelaskan dalam tulisan ini
http://kopiradix.multiply.com/journal/item/47/KONSEP_RAS_UNGGUL
Semoga bermanfaat, jangan sampai kita tertipu oleh hal-hal kecil seperti Ring in RED tadi dan melupakan musuh-musuh kita yang sebenarnya.
Kamis, 08 Mei 2008
BIOPORI - Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan
Jika anda ingin berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, silahkan berkunjung ke link ini,
Rabu, 07 Mei 2008
Pelatihan Daur Ulang Sampah Perumahan dan Sekolah
| Start: | Jun 8, '08 09:00a |
| End: | Jun 8, '08 2:00p |
| Location: | Masjid Agung Al - Jabbar, Perumnas II _ Karawaci |
1. Perlunya pengolahan sampah terpadu di lingkungan perumahan dan sekolah
2. Cara dan teknik membuat kompos, pupuk cair
3. Cara dan teknik mendaur ulang kertas bekas menjadi kertas baru
4. Cara dan teknik mendaur ulang sampah plastik menjadi produk plastik baru
5. Cara dan teknik mendaur ulang sampah menjadi Tas, dompet, dll
Pembicara: HARINI BAMBANG WAHONO
(pegiat lingkungan, pelatih sertifikat UNESCO)
Peserta akan mendapatkan:
1. PELUANG USAHA berbasis sampah dan pemasaran produknya
2. Panduang teknik Pengolahan Sampah terpadu
3. Makan siang dan Snack
4. Souvenir
5. Voucher Bekam 50%
6. Sertifikat
Note:
1. Daftar 10 orang Gratis 1 Orang
2. Diskon 30% bagi anda yang mendaftar sebelum 17 Mei 2008
3. Diskon 50% untuk perwakilan sekolah
diselenggarakan oleh
SANGGAR KETRAMPILAN LTC CRAFT Pasar Kemis
Pondok Bekam Thibbun Nabawi - Pasar Kemis
Forum Komunikasi Peduli Lingkungan
Bekerja sama dengan:
IES (Indonesian Entrepreneur Society), Pondok Indah - Jakarta
SU (Success University) - Cibodas - Tanggerang
Investasi: Rp. 100.000,-
Informasi dan Pendaftaran:
Ibu Surya: 0818 0807 1787 - (021) 71573415
Susi : 0852 8137 1953
Poniman: (021) 6886 5471
Sabtu, 03 Mei 2008
Nonton Freedom Writers di NEC
Nonton film Freedom Writers di NEC
Hari ini saya dapat kejutan, nonton film Freedom Writers di NEC. Mbak Menul, tutor Poltek Bahasa di NEC, memutarkan untuk saya dan teman2 sekelas film tersebut di kelas via laptop dan LCD. Tadinya saya kira bagian dari film seri Dangerous Mind yang pernah saya saksikan di TV. Saya menyebut diri saya beruntung karena saya bisa mendapatkan bahan untuk meneruskan potongan posting yang belum jadi, yang tadinya ingin saya buat sebagai bagian dari posting yang berjudul refleksi hari buruh, pentingnya amanah dan empati. Bisa dibilang, posting kali ini masih berhubungan dengan posting sebelumnya.
postingnya begini nih:
Berdasarkan pengalaman, minimal ada 3 hal yang tidak bisa dipaksakan oleh seseorang pada orang lain yaitu:
- SUKA : Ini biasanya berhubungan dengan kesamaan hobby, ketertarikan/interest dan kesamaan-kesamaan lainnya. Bisa juga karena daya tarik fisik, emosional dan hal-hal seperti itu.
- HORMAT :Kalau yang ini bisaanya berhubungan dengan jabatan atau kompetensi, baik formal atau informal. Kita sangat mungkin akan hormat sama teman yang punya suatu kompetensi tertentu, apalagi yang jarang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kita. Kita juga bisa hormat sama orang yang memiliki otoritas lebih besar dari kita, seperti atasan, boss dll.
- PERCAYA: Ini dia yang paling berat, membuat orang lain percaya pada kita. orang yang suka pada kita dan yang hormat pada kita belum tentu percaya pada kita. Kepercayaan ini berhubungan erat dengan karakter kita, apakah kita memiliki karakter orang yang bisa dipercaya atau tidak.
Saya percaya bahwa Cinta yang sejati harus memiliki ketiga komponen ini, bila salah satu yang tidak ada maka cinta tersebut tidak bisa dianggap sempurna. Bahkan, jika cinta hanya dibangun dari rasa suka semata, cinta itu bagaikan rumah berpondasi pasir. Film Freedom Writer ini menggambarkan ketiga hal tersebut dengan jelas sekali.
Dalam film ini, Erin terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan dari anak-anak didik di room 203 sebelum mereka mulai menyukai dan menghormatinya. Anak-anak tersebut merasakan bahwa Erin dapat dipercaya untuk mendidik mereka berkat usahanya yang tidak kenal lelah untuk berempati dengan mereka. Walaupun demikian, Erin juga dapat bersikap tegas saat menemukan anak-anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak dapat ditoleransi seperti pelecehan rasial dan etnis terhadap teman-teman mereka yang berbeda etnis. Erin juga terlihat bersikap tegas saat menjelaskan kepada beberapa anak bahwa kematian mereka di tangan para gangster akan sia-sia belaka jika mereka tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Orang-orang akan meneruskan kehidupan tanpa pernah memikirkan apakah mereka pernah ada atau tidak. Tanpa ragu sedikitpun dia bertanya, apakah jika orang-orang berkulit hitam, orang-orang Asia, orang-orang Kolombia dan etnis-etnis yang lain tidak ada di sini, keadaan akan lebih baik? Lalu dia masuk ke penjelasan mengenai "the most famous Gang in History" - NAZI.
Mungkin sebagian rekan-rekan ada yang keberatan menerima film ini karena tersirat adanya propaganda mengenai Holocaust yang terjadi pada Perang Dunia ke 2. Walaupun demikian, kita perlu memahami bahwa hanya itulah referensi yang dimiliki Erin saat dia berusaha membuktikan bahwa anak-anak tersebut memiliki pilihan untuk berubah.
Menurut saya pribadi, apa yang dilakukan Erin kepada anak-anak di ruang 203 itu dapat dicontoh tanpa harus terjebak propaganda manapun. Banyak orang di lingkungan kita yang membutuhkan orang seperti Ibu Guru Erin Gruwell, yang sering kali dipanggil Mrs. G. oleh anak-anaknya. Kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang seperti itu. Semoga saja.
Freedom Writers Trailer - YouTube EXCLUSIVE!!
reedom Writers
In theaters January 12th, 2007
Starring: Hilary Swank, Scott Glenn, Imelda Staunton, Patrick Dempsey, Mario
"Freedom Writers" is inspired by a true story and the diaries of real Long Beach teenagers after the LA riots, during the worst outbreak of interracial gang warfare. Two-time Academy Award® winner Hilary Swank stars as Erin Gruwell, whose passion to become a teacher is soon challenged by a group of Black, Latino, and Asian gangbangers who hate her even more than each other. When Erin begins to listen to them in a way no adult has ever done, she begins to understand that for these kids, getting through the day alive is enough -- they are not delinquents but teenagers fighting "a war of the streets" that began long before they were born. Erin gives them something they never had from a teacher before -- respect. For the first time, these teens experience a hope that maybe, they might show the world that their lives matter and they have something to say.
Freedom Writers
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Drama |
Eva,
Latino Student in Room 203.
Film ini bercerita tentang perjuangan seorang guru sekolah bernama Erin Gruwell menghadapi anak-anak yang sangat bermasalah di room 203. Film ini diambil dari kisah nyata pada dekade 90-an. Kelas itu ada kelas yang warna-warni, maksudnya ada anak-anak orang berkulit hitam alias Afro-Amerika; ada anak-anak orang keturunan Spanyol atau Amerika Selatan, Hispano Amerika alias Latino; anak-anak orang keturunan Asia, terutama Cina dan sebagiainya. Yang menarik, di kelas itu, orang kulit putih hanya satu orang. Entah karena faktor rasisme atau si kulit puith itu benar2 geblek.
Terus terang sudah lama saya tidak mencucurkan air mata saat menonton film tersebut. Menyaksikan betapa mudahnya diri atau orang-orang yang mereka cintai dibunuh atau terbunuh karena sebab-sebab yang sepele seperti lewat di suatu teritori yang telah diklaim oleh satu kelompok, adu mulut, salah omong dan sebagainya tentu bisa membuat orang yang paling keras sekalipun mencucurkan air mata.
Saat yang sangat mengharukan muncul saat Erin mengumpulkan anak-anak untuk memainkan permainan yang disbut Line Game. Dalam permainan itu, dia meminta setiap anak yang memiliki kesesuaian dengan pertanyaan yang diberikan untuk maju mendekat ke garis yang dibuat dengan lakban di lantai. Perntanyaan paling mengharukan adalah pada saat Erin bertanya "Siapa di sini yang memiliki teman yang terbunuh dalam pertikaian antar gang?". Hampir seluruh isi kelas mendekat ke garis. Sebagai bukti bahwa mereka semua pernah kehilangan orang-orang yang mereka cintai karena perang antar gang tersebut. Suasana haru tidak dapat dihindari dan siapapun, sekejam dan sekeras apapun akan mencucurkan air mata saat mengingat teman-teman dan orang-orang yang mereka cintai terbunuh dalam perkelahian-perkelahian antar gang yang terus menerus terjadi.
Bagian utama dari film ini adalah gagasan Erin untuk menyediakan buku-buku tulis agar anak-anak dapat menuliskan curahan hati dan pengalamman mereka. Erin meminta mereka menulis untuk diri mereka sendiri. Dia tidak memaksa mereka memperlihatkan catatan harian tersebut kepadanya, apabila mereka tidak mau. satu demi satu anak-anak tersebut akhirnya menaruh kepercayaan kepada Erin untuk membaca tulisan di diari mereka. Pada akhirnya, mereka pun bersikap terbuka kepadanya. Cuplikan-cuplikan diari yang ditayangkan sepanjang film sungguh sangat menggugah perasaan. Diary itu sudah dibukukan dan diterbitkan tahun 1999.
Perjuangan Erin bukan hanya menghadapi murid-murid itu. Dia juga harus menghadapi suaminya yang tidak mendukung perjuangan yang dia lakukan. Yang lebih buruk lagi, sekolah yang bersikap kaku dan konservatif serta guru-guru lain yang tidak mau berurusan dengan murid-murid ruang 203 tersebut.
Pendek kata, bisa dibilang film ini sangat perlu ditonton siapa saja, terutama mereka yang bergerak dan berkarir di bidang pendidikan.
Jika anda menangis saat melihat film ini, jangan kuatir dianggap cengeng. Itu artinya anda masih punya hati nurani yang hidup dan menghidupkan.
Selamat menonton
Kamis, 01 Mei 2008
Refleksi Hari Buruh - Pentingnya Amanah dan Empati
Sebenarnya ini reply utk siarannya Ibu Presiden MP alias Mbak Ari Wijaya, tetapi gak ada salahnya kan di-share di MP:
Selengkapnya ada di sini
http://ariwijaya.multiply.com/journal/item/47/Proaktivita_-_Kamis_1_Mei
Kontribusi saya waktu itu disini
Saya pernah baca brosurnya Dynamic Consulting-nya Gede Prama
Hubungan antara Buruh atau Pegawai dan Majikan, menurut DC, bisa dibagi menjadi 4 kategori
1. Buruh dan Majikan/Perusahaan sama2 puas, ini disebut The Company of Joy
2. Buruh tidak puas, Majikan/Perusahaan puas, ini disebut The Company of Exploitation
3. Buruh puas, Majikan/Perusahaan tidak puas, ini disebut The Company of Strike --> buruh bisa mengancam perusahaan dengan cara mogok dll
4. Buruh dan Majikan sama-sama tidak puas, ini disebut The Company of Destruction, perusahaan yang ancur-ancuran, yang rugi semua pihak, bukan hanya buruh dan majikan/perusahaan, tapi juga konsumen, pemegang saham, keluarga para buruh dan majikan/perusahaan serta masyarakat secara keseluruhan. Kategori 2 dan 3 bisa berakhir di kategori 4 ini.
Dalam posting kali ini, saya hanya mau nambah yang kelupaan, maklum bukan ahli sosiologi, he he he:
Kategori pertama, The Company of Joy hanya dapat dicapai dengan memperkuat sikap amanah sehingga baik buruh dan majikan mendapatkan predikat dapat dipercaya. Dalam agama Islam predikat dapat dipercaya disebut Amanah
Sesungguhnya, Kata kuncinya adalah amanah dan rasa saling percaya antara buruh dan majikan. Kepercayaan tentu saja tidak bisa dipaksakan. Kita tidak bisa memaksa orang percaya pada kita demikian pula tidak ada orang lain yang bisa memaksa kita pecaya pada kita.
Bahaya menyelewengkan amanah dinyatakan dalam Alquran, "Barang siapa yang berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatinya itu." (QS Ali Imran: 161).
Tingginya tingkat keseriusan agama memandang masalah amanah ini terlihat dari riwayat ketika seorang penduduk Arab pegunungan datang bertanya kepada Rasulullah SAW. "Apakah yang paling berat dalam agama dan yang paling ringan?
Rasulullah SAW memberi jawaban, "Yang paling ringan ialah mengucapkan dua kalimat syahadat, asyhadu anlaa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Sedangkan yang paling berat ialah amanah. Tidak sempurna agama seseorang yang tidak menjaga amanah, tidak diterima shalat dan zakatnya." (HR Al Bazar dari Ali bin Abi Thalib).
Amanah merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan negara. Sayid Jamaluddin al Afghani, pelopor kebangkitan Muslimin abad ke20 berkata, "Manakala sifat amanah telah rusak, maka rusaklah segala ikatan dan tata kehidupan yang ada di masyarakat."
Bayangkan, buruh mana yang tidak mau bekerja pada pengusaha yang selalu menepati janjinya. Upah dibayar tepat waktu, kesejahteraan diperhatikan, hak-hak buruh dipenuhi dan sebagainya. Sebaliknya, pengusaha mana yang tidak ingin punya buruh yang rajin bekerja, mau mengerti keadaan perusahan, tidak banyak menuntut dan sebagainya. Sehingga kita akhirnya mendapat kata kunci kedua yaitu empati. Baik buruh maupun majikan/perusahaan berusaha saling memahami sehingga timbul rasa saling percaya. Betapa idealnya bila buruh juga menghemat anggaran kesehatan perusahan untuk para buruh dengan cara tidak merokok misalnya, dan pengusaha memelihara perasaan para buruh dengan tidak bermewah-mewah. Lebih luar biasa lagi baik buruh atau pengusaha sama-sama suka sedekah sehingga keberkahan mengalir deras ke dalam perusahaan.
Ah, mungkin semua itu hanya mimpi seorang blogger di siang bolong, namun, dengan pertolongan dan kekuasaan Alloh SWT, apa sih yang tidak mungkin?????
Semoga bermanfaat
Sebagian isi posting diambil dari sini: http://www.pkpu.or.id/artikel.php?id=18&no=17